To Love You More [ part 2 ]


Don’t go you know you will break my heart
She won’t love you like I will
I’m the one who’ll stay
When she walks away
And you know I’ll be standing here still…

Ingatanku melayang pada 5 tahun silam, lembaran pahit itu pun terbuka kembali…

Author POV

juni 2005…

“rin rin-ah…saranghaeyo” ucap seorang lelaki yang sedang berdiri sambil memegang sebuket bunga dihadapan gadis yang selama ini diam-diam dia cintai

“kyuhyun-ah…” gadis itu hanya bisa melongo, tidak percaya cintanya akan terbalas juga oleh seorang namja yang sangat famous dan banyak penggemarnya di kampusnya ini

“apa kau mau menerimaku?” ia bertanya lagi

Gadis itu tersenyum dan mengangguk pelan “nado saranghaeyo” jawab gadis itu dan menerima buket bunga.

***

Saat ini rin rin dan kyuhyun sedang duduk dipinggir danau dekat kampus mereka

“oppa…” panggil rin rin

“ne?”

“kenapa kau memilihku?”

“kenapa ya?” ledeknya dengan senyum khasnya

“aah, jawab doong…di kampus ini kan kau sangat terkenal, banyak yang suka padamu dan juga ban…” rin rin belum selesai menyelesaikan ucapannya tapi langsung di tutup oleh bibir kyuhyun.

“oppa…” pipi rin rin bersemu merah, ini adalah ciuman pertamanya

“jika aku memang terkenal dan banyak yang suka, kenapa aku tidak boleh memilihmu?” ia bertanya balik

“hmmm…” rin rin tidak bisa menjawab, ia hanya menundukkan kepalanya karena malu

“aku yakin kau adalah wanita yang ditakdirkan untukku…teruslah berada disampingku” jelas kyuhyun, rin rin pun mengangkat wajahnya dan memandang kyuhyun lama “gomawo oppa”

***

Tidak terasa sudah hampir 2 tahun mereka menjalani hubungan. Sampai pada saat kedua nya sedang disibukkan oleh kegiatan masing-masing. Kyuhyun yang sedang menyelesaikan kuliahnya dan rin rin yang juga sedang memulai bisnis weeding organizer dengan tantenya, chaerim. Kyuhyun sendiri berencana untuk melamar rin rin malam ini langsung bertemu dengan kedua orang tua rin rin.

“onni, dia udah datang tuh !” seru ra ra

“tolong kau temani dulu sana, sebentar lagi aku turun…” ucap rin rin yang masih sibuk dandan

“aiih, onni udah cantik kok” ledeknya lalu turun kebawah untuk menemuni kyuhyun

Kyuhyun member hormat kepada kedua orang tua rin rin. “malam ahjussi, ahjumma…”

“malam” jawab ayah rin rin

“kedatangan saya kemari bermaksud untuk meminta restu dari ahjussi untuk melamar rin rin…”

“ehmmm, kami selaku orangtua dari rin rin sendiri pasti merestui hubungan kalian berdua” jawab ayah rin rin tegas tapi lembut. Terlihat senyuman merekah dari bibir rin rind an kyuhyun

“kamsahamnida ahjussi, saya berjanji akan membahagiakan rin rin” janji kyuhyun.

Setelah acara lamaran, mereka pun makan malam bersama.

***

Kyuhyun POV

“abeoji…” paggilku pada ayahku yang sedang berkutat dengan setumpuk kertas kerjanya

“ah, kebetulan, ada yang ingin ayah bicarakan padamu” balasnya, aku duduk di depan mejanya.

“ada apa? Sepertinya penting sekali?”

“sebentar lagi kau akan menjadi sarjana ekonomi dan perusahaan ayah di singapore sedang dalam masa kritis, ayah ingin kau yang mengendalikan perusahaan disana”

“Mwo?! Apa tidak terlalu cepat, lagipula aku belum berpengalaman…” ucapku pasrah

“kyuhyun-ah, hanya kau penerus ayah dan ayah yakin kau pasti bisa…sekarang apa yang mau kau bicarakan?”

“aku…sudah melamar seorang gadis”  ucapku pelan

“apa?!”

“iya, dan aku berencana menikahinya setelah aku lulus nanti”

“tidak bisa, ayah tidak setuju!” jawab ayah tegas

“tapi kenapa?” aku tidak percaya ayah akan menolak

“ayah tahu yang terbaik untukmu, dan jika kau menikah sekarang, itu  terlalu cepat dan jika kau ingin menikah ayah akan carikan jodoh yang pantas untukmu!”

“ayah tahu dari mana yang terbaik untukku?!” aku mulai emosi “…dan hanya dia yang aku cintai…” lirihku

“kyuhyun-ah, jangan buat ayah tambah pusing, pokoknya kau harus menuruti semua aturan ayah!”

“hah?! Sejak dulu aku selalu mengikuti kemauan ayah, tapi sekali saja ayah mengerti kemauanku, hanya aku yang tahu apa yang terbaik untukku!” ucapku lalu pergi meninggalkan ruangan ayah.

“aarrrghh!!!” aku memukul stir mobilku. Aku tidak percaya apa yang dikatakannya barusan. Dari kecil aku selalu menuruti semua perintahnya tanpa membantah, tapi sedikitpun ia tidak pedulikan kemauanku.

Kriiiiingg

“yeobseyo?”

“oppa, kau dimana?” Tanya rin rin

“habis dari kantor appa…kau lagi dimana?”

“hmm, baru saja keluar kampus..”

“ya sudah, aku kesana, tunggu aku ya…”

“ne, arraseo, aku tunggu di dekat danau yaa..”

Aku langsung bergegas menuju danau. Sesampainya disana, kulihat ia sedang duduk manis menatap danau. “hei” sapaku. “oppa…sini duduk” aku duduk disebelahnya, ia langsung menaruh kepalanya dibahuku.

“sudah bicara dengan ayahmu?”

“hmm, sudah”

“lalu?”

“…iya, dia setuju…hmmm bahkan sangat senang” aku terpaksa berbohong, aku tidak mau dia jadi sedih

“lalu kapan aku bisa bertemu dengannya?”

“se..secepatnya, jika saat ini beliau sedang sibuk”

“ooh, arraseo…” ucap rin rin dengan seyuman yang sangat aku sukai

***

Author POV

berulang kali kyuhyun terus membujuk ayahnya untuk menerima rin rin, tapi sang ayah masih tetap pada pendiriannya. Kyuhyun yakin dia masih memiliki kesempatan untuk menerima restu dari ayahnya sampai pada ayah kyuhyun mengalami serangan jantung…

kriiing *ponsel kyuhyun berdering*

“sebentar jagi…” ucap kyuhyun pada rin rin yang saat itu mereka sedang melihat-lihat baju

“ne…”

“Mwo?! Arraseo, aku segera kesana…” kyuhyun panic ketika diberitahu bahwa ayahnya masuk rumah sakit

“waeyo oppa?” Tanya rin rin

“abeoji…kena serangan jantung, aku harus kerumah sakit sekarang…”

“aku ikut”

“jangan dulu, nanti jika keadaan sudah membaik, akan aku hubungi lagi, arraseo?”

“n…ne, hati-hati oppa”

Di rumah sakit…

Ibu kyuhyun duduk di depan kamar rawat ayahnya. Terlihat ia sangat shock.

“omma…”

“kyuhyun-ah”

“bagaimana keadaan ayah?” ucap kyuhyun sambil merangkul ibunya

“kritis, omma…omma takut kehilangan dirinya” isak ibu kyuhyun

“…”

“kyuhyun-ah, omma mohon, turuti keinginan ayahmu”

“…omma, “ berat bagi kyuhyun untuk menurutinya, ia sangat mencintai rin rin dan tidak ingin membuat hati rin rin sedih

“omma mohon padamu, ayahmu terlalu stress karena memikirkan dirimu dan semua perusahaannya”

“hhhh…arraseo, aku mengerti…”

***

“aahhh…ottokhae rin rin-ah…” ucap kyuhyun. Ia sedang berada di pinggir sungai han. Setelah ia bisa menenangkan ibunya ia keluar untuk menenangkan dirinya sendiri. Ia juga bingung, tidak tahu apa yang harus ia lakukan. Ia sudah terlanjut berjanji pada ayah dan ibunya untuk pergi ke Singapore dan melepas rin rin, tapi bagaimana dengan perasaan rin rin dan keluarganya.

“saranghaeyo rin rin-ah, maaf aku harus meninggalkanmu…” kyuhyun mulai menangis, menangisi cintanya yang mungikin tidak akan pernah bersatu dengan rin rin.

***

Di kamar rin rin

“andwae..oppa !! jangan pergiii !!!” rin rin terbangun dari mimpi buruknya. “aahhh…mimpi apa aku barusan?” rin rin menghapus keringat di keningnya. Ia duduk bersandar di tempat tidurnya, firasatnya sangat tidak enak. Ia terus memikirkan kyuhyun, dalam mimpinya ia melihat kyuhyun terus pergi menjauh. Dilihat handphonenya, tapi tidak ada balasan dari kyuhyun. ‘kemana dia, kenapa tidak ada kabar’ rin rin pun mengirim sms ke kyuhyun lagi…

***

Di rumah sakit…

Ddrrrrrtt

Kyuhyun membuka hanphonenya,

Sender : My Jagiya

Oppa, ottokae yo? Bagaimana keadaan ahjussi?? :(aku khawatir, tidak ada kabar darimu…

Kyuhyun menghela nafas panjang. Sejak tadi siang ia belum memberi kabar pada rin rin. “mianhae jagiya…” hanya itu yang bisa kyuhyun ucapkan. Ia pandangi ayahnya yang masih belum siuman dan mendekati ranjang ayahnya, dipegang punggung tangan ayahnya. “abeoji…cepatlah bangun, aku akan turuti apapun keinginanmu…”

***

Keesokan harinya ayah kyuhyun bisa melewati masa kritisnya, tetapi masih harus tetap dirawaat intensif. Kyuhyun senang karena ayahnya sudah siuman, tapi dalam lubuk hatinya, ia takut akan janjinya pada sang ayah.

“bagaimana dengan keadaan ayah saya dok?” Tanya kyuhyun di ruang dokter

“beliau sudah bisa melewati masa kritisnya, tetapi sebaiknya kita harus melakukan operasi jantung…”

“apa tidak membahayakan?”

“jika operasi dilakukan dalam waktu dekat ini, kemungkinan akan berhasil sangat besar, jadi tolong dipertimbangkan lagi…”

“ne, arraseo dokter, kamsahamnida”

Di kamar rawat…

“abeoji…”panggil kyuhyun

“ah, kyunnie…” sapa ayahnya dengan raut wajah yang sudah lebih cerah

“gwenchana yo?” Tanya kyuhyun

“ne, appa sudah sehat…”

“barusan aku konsultasi dengan dokter…aku harap ayah mau melakukan operasi”

“operasi?”

“iya yeobo…” sahut ibu kyuhyun

“kemungkinan berhasilnya sangat besar” timpa kyuhyun

“hmmm, tapi…”

“yeobo, kau tidak usah mengkhawatirkan perusahaan, ada kyuhyun yang akan mengurus semuanya” jelas ibunya

“ne, aku akan mulai belajar, jika perlu ayah operasi di singapore saja, peralatan rumah sakit disana lebih canggih”

Ayahnya tersenyum dan berkata “geure, ayah akan operasi, gomawo kyuhyun-ah, kau anak kebanggaan ayah…”. Kyuhyun berusaha memaksa untuk tersenyum ‘ne appa, demi menjadi anak kebangganmu, aku rela mengorbankan kebahagiaanku…’ ucap kyuhyun dalam hati.

***

Kriiiiing…

Ponsel rin rin berdering. Tertera nama kyuhyun di layarnya.

“oppa!!” jeritnya senang

“jagiya…”

“aku sangat mengkhawatirkanmu, sejak kemarin aku tidak pernah memberi kabar…”

“mianhae yo”

“bagaimana keadaan ahjussi?”

“ayah sudah siuman…”

“benarkah?? Ahh, syukurlah…” ucap rin rin lega

“rin-ah, besok ada waktu?”

“tentu saja oppa, kau istirahatlah, pasti sangat lelah…”

“ne, besok aku jemput ya…”

“oke, bye oppa…”

“bye…”

Tut tut tut tut

***

“hari ini kita mau kemana?” Tanya rin rin yang saat ini sudah berada di mobil bersama kyuhyun

“hmmm, pokoknya kita senang-senang aja, hehe” balas kyuhyun

Seharian penuh mereka bersama, kyuhyun mengajak rin rin ke taman hiburan. Awalnya rin rin merasa sedikit aneh dengan kelakuan kyuhyun hari ini. Selama mereka pacaran, kyuhyun tidak pernah mengajaknya kencan ke tempat hiburan. Tingkah kyuhyun hari ini benar-benar seperti anak kecil, rin rin saja sampai kewalahan menanggapi kyuhyun yang mau mencoba seluruh wahana permainan.

“aduuh oppa, kita istirahat dulu yah” ucap rin rin yang sudah kelelahan

“hmm, geure…kita duduk disana saja ya” ajak kyuhyun

——

“gomawo jagi…” ucap kyuhyun

“untuk?”

Kyuhyun hanya tersenyum lalu tidur di pangkuan rin rin. “ oppa, hari ini kau kenapa sih?” Tanya rin rin heran

“enggak kenapa-napa, aku hanya senang aja, seharian kau mau menemaniku”

“aish ! kau bicara seperti itu kayak mau pergi jauh aja…” ucap rin rin

‘iya rin…aku memang akan pergi’ ucap kyuhyun dalam hati.

“oppa, kita naik bianglala yuk” ajak rin rin

“kau sudah enggak lelah?”

“enggak, abis itu kita pulang deh…”

“oke, eh sebentar dulu ya jagi…aku mau ke toilet dulu…”

“yaudah, aku tunggu disini”

“eh ini, nitip hape ya..”

Selagi menuggu kyuhyun, ponsel kyuhyun berdering, ada sms masuk dan dibuka oleh rin rin…

Sender : eomma

Kyunnie-ah, kau masih dimana? Cepat pulang, kau belum siapkan barangmu, omma masih mau kerumah sakit lagi

‘siapin barang? Untuk apa? Oppa mau kemana?’ semua pertanyaan muncul di benak rin rin.

“ayo rin…” ajak kyuhyun, tapi tangannya di tahan oleh rin rin

“waeyo?” Tanya kyuhyun

“oppa…mau kemana?” Tanya rin rin

“mwo?!”

“ini…kau mau pergi kemana?” Tanya rin rin sambil menunjukkan isi sms dari ibunya. Kyuhyun sedikit terkejut dan ia duduk lagi di bangku dengan wajah yang tertunduk.

“kenapa oppa?” Tanya rin rin lembut

“aku…appa harus operasi dan besok kami akan berangkat ke Singapore” jawab kyuhyun tanpa melihat wajah rin rin

“Mwo?! Kenapa tidak bilang padaku?” Tanya rin rin

“mianhae jagiya…aku telah berbohong padamu…”

“oppa, aku bingung, sebenarnya apa yang terjadi” ucap rin rin yang semakin tidak mengerti apa yang kyuhyun ucapkan

“aku berbohong jika appa menerima hubungan kita”

“ja..jadi?” air mata rin rin sudah tak tertahankan

“appa menolak keras hubungan kita”

“alasannya?” Tanya rin rin dingin

“aku harus melanjutkan perusahaan yang appa pimpin…aku terus berusaha membujuknya agar mau menerima kau, tapi appa malah jatuh sakit”

“kenapa tidak bilang dari awal padaku?” isak rin rin

“mianhae jagi, aku juga tidak tahu harus bagaimana, di satu sisi aku tidak mau kehilanganmu tapi di sisi lain, appa membutuhkan aku…” jelas kyuhyun pasrah

Tak tahu lagi apa yang harus rin rin katakan. Ia terlalu shock dengan apa yang baru diucapkan kyuhyun. Kyuhyun memandang kekasihnya itu, lalu memeluknya erat, tapi pelukannya tidak dibalas oleh rin rin, Ia hanya diam terpaku.

“saranghae rin rin-ah…” ucap kyuhyun

“…”

Rin rin melepas pelukan kyuhyun. Ia tatap namja yang sangat ia cintai ini perlahan menangis. “kenapa kau enggak bilang dari awal?” Tanya rin rin dingin, kyuhyun menatap kedua mata rin rin dalam dan berkata “sulit untuk mengatakannya padamu…aku juga sangat bingung, apa yang harus aku lakukan…”

“jika aku enggak baca sms dari ibumu, kamu enggak bakal bilang kalau besok pergi kan?” ucap rin rin dengan emosinya yang sudah tidak tertahankan. “aku…”

oppa jahat !!” kemudian rin rin pergi meninggalkan kyuhyun.

“rin rin-ah” Kyuhyun berusaha mengejarnya dan menarik tangannya lalu mencoba untuk memeluk rin rin, meski rin rin terus meronta “ottokhae…oppa…” jerit rin rin dalam pelukan kyuhyun, tangisannya makin kencang, untung saja suasana taman ria sudah tidak begitu ramai.

“kau mau menungguku?” ucap kyuhyun

“apa ada kepastian kau akan datang kembali padaku?” Tanya rin rin masih dalam pelukan kyuhyun

“aku akan terus berusaha membujuk appa, ku mohon tunggu aku”

“sampai kapan aku harus menunggumu?”

“sampai aku bisa membuktikan pada appa bahwa aku bisa menjadi pemimpin perusahaan yang baik”

“lalu aku?”

“tentu juga dirimu…hanya kau lah yang harus menjadi pendamping hidupku rin rin-ah…” jelas kyuhyun. Mendengar ucapan kyuhyun rin rin makin mengeratkan pelukannya. Setelah rin rin tenang, mereka pulang. Selama perjalanan tidak ada yang mereka bicarakan. Mereka diam pada pikiran masing-masing. Rin rin sendiri masih merasa ragu untuk tetap menunggu kyuhyun, tapi ia juga tahu bahwa ia tidak bisa lepas dari kyuhyun. Kyuhyun adalah cinta pertama dan pacar pertamanya. tidak ada yang bisa mencintai kyuhyun sedalam cinta rin rin untuk kyuhyun

Sesampainya dirumah rin rin…

Mereka masih diam, sampai rin rin mau membuka pintu mobil “jagi…kau percaya padaku kan?” Tanya kyuhyun sambil memegang tangan rin rin

“aku…aku percaya padamu, tapi…aku bingung, hatiku sangat galau” jelas rin rin, ia mulai menangis lagi

“mianhae jagiya…aku pasti akan sering mengabarimu, ku mohon tunggu aku…” ucap kyuhyun berusaha meyakinkan rin rin

“…geure, aku pegang janjimu…”

“gomawoyo jagiya…” ucap kyuhyun lalu mengecup kening rin rin

***

Semalaman rin rin tidak bisa tidur. Ia terus memikirkan kyuhyun. Apa yang harus ia katakan pada kedua orang tuanya.

—–

“aish!! Kenapa aku sampai kesiangan sih!” gerutu rin rin. Kini ia sedang dalam perjalanan menuju bandara. Kyuhyun akan naik pesawat pertama pagi ini dan ia kesiangan karena dia baru bisa tidur jam 4 subuh. Setelah memarkirkan mobilnya, ia langsung berlari ke terminal keberangkatan.

—–

“kyunnie…ayo” ajak ibunya

“omma, masuk duluan saja, nanti aku menyusul” ucap kyuhyun. Ia masih berharap rin rin akan datang

—–

Rin rin terus berlari ‘oppa, tunggu aku…’ batin rin rin

—–

‘jagiya…kau dimana?’ kyuhyun mulai cemas, karena pesawat sudah boarding

“kyunnie, ayo…sudah tidak ada waktu lagi” ucap ibu kyuhyun

“ne, omma…” kyuhyun berjalan lesu, ia sempat menengok kebelakang, tapi sosok orang yang ia cari tidak kunjung muncul.

——

“maaf, apa penerbangan ke Singapore sudah berangkat?” Tanya rin rin pada security

“baru saja take off nona…” jawab security tersebut

“a..pa…” air mata rin rin mengalir deras, ia terduduk lemas dilantai, tidak peduli banyak orang melihatnya aneh

“oppa…mianhae, aku tidak sempat mengucapkan perpisahan…aku mau menunggumu…” isak rin rin

“rin rin?!” panggil seorang lelaki

“sungmin-ah…” rin rin sempat melihat wajah sungmin, sahabatnya, tapi setelah itu ia jatuh pingsan

***

Waktu berjalan. 6 bulan pertama kyuhyun masih rutin menghubungi rin rin, lewat webcam atau email. Hal tersebut meyakinkan rin rin untuk tetap menunggu kyuhyun. Tapi setelah itu kyuhyun mulai jarang menghubunginya, email rin rin pun sangat jarang dibalasnya. Rin rin sedikit kecewa dengan kyuhyun. Ia mulai putus asa dan kedua orang tua rin rin pun sangat marah dengan kyuhyun, terutama ibu rin rin.

3 tahun berlalu. Selama itu pula ia memendam perasaanya. Ia tidak pernah berhubungan dengan lelaki lain, hanya sungmin yang selalu setia berada di sampingnya. rin rin  selalu menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Ibu rin rin selalu mencoba untuk memperkenalkan rin rin dengan anak lelaki teman nya, tapi rin rin selalu menolaknya. Ia masih belum bisa melupakan kyuhyun. Meski semua keluarga dan termasuk sungmin tidak pernah mengunkit-ungkit nama kyuhyun.

Flashback end

***

Park Rin rin POV

“kita tolak saja ya” ucap tante chaerim

“jangan, kita akan tetap mengambil project ini tan” ucapku datar

“apa kamu yakin? Tante ragu dengan keputusanmu”

“enggak apa-apa tan…lagipula udah 3 tahun yang lalu” aku berusaha untuk tersenyum “tan, aku balik ke ruanganku ya…” pamitku lalu pergi ke ruanganku.

Kuhempaskah tubuhku di kursi kesayanganku. Cho kyuhyun…pria itu muncul lagi dikehidupanku, tapi dengan calon istrinya. Aish ! air mata ini enggak mau berhenti. Jujur hatiku sangat sakit. Kami tidak pernah mengucapkan kata putus, makanya aku selalu menunggunya, meski aku tahu kesempatan untuk memilikinya lagi sangat kecil.

“rin?” sungmin masuk ke ruanganku, ku hapus air mataku

“kau habis nangis?”

“aniyo, hanya kelilipan saja” elakku

“kelilipan sampai matamu bengkak gitu?” ia mendekatiku dan mengusap air mataku

“…sungmiiiiiiinnn” aku memeluknya, dan menangis kencang, ia hanya mengelus pundakku

“sabar…kamu bisa hadapinnya”

“tapi…tapi gimana? aku sok kuat didepan tante, tapi nyatanya aku sangat rapuh…” isakku

“ayo, tenangkan dirimu…”

“kita mau kemana?” tanyaku

“ke tempat yang bisa bikin kamu tenang..ayo” sungmin menarikku keluar.

***

Sesampainya di taman pinggir sungai han. Aku masih diam, menundukkan wajahku.

“ini…” sungmin memberikan aku segelas cappuccino kesukaanku

“gomawo” ucapku pelan, lalu ia duduk disebelahku

“ahhh, cinta itu apa sih…” ucap sungmin

“mwo?!”

“cinta Cuma bisa bikin orang sakit hati dan rapuh…seperti dirimu”

“…”

“sudahlah…jika kau masih mau melaksanakan proyek ini laksanakan dengan baik…dan kau juga harus siap melepasnya” ucapnya yang membuat aku menangis lagi, lalu ia merangkul ku

“arraseo…” ucapku lirih

“carilah pria lain lagi…”

***

Lee Sungmin POV

Lihatlah dirinya. Semakin hari makin kurus. Hanya focus pada kerjaan, tidak memperhatikan pola makannya dengan benar. Semua karena 1 lelaki, cho kyuhyun.

‘rin rin-ah…apa kau begitu mencintainya hingga kau menyiksa dirimu sendiri seperti ini’ ucapku dalam hati

Aku tidak sanggup melihatnya seperti ini terus, dia sahabat sekaligus wanita yang aku cintai, yah, mengenalnya selama bertahun-tahun rasa cinta padanya pasti ada. meski aku sudah  melanggar perjanjian kita dulu.

Aku berusaha untuk selalu disampingnya, membuat ia selalu tersenyum. Tapi sedikit pun ia tidak melihatku. Jika aku adalah kyuhyun, aku tidak akan melepasmu rin-ah.

Sungguh aku tidak tega melihat wanita yang aku sayangi hidup seperti ini. Menunggu suatu kepastian yang sudah pasti tidak akan dapat ia dapatkan…

***

Park rin rin POV

Sesampainya dirumah, aku langsung masuk ke kamar. Merebahkan tubuhku. Ku ambil bingkai foto di meja sebelah tempat tidurku. Foto saat aku dan kyuhyun pertama kali kencan. Aku rindu dengan senyumannya, tawanya dan candaannya…

“oppa…ottokhae yo? Apa yang harus aku lakukan…aku coba untuk membencimu, tapi semakin aku mencoba untuk membencimu, aku semakin mencintaimu…”

Tok tok tok

“onni?” panggil ra ra dari luar kamarku

“ne?”

“gwenchana yo?” Tanya ra ra khawatir

“iya, onni gak papa”

“turun dulu yuk, kita makan”

“onni masih kenyang, kalian duluan aja”

“oh, baiklah…”

Rin rin, kau harus siap ! kyuhyun bukan milikmu lagi. Dia akan memulai hidup baru dengan wanita lain. Dia…ahh, pokoknya pura-pura enggak kenal kalo ketemu dengannya !! (TT__TT)

***

Author POV

Rin rin sedang berkutat dengan laptopnya, lalu masuklah hija, asistennya.

“rin rin-ah, ada klien kita…” ucapnya di depan pintu

“oh, suruh masuk aja…” ucap rin rin. Hari ini ia memang sudah ada janji dengan pasangannya kyuhyun.

“annyeonghasseyo…” sapa perempuan tersebut dan mendekati meja rin rin

“annyeong, selamat datang di Magenta wedding organizer kami” sapa rin rin

“ne, choneun shin min hyo imnida” ia memperkenalkan diri

“aku park rin rin, panggil rin rin saja…silahkan duduk min hyo-sshi…”

“ne, kemarin aku sudah kesini, tapi bertemu dengan tante anda”

“ah ya…tante ku sedang sibuk dengan project yang lain, jadi project anda akan saya pegang, hmm…kira-kira ingin konsep pernikahan seperti apa?”

“konsepnya aku ingin simple dan minimalis saja”

“okei…untuk gaun dan tuxedonya? Kebetulan saya juga mendesain gaun pengantin…ini ada beberapa contoh karya saya…” ucap rin rin seraya memberikan portofolio gaun pengantin

“hmmm, cantik sekali…mungkin untuk ini, akan saya diskusikan dengan tunangan saya”

“o-ooh ne…tapi, kenapa tunangan anda tidak datang?”

“dia masih sibuk di Singapore, mungkin minggu depan baru akan pulang…” jelas min hyo.

“ooh” ucap rin rin pelan. Dalam hatinya ia ingin sekali menangis, harusnya ia yang memilih gaun pengantin untuknya dan kyuhyun.

“mungkin aku akan sibuk sekali, jadi semua aku serahkan padamu ya rin rin-sshi?”

“pasti, anda hanya memberikan konsep yang anda inginkan dan saya yang akan mengaturnya…”

“hmm, okei…mungkin minggu depan saya akan kembali lagi untuk membicarakan konsep ini lebih lanjut lagi”

“tapi kapan rencananya anda akan menikah?”

“3 bulan lagi…tidak terlalu cepat kan?”

“ahh, tidak, itu waktu yang cukup untuk mempersiapkannya..”

“hmm, baikah, kalau begitu, saya permisi…annyeong” pamit min hyo

“ne, kamsahamnida” balas rin rin

Setelah min hyo keluar ruangan, rin rin menghela nafas panjang. Ia seperti habis berhadapan dengan singa yang sedang kelaparan. (=.=)?

“gwenchanayo rin-ah?” Tanya tante chaerim yang sudah ada didepanku

“ne, gwenchana tan…” jawabku lesu

“setelah ini apa yang akan kau lakukan?”

“mwo?”

“mau tante kenalin sama kenalan tante?”

“tante apaan sih? Jangan mulai kayak omma deh, ngejodoh-jodohin aku”

“terus mau sampai kapan kamu kayak gini terus…”

“tan, I’m fine…aku bisa ngadepin ini semua…” ucap rin rin yakin

“ya baguslah kalau kau yakin”

***

Park Rin rin POV

Hari ini aku pulang larut lagi. Saat aku masuk rumah, sepertinya semua orang rumah sudah tidur. Saat aku ingin masuk ke kamarku, appa memanggil dari ruang kerjanya…

“rin?”

“ne appa?” aku menoleh

“kau baru pulang?” appa menghampiriku

“hehe, iya pa…appa belum tidur?”

“belum, tadi masih ada kerjaan…apa kamu sangat lelah?”

“enggak juga, emang kenapa?” aku bertanya balik

“appa ingin ngobrol denganmu, appa tunggu di taman belakang ya…”

“ne, arrasseo appa”

Aku masuk ke kamar untuk berganti baju lalu turun kedapur membuat minuman hangat untukku dan appa.

“ini appa” aku memberikan secangkir kopi untuknya

“gomawo, sini duduk” ucap appa

“sudah lama kita tidak duduk bersama seperti ini” appa memulai pembicaraan. Aku hanya tersenyum menanggapinya. Yah, aku juga baru menyadari kapan terakhir aku bisa duduk bersama appa seperti ini?. Selama ini aku selalu menyibukkan diri pada pekerjaan.

“mianhae appa…saking sibuknya aku, sampai jarang ngumpul bareng”

“hmmm, iya…appa senang kau serius kerja, tapi perhatikan juga kesehatanmu, kau itu makin kurus saja” ucap appa menasihatiku

“ne appa…”

“rin…appa sudah dengar dari chaerim”

“ma…maksud appa?”

“3 tahun lalu…saat lelaki itu pergi, appa seperti kehilangan keceriaan putri appa…”

“appa…” aku berusaha menahan air mata ini, kulihat raut wajah appa yang sudah mulai menua terlihat kecewa

“kembalilah seperti rin rin anak appa yang ceria” ucap appa sambil mengusap pelan rambutku

“appa…” aku tidak bisa menahan air mata ini dan memeluk appa, pria yang sangat aku sayangi didunia ini, aku rindu kehangatan appa, memang Dibanding dengan omma, aku lebih dekat dengan appa

“sudah cukup kau menunggunya selama 3 tahun ini…saatnya kau melepasnya rin, mungkin dia memang bukan jodohmu…”

“maaf…sudah buat appa kecewa” isakku

“aniyo, itu bukan salahmu”

Aku terus menangis di pelukan appa, didalam pelukan appa, aku merasa sangat  tenang dan nyaman. Setelah aku mengeluarkan semua keganjalan dalam hatiku, aku merasa pikiranku lebih ringan.

“aku janji…aku akan ceria lagi pa…” janjiku pada appa

“hmm, semua bisa kamu lewati rin-ah…” ucap appa dengan senyuman yang tulus

To be continue

Cuap-cuap author :
annyeong,🙂 diita balik lagiii, hoho. bagaimana part kedua ini?? semoga bisa menghibur yah..
makasii bagi readers yang udah sempetin waktu baca fanfic aku yang mungkin rada garing, hehe. sekali lagi, komen yaaa, *author membutuhkan komentar dari kalian, meski cuma 1 kata*. terimakasiii…(^.^)

39 thoughts on “To Love You More [ part 2 ]

  1. dhikae berkata:

    hahahhaha yesss… dugaanku tpat…
    authornya psti gak jauh2 sm yg namanya kyu..kekekekkek
    trnyata kyu kan cnta msa lalu rin rin
    tpi ksian jg yah rin rin ditinggal ma kyu dulunya.. T.T
    ayoo rin msh da sungmin…ckkkk *sotoy
    lanjutin yah…
    pnsaran….

  2. huweeeee~
    bagus thor😀
    udah sama sungmin aja,sungmin baik banget gitu.
    tapi kalo udah ada komitmen buat nggak lebih dari sahabat sulit juga sih.
    haudh kalo saya ja rin rin saya mulih hyukjae aja (?) #ditendang

  3. jijisaysrawrr berkata:

    aduh eon gra2 buru2 mw bca part slanjut’a part 1 jadi ga komen..
    aku komen disni aja yaa?? jeball~~ ^^
    konflik’a udh DAEBAK!! tapi menurut prasaanku, tiap part itu kurang panjang.. (ketagihan baca eon, wkwk)
    itu menurut prasaanku, tpi aku gtw jga ma reader yg laen.. hehe.. udhlah, ini juga sdh bwat aku bner2 puas baca.. hehe..

    tiap part yg eonnie bkin itu konflik’a kompleks dan berkisar 1 konflik..

    crita’a daebak dah eonn.. ^^d

  4. wuaaaa,.
    kasihan amat sih rin”,. jaat nie bpk’a sih kyu,. uh,.
    sih kyu jg nie,. ckckc
    tuh kan sih umin emen,. wkwkkw
    ayok d’lanjut lg,. hahaha

  5. appa kyu jahat banget sech. kyu ingkar janji, suruh rin rin nunggu tapi nyatanya dia yang ingkar janji. dasar cowok. tapi aku yakin, kyu punya alasan sendiri. moga mereka balikan lagi.

  6. yaaaaaaaahhhh kok tebece sih???? pendek ffnya ditaaaaaaaa :p
    ga berasa bacanya,,,,, aheeeeeyyyy wakwkwkwk

    tapitapitapi jd ini sijurig itu masa lalunya si rinrin???? Omaga Omaga Omaga rinrin tabah yaaaaaa,,,,,,
    sadis dah si jurig dah mau merit ajah,, lah si rinrin masih ningguin dia itu,,,

  7. fahmalovesieunteuk berkata:

    nyeeess nyeess rsanya ni hatii baca part yg inii
    sumpaah bsa ngerasain bgd gmn sakitnya rin riin😥
    aiigoo kyuu oppa kamu knp hobi bgd bkin hati orang mndrta sii =o=
    udaa rin rin ma minnie ajaa *wlopunrelaanmakyu😦
    yg ssbaar yaa riin :*

  8. HalcaliGaemKyu berkata:

    Sediiiiiiiiihhhh
    aigo.. Ngebayangin jd rinrin pasti berat bgt!
    Bukan cm 1 taun ato 2 taun mereka bersama. Bahkan rinrin msh menunggu kyuhyun hingga detik ini. Menunggu kepastian selama 3 taun! Tp apa yg didpt sm rinrin, hanya kecewa dan sakit hati. Sediiiiiihhhh
    lanjut
    ff mu daebak chingu

  9. Diana Park berkata:

    Banjir….banjir…sambil dengerin 7 years of love tambah banjir…terimksh thor sdh membuat aq menangis…

  10. stefani berkata:

    ternyata org yg di cintai rin rin kyuhyun,
    dan ternyata sungmin cinta ma rin rin,, hhohoho makin seru aj nih critanya,

  11. Sungguh tega nya kau kyu , ninggalin rin rin tanpa ada kejelasan , dan dateng tiba” bea calon istri lain , km suruh rin rin nunggu , eyy jinjja kasian rin rin nunggu kyu tp gg dateng” , sakit nya tuh disini bang *nunjukpipi , kkkkkk😄
    ya uda am sungmin aja gpp , buat kali nie aq gg setuju km am kyuhyun *siapagwlarang” hahahha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s