Please, give me a Change [PG 15]

Berkali-kali ku tatap terus sebuah benda yang ada di tanganku. Sudah 10 testpack aku coba dan hasilnya tetap sama, positive. Aku positive hamil !

“aarrghh !!! apa yang telah aku lakukan?”ucapku sambil memukul perutku ini dan menangis di dalam kamar apartemenku.

Semua ini karena lelaki itu, ku pikir hanya dengan sekali berbuat, aku tidak akan hamil, tapi hampir 2 bulan aku telat menstruasi, aku mulai merasakan keganjalan dalam tubuhku ini.

Flashback 3 bulan yang lalu…

PLAKK

“jadi ini saat aku tidak ada?!” bentakku pada lelaki didepanku

“jagi, aku bisa jelaskan…”elaknya

“halah, kau masih mau membela dirimu sendiri? Untuk apa aku selama ini menunggumu kuliah di luar negeri tapi kenyataannya kau malah selingkuh!” balasku, dia hanya diam, menatapku nanar, lalu berusaha memelukku, tapi langsung ku tepis tangannya dan pergi meninggalkan apartemennya.

Aku terus berjalan, sambil menangis tersedu. Kim Jongwoon, orang yang selalu kunanti selama 2 tahun ini kepergok sedang berduaan dengan wanita lain di apartemennya. Hatiku sakit, sangat sakit…

Aku memasuki sebuah diskotik yang memang biasa aku kunjungi. Aku meminum banyak arak untuk menenangkan pikiranku.

“agesshi (nona), kau sudah terlalu banyak minum…”ucap salah satu bartender yang dari tadi menuangkan minuman untukku

“tambah lagi…” aku sudah tidak sadar dengan apa yang aku ucapkan

Malam menunjukkan pukul 12 malam. Aku harus pulang. Dengan terhuyung-huyung aku keluar diskotik, tapi saat ingin menggapai pintu, aku hamper terjatuh dan seseorang dengan sigap menangkap tubuhku.

“gwenchana yo (kau tidak apa-apa)?” Tanya lelaki itu

“ne…gwenchana…” ucapku. Aku tidak bisa melihat wajahnya dengan jelas.

“kau sudah sangat mabuk, dimana rumahmu?”Tanya lelaki itu sambil menuntunku keluar diskotik

“hmmm…rumah?di…sa..nnaahh…”ucapku yang sudah tidak bisa berkonsentrasi

“aish, dia sudah sangat mabuk dan tidak sadar…” ucap lelaki tersebut

~Author POV~

Siwon membawa min ji ke apartemennya, setelah siwon melihat alamat dari tanda pengenal min ji di tasnya.

Setelah sampai, siwon pun langsung membaringkan min ji ke tempat tidurnya. Sebelum ia meninggalkan tempat, ia mendengar min ji mengigau…

“jongwoon-ah…temani akuuu…” siwon menoleh dan meperhatikan wajah min ji lekat

Min ji membuka sedikit matanya dan melihat siwon seperti melihat jongwoon.

“hyaa, jongwoon-ah…”min ji langsung memeluk siwon, otomatis siwon terjatuh di atas tubuh min ji

Siwon yang kaget atas tindakan min ji, tersenyum kecil dan mulai melucuti pakaian min ji…

Pagi harinya, min ji POV

‘ahh, kepalaku sakit sekali’ perlahan aku membuka mata ku dan melihat sekeliling kamarku. “Loh, kenapa aku bisa…” aku mulai mengingat kejadian semalam. Ku lihat tubuhku yang masih berselimut tanpa memakai pakaian,  dan pakaian yang aku pakai sudah berserakan di lantai. “OMO~ apa yang ku lakukan, dengan siapa aku semalam…”aku memegang kedua kepalaku dan menerka-nerka wajah lelaki itu, tapi yang ada dipikiranku hanyalah wajah jongwoon.

Tapi dimana lelaki itu?

Min ji pabo ! kau sudah tidur dengan lelaki yang sama sekali tidak kau kenal. Aku menangisi diriku sendiri. Saat ingin bangun, aku melihat secarik kertas di samping tempat tidurku.

Semalam kau hebat, maaf jika aku tidak sempat mengucapkan kata perpisahan, tapi kau bisa menemuiku di alamat ini,

choi siwon…

Siwon…ternyata dia, min ji kau sangat pabo (bodoh) !!! aku membodohi diriku sendiri dan memukuli kepalaku pelan.

Setelah itu aku memutuskan untuk menemuinya, setidaknya untuk meminta pertanggung jawaban atas perlakuannya semalam. Aku pun menuju alamat yang diberikannya. Ternyata dia tinggal di apartemen yang cukup mewah di tengah kota. Setelah memarkir mobilku, aku menuju ke kamar 1023.

Ting tong ting tong

Jantungku berdegup kencang, aku takut untuk menemuinya. Beberapa saat kemudian, dia membukakan pintunya terlihat sesosok pria yang…gagah dan tampan yang hanya menggunakan boxer. Wajahku merah ketika melihatnya.

“a..annyonghasseyo…”sapaku sambil membungkukkan badan

“kau min ji kan?” tanyanya dengan tersenyum kepadaku

“ne, bisa kah kita bicara?” ucapku tegas

“honey, ada siapa diluar?” Tanya seorang wanita dari dalam

“tamuku, sebentar ya…”ucapnya lalu ingin beranjak pergi

“jika aku menganggu, tidak usah ! maaf sudah menganggumu ! permisi…”ucapku ketus lalu pergi meninggalkannya.

“e..eh, tapi tunggu…” ucapnya

Ternyata dia sama saja dengan lelaki lainnya. Setelah tidur denganku semalam, sekarang dia sudah dengan wanita lain. Ya tuhan, malangnya nasibku ini. Aku terus mengangisi diriku yang bodoh ini. Sudah di selingkuhi dan juga ditiduri oleh cowok yang sama sekali belum pernah aku mengenalnya.

Setelah aku menemuinya di apartemennya itu, dia terus mencoba untuk menghubungiku, tapi aku selalu menghindarinya. Aku benci melihat wajah playboy nya itu. Aku memutuskan untuk melupakannya dan anggap tidak pernah terjadi. Aku mengganti nomor handphoneku dan juga pindah ke apartemen lain dan memulai hidup baruku.

End of flashback

Aku membuang semua testpack dan ku sisakan 1 untuk ku bawa ke hyunmi, sahabatku yang juga berprofesi sebagai dokter kandungan.

“hyunmi-ah, kau sedang dimana?”Tanya ku lewat telepon

“min ji-ah…aku sedang praktek..”jawabnya dari seberang telepon

“bisa aku minta waktumu? Apa kau sedang sibuk?”

“oh, aniyo, datanglah ke rumah sakit, aku sedang tidak ada pasien…”

“geure, aku akan segera kesana…” aku menutup telepon dan langsung bergegas ke Seoul International Hospital.

Hyunmi adalah salah satu sahabat baikku dari SMA, dia mengambil jurusan kedokteran dan dengan umurnya yang masih muda, dia sudah berhasil meraih gelar dokter. Hyunmi juga sudah menikah dan mempunyai 1 orang anak lelaki yang baru berumur 1 tahun yang bernama haje.

Sesampainya dirumah sakit…

“annyeong…”sapaku di depan pintu.

“annyeong min ji-ah…”ucapnya sambil berpelukan dengannya, lalu ia mengajak ku ke ruang pemeriksaan.

“ada apa? tumben sekali kau menemuiku disini?”tanyanya ramah

“hmmm…hyunmi-ah…”aku ragu untuk mengatakan hal ini padanya, malu rasanya, tapi ini harus aku katakan.

“kenapa ?kau sedang ada masalah?” tanyanya lagi

“hmmm…kau masih ingat tentang kejadian aku bermalam dengan cowok playboy itu?”tanyaku hati-hati

“oh, iya, aku masih ingat, lalu?”

“ini…”

aku menyerahkan testpack yang ku bawa. Hyunmi sedikit terkejut dan pasti mengerti apa maksudku.

“min ji-ah…”ia melihatku pasrah. Air mataku tidak bisa kutahan lagi. Hyunmi langsung memelukku erat untuk menenangkanku.

“hiks…hiks..ottokhae(bagaimana ini) hyunmi-ah?aku takuuutt…”jeritku

“jika memang ini adalah bayinya, dai harus bertanggung jawab…”ucapnya

“andwae(enggak)!!, melihat wajahnya saja aku tidak mau, apalagi harus melahirkan anaknya, dan aku juga yakin kalau dia itu tidak akan mau bertanggung jawab ! dia itu playboy !”

“tenang min ji-ah…lalu kamu mau gimana lagi?apa kau sanggup melahirkan anak ini tanpa ayah?” tanyanya lembut

Aku diam sejenak lalu berkata “apa harus aku gugurkan?”

“Mwo(apa) ?kalau itu aku sangat tidak setuju min ji-ah…bayimu tidak bersalah, jujur sebagai seorang dokter, aku paling membenci orang yang mengugurkan kandungannya, sementara banyak wanita diluar sana ingin bisa hamil sepertimu…”jelasnya panjang lebar

“mianhae (maaf)…tapi aku tidak tahu harus bagaimana lagi…”jawabku pasrah

“begini saja, lebih baik kau pikirkan lagi apa kau harus menggugurkannya atau tidak, tapi berapa usia kehamilamu?”

“entahlah, aku sudah telat hampir 2 bulan…”

“yasudah, mari aku periksa kondisi kandunganmu itu…”

Setelah pemeriksaan…

“gimana hyunmi-ah?”

“hmmm, kondisi kandunganmu baik, usianya sudah 8 minggu, tapi jika kau ingin mengugurkannya, akan sangat membahanyakan kondisimu min ji-ah…”

Aku menundukkan kepalaku, sekejap aku merasa kasihan dengan janinku ini.

“arraseo (aku tahu) aku akan mempertimbangkan lagi…jeongmal gomawo yo hyunmi…” ucapku

“Ne, jika kau perlu apa-apa, jangan pernah sungkan untuk menghubungiku ya…”

“iya, arraseo…aku pamit dulu yah, annyeong…”aku pamit dan langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu.

Dalam perjalanan aku terus memikirkan perkataan hyunmi tadi. Saat di lampu merah, tidak sengaja aku melihat seorang ibu hamil yang sedang kesusahan berjalan karena kondisi perutnya yang sudah besar, tapi terlihat sangat bahagia. “pasti anak pertama…”pikirku. Aku memegang perut ku ini dan mengusapnya pelan. “hei bayi kecil…pasti kau ingin lahir ke dunia ini bukan? Tapi jika kau lahir, siapa yang akan merawatmu nanti?” ucapku pada bayi keci dalam perutku ini.

~Hyunmi POV~

“Haje udah tidur?”Tanya hangeng, suamiku

“iya, akhirnya dia mau tidur juga…fiuh~ seharian ini dia bergerak terus…”ucapku lalu duduk disampingnya

“haha, dia lagi aktif-aktifnya…oh iya, tadi min ji kerumah sakit?” tanyanya

“oh, iya…”

“tumben, kenapa?”

“hmmm, yeobo (suamiku)…kau masih ingat kan aku pernah cerita masalah min ji yang 2 bulan lalu itu?”

“yang mana?”

“itu loh, yang dia tidur dengan lelaki yang enggak dia kenal…”

“oh, iya ingat…lalu?”

“min ji hamil…”

“Mwo?! Lalu?”

“yah, aku kasihan padanya, dia sangat shock, malah ingin mengugurkannya, tapi aku larang…”

“berarti cowok itu dong yang harus tanggung jawab…”

“tapi min ji enggak mau, dia benci banget dengan cowok itu…” jelasku

Hangeng menggaruk kepalanya yang tidak gatal dan berkata “hmmmm, lalu gimana dong? kasihan juga yah…”

Aku menghela nafasku dan juga sedang berpikir mengenai masalah min ji.

Aku sudah menganggap min ji sebagai adik dan saudaraku. Kami sudah sangat dekat dan aku benar-benar sebal dengan cowok itu ! apalagi gara-gara kim jongwoon yang udah selingkuhi min ji

~Min ji POV~

Saat ini aku sedang berada di sudut taman tengah kota. Aku terus memikirkan perkataan hyunmi tadi siang. Apa aku harus menggugurkan bayi ini…?

“oppa, aku mau ituuu…”ucap seorang wanita yang berapda di depanku yang sedang meminta sesuatu pada suaminya, sepertinya

“mwo?tapi tadi aku belikan, kau tidak mau saying…”balasnya

“ahh, tapi aku mauuu, kau mau nanti anak kita jadi suka ngeces?”

“yah, gak mau…”jawabnya pasrah

“yaudah beliin, cepetan”perintahnya

Aku memandangnya dengan perasaan yang campur aduk. Wanita itu mengelus perutnya sambil tersenyum bahagia. Air mata ku jatuh lagi. Ku elus perutku ini dan aku merasakan kehangatan dalam diriku ini. ‘Tuhan…apa aku harus melahirkan anak ini?’ tanyaku dalam hati.

Ku pikir dengan pergi ke diskotik, pikiranku akan lebih tenang, tapi saat aku meneguk segelas soju, perutku langsung mual dan langsung berlari ke toilet.

“aigoo~ mual banget…”aku berjalan keluar toilet sambil memegang kepalaku yang mulai terasa pusing. Tidak sengaja aku menabrak seseorang.

“maaf…maaf…”ucapku sambil membungkukkan badanku, lalu pergi dari tempai itu, tapi…

“min ji-sshi?” panggil cowok tersebut

Aku menoleh, dan betapa terkejutnya aku ketika melihat wajahnya, siwon!!!. Tanpa menjawab aku langsung berbalik pergi tapi dia langsung menarik tanganku

“kau mau kemana?”ucapnya. aku terus berusaha melepaskan pegangannya

“lepaskan…apa yang mau kau lakukan?” bentakku

“dengarkan aku dulu !!”siwon memegang kedua lenganku. Aku tidak berani menatap matanya.

“kita ini udah enggak ada urusan lagi, anggap aja kita enggak pernah kenal !!” aku melepas paksa tangannya dan langsung pergi pulang.

“min ji-ah…”

Sesampainya di apartemen, aku langsung merebahkan tubuhku di kasur. Dan menangis lagi.

“hiks…hiks..hiks..dia muncul disaat yang tepat, tapi…meskipun aku bilang padanya, belum tentu dia percaya bahwa ini adalah anaknya…”jeritku

Sorry…sorry…sorry…

Naega..naega..naega..

Handphone ku berbunyi, tertera nama hyunmi di layar handphone

“yeobseyo (halo)?”ucapku

“yeobseyo, min ji-ah, kau baik-baik saja?”

“ne, hyunmi-ah…”aku berusaha menutupi suara parau ku agar hyunmi tidak khawatir.

“syukurlah, aku sudah makan?”

“hmmm, sudah tadi…”

“kau jangan terlalu lelah, ingat sekarang kau sedang berbadan dua…”jelas hyunmi

“ne, arraseo hyunmi-ah, sudah ya, aku mau tidur…”

Aku mengelus perutku lagi dan berkata “hai baby…eomma akan melahirkanmu ke dunia, tapi mungkin kita tidak akan bisa bersama…”ucapku lirih dan air mataku mengalir deras. Aku bertekad akan melahirkan anak ini, tapi setelah itu, mungkin aku akan menaruhnya di panti asuhan.

~Siwon POV~

Akhirnya aku menemukannya. Di tempat yang sama pula. Tapi sepertinya dia sedang tidak sehat. Aku menahannya untuk mengajaknya berbicara, tapi ditolak mentah-mentah olehnya lalu pergi meninggalkanku. Dengan perlahan aku mengikutinya dari belakang sampai pada apartemennya. Yang penting aku tahu dimana dia tinggal sekarang.

Setelah bertemu dengannya 2 bulan yang lalu, aku terus memikirkannya. Entahlah apa yang kurasakan saat ini. Aku sudah sangat jarang mengajak wanita lain ke apartemenku ini. Sepertinya aku mulai jatuh cinta padanya.

“dimana zhoumi?”Tanya ku pada kyuhyun yang juga temanku. Saat ini aku sedang berada di apartemennya zhoumi

“ah, hyung…kau dating juga, aku sudah bosan disini…zhoumi lagi di kamarnya tuh, gerah rasanya aku mendengar desahannya !!!”protes kyuhyun.

“lagian, kenapa tidak menyusulku ke club?” tanyaku lalu duduk di sampingnya

“tadinya mau, tapi kata zhoumi hyung disuruh tunggu berntar, tapi bentarnya sampai setengah jam !!!”

“haha, yasudah, ayo keluar…”ajakku “ZHOUMI-AH, aku dan kyuhyun pulang…”teriakku dari luar kamar, tapi tetap tidak ada jawaban, hanya jeritan dari zhoumi dan entah wanita yang mana lagi yang ada di kamarnya.

Di mobil…

“hyung…kau berubah…” ucap kyuhyun

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku heran

“kadar playboymu menurun…”ucapnya santai

“aish, kau ini…” balasku sambil menjitak kepalanya

“aduuh, tapi memang benar kan? Ku lihat kau sudah jarang sekali jalan dengan wanita, itu pun karena wanita itu sendiri yang mengajakmu…”jelasnya panjang lebar

“hyung, jawaaaab…”rengeknya

“apaan?”tanyaku

“apa yang membuatmu berubah?”

Aku menghela nafas “aku juga tak tahu kyu, rasanya udah malas bermain dengan mereka…”

“huahahahaaaa, pasti kau sedang jatuh cinta ya?”

JLEBB

Tepat sasaran.

“ya kan hyung?”

Aku hanya tersenyum. “siapa wanita itu hyung?” selidikinya

“haha, ada…tapi sepertinya dia membenciku…”

“mwo? Kenapa?”

“dia itu gadis baik-baik kyu…”

“ohh, jangan-jangan dia itu gadis yang pernah kau ceritakan itu ya?!”

“hehe, iya…”

“haduhh, pantas saja dia membencimu hyung !!”

~Author POV~

Min ji akhirnya memutuskan untuk tetap menjaga kehamilannya. Ia sedikit merasa kasihan terhadap bayinya ini.

“kau sudah baikan?”Tanya hyunmi saat mereka sedang berada di rumah hyunmi

“ne, bantu aku ya…” ucap min ji yang sedang bermain dengan haje

“pasti, kami akan selalu di sampingmu…” ucap hyunmi

“Hueeekk…hueeekk…”

“min ji-ah, gwenchana yo?”

“ne, dari kemarin perutku mual terus..” balas min ji yang baru keluar dari kamar mandi

“hmm, itu bawaan dari si bayi…oha iya, nih ada beberapa vitamin, minum yang rutin ya…” kata hyunmi lalu memberikan bungkusan berisi berbagai vitamin

“OMONA~~ banyak sekaliii…”

“sudap jangan protes…”

“iya..iya..sudah yah, aku pulang…hajeee ajumma pulang dulu yaaa…” pamit min ji sambil mencium kenig haje

“hati-hati ya…” ucap hyunmi

~Min ji POV~

Saat berjalan menuju apartemenku, di depan pintu apartemenku terlihat seorang lelaki yang sedang duduk bersandar di dinding. Aku mendekatinya dan setelah melihat wajahnya lebih jelas, ternyata dia adalah siwon. ‘kenapa dia tahu rumahku’ batinku.

“hei…”aku membangunkannya

“eh..hmmm…” ia membuka matany dan melihatku “min ji-sshi…”

“ada apa?”jawabku ketus tanpa melihat wajahnya

“bisa kita bicara?”

“mau bicara apa?”

“tidak kah kita bicara di dalam saja?atau ke tempat lain?”

“masuklah…”aku membukakan pintu dan mengajaknya masuk

“duduklah, dan apa yang ingin kau bicarakan?” ucapku, lalu ia duduk di sampingku

“mianhae…” ucapnya sambil menundukkan kepalanya

“…”

“aku terus mencari dan berusaha menghubungimu, tapi kau pindah dan mengganti nomor handphonemu…”

“lalu?”

“maaf atas kelancanganku waktu itu…aku akan bertanggung jawab…”

Aku tidak tahu harus bicara apa, rasanya ingin menangis. Tapi tiba-tiba perutku mual lagi.

“hueeek…hueeekk…” aku langsung berlari ke kamar mandi. Siwon terkejut dan mengikutiku dari belakang

“gwenchana yo?”tanyanya khawatir

“ne…”

“ini, minumlah…”ia menyodorkan ku minuman

“min ji-ah, kau belum menjawab pertanyaanku…”

“apa?”

“kau…apa…kau hamil?”

Kenapa dia bisa langsung mengira aku hamil. Aku hanya diam. Berat rasanya untuk bilang bahwa ini adalah bayinya.

“min ji-ah, jawab aku…dari tadi kau diam saja…”

“IYA AKU HAMIL ! DAN INI ANAKMU !!!” fiuhhh, akhirnya keluar juga. Dia kaget mendengar pernyataanku.

TBC

*haiii, ini adalah FF continue pertama gue dan juga yang mungkin bahasanya rada dewasa dikit gituhh, hehe..

moga pada suka yooo*

43 thoughts on “Please, give me a Change [PG 15]

  1. ^ChoKyulate^ berkata:

    Annyeong ~
    Salam kenal yy🙂

    Akku sudda baca cerita.nya .
    Bagus koq😉
    Kenapa kammu nggak ikutan fanfic live journal sekalian ?

  2. annyeong,. hoho
    saiia readers baru nie,. hehe..
    perkanalkan nma saiia vero istri’a heechul,. wkwkw
    wuah kshan amat nasib’a sih minjin d’selingkuhin trus malah bermalam sma laki” yg um d’knl tp sih gpp jg laki”nya kan siwon siapa sih yg gxmau,. wkwkwkw #plak
    bused siwon tokcer ama baru juga 1 udh hamil aja tuh sih minjin,. wwkwkw
    duh siwon emg yg pling top dha berbuat n mau bertanggung jwb,. hahaha
    udh gx usah d’gugurin toh siwon kan mau tanggung jwb,. hehe
    siwon bisa jd suami dan bpk yg baik koq,. wlwwkwkwkwk

  3. perasaan dari ff yang aku baca, semuanya berhubungan dengan kehamilan dan bayi. curiga author nya pengen cepet kawin. wkwkwk

    emang kalo jodoh gak bakal kemana. mau ditutupin juga pasti ketahuan juga. aduh2 zhoumi oppa. tobaaaaatttttt

  4. annyeong^^ reader baru *bow* pas ngubek2 library nemu maincastnya selingkuhan, jadi pengen baca🙂
    cie..cie…bang kudanya tokcer, sekali ngelakuin langsung berbuah anak kuda *plaaakkkk*
    lanjut part 2^^ penasaran beneran abang kudanya jd playboy insyaf kekeke…
    semangat ya, nulisnya🙂

  5. Oohh dita sherinaaaa!!!!
    Aku perasaan udah baca ini deeh tp kapan yah??
    Ehh itu calon suami aku (⌣́_⌣̀) pantes dibilang siwon mantan kamu (ˇ_ˇ”)

  6. Jd ini ff pertama continue gyurin eomma??? Dan sudah sukses bkin tbc yg gantung,,, ckckckckck

    Ntar dulu,, knpa mantannya minji kim jongwoon??? Akakakakakaa mana selingkuh gtu diaaaa,,, yasalaaaaammm suami saya,,, akakakakakaaa

    Siwon itu tokcer yah,, sekali nyoblos dah langsung hamil,, apa kabar yg berkali2?? Eaaaaaaa

  7. annyeong~

    sebenernya cerita kyk giniy udah sering banget diangkat jd cerita ff kyk gini.tpi gk tau kenapa klo siwon castnya aku sich seneng” ajj.bis dya kan calon suami plus ayah dr anakku#plaak ngaku”,lempar pke kolor siwon.
    siwonest tenang ajj ku sparkyu kok jd jgn lempar aku pke kolor siwon oppa ya!!

  8. raraa berkata:

    Akhirnya siwon menumuka min ji juga , untung siwon mau tanggung jawab , tp sepertinya min ji masih benci sama siwon😦

  9. chiki berkata:

    mian thor ff ini alurnya kecepetan, masih ada beberapa typo. tapi ouer all jalan ceritanya menarik. menurut saya.😐

  10. Nadilia berkata:

    huwaa eon, lagi ngudek ngudek ff eh nyasar di blog mu. aku suka sm jalan ceritanya, mau lanjut baca yg selanjutnya ahhhh *telatbanget hahaha bodo ah
    salam kenal eon🙂

  11. kang hae ra berkata:

    eonni, readers baru ini komen lagi, maklum lg liburan jd kerjaannya baca2 ff mlulu…hehehe
    min ji saking ga percayanya ngecek pake testpack sampe 10 kali, siwon pokoknya harus tanggung jawab…hehe

  12. hankimsworld berkata:

    Ya ambrukk disini pada jdi pemain-___-”

    Ckck siwon lngsung aja bilang minji hamil??

    Dah ada batin ya ma si baby??

  13. kyunara berkata:

    Baru nemu ini blog… Sebenernya tulisan yg gx baku itu sedikit mengganggu… tp ceritanya menarik sich? Jadi aku baca jg…haha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s