My Girl [Part 3]

* Notes : mian kalo lanjutannya lama, author mati ide, hehe…
moga aja part ini enggak garing yah, ^^…selamat membacaaa,. *
My Girl [Part 2]


Aku menarik kibum menuju tempat para sunbae ku. Mereka melihat kami dengan pandangan kaget bercampur heran, terlebih lagi sungmi.

“siwon sunbae, apa kau keberatan jika posisimu digantikan kibum?” tanyaku, dia diam sejenak lalu menganggukkan kepalanya “aniyo,nih, pakai ini” ucap siwon sunbae lalu memberikan kaos, celana dan sepatu basket.

Permainan dimulai kembali. Lemparan bola pertama bisa dikuasai oleh kibum. Meski baru bergabung, kibum sangat tahu situasi, dia tidak bermain sendirian, ia mengoper bola pada sungmin sunbae lalu langsung dimasukkan ring. Waktu baru berjalan 5 menit tapi skor sekolah kami kembali mengungguli. Suara penonton semakin riuh apalagi dengan mudahnya kibum melakukan three point! jujur aku sangat menyukai permainannya ini. Sesekali kulihat siwon sunbae tersenyum kecil dan terus mengawasi permainan.

“mianhamida sunbae…” ucapku pelan, ia menoleh “mwo?”

“aku sudah lancang memaksa kibum untuk masuk ke lapangan…”

“gwenchana, kau sangat membantu, dan pilihanmu tidak salah” ucapnya sambil tersenyum tulus. Aku membalas senyumannya “ah ya, nanti setelah pertandingan ini ada yang ingin aku bicarakan” ucapku

“apa sunbae?”

“nanti saja ya..” ucapnya lalu kembali fokus pada pertandingan

“psstt…” sungmi menyenggol lenganku

“wae?”

“apa yang ingin dia bicarakan?” bisik sungmi

”molla”

”nanti beri tahu aku ya, hehe”

”aigo~ kau ini”

***

di menit terakhir skor berbeda tipis yaitu 28-27 tapi dengan kelincahannya kibum bisa mencetak lagi 3 point dan skor merakhir 30-28 dimenangkan sekolah kami. Mereka yang ada dilapangan saling berpelukan gaje dan langsung mengangkat kibum. Kibum sendiri hanya tersenyum kecil, ’huh anak ini tetap saja jaim’ ucapku dalam hati. ” ayo kita ke tengah lapangan” ajak siwon sunbae, aku membantu memapahnya ke tengah lapangan.

”cukhae sunbae” ucapku pada mereka

”ne, pilihanmu tepat hyechan-ah, haha” celetuk key sunbae

”iya, eh..habis ini kita makan-makan ya” seru donghae sunbae

”haha, boleh tuh, ya sudah kita ketemu di tempat biasa abis ini ya, kibum kau ikut gak?” tanya sungmin

”boleh..”

”siwon, kau ikut gak?”

”iya, hyechan, kau mau ikut?”

”eh,. Sepertinya tidak bisa…aku sudah harus pulang sekarang”

”yaah…”koor semuanya

”mungkin lain kali saja yaa, mianhamnida sunbae”

”aku mengerti, ku antar pulang ya” tawar siwon sunbae

”eh, tapi kan kalian mau makan-makan”

”aku tinggal menyusul, ayo..” kami pun bubar dari lapangan. Aku menunggu siwon sunbae yang sedang ganti baju.

”ayo hyechan…hei teman-kita ketemu disana yaa” ucap siwon sunbae setelah berganti baju

”nee…arraseo”

***

sesampainya dirumahku…

”kamsahamnida sunbae…oh ya, tadi katanya ada yang ingin kau bicarakan?”

”ah ya…hmmm, besok saja ya disekolah…aku tidak enak pada anak-anak, mereka pasti sudah menunggu, hehe…”

”ohh, okei, hati-hati sunbae” ucapku

”ne, annyeong”

’hmm, apa yang ingin dia bicarakan ya?’ aku jadi penasarang sendiri.

—–

”oppaaaaa, aku pulaaang…”

”selamat datang hyechan-ah”

”loh, leeteuk oppa, tumben kau sudah pulang?”

”hehe, iya…bagaimana pertandingannya?” ucapnya, aku duduk disebelahnya yang sedang menonton tv

”tim kami menang!! Haha”

”waah, selamat yaa..”

”ne, eh..kau habis belanja yaa?” aku melihat banyak sekali bungkusan di samping sofa

”iya, kemarin oppa baru mendapat kontrak baru, oppa…akan ke paris selama 1 bulan”

”mwo?! 1 bulan?”

”i..iya, mian hyechan, oppa tidak kasih tahu kau duluan, tidak apa kan??”

”gwenchana oppa, hehe, memang dalam rangka apa?”

”syuting dan pemotretan”

”waah, cukhae ya oppa…”

“ne, gomawo…selama oppa pergi, kau harus turuti omongan oppa-mu yang 3 itu”

”:ahh, arraseo oppa” jawabku lesu

”hei, kenapa lesu begitu?”

”aniyo, hanya saja sepertinya aku harus ekstra sabar dengan mereka bertiga”

”loh, memang kenapa?”

”kangin oppa, dia itu paling iseng, kalo kyu oppa…dia itu paling males!! Kalau heechul oppa…dia sih anaknya enak-enak aja, hanya saja dia paling cerewet, Hanya kau yang paling patut dicontoh”

”huahahaaa, kau ini…pokoknya kalau ada apa-apa, bilang pada oppa ya…” ucapnya sembari mengelus rambutku

”siap boss, hehe..”

karena besok leeteuk oppa yang akan pergi selama 1 bulan, semalaman kami makan besar-besaran sekalian juga untuk merayakan karirnya yang semakin hari semakin bagus.

***

Di sekolah, keesokan harinya…

”hyechan-ah” seru sungmi

”waeyo? Pagi-pagi udah ribut aja…”

“kalau enggak ribut, bukan sungmi namanya, hehe..eh gimana kemarin, siwon sunbae bicara apa padamu?” tanya sungmi lalu duduk disebelahku

“hmm, enggak jadi”

“enggak jadi gimana?”

“tau tuh, katanya kapan-kapan aja..”

”yaah..”

”hei, kenapa jadi kau yang penasaran sih?”

”aniyo, ku kira siwon sunbae akan mengutarakan perasaannya padamu”

”mwo?!”

”aish! Biasa aja kali…”

”kenapa kau bisa menyimpulkan seperti itu?”

”aduh, kau itu polos sekali sih, jelas aja siwon sunbae punya perasaan padamu, untuk apa dia berbaik hati mengantarmu pulang, lagi pula,aku lihat perlakuan siwon sunbae terhadapmu sangat baik sekali, kau beruntung hyechan-ah” jelas sungmi

”jinca? Ah, tapi itu kan hanya perkiraanmu saja, dia tidak mungkin suka padaku…” setelah itu sungmi tidak melanjutkan ucapannya karena shin sosaengnim sudah masuk kelas.

Selama pelajaran aku tidak bisa berkonsentrasi. Aku terus memikirkan perkataan sungmi. Aku memang suka dengan siwon sunbae, tapi aku tidak mengharapkan lebih. Aku tidak pernah berpikir untuk mencari seorang kekasih, bagiku untuk apa aku mempunyai seorang kekasih. Aku hanya takut jika saatnya tiba, aku harus menyakiti orang yang mencintaiku. Aku sudah cukup mendapat limpahan cinta dan kasih sayang dari semua oppa dan termasuk sungmi.

Aku melirik ke bangku kibum, kulihat dia sedang tertidur pulas, aku tersenyum kecil melihatnya asik tidur. ’aish! Kenapa aku jadi memperhatikannya, eh kira-kira dia meminta apa ya, kemarin dia belum mengatakan apa yang diinginkannya’ batinku.

***

”hyechan-sshi” panggil kibum dari belakang

”ne?”

”kau masih ingat janjimu kemarin kan?”

”tentu, apa maumu?”

”hmm, ikut aku” ia langsung menarik tanganku meninggalkan sungmi. ”sungmi-ya aku duluan ya, annyeong…” ucapku, sungmi yang melihat tanganku ditarik oleh kibum hanya terbengong-bengong.

Di kedai es krim…

”kau mau aku traktir es krim?” tanya ku heran

”bukan Cuma itu, sudah pesan saja dulu…aku mau rasa coklat, stroberi dan vanilla” ucapnya yang langsung mengambil tempat di depan kedai

”ini…” ucapku seraya menyerahkan es kirmnya

”gomawo” ucapnya sambil tersenyum, memperlihatkan deretan gigi putihnya.

”sekarang apa permintaanmu?”

”hmmm…aku punya 3 permintaan”

”kayak permintaan genie aja”

”tadinya malah mau lima”

”mwo? Lima? Ya sudah apa permintaanmu?”

” untuk permintaan pertama…kau kan pintar dikelas, karena aku disuruh mencari guru pembimbing, kau saja yang mengajariku, okei?”

”kenapa aku yang harus jadi guru pembimbingmu?”

”karena hanya kau anak pintar yang aku kenal, aku malas jika harus mencari anak lain, arraseo?”

”ne..ne..apa yang bisa aku bantu?”

”ini..” dia mengeluarkan buku sejarah dari tasnya

”sejarah?”

”yap, aku disuruh menganalisis pemberontakan suku gaya *ngasal abis*…”

”hmm, sini coba aku liat” aku mengambil alih buku itu

1 jam kemudian…

”nah, selesai..” ucapnya

”mudah kan?”

”yah, kalau segini mah keciiill” ucapnya sambil menjentikkan jarinya

”cih~ tau begitu tidak usah minta bantuanku !”

”hehehe, gomawo hyechan-ah..”

”ya sudah, aku pulang ya”

”ne, eh besok masih mau membantuku kan?”

”bantuan apa lagi?”

”aku sudah ketinggalan banyak pelajaran, jadi bantu aku yah”

”mwo?! Kau mau bayar aku apa?”

”hei, kau lupa dengan perjanjian kita tadi? aku masih punya 2 permintaan”

”jadi untuk yang ini permintaan keduamu ya”

”ne~ sudah ya, annyeong” pamitnya.

***

”chullie oppa?” panggilku saat melihatnya sedang duduk di taman sendirian

”hyechan?! Sini” aku pun menghampiri dan duduk disampingnya

”sedang apa oppa disini?”

”lagi memandang awan saja, kau sendiri?”

”aku…baru saja mengerjakan tugas, keundae…sejak kapan kau suka memandang awan?”

”aish! Aku ini memang tidak bisa membohongimu” ucapnya seraya mengacak rambutku pelan. Pasit dia sedang ada masalah dengan pacarnya

”ceritakan apa yang terjadi”

”hmmm…aku bingung”

”waeyo?”

”hyena minta putus karena aku belum mendapat pekerjaan” ucapnya pasrah. Raut wajahnya memancarkan kesedihan. Aku tahu heechul oppa sangat mencintai hyena onni, mereka sudah menjalani hubungan selama 3 tahun.

”kenapa dia baru minta putus sekarang? ”

”semua karena orang tuanya…mereka mendesak agar aku menikahinya, tapi hanya 1 hal yang menjadi halangan, yaitu aku sebagai pengangguran”

Aku menggenggam tangannya dan berkata ”oppa, jika kau masih mencintainya dan mau menikahinya carilah pekerjaan yang cocok denganmu”

”hmmm, tapi apa yang cocok denganku? Kuliah saja aku tidak lulus”

”oppa…apa gunanya kita punya leeteuk oppa, seorang model ternama”

”jadi maksudmu aku jadi model gitu?”

”kenapa tidak dicoba, wajahmu lucu juga kok…”

”aish! Tapi kenapa harus jadi model…”

”kalau tidak mau jadi model, masih banyak pekerjaan yang cocok dengan skill-mu”

”ne, aku akan berusaha!”

”haha, begitu doong…” ucapku

”gomawo hyechan-ah” balasnya sambil mencubit pipi-ku

”adduuhh, sakit oppa..”

”hmmm, hyechan-ah…”

”ne?”

”apa kau tidak mau punya pacar?”

”m..mwo? bhahahahahaaa” tawaku meledak mendengar pertanyaan chullie oppa

”mwoya? Kenapa kau tertawa?”

”hahaha, aniyo…hanya aneh saja, memang kalian rela aku punya pacar?”

”ah~ maksudmu si kangin?”

”iya lah, kalian semua protect sekali padaku…”

”iya, tapi kita semua kan juga tidak bisa berada di sampingmu terus…apa kau tidak punya orang yang kau sukai?”

”aku punya banyak orang yang aku sukai kok”

”banyak? Siapa saja?”

”semua oppa yang sangat aku sayangi…” ucapku sambil mencoba merangkul bahu bidangnya

”hei, bukan itu maksudku, masa tidak ada pria special yang kau sukai, seperti siwon misalnya?”

”hah? Oppa tau siwon sunbae dari mana?”

”hehe, sungmi…”

”aish! Sungmi memang ember…” gerutuku

”so?”

”aniyo oppa…dia hanya sunbae yang aku kagumi…lagi pula sampai detik ini tak pernah terfikir olehku untuk punya namjachingu, karena aku punya kalian” ucapku sambil menatap heechul oppa, ia pun memelukku dan berkata ” saranghae na dongsaeng…”

***

Keesokan harinya saat istirahat, siwon sunbae memintaku untuk bertemu dengannya di lapangan basket.

”sunbae?” aku melihat sekitar, tapi tidak ada tanda-tanda dirinya.

”sunbae, kau dimana?” aku sedikit berteriak.

”hyechan-ah…aku disini” teriak siwon sunbae yang sudah berada di pojok atas gedung. Aku pun menghampirinya, ”ada perlu apa sunbae? Apa ada masalah dengan klub?” tanyaku,

”aniyo, sini duduk…” ia mengajakku duduk disampingnya.

”ehmm…hyechan-ah, bolehkah aku meminta 1 permintaan?”

”mworago?”

”maukah kau menjadi pacarku?”

”ne?” aku melihatnya dengan senyuman yang mengembang. Ini benar terjadi, apa yang dikatakan sungmi benar. Ya tuhan…apa yang harus aku ku jawab. Tidak mungkin aku bisa menerimanya.

”apa jawabanmu?”

”…errr…mianhamnida sunbae…” ucapku pelan ”jika kau bertanya apa aku suka padamu…aku juga suka pada sunbae, tapi untuk menjadi pacar, rasanya tidak mungkin sunbae…”

”waeyo? Apa dilarang oleh kakakmu?”

”ani…aku hanya…aku tidak mau merepotkan sunbae”

”apa maksudmu?”

”maaf sunbae, sekali lagi aku minta maaf…” aku bangkit dan berlari kecil keluar lapangan. Bulir air mata keluar dari pelupuk mataku, aku tidak memungkiri jika aku menyukai siwon sunbae, tapi dengan kondisiku yang seperti ini, rasanya tidak mungkin.

Kelas sudah sepi. Hanya tinggal aku dan sungmi. Aku masih duduk dalam diam, terus memikirkan perasaan siwon sunbae. Aku takut dia akan marah padaku.

”huaahh~”

”waekurae?” tanyaku melihat sungmi yang menghela nafas panjang

”hmmm, kau juga menyukai siwon sunbae kan?”

”….sudahlah sungmi, aku sungguh tidak enak padanya”

”kenapa kau menolaknya sih?”

Aku hanya bisa menggelengkan kepala

”apa karena penyakitmu?”

”salah satunya, tapi ada perasaan lain yang membuatku tidak ingin menerimanya”

”mwo? Kenapa?”

”molla, aku bingung…tapi aku harus minta maaf padanya…”

”percuma, hanya dengan minta maaf, dia pasti masih sakit hati…”

”lalu aku harus apa?”

”a..”

”hyechan-ah…” siwon sunbae sudah berdiri didepan kelas kami,

”su..sunbae…”

”bisa bicara sebentar?”

”ne…chakkaman sungmi-ya…” ucapku pelan dan berjalan menghampirinya

Ia mengajakku ke depan kelas, aku masih menunduk, masih takut melihat wajahnya.

”aku tanya sekali lagi…”

”mianhae sunbae, aku sungguh tidak bisa…aku hanya menganggapmu sebagai kakak” ucapku sambil membungkukkan badan.

”ehm, yah…aku memang tidak bisa memaksakan keputusanmu, tapi bolehkan aku minta 1 permintaan?”

”apa itu?”

”panggil aku oppa…”

”mwo? Oppa?”

”ne, mau kan?”

Aku tersenyum kecil dan mengangguk ”ne…oppa, jeongmal gomawoyo, aku sungguh tidak enak terhadapmu, ku pikir kau akan marah padaku…”

”tidak akan…sudah ya…” ia tersenyum kecil dan meninggalkan ku. ’semoga kau bisa mendapatkan yang lebih baik dariku sunbae’ doa-ku dalam hati.

”jadii??” tanya sungmi yang sudah dibelakangku

”aku sedikit lega, tapi aku bisa melihat kesedihan di wajahnya…”

”sudahlah, hanya perlu waktu untuk melupakanmu, kazza, kita makan tteokboki yuk!!” ajak sungmi semangat

”ehmm, okeii…”

Di kedai tteokboki…

”ahjumma, 2 porsi yah…” sahut sungmi antusias,

”semangat sekali kau…”

”harus doong, hidup itu harus di lewati dengan semangat dan selalu tersenyum, hehehe”

”aish! Kau ini…haha”

”ahjumma, berapa semuanya…” ucap seorang namja yang memakai topi disebelahku, aku mengenal suara ini, dia…

”kibum?”

”eh? Kau rupanya…”

”tadi kau bolos?”

”biasa, ada urusan..sudah ya…eh jangan lupa janjimu besok aku tunggu..” ucapnya lalu pergi begitu saja

”aku heran, kenapa kau bisa akrab dengannya…” celetuk sungmi

”dia itu anak yang baik kok, hanya susah di atur aja…”

”eh, tapi memang kau janji apa padanya?”

”itu…”

CIIIIITTT

BRAAAKKK

”toloong, ada tabrakaaann” teriak seorang ibu-ibu.

”tabrakan?”

”sungmi-ah, liat yuk!” belum sempat kami memegang pesanan kami, aku langsung menarik tangan sungmi dan berlari ke persimpangan jalan. Firasatku tidak enak. Di tengah jalan sudah banyak orang berkumpul. Aku mencoba untuk menerobos kerumunan, dan berhasil, tapi…

”KIBUM!!” teriakku melihatnya yang sudah pingsan dengan darah yang mengucur dari kepalanya.

”kibum-ah, gwenchana yo?” aku teriak histeris, tidak lama ambulans datang dan membawa kibum ke rumah sakit terdekat.

—–

Kibum masih di ruang ICCU. Aku tidak tahu harus menghubungi siapa, aku tidak tahu dimana alamat rumahnya dan nomor telepon keluarganya.

”siwon-ah, ppali…”

Aku melihat seorang ibu berumur sekitar 40 tahun berlari kecil menghampiri pintu operasi.

”siwon oppa?!”

”hyechan?!!”

Kenapa siwon oppa ada disini?! Dan siapa wanita disampingnya itu. Ia menangis tersedu dalam pelukan siwon oppa.

To Be Continue…

7 thoughts on “My Girl [Part 3]

  1. dhikae berkata:

    huwaaaa ksian kibum tbrakan..ckkkkk
    shiwon dipeluk ma syapa?? sma sya aja dah..wkwkwk *abaikan
    lanjuttttttt eonnie
    ffmu mkin bkin pnsaran ^^b

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s