♥ A Short Love Story ♥

“selamat siang, silahkan mencoba produk terbaru kami…” aku menawarkan produk terbaru dari tempatku bekerja.

Sudah 3 jam aku menawarkan produk ini, tapi belum satu pun barang terjual. Managerku selalu mengawasiku dari dalam toko. Ahh, melelahkan memang, tapi aku harus semangat demi membiayai pengobatan appa.

Namaku lee hyori, 20 tahun. Pada pagi hari aku bekerja mengantar susu dan Koran, lalu siang hari hingga malam aku menjadi sales girl. sejak lulus SMA aku sudah bekerja di berbagai tempat. Semua ini aku lakukan untuk membiayai pengobatan appa-ku yang mengidap penyakit gagal ginjal. Di dunia ini hanya appa-lah yang aku punya. Omma sudah pergi mendahului kami 3 tahun yang lalu karena kecelakaan. Sepeninggalan omma, appa sangat frustasi dan pola hidupnya tidak sehat. Ia sering minum-minuman keras sampai dokter memvonis appa menderita gagal ginjal. Aku tidak mau membuat appa susah, aku akan terus berjuang untuk menghidupi keluargaku ini dan juga mengambil kembali adikku, lee sang eun yang masih berumur 5 tahun. Dia terpaksa dititipkan di panti asuhan karena aku tidak sanggup membiayai kebutuhannya. Jika aku ingin mengambilnya lagi aku harus menebusnya sebanyak 1 juta won.

***

Lee Sungmin POV

Sudah sebulan terakhir ini aku selalu menghabiskan waktuku berjam-jam hanya untuk memperhatikannya dari jauh. Aku tidak tahu siapa namanya. Aku hanya berani memandangnya dari jauh. Dia gadis yang sangat manis. Dia mempunyai mata yang indah, tapi seringkali aku melihat kesedihan di matanya. Dia terus tersenyum pada semua orang yang lewat, tak peduli ia di dengar atau tidak. Tak jarang aku melihatnya dimarahi oleh atasannya karena barangnya tidak terjual banyak. Aku ingin sekali membelanya dan membawanya lari dari pekerjaan yang menurutku upahnya tidak seberapa dengan tenaga yang dikurasnya, tapi apalah dayaku, aku tidak bisa berbuat apa-apa, selain melihatnya dari jauh.

Semakin hari aku semakin ingin terus melihatnya dan makin lama pula aku sangat mencintai dirinya, gadis yang sama sekali tidak aku ketahui namanya. Dia adalah peri cantik di hatiku…

***

Lee hyori POV

“hyori-sshi…” panggil managerku

“ne, sosaengnim?”

“pakai ini” ia menyerahkan seragam kerjaku yang baru, alangkah terkejutnya aku, bajunya sangat minim sekali. Hanya rok mini dan atasan helterneck

“seragam baru?”

“ne, oh ya hari ini biar eun hee yang menjaga di depan toko dan kau di taman belakang ya”

“tapi…baju ini sangat minim sekali, apa aku tidak bisa memakai baju yang biasanya?” tanyaku

“kau masih mau digaji kan? Lagi pula hasil penjualanmu dari kemarin tidak naik, arraseo?!” bentaknya

“ne, arraseo sosaengnim…aku permisi dulu” aku melangkahkan kaki-ku ke ruangh ganti. Disana sudah ada eun hee yang juga sedang berganti baju.

“hyori-ya…” sapanya

“ne…”

“aku sangat risih nih, baju ini minim sekali, pacarku pasti marah jika tahu aku memakai ini” keluhnya

“ya, aku pun begitu eun hee-ah…”

“maaf ya, manager menyuruhku untuk menjaga di depan toko, sedangkan kau di taman, padahal cuaca sangat dingin”

“tak apa, lagi pula penjualanku menurun kemarin…” ucapku sambil berusaha tersenyum

Setelah berganti baju, aku menuju taman belakang. Suasanan taman lumayan ramai.

‘hwaiting hyori, kamu pasti bisa menjual semua produk ini !’ batinku

Hari mulai gelap dan produk yang aku bawa terjual habis ! haha, senangnya. Semoga besok aku bisa berjaga di depan toko lagi, karena cuaca memang sangaaat dingin. Apalagi aku hanya memakai pakaian yang minim ini.

Aku duduk di salah satu bangku. Sambil memijat-mijat kaki-ku yang lumayan pegal karena memakai high heels 8cm. “ahh, dingin sekaliii..brrr”

“ini…”

Aku mengangkat kepalaku dan dihadapanku sudah ada anak lelaki yang menurutku berumur 5 tahun menyerahkan segelas kopi hangat

“mwo?!”

“ini untuk noona…”

“dari siapa?” tanyaku, dia hanya mengangkat bahunya lalu berlari meninggalkanku. Aku melihat sekitar taman, tapi tidak ada orang

“dari siapa ya? Baik sekali orang itu…” pikirku

***

Lee sungmin POV

Ahh, senyumannya sangat manis. Dia pasti sangat kedinginan. Di cuaca yang sangat dingin ini dia malah memakai pakaian yang sangat minim!. Sungguh tidak tega aku melihatnya. Dasar manager tidak berperasaan, seenaknya menyuruh pegawainya tanpa melihat situasi sekitar. Ditambah lagi banyak lelaki yang senang melihat kemolekan tubuhnya. Aku ingin menghangatkannya, aku ingin memeluknya, tapi yang hanya bisa aku lakukan hanya memandangnya dari jauh.

Akhirnya aku membeli kopi hangat untuknya, dan meminta tolong anak kecil untuk diberikan padanya. Hanya itu yang bisa aku lakukan. Aku memang lelaki pengecut !. kulihat dia pun berjalan kembali ke toko dan segera pulang.

***

Dua hari kemudian…

Author POV

Seperti biasanya, hyori menjajakan produknya, tapi hari ini ia berjaga di depan toko. Dan sungmin masih terus memperhatikan gadis yang telah memikat hatinya dari seberang jalan dalam sebuah café .

Malam tiba, saat hyori baru saja mau masuk ke dalam ia dicegat oleh seorang om-om hidung belang yang juga sedang mabuk berat.

“h..eiii nona…” ucapnya yang berusaha merangkul hyori. Dengan sigap hyori pun langsung mengelak

“maaf ahjussi, permisi” balas hyori, tapi sebelum ia melangkahkan kakinya, pinggangnya langsung dipeluk. Ia berusaha meronta, tapi tubuhnya yang kecil tentu saja kalah dengan tenaga lelaki itu yang lebih besar

“lepaskaaan !!” hyori terus berusaha mengelak, air matanya tidak bisa terbendung lagi, lalu..

BUKK !!!

Pria itu seketika ambruk karena 1 pukulan dari sungmin dan langsung menarik hyori meninggalkan tempat tersebut. Sampai di taman belakang, sungmin mendudukkan hyori di bangku taman. Ia melingkarkan jaketnya ke punggung hyori. Hyori masih tertunduk dan terus menangis pilu. Sungmin pun duduk di sampingnya dan memeluk tubuhnya yang mungil.

“kau aman…” ucap sungmin pelan, tapi tangisan hyori makin kencang

“kam..sah..hamh..nida..” isaknya

“ne…”

***

Lee sungmin POV

Aku memeluknya…hal yang selama ini ingin aku lakukan. Tapi sedih hatiku melihatnya menangis tersedu. Aku tahu dia adalah gadis yang baik. Tubuhnya gemetar karena masih shock setelah insiden tadi. Aku tidak tahu kekuatan datang dari mana hingga aku berani memukul ahjussi brengsek itu dan ingin segera membawanya pergi dari tempat itu. Aku ingin selalu berada di dekatnya dan terus melindunginya.

Ia melepas pelukanku, dan menunduk.

“ottokhae? Pekerjaanku…” ucapnya lirih

“maaf nona jika tadi aku lancang…aku hanya ingin menolongmu…” ucapku

“ne, kamsahamnida, kau sudah sangat menolongku” balasnya. Ia beranjak pergi, tapi baru 3 langkah, ia jatuh pingsan

“NONA !!” seruku, aku menggendongnya dan membawanya ke mobil.

Setelah sampai rumahku, aku baringkan ia di kamarku dan ku pegang keningnya, memang badannya panas.

“ahjumma..”panggilku pada bibi yang mengurusi rumah

“ne?”

“tolong ambilkan kompresan” pintaku

“yaa, tunggu sebentar…”

Setelah ahjumma membawakan alat kompres, dengan sigap aku kompres keningnya.

“sungmin-ah, bajunya harus diganti, jika tidak dia akan tambah masuk angin” ucap ahjumma

“hmm, sebentar…” aku mengambil baju bekas rin rin noona, kakakku yang sekarang tinggal di australi

“bisa tolong gantikan?” pintaku pada ahjumma

“ne, kau tunggu diluar saja…” ucapnya

Semalaman aku terus menunggunya. Sesekali aku mengganti kompresannya. Dia tertidur pulas. Ku pandang wajahnya lekat, dia sangat manis. ‘Tuhan…aku sangat ingin memilikinya’ harapku.

***

Lee Hyori POV

‘dimana aku? Ini bukan kamarku…ini kamar lelaki !’ aku memandang seluruh isi kamar. Kamar ini tertata sangat rapi. Nuansa hitam dan pink mendominasi kamar ini.

“bajuku?!” pekik ku setelah menyadari pakaian yang aku pakai bukan milikku, tapi siapa yang menggantikan? Semalam aku habis menangis dan…ada seorang pria yang menolongku, lalu aku tidak inga apa-apa lagi.

CKREK, pintu kamar terbuka…

“onni…” panggil anak kecil yang berumur 6 tahun dan berlari kecil menghampiriku

“kamu siapa?”

“perkenalkan, Lee Hee ra imnida…”

“oh, hyori imnida”

“sebentar yaa, aku panggil oppa dulu…” ia berlari keluar kamar dan memanggil “oppaaaaa, onni hyori sudah banguuuun…” teriaknya

Aku duduk bersandar di kasurnya. Lalu seorang namja masuk dengan membawa nampan berisi sarapan.

“annyeong…” sapanya ramah, lalu duduk disampingku

“annyeong, kau yang membawaku?” tanyaku gugup

“ne, semalam kau pingsan dan badanmu panas, aku tidak tahu kau tinggal dimana…jadi aku bawa kerumahku” jelasnya

“lalu…kau juga yang mengganti bajuku?” Tanyaku ragu

“bukan, ahjumma yang menggantikannya…oh ya sungmin imnida”

“Lee hyori imnida, terimakasih sudah menolongku…” balasku

“ya…ini, sebaiknya kau sarapan dulu…” ucapnya

***

Lee sungmin POV

Lee hyori…nama yang indah. Dia menghabiskan sarapan yang aku buat dan sekarang sedang asik bermain dengan hee ra, adikku yang paling kecil.

“sungmin-sshi, sekali lagi terimakasih atas semua bantuanmu…” ucapnya yang sekarang ingin bersiap untuk pulang

“ne, memang sudah seharusnya aku menolong, tapi bagaimana dengan pekerjaanmu?”

“aku akan mencari lagi, lagipula aku memang sudah tidak tahan bekerja disitu”

“geure…mari aku antar” tawarku

“aniyo, tidak usah…aku sudah sangat merepotkanmu”

“tak apa, ayo…”

“eh..ne, hee ra-ya, onni pulang dulu yaaa…annyeong” pamitku pada hee ra

“dadah onni, sering-sering main ke sini yaa…” balasnya

“sungmin-sshi, sebelumnya aku harus mengambil tasku yang masih ada di toko”

“gwenchana, kita kesana dulu”

***

Lee Hyori

Pria ini sangat baik. Senyumannya terlihat sangat tulus. Baru saja aku mengenalnya, tapi aku merasa sangat nyaman berada di dekatnya. Ahh, perasaan apa ini? Aku tidak mungkin menyukainya, aku baru saja mengenalnya lagi pula dengan kondisiku saat ini dan dia juga tidak mungkin membalas perasaanku.

“sungmin-sshi, kau tunggu disini saja ya…” ucapku padanya agar menunggu di taman belakang toko

“baiklah…”

***

Lee sungmin POV

Kulihat dia berjalan lesu setelah mengambil tasnya dari kantornya. ‘pasti dia sudah dipecat’ pikirku.

Ia mendekatiku dan duduk disampingku.

“fiuhhh~” ia menghembuskan nafasnya yang berat

“gwenchana yo?” tanyaku

“ne, gwenchana…hmm…aku dipecat”

“mianhae…”

“kenapa minta maaf? Aku juga sudah bosan kerja disana, saatnya mencari pekerjaan baru !” ucapnya berusaha untuk semangat

“hyori-sshi…dimana keluargamu?” tanyaku ragu

“…aku hanya tinggal dengan appa, ibuku sudah tiada…”

“mianhae, aku…”

“gwenchana…appa mengidap gagal ginjal dan demi menghidupi keluarga kami, aku terus bekerja…aku ingin appa sembuh dan bersama lagi dengan aku dan adikku…”

dia memikul beban yang sangat berat. Hyori-ya, aku ingin kau membagi bebanmu padaku.

“sudahlah jadi menangis lagi, hehe…ayo sungmin-sshi…” ia beranjak pergi. Aku masih memandangnya dari belakang.

‘hyori-ya…saranghaeyo’ batinku.

Aku tidak akan melepasnya lagi dan memeluknya dari belakang.

“sungmin-sshi?” ia terkejut karena aku memeluknya

“bagilah bebanmu padaku”

“su..sungmin-sshi”

“saranghaeyo, jeongmal saranghaeyo…saat aku pertama kali melihatmu, aku langsung jatuh cinta padamu, pada senyumanmu, keceriaanmu dan semua yang ada dalam dirimu, aku tidak ingin kau memakai kostum yang kau pakai kemarin, itu semua buat hatiku sakit melihatnya…” jelasku masih memeluknya dari belakang, lalu ia berbalik dan memandang dalam kedua mataku

“kau…”

“lee hyori, jadilah milikku seutuhnya…aku yang akan selalu menjagamu” ucapku padanya, air matanya mengalir dan ia mulai mengembangkan bibirnya “nado saranghaeyo…” balasnya, aku mengecup bibir mungilnya lembut.

***

1 bulan kemudian

Lee Hyori POV

Kulihat dia masih tertidur nyenyak disampingku. Aku memandangnya dalam, mengelus pelan pipinya hingga ia terbangun…

“ehmm..”

“morning yeobo” sapaku

“apa aku masih mimpi?” tanyanya

“mimpi?” aku tidak mengerti maksudnya

“iya, aku bermimpi menikahi seorang wanita cantik bernama Lee Hyori”

“yeobo…itu bukan mimpi…” ucapku malu, ia tertawa kecil dan memelukku

“I love you…”

“love you too darl” balasku lalu mengecup pipinya.

Ku pikir ini adalah mimpi, mimpi yang sangat indah. Aku seperti seorang Cinderella yang sudah menemukan pangerannya, Lee Sungmin. Setelah ia menyatakan cinta padaku, ia membantu pengobatan appa dan juga menebus sang eun dari panti asuhan dan sekarang kami sudah resmi menikah. Sungmin-ah, aku berjanji akan selalu tersenyum untukmu…

Cuap-cuap author :
Haiii…😀
Sebelumnya Maaf jka ada kata-kata yang kurang meng-enakkan dalam FF diatas,
tapiii komentar dan masukan dari readers tetap sangat saya harapkan yoo….

18 thoughts on “♥ A Short Love Story ♥

  1. hyunnie berkata:

    waahhh..
    bagus ffnya..
    jadi teringat mimpi tadi malem..
    hehehe

    oh, iya..
    annyeonghaseo.
    choneun hyunnie imnida..
    mianhae ya.. klo ngubek2 blognya..
    hehhehe
    lg kurang kerjaan nih..
    ^^V
    aq liat2 blognya blh ya..

  2. dhikae berkata:

    si umin jdi pngagum rhasia crtanya,,,hehehe
    sungmin kereeeeeeeen disini… baik lgi…
    huwaa happy ending
    nice ff
    ^^

  3. Sebastian berkata:

    aaa gw suka banget pas bagian Sungmin mukul tuh adjushi *keren*…dia juga malah langsung nikahin Hyori..menjaganya…*kapan gw punya cwok kyk gitu XD*
    NICE ff Ta………….-)

  4. uhuuy, nakor sama kea saia beda marga *ga ada yg nanya*
    sungminniiie akhirnya dapet istri juga \m/
    kyu saia yg bawa pulang ya min~ *diinjek*

  5. Ami_cutie berkata:

    sunngmin asli baeeeekkkk bgt…
    (jadi pengen)
    keren eonn…
    mau kasih saran, kalau namanya berakhiran huruf vokal pake -ya..
    jadi eunhee-ya..
    gitu..hehe

    overall,, bagus ffnya…

  6. pumkinslover berkata:

    eonni~
    saya pumpkin lovers dan suka pake nama hyori…
    kok bisa samaan siii…
    merinding niiihh~~
    tapi suka alur ceritanya wkwkwk
    cuman cepet banget 1 bulan uda nikah? wkwkwkw

  7. faiqa andien berkata:

    waaahhh….kereeennn….pengen juga di peluk sungmin….*abaikan…

    ceritax keren Thor, tp kurang panjang…hehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s