Please, Give Me a Change…[Part2 end]

Author POV

Siwon masih terkejut dengan pernyataan dari min ji.

“sekarang kau mau apa?” Tanya min ji dingin

“min ji-ah…aku…”

“sudahlah, kau tidak usah bingung…toh kandungan ini juga akan ku gugurkan…” min ji berbohong

“Mwo?! Tidak !! aku akan tetap bertanggung jawab !!!” tolak siwon tegas sambil memegang kedua bahu min ji

“sudahlah siwon-sshi, aku lelah…ku mohon sekarang kau pergi…”ucap min ji lirih

Siwon melepas pegangannya dan berkata “min ji-ah…ucapanku tadi serius…aku…mencintaimu…”

Min ji menatap wajah siwon dan tertawa kecil tapi sinis. “haha, jangan bercanda siwon-sshi, kita ini baru bertemu 2 kali, dan aku sudah cukup tahu siapa kau…lagi pula meskipun aku tidak mengugurkannya, mungkin bayi ini aku titipkan di panti asuhan…”

Siwon terkejut mendengar pernyataan min ji “ku pikir kau itu gadis yang baik hati dan lembut, tapi ternyata kau ini lebih jahat dari semua wanita yang pernah aku temui !!!”

“hahaha, kau baru tahu aku kan? Cepat sekarang pergiiii !!!!” jerit min ji. Siwon pun langsung meninggalkan apartemen min ji.

Min ji POV

Lutut ku terasa lemas, aku tidak mengira bahwa aku bisa berkata sekejam itu. Ya tuhan, ampuni aku…

“hei baby…aku tidak bermaksud untuk membuatmu sedih…hanya saja aku tidak mau kau memiliki ayah seperti dia itu…”ucapku sambil mengelus perut kecilku ini.

———

Siwon POV

Apa-apaan wanita itu !! ku pikir dia itu memang berhati lembut, tapi tega sekali bilang ingin membuang anaknya sendiri !!!

“yeobseyo??zhoumi-ah…” ucap ku pada zhoumi di telepon

“ne, kenapa?”

“kau ada dimana?” tanyaku

“di apartemenku, kau kesini saja…” jawabnya

“oke, aku segera kesana…” aku memutuskan telepon dan segera ke apartemen zhoumi

Sesampainya dia apartemen, kulihat zhoumi sedang serius dengan laptopnya. Tumben tidak bersama dengan pacarnya. Pikirku

“heii, kenapa kau?” tanyanya

“kau yang kenapa? Tumben sekali rumahmu ini sepi…dan lagi sedang apa kau?” ucapku lalu melihat apa yang sedang ia lakukan

“ohh, ngecek email aja…” jawabnya

“hmmmm…zhoumi-ah…”

“hmmm…” dia masih serius dengan laptopnya

“apa kau pernah berbuat ‘itu’ sampai gadis itu hamil?”

Zhoumi menoleh kepadaku dan tertawa lepas

“hah? Huahahahaaaa…”

“aish !! kenapa kau tertawa?!” ucap ku kesal

“ah, aniyo~ memang kau menghamili seorang gadis?”

“ya…ya begitulah…”

“memang enggak pakai pengaman?”

“tidak…”

“trus? Dia minta tanggung jawab?”

“tidak…aku yang meminta untuk bertanggung jawab, tapi malah dia sendiri yang tidak mau…”

“hah, aneh sekali wanita itu…tumben sekali, memangnya dia itu siapa?”

“dia itu wanita yang pernah aku ceritakan padamu, yang lagi mabuk ituuu…” jelalsku

Zhoumi berpikir sejenak “ahhh, arraseo…lalu? Memang dia mau mengugurkannya?”

“iya, tapi katanya kalau dia enggak ngegugurin, di titipin ke panti asuhan…”

“wow, sadis amat…trus sekarang mau gimana?”

“tau deh, yang jelas aku enggak mau nyerah…”

“kau itu udah jatuh cinta sama dia?”

“eh..hehehe…dia itu beda dari wanita yang pernah ku temui…”

“terserahmu lah…” zhoumi pun melanjutkan aktifitasnya.

———

Author POV

“jadi dia udah tau kalau kamu hamil?”  ucap hyunmi pada min ji yang baru saja memeriksa kandungannya

“iya, udah gitu dia mau tanggung jawab…”

“bagus dong, lalu kamu terima?” Tanya hyunmi yang sudah duduk di meja kerjanya

“enggak..aku mengusirnya…”

“Mwo?! Aduh min ji-ah , apa sih yang ada di pikiranmu itu?!” omel hyunmi

“huuhh…habis aku masih benci melihat wajahnya itu !” dengus min ji kesal

“tapi setidaknya dia itu punya niat baik untuk bertanggung jawab…”

“ya..iya sih, tapi…”

“udah, mending kamu pikirin baik-baik lagi, kalau menurutku sih lebih baik kau menerimanya dan belajar untuk menyukainya…”

“Mwo?! Sirruh !! menyukai seorang playboy?! Tidak mungkin…”

“tapi siapa tau kalau dia sudah berubah dan aku yakin dia itu menyukaimu, berilah dia kesempatan…”

“tau akh, pusing aku memikirkannya…aku pulang ya, gomawo yo hyunmi-ah..”

“ne, hati-hati min ji-ah, jangan lupa kau minum vitaminnya…” ingat hyunmi

———-

Min ji POV

Aku memeriksa stok makanan yang ada di dapur, tapi sayangnya semua sudah habis.

“ahhh, aku lapaaaar…hmmm, delivery order aja deh..”

Saat aku ingin menelfon, bel pun berbunyi

Ting tong ting tong

‘siapa lagi sih…’ batin ku lalu berjalan menuju pintu dan membukakan pintu.

Terlihat sosok lelaki yang tak ingin kulihat sedang tersenyum lebar dan membawa banyak kantong

“haaahh, kau lagi… ada apa?!”tanyaku ketus

“heheee, kau sudah makan? Aku bawa makanan yang banyak…”

“kau ini, kemarin aku sudah bilang kan jangan kesini lagi dan jangan temui aku lagi !!! kenapa kau masih nekat kesini sih !! “ ujar ku

“aku tidak peduli kau membenciku, tapi aku tidak bisa terima jika kau menelantarakan anakku !” jawabnya dengan percaya diri

“cih, kenapa kau ini?”

KRIUUUUKKK

‘aishh !! disaat seperti ini perutku tidak bisa di ajak kompromi !’ batinku. Kulihat wajahnya menahan tawa dan berkata “tuh kan, kau mau membuatnya kelaparan? Aku tidak akan membiarkan anakku kelaparan, ayo makan ini…”ucapnya lalu mendahuluiku masuk ke dalam apartemenku dan langsung menuju ke dapur

‘aish ! apa-apaan orang ini, main masuk saja !’ gerutuku lalu langsung duduk di ruang TV

“ini…habiskan ya, buat anakku” ia menyediakan makanan yang dibawanya dan menekankan kata ‘anakku’

Aku diam dan menurut saja dan menghabiskan makanannya pelan-pelah, tanpa melihat wajahnya yang dari tadi memperhatikanku.

“hyaa !! khenhapaha kahau mhelhiatkhu therhush?!” ucapku belepotan karena mulutku penuh dengan makanan

“haha, kau ini…habiskan dulu yang ada di mulut, lalu bicara…”

Aku menelan semua makanan dan berkata “hyaa !!, kenapa melihatku terus?!”

“aniyo…kau tambah cantik jika lagi marah..hehe…”

“jangan coba nge-gombal denganku !”

“aku tidak nge-gombal kok…memang itu kenyataanya, minum nih…”

“cih !! setelah ini apa urusanmu ke sini?!”

“apapun yang terjadi…kau harus tetap melahirkan bayiku…” ia tidak memperdulikan pertanyaanku

“Mwo?! Memang apa hak mu?”

“kalau kau tidak mau merawatnya, aku yang akan merawatnya !”

“bhahahaaa…mana mungkin kau bisa merawatnya…”

“kau tidak percaya?”

“sangat tidak percaya ! dengan tingkah laku mu yang playboy itu, mau jadi apa anak ini…hahahaaa…”

Siwon manyun karena ucapanku tadi, lalu dia tersenyum kecil dan berkata “akhirnya aku bisa melihatmu tertawa juga…”

Ucapannya membuatku kaget dan langsung menghentikan tawaku itu

“m…mwo?”

“jangan sedih lagi ya, meski mungkin kau membenciku dan tidak mau menerimaku…jaga anak ini baik-baik, mungkin aku tidak bisa memilikimu, tapi setidaknya aku bisa memiliki setengah dirimu yang ada dalam anak ini…” ucapannya membuatku tertegun, melihat wajah polosnya yang berbicara seperti itu membuatku sedikit mencairkan ego-ku.

“sudahlah…masih ada yang ingin kau bicarakan lagi?” tanyaku

“hmm, tidak…sudah malam, ayo tidur…”

“Mwo?! Kau mau tidur disini?!” bentakku lagi

“tenang saja, aku akan menunggu sampai kau tidur…khazah(ayo)…” dia langsung menarik tangaku dan membawa ke kamar serta tidak lupa menyelimutiku.

“kau ini…ingat kau ini bukan suamiku !” ucapku

“oke kalau kau tidak mau aku jadi suamimu, anggap aku ini pacarmu…tidur yang nyenyak yaa”balasnya

‘aish! Adu mulut dengannya memang tidak ada habisnya’

—————

Setelah itu, hampir tiap hari siwon selalu mengunjungi calon anaknya. Jika dia tidak sempat menemuiku, dia pasti menelfon menanyakan kabar atau si baby udah di kasih makan atau belum. Awalnya aku merasa risih dengannya, tapi ternyata sifatnya tidak begitu buruk.

3 bulan kemudian…

Ting tong ting tong

“iyaa, sebentar…”ucap ku yang baru selesai mandi, ah pasti siwon lagi, pikirku.

Setelah aku membuka pintu…

“min ji-ah !!!” seru seorang wnaita yang belum terlalu tua

“omma !!” aku kaget ibuku yang sudah hampir 1 tahun tidak pernah ku temui

“aigoo~ kau ini kenapa tidak bilang padaku jika pindah apartemen…”ucapnya setelah melepas pelukkannya

“anii, tapi bagaimana kau tahu aku tinggal disini?”

“tuh…”tunjuknya pada orang yang di belakangnya, siapa lagi kalau bukan choi siwon

“hai min ji…”sapanya

“hmmm, ayo masuk…”

“min ji-ah, sudah berapa bulan?” Tanya ibuku sambil menunjuk perutku yang sudah mulai membesar

“hmm, 5 bulan…omma, ceritakan bagaimana kau bisa ingat anakmu ini…”

“aish! Kau ini…beruntung aku bertemu dengan menantu,kalau tidak aku pasti sudah di jalanan…”

“Mwo?! Menantu?” ucap ku kaget dan langsung menatap siwon tajam sedangkan orang yang dilihat pura-pura enggak ‘ngeh’

——–

Aku akan ceritakan sedikit mengenai keluargaku ini. Sebenarnya ayah dan ibuku sudah bercerai sejak aku berumur 19 tahun. Appa yang sudah tidak tahan dengan kebiasaan omma-ku yang suka banget pergi dalam jangka waktu yang lama dan tidak ada kabar. Setelah mereka bercerai, aku memutuskan untuk tinggal sendiri. Karena untuk ikut dengan ibuku ini tidak mungkin, sedangkan ikut appa, aku tidak betah dengan isteri barunya yang cerewet sekali.

———

“min ji-ah, kau sudah makan?”Tanya siwon

“Ne, sudah…” ucapku yang sedang serius nonton TV

“siwon-ah, kau cerita apa saja pada ibuku?” tanyaku padanya saat ibuku sedang istirahat di kamar

“hmmm, banyak…ibu mertua orangnya sangat ramah min ji-ah…”

“ehh, ibu mertua katamu?!”

“iya, ibumu sudah merestuiku…heheheee…” ucapnya dengan percaya diri

“terserahmu lah…aduuhhh…” aku merasakan sakit dalam perut ku ini

“eh, kenapa min ji-ah? Mau lahir?” siwon langsung panic takut aku akan melahirkan sekarang

“ya enggak lah, umur kandunganku baru 5 bulan ! aduuuh, tapi sakit banget…” aku masih mengaduh kesakitan

“kita ke dokter ya…”

“enggak akh, aku pusing dengan bau rumah sakit…iihh, masih sakiiiit…” ucapku sambil mengusap perutku ini

“hmm, min ji-ah…boleh aku pegang perutmu?” pinta siwon tanpa melihatku, melainkan pada perutku

“eh? i..iya, silahkan…”entah mengapa aku memperbolehkannya saja.

Dengan perlahan ia mengelus perut ku pelan, ajaibnya sakit ku langsung hilang setelah ia mengelusnya. “masih sakit?” tanyanya

“hmm, sudah tidak sih…”

“oh, mungkin tadi dia lagi nendang-nendang…hihihihi…baby-ah, jangan bikin omma-mu ini kesakitan yah…” ucapnya polos

Aku terharu dengan ucapannya. Omma katanya. Dan mungkin bayi ini memang ingin di elus oleh ayahnya dan dia ajak ngobrol olehnya. Dan kulihat raut wajah siwon saat ini sungguh berbeda saat ku bertemu dengannya dulu. Dia terlihat sangat senang dan gembira.

———

Beberapa minggu kemudian…

Aku sedang berada di mobil setelah berbelanja keperluan bayi. Ternyata belanja baju-baju bayi itu sangat menyenangkan. Yah meski aku tahu, mungkin aku tidak bisa merawat bayi ini. Tapi setidaknya aku membantu menyediakan keperluannya.

Sorry…sorry…sorry…

Naega..naega..naega..

‘Siwon?’ contact siwon tertera di ponselku

“yeoseyo?” ucapku

“yeobseyo, min ji noona…” sapa seorang lelaki di seberang sana, dan sepertinya itu bukan siwon

“ini siapa? “ tanyaku

“oh, aku kyuhyun…noona, bisakah kau ke apartemenya? Saat ini badannya sangat panas dan aku tidak bisa menemaninya, jadi aku menelpomu…”

“dia sakit?baiklah, aku segera kesana…” balasku lalu menutup telfon itu dan bergegas ke apartemen siwon.

Sesampainya di apartemen siwon…

“gomawo noona sudah mau dating…”ucap lelaki , sepertinya itu yang bernama kyuhyun

“dimana dia?” tanyaku

“dia di kamar…tadi baru ku kompres…disini kamarnya” ia menunjukkan aku kamarnya

Aku hanya diam mengikutinya, setelah masuk kamarnya kulihat dia memang sedang meng-gigil kedinginan

“noona, kau bisa menjaganya kan? Aku sedang ada urusan penting…”pintanya

“iya, pergilah, aku akan merawatnya…” ucapku

“jeongmal gomawoyo noona, aku pamit yah…”

———

Kudekati dirinya yang sedang tertidur dan ku ganti kompres yang ada di keningnya. Aku terus menunggu di sampingnya sampai aku pun terlelap.

“min ji-ah…” panggilnya lemah yang membuat ku terbangun

“eh…kau sudah bangun…” ucapku lalu memegang keningnya, ternyata panasnya sudah turun

“kau dari tadi menungguku?”

“iya…memangnya kenapa?” tanyaku heran

“hehe, tidak apa-apa, berarti kau sangat mengkhawatirkanku yah…”

“mwo?! Aniyo~ aku tidak mau orang yang akan merawat bayi ini jadi sakit-sakitan, bagaimana saat kau merawatnya nanti?” elakku,

“kau…benar-benar ingin melepasnya?” Tanya siwon, aku tak tahu harus jawab apa

“kurasa kau sudah baikan…sudah malam, aku pulang ya…” aku mengalihkan pembicaraanku, saat aku ingin beranjak pegi, siwon mengenggam tanganku

“kau belum menjawabnya…atau sekarang kau berat untuk melepasnya…”

DEG

Aku terdiam dan menoleh padanya “sudahlah siwon…aku lelah…permisi…”

——

Siwon POV

Aku senang hari ini dia merawatku, aku lihat ada raut kecemasan dalam wajahnya. Tapi dia selalu mengelak dan menghindar jika aku singgung masalah siapa yang merawat bayinya nanti. Aku sungguh menyayangi dan mencintai dia dan calon anakku.

Dia pergi begitu saja. Terlihat dia juga sepertinya berat untuk melepas bayinya. ‘Min ji-ah, kapan kau bisa memberiku kesempatan untuk mengisi hatimu?’ batinku.

————-

3 bulan kemudian…

Min ji POV

Usia kehamilanku sudah memasuki bulan ke-8. Sudah mulai susah untuk berjalan. Siwon masih sering datang mengunjungiku, eh bukan mengunjungiku tapi bayi ini. Dan ibuku tetap stay tinggal disini.

Sejak pagi perut ini sidah mulai mules-mules tapi sedikit datang, sedikit hilang sampai…

Ting tong ting tong

‘pasti siwon’ pikirku. Aku membukakan pintuk dan kulihat ternyata bukan siwon ,melainkan lelaki yang waktu itu ada si apartemen siwon saat dia sakit.

“annyeonghasseyo…cho kyuhyun imnida…” ia memperkenalkan diri

“oh, min ji imnida…silahkan masuk…” ajakku

“hmm, aku di suruh siwon hyung untuk mengantarkan ini…” ia menyerahkan bungkusan berisi makanan

“…dan katanya lagi, aku harus pastikan kau memakannya sampai habis…” lanjutnya

“iya, akan aku habiskan, tapi tumben bukan dia yang mengantarnya, kemana dia?” tanyaku sambil membuka bungkusan makanan itu

“hyung lagi ke Singapore, sebenarnya dia tidak ingin pergi karena tidak mau meninggalkanmu noona…” ucapnya polos

“oooh…”

“terimakasih ya, waktu itu sudah mau merawat hyung yang sedang sakit…”

“iya, kau ini adiknya?” tanyaku

“sudah seperti adik…”

“pantas tingkah lakumu hampir sama dengannya…”

“Mwo?! Tapi aku ini tidak playboy…”

“hah? Haha, aku kan tidak bilang kau ini playboy…”

“siwon hyung beruntung jika mendapatkan kau…” ucapnya

“Mwo? Apa maksudmu?” tanyaku kaget

“mungkin karena bertemu dengan noona sekarang, dia sudah berubah…”

“maksudmu?” aku semakin tidak mengerti ucapannya

“iya, dia itu sebenarnya tidka playboy, tapi karena hatinya pernah di sakiti oleh seorang wanita yang sangat dia sayangi dulu”

‘Yah, itu adalah alasan yang klise, mengapa dia jadi playboy…’ batinku

“lalu apa hubunganku dengan ini?”

“dia benar-benar berubah…dan dia itu benar-benar mencintaimu noona…setiap sehabis dia mengunjungimu, dia selalu menceritakan kegembiraannya padaku…apalagi saat kau mengizinkannya untuk memegang perutmu itu, dia merasa semakin dekat dengan anaknya….” Tunjukknya pada perut ku ini. Aku hanya bisa terdiam, siwon memang sudah berubah. “siwon hyung…dia ingin menjadi ayah yang baik bagi calon anaknya ini…” lanjutnya

Setelah aku menghabiskan makanan yang di bawa oleh kyuhyun, perutku mulai mules lagi, tapi kali ini lebih sakit dari yang tadi.

“adduuuuuhhh, sakiiiiiittt…” jeritku

“noona, kenapa?!” Tanya kyuhyun panic yang tadi sedang bermain dengan PSPnya

“enggak tau, kali ini sakiiiiiiit banget…kyuhyun-ah, tolong ambilkan obat di laci dapur ya…” pintaku dan kyuhyun langsung mengambilnya

‘ahhh, sakiit sekaliii, apa aku mau melahirkan sekarang, tapi kan baru 8 bulan’ batinku

Setelah kyuhyun mengambil obat yang aku pinta…

“haaah, noona…i..itu kakimu…” kyuhyun menunjuk ke kaki ku yang tanpa ku sadari darah sudah keluar, dan aku tambah histeris

“haah!!!, kyuhyun-ah, sepertinya aku akan melahirkan, tolong bawa aku ke rumah sakiiiiiiittt…”

“n..ne, ayo, pelan-pelan ya noona…”ia lalu memapah ku masuk ke dalam mobilnya dan langsung melesat ke rumah sakit

———-

Di mobil aku masih mengaduh kesakitan. “kyuuu, tolong hubungi siwon…”pintaku

“iya noona…” kyuhyun mencoba untuk menghubungi siwon, tapi hasilnya nihil, siwon tidak bisa di hubungi sampai kyuhyun kesal sendiri “aish! Kemana orang itu…” lalu kyuhyun mencoba menghubungi seseorang lagi “hyuung, coba kau terus hubungi siwon hyung, min ji noona sudah mau melahirkan, aku sedang berada di jalan mau ke rumah sakit, lalu kau cepatlah datang !!”

——

Sesampainya di rumah sakit aku langsung di bawa ke UGD. Setelah itu hyunmi langsung datang untuk membantu persalinanku.

“ayo min ji, teruslah bernafas dan tekan ke bawah…”seru hyunmi

“aaahhhh, huft..huft..huft..huft… sakiiiiiiiiiiittt !!!”jeritku

“terus min ji-ah, kepalanya sudah terlihat…”

“AAAAAAAAAAHHH, CHOI SIWOOOOOOOOOOOONNN !!!!”

———–

Cantik…

Anakku terlihat sangat cantik. Meski sekarang ia dalam incubator karena kelahirannya yang premature, tapi aku bisa melahirkannya dengan normal. Saat aku melihatnya aku tidak ingin lepas darinya, aku menyayangi anakku. Dia yang selalu menemaniku 8 bulan ini. Air mataku menetes pilu. Aku juga bimbang bagaimana perasaanku dengan siwon…

“dia cantik, seperti ibunya…”ucap siwon yang ternyata sudah berada di belakangku sambil menatap lekat anak kami.

“siwon-ah…” aku menoleh kebelakang, lalu siwon berutut di depan kursi rodaku

“mianhae…aku tidak bisa menemanimu saat persalinan tadi…” ucapnya, aku memandangnya lama dan tersenyum kecil

“tak apa…kyuhyun sudah sangat membantuku…” aku merasa canggung didepannya. Siwon mengeluarkan sebuah kotak kecil lalu di sodorkannya kepadaku

“min ji-ah…maukah kau memberiku kesempatan untuk menyayangimu dan juga anak kita? Dan berikan lah aku kesempatan untuk selalu berada di sampingmu…?” ucap siwon

Aku terdiam sejenak lalu memegang kedua pipinya dan mendekatkan wajahku ke wajahnya dan berbisik “saranghaeyo siwon-ah…” siwon pun tersenyum dan mengecup bibirku sesaat.

“kita akan selalu bersama, dengan…shinji…” janji siwon

“shinji?” tanyaku heran mengapa anak kami di namakan shinji

“iya, siwon-min ji…”jawabnya sambil tersenyum

-The End-

* yeiii, selesai juga yang part ke duanya.. hohoo.. hmm, bagi yang udah mampir di blog gue yang sepi ini, mohon komen nya yooo..kamsahamnidaaaa~~

46 thoughts on “Please, Give Me a Change…[Part2 end]

  1. Nangis terharu baca endingnya :’)
    Aaaaaah , Kyu kamu sama aku aja yuk ! #plak #reader.labil
    Aku jadi pembaca setia blog kk ^^
    FF-nya bagus-bagus semua #uwooo
    Salam kenal ya sebelumnya😉

  2. aaah,. siwon so sweet nie,. haaha
    eh percuma dha siwon curhat sma sih zhuomi mendingan curhat’a sma gw aja dha kalo sma zhuomi jwb’a mau gx”,. ckckc
    untng aja sih siwon kagak emosi,. wkwkw
    wuah minjin yah perhatian bgt dhe pas siwon sakit,. wkwkkw

  3. Nindit berkata:

    Bingung mau coment apaan😀 tapi serius alur critanya bgus, tapi? (lagi) typo kebnyakan eon..
    Gtu aja sich, Maaf lau comentan saya rada??

  4. Eiiiiiissshhh shinji,,, yuhuuuuuuuu…
    Aaaahhh siwon aaaahhh hamili akuuuu juga duuunnnkkk… Lalalalalalalalalaaa

    Btw siwon ngapain yax ke spore?? Ada urusan apa?? Ga dijelasin yah?? Heeemmm
    Tapiiii… Hepi endiiiiiinnnggg,,, yeeeeeiiiyyyy

  5. akhirnya usaha siwon rebut hati minji gk sia”.siwon oppa jd playboy tobat yee…anaknya pasti cantik bagt tuh..bapaknya ganteng begitu.bodoh bgt tuh minji pertama x dilamar siwon oppa malah nolak.author daebak

  6. Novi utami berkata:

    Huh. . .Akhrnya happy ending *lap keringat
    Shinji? Ntar anakku sma kyu d nma’i ap ya? *d bkar sparkyu

  7. aih so sweat banget….
    sebenernya mau minta sequel lg sampe mereka menikah,, tp gk berani kekeke~
    di tunggu karya-karyanya selanjutnya chingu hehe

  8. kang hae ra berkata:

    huwaa…siwon oppa romantisnya dirimu…hehehe
    bikin merinding deh apalagi sm adegan siwon ngelamar minji rasanya gmn gtu

  9. hankimsworld berkata:

    Ya ambrukk kyu bukan playboy?? Masa? Sulit dipercaya wkwkwk..

    Akhir’a minji mau jga nerima siwon..

    Happy end..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s