Waiting For You.. [based on true story]

Juni, 2010…

Aku sedang membereskan kamarku, semua barang yang aku perlukan untuk dibawa sudah hampir siap. Saat membuka laci, kulihat buku kecil berwarna pink bergambar 2 kucing didepannya. Aku tersenyum kecil. Ini adalah buku yang pernah aku beli bersamaan dengan sahabatku, hyunmi, saat kami masih smp dulu. Kubuka buku tersebut, dan kulihat ukiran nama kyuhyun dan diriku dengan dipenuhi gambar hati. Hmmm, ku kira buku ini sudah hilang.

Flashback, Januari, 2005…

“rin-ah, ayo ikut aku…” ucap young mi menghampiriku yang sedang asik ngobrol dengan kedua temanku yang lain

”mau kemana?”

”udah ikut aja, eh tapi, tunggu dulu..” ucapnya lalu melepas ikatan rambutku dan merapikannya sedikit

”aduh, kenapa dilepas sih, gerah nih..”

”udah turutin aja, kamu mau dapet cowok kan?”

”mwo?! Apa maksudmu?” ia tidak menjawab pertanyaanku dan menarikku ke seberang halte bus. Kulihat disana ada seorang cowok, kyuhyun namanya. Dia sedang berdiri memandang kami.

”nah, kenalin nih…” ucap young mi

“annyeong, cho kyuhyun imnida~” ucapnya, aku sambut uluran tangannya “rin rin imnida~”

“udah kenalan kan? Ya sudah, aku kesana lagi ya..”

“e..eh, young mi-ya…” panggilanku sudah tidak di dengarkan, ia kembali lagi ke taman tempat tadi aku duduk bersama dengan yang lainnya. Kulihat mereka tertawa senang.

“duduk rin..” ajak kyuhyun, aku pun duduk di sampingnya. Kami masih diam. Sampai dia memulai bicara duluan.

“kau mau melanjutkan kemana nanti?”

”hmm, belum tahu, haha..kau sendiri?”

”mungkin neul param high school” jawabnya sambil tersenyum, omo manisnya dia.

Hatiku berdegup kencang, setiap ia tersenyum, membuat wajahku merona. Baru kali ini ada cowok tampan mengajakku berkenalan. Kyuhyun adalah salah satu pria tampan yang ada disekolah kami. Otaknya sangat cerdas. Dia saja selalu masuk kelas unggulan.

Aku hanya tahu namanya saja. Dulu sering kulihat dia sedang berduaan dengan pacarnya. Semua mantannya sangat cantik. Aku sangat heran, kenapa dia jadi mau berkenalan denganku, seorang gadis yang sangat biasa saja.

”mau pulang?”

”ne, kau juga mau pulang?” aku bertanya balik

”iya, bareng saja, rumah kita searah kan”

”ah ya…”

sepanjang perjalanan kami asik mengobrol. Kyuhyun itu anak yang asik diajak ngobrol. Tidak jarang dia membuat lelucon. Ya tuhan, apa aku suka padanya? Apa ini yang dinamakan love at first sight? Ah, aku tidak percaya semua ini nyata. Akhirnya aku, park rin rin bisa menjalani kehidupan remajanya yang indah !! \(^.^)/

tapi ada yang mengganjal dalam hatiku. Aku baru menyadari jika ada juga yang sangat menyukai kyuhyun. Dia raneul. Dia juga teman baikku. Dulu aku sering bercerita padanya jika aku menyukai seseorang, begitupun dengannya. Ia bercerita jika ia sangat menyukai kyuhyun, sampai ia memberanikan diri berkenalan dengan kyuhyun, tapi tidak ditanggapi serius oleh kyuhyun.

”sudah, jalani saja dulu..lagi pula ia mungkin hanya ingin berteman saja denganmu..” ucap sang eun, saat aku cerita tentang raneul.

”hmm, arraseo, tapi aku masih tidak enak aja dengan raneul..”

***

aku semakin dekat dengan kyuhyun. Kami selalu bertemu sehabis pulang sekolah. Kadang jika dia pulang duluan, dia menyempati untuk menemuiku. Aku tidak memungkiri jika aku sangat menyukainya. Dan Hyunmi, dia sangat dekat dengan kyuhyun. Ia dan kyuhyun sudah berteman sejak kecil, karena mereka dulu bertetanggaan. Aku mendapat banyak informasi tentang kyuhyun darinya.

”hyunmi-ya, apa kau tidak pernah menyukai kyuhyun?”

”tidak, aku tidak akan pernah bisa suka dengannya…”

”kenapa?”

”entahlah, mungkin karena aku sudah tahu semua kejelekannya, dia sudah seperti saudara bagiku…hahahaaa”

”ooh…ceritakan cerita kyuhyun yang lain dong.hehe”

”hmm, apa lagi yah…”

***

semakin hari rasa suka ku pada kyuhyun semakin besar. Karena perhatiannya membuat Aku semakin yakin dia juga menyukaiku. Tidak mungkin jika ia memang hanya menjadikanku temannya, dia tidak mungkin memberi perhatian lebih padaku. Aku tidak berani mengutarakan perasaanku padanya, biarlah waktu yang mejawab semuanya. Aku akan menunggu sampai ia menyatakan perasaannya padaku.

Dan raneul, aku sungguh tidak enak dengannya. Beberapa kali ia melihat aku sedang berbincang dengan kyuhyun, aku tahu mungkin dia sangat shock dan sakit hati, maafkan aku raneul…😦

Hari ujian semakin dekat. Aku bertekad agar nanti bisa 1 sekolah lagi dengannya. Tapi sepertinya tidak mungkin. Dengan otakku yang pas-pasan, aku tidak mungkin menyusuli kyuhyun yang otaknya memang encer. Kami masih dekat, dia sudah menjadi bagian dari teman-teman kami. Dia sudah disindir oleh semua temanku untuk menyatakan cinta padaku, tapi dia tidak merespon apa-apa. Hu’uh.

***

Sudah beberapa hari aku jauh dengan kyuhyun. Mungkin karena ia sedang mempersiapkan diri untuk ujian. Apalagi kudengar dia akan mendaftar ke sekolah unggulan diluar seoul. Tapi perkiraanku salah besar. Hari itu, sepulangnya dari sekolah, aku melihatnya sedang berbicara dengan mantannya sangat dekat dan ia terlihat sangat senang. Hatiku sakit melihatnya, ku pikir dia memang serius denganku.

”hyunmi-ya..itu kyuhyun kan…” lirihku

”omona~ iya..rin-ah, gwenchanayo?”

”ne, gwenchana…” ucapku pelan

hyunmi mengajakku ke halte bus, kami sedang janjian dengan young mi dan sang eun. Aku terus menundukkan kepalaku. Aku harus kuat, aku tidak mungkin menangis disini. Tapi pertahananku runtuh. Aku memangis di bahu hyunmi.

”hiks..hiks..”

”rin-ah, kau sabar yaa…” ucapnya sambil mengelus punggungku

”rin-ah, kau kenapa?” tanya young mi dan sang eun

perlahan hyunmi menceritakan semuanya. Aku hanya terdiam. Air mata ini tidak ada habisnya.

”kenapa dia hanya memberikan harapan palsu padaku…” isakku, youngmi berusaha menenangkanku dengan mengusap punggungku

”sabar rin-ah, mungkin dia memang bukan jodohmu… Kau cantik, pasti bisa mendapatkan pria yang lebih baik dari kyuhyun dan kyuhyun pasti akan menyesal telah meninggalkanmu” hibur sang eun dengan senyuman khasnya lalu memelukku.

”gomawo…” aku membalas pelukannya. Untungnya aku sangat beruntung memiliki sahabat seperti mereka.

***

sebelum ujian, kami diberi waktu 3 hari untuk belajar dirumah. Malas rasanya aku membuka buku. Aku masih mengingat kejadian kemarin. Kurasakan air mataku mengalir lagi. Aku menangis seharian, hingga mata ini bengkak. Aku berjanji tidak akan menangis lagi. Mungkin kyuhyun memang bukan jodohku.

Hari ujian…

Hari pertama kulewati dengan lumayan lancar. Aku sudah bisa tersenyum. Ruangan ujian kami di lantai atas, dari atas aku bisa melihat kyuhyun, dia sedang asik mengobrol dengan mantannya. Aku membalik badanku saat sang eun sengaja memanggilnya. Aku tidak mau melihat wajahnya.

“kau kenapa?” tanya siwon. Pacar sang eun

“enggak kenapa-napa…” jawabku lesu

”haha, sudah lah, masih ada sungmin..”

”mwo?”

”dulu kau juga sempat menyukai sungmin kan?”

”aah, sungmin lagi..”

”bilang padanya jika kau suka”

”andwae…”

”harus..”

”ya, mungkin jika aku diterima satu sekolah dengannya, aku akan menyatakan perasaanku padanya” ucapku pede

”haha, benar ya?”

”ah, ani..ani..aku hanya bercanda”

”harus, kau sudah bilang, haha”

”aish! Kau ini”

sungmin, aku juga pernah menyukainya, siwon dan sungmin berteman sangat dekat. Tapi aku tidak mau serius dengan sungmin, dihatiku hanya ada kyuhyun. T_T

***

hari perpisahan…

”ayo cepetan rin…” ucap hyunmi

”iya, sebentar, ini dasinya belum rapi..” ucapku. Kami berjalan terburu-buru ke ballroom hotel, tempat sekolahku menggelar perpisahan. Saat lagi ribetnya memasang dasi, aku melihat kyuhyun dengan mantannya itu lagi asik mengobrol. Refleks aku menghentikan langkahku. ”ayo rin, tutup saja matamu, jangan lihat mereka…”ucap young mi judes. ”ne. Arraseo” jawabku lesu. Aku menunduk. Aku tahu, kyuhyun mrlihatku, tapi menyapa saja tidak. TT__TT

Upacara berakhir. Kami bertiga saling berpelukan dan bertangis-tangisan dengan teman-teman yang lain. Aku terus mencari sosok kyuhyun. Terbesit keinginan untuk berpisah dengannya, tapi dia tidak kunjung aku temukan.

Saat aku sedang berdiam, siwon memanggilku..

”rin-ah, tolong foto kami ya..” ucapnya seraya menyerahkan camdig padaku. Ia meminta tolong difoto bersama seluruh murid pria dikelasku

”nih, sudah ya…”

”rin-ah, kita makan yuk..” ajak hyunmi, dengan langkah lunglai, aku mengikuti mereka.

***

hari ini aku ke sekolah, hanya untuk mengambil buku tahunan kami. Aku meminta semua teman untuk menandatangani buku-ku. Saat sedang duduk di kantin…

”kyuhyun kesini…” ucap young mi, aku yang sedang menyantap ramyeon-ku jadi hilang nafsu makanku

”annyeong…” sapanya, aku hanya menoleh dan tersenyum kecil. Dia duduk di sebelah sang eun, berhadapan denganku.

”hu’uh, sombong kau, udah jarang main dengan kita” celetuk sang eun.

”tau nih, kemana aja sih..” sahut young mi

”haha, enggak apa-apa…”

”eh, kyu, tanda tangan punyaku dong” ucap hyunmi seraya menyerahkan buku tahunannya

aku masih diam, tidak berani menatapnya. Aku hanya sibuk mengaduk makananku.

”rin-ah, mana buku mu?” tanya kyuhyun

”eh, i..ini…” aku menyerahkan buku-ku

”nah, udah jadi..” ucapnya

”mana buku mu?” tanyaku

”ooh, sudah di bawa pulang tadi, hehe…”

“kyu, kita foto yuk!” aja sang eun riang sambil memegang camdig punyaku

“sini aku yang fotoin” tawarku

“jangan, masa kau enggak ikut, pake timer aja”  balas sang eun. Aku hanya menurut saja dan ikut foto bersama dengan mereka.

”kyu foto berdua denganku” ucap sang eun antusias

”abis itu aku yah” sahut young mi

”nah, sekarang rin rin foto sama kyuhyun yah, foto kalian belum ada kan” celetuk sang eun, aku langsung membulatkan mataku dengan pandangan kenapa-harus-aku-juga?!

“ah, ya..boleh, ayo rin..” ajak kyuhyun.

“deketan lagi, yang mesra doong” ucap sang eun jahil, dan kyuhyun menurut saja, sekarang wajahku pasti sudah seperti kepiting rebus !. wajah kami sangat dekat (>////<). Tuhaaaan~ sungguh aku ingin lari dari sini .

“eh, kita foto dengan para guru yuk!” ajak sang eun lagi,

”iya..iya.pokoknya puas-puasin lagi, haha” hyunmi ikutan

”ehm, sebentar ya, aku mau ke toilet..” pamitku.

Aku masuk ke toilet, membasuh wajahku. Air mata ini mengalir lagi. Kenapa dia harus hadir lagi di dekatku. Tapi aku bisa merasa dia sudah menjaga jarak denganku.

Setelah merasa baikan, aku keluar lagi dan menghampiri mereka yang sudah bicara dengan guru kesayangan kami.

Aku masih diam. Dia berada didepanku yang sedang berjongkok membetulkan tali sepatunya. Aku memandangnya dari atas dengan sedih ’kyu, apa kita bisa seperti dulu lagi…? aku harap semua ini hanya mimpi dan kau akan dekat denganku lagi kyu’ jeritku dalam hati.

Setelah berfoto, kyuhyun pun duluan untuk pulang.

”gomawo sang eun-ah” ucapku saat aku sedang melihat hasil foto kami

”hehe, itu kesempatan emas kan?” balasnya

”hmm…” aku hanya tersenyum miris.

Flashback end

Aku masih tersenyum mengingat kisah cintaku yang menyedihkan (?). Kyuhyun…apa kabarnya kau sekarang? Berat bagiku untuk melupakanmu kyu. Kau yang membuatku sulit untuk bisa membuka hati untuk lelaki lain, meski aku sudah mencoba menyukai lelaki lain, tapi rasa suka ku padamu sangat dalam.

Mungkin aku memang gadis yang sangat bodoh. Sampai sekarang aku masih berharap agar kau menjadi milikku. Kau selalu hadir dalam mimpiku. Hanya dalam mimpi aku bisa melihatmu.

kadang aku suka berfikir kau itu sangat jahat. Kadang kau pergi, tapi tiba-tiba kau menghubungiku, meski hanya lewat sms. Itulah yang membuatku selalu berharap. Aku menyesal tidak mengutarakan perasaanku padamu dulu. Aku hanya ingin kau tahu, bahwa aku sangat menyukaimu. Meski kau sudah meninggalkanku, aku tetap menyukaimu.

Aku juga berfikir, mungkin ini adalah karma bagiku karena menyukai lelaki yang juga disukai oleh sahabatku, raneul. Yah, Akhirnya raneul tahu aku dekat dengan kyuhyun. Raneul-ah, maafkan aku. Toh pada akhirnya aku juga tidak bisa mendapatkan kyuhyun…

Cuap-cuap author :
Annyeong ~~
Sebenarnya Cuma iseng aja sih jadi dibikin versi ff. Tapi pas buatnya jujur saya sempat mengeluarkan air mata, tapi sedikit looh, kekeke~ *cengeng ihh* Pokoknya tetap SEMANGAT yoo !! \(^.^)/

38 thoughts on “Waiting For You.. [based on true story]

  1. dhikae berkata:

    wuahhh klo inget msa llu psti sdih deh..ckkkk
    T__T
    huwaaa intinya aku jg prnh ngalamin gtu..ckkk
    mnyentuh…
    goooooood ff..

  2. DJ.merr berkata:

    Kyaaa~
    sumpah ni onn,ceritanya hmpir mirip ma aku.
    Udah d kasih harapan,eh dya nya prgi.sakit gila.. T.T
    cuman d kasih harapan.

  3. hyunnie berkata:

    hwaaa… jd inget cinta pertamaku..
    huhuhuhu.. T___T
    klo abis liat diary lama pasti senyum2 sendiri, pengen marah2 sendiri, pengen nangis lagi deh..
    pokoknya campur aduk jadi satu.. ckckckck..
    cinta pertama emang gk bsa dilupain deh..
    ditunggu ff yg lain ya..
    ^^

  4. diiittt.. wahahaha hebat (?) berasa banged tiap gerakan (?) eh, alurnya hahahah, so sweeettt /plak. sedih deng..

    harapan yg menyakitkan… udah ma sungmin aja /plak

    dibuat versi nc lebih ajib (plak) gomen, komen ga penting disini, tp asli, aku bisa merasakan penderitaanmu sabar ya diiitt *hug dita*

  5. willyazza berkata:

    sedih… itulah knpa aq benci perpisahan.. huhu… palagi klo pisah ama org yg dsuka.. mna ditambah scene ama mantannya lgi.. parah bener nasipmu rin…
    step by step dri storynya aq suka,, ntah knapa jadi ngebangkitin kenangan waktu SMA jga,, walo nasipku ga kya rin2..
    nice fic^^
    gonna read your other fics🙂

  6. Si kyu cinta pertamanya rin ya..emang cinta pertama paling susah buat dilupain..hueee sedihh bacanya..kasian nasib rin rin..si kyu juga ga jelas sih,ngasih harapan palsu.

  7. chokyunnie berkata:

    based on story aku jg ini, mendekat n menjauh sesuka hati😥 d php in itu rasanyaa?? entahlah aku ga mau inget2 lg *curcol
    daebakk unn

  8. hankimsworld berkata:

    Kisah authorr’a yaaa??*colekauthor

    Nyesekk ya, cwo yg kayak gini nih bikin sakit hati yg susah disembuhin. Udah ngedeketin tuh cwe tpi klo ada yg bisa lebih akrab malah kecantol ke sono-__-

    Next..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s