A Wonderful Present for My Husband

*catt : kalo lagi baca nii FF sambil dengerin lagu Super Junior-She’s gone ama let’s not, lebih nyentuh*

“aigo~ dia pasti marah nih, kalau aku telat…” keluh ku yang masih sibuk memilih-milih baju yang akan aku pakai

“onni, hapemu bunyi nih…” sahut min ra, adikku dari lantai bawah

“siapa?angkat aja, aku lagi ganti baju…” jawabku

Beberapa menit kemudian, aku sudah siap dan turun ke bawah. Kulihat min ra sedang asik nonton DVD rekaman super junior.

“tadi siapa yang telfon?”tanyaku

“ohh, donghae oppa, katanya dia nunggu di taman jam 5…”

“mwo?! Sekarang udah jam 5 kurang, mati akuuu…” aku panic dan langsung menyambar flat shoes-ku dan berlari keluar rumah “min ra-ah, aku jalan yoo….” Pamitku pada min ra.

“nee, hati-hati onn…”

&&&&

Aku, Park min ah 24 tahun. Dan lelaki yang akan kutemui hari ini bernama lee donghae, ya dia adalah pacarku. Kami sudah berpacaran selama 2 tahun. Donghae adalah seorang penyanyi yang terkenal yang tergabung dalam group boy band Super Junior.

Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit, aku mencari sosoknya. Dan kulihat dia sedang duduk dengan wajah yang ditutupi oleh topi pemberianku. Aku duduk di sampingnya, dia sedang tidur, mungkin lelah sehabis pulang dari show dan langsung mengajakku bertemu.

“kau telat 25 menit…” ucapnya dengan topi yang masih menutupi wajahnya. Aku pun menoleh “heheheee, mianhae oppa…tadi aku ketiduran, lagian salahmu sendiri mengajak tiba-tiba…” elakku

Dia membuka topinya dan memandangku lama, membuat wajahku bersemu merah

“Wae oppa?” tanyaku

“kau ini makan tidak sih?” tanyannya

“Mwo?! Ya makan lah…” ucapku sambil mendorong bahunya pelan

“tapi terlihat kurus…”

“ahh, oppa yang malah tambah gemuk…” balasku sambil mencubit pipinya gemas

“adduhhh, sakit jagi…”

“hehe, habis kau ini makan apa saja sih?”

“hmm, banyak…heheee…”

“hu’uh…lalu sekarang kita mau kemana?”

“disini saja…aku mau tiduran…” dia langsung duduk di pangkuanku

“hah?! Kalau mau tiduran di rumahku juga bisa kan oppa…”

“sirruh, ada min ra, nanti dia merasa terganggu…”

“haha, memangnya kau mau ngapain di rumah?”

Donghae langsung memejamkan matanya. Sesekali aku mengelus rambutnya pelan.

“jagiya…” panggilnya dengan mata tertutup

“Wae?” tanyaku lembut

“kita…nikah yuk…”

“Mwo?! Kau ini bercanda ya?” tanyaku kaget

“ani…aku serius…”dia masih memejamkan matanya

“oppa, kau ini sedang melamarku atau ngajak main?” tanyaku rada kesal. Dia membuka matanya dan

Dan bangun dari pangkuanku

“aku serius…hanya saja aku tidak tahu bagaimana mengungkapkannya padamu, kau kan tahu sendiri aku bukanlah pria yang romantic jagi…”

“huft~ coba ucapkan sekali lagi…”pintaku, donghae mengeluarkan sebuah kotak kecil dan menyodorkannya padaku

“my jagiya, park min ah…will you marry me?”

Aku tersenyum dan menganggukkan kepalaku pelan, ia tersenyum lebar dan langsung menyematkan cincin itu di jari manisku. “saranghae oppa…” ucapku

Donghae mendekati wajahku dan mengecup bibirku lembut.

&&&&&

Park Min ra POV

Hari ini adalah hari bahagia kakak perempuanku yang paling aku sayangi, Park Min ah. Ia kini sudah resmi menjadi isteri donghae oppa. Kulihat pacaran bahagia di wajahnya. Donghae oppa sungguh beruntung mendapatkan kakak ku. Dia adalah wanita yang baik, pekerja keras dan ramah.

Aku hanya tinggal berdua dengannya karena kedua orangtuaku meninggal karena kecelakaan. Dengan susah payah, min ah onni membiayai hidup kami berdua. Aku tidak tahu bisa membalasnya kebaikannya dengan apa. Hingga akhirnya aku hanya bisa melepas pria yang aku cintai untuk menjadi miliknya. Ya, aku juga mencintai lee donghae oppa. Dia adalah sunbae di kampusku. Aku dekat dengannya karena dia pernah menolongku. Aku mulai mencintainya, tapi pada kenyataannya aku tahu bahwa cintaku padanya bertepuk sebelah tangan. Min ah onni sudah lebih dulu mengenalnya. Yah, mungkin donghae oppa memang bukan jodohku.

“hei, diam saja…”sapa eunhyuk oppa dari belakang yang langsung mengambil posisi duduk di sampingku

“eh, oppa…”

“tidak turun ke lantai dansa?” tanyanya

“anii, aku tidak bisa dansa…” jawabku

“ooh…”

“oppa, kenapa tidak turun?” aku bertanya balik

“hah? Tidak ah…mending menemanimu saja, heheheee…”

Aku hanya tertawa kecil. Kulihat sepertinya eunhyuk oppa terlihat sedikit sedih ketika melihat donghae oppa bersanding dengan min ah onni. Mungkin dia sedih karena soulmatenya sudah menikah. Haha.

“oppa…hwaiting !!” ucapku

“Mwo?” dia heran

“cepatlah cari pacar, biar enggak ngiri sama donghae oppa…”ucapku

“Mworago?! Haha, min ra-ah, kau ini…tau saja kalau aku memang iri dengannya…”

“hehe, terlihat jelas di wajahmu…”

“hmmm, aku malas cari pacar, mending sama kamu aja…”

“enggak mau akh…” tolakku mentah-mentah

“loh, kenapa?”

“aku enggak mau punya pacar artis, bisa repot nanti…hehe”

“aish ! kau ini….”balasnya sambil mengacak rambutku pelan

&&&&&

Park Min ah POV

Kehidupan baruku sudah di mulai, sebagai seorang isteri lee donghae. Setelah menikah donghae tetap memutuskan untuk tetap tinggal di rumahku, karena kasihan pada min ra.

Memasuki 6 bulan pernikahan kami orang tua donhae mulai bertanya apa aku sudah hamil atau belum. Memang aku sempat telat datang bulan, tapi setiap aku cek tetap saja masih negative.

&&&&&

“onniiii !!!” min ra teriak daari kamarnya dan berlari ke luar kamar, menemui aku dan donghae yang sedang nonton tv.

“aduh, kenapa sih kamu?” tanyaku heran

“iniii, baca deh onn…” balas min ra yang langsung memberiku sebuah kertas, aku dan donghae langsung membacanya…

“wuaaahh, selamat yaaaa…akhirnya dapet juga beasiswanya…”jeritku yang langsung memeluknya

“heheheee, enggak rugi aku pantengin kompi mulu…”

“wah, selamat ya min ra-ah…” ucap donghae oppa sambil mengacak pelan rambutnya

“lalu kapan kamu mulai masuk?” Tanya donghae, pertanyaanya itu membuatku sedikit sedih, karena pasti akan berpisah lama dengan min ra.

“hmmm, mungkin bulan depan, aku musti ngurusin surat-suratnya dulu…” jawabnya. Aku hanya diam dan duduk kembali di sofa.

“onni…” panggilnya lalu duduk di sampingku

“Wae?”

“aku janji akan sering hubungi onni…” ucapnya lalu memelukku dari samping

“janji?”

“iyaaa…onni tenang aja deh…”

“huu, kau itu, enggak ada sedihnya mau tinggl di negeri orang…”

“kalau aku sedih, bakal makin berat ninggalin kalian…”balasnya

“onni, gak ada temen dong…” ucapku

“jagiya…kan ada aku…” sahut donghae yang sudah duduk di samping kananku

“iya, onni…”

“hmm, iya siy, tapi enggak ada temen curhat !”ambekku

“haha, nanti kita webcam-an aja deh…”

&&&&&

Author POV

Min ra pergi ke amerika untuk melanjutkan kuliahnya. Min ah, donghae dan eunhyuk mengantar kepergian min ra. Eunhyuk yang sebenarnya menaruh hati pada min ra di tolak halus olehnya sesaat sebelum min ra pergi.

Waktu berjalan terus, hingga tak terasa sudah 1 tahun pernikahan donghae dan min ah. Keadaan rumah tangga mereka selalu harmonis, meski belum di karuniai seorang anak. Donghae selalu menjaga perasaan min ah karena belum juga hamil, meski dalam hatinya ia ingin sekali menimang bayi.

&&&&&

Min ah POV

Aku menghempaskan diri di sofa. Lelah setelah membereskan seisi rumah sendirian. Donghae masih dalam perjalanan pulang karena masih dalam rangka tour konser.

‘sepinya…’ batinku

Andai saja ada kehadiran anak disini…pasti aku tidak akan sendirian lagi. Mengapa aku masih belum bisa hamil tuhan…

Aku tahu donghae sangat mempunyai anak-begitupun denganku. Rasanya kurang lengkap tanpa kehadiran bayi.

Setiap aku memikirkan masalah ini, pasti tak kuasa aku menahan tangis.

“oppa…maafkan aku…” ucapku lirih

&&&&&

Beberapa bulan kemudian…

Hueeeekkk…hueeekkk…

Perutku terasa sangat mual, tapi tidak ingin muntah. Dari pagi aku terus bolak-balik ke kamar mandi. Donghae oppa yang masih tidur sampai terbangun.

“jagiya, kau sakit?” tanyanya yang sudah berada di belakangku dan mengusap punggungku pelan

“hhhhh…tidak tahu oppa, rasanya mual terus, apalagi saat mencium bumbu-bumbu dapur itu…”

“ah, jagiya, apa bulan ini kau telat?”tanyannya

Aku tidak mejawab, tapi langsung melihat tanggalan, dan ternyata benar, aku telah telat 3 minggu. Aku menoleh ke dongahe dan kulihat senyumannya yang cerah.

“apa…”

“kau masih punya testpacknya kan?”

“iya…”

“cepat, mungkin saja perkiraanku benar…”ucapnya semangat

Aku langsung mengambil testpack di laci dan masuk ke kamar mandi. Perasaanku campur aduk, antara senang dan takut bakal kecewa lagi. Beberapa menit kemudian, terlihatlah dua garis dalam testpack tersebut yang menandakan aku HAMIL. Aku segera keluar kamar mandi, kulihat donghae gelisah bolak-balik.

“gimana hasilnya…”tanyanya

“hmmm…” aku pura-pura sedih. Donghae langsung memelukku “mungkin bukan kali ini sayang…kita usaha lagi ya…”

Aku melepaskan pelukannya “oppa, maaf ya…sepertinya aku bakal merepotkanmu…karena aku hamil”

“Mwo?! Ahh, terimakasih tuhaaan…” teriaknya lalu memelukku lagi

“haha, oppa…”

“ah, kau ini buat aku takut saja…”

“hhe, kan biar surprise”

“gomawoyo min ah…”

&&&&&

Hari-hari bahagiaku dimulai. Semua keluarga sangat menantikan kehadiran bayi ini. Aku merasa hidupku mulai sempurna. Donghae tambah sangat perhatian padaku dan setiap dia show di luar kota, dia pasti selalu menghubungiku tiap jam !

Sampai saat kehamilanku memasuki umur 5 bulan, aku merasa keganjalan dalam rahimku. Kadang terasa sangat sakit sekali. Aku sengaja tidak memberitahu donghae, karena takut dia akan khawatir, karena sekarnag dia sedang dalam tour konsernya.

“bagaimana eun su? Kandunganku tidak apa kan?” tanyaku pada dokter yang juga temanku, eun su

Eun su diam, dan terus mengamati kertas hasil pemeriksaanku

“min ah…ada yang tidak beres dengan kandungamu…” ucapnya datar

“Mwo? Maksudmu?” tanyaku tak percaya

“ini, kau lihat benjolan di dinding rahim ini?” ucapnya sambil menyodorkan hasil foto USG ku

“i..iya, memang apa?”

“ada kista di rahimmu…”

“kista?”

“iya, maaf aku tidak menyadar dari awal, tapi sangat disayangkan kista ini tumbuh dan bisa membahayakan kau dan janinmu…”ucapnya datar

Tak tahu apa yang harus aku katakana, aku tahu kista adalah suatu penyakit yang ditakutkan oleh semua wanita. Lalu bagaimana dengan kondisiku yang sedang hamil ini…

“apa tidak bisa di obati?”

“bisa, kista itu bisa diangkat, tapi…aku tidak bisa menjamin bayimu akan selamat…”

“tidak…apa tidak ada cara lain?” ucapku, aku tidak bisa menahan air mataku.

“jika terus kau pertahankan bayimu sampai waktu persalinan nanti…hanya ada dua kemungkinan, bayi atau…dirimu…” ucapny dengan berat hati

“ya tuhan…”

“min ah…maafkan aku….”ucapnya

“taka pa… aku akan memikirkannya, tapi tolong rahasiakan ini…aku tidak mau sampai donghae tahu…”

“ne, aku janji…kau harus putuskan segera mi ah…”

&&&&&

Aku terus merenungi perkataan eun su. Aku tidak mungkin merelakan bayi ini. Dan donghae? Aku tidak mau membuatnya sedih. Ya tuhan…apa yang harus ku lakukan…

How to keep loving youuuu….

“yeobseyo?”

“yeobseyo…jagiya…” panggil donghae dari seberang sana

“ne oppa…”

“kau sudah makan?”

“iya, oppa sudah? Sekarang sedang apa?”

“baru saja selesai konser…bagaimana dengan si kecil?”

“dia baik oppa, aku baru saja dari rumah sakit…”

“wahhh, lalu hasil pemeriksaannya bagaimana?”

“dia…sangat sehat oppa…” aku terpaksa berbohong padanya

“ah, syukurlah, aku sangat tidak tenang meninggalkan kalian…”

“aku bisa jaga diri oppa…oppa istirahatlah…”

“geure…jagiya, aku ingin bicara dengannya…”

Aku menaruh handphone ku yang sudah di loudspeaker ke perutku

“anak appa sayang…jangan buat omma susah ya nak, appa segera pulang, appa rindu kalian…jagiya, sudah dulu ya, jaga dirimu baik-baik…”

“ne..oppa…” tuutt

“hhhhh…”

Hatiku semakin berat. Mendengar suara donghae yang sangat bahagia membuat hatiku terenyuh. Aku harus tetap melahirkan bayi ini, apapun yang terjadi.

&&&&&

Author POV

waktu terus berjalan. Dengah berat hati, min ah memutuskan untuk tetap mengandung bayinya dan sudah membuat suatu keputusan yang terbaik menurutnya. Sampai pada akhirnya waktu melahirkan min ah tiba…

“jagiya…” panggil donghae lalu memasuki ruang ICU tempat min ah berada

“yeobo…”sahut min ah lemas

“aku akan menemanimu selama persalinan nanti…” ucap donghae sambil mengelus rambut min ah

“tidak usah oppa, kau kan takut darah…” ucap min ah sambil berusaha tersenyum

“maaf, operasi sudah bisa di laksanakan” ucap salah satu suster

“oppa, kau tunggu di luar saja ya…”

“baiklah, selamat berjuang jagiya, saranghae…” ucap donghae lalu mencium kening min ah

“nado saranghaeyo oppa…” balas min ah

&&&&&

Operasi berjalan selama 2 jam. Donghae yang menunggu di luar sangat cemas dan gugup. Entah mengapa perasaannya kali ini tidak begitu baik.

“donghae-ah…min ah pasti baik-baik saja, dia itu wanita yang kuat” ucap eunhyuk yang ikut menemani donghae

“iya…tapi perasaanku tidak enak hyuk…”

“berdoa lah, biar hatimu tenang…”

&&&&&

Park Min ah POV

Di ruang persalinan…

Oeeeeeekkk….

Ooooeeeeeeekkkk….

Oooeeeekkkkkeeeekkk….

Ku dengar jeritan itu, dalam kesadaranku yang sedikit, aku bisa melihatnya di angkat dari rahimku.

“selamat min ah…bayinya perempuan dan sehat…” ucap eun su

Aku hanya membalasnya dengan senyuman

“ini bayi anda nyonya…” ucap salah satu suster yang menyerahkan bayiku setelah dibersihkan. Kulihat matanya, hidung, wajah, tangan dan bibirnya. Semua sehat. Wajahnya sangat mirip dengan donghae. Tanpa kurasa aku sampai menitihkan air mata.

“jagiya…”teriak donghae dari ambang pintu lalu berjalan perlahan kea rah ku

“oppa…”

“anak….ku” ucap donghae yang seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya

“iya, ini anakmu…”

“ya tuhaaannn, terimakasih…jagiya kau sehat kan?”

Aku hanya menganggukkan kepalaku. “ini oppa, mau gendong?” tanpa menjawab donghae langsung mengambil bayi kecil kami kedalam pangkuannya

“cantiknya…jagiya, mau dinamakan siapa?” Tanya donghae, tapi sebelum aku menjawab, pandanganku terasa kabur dan gelap

“jagiya…susteer, tolooong….”teriak donghae

&&&&&

Donghae POV

aku berjalan lunglai setelah keluar dari ruangan dokter. aku telah mengetahui semua mengenai penyakit yang di derita min ah.

“maaf donghae-sshi, ada yang harus aku bicarakan mengenai kondisi min ah…”

“ne, baiklah…”

“maaf jika aku baru bicara sekarang, karena min ah memintaku untuk merahasiakannya”

“apa maksudmu?”

“pada usia kandungannya 5 bulan, aku menemukan kista dalam rahimnya, aku sudah menyarankan agar ia segera melakukan operasi, tapo ia menolaknya, dia…”

“dia tidak ingin mengugurkannya karena aku?”

“iya…dia sangat menyayangi bayinya dan dirimu, sampai ia terus memutuskan untuk tetap melahirkannya, apapun yang akan terjadi…”

“lalu, kondisinya sekarang?” aku mulai panik

“memburuk, dia mengalami pendarahan dan kondisina sangat lemah, tapi bayi kalian sangat sehat, dia bayi yang kuat donghae-sshi, hanya keajaibanlah yang bisa menyelamatkan min ah…maafkan aku donghae-sshi…”

“ya tuhaaan, ” aku memegang kedua kepalaku, baru saja aku bahagia karena kelahiran bayi kami, tapi kenapa kondisi min ah seperti ini.

&&&&&

kulihat dia terbaring lemah di tempat tidur. aku membelai rambutnya pelan dan memandangi wajahnya yang pucat. aku terisak sambil memegang tangannya yang lembut.

“jagiya…bertahanlah, ku mohon jangan tinggalkan aku…” isakku.

“yeobo…” panggilnya lirih, aku segera menghapus air mataku

“ne, jagi…” jawabku,

“mianhae…” ucapnya lalu mengelus pipiku, aku mengenggamnya dan terisak kembali

“kenapa kau merahasiakannya?”

“yeobo…”

“dulu kita sepakat kan tidak akan ada rahasia diantara kita berdua….”

“mianhae, aku tidak bisa menjadi isteri yang baik…”

“anii, kau adalah isteri yang terbaik jagiya”

“kau akan berjanji untuk merawat bayi kita kan?”

“andwae, kita yang akan membesarkannya, kau pasti kuat, aku akan lakukan apapun untuk menyembuhakan penyakitmu, jika perlu kita berobat ke luar negeri jagiya…” jelasku, tapi ia hanya tersenyum kecil dan menggeleng kepalanya pelan

“yeobo…saranghaeyo…” aku memeluknya erat

“nado..nado saranghaeyo jagiya…kita akan selalu bersama…”

“yeobo, min ra dimana?”

“dia sedang dalam perjalanan, tunggulah…” aku melepas pelukanku dan mengusap airmatanya

“onnii !!!” jerit min ra yang sudah berada di depan pintu kamar

“min ra…”

“onnni, gwenchana yo?”

“ne…”

“aku, keluar dulu, mi ra-ah, jaga min ah dulu ya..” ucapku

“ne, oppa…”

&&&&&

Park Min ah POV

“onni…mianhae, aku telat…” ucapnya lalu duduk disampingku

“gwenchana yo..”

“tadi, sepertinya oppa habis menangis…oh iya perempuan atau lelaki onn?”

“perempuan…”

“huwaaa, pasti cantik, onni, kenapa wajahmu sedih?”

“ehhmm…” aku mencoba untuk duduk dan di bantu min ra

“min ra-ah, boleh aku minta permintaan padamu?”

“apa?”

“onni…jika aku pergi, gantikan posisiku untuknya…”

“onni, kau bicara apa?”

“aku mengidap kista…”

“aniiii, onni pasti sembuh, optimislah onn…” min ra mulai menangis

“hanya keajaiban mi ra-ah…”

“onni, kenapa kau bicara seperti itu, kau pasti sembuh dan kita akan bersama lagi…”

“aku…”

&&&&&

Park Min ra POV

“aku…” min ah onni langsung pingsan

“onni, bangunlah…suster, siapapun tolooooong” jeritku

seketika dokter datang dan menyuruhku untuk menunggu diluar. apa yang terjadi pada kakak ku. aku sangat cemas. takut sesuatu yang buruk akan terjadi padanya, ya tuhan, selamatkan kakak ku. beberapa menit kemudian dokter keluar dan..

“mianhae min ra-ah…aku sudah berusaha sebisa mungkin…” julas dokter eun su. aku mengatupkan mulutku dengan kedua tangaku,

“andwae…onni…ONNIIIIII !!!”aku berlari pada donghae oppa yang sedang memandangi ruangan bayi,

“oppa…” panggilku lirih, ia menoleh “mworago?”tanyannya cemas

“onni…onni, oppa…” aku tidak sanggup bicara lagi, dia langsung berlari ke kamar onni.

&&&&&

3 tahun kemudian

Park Min ra POV

“omma, appa kapan sampai?” tanya minhae yang sedang berada di pangkuanku

“sabar ya sayang…appa sedang di jalan…” jawabku, ia menggembungkan pipinya

“iih, anak omma kok ngambek, nanti kan appa bawa boneka bear yang besaaaaaaar sekali…”

“iya, tapi kelamaan !!” ucapnya sambil melipat kedua tangannya

aku hanya diam, tidak membalasnya, hanya akan membuatku lelah berdebat dengannya.

“minhae-ah…” panggil seorang lelaki dari belakang sambil membawa boneka beruang yang sangat besar. minhae pun menoleh “ahh, appa” ia berlari kecil dan langsung memeluknya

“aigo~ anak appa tambah gendut saja..”

“iiih, appa…”

“haha, mana popo buat appa?”

“huh, appa telat…”

“mwo?!”

“nanti aja, abis dari tempat omma…”

“baiklah, tapi benar ya…”

“sudah, yao berangkat, nanti kemalaman…”ajakku

&&&&&

kami menuju kawasan gunung inwang. dengan semangat, minhae berlari kecil menuju sebuah nisan yang sangat ia kenali, nisan yang bernamakan Park Min Ah.

“omma, aku yang taruh bunganya yah..”

“iya, ini…”

“minhae, kau mau bilang apa pada omma?” tanyaku sedangkan donghae masih diam terpaku menatap nisan

“hmmm, omma…aku datang lagiiii, sekarang ada appa loh, dia tadi menghadiahkan aku beruang yang besaaaaaaarr sekali…sudah ya omma, kalau sempat, omma temui aku di mimpiku yah” bisiknya pelan. kulihat donghae tersenyum kecil dan mengacak pelan rambut minhae

“nah, sudah selesai minhae-ah?”

“ne omma…”

“sekarang gantian appa yah, ayo, kita tunggu di taman saja…”ucapku

“ne, appa jangan lama-lama yah..”

“iya, appa janji…”

&&&&&

Dongahe POV

“ehemm…jagiya…mianhae aku baru sempat datang sekarang, apa kau bahagia disana sekarang?kuharap kau bahagia  disana…aku bahagia jagi, anak kita-sangat pintar, seperti dirimu…” aku tidak kuasa menahan tangis dan berlutut di hadapan nisannya.

“saranghaeyo jagiya…selamanya kau selalu dihatiku, meski sekarang ada min ra, kau tetap yang pertama…aku janji akan selalu menjaga mereka, terimakasih, kau telah memberikan hadiah terindah dna sangat berarti dalam hidupku, Lee Minhae….”

END

*huaaaahhh, selesai jugaaa, haha… hmmm, mau curcol dikit ahh, baru kali ini gue buat FF ampe nangis sendiri, entah gue yang lebay ato emang lagi sedih?! moga pada suka yooo, jangan lupa, komen-komennya…*

waktu terus berjalan. Dengah berat hati, min ah memutuskan untuk tetap mengandung bayinya dan sudah membuat suatu keputusan yang terbaik menurutnya. Sampai pada akhirnya waktu melahirkan min ah tiba…

“jagiya…” panggil donghae lalu memasuki ruang ICU tempat min ah berada

“yeobo…”sahut min ah lemas

“aku akan menemanimu selama persalinan nanti…” ucap donghae sambil mengelus rambut min ah

“tidak usah oppa, kau kan takut darah…” ucap min ah sambil berusaha tersenyum

“maaf, operasi sudah bisa di laksanakan” ucap salah satu suster

“oppa, kau tunggu di luar saja ya…”

“baiklah, selamat berjuang jagiya, saranghae…” ucap donghae lalu mencium kening min ah

“nado saranghaeyo oppa…” balas min ah

&&&&&

Operasi berjalan selama 2 jam. Donghae yang menunggu di luar sangat cemas dan gugup. Entah mengapa perasaannya kali ini tidak begitu baik.

“donghae-ah…min ah pasti baik-baik saja, dia itu wanita yang kuat” ucap eunhyuk yang ikut menemani donghae

“iya…tapi perasaanku tidak enak hyuk…”

“berdoa lah, biar hatimu tenang…”

&&&&&

Park Min ah POV

Di ruang persalinan…

Oeeeeeekkk….

Ooooeeeeeeekkkk….

Oooeeeekkkkkeeeekkk….

Ku dengar jeritan itu, dalam kesadaranku yang sedikit, aku bisa melihatnya di angkat dari rahimku.

“selamat min ah…bayinya perempuan dan sehat…” ucap eun su

Aku hanya membalasnya dengan senyuman

“ini bayi anda nyonya…” ucap salah satu suster yang menyerahkan bayiku setelah dibersihkan. Kulihat matanya, hidung, wajah, tangan dan bibirnya. Semua sehat. Wajahnya sangat mirip dengan donghae. Tanpa kurasa aku sampai menitihkan air mata.

“jagiya…”teriak donghae dari ambang pintu lalu berjalan perlahan kea rah ku

“oppa…”

“anak….ku” ucap donghae yang seakan tidak percaya dengan apa yang ada di hadapannya

“iya, ini anakmu…”

“ya tuhaaannn, terimakasih…jagiya kau sehat kan?”

Aku hanya menganggukkan kepalaku. “ini oppa, mau gendong?” tanpa menjawab donghae langsung mengambil bayi kecil kami kedalam pangkuannya

“cantiknya…jagiya, mau dinamakan siapa?” Tanya donghae, tapi sebelum aku menjawab, pandanganku terasa kabur dan gelap

“jagiya…susteer, tolooong….”teriak donghae

&&&&&

Donghae POV

aku berjalan lunglai setelah keluar dari ruangan dokter. aku telah mengetahui semua mengenai penyakit yang di derita min ah.

“maaf donghae-sshi, ada yang harus aku bicarakan mengenai kondisi min ah…”

“ne, baiklah…”

“maaf jika aku baru bicara sekarang, karena min ah memintaku untuk merahasiakannya”

“apa maksudmu?”

“pada usia kandungannya 5 bulan, aku menemukan kista dalam

25 thoughts on “A Wonderful Present for My Husband

  1. Sebastian berkata:

    nih gw ngga suka FF kayak gini…bikin gw nangis sesungukkannnn *Dita tanggung jawabbb* hueeeeeeeeeee…
    btw dit, tau ngga kalo SjFF ditutup?

  2. Vii2Junshuuu_kim berkata:

    huaa,,,

    akk pling gha bsa bca yg sad ending….
    pastii ntar meweekkk….

    eoni tanggung jwab…

    hehehe
    keren ^ ^

  3. Deuuhh! Donghae kaka adek digaettt😀
    Suka deh cara dia ngajak nikah “jagiya.. Kita nikah yuk..”
    Kaya main2 tp sebenernya serius.. Tp bukan donghae bgt😀
    Eh btw, aku lagi baca ff kamu yg lama2 nih :p

  4. EsaKodok berkata:

    “disini saja…aku mau
    tiduran…” dia langsung
    duduk di pangkuanku
    ….hrs tidur dipangkuanku saengi…
    kista pas hamil itu setauku kok tambah mengecil y….tp g tau jg deh…
    argh…kasihan min ra…pasti berat bgt…hidup ma hae tp dgn bayang2 min ah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s