My Girl [Part 5]

Seminggu kemudian setelah ’insiden’ keceplosan itu, aku tidak pernah mengunjunginya lagi. Setiap mengingat kejadian itu, wajahku jadi merah padam ! (>///<).

”hyechaaaan~~ ayo cepat, oppa bakal kesiangan nih” seru kyuhyun oppa dari bawah,

”ne~~ chakkamaneyo” sahutku dari dalam kamar yang masih sibuk memasukkan buku pelajaran

—-

”ayo jalan” ucapku yang sudah siap di atas motornya.

”ngapain aja sih?”

”hehe…tadi belum masukin buku, ayo jalan…”

Perlahan motor yang dikemudikan kyuhyun oppa melaju kencang.

Sesampainya disekolah…

”gomawo oppa…” ucapku setelah turun dari motornya,

”ne…nanti kau pulang sendiri ya, oppa masih ada kerjaan”

”okei !!”

”sudah masuk sana…” ucapnya seraya mengusap rambutku pelan.

Kumasuki area sekolah. Untungnya sampai sekarang kibum belum masuk sekolah, jika dia sudah masuk…huft~ apa yang harus aku lakukan yah?.

***

Pelajaran dimulai, lee sosaengnim baru saja memberikan selembar kertas berisi beberapa soal matematika.

”annyeonghasseyo soesangnim…” ucap seseorang dari depan pintu, ku tengok arah suara tersebut dan terlihatlah kibum dengan tangan kiri yang masih diperban dan kaki sebelah kanan ditumpu dengan tongkat. Wajahku bersemu merah saat melihatnya dan langsung menundukkan kepala, berkonsentrasi pada soal.

”oh, kau sudah baikan?”

”ne, sosaengnim…”

”silahkan kau duduk…”

Kibum berjalan melewati tempat dudukku, saat melintas didepanku, dia berhenti sejenak tanpa berkata dan berlalu.

”huufft~~” aku menghela nafas panjang,

”hei, kau kenapa?” celetuk sungmi disebelahku,

”ah..aniyo…ayo kerjakan…”

Seharian penuh aku terus menghindarinya. Saat bel istirahat aku langsung kabur ke kantin atau ke taman atau kemana saja, asal tidak bertemu dengannya!

”hya~ hyechan-ah..” ucap sungmi

”wae?”

”kau ini kenapa sih? Ada yang aneh dalam dirimu”

”heh? Jinca? Tidak ah, biasa saja..”

”kau…menghindar dari kibum!”

”hah? Ahahahaa…menghindar?”

”keurom…memang ada apa diantara kalian?”

”ani…aku biasa saja…hehe”

”aish! Makin hari, kau makin aneh” gerutu sungmi, aku hanya diam saja. Aku terlalu malu untuk berhadapan dengannya.

”…ehm, aku duluan yah…” pamitku pada sungmi.

—-

”hyecaaan!!” seru seseorang dari berlakang, setelah ku tengok ke belakang, ternyata KIBUM! Omona~ apa yang harus aku lakukan?! Dia semakin mendekatiku dna aku pun tidak akan bisa kabur.

”he..hei kibum-sshi”

”nih, bawa!” ucapnya seraya melempas tasnya ke tanganku,

”hya~ kenapa tidak kau bawa sendiri?” tanyaku,

”kau tidak lihat tangan dan kaki-ku?”

”…” aku hanya diam menatap kaki dan tangannya yang masih di perban,

”mulai sekarang kau harus mengikuti kemana aku pergi” ucapnya santai

”MWO?!”

”aku sudah minta izin pada sosaengnim dan beliau setuju, kau juga harus membatu pelajaranku yang sudah tertinggal” jelasnya, aku hanya bisa terperangah lebar mendengarnya.

***

Malam harinya…

”huft~” aku melempat tubuhku di ranjang kesayanganku. Hari ini benar-benar melelahkan. Sudah seharian aku bersamanya terus dan membantunya mengerjakan soal. Untungnya dia tidak menyinggung kejadian di rumah sakit lalu, mungkin dia sudah lupa.

”hyechaaaan~~ ayo makan…” teriak kangin oppa dari bawah,

”ne oppa…”

Aku meraih handuk dan bergegas untuk mandi, baru saja aku membuka daun pintu, tiba-tiba dadaku terasa sangat sakit dan sesak!

”AKH! Aah….” ku pegang dada bagian kiri terasa berdenyut kencang hingga aku susah untuk menghirup udara. Dengan susah payah aku kembali ke ranjang dan mengambil obat jantungku yang ada di laci.

”hah..hah…haahh…haaahhh…ottokhae? kenapa kumat lagi…” ku tenangkan diriku dan bersandar.

CKREK

”hyechan?” kyuhyun oppa sudah berada di ambang pintu

”oppa…” lirihku, ia mendekatiku dan duduk di pinggir ranjang,

”kau sakit? Wajahmu pucat…”

”aniyo oppa, aku hanya kelelahan…”

”ck! Kau itu terlalu banyak kegiatan…obatnya sudah diminum kan?”

”ne…”

”ya sudah..ayo makan” kyuhyun oppa memapahku turun ke meja makan. Mereka tidka boleh tahu jika penyakit jantungku kumat lagi, aku tidak ingin membuat mereka khawatir, apalagi leeteuk oppa.

***

Aku berjalan lesu menuju kelas. Entah mengapa aku jadi malas untuk masuk ke kelas, aku takut sesuatu akan terjadi pada diriku.

”hyechan-ah!” seru seseorang dari belakangku, dia…kibum

”wae?”

”ikut aku” tanpa aba-aba ia langsung menarik tanganku, aku hanya pasrah saja ditariknya.

Kibum mengajakku ke belakang taman sekolah yang sudah sepi, karena bel baru saja berbunyi.

”hya~ kau mau bolos lagi?” tanyaku, ia melepas genggamannya diam dan menatapku, ”hya~ kau kenapa?” tanyaku lagi,

”kau lupa sesuatu…”

”heh?”

”apa maksud omonganmu saat di rumah sakit tempo hari yang lalu?”

”om..omongan?” aigo~ dia masih mengingatnya! Dia terus menatap mataku, tapi aku sungguh tidak berani untuk menatapnya, tanganku langsung berkeringat dan jantungku berdegup sangat kencang,

”kau menyukaiku?”

”…ah…haha,, itu kan aku hanya salah bicara saja, he..he” ucapku garing, tapi ia malah terus mendekatiku, memojokkan tubuhku ke dinding, ”h..hya~ kibum-ah, k..kau mau apa?”

”jawab yang jujur apa kau menyukaiku?” ia bertanya lagi, aku hanya bisa menundukkan wajahku, sedangkan wajahnya terus mendekatiku, bisa kurasakan hembusan nafasnya dan wangi tubuhnya membuat wajahku semakin merona dan sepertinya penyakit jantungku akan kambuh lagi jika ia semakin mendekat!

”tidak mungkin kan kau menyukai siwon hyung?” ucapnya, aku mengadahkan wajahku, ia tersenyum kecil menatapku, ”ke..kenapa siwon oppa?”

”aku tahu dia pernah menyatakan cintanya padamu…tapi sebenarnya kau menyukaiku kan?” ucapnya dengan penuh percaya diri,

”..yak! percaya diri sekali kau…sudah, aku mau masuk ke kelas” bantahku, mendorong tubuhnya,

”TAPI AKU MENYUKAIMUU!!” ucapnya lantang, menghentikan langkahku, aku berbalik menghadapnya, terperangah tidak percaya,

”m..mwo?”

”keurom…aku menyukaimu, cepat sekarang kau katakan bahwa kau juga menyukaiku”

” ke..kenapa kau memaksaku?!”

”aku tidak memaksa, tapi aku hanya ingin tahu dari dirimu sendiri…”

”…” aku tidak tahu harus bilang apa padanya, bilang juga menyukainya tapi hatiku sangat bimbang, ottokhae?!

”ck! Ya sudahlah, meski kau belum bisa bilang, aku akan terus menunggu sampai kau bilang iya” ucapnya lalu pergi meninggalkanku, aku hanya bisa melongo melihat sikapnya yang sangat sesuka hatinya itu! Hu’uh !!.

To be continue…

*annyeoooongg~~kependekan yah?? sengaja…*udah lama, pendek pula!* hehe,, kemungkinan part selanjutnya udah yang terakhir, sekali lagi jeongmal mianhae, semua ff jadi terlantar, *karena keasikan bikin ff yang nc* kekeke~~,, semoga suka yoo,, dan seperti biasa, jangan pernah sungkan untuk meninggalkan jejaknya yoo…* bow

My Girl [Part 5]

Seminggu kemudian setelah ’insiden’ keceplosan itu, aku tidak pernah mengunjunginya lagi. Setiap mengingat kejadian itu, wajahku jadi merah padam ! (>///<).

”hyechaaaan~~ ayo cepat, oppa bakal kesiangan nih” seru kyuhyun oppa dari bawah,

”ne~~ chakkamaneyo” sahutku dari dalam kamar yang masih sibuk memasukkan buku pelajaran

”ayo jalan” ucapku yang sudah siap di atas motornya.

”ngapain aja sih?”

”hehe…tadi belum masukin buku, ayo jalan…”

Perlahan motor yang dikemudikan kyuhyun oppa melaju kencang.

Sesampainya disekolah…

”gomawo oppa…” ucapku setelah turun dari motornya,

”ne…nanti kau pulang sendiri ya, oppa masih ada kerjaan”

”okei !!”

”sudah masuk sana…” ucapnya seraya mengusap rambutku pelan.

Kumasuki area sekolah. Untungnya sampai sekarang kibum belum masuk sekolah, jika dia sudah masuk…huft~ apa yang harus aku lakukan yah?.

***

Pelajaran dimulai, lee sosaengnim baru saja memberikan selembar kertas berisi beberapa soal matematika.

”annyeonghasseyo soesangnim…” ucap seseorang dari depan pintu, ku tengok arah suara tersebut dan terlihatlah kibum dengan tangan kiri yang masih diperban dan kaki sebelah kanan ditumpu dengan tongkat. Wajahku bersemu merah saat melihatnya dan langsung menundukkan kepala, berkonsentrasi pada soal.

”oh, kau sudah baikan?”

”ne, sosaengnim…”

”silahkan kau duduk…”

Kibum berjalan melewati tempat dudukku, saat melintas didepanku, dia berhenti sejenak tanpa berkata dan berlalu.

”huufft~~” aku menghela nafas panjang,

”hei, kau kenapa?” celetuk sungmi disebelahku,

”ah..aniyo…ayo kerjakan…”

Seharian penuh aku terus menghindarinya. Saat bel istirahat aku langsung kabur ke kantin atau ke taman atau kemana saja, asal tidak bertemu dengannya!

”hya~ hyechan-ah..” ucap sungmi

”wae?”

”kau ini kenapa sih? Ada yang aneh dalam dirimu”

”heh? Jinca? Tidak ah, biasa saja..”

”kau…menghindar dari kibum!”

”hah? Ahahahaa…menghindar?”

”keurom…memang ada apa diantara kalian?”

”ani…aku biasa saja…hehe”

”aish! Makin hari, kau makin aneh” gerutu sungmi, aku hanya diam saja. Aku terlalu malu untuk berhadapan dengannya.

”…ehm, aku duluan yah…” pamitku pada sungmi.

—-

”hyecaaan!!” sru seseorang dari berlakang, setelah ku tengok ke belakang, ternyata KIBUM! Omona~ apa yang harus aku lakukan?! Dia semakin mendekatiku dna aku pun tidak akan bisa kabur.

”he..hei kibum-sshi”

”nih, bawa!” ucapnya seraya melempas tasnya ke tanganku,

”hya~ kenapa tidak kau bawa sendiri?” tanyaku,

”kau tidak lihat tangan dan kaki-ku?”

”…” aku hanya diam menatap kaki dan tangannya yang masih di perban,

”mulai sekarang kau harus mengikuti kemana aku pergi” ucapnya santai

”MWO?!”

”aku sudah minta izin pada sosaengnim dan beliau setuju, kau juga harus membatu pelajaranku yang sudah tertinggal” jelasnya, aku hanya bisa terperangah lebar mendengarnya.

***

Malam harinya…

”huft~” aku melempat tubuhku di ranjang kesayanganku. Hari ini benar-benar melelahkan. Sudah seharian aku bersamanya terus dan membantunya mengerjakan soal. Untungnya dia tidak menyinggung kejadian di rumah sakit lalu, mungkin dia sudah lupa.

”hyechaaaan~~ ayo makan…” teriak kangin oppa dari bawah,

”ne oppa…”

Aku meraih handuk dan bergegas untuk mandi, baru saja aku membuka daun pintu, tiba-tiba dadaku terasa sangat sakit dan sesak!

”AKH! Aah….” ku pegang dada bagian kiri terasa berdenyut kencang hingga aku susah untuk menghirup udara. Dengan susah payah aku kembali ke ranjang dan mengambil obat jantungku yang ada di laci.

”hah..hah…haahh…haaahhh…ottokhae? kenapa kumat lagi…” ku tenangkan diriku dan bersandar.

CKREK

”hyechan?” kyuhyun oppa sudah berada di ambang pintu

”oppa…” lirihku, ia mendekatiku dan duduk di pinggir ranjang,

”kau sakit? Wajahmu pucat…”

”aniyo oppa, aku hanya kelelahan…”

”ck! Kau itu terlalu banyak kegiatan…obatnya sudah diminum kan?”

”ne…”

”ya sudah..ayo makan” kyuhyun oppa memapahku turun ke meja makan. Mereka tidka boleh tahu jika penyakit jantungku kumat lagi, aku tidak ingin membuat mereka khawatir, apalagi leeteuk oppa.

***

Aku berjalan lesu menuju kelas. Entah mengapa aku jadi malas untuk masuk ke kelas, aku takut sesuatu akan terjadi pada diriku.

”hyechan-ah!” seru seseorang dari belakangku, dia…kibum

”wae?”

”ikut aku” tanpa aba-aba ia langsung menarik tanganku, aku hanya pasrah saja ditariknya.

Kibum mengajakku ke belakang taman sekolah yang sudah sepi, karena bel baru saja berbunyi.

”hya~ kau mau bolos lagi?” tanyaku, ia melepas genggamannya diam dan menatapku, ”hya~ kau kenapa?” tanyaku lagi,

”kau lupa sesuatu…”

”heh?”

”apa maksud omonganmu saat di rumah sakit tempo hari yang lalu?”

”om..omongan?” aigo~ dia masih mengingatnya! Dia terus menatap mataku, tapi aku sungguh tidak berani untuk menatapnya, tanganku langsung berkeringat dan jantungku berdegup sangat kencang,

”kau menyukaiku?”

”…ah…haha,, itu kan aku hanya salah bicara saja, he..he” ucapku garing, tapi ia malah terus mendekatiku, memojokkan tubuhku ke dinding, ”h..hya~ kibum-ah, k..kau mau apa?”

”jawab yang jujur apa kau menyukaiku?” ia bertanya lagi, aku hanya bisa menundukkan wajahku, sedangkan wajahnya terus mendekatiku, bisa kurasakan hembusan nafasnya dan wangi tubuhnya membuat wajahku semakin merona dan sepertinya penyakit jantungku akan kambuh lagi jika ia semakin mendekat!

”tidak mungkin kan kau menyukai siwon hyung?” ucapnya, aku mengadahkan wajahku, ia tersenyum kecil menatapku, ”ke..kenapa siwon oppa?”

”aku tahu dia pernah menyatakan cintanya padamu…tapi sebenarnya kau menyukaiku kan?” ucapnya dengan penuh percaya diri,

”..yak! percaya diri sekali kau…sudah, aku mau masuk ke kelas” bantahku, mendorong tubuhnya,

”TAPI AKU MENYUKAIMUU!!” ucapnya lantang, menghentikan langkahku, aku berbalik menghadapnya, terperangah tidak percaya,

”m..mwo?”

”keurom…aku menyukaimu, cepat sekarang kau katakan bahwa kau juga menyukaiku”

” ke..kenapa kau memaksaku?!”

”aku tidak memaksa, tapi aku hanya ingin tahu dari dirimu sendiri…”

”…” aku tidak tahu harus bilang apa padanya, bilang juga menyukainya tapi hatiku sangat bimbang, ottokhae?!

”ck! Ya sudahlah, meski kau belum bisa bilang, aku akan terus menunggu sampai kau bilang iya” ucapnya lalu pergi meninggalkanku, aku hanya bisa melongo melihat sikapnya yang sangat sesuka hatinya itu! Hu’uh !!.

***

21 thoughts on “My Girl [Part 5]

  1. Dhikae berkata:

    huaghhhh si kibum gak nyngka suka ma hyechan/plakk
    cara nembaknya agak kasar nih.. heheh #reader byk mwnya
    lanjut ASAP eonnie
    ffmu seruuuuu~

    • heh? dobel gimana??
      hehe, abis tanggung kalo mau ditamatin sekarang,,
      mungkin hello baby duluan yg publish, endless love masii mentok say idenya..
      tapiii,, gomawo yaahh udah nunggu..😀

  2. Waah.. Ceritanya bagus.
    Mian kalo aku cuma komen d part ini. Soalnya aku baru nemu dan bacanya borongan. Hehe..
    Part selanjutnya jangan lama2 ya thor (maksudnya author :p )
    Semoga happy ending ceritanya..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s