MY GIRL [ part 2 ]

Hari ini klub basket sekolahku sudah memulai latihan dan juga adalah hari pertamaku bertugas. sebagai manager basket yang baru. Ternyata tugas sebagai manager tidak terlalu sulit. Pada latihan biasa aku hanya perlu menyiapkan handuk, minuman untuk mereka, mencatat kemajuan bermain basket dari masing-masing anggota. dan mengecek agenda pertandingan mereka. Anggota basket inti ada 5 orang dan pemain cadangan 3 orang. Kelima orang ini adalah siwon sunbae sebagai kapten sekaligus play maker, sungmin sunbae sebagai shooter, donghae sunbae sebagai pemain tengah, jinki sunbae sebagai shooter dalam dan key sunbae sebagai power forward. Mereka ini sangat terkenal di sekolah kami. Mereka dijuluki ‘flower boys’. Masing-masing dari mereka mempunyai charisma tersendiri. Aku akui diantara mereka, siwon sunbae-lah yang paling tampan. Aku sering memperhatikannya saat ia sedang bermain basket, permainannya sungguh mengagumkan ! (>///<)

Setelah berlatih kurang lebih 2  jam, mereka menghampiri tempat ku,untuk mengambil minuman dan handuk.

“bagaimana permainan kami?” Tanya donghae sunbae

“hmm, bagus kok, tapi jinki sunbae sepertinya kurang focus ya, apa lagi enggak sehat?” tanyaku khawatir karena kulihat ia kebanyakan bengong, saat dioper bola oleh sungmin sunbae saja dia malah double terus.

“iya, lagi enggak enak badan nih, aku balik duluan ya…” ucapnya lalu langsung meninggalkan kami begitu saja

“hei key, dia itu kenapa sih?” Tanya sungmin sunbae

“tau tuh, lagi ada masalah kali sama pacarnya” sahut key sunbae

“hmm,siwon sunbae…apa aku bisa pulang sekarang?” tanyaku

“bisa, biar aku antar ya” balas siwon sunbae

“tidak usah subae, aku dijemput oleh kakakku, dia sudah menunggu diluar, annyeong…” pamitku

“ne, hati-hati hyechan-ah” sahut siwon sunbae

***

“oppa” panggilku pada kyuhyun oppa yang sepertinya sudah mulai bosan menungguku

“ahh, kau ini lama sekali sih”

“miaaan, habis ini kan hari pertamaku oppa, aku tidak enak jika izin duluan, oppa lapar?”

“sangat, ayo makan dulu !” ajaknya, dengan segera aku menaiki motornya

“kita makan duluar?”

“iya, oppa baru dapat gaji dari part time nih, hehe”

“waah, asiik, kita makan apa?”

“terserah, kau mau apa?”

“samgyupsal” ucap ku mantap

“okei, pegangan yang erat hyechan-ah…”

***

Malam harinya,

“hyechan-ah, gimana rasanya jadi manager?” tanya leeteuk oppa saat kami sedang duduk nonton TV

“hmm, lumayan enak, kerjaanku tidak terlalu sulit oppa…”

“ooh, besok ada latihan lagi?”

“enggak, tapi aku mau main ke rumah sungmi dulu ya” pintaku

“boleh, biar nanti kangin aja yang jemput…”

“enggak usah, aku bisa pulang sendiri” bantahku

“tapi…”

“oppa, apa yang kau takuti sih? Aku ini udah gede, udah 17 tahun!” aku mulai emosi karena mereka terlalu protective padaku

“iya..iya..mianhae yo, oppa Cuma enggak mau kau kecape’an”

“ne, arraseo oppa” balasku sambil menyunggingkan senyum yang paling manis

***

Keesokan harinya, setelah pulang sekolah aku langsung ke rumah sungmi. Sungmi hanya tinggal bersama ibu dan adik lelakinya bernama min young. Karena ayahnya yang sudah meninggal, ibunya membangun warung makan kecil didepan rumahnya. Sesekali aku membantu mereka. Dan ibu sungmi sendiri sudah menganggap aku seperti anaknya.

“annyeong ahjumma…” sapaku pada ibu sungmi yang sedang sibuk masak

“annyeong hyechan-ah, sudah lama sekali kau tidak main kesini” balas ahjumma

“mianhamnida ahjumma, habis lagi sibuk-sibuknya, hehe”

“ah ya, aku mengerti, eh…dimana sungmi?”

“oh, dia mampir ke toko sebentar, jadi aku duluan datang kesini” ucapku, lalu menaruh tas dan jaketku dan segera menghampiri ibu sungmi

“sini ahjumma, biar aku yang mengantarkannya…” ucapku lalu membawa nampan berisi makanan pesanan pelanggan

2 jam kemudian…

“fiuhh~” aku menghempaskan diri di bangku. Cukup lelah hari ini, karena pengunjung lumayan ramai. Kulihat sungmi masih beres-beres, aku masih ingin membantunya, tapi dilarang olehnya karena katanya aku sudah terlalu lelah.😦

“ini, bawakan untuk oppa-oppamu…” ucap ibu sungmi seraya memberikan aku sebungkus makanan

“aih, ahjumma, enggak usah repot-repot kok…”

“anii, pasti enggak ada yang masak kan??”

“hehe, jeongmal gomawoyo ahjumma” ucapku sambil nyengir geje

“ayo hyechan-ah, aku antar” ajak sungmi

“enggak usah, lagian belum gelap-gelap banget kok…”

“benar tidak apa-apa??”

“iyaaa, tenang aja, aku pulang ya…ahjumma, aku pulang dulu ya” pamitku

***

Saat dalam perjalanan pulang, aku melewati lapangan basket. Kulihat ada seorang namja bermain dengan asiknya, meski dia hanya bermain sendiri, setelah kuperhatikan ternyata dia itu kibum. Permainannya sangat bagus, tadinya aku ingin menyapanya, tapi kuurungkan niatku, takut akan dibentak lagi seperti saat aku mengobati lukanya dulu.

***

“annyeong…” sapaku pada kibum yang sedang duduk di bawah pohon, belakang sekolah kami. Ia hanya menoleh, tapi tidak membalas sapaanku😦

“hmmm, permainan basketmu bagus” ucapku memulai pembicaraan

“mwo?”

“kemarin aku melihat kau bermain basket di lapangan”

“ooh”

“apa kau berminat masuk klub kami?” tawarku

“ehh?”

“yaah, aku hanya menawarkan saja, karena di klub kami kekurangan orang, kuharap kau mau masuk menjadi anggota”

“akan aku pikirkan” jawabnya dingin lalu pergi meninggalkanku yang masih bengong melihatnya “aih dingin sekali dia!” aku jadi kesal sendiri

***

“kau mengajak anak baru itu buat gabung dengan tim basket siwon sunbae?!” Tanya sungmi terkejut

“i..iya, memangnya salah?” tanyaku heran

“aduuuh, kau tau gak sih dia itu kan troublemaker…lagian kau tau darimana si kibum jago main basket?”

“hehe, kemarin aku liat dia lagi main basket, permainannya bagus banget mi, ehh tapi katamu dia itu troublemaker?”

“iya…kemarin, pas aku abis naruh kertas ujian, di ruang guru pada lagi ngomongin si kibum. Katanya dia itu udah pindah sekolah 3 kali dalam setahun!!”

“jinca?”

“iya, udah gitu, dia itu hobby banget berantem!” jelas sungmi menggebu-gebu

“haha, berantem kok dijadiin hobby”

“tau tuh…mending kau jangan dekat-dekat dengannya deh”

“tapi pasti ada alasannya dong dia kayak gitu”

“iya lah…mungkin masalah keluarga kali…”

Hmmm…kenapa aku jadi penasaran sama kibum yah. Aku ingin lebih dekat dengannya. mungkin karena aku sangat tertarik dengan dunia psikologis, jadi aku ingin mempelajari berbagai sifat dan watak orang lain.

“heii, kok diam” ucap sungmi membuyarkan lamunanku

“ah, aniyo…eh, udah jam segini, aku ke lapangan dulu ya”

“emang hari ini ada latihan?”

“iya, sudah ya, annyeong…” aku pamit pada sungmi

“ne, ehh, jika cowok itu mau menerima ajakanmu, bilang padaku, arraseo?”

“ne, arraseo sungmi-ah, hehe”

***

Setelah meninggalkan sungmi di kelas yang masih membereskan bukunya, aku langsung menuju lapangan indoor sekolah kami. Disana sudah ada tim inti yang sedang melakukan pemanasan. Hal pertama yang harus aku lakukan adalah mengambil handuk dari ruangan club dan mengambil stok air minum. Setelah semua kebutuhan tim aku siapkan, aku mengeluarkan agenda basket, dan minggu depan adalah pertandingan antar sekolah kami, param high school dengan namwon high school. Hmmm, kudengar para pemain dari namwon sangat jago dan kadang mereka bermain kasar.

2 jam kemudian, mereka sudah terlihat sangat letih dan menghampiri bangku di pinggir lapangan tempat aku duduk.

“annyeong…” sapaku pada mereka

“annyeong hyechan” sapa mereka

“oh ya, karena kita ada tanding minggu depan, jadi selama seminggu ini kita full latian terus ya” jelas siwon sunbae

“oke…eh jinki, kau itu tadi masih sering double tau” ucap sungmin sunbae

“hehe, abis lagi enggak bisa konsen”

“enggak konsen kenapa sih?” goda donghae sunbae

“ahh, aniyo..aku pulang duluan ya, bye” pamitnya lalu langsung pergi meninggalkan kami

“aish! Anak itu…sebenarnya dia ada apa sih…” keluh key sunbae

“hmmm, siwon sunbae…kita kekurangan pemain kan?” Tanyaku padanya yang sedang minum

“iya, emang ada yang mau masuk?”

“belum tahu dia mau ikut masuk atau tidak, tapi aku melihat permainannya bagus sekali”

“emang siapa hyechan-ah?” Tanya donghae sunbae

“dia…kibum”

“kibum? Anak baru di kelasmu itu?” Tanya key sunbae heran

“i..iya”

“dia bukannya orangnya individualis ya?” kata sungmin sunbae

“iya, udah gitu bukannya suka berantem” timpal donghae sunbae

“tapi permainan basketnya juga bagus” ucap siwon sunbae

“kau tahu dari mana?” Tanya key sunbae

“aku pernah lihat dia tanding dengan anak-anak streetball, ya sudah hyechan-ah kalau dia memang mau masuk, ya kita terima” ucap siwon sunbae

“ne” balasku sambil tersenyum

***

Saat aku sedang menunggu bus, seseorang lelaki dengan motor sportnya menghampiriku, dan setelah ia membuka helmnya, ternyata siwon sunbae.

“hyechan-ah, mau pulang?”

“iya, sedang nunggu bus” jawabku

“aku antar saja, bukankah arah kita sama?” ajaknya

“ehm, apa tidak merepotkan?” tanyaku ragu

“aniyo, ayo naik…”

Aku pun langsung naik ke motornya. “ pegangan yang erat ya” ucapnya, aku menuruti perintahnya dan memegang pinggangnya. Jarak kami sangat dekat, dan aku yakin wajahku ini pasti sudah merah. (>///<)

“tumben tidak di jemput?”

“molla, mungkin mereka lagi sibuk dengan urusan masing-masing”

“ooh”

Sesampainya dirumahku…

“mau mampir dulu?” tanyaku berbasa-basi

“lain kali saja ya, aku pamit”

“ne, gomawo sunbae…” balasku, ia hanya tersenyum lalu langsung jalan lagi.

***

Di dalam rumah…

EHEMM

“oppa !!” teriakku kaget karena kangin oppa yang sudah berada di sampingku

“itu, tadi siapa?!” ucapnya dengan muka kesal

“kakak kelasku, emang kenapa?” tanyaku ketus sambil berjalan kekamar. Kalau sudah begini, kangin oppa bakalan meng-interogasiku terus-terusan!.😦

“sepertinya akrab sekali” ucapnya sambil mengikutiku dari belakang, aku pun berbalik badan “oppa, jangan mulai deh…oh ya, oppa masih punya hutang padaku!”

“mwo?! Hutang apa?”

“masih ingat kejadian kau baca buku harianku kan?” ucapku sambil terseyum sinis

“i..iya, oppa tahu, ya udah hyechan sayang minta apa?” ucapnya yang langsung bersikap manis

“jangan interogasiin aku lagi !! arraseo?!” ucapku lalu masuk kedalam kamar, meninggalkannya yang masih terbengong. Haha, mian ya oppa..

***

Hari ini adalah hari pertandingan sekolah kami melawan namwon high school. Pertandingan dilakukan di lapangan indoor sekolah kami. siwon sunbae dkk sedang melakukan pemanasan. Huft~ aku merasa sangat tegang, memang benar apa yang dikatakan suwon sunbae, pemain dari namwon high school mukanya sangar-sangar, (>.<)

Penonton disini juga sangat ramai, aku ditemani sungmi duduk dekat dengan bangku pemain. kebanyakan Para yeoja murid sekolah kami meneriakkan nama siwon sunbae.

Setelah briefing dengan pelatih shin, dimulailah pertandingan babak pertama. Lemparan pertama di kuasai siwon sunbae, dengan leluasa ia bisa memasukkan bola ke dalam ring. danAku sedikit lega karena jinki sunbae bisa bermain dengan serius.

Tim basket sekolah kami mengungguli score pada babak pertama, yaitu 6-4. Istirahat 10 menit. Kulihat wajah para sunbae terlihat sudah kelelahan.

“hahh~ meski kita bisa mengungguli score, tapi permainan mereka sangat ketat, tenang kita dikuras habis” ucap donghae sunbae

“iya, kita harus tetap hati-hati karena mereka belum mengeluarkan aksinya” ucap siwon sunbae serius

“jinki, permainanmu tadi sudah bagus, pertahankan itu” lanjut siwon sunbae

“ne…”

pertandingan dilanjutkan kembali. memang benar kata siwon sunbae, di babak kedua ini mereka mulai bermain kasar dan bisa menggungguli score sebelumnya. tapi saat siwon sunbae ingin memasukkan bola ke ring, ia terjatuh karena salah satu pemain menendang tulang kering kaki siwon sunbae. seisi lapangan tambah riuh dan meneriaki lawan kami. lalu sungmin sunbae meminta break. donghae sunbae dan key sunbae memapah siwon sunbae.

“sunbae, gwenchana yo?” tanyaku khawatir

“dia itu pas sekali mengenai tulang keringku !!” ucap siwon sunbae kesal

“aaahh” ia berteriak saat kakinya di pegang oleh sungmin sunbae

“apa kau bisa melanjutkan pertandingan?” tanya key sunbae

“mereka mulai bermain kasar, aku melihat jelas dia menendang tulang keringmu” ucap jinki sunbae geram

“sungmin gantikan posisiku dan jinki kau harus maksimal dalam men-shooter bola” perinta siwon sunbae

“mwo?! bukankah itu terlalu berat untuk jinki? kita pakai pemain cadangan saja” ucap key sunbae

“enggak bisa, skillnya tidak sebaik jinki dan sungmin…”

“ehm, sunbae, menurutku ada yang bisa menggantikan posisimu…” ucapku

“siapa?” tanya siwon sunbae

“beri aku waktu sebentar ya..” aku langsung pergi ke sudut lapangan, menghampiri seseorang yang sedari tadi memperhatikan permainan ini dengan serius.

aku menghampirinya, kulihat dia heran melihatku menghampirinya.

“kibum-sshi, apa kau bisa turun ke lapangan?”

“Mwo?!”

“aku tahu dari tadi kau memperhatikan permainan ini kan? ku mohon kau gantikan posisi siwon sunbae, aku yakin kau bisa melawan mereka” jelasku panjang lebar

“sirreo !!”

“ayolah, aku mohon…” pintaku

“apa bayarannya?”

“n..ne?”

“kau mau menyuruhku begitu saja tanpa ada imbalan?”

“yasudah, aku akan turuti semua permintaanmu” ucapku lantang

ia berpikir sejenak lalu mengiyakan “tapi, jika pertandingan ini kita kalah kau harus masuk jadi anggota” ucapku lagi

“hyaa! kenapa begitu?”

“aku akan turuti semua permintaanmu! ayo gantu baju mu…” aku langsung menarik tangannya dan membawa turun ke lapangan.

To be continue

cuap-cuap author :
annyeong…🙂

fiuh~ selesai juga part kedua, mian bangeet jika part ini rada gaje dan pendek..hehe,
permainan basketnya terinspirasi dari drama HOT SHOOT *yang maen jerry yan & wu chun* maunya benar-benar fokus ke pertandingan, tapi saya sudah lupa banget ama yang namanya basket dan kurang bisa bikin lebih seru di pertandingannya, hoho
tapiii gomawo yang udah baca *bow* dan jangan lupa tinggalkan komentarnya yooo..

8 thoughts on “MY GIRL [ part 2 ]

  1. Sebastian berkata:

    bagusssssssss Dita!!!
    tinggal tungggu part ke 3 nya deh -)
    *gapapa ngga ngerti basket toh ini udah lumayan kebaca diceritanya kok heehhehhe*

  2. Ami_cutie berkata:

    ooo…salah satu drama yang aku suka tuh…hehe
    (sayang episode terakhirnya aku ga nonton full)

    keren! lanjut eonni..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s