.:Boys Next Door:. [ending]

[annyeong…apa masih ingat dengan ep. Boys Next Door sebelumnya?? Click here. Mian kalo lanjutannya lamaaa sangat *author tidak bertanggung jawab, keke~* seharian ngerjain ini, akhirnya bisa terselesaikan juga.. horee!! Semoga puas dengan endingnya yoo…]

Tik Tok Tik Tok Tik *bunyi jam*

”…”

”aahh, aku menyerah !!” keluh donghae sambil melempar buku yang berada di hadapannya

”kau hanya disuruh membuat 3 paragraf  saja..” ucapku

”tapi dalam bahasa inggris…huft~”

”donghae-ya, sudah tidak ada waktu lagi, sekarang sudah jam 11 malam dan besok tugasmu kan harus dikumpulkan”

”memang kau sudah?”

”dari kemarin, lagi pula kau kemana saja sih?”

”bukan urusanmu!”

’AISH! Bocah ini, sudah bagus aku mau membantu, jika bukan permintaan ahjussi, kau sudah kubunuh donghae!!’ jeritku dalam hati. Butuh kesabaran jika berhadapan dengan bocah ini. Ada saja alasan untuk menghindar belajar.

”hmmm, eun ja~” ucapnya tiba-tiba ramah yang membuatku jadi merinding

”hei, kenapa kau?”

”hehe, ini kan sudah malam, jadi…tolong buatkan aku ya, hanya 2 paragraf saja kok, kau baik deh” rayunya

”sirruh! Aku mau tidur!”

”aku bayar”

”aku tidak mau dibayar dengan uang”

”bukan dengan uang, tapi…” dia tidak melanjutkan kata-katanya sambil menyeringai

”ta..tapi apa?”

”hehehe *evil laugh* aku tahu kau suka dengan teuki hyung kan?”

JLEB !! tepat sasaran

”m..mwo?”

”hahaha, semua bantuanmu akan aku bayar dengan semua informasi mengenai teuki hyung, gimana?”

Aish! Kenapa bocah ini terlalu terus terang sih. (>///<)

”…geure, sana kau kembali ke kamarmu! Eh, jangan lupa…janjimu”

”haha, siip noona…” ledeknya lalu keluar dari kamarku.

”noona?! Dasar bocah ikan!” aku merapikan buku dan bersiap untuk tidur. Tapi informasi apa yang akan ia berikan ya? Apa tentang pacar teuki oppa? Hmm, sampai saat ini aku tidak tau apa teuki oppa sudah punya yeojachingu.

***

”nih !!” aku menyerahkan 2 lembar kertas ke wajahnya yang masih asik tidur. ”ehmmm…”

”hei, kau tidak mau kuliah?! Ini sudah siang, nanti kau telat..” omelku

”ne..ne..arraseo, kau bawel sekali sih!” umpatnya, ingin rasanya aku menjitak kepalanya. Ugh!

—-

”pagi oppa…” sapaku pada leeteuk oppa yang sudah duduk manis di meja makan.

”pagi, ayo sarapan…”

”ahjumma kemana?”

”pagi-pagi sekali appa sama omma sudah pergi ke incheon, halmeoni sakit, mungkin akan memakan waktu beberapa minggu..”

”aigo~ sakit apa?”

”stroke…”

Waah, berarti selama beberapa hari ini hanya kami bertiga di rumah ini, haha. Bisa dekat dengan leeteuk oppa. *evil laugh*

***

di kampus…

”eun ja-ya!!” teriak donghae,

”hya! Bisa gak sih tidak teriak begitu!”

”hehe, aku mau minta bantuanmu lagi, ayo!” dengan seenaknya donghae langsung menarikku. Dia membawaku ke cafe depan kampus, disana juga sudah ada eunhyuk yang sudah duduk manis.

”annyeong eun ja-ya” sapanya,

”annyeong…” balasku dan duduk di hadapan mereka berdua,

”ini, kami dapat tugas lagi membuat laporan dalam bahasa inggris”

”heh?”

”iya eun ja, kau kan pintar bahasa inggris, jadi kami minta bantuanmu ya” ucap eunhyuk,

”iya, masalah imbalan, aku tahu imbalan apa yang harus aku berikan padamu, ya” sahut donghae, aku hanya menganggukkan kepala dan meraih kertas soal yang ada dihadapanku.

***

sebelum pulang kerumah, aku mampir ke supermarket dahulu, membeli beberapa bahan masakan, pasti dirumah tidak ada yang masak. Itung-itung menunjukkan pada leeteuk oppa, kalau aku juga bisa memasak!! Hoho.

Saat dijalan mau pulang…

”eun ja ya!” teriak seseorang dari belakang, aku sudah sangat hafal dengan suara ini.

”hya! Kau itu kalau memanggilku selalu teriak gitu apa?!”

”yaa, takut kau tidak mendengar…kau akan masak?”

”iya…”

”masak apa?”

”hmmm…masakan kesukaan teuki oppa apa?”

”bibimbab sama samgyupsal”

”oke, aku akan masak itu!”

”kenapa kau tidak menanyaiku?”

”bukannya kau pemakan segala?”

”aish! Terserahmu lah” ucapnya lalu jalan mendahului-ku,

”cih~ ada apa dengan bocah itu, ckck”

sesampainya dirumah, aku langsung berkutat di dapur, leeteuk oppa belum pulang dan donghae berdiam diri di kamarnya.

”eun ja?”

”oppa sudah pulang?”

”ne, kau masak?”

”hehe, iya oppa…oppa mandi dulu, nanti kita makan sama-sama ya”

***

waktu berjalan sangat cepat. Hubunganku dengan leeteuk oppa semakin dekat, tapi sampai saat ini aku tidak tahu apakan ia juga mempunyai perasaan yang sama denganku? Donghae sendiri memang sudah cukup membantu. Aku selalu melakukan apa yang teuki oppa sukai, tapi anehnya setiap aku melakukan apa yang disukai leeteuk oppa pasti donghae selalu membuatku kesal, dia masih saja cuek dan seenaknya sendiri, sampai pada saat donghae bicara yang serius padaku. Saat itu kami baru saja pulang dari kampus.

”apa kau masih menyukai hyung dan  berharap menjadi pacarnya?”

”keurom…”

”apa kau yakin dia juga menyukaimu?”

aku diam dan hanya mengelengkan kepala, ”huft~ jangan salahkan aku jika akhirnya nanti kau jadi sakit hati” ucapnya lalu berjalan mendahuluiku. Aku tidak mengerti apa maksudnya.

—-

Tapi pertanyaan itu langsung terjawab,aku melihat sendiri leeteuk oppa sedang berjalan dengan wanita lain. Mereka terlihat sangat mesra. jadi ini yang dimaksud oleh donghae.

”huft~~ dia hanya menganggap ku sebagai adiknya, ku kira impianku untuk menjadi istrinya akan tercapai, tapi…” aku berusaha menahan air mataku agar tidak tumpah. Malas rasanya utntuk pulang kerumah.

”hei, kenapa tidak pulang?” tanya donghae yang tiba-tiba sudah berada di sampingku,

”sebentar lagi…kau juga ngapain disini?”

”aku disuruh mencarimu oleh hyung, ayo pulang, hari sudah malam…” ia menarik tanganku paksa, aku ingin menangis, menangis dengan kencang. ”donghae-ya…” lirihku, donghae berbalik menatapku yang masih menunduk menyembunyikan air mataku.

GRAB!!

Donghae memelukku. Tangisku langsung pecah di pelukannya. Inilah yang aku butuhkan, aku butuh sandaran.

”sudahlah…lupakan dia…”

”hiks…hiks…hiks..kenapa kau tidak bilang..hiks…dari dulu”

”mianhae, aku juga tidak tahu kalau hyung memang sudah punya…pacar…”

”huweeeeee…..”

”hya~ sudah diam…malu tahu diliatin orang!”

”hiks…biarin!”

”nanti aku yang disangka buat kau menangis…”

”memang benar kok”

”aish! Ayo pulang” donghae melepas pelukannya dan menggandeng tanganku, aku hanya bisa menundukkan wajahku.

***

”sudah kuputuskan!” seru ku

”kenapa sih?” ucapnya yang sekarang ada di kamarku,

”aku akan tetap menyatakan perasaanku pada teuki oppa!”

”kau yakin? kau kan sudah tahu jawabannya…”

”iya, tapi jika tidak dinyatakan akan terasa janggal”

”terserah-mu lah…kalau kau menangis lagi, jangan cari aku!”

”huh! Kau ini…”

sudah ku putuskan untuk menyatakan cinta pada leeteuk oppa. Hari ini aku mengajaknya ke lotte world. Hari ini aku harus bersenang-senang dengannya. Mungkin saja aku masih punya kesempatan untuk memilikinya, seperti pepatah bilang ’raih cintamu sebelum janur kuning melambung’ *emang dikorea ada janur kuning ya?*.

”oppa!! Kita naik itu yuk” seruku sambil menunjuk ke wahana roller coaster,

”heh? Kau yakin mau naik itu?”

”keurom….oppa takut ya?”

”ahahaaa…aniyo, khaza!” ucapnya dan menarik tanganku,

hari menjelang petang. Kami sudah menaiki semua wahana yang ada disini.

”munumlah, kau pasti kelelahan” ucapnya seraya memberikan aku sebotol minuman,

”gomawo oppa…” balasku dan ia juga duduk disampingku,

”cheomaneyo, :)”

”oppa…”

”ne?”

”kau ingat impianku saat kita kecil dulu?” ucapku sambil menatap jalanan,

”keurom….”

”apa itu bisa menjadi kenyataan?”

”…eun ja-ya…”

”saranghaeyo oppa, aku menyukai oppa bukan sebagai kakak, tapi sebagai wanita kepada pria” ucapku menatap matanya dalam,

”eun ja-ya…aku juga menyukaimu, tapi hanya sebatas adik….kau bisa menjadi adik yang sangat baik, lagipula…aku sudah mempunyai wanita yang aku cintai, mianhaeyo eun ja”

”ehmm…aku sudah tahu jawaban oppa, aku hanya ingin oppa tahu perasaanku”

”eun ja-ya…jeongmal mianhae…kau pasti akan mendapatkan pria yang lebih baik dariku”

”arraseo oppa, semoga oppa berbahagia dengan kekasihmu” ucapku tulus, leeteuk oppa mengusap rambutku pelan, ”kita pulang sekarang?’ ajaknya,

”oppa duluan saja ya, aku masih ada urusan”

”baiklah, aku pulang duluan, pulang jangan larut malam ya”

”ne…”

aku terus melihat ia pergi meninggalkan aku. Yah, lega rasanya telah menyatakan perasaanku padanya, tapi tidak kupungkiri rasa sakit dalam hatiku.

”ayo eun ja, kau tidak boleh menangis!” aku berusaha menyemangati diriku sendiri. tapi percuma, air mata ini malah membentuk sungai kecil di wajahku. Aku menutup wajahku denagn kedua tanganku dan menangis lagi.

”sudahlah…lupakan dia” aku meghapus air mataku dan melihat donghae yang sudah duduk di sebelahku.

”donghae-ya”

”khaza, kita pulang….udara semakin dingin”

”neo…kau sedang apa disini?”

”aah~ habis bertemu dengan hyukjae dan melihat kau menangis disini”

”memang sudah tidak ada harapan”

”sudah kubilang jangan mengharapkannya lagi”

”arraseo….huuuft..fiuuuhh…eun ja HWAITING!!”

”haha, kau ini…ayo pulang” dongahe menarik tanganku.

***

beberapa hari kemudian, di kampus…

”jadi kau sudah menyatakan perasaanmu pada leeteuk sunbae?” seru minzi

”ne…lega rasanya ia tahu perasaanku”

”tapi tetap saja kau tidak bisa memilikinya”

”hem…”

”bagaimana dengan donghae?”

”heh? Kenapa dengan bocah itu?”

”iya, jika kau tidak dengan kakaknya, dengan adiknya juga bisa kok”

”MWO?!”

”hahaha, kenapa kaget gitu? Donghae itu juga tampan kok”

”tapi sifat sok tahunya itu bikin aku kesal”

”kau jangan hanya melihat sisi buruknya, lihatlah sisi baiknya…tuh perhatikan dia…” tunjuk minzi pada donghae yang asik mengobrol bareng eunhuk.

”tapi jika kau menaruh perasaan padanya, apa dia juga akan menyukaiku?”

”pasti !”

”yakin sekali kau”

”dari mendengar semua ceritamu dengan donghae, dia itu selalu cemburu melihat kedekatanmu dengan leeteuk sunbae, donghae pasti mempunyai perasaan yang sama denganmu”

”jincayo?”

”keurom~ sudah, sekarang kau cobalah buka hatimu untuk donghae”

aku terus memikirkan perkataan minzi dan sejak itu aku mulai sering memperhatkan donghae, dikampus maupun dirumah, seperti saat ini…

”HYA! Kau ini kenapa sih?”

” a…aniyo~~ sudah teruskan tulisanmu” balasku,

”kau itu sedang memperhatika kegantenganku?”

”heh?” PLAK sebuah buku mendarat mulus di kepalanya, ”pede sekali kau”

”aish! Kau ini”

***

sejak saat itu pula setiap aku dekat dengannya jantungku berdegup kencang dan pipiku bersemu merah. Apa iya aku menyukainya? Aku mulai merasa nyaman berada didekatnya, meski sifat menyebalkannya itu masih saja belum hilang.

Aku bisa kembali tersenyum karenanya dan tidak sakit hati lagi melihat leeteuk oppa. Aku sudah serius ingin menjalani hubungan dengannya, tapi hatiku hancur lagi saat tahu ia menerima pernyataan cinta dari seorang gadis. Saat itu aku baru saja keluar kelas dan tidak sengaja melihat donghae bersama dengan yeoja,

”donghae-sshi, saranghaeyo…apa kau mau menerima perasaanku?” tanya yeoja itu, aku hanya bisa mengatupkan bibirku menunggu reaksi donghae,

”ne…aku juga menyukaimu…”

DEG! Aku sudah tahu jawabannya. Aku langsung pergi meninggalkan mereka. Untuk kedua kalinya hatiku dihancurkan oleh kakak-beradik. Ku kira donghae memang menyukaiku, tapi nyata-nya…

Aku terus berjalan ke rumah dengan lunglai. Sesampainya di rumah aku rebahkan tubuhku mencoba untuk menenangkan pikiranku.

Dddrrrrrttt

“yeobseyo?”

“noona…appa jatuh sakit”

”heh? Sakit apa?” aku langsung bangun dari tidurku

”saat pulang berlayar, tiba-tiba jatuh dan tidak sadarkan diri, kalau bisa pulanglah kesini noona”

”ne. Arraseo, aku segera pulang” ku tutup telfon dan langsung membereskan semua barangku.

Aku bermaitan dengan ahjumma, ahjussi dan juga leeteuk oppa yang sedang berada di rumah.

”eun ja-ya, sampaikan salam ahjumma pada orang tua kalian”

”ne ahjumma, kamsahamnida selama ini telah mengizinkanku tinggal disini” balasku, ahjumma memeluk tubuhku erat,

leeteuk oppa mengantarku sampai halte bus…

“hati-hati eun ja-ya”

”ne oppa…jaga kesehatan oppa ya…oh ya titipkan saja salamku pada donghae”

”ne, akan aku sampaikan, jaljaeyo” ucap leeteuk oppa, kubalas dengan lambaian tanganku. Bus melaju kencang. Kuputuskan untuk tidak kembali ke seoul dan melupakan semua tentang donghae. ’donghae-ya…kuharap kau bisa bahagia dengan pilihan hatimu.’

1 tahun kemudian….

klining…*suara bel pintu*

”annyeonghasseyo…mau pesan apa?” teriakku dari dalam dapur. Aku keluar dengan membawa setumpuk piring yang baru aku cuci.

”eun ja-ya”

”donghae?!” teriakku kaget melihat siapa yanga da dihadapanku saat ini.

Kini aku dan dia sedang duduk di tepi pantai, tempat yang dulu sering kami kunjungi untuk bermain.

”kenapa kau tidak pernah memberi kabar pada kami?”

”heh?”

”kau bilang telah menganggap kami ini bagian dari keluargamu…ahjussi meninggal saja kau tidak memberi tahu kami secepatnya”

”mianhae…aku hanya tidak mau merepotkan kalian lagi, kalian sudah terlalu baik padaku”

”hya~ omma sangat khawatir padamu dan juga aku…kau pergi tanpa berpamitan denganku!”

”tapi aku sudah titip salam pada leeteuk oppa”

”itu tidak cukup!”

”huft~ kau tidak pernah berubah…lalu mau apa kau kesini?”

”ini…datanglah ke pernikahannya” ucapnya seraya menyerahkan undangan pernikahan leeteuk oppa, jadi dia sudah mau menikah ya…

”akan aku usahakan….tapi kau kesini hanya untuk menyerahkan ini?”

”ani…aku kesini juga ingin membawa calon menantu omma untukku”

”heh?”

”butuh waktu 1 tahun bagiku untuk memberanikan diri kesini”

”la..lau bagaimana dengan pacarmu?”

”pacar?”

“ne…gadis yang menyatakan cinta padamu dulu…bukankah kau menerimanya?”

“ooh…aku memang menyukainya, tapi itu dulu, sebelum kau datang, jadi bagaimana jawabanmu? Ah~ kau hanya mempunya 2 jawaban, menikah denganku atau menerima aku menjadi pacarmu”

“aish! Itu sama saja tahu!”

”biarin, yang penting ada hasil aku pergi jauh-jauh ke mokpo”

”hmmmm….*chu~*” ku cium pipi donghae, ia menolehku kaget, ”ku rasa kau sudah tahu jawabannya” ucapku pelan,

”ah…hahahaaa…kenapa di pipi?”

”wae?” cup. Donghae membalas ciumanku, tapi di bibir! (>///<)

“hya! Lee donghae!”

“hahaaa…”

tidak kusangka, pria yang selama ini membuatku kesal akan menjadi pendamping hidupku kelak. Lee donghae. Bocah ikan yang selalu bisa membuatku tertawa. Saranghaeyo donghae. *chu~~

-The end-

29 thoughts on “.:Boys Next Door:. [ending]

  1. hyunnie berkata:

    hwaa.. cerita endingnya mirip mimpiku.. hehehe
    klo beneran mimpiku kejadian, apalagi kayak donghae..
    pasti seneng bgt.. hahaha..

    ditunggu ff yang lain ya.. ^^

  2. abang fishy jadian sama eun ja dilaut… pas banget sama habitatnya😄 mueheheheeh #plakplakplak >.<

    keren oen tapi endingnya terlalu cepet,,, feel romantisnya jadi dikit
    tapi te2p DAEBAK,, like lah kalau haeppa jadi bad boy🙂 hohohooho

  3. ending x kurang greget. kurang r0mantis atau apalah yg bisa bkin qt ketawa2 sendiri. but overall aq suka sma crita x. gak ngebosenin. akhr x eun ja sama d0nghae jdian. kalo leeteuk oppa suka sm dya, gman d0ng nasib aq. ngarep.com
    btw ni yg pny akun twitter @Vay9449 hehe ntar d kira aq g jd main k blog mu ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s