My Girl [part 1]

Namaku park hyechan. Umurku baru 17 tahun dan aku mempunyai 4 oppa yang sangat sayang padaku.

Oppaku yang pertama namanya leeteuk, 24 tahun. Dia ini anak tertua di keluarga kami. Pekerjaannya adalah seorang model. Dia ini yang paling protect terhadap ku dari para oppa-ku lainnya. Karena dia adalah kepala keluarga kami, ya, orang tua kami sudah tiada. Ibuku meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit jantung dan ayahku meninggal saat aku masih umur 5 tahun.

Oppa ku yang kedua bernama heechul, 23 tahun. Pekerjaannya…enggak jelas. Dia lebih sering dirumah. Entah sampai kapan dia mau menganggur. tapi kadang dia juga suka iseng ikut-ikut audisi model gitu. Dia juga sangat protect padaku, karena dia dirumah terus, kemana aku pergi pasti dia selalu mengikutiku, itu adalah perintah dari leeteuk oppa.

oppa ku yang ketiga  bernama kangin, 22 tahun. Dia ini adalah oppa ku yang pualing galak ! jika ada teman cowok yang mendekatiku, langsung di tantang adu balap motor dengannya. Yah, alasannya karena cowok itu bukan cowok yang baik untukku.

Dan oppa ku yang terakhir namanya kyuhyun, 20 tahun. Dia ini sebenarnya sangat baik dan perhatian, tapi sifatnya itu yang cuek banget dan kalo ngomong suka ceplas ceplos. Paling enggak bisa dekat sama cewek, makanya sampai sekarang dia belum pernah pacaran. Dia hanya dekat dengan 2 wanita, yaitu aku dan ibuku.

Kenapa mereka sangat protect padaku? Karena sejak kecil aku mengidap penyakit jantung turunan. Ibuku meninggal karena jantung yang diturunkan dari nenekku. Maka dari itu aku tidak boleh cepat lelah dan shock. Meski mereka galak, tapi terhadapku mereka sangat baik.

***

Pagi hari di rumah hyechan…

“kangiiiin bangun, kau tidak mau mengantar baraaaang??”  teriak leeteuk oppa dari dapur yang sedang menyiapkan sarapan

“hmmm, 5 menit lag..iii…zzzzz” jawabnya

“hyechan-ah, nanti oppa yang mengantarmu ke sekolah ya” ucap leeteuk oppa sambil menaruh lauk dimeja

“oppa, aku bisa naik bus kok” balas ku lalu mengambil lauk yang tersedia

“aish! tidak boleh, di bus pasti berdesakan…lagipula oppa lagi enggak ada jadwal”

“ne..ne..ne..arraseo, kyunnie oppa dan heechul oppa kemana?”

“kyu lagi lari pagi, kalo heechul masih molor tuh, abis karokean semaleman…” jawabnya lalu duduk bersamaku di meja makan

Beberapa menit kemudian…

“ayo oppa, aku sudah siap”

“iya, oh ya…ini obatmu yang terakhir, nanti sepulang kerja, oppa belikan lagi”

“enggak usah, aku aja yang jalan ya, lagipula nanti aku mau mampir ke toko buku”

“benar tidak apa-apa?” tanyanya khawatir

“iya, tenang aja, kalo ada apa-apa aku langsung hubungi oppa”

“okeii, ayo jalan”

***

Sesampainya di sekolah…

“hati-hati ya…” ucap leeteuk oppa

“ne, annyeong oppa” pamitku tak lupa mengecup pipi kanannya

“hyechaaaan” panggil sungmi, sahabatku dari belakang

“eh, pagi sungmi, sudah mengerjakan tugas dari lee sosaengnim?”

“belum semua, hehe..habis aku tidak mengerti, aku lihat punyamu yah”

“hmm, kau ini tidak pernah berubah ! ini” ucapku

“huwaaa, gomawoyo my best friend, hehe..eh nanti jadi ke toko buku kan?”

“iya jadi”

“nanti oppa siapa yang akan ikut?”

“ah, tidak ada yang ikut”

“tumben sekali, memang ada apa?”

“enggak, mereka lagi sibuk kali”

***

Di dalam kelas…

“pagi anak-anak..”

“pagi sosaengnim..”

“silahkan masuk” ucap park sosaengnim pada seseorang dari luar pintu kelas, tak lama masuklah seorang namja tapi tidak memakai seragam yang kami pakai sekarang

“silahkan perkenalkan dirimu”

“annyeonghasseyo, choneun kim kibum imnida” ucapnya sambil membungkukkan badan. Kulihat para yeoja di kelas ku langsung menatapnya kagum. Yah, dia memang namja yang tampan dan manis, tapi sepertinya dia tidak ramah. Bisa dilihat saat dia memperkenalkan dirinya tadi sangat dingin

“kibum, kau bisa duduk dengan minho” tunjuk sosaengnim pada bangku sebelah minho yang kosong di pojok kelas

***

“aah, aku pusiiing, berkali-kali aku tetap tidak mengerti rumus-rumus ituu” keluh sungmi. Bel baru saja berbunyi, semua siswa langsung keluar kelas, di kelas hanya ada aku, sungmi dan minho. sedangkan kibum sedang asik tidur.

“hei, kalian tidak ke kantin?” Tanya minho yang menghampiri meja kami

“aku bawa bekal, kau mau?” tawarku

“hmm, sepertinya lezat” minho langsung mengambil telur gulung buatan teuki oppa

“eh minho, bagaimana anak baru itu?” bisik sungmi

“ah, anak itu jutek sekali, aku coba memperkenalkan diri, dia Cuma jawab ‘oh’, gitu doang” jawab minho pelan

“yah, kelihatan kok, mukanya rada jutek” lanjutku

“dia itu murid pindahan dari mana ya? Pasti pindah gara-gara punya masalah” tebak sungmi masih sambil bisik-bisik

“heh, kenapa jadi gossip gini sih” tegurku

“aih, kau ini hyechan, memang alim” goda minho

“haha, tapi aku memang benar kan?”

***

Sepulang sekolah, aku dan sungmi langsung menuju ke toko buku…

“hyechan-ah, kita makan eskrim disana dulu yuk” ajak sungmi

“ayo…aduuuh” saat sedang jalan tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku dari belakang sampai aku pun terjatuh dan sepertinya lututku terluka tapi orang yang menabrak ku terus lari tanpa menoleh kebelakang

“hyaa !! kalo jalan liat-liat, enggak minta maaf lagi !” bentak sungmi, tapi orang yang diteriaki tidak menghiraukan

“hyechan, gwenchana yo?” di membantuku bangun

“ne, hanya lecet dikit”

“aish ! dasar cowok enggak tau diri” makinya

“udahlah, lagian aku Cuma lecet, kali aja dia itu lagi buru-buru” ucapku. Setelah sampai di kedai eskrim, sungmi langsung mengobati lutut ku

“tapi tetep aja, lagipula aku enggak mau ya dimarahin sama heechul oppa-mu gara-gara adik kesayangannya ini luka saat jalan bersamaku” cerocosnya panjang lebar, aku hanya tersenyum melihatnya marah-marah seperti itu. Dia memang sangat baik padaku, tapi kadang kebaikannya itu juga bikin aku gerah, sama seperti para oppa ku. Mereka terlalu takut akan penyakit yang ku derita.

“gomawo yo sungmi, kau sahabat terbaikku…” ucapku tulus padanya

“hmm, iyaiya, tapi aku heran denganmu, sifat lemah lembutmu itu turunan dari siapa sih? Padahal kakak mu lelaki semua dan perilakunya juga sangat macam-macam”

“hah?? Haha, kau ini ada-ada saja”

“iya kan? Apalagi kangin oppa, dia itu enggak ada tampang lemah lembutnya, ingat kan saat aku dan wookie ke rumah mu dan menyangka wookie itu adalah pacarmu, langsung di ajak balapan motor dan sampai sekarang dia kapok untuk dating ke rumahmu! haha”

“haha, kau ini…eh itu bukannya kibum ya?” ucapku yang tidak sengaja melihat kibum sedang dikerubungi namja yang sepertinya juga seumuran dengan kami

“eh, iya, mereka kenapa ya?” sahut sungmi

“kayaknya dia di kepung deh, kita bantuin yuk” ajakku, aku memang tidak tega melihat ada orang dikeroyokin

“plis deh, jangan cari gara-gara, pura-pura enggak tahu aja, udah yuk, langsung ke toko buku”

***

Author POV

Hari menjelang sore. Hyechan dan sungmi baru saja keluar toko buku. Karena hyechan mau ke apotik dulu dia berpisah dengan sungmi.

“aduh hyechan, aku benar-benar tidak enak padamu” kata sungmi cemas

“tak apa, lagipula jarak dari sini ke rumahku dekat, kasihan ibumu dirumah pasti sangat repot menjaga toko, sudah sana cepat pulang” hyechan menyakikan sungmi

“baiklah, jika ada apa-apa hubungi aku ya”

“ne, arraseo…dadah” pamit hyechan

“daaah, hati-hati hyechan-ah”

Setelah hyechan keluar dari apotek, ia melihat sesosok pria yang ia kenali lewat bajunya sedang meringkuk kesakitan. Bajunya terlihat sangat kotor karena terkena tanah. Ia pun mendekati pria tersebut.

“kibum-sshi?” Tanya hyechan

Kibum menoleh sedikit, tapi langsung menundukkan kepalanya lagi

“kau, itu…tanganmu berdarah” ucap hyechan sambil menunjuk kea rah tangan kibum yang terkena goresan kaca

“tunggu sebentar…” hyechan pun kembali masuk apotek dan keluar lagi membawa perban dan obat merah

“mau apa kau?” tanya kibum dingin

“ya mengobati lukamu, sini tanganmu” ucap hyechan

“aku tidak apa-apa, sudah jangan hiraukan aku” tolak kibum

“jika dibiarkan bisa infeksi tahu !” hyechan tidak mau kalah, lalu menarik tangan kibum dengan kasar

“HYAA!! “

“diam ! jangan banyak protes, aku sebagai teman sekelas hanya ingin menolongmu saja !” ucap hyechan dengan sigap ia mengobati luka kibum

“cih, jangan sok baik denganku ! kau belum tahu siapa aku”

“aku tidak peduli kau itu siapa, aku hanya berusaha menolong orang yang kesakitan…nah sudah selesai”

“jika begini aku berhutang budi padamu”

“aku tidak merasa kau punya hutang budi padaku, aku hanya mau menolong dengan ikhlas, tanpa pamrih, sini, bibirmu juga berdarah” hyechan lalu mengusap sudut bibir kibum yang luka karena pukulan

“aaahh, pelan-pelan, sakit tahu!” omel kibum, hyechan hanya tersenyum kecil ‘dia memang tampan’ batin hyechan

Selagi hyechan mengobati kibum, seseorang memanggilnya dari belakang…

“hyechan-ah” panggil lelaki yang ternyata kyuhyun

“oppa…” hyechan pun menoleh

“sedang apa kau? Ayo pulang” ucap kyuhyun dingin

“ne, oppa…ini bersihkan sendiri ya lukamu” hyechan pun langsung meninggalkan kibum dan beralih pada kyuhyun, kibum hanya tersenyum sinis dan berkata “hah, dasar gadis lugu”

Di jalan menuju rumah…

“dia itu siapa?” Tanya kyuhyun, tapi nada bicaranya tidak sedingin tadi

“kibum, dia teman sekelasku”

“tapi seragamnya beda denganmu”

“dia anak baru, aku hanya menolongnya karena dia habis dipukuli orang”

“mwo?! Hyechan-ah, kau ini baru mengenalnya, belum tentu dia itu pria baik-baik”

“tapi aku hanya berusaha menolongnya oppaa…” rengek hyechan

“hmm, kau itu terlalu baik” ucap kyuhyun sambil mengacak rambut hyechan pelan

“ah, oppa, kau ita sama saja dengan sungmi, memang salah menjadi orang yang baik?”

“sungmi?”

“iya, temanku yang suka datang kerumah”

“ooh”

“kau itu tidak peka yah? Dia itu sahabatku oppa..”

“iya, aku kan tidak pernah memperhatikan temanmu..”

“kecuali jika temanku seorang namja, Iyakan?”

“haha, itu kau tahu, eh tadi disuruh heechul hyung untuk beli makanan”

“memang tadi oppa habis dari mana?”

“aku disuruh mencarimu, ayo..”

***

Hyechan POV

Tok..tok..tok…

“hyechan-ah?” sapa heechul oppa dari depan pintu

“ne oppa, masuk aja…” jawabku dari atas lemari

“hyechan, kau dimana?” ia celingak-celinguk mencari diriku

“aku disini oppa” balasku sambil melambaikan tangan

“hyaa ! apa yang sedang kau lakukan diatas sana?? ayo turun, nanti kau jatuh !” bentaknya

“eh? Heheheee, sebentar, aku lagi nyari buku ku”

“nanti aku yang carikan, ayo cepat turun !”

“memang buku apa yang kau cari?” Tanya nya setelah aku turun dari lemari

“buku diary ku yang warna ungu, kayaknya kemarin aku taruh di laci, tapi sekarang enggak ada dimanapun, oppa lihat tidak?” tanyaku cemas

“buku warna ungu? Yang didepannya ada foto omma?”

“iya, kau lihat oppa?” tanyaku semangat

“kemarin aku lihat ada di kamarnya kangin”

“mwo?! Akh, pasti dia sengaja mengambilnya!” aku pun langsung menuju kamar kangin oppa. Dan benar saja saat aku buka kamarnya dia sedang asik baca buku diaryku !!

“OPPAAAA !!!” teriakku

“ne?”

“kembalikan diarykuuu !!!” bentakku

“ah, hyechan-ah…” dia Cuma cengengesan aja

“siapa yang mengizinkan oppa membacanya !” omelku

“hehehe, habis kemarin oppa lagi cari gunting, eh malah nemu buku ini, ini deh oppa kembalikan”

“iiihhh, oppa udah ngelanggar privasiku !”

“mian hyechan-ah” kangin oppa memelas. Meski dia sangat galak, tapi jika aku sudah marah, dia bisa menjadi orang yang sangat penurut, haha.

“sini bukunya !” aku pun langsung kembali ke kamarku

BRAKK !! kubanting pintu kamar dengan keran. Dan aku yakin satu isi rumah tahu jika aku sedang marah.

“hei kangin-ah, kenapa lagi si hyechan?” Tanya leeteuk oppa yang lagi nonton TV

“dia itu baca buku diarynya hyechan” celetuk heechul oppa yang dari tadi udah ngeliat aku ngebentak kangin oppa di kamarnya

“aish kau ini !”

“habis, aku kan penasaran hyung”

“minta maaf sana” suruh leeteuk oppa

“iya, ini juga mau minta maaf” kangin pun menuju kamarku

“hyechan sayaaaang” bujuknya, tapi aku tidak menjawabnya

“maafin oppa, oppa baru baca dikit kok”

“TAPI TETEP AJA OPPA UDAH BACA !” teriakku dari dalam kamar, dan itu makin membuat kangin oppa menciut

“oppa benar-benar minta maaf, pliiis jangan marah yaa” ia membuka pintu kamarku pelan dan menghampiriku yang menutupi wajahku dengan bantal

“hyechan-ah, jangan marah ya, kau tahu sendiri kan oppa enggak sanggup kalau kau ngambek sama oppa”

“kalau oppa tahu begitu, kenapa bikin aku marah?!” balasku masih dengan bantal yang menutupi wajahku

“oppa janji deh enggak bakal kayak gitu lagi, kamu mau apa?oppa turuti”

Aku melihatnya dan berkata “oppa mau menyogokku?”

“ya, apapun permintaanmu, oppa turuti deh” janjinya dengan tangannya membentuk huruf V.

***

Author POV

Keesokan harinya di sekolah hyechan baru saja sampai di kelasnya. Dicarinya sungmi, tapi sepertinya ia belum datang.

“hyechan-ah, di panggil siwon sunbae tuh…” ucap yura, yang juga teman sekelasnya

“siwon sunbae?”

“iya, dia menunggumu di bangku depan, sana cepetan temui”

“ne, makasih ya”

“sunbae? Ada perlu denganku?” Tanya hyechan sopan

“ah, hyechan-sshi, maaf pagi-pagi sudah memanggilmu”

“enggak apa-apa, memang ada perlu apa?”

“hmm, kudengar kau tidak mengikuti klub apapun di sekolah kan?”

“iya, lalu?”

“jika tidak keberatan, maukah kau menjadi manajer klub basket kami? Karena manager kami sebelumnya akan pindah sekolah dan ia menyarankan ku untuk merekrutmu saja”

“wah, tapi aku tidak berpengalaman sebelumnya”

“mudah saja, kau hanya tinggal mengatur jadwal pertandingan dan latihan, bagaimana?”

“akan aku pikirkan lagi ya…”

“kumohon tolong dipertimbangkan ya, jika mau, kau bisa bertanya pada eun su, manager kami sebelumnya”

“ne, arraseo”

“kalau begitu, aku permisi dulu ya, kamsahamnida”

~TBC~

Cuap-cuap author :

i’m back !! hho, makasii bagi yang udah mau baca, apalagi meninggalkan sedikit komen dari readers *authornya mengharapkan komennya* kali ini gue mau nyoba bikin FF yang bersambung agak banyak ahh~ moga-moga pada suka yooo *bow*  (^_^)V

Namaku park hyechan. Umurku baru 17 tahun dan aku mempunyai 4 oppa yang sangat sayang padaku.

Oppaku yang pertama namanya leeteuk, 24 tahun. Dia ini anak tertua di keluarga kami. Pekerjaannya adalah seorang model. Dia ini yang paling protect terhadap ku dari para oppa-ku lainnya. Karena dia adalah kepala keluarga kami, ya, orang tua kami sudah tiada. Ibuku meninggal 2 tahun yang lalu karena sakit jantung dan ayahku meninggal saat aku masih umur 5 tahun.

Oppa ku yang kedua bernama heechul, 23 tahun. Pekerjaannya…enggak jelas. Dia lebih sering dirumah. Entah sampai kapan dia mau menganggur. tapi kadang dia juga suka iseng ikut-ikut audisi model gitu. Dia juga sangat protect padaku, karena dia dirumah terus, kemana aku pergi pasti dia selalu mengikutiku, itu adalah perintah dari leeteuk oppa.

oppa ku yang ketiga  bernama kangin, 22 tahun. Dia ini adalah oppa ku yang pualing galak ! jika ada teman cowok yang mendekatiku, langsung di tantang adu balap motor dengannya. Yah, alasannya karena cowok itu bukan cowok yang baik untukku.

Dan oppa ku yang terakhir namanya kyuhyun, 20 tahun. Dia ini sebenarnya sangat baik dan perhatian, tapi sifatnya itu yang cuek banget dan kalo ngomong suka ceplas ceplos. Paling enggak bisa dekat sama cewek, makanya sampai sekarang dia belum pernah pacaran. Dia hanya dekat dengan 2 wanita, yaitu aku dan ibuku.

Kenapa mereka sangat protect padaku? Karena sejak kecil aku mengidap penyakit jantung turunan. Ibuku meninggal karena jantung yang diturunkan dari nenekku. Maka dari itu aku tidak boleh cepat lelah dan shock. Meski mereka galak, tapi terhadapku mereka sangat baik.

***

Pagi hari di rumah hyechan…

“kangiiiin bangun, kau tidak mau mengantar baraaaang??”  teriak leeteuk oppa dari dapur yang sedang menyiapkan sarapan

“hmmm, 5 menit lag..iii…zzzzz” jawabnya

“hyechan-ah, nanti oppa yang mengantarmu ke sekolah ya” ucap leeteuk oppa sambil menaruh lauk dimeja

“oppa, aku bisa naik bus kok” balas ku lalu mengambil lauk yang tersedia

“aish! tidak boleh, di bus pasti berdesakan…lagipula oppa lagi enggak ada jadwal”

“ne..ne..ne..arraseo, kyunnie oppa dan heechul oppa kemana?”

“kyu lagi lari pagi, kalo heechul masih molor tuh, abis karokean semaleman…” jawabnya lalu duduk bersamaku di meja makan

Beberapa menit kemudian…

“ayo oppa, aku sudah siap”

“iya, oh ya…ini obatmu yang terakhir, nanti sepulang kerja, oppa belikan lagi”

“enggak usah, aku aja yang jalan ya, lagipula nanti aku mau mampir ke toko buku”

“benar tidak apa-apa?” tanyanya khawatir

“iya, tenang aja, kalo ada apa-apa aku langsung hubungi oppa”

“okeii, ayo jalan”

***

Sesampainya di sekolah…

“hati-hati ya…” ucap leeteuk oppa

“ne, annyeong oppa” pamitku tak lupa mengecup pipi kanannya

“hyechaaaan” panggil sungmi, sahabatku dari belakang

“eh, pagi sungmi, sudah mengerjakan tugas dari lee sosaengnim?”

“belum semua, hehe..habis aku tidak mengerti, aku lihat punyamu yah”

“hmm, kau ini tidak pernah berubah ! ini” ucapku

“huwaaa, gomawoyo my best friend, hehe..eh nanti jadi ke toko buku kan?”

“iya jadi”

“nanti oppa siapa yang akan ikut?”

“ah, tidak ada yang ikut”

“tumben sekali, memang ada apa?”

“enggak, mereka lagi sibuk kali”

***

Di dalam kelas…

“pagi anak-anak..”

“pagi sosaengnim..”

“silahkan masuk” ucap park sosaengnim pada seseorang dari luar pintu kelas, tak lama masuklah seorang namja tapi tidak memakai seragam yang kami pakai sekarang

“silahkan perkenalkan dirimu”

“annyeonghasseyo, choneun kim kibum imnida” ucapnya sambil membungkukkan badan. Kulihat para yeoja di kelas ku langsung menatapnya kagum. Yah, dia memang namja yang tampan dan manis, tapi sepertinya dia tidak ramah. Bisa dilihat saat dia memperkenalkan dirinya tadi sangat dingin

“kibum, kau bisa duduk dengan minho” tunjuk sosaengnim pada bangku sebelah minho yang kosong di pojok kelas

***

“aah, aku pusiiing, berkali-kali aku tetap tidak mengerti rumus-rumus ituu” keluh sungmi. Bel baru saja berbunyi, semua siswa langsung keluar kelas, di kelas hanya ada aku, sungmi dan minho. sedangkan kibum sedang asik tidur.

“hei, kalian tidak ke kantin?” Tanya minho yang menghampiri meja kami

“aku bawa bekal, kau mau?” tawarku

“hmm, sepertinya lezat” minho langsung mengambil telur gulung buatan teuki oppa

“eh minho, bagaimana anak baru itu?” bisik sungmi

“ah, anak itu jutek sekali, aku coba memperkenalkan diri, dia Cuma jawab ‘oh’, gitu doang” jawab minho pelan

“yah, kelihatan kok, mukanya rada jutek” lanjutku

“dia itu murid pindahan dari mana ya? Pasti pindah gara-gara punya masalah” tebak sungmi masih sambil bisik-bisik

“heh, kenapa jadi gossip gini sih” tegurku

“aih, kau ini hyechan, memang alim” goda minho

“haha, tapi aku memang benar kan?”

***

Sepulang sekolah, aku dan sungmi langsung menuju ke toko buku…

“hyechan-ah, kita makan eskrim disana dulu yuk” ajak sungmi

“ayo…aduuuh” saat sedang jalan tiba-tiba ada seseorang yang menabrakku dari belakang sampai aku pun terjatuh dan sepertinya lututku terluka tapi orang yang menabrak ku terus lari tanpa menoleh kebelakang

“hyaa !! kalo jalan liat-liat, enggak minta maaf lagi !” bentak sungmi, tapi orang yang diteriaki tidak menghiraukan

“hyechan, gwenchana yo?” di membantuku bangun

“ne, hanya lecet dikit”

“aish ! dasar cowok enggak tau diri” makinya

“udahlah, lagian aku Cuma lecet, kali aja dia itu lagi buru-buru” ucapku. Setelah sampai di kedai eskrim, sungmi langsung mengobati lutut ku

“tapi tetep aja, lagipula aku enggak mau ya dimarahin sama heechul oppa-mu gara-gara adik kesayangannya ini luka saat jalan bersamaku” cerocosnya panjang lebar, aku hanya tersenyum melihatnya marah-marah seperti itu. Dia memang sangat baik padaku, tapi kadang kebaikannya itu juga bikin aku gerah, sama seperti para oppa ku. Mereka terlalu takut akan penyakit yang ku derita.

“gomawo yo sungmi, kau sahabat terbaikku…” ucapku tulus padanya

“hmm, iyaiya, tapi aku heran denganmu, sifat lemah lembutmu itu turunan dari siapa sih? Padahal kakak mu lelaki semua dan perilakunya juga sangat macam-macam”

“hah?? Haha, kau ini ada-ada saja”

“iya kan? Apalagi kangin oppa, dia itu enggak ada tampang lemah lembutnya, ingat kan saat aku dan wookie ke rumah mu dan menyangka wookie itu adalah pacarmu, langsung di ajak balapan motor dan sampai sekarang dia kapok untuk dating ke rumahmu! haha”

“haha, kau ini…eh itu bukannya kibum ya?” ucapku yang tidak sengaja melihat kibum sedang dikerubungi namja yang sepertinya juga seumuran dengan kami

“eh, iya, mereka kenapa ya?” sahut sungmi

“kayaknya dia di kepung deh, kita bantuin yuk” ajakku, aku memang tidak tega melihat ada orang dikeroyokin

“plis deh, jangan cari gara-gara, pura-pura enggak tahu aja, udah yuk, langsung ke toko buku”

***

Author POV

Hari menjelang sore. Hyechan dan sungmi baru saja keluar toko buku. Karena hyechan mau ke apotik dulu dia berpisah dengan sungmi.

“aduh hyechan, aku benar-benar tidak enak padamu” kata sungmi cemas

“tak apa, lagipula jarak dari sini ke rumahku dekat, kasihan ibumu dirumah pasti sangat repot menjaga toko, sudah sana cepat pulang” hyechan menyakikan sungmi

“baiklah, jika ada apa-apa hubungi aku ya”

“ne, arraseo…dadah” pamit hyechan

“daaah, hati-hati hyechan-ah”

Setelah hyechan keluar dari apotek, ia melihat sesosok pria yang ia kenali lewat bajunya sedang meringkuk kesakitan. Bajunya terlihat sangat kotor karena terkena tanah. Ia pun mendekati pria tersebut.

“kibum-sshi?” Tanya hyechan

Kibum menoleh sedikit, tapi langsung menundukkan kepalanya lagi

“kau, itu…tanganmu berdarah” ucap hyechan sambil menunjuk kea rah tangan kibum yang terkena goresan kaca

“tunggu sebentar…” hyechan pun kembali masuk apotek dan keluar lagi membawa perban dan obat merah

“mau apa kau?” tanya kibum dingin

“ya mengobati lukamu, sini tanganmu” ucap hyechan

“aku tidak apa-apa, sudah jangan hiraukan aku” tolak kibum

“jika dibiarkan bisa infeksi tahu !” hyechan tidak mau kalah, lalu menarik tangan kibum dengan kasar

“HYAA!! “

“diam ! jangan banyak protes, aku sebagai teman sekelas hanya ingin menolongmu saja !” ucap hyechan dengan sigap ia mengobati luka kibum

“cih, jangan sok baik denganku ! kau belum tahu siapa aku”

“aku tidak peduli kau itu siapa, aku hanya berusaha menolong orang yang kesakitan…nah sudah selesai”

“jika begini aku berhutang budi padamu”

“aku tidak merasa kau punya hutang budi padaku, aku hanya mau menolong dengan ikhlas, tanpa pamrih, sini, bibirmu juga berdarah” hyechan lalu mengusap sudut bibir kibum yang luka karena pukulan

“aaahh, pelan-pelan, sakit tahu!” omel kibum, hyechan hanya tersenyum kecil ‘dia memang tampan’ batin hyechan

Selagi hyechan mengobati kibum, seseorang memanggilnya dari belakang…

“hyechan-ah” panggil lelaki yang ternyata kyuhyun

“oppa…” hyechan pun menoleh

“sedang apa kau? Ayo pulang” ucap kyuhyun dingin

“ne, oppa…ini bersihkan sendiri ya lukamu” hyechan pun langsung meninggalkan kibum dan beralih pada kyuhyun, kibum hanya tersenyum sinis dan berkata “hah, dasar gadis lugu”

Di jalan menuju rumah…

“dia itu siapa?” Tanya kyuhyun, tapi nada bicaranya tidak sedingin tadi

“kibum, dia teman sekelasku”

“tapi seragamnya beda denganmu”

“dia anak baru, aku hanya menolongnya karena dia habis dipukuli orang”

“mwo?! Hyechan-ah, kau ini baru mengenalnya, belum tentu dia itu pria baik-baik”

“tapi aku hanya berusaha menolongnya oppaa…” rengek hyechan

“hmm, kau itu terlalu baik” ucap kyuhyun sambil mengacak rambut hyechan pelan

“ah, oppa, kau ita sama saja dengan sungmi, memang salah menjadi orang yang baik?”

“sungmi?”

“iya, temanku yang suka datang kerumah”

“ooh”

“kau itu tidak peka yah? Dia itu sahabatku oppa..”

“iya, aku kan tidak pernah memperhatikan temanmu..”

“kecuali jika temanku seorang namja, Iyakan?”

“haha, itu kau tahu, eh tadi disuruh heechul hyung untuk beli makanan”

“memang tadi oppa habis dari mana?”

“aku disuruh mencarimu, ayo..”

***

Hyechan POV

Tok..tok..tok…

“hyechan-ah?” sapa heechul oppa dari depan pintu

“ne oppa, masuk aja…” jawabku dari atas lemari

“hyechan, kau dimana?” ia celingak-celinguk mencari diriku

“aku disini oppa” balasku sambil melambaikan tangan

“hyaa ! apa yang sedang kau lakukan diatas sana?? ayo turun, nanti kau jatuh !” bentaknya

“eh? Heheheee, sebentar, aku lagi nyari buku ku”

“nanti aku yang carikan, ayo cepat turun !”

“memang buku apa yang kau cari?” Tanya nya setelah aku turun dari lemari

“buku diary ku yang warna ungu, kayaknya kemarin aku taruh di laci, tapi sekarang enggak ada dimanapun, oppa lihat tidak?” tanyaku cemas

“buku warna ungu? Yang didepannya ada foto omma?”

“iya, kau lihat oppa?” tanyaku semangat

“kemarin aku lihat ada di kamarnya kangin”

“mwo?! Akh, pasti dia sengaja mengambilnya!” aku pun langsung menuju kamar kangin oppa. Dan benar saja saat aku buka kamarnya dia sedang asik baca buku diaryku !!

“OPPAAAA !!!” teriakku

“ne?”

“kembalikan diarykuuu !!!” bentakku

“ah, hyechan-ah…” dia Cuma cengengesan aja

“siapa yang mengizinkan oppa membacanya !” omelku

“hehehe, habis kemarin oppa lagi cari gunting, eh malah nemu buku ini, ini deh oppa kembalikan”

“iiihhh, oppa udah ngelanggar privasiku !”

“mian hyechan-ah” kangin oppa memelas. Meski dia sangat galak, tapi jika aku sudah marah, dia bisa menjadi orang yang sangat penurut, haha.

“sini bukunya !” aku pun langsung kembali ke kamarku

BRAKK !! kubanting pintu kamar dengan keran. Dan aku yakin satu isi rumah tahu jika aku sedang marah.

“hei kangin-ah, kenapa lagi si hyechan?” Tanya leeteuk oppa yang lagi nonton TV

“dia itu baca buku diarynya hyechan” celetuk heechul oppa yang dari tadi udah ngeliat aku ngebentak kangin oppa di kamarnya

“aish kau ini !”

“habis, aku kan penasaran hyung”

“minta maaf sana” suruh leeteuk oppa

“iya, ini juga mau minta maaf” kangin pun menuju kamarku

“hyechan sayaaaang” bujuknya, tapi aku tidak menjawabnya

“maafin oppa, oppa baru baca dikit kok”

“TAPI TETEP AJA OPPA UDAH BACA !” teriakku dari dalam kamar, dan itu makin membuat kangin oppa menciut

“oppa benar-benar minta maaf, pliiis jangan marah yaa” ia membuka pintu kamarku pelan dan menghampiriku yang menutupi wajahku dengan bantal

“hyechan-ah, jangan marah ya, kau tahu sendiri kan oppa enggak sanggup kalau kau ngambek sama oppa”

“kalau oppa tahu begitu, kenapa bikin aku marah?!” balasku masih dengan bantal yang menutupi wajahku

“oppa janji deh enggak bakal kayak gitu lagi, kamu mau apa?oppa turuti”

Aku melihatnya dan berkata “oppa mau menyogokku?”

“ya, apapun permintaanmu, oppa turuti deh” janjinya dengan tangannya membentuk huruf V.

***

Author POV

Keesokan harinya di sekolah hyechan baru saja sampai di kelasnya. Dicarinya sungmi, tapi sepertinya ia belum datang.

“hyechan-ah, di panggil siwon sunbae tuh…” ucap yura, yang juga teman sekelasnya

“siwon sunbae?”

“iya, dia menunggumu di bangku depan, sana cepetan temui”

“ne, makasih ya”

“sunbae? Ada perlu denganku?” Tanya hyechan sopan

“ah, hyechan-sshi, maaf pagi-pagi sudah memanggilmu”

“enggak apa-apa, memang ada perlu apa?”

“hmm, kudengar kau tidak mengikuti klub apapun di sekolah kan?”

“iya, lalu?”

“jika tidak keberatan, maukah kau menjadi manajer klub basket kami? Karena manager kami sebelumnya akan pindah sekolah dan ia menyarankan ku untuk merekrutmu saja”

“wah, tapi aku tidak berpengalaman sebelumnya”

“mudah saja, kau hanya tinggal mengatur jadwal pertandingan dan latihan, bagaimana?”

“akan aku pikirkan lagi ya…”

“kumohon tolong dipertimbangkan ya, jika mau, kau bisa bertanya pada eun su, manager kami sebelumnya”

“ne, arraseo”

“kalau begitu, aku permisi dulu ya, kamsahamnida”

6 thoughts on “My Girl [part 1]

  1. dhikae berkata:

    bgs critanya
    aku jg mw pny oppa yg ckep2 gitu..wkwkkwk *plakk*
    hyechan bruntung bgt… *ngayal ndiri*
    lanjutin author

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s