Remember Me

 

Note : kalo baca ff ini, diharapkan sambil dengerin lagu2 yang galau, segalau-galaunya!!
Rekomendasi lagu : afgan-bawalah cintaku sama rio febrian-bertahan
NB : font warna
biru berarti lagi point of view donghae, kalo hitam berarti author, okeii??

“aigo~ dimana aku taruh kotak itu…” aku mencari keseluruh penjuru kamarku, kotak yang paling penting malah aku lupa menaruhnya dimana…

“hyung…kau cari ini?” ucap kyuhyun, adikku, “ah! Iya, ada dimana?!” seruku sambil meraih kotak kecil dari tangannya,

“aish! dasar pikun, kau sendiri yang menaruhnya di meja samping tv” gerutu kyuhyun,

“eheheee…sudah ya, aku jalan” ucapku riang,

“iya, semoga sukses hyung!” teriaknya, aku hanya melambaikan 3 jariku. Kulihat jam menunjukkan pukul setengah 5 sore, masih ada waktu untuk membeli bunga dan es krim kesukaanya. Ku jalankan mobil menuju kawasan namsan tower.

Tepat pukul 5 sore…

Ternyata ia belum datang, tak apalah. Aku duduk di sudut taman yang tidak begitu ramai. Ku buka lagi kotak kecil yang didalamnya sudah ada cincin mata 1, “chagiya…semoga jawabanmu sesuai dengan harapanku…” ucapku, aku tidak bisa menyembunyikan senyumanku, ini adalah hari terpenting dalam hidupku.

“oppa…mianhae aku telat ya” ucap seorang gadis manis, rambut panjangnya terurai bebas dan wangi parfum avenue langsung bisa tercium olehku, parfum favoritnya.

“gwenchana…sini duduk” ku tarik ia agar duduk disampingku, ku berikan setangkai bunga matahari dan juga es krim coklatnya, “huwaaa…gomawo oppa”

“ne…gimana sidangnya? Lancar?” tanyaku,

“iya, meski aku sempat tegang hingga tanganku berkeringat, tapi mereka menerima skripsiku dan bulan depan aku sudah bisa wisuda!!” ucapnya senang, senyuman tak lepas dari bibir mungilnya, aku mengacak pelan rambutnya, “cukhae…”

“hihi…ini juga berkat oppa, kau juga sudah banyak membantuku, oh iya, kita mau kemana?”

“naik ke atas yuk…” ku raih tangannya dan mengajaknya ke atas.

Untungnya kereta gantung ini sepi pengunjung. Hee rin masih asik memandang ke luar. Ku genggam tangannya hingga ia menatapku heran, “waeyo oppa?”

“chagiya…maaf jika aku tidak bisa menjadi pria yang romantis, tapi…maukah kau menjadi istri dari pria yang selalu merepotkanmu, yang tidak fasih berbahasa inggris dan juga sangat polos ini?” ucapku langsung sambil menyodorkan cincin yang telah aku siapkan,

“hya~ kau ini serius melamarku tidak sih?”

“benar aku serius hee rin-ah…yah, hanya ini yang bisa aku lakukan” ucapku sambil menggaruk rambutku yang tidak gatal, hee rin hanya terkekeh pelan,

“…coba katakan sekali lagi…tapi dengan kata-kata yang lebih baik!”

“ehm!…aku yakin kau tambatan terakhirku…jadilah pendamping hidupku, dan menghabiskan seluruh sisa waktumu hanya denganku…lee donghae” ucapku lagi,

“hmmm…iya oppa, dengan senang hati aku mau menjadi istrimu” ucapnya, ku sematkan cincin di jari manisnya dan mengecup keningnya penuh sayang…

***

6 bulan kemudian…

“oppa…banguuuunn, udah siang nih, kau enggak ke kantor?” suara merdu itu kembali kudengar, ku buka mataku dan melihatnya sudah duduk disampingku dengan wajah yang cemberut, lucu !!

“hoaaahhmmmnn…”

“aigo~ masih mengantuk huh?” ucapnya sambil berkacak pinggang,

“ehm, hehe…aku mau bolos aja” ucapku sambil kembali menarik selimut,

“hya~ kau mau bolos lagi? Ayoo bangun! Kalau enggak aku siram!”

“chagiya…”

“ayo bangun…” ia masih berusaha membangunkanku dengan menggelitiki perutku, “ahahaha…ampun hee rin-ah,… iya aku bangun…”

“cepat mandi, sarapannya keburu dingin tuh…”

“mandiin…” BUK!! Bantal terlempar dengan mulus di wajahku, ia berdecak kesal, “manja! Udah cepetan mandi” sergahnya, aku hanya terkekeh pelan melihatnya. “popo dulu…” pintaku sambil menunjukkan wajah aegyo-ku, ia berjalan kearah ku dan mengecup pipiku pelan, “udah kan? Sekarang mandi” ucapnya.


Saat keluar kamar kulihat ia sedang berkutat di dapur, perlahan ku peluk tubuhnya dari belakang, tapi… “hya! Oppa geli!!” bentak hee rin dan langsung mendorong tubuhku pelan, hemm, kebiasaannya belum juga hilang, aku hanya terkekeh pelan..

“aigo~ chagiya…kenapa penyakitmu belum sembuh juga sih?”

“ini bukan penyakit, hanya sarafku saja yang berlebihan kalau disentuh, oppa…”

“mwo?! Haha….kau ini ada-ada saja, tapi…apa perlu kita ke dokter?”

“hee? kau berlebihan…”

“ya tapi…kalau begini terus aku yang tersiksa, chagy…” gerutuku,

“mianhae…tapi pasti lama-kelamaan aku bisa kok oppa, sarapan yuk” ucapnya dan menarik tanganku ke meja makan.

Aneh memang, baru kali ini aku bertemu dengan gadis yang sangat unik. Hee rin ini paling enggak bisa dirangkul atau dipeluk! Semua tubuhnya itu sangat sensitive. kami berpacaran sudah lebih dari 4 tahun, aku tahu betul sifatnya seperti apa dan setelah menikah pun masih saja suka geli. jangan tanya malam pertama kami seperti apa, tubuhku sampai biru-biru karena menahan tangannya yang tidak sengaja memukulku karena menyentuhnya, ya…meski akhirnya berhasil sih.. heheheee…

“oh iya, nanti sepulang dari kantor aku mau menemani rin rin ya oppa…”

“kemana?”

“cek ke butik lagi, lalu pesan seperangkat perawatan untuk pengantin” ucapnya,

“oh, apa perlu aku antar?”

“tidak usah…rin rin bawa mobil kok…” ucapnya. Yah, sebentar lagi adikku, kyuhyun juga akan menyusulku. Minggu depan ia akan menikah dengan rin rin. aku sangat bersyukur rin rin akhirnya mau menikah dengan kyuhyun, karena adikku yang satu itu sangat tidak peka! Butuh waktu 1 tahun agar mereka bisa mengetahui perasaan masing-masing, haha.

“chagy, bisa tolong pakaikan?” ucapku, hee rin langsung menghampiriku dan memakaikan dasi,

“nah…selesai, hu…hue…”

“waeyo chagy?” tanyaku heran, ia tidak menjawab, malah kabur ke kamar mandi, ia mengeluarkan seluruh isi makanan yang baru saja ia makan, ku bantu memijat tengkuknya, tapi langsung di tepis olehnya, karena geli…

“hueeeekkk!!!…aigo~”

“kau sakit?”

“mollayo oppa…” ucapnya sambil mengusap perutnya, kuambilkan segelas air hangat untuknya, “minumlah…mungkin kau kelelahan, istirahat saja ya…”

“aku enggak apa-apa, Cuma ma…hueeekkk!!!” ia kembali muntah, aku jadi bingung melihatnya, apa jangan-jangan… “hee rin-ah! Jangan-jangan kau…”

“eh? Wae?”

“eng…chakkaman” aku langsung mencari benda itu ke semua laci kamar, benda yang sangat penting…test pack!

“ini, ya…coba saja, siapa tahu kau benar hamil” ucapku berharap itu benar, hee rin hanya mengangguk lalu kembali masuk ke dalam kamar mandi. Dengan cemas aku menunggu di luar…

“gimana hasilnya?” ucapku saat hee rin keluar,

“…positif oppa…” ucapnya pelan, “po..positif?”

“iya…nih, aku hamil…” ucapnya seraya memperlihatkan testpack, disana tertera dua garis berjajar, tandanya positif. aku langsung memeluknya erat, “gomawo…gomawo chagiya…” bisikku,

“i…iya oppa…tapi geli nih!!, hya~ kenapa kau menangis?”

“haha…aniyo, aku terlalu bahagia…aku jadi ayah!” ucapku girang, aku berlutut dan mencium perutnya yang masih datar, “oppa…”

“annyeong baby…ini appa” ucapku, hee rin hanya mengusap rambutku pelan. Terimakasih tuhan, kau telah memberikan anugerah yang terindah dalam hidupku…

***

Pernikahan rin rin dan kyuhyun…

“akhirnya kalian menikah juga…” ucap donghae sambil menepuk bahu kyuhyun pelan, kyuhyun hanya tertawa kecil begitu juga dengan rin rin, “cukhae rin-ah…yang sabar ya hidup dengan kyuhyun…” ucap donghae,

“hya~ hyung!” kyuhyun bergerutu pelan, hee rin juga memberi selamat pada keduanya dan memberikan kado untuk rin rin, “hanya ini yang bisa kami berikan rin-ah” ucap hee rin,

“gomawo eonni, oppa… oh iya, selamat juga ya atas kehamilan eonni”

“chagy, gwenchana?” ucap donghae yang melihat hee rin sedari tadi memegang keningnya,

“aku pusing…”

“kita pulang saja ya, mungkin kau kelelahan, kasihan juga baby…” ucap donghae, hee rin hanya mengangguk pelan. Donghae berpamitan pada orangtuanya dan juga kyuhyun dan rin rin sebelum pulang.

Keesokan harinya…

“chagy…ini vitaminnya, kau istirahat saja dirumah ya…” ucap donghae, hee rin hanya mengangguk pelan. Sejak hee rin hamil, kondisinya selalu drop, maka dari itu donghae meminta agar hee rin dirumah saja dan berhenti dari pekerjaannya.

Selain kondisi hee rin yang drop, ia juga jadi mudah lupa. Mulanya dari hal yang paling kecil, seperti menaruh handphone, dompet dan hal kecil lainnya…

“chagiya…lihat kemejaku yang warna biru?” tanya donghae yang baru saja selesai mandi,

“kemeja biru?”

“iya, dua hari yang lalu baru saja di cuci…”

“o..oh, sebentar oppa” ucap hee rin, maksud hati mau ke tempat setrikaan, ia malah berbelok ke dapur dan terlihat seperti orang bingung. Donghae yang melihatnya juga tambah heran, “chagiya, kau cari apa? tempat baju kan disana” ucapnya sambil menunjukkan ke arah yang tepat,

“o,oh…mianh oppa” ucap hee rin, donghae makin aneh dengan sikap istrinya itu.

***

@donghae’s office

Selama di kantor, donghae sama sekali tidak bisa konsentrasi, ia terus memikirkan hee rin. ada perubahan drastis dalam diri istrinya. Padahal hee rin adalah orang yang cekatan dan daya ingatnya sangat tinggi, “hya~ donghae-ya…kenapa kau melamun terus?” ucap hyukjae, sahabat sekaligus teman kantornya,

“ah, aniyo…hyukkie aku pulang dulu ya” pamit donghae, ia meraih tas kerjanya dan langsung keluar kantor, hyukjae hanya bisa melihat heran tingkah sahabatnya itu yang terlalu khawatir dengan keadaan istrinya.

Kekhawatiran donghae memang benar, sesampainya di rumah, ia melihat hee rin sedang menangis ketakutan di bawah pancuran shower,

“astaga! Hee rin-ah!” seru donghae, ia langsung mengangkat hee rin ke tempat tidur, hee rin menggigil kedinginan dengan terus menangis. Donghae segera mengganti seluruh pakaian hee rin yang basah dengan yang baru, “chagiya…waeyo?” tanya donghae khawatir, hee rin terus menangis tersedu, ia baringkan hee rin ke tempat tidur dengan pelukan tak lepas dari tangannya, “sst..ada aku chagiya…”

“hiks…hiks…oppa…”

“iya sayang…oppa disini…” ucap donghae berusaha menenangkannya…

1 jam kemudian…

Akhirnya hee rin bisa tidur nyenyak. Donghae menyelimuti tubuh hee rin dan membereskan semua pakaian hee rin yang tadi belum sempat ia bereskan. Setelah semuanya selesai, donghae membaringkan tubuhnya di sofa…

“apa yang terjadi padamu chagiya…” lirih donghae, ia memijat pelan kepalanya yang pening.

Keesokan harinya donghae membawa hee rin untuk periksa ke dokter kandungan, “gimana dok hasilnya?” tanya donghae setelah hee rin selesai periksa kandungan,

“kondisi bayinya sehat, ini hal yang biasa dialami ibu hamil, saran saya jangan sering biarkan nyonya hee rin sendirian…” ucap dokter siwon,

“oh…saya mengerti dokter, tapi enggak ada penyakit dalam juga kan?”

“sepertinya tidak, tapi jika anda kurang yakin, anda bisa periksa ke bagian penyakit dalam” ucap dokter siwon..

Di mobil…

“oppa…aku tidak apa-apa” ujar hee rin,

“tapi melihat kondisimu kemarin buatku sangat cemas hee rin-ah, mulai sekarang aku akan selalu menemani-mu”

“oppa…kau berlebihan, gimana dengan pekerjaanmu?”

“aku cuti, sampai kau baikan lagi”

“oppa, jangan begitu…aku kan bisa minta ditemani rin rin” pinta hee rin, donghae hanya menghela nafas panjang dan akhirnya menyetujui permintaan hee rin.

***

“oppa tenang aja, aku bakal temenin hee rin eonni sampai kau pulang kantor” ucap rin rin yang kini sudah ada di rumah donghae,

“maaf merepotkanmu rin-ah, habis hee rin yang meminta”

“gwenchana…oppa berangkat saja…” ucap rin rin. donghae tersenyum kecil lalu masuk ke mobilnya.

Saat rin rin masuk, hee rin baru saja keluar dari kamarnya, “eonni, gwenchana?”

“iya rin-ah, kau sudah sarapan?”

“sudah eon, kau istirahat saja…aku bereskan meja makan dulu ya…”

saat rin rin sedang menonton tv…

“eonni, waeyo?” tanya rin rin heran saat melihat hee rin keluar kamarnya dan mondar-mandir ke dapur lalu ke luar rumah,

“a..aniyo…aku lupa menaruh handphone dimana?”

“handphone eonni bukannya lagi di charge disini?” ucap rin rin sambil menunjuk handphonenya di samping meja TV,

“ah! iya, aigo~ kenapa aku makin pikun gini sih…” gerutu hee rin,

“wajar kok eon, kalau lupa, kyuhyun juga sering lupa taro pspnya dimana” ucap rin rin menenangkan hee rin

***

Setelah itu rin rin selalu menemani hee rin sehari-hari, hingga pada minggu ke 3 rin rin menjaga hee rin…

“gimana keadaan noona rin-ah?” tanya kyuhyun, ia baru saja keluar kamar mandi dan mengambil posisi disamping rin rin,

“dia udah jarang ketakutan lagi sih, hanya saja…aku suka merasa aneh dengan sikap eonni”

“aneh?”

“iya, kadang ia mudah lupa…menaruh laptopnya, handphone dan juga ia seperti orang kebungungan” ucap rin rin khawatir,

“tapi kata dokter itu bawaan dari kandungannya kan?”

“iya sih, tapi apa separah itu? Aku takut…kalau…”

“sst! Hee rin noona baik-baik saja, kau jangan berpikiran jelek…sudah malam, ayo tidur” ucap kyuhyun ia menarik selimutnya, tapi rin rin sama sekali tidak bisa tidur, ia terus memikirkan keanehan dalam diri hee rin.

***

hari terus berjalan, penyakit lupa hee rin pun terus membuat donghae makin khawatir, meski masih hal yang kecil…

“chagy…minum susunya ya” ucap donghae seraya menyerahkan susu putih pada hee rin yang sedang duduk menonton televisi,

“ehm…oppa…”

“ya?”

“itu…gelasnya…” ucap hee rin terbata-bata,

“iya…ini susu kamu, diminum ya…” ucap donghae, ia membantu meminumkan susu hee rin.

***

Setelah menemaninya tidur, aku keluar dan merebahkan tubuhku di sofa.

Lelah…

Ya, aku lelah, lelah fisik dan juga pikiran. Apa yang sebenarnya terjadi dengan istriku? Aku merasa ia makin menjauh…kadang ia seperti tidak mengenalku. Hee rin sangat tahu jika aku tidak terlalu suka daging, tapi ia memasak daging. Hee rin tahu aku tidak suka warna pink, tapi dia memilihkan dasi warna pink, bahkan sekarang hee rin tak apa jika aku merangkulnya, tak ada rasa geli di bahunya lagi…

“chagiya…kau kenapa? Apa karena kehamilanmu?” lirihku, aku menghela nafas panjang, aku berharap semua ini adalah mimpi…

***

“AKH!! Sakiiittt…uhhh!!” hee rin terus menjerit kesakitan, air ketubannya telah pecah, dengan hati-hati aku membawanya ke rumah sakit,

“tahan chagi…kita segera ke rumah sakit ya…” aku berusaha menenangkannya,

“sakiittt….sakit banget oppa…” lirihnya, ku rebahkan ia di belakang dan segera melarikannya ke rumah sakit.

@Seoul Int. Hospital…

“hyung…” kulihat kyuhyun, rin rin, juga appa dan eomma menghampiriku,

“gimana hee rin?” tanya eomma,

“mollayo eomma…baru saja ia masuk ICCU” ucapku pasrah, aku sungguh mengkhawatirkan ia dan juga bayi kami,

“tenang hyung…noona pasti bisa melewatinya” kyuhyun berusaha menenangkanku, air mataku mengalir begitu saja, kyuhyun merangkul pundakku untuk meredam emosiku.

1 jam…

2 jam…

3 jam…

Kami menunggu dengan cemas, tak hentinya aku memohon keselamatan hee rin dan bayi kami.

Akhirnya, setelah menunggu lama, aku bisa mendengar tangisan bayi dari dalam, bayi kami…

“aigo~ donghae-ya…itu bayi kalian” ucap eomma senang, aku bersyukur hee rin bisa melewati masa kritisnya, pintu operasi terbuka, kulihat dokter siwon keluar,

“gimana istriku dan bayinya dok?”

“selamat donghae-sshi, anak anda perempuan dan sangat sehat…tapi…”

“ta..tapi kenapa?”

“sebaiknya kita bicarakan di ruangan saya, mari…” ucapnya, aku hanya mengikutinya, banyak pertanyaan berkecamuk dalam pikiranku, ada apa ini?!

“donghae-sshi, apa setelah chek-up waktu itu anda jadi memeriksa nyonya hee rin ke dokter saraf?”

“sudah, tapi baik-baik saja, kenapa dokter?”

“selama hamil separah apa kelupaan dalam diri istri anda?”

“banyak dok, dari hal yang kecil hingga yang parah…bahkan ia lupa dimana letak kamarnya… ia sering ketakutan, mudah marah, mudah tersinggung dan penalarannya lambat” jelasku,

“jika semua itu benar, saya menduga…istri anda mengidap Alzheimer…”

“a…alzheimer?”

“iya…semula yang ku pikir hanya lupa karena pengaruh kandungan, tapi ini sudah makin parah, bahkan mendengar instruksiku saat proses melahirkan tadi sulit…”

Tubuhku seperti tersambar petir…alzheimer, penyakit yang seharusnya diderita oleh lansia kini hinggap di tubuh istriku? Ya tuhan…apa ini cobaan darimu…

“sebaiknya anda periksa lagi ke dokter saraf, saat ini istri anda masih dalam tahap pemulihan…” ucap dokter siwon, tak ada kata yang terucap dari bibirku. Aku keluar ruangan dengan lesu, pikiranku hanya tertuju pada hee rin.

“hyung…hee rin noona masih belum sadar” kyuhyun menghampiriku, “hyung…gwenchana yo?”

“…dimana hee rin?”

“sudah di kamar rawat” ucap kyuhyun, aku segera ke kamarnya, orang tua hee rin juga sudah datang. Mata hee rin masih terpejam, aku duduk disampingnya, membelai rambutnya…

“donghae-ya…apa kata dokter? Kenapa hee rin belum sadar?” tanya eomma dan juga ibu hee rin,

“hee rin…dalam tahap pemulihan eomma” ucapku seadanya…

***

2 minggu kemudian…

Dugaan dokter memang benar, hee rin menderita Alzheimer, dan lebih mirisnya lagi penyakitnya sudah tahap yang cukup parah. Yah…aku bisa melihatnya, setelah keluar dari rumah sakit, hee rin lebih banyak diam, ia sama sekali tidak ingat jika pernah melahirkan, melihat bayinya saja malah ketakutan. Aku terus membujuknya dan memberitahu tentang kehamilannya.

Keluargaku? Tentu mereka tahu dan sangat sedih. Untungnya ada rin rin yang dengan suka hati mau merawat haerin, bayi kami. setiap harinya rin rin membawa haerin ke rumah untuk bisa bermain dengan hee rin…

“annyeong oppa…” ucap rin rin yang baru datang dengan haerin,

“hei…aigo~ anak appa yang cantik…” aku langsung mengambil haerin dari gendongan rin rin,

“eonni dimana oppa?”

“masih di kamar…dia sudah minum susu rin-ah?”

“sudah oppa…oppa mau jalan kan?”

“ne…aku minta bantuanmu ya”

“iya, oppa tenang saja…nanti kyuhyun juga akan membantu kok…” ucap rin rin, sedikit membuat hatiku tenang.

Hari terus berjalan, tapi kondisi hee rin makin parah. Ia sudah lupa dengan segalanya, bahkan kadang ia tidak mengingatku. Tidak bisa makan sendiri, tidak bisa berpakaian, bahkan ia tidak tahu caranya berbicara. Setiap melihatnya terlelap, aku bisa melihat hee rin yang dulu…tapi aku rindu mendengar suara merdunya…

“nah…sudah cantik, chagiya…kita sarapan ya” ucapku setelah memakaikannya baju dan juga menyisiri rambutnya, ia diam lama lalu hanya menganggukkan kepalanya. Ku tuntun ke meja makan dan menyuapinya.

Kini hanya itu yang bisa aku lakukan, aku resign dari kantor untuk focus merawat hee rin. aku masih percaya bahwa hee rin pasti bisa sembuh.

***

“donghae-ya…” ucap ibu hee rin yang baru saja datang,

“eommanim, sendirian datang?”

“iya…dimana hee rin?”

“lagi diajak jalan-jalan sama rin rin, waeyo eomma?”

“ada yang ingin eomma bicarakan padamu…”

“apa?”

“…donghae-ya…eomma tahu ini adalah saat yang sulit bagi kalian, harusnya…harusnya eomma yang merawat hee rin…” ucap ibu hee rin dengan isak tangis,

“eommanim…itu memang tugasku sebagai suaminya”

“donghae-ya…kau masih muda nak…jalan hidupmu masih panjang”

“apa…maksud eommanim?”

“tinggalkan hee rin, carilah wanita yang lebih sempurna…yang bisa merawatmu” ucap ibu hee rin,

“eommanim…hanya hee rin yang aku cintai, tak pernah terpikir olehku untuk meninggalkannya, itu adalah janjiku padanya” ucap donghae, ia tak kuasa menahan tangisnya,

“tapi…eomma tidak mau melihat kau terus-terusan seperti ini…kau sudah cukup menderita donghae”

“andwae, jika aku berpisah dengannya itu yang membuatku menderita…selamanya hee rin akan mejadi istriku, sampai ajal memisahkan kita…” ucap donghae yakin…

***

“chagiya…” ku arahkan wajah hee rin agar menatapku, meski tatapan kosong yang kudapat…

“kau masih ingat janji kita dulu kan? Kita…akan selalu bersama, sampai ajal memisahkan kita…jadi…aku tidak akan pernah meninggalkanmu, aku…lee donghae selamanya akan selalu mejadi suami dari lee hee rin” ucapku, ia hanya diam… tapi kulihat air mata mengalir dari matanya yang indah,

“hee rin-ah? Waeyo? apa aku membuatmu sedih? Huh?” aku hapus air matanya dan memeluknya erat, “mianhae chagiya, aku tidak akan membuatmu sedih lagi…” ucapku, ku tumpahkan semua yang ada dibenakku…

‘tuhan…berikanlah yang terbaik untuk kami…jika kau memang mau mengambilnya dariku, ambilah dia tuhan…sudah cukup ia tersiksa seperti ini…aku mencintai istriku…aku sangat mencintainya tuhan…’

***

“oppa…aku pulang dulu ya…”

“iya hyung…kami pamit” ucap kyuhyun dan juga rin rin, kyuhyun mengambil haerin,

“hati-hati, titip haerin ya…” ucap donghae yang lalu mencium haerin, saat rin rin mau pergi bersamaan dengan hee rin yang keluar kamarnya, “oppa…” hanya kata itu yang terucap,

“ah, sebentar” ucap donghae dan menghampiri hee rin,

“chagiya…kyuhyun dan rin rin mau pulang…”

“eonni, kami pulang ya…” ucap rin rin, baru saja rin rin mau menghampiri hee rin, air mengalir dari dalam paha hee rin,

“ah…pa..pasti dia mau ke kamar mandi, sampai tidak tahan ya chagi…” ucap donghae, tidak segan-segan donghae melepas kaosnya dan mengelap kaki dan lantai akibat air kencing hee rin, sementara itu rin rin hanya bisa melihatnya dengan menahan tangis, “ka…kalian pulang saja…biar hee rin aku yang mengurusnya” ucap donghae yang segera membawa hee rin masuk ke kamar mandi,

“ayo, rin-ah…” kyuhyun menarik tangan rin rin yang masih diam.

Malam harinya, rin rin terus melamun, memikirkan keadaan donghae dan heerin…

“aigo~ akhirnya haerin mau tidur juga” ucap kyuhyun yang baru dari kamar haerin,

“hei…rin-ah, kenapa kau melamun terus?” tanya kyuhyun hera, ia duduk disamping rin rin,

“…kyu…jika hal itu terjadi diantara kita…apa kau akan berbuat seperti donghae oppa?” tanya rin rin yang membuat kyuhyun langsung memeluknya,

“hya~  kau tidak boleh seperti itu…aku…aku takut tidak bisa sekuat donghae hyung, jadi ku mohon jangan sampai rin-ah, jangan meninggalkanku…” ucap kyuhyun, rin rin melepas pelukannya, mengusap air mata yang mengalir di pipi kyuhyun, “aku takut kyu…aku bisa merasakan kesedihan donghae oppa…aku tidak sanggup melihatnya seperti ini terus, aku takut…” isak rin rin, kyuhyun makin memeluknya erat,

“donghae hyung…orang yang kuat rin-ah…cintanya sangat besar pada hee rin noona…kau tidak perlu takut…kita memang sedang diberi cobaan…” ucap kyuhyun menenangkan rin rin…

***

“oppa…hiks…donghae oppa…” lirih hee rin, matanya masih terpejam tapi ia terus menyebut nama donghae. Perlahan ia membuka kedua matanya dan melihat ke sekeliling kamar. Orang yang ia cari tidak ada dimana-mana. Hee rin turun dari tempat tidur, dengan terus memanggil donghae, ia berjalan hingga keluar rumah, tanpa memakai alas kaki dan juga jaket, hee rin terus berjalan tak tentu arah…

“donghae..oppa…” lirih hee rin.

Donghae yang baru saja kembali dari minimarket, heran melihat pintu rumahnya yang terbuka. Ia mencari hee rin ke kamarnya tapi nihil…

“hee rin-ah! Kau dimana?!” donghae terus mencarinya, ia berlari keluar rumah, berharap hee rin masih belum jauh. Udara semakin dingin, donghae makin mencemaskan keberadaan hee rin, sudah 1 kilometer lebih ia berlari tapi hee rin tak kunjung di temukan,

“hee rin-ah…kau dimana?” lirih donghae, matanya memerah menahan tangis,

Akhirnya, setelah berjalan cukup jauh, ia melihat hee rin yang berjalan sambil menangis, “hee rin-ah!!” seru donghae, ia langsung memeluk hee rin, tubuhnya menggigil dan juga sangat dingin, “mianhae…lain kali aku tidak akan membiarkanmu sendirian chagi…” ucap donghae, ia mengusap tangan hee rin yang dingin untuk menghangatkannya. Kaki hee rin yang juga lecet dan luka karena jalan tanpa alas kaki.

“kita pulang ya…”

“oppa…donghae oppa…” hanya itu yang keluar dari bibir hee rin, donghae menggendong hee rin di belakang, air matanya terus mengalir… “aku disini hee rin-ah…” balas donghae berusaha menenangkan hee rin.

Sesampainya di rumah, donghae mengganti baju hee rin dan menyelimutinya. Meringis hatinya melihat kaki hee rin yang banyak luka, bahkan ada pecahan beling… donghae kembali menangis sambil mengobati kaki hee rin, “mianhae…mianhae chagiya…” isak donghae, dengan penuh kasih sayang donghae mengobati hee rin, bahkan hee rin sampai tidak tahu rasa sakit seperti apa, hanya air mata yang keluar dari kedua matanya…

***

hari ini, semua orang tua donghae maupun hee rin berkumpul di rumah mereka. Orang tua hee rin sudah membicarakan hal ini kepada orang tua donghae dan membujuk donghae untuk melepas hee rin…

“donghae-ya…biarkan hee rin kembali pada orangtuanya” bujuk ibu donghae,

“andwae! Dia istriku, dia masih jadi tanggung jawabku!” ucap donghae masih tetap pada pendiriannya. Donghae dan kedua orang tuanya sedang bicara di kamar donghae, sedangkan hee rin di ruang tamu, bersama kedua orang tuanya. kyuhyun dan rin rin hanya bisa menunggu di teras depan sambil bermain dengan haerin,

“donghae-ya…eomma juga tidak mau seperti ini, eomma mengerti perasaanmu, tapi ibu mana yang tidak tega melihat anaknya terus menderita”

“eomma, appa…aku sudah dewasa! Aku tahu apa yang harus aku lakukan, aku sudah janji pada hee rin untuk tetap disampingnya!”

“tapi…” ayah donghae langsung mengisyaratkan agar ibunya berhenti membujuknya. Donghae keluar kamar dan langsung menghampiri hee rin yang hanya duduk diam sambil memainkan boneka haerin,

“eommanim…aku sudah pernah bilang kalau aku akan tetap menjaga dan merawat hee rin” ucap donghae tegas,

“donghae-ya…eomma tahu kau sangat menyayangi hee rin, tapi biarkan eomma saja yang merawatnya” mohon ibu hee rin, donghae hanya diam, tangannya tetap menggenggam erat jemari hee rin. hatinya sakit, harusnya keluarganya menyemangatinya disaat kondisi seperti ini…

“ANDWAE! HEE RIN MASIH JADI TANGGUNG JAWABKU !!” ucap donghae keras, emosi yang sedari tadi ia tahan meletus begitu saja, air matanya mengalir deras,

“donghae-ya!” seru ayahnya, berusaha meredam emosinya, “kenapa…kenapa disaat seperti ini kalian malah mau memisahkan kami?! hhh…ha..hampir 1 tahun lamanya aku merawat hee rin…dengan segala kemampuan yang aku punya! Hhh….meski hee rin sudah tidak mengingat semuanya, tapi dia masih ingat diriku! Suaminya!!” jerit donghae, ia jatuh berlutut, tubuh dan pikirannya lelah akan semua ini,

“eomma, cukup…jangan tambahkan beban donghae hyung lagi” ucap kyuhyun geram, ia menghampiri donghae dan membantunya berdiri, belum sempat donghae bangun ia sudah tak sadarkan diri…

***

2 hari donghae pingsan. Kini ia berada di rumahnya, sedangkan hee rin dibawa pulang oleh orang tuanya.

“hee rin-ah…hee rin-ah…” meski matanya terpejam, tapi bibirnya terus mengigau, menyebut nama hee rin, tubuh donghae panas tinggi,

“donghae-ya…bangun nak…maafkan eomma” isak ibu donghae yang sejak kemarin terus berada disampingnya,

“hee rin-ah!!” donghae terbangun, keringat mengucur dari sekujur tubuhnya, “dimana hee rin?”

“hee rin baik-baik saja…kau sakit, dari kemarin kau pingsan”

“aku harus menjemput hee rin” donghae berusaha bergegas pergi tapi langsung ditahan ibunya,

“donghae, kau masih sakit…”

“eomma…hee rin juga sakit! dia membutuhkanku!” sergah donghae, ia meraih jaket dan langsung keluar,

“donghae-ya…” ibunya terus berusaha menahan donghae,

“hyung, kau mau kemana?”

“…” donghae tidak menjawab, ia terus mencari kunci mobil, “kyuhyun-ah, temani donghae ke rumah hee rin” ucap ayahnya, kyuhyun langsung mengajak rin rin dan juga menarik donghae pergi ke rumah hee rin…

1 jam kemudian mereka sudah sampai di rumah hee rin, dari luar terdengar jeritan suara hee rin, tanpa menunggu lama donghae langsung berlari masuk ke kamar hee rin,

“hee rin-ah!” dilihatnya hee rin menangis dan menjerit ketakutan, hanya nama donghae yang keluar dari bibinya, donghae langsung memeluknya erat dan menangis, “ada aku chagiya…mianhae, aku mengingkari janjiku lagi…” lirih donghae,

“…donghae oppa…” lirih hee rin, masih menangis sesegukan, kyuhyun dan rin rin hanya bisa melihatnya sedih,

“ahjumma…ku mohon jangan pisahkan mereka lagi, sampai kapanpu mereka tidak akan pernah bisa dipisahkan…” pinta rin rin pada ibu hee rin, ibu hee rin menangis kencang, “maafkan eomma hee rin-ah…benar hanya donghae yang kau ingat…” isak ibu hee rin…

***

“chagiya…kau tahu lagu ini, saat kita pacaran dulu kau sering memintaku untuk menyanyikannya, begini lagunya…” kunyanyikan lagu to love you more, lagu kesukaanya. Meski bahasa inggrisku tidak bagus, tapi hee rin selalu tersenyum saat aku menyanyikannya.

Perlahan hee rin tersenyum kecil, kusandarkan tubuhnya di bahuku. Hee rin sangat suka pemandangan hijau, makanya ia sangat suka dengan alam pegunungan. tempat ini mejadi kenangan kami, alam pegunungan yang luas dan masih asri, tempat favorit hee rin. aku jadi teringat saat pertama kali kami merayakan hari jadi kami yang pertama disini…

“ayo oppa…katamu sebentar lagi kan? Kau yang mengajak kenapa kau yang jalan belakangan?” ucapnya riang, dia terlalu bersemangat sampai aku kalah jalan dengannya, haduuhh…tubuhnya sangat lincah!

“huuft~~ istirahat dulu, kaki-ku pegal hee rin-ah…” ucapku sambil bersandar di pohon,

“haah! Masa cowok kalah sih, ayo…”

“iya..iya…ayo jalan lagi” aku berlari mendahuluinya, kulihat sudah pukul setengah 6, sebentar lagi pasti muncul…

“nah! Sampai…” ucapku, saat hee rin sampai di puncak gunung bertepatan pula dengan terbitnya matahari… “ta-da~~” ucapku sambil melebarkan ke dua tangaku, hee rin hanya bisa terkagum-kagum melihat sunrise,

“oppa…ini…indah sekali” lirihnya hampir menangis,

“saengil cukhae chagi…bertepatan dengan hari ulang tahunmu dan juga hari jadi kita yang ke 1…” ucapku, hee rin sampai menitihkan air matanya.. “gomawo oppa…kau ini, akhirnya jadi pria romantis juga” ucapnya, ku acak rambutnya pelan dan memeluknya, tapi… “oppa! Jangan memelukku!!” ucapnya, aku hanya terkekeh pelan melihat tingkahnya, kedua tangannya sudah siap menghadangku. Akhirnya kami menghabiskan waktu pagi di puncak gunung itu, kunyanyikan lagu kesukaannya, meski ia selalu menahan tawa karena bahasa inggrisku tidak fasih…

“…lihat chagiya, sunrise” ucapku, ku arahkan pandangan matanya kedepan, tanganku menggenggam jemarinya erat. Tapi…perlahan ia menutup kedua matanya dan tertidur dalam pelukanku, selamanya…

Lee hee rin, wanita yang paling aku cintai…susah dan senang sudah kita lewati bersama, sudah banyak kesedihan dan penderitaan yang kau alami, aku ikhlas melepasmu pergi…aku akan selalu  berada disampingmu, saranghae hee rin-ah…

***

Hari ini hee rin dimakamkan, Awan kelam pun mengantarkan kepergiannya. semua orang yang hadir di pemakaman sangat merasa kehilangan hee rin. ibu hee rin terus menangis di pelukan suaminya, begitu juga dengan ibu donghae yang sedari tadi di rangkul kyuhyun dan ayahnya. donghae hanya diam menatap nisan yang ada di depannya, tak ada air mata setetes pun mengalir di wajahnya. Ditangannya terdapat dua buah cincin, punya donghae dan juga hee rin. donghae menepati janjinya untuk menemai hee rin sampai ajal menjemputnya.

“hyung…kita pulang ya…” ajak kyuhyun, donghae hanya diam, ia berdiri menghampiri rin rin yang ada di luar pemakaman yang menjaga haerin. Donghae mengambil haerin dari gendongan haerin. Haerin tertawa geli dan memainkan jarinya di pipi donghae. Dengan penuh kasih sayang donghae mengecup pipi haerin,

“ayo rin-ah…” ajak kyuhyun, mereka sengaja meninggalkan donghae dan haerin. Donghae jalan di belakang kyuhyun dan rin rin, ia terus memeluk haerin dan mencium puncuk kepala haerin.

***

2 hari kemudian…

“euh…pa…pa…pa…” haerin terus merangkak sambil tak hentinya berceloteh. donghae hanya tersenyum kecil memperhatikan buah hatinya, ia ambil haerin dan menidurkannya di atas dada donghae, “haerin-ah…maafkan appa, selama ini appa kurang memperhatikanmu…tapi kali ini appa janji akan selalu menjaga haerin, seperti appa menjaga eomma” ucap donghae, haerin tertawa geli, seperti mengerti ucapan donghae dan ingin agar ayahnya tidak bersedih lagi…

“…pa…ma…”

“iya sayang…sekarang hanya ada appa dan haerin…” ucap donghae sambil mengusap pipi chubby haerin. donghae menggendong haerin, ia memakaikan jaket pada haerin dan membawanya keluar…

“donghae-ya, kau mau kemana?” tanya ibu donghae,

“ke taman, eomma…” ucap donghae, ia meraih kunci mobilnya dan berjalan keluar…

“biar kyuhyun yang menyetir ya…” ucap ibu donghae sedikit khawatir, donghae hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

sesampainya di pinggir taman…

“kyuhyun-ah…kalian tidak usah menungguku, nanti kalau aku mau pulang aku hubungi kalian” ucap donghae lalu keluar sambil membawa haerin.

“he, hyung…” balas kyuhyun, baru saja mobilnya melaju terdengar suara decitan kencang dari belakang mobil.

CIIIIITTT

BRAAKKK!!! “KYAAA!!!” jerit orang yang ada disekitar taman, refleks rin rin menengok kebelakang….

“DONGHAE OPPA!! ANDWAEEE!!!”

“HYUNG!!!” kyuhyun langsung ngerem mendadak dan langsung lari keluar dengan rin rin,  “hhh…haerin-ah…oppa!!” jerit rin rin, “hya~ hyung…” kyuhyun mencoba membangunkan donghae, tapi hasilnya nihil, mobil dengan kecepatan tinggi menabrak keduanya hingga donghae dan haerin tewas seketika,

“hiks…oppa…kyu…andwae!!” tangis rin rin makin kencang, dengan bersimbah darah rin rin memeluk haerin yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri…

Epilog

“ayo rin-ah…kita pulang” ajak kyuhyun, rin rin masih menangis didepan nisan haerin, donghae dan juga hee rin. kyuhyun merengkuh rin rin untuk menenangkannya. Tapi rin rin masih terus menangis, kyuhyun mengajaknya duduk di bangku di pinggir pemakaman…

“sudah rin-ah…ikhlaskan kepergian mereka, mungkin ini yang terbaik bagi mereka” ucap kyuhyun sambil menghapus air mata di wajah rin rin,

“hiks…hiks…kenapa harus haerin, dia sudah seperti anakku sendiri…padahal…baru saja kita kehilangan hee rin eonni…” isak rin rin, kyuhyun merengkuhnya dalam dekapan, “…mereka sudah bersatu rin-ah…ini jalan yang sudah ditentukan yang di atas…” ucap kyuhyun, ia juga sangat merasa kehilangan kakak yang paling ia sayangi, donghae.

“pulang ya…” ucap kyuhyun, rin rin hanya mengangguk, baru saja ingin beranjak pergi, rin rin sudah tidak sadarkan diri…”hya! rin-ah!!


“rin rin baik-baik saja kan dok?” tanya kyuhyun, kini rin rin masih terbaring lemah,

“ia kelelahan dan juga karena sedang hamil”

“hamil?!”

“iya, apa anda belum mengetahuinya?” tanya dokter dan hanya dibalas gelengan oleh kyuhyun,

“usianya baru memasuki minggu ke-8, umur kandungannya masih sangat rentan, jadi ia jangan terlalu banyak pikiran dan kelelahan…” ucap dokter lalu keluar dari kamar, kyuhyun mendekati rin rin yang masih tertidur, “rin-ah…semua ini memang sudah jalannya, kita memang kehilangan haerin tapi sekarang kau dapat pengganti haerin…” lirih kyuhyun…

The end

Huwaaaaa!! Gimana? Sedihkah? Jujur aku yang buat ff ini sampe mata bengkak! Terutama pas akhir2… hiksu~~ mianh kalo endingnya garing, dan rinkyu *tetep* numpang eksis !! hehhe.. ff ini special buat sesha, yang selalu jadi komentator pertama gue, yang selalu kasih masukan buat ff gue. sha, ini ff request dari lo jadinya kayak gini deh, moga suka yooo.. sory kalo karakter lo gak sesuai dan gue bikin tragis! Heheheee…
KOMEN>>KOMEN>>KOMEN..are welcom..🙂


41 thoughts on “Remember Me

  1. OnewMinHae berkata:

    Hueeee~ onnie…
    Ini sedih banget, aku nangis pas tau hee rin meninggal, terus hae sama haerin ketabrak mobil *lap ingus*😄
    hae bener” kuat banget, dia juga tepat’in janjinya buat selalu bareng” sama hee rin *masih sesenggukan nih*
    Ya tuhan, semoga calon suami ku kelak kaya donghae #amin #plak

  2. irma mairr berkata:

    tanggung jawab lo ta?
    gw sampe nangis kejerr. .
    sampe ingus gw banyak beud yang keluar. .
    sampe mata gw dah kayak orang korea
    sipit abiss. .
    trus ff lo sering gw baca berulang x nihhh
    bkin bwd julieet donk. .

  3. choivaavaa berkata:

    tisu 1 bungkus abz*lebay*.tp bnrn,sy nangz.donghae dsni bnr2 stia,shdp smti.eh,ankny ikt pula.g kbyg da suami kyk hae d khdpn nyta.pgn dpt suami kyk gni#lpaz dr tragedyny# two thumb up bwt authorny!!

  4. hyunnie berkata:

    hwaa~ nangis ditengah2 setres tugas..
    TT______TT

    kasian donghae,, heerin jg..
    huhuhu..

    nice.. ^&^
    ditunggu yg lain y..

  5. eunchan berkata:

    TT__TT
    nangis di tengah pagi buta…

    astagaaaaaaaa..knapa semua FFmu bagus2,,,
    aku suka alurnya.,.*sroottttt ambil tissu
    sedih bgtttt….
    aku harap Rinkyunya happy deh…
    udah cukup Hae sama Hee…

    hiks…*srooot

  6. chingu.. hiks. kenapa ceritanya kayak ginii.,,, huaaaa,,,
    aku lagi ujian praktek bacanya dan galau gara2 baca ini sampe ditanyain sama temen sebelahku. T.T buat lanjutannya yang mreka hidup di surga lagi chingu.

  7. INI BARU TRAGIS!
    aku sukaaaa TT.TT
    dan aku nangis bacanyaaa..

    Donghaeee~
    eonni tanggung jawab!! *peluk kyu

    Jdi inget film moment to remember *bner gk judulnya?* bkin aku nangis jg tu film T.T

    • waduh ! minta tanggu jawab ama sii abang noh !! hahaii,,

      yess !! berhasil bikin orang nangis lagi,, kekeke~~
      gomawo mand, ^^

      moment to remember ato a walk to remember ?? haha,,

  8. Aduh author, biar gk nangis kaya reader yg laen, aku mpe ikut berduka waktu heerin pergi, begitu hae dn haerin nyusul, aq lemas, kget dan bca part itu berulang2! tragisny kisah hae n hee n haerin, moga kalian bhagia d sana, amin!!

  9. hhuuaaaaaaaaahhhhhhh T______________T
    donghae oppa setia banget😥 keren,,,
    bc ff ni nggarai nangis ssenggukan, ings meler,, huuuuuuuaaaaaaaaahhhhhhh
    DAEBAK

  10. ChapinKyu berkata:

    Jdi ngebayangin siwon jd dokter??hooo..

    yuph..bner kata iyuth..
    sedih benerrrr tha ceritanya..hikss😥
    tragis banget…huuffttt..
    karakter donghae impian suami smua wanita..haaa ^^

  11. Ditaaaa~ ini ff apaan sih?
    Kenappa sedih bgt?? Pake heerin sakit trs meninggal, pake hae sm anaknya juga ikutan meninggal (╥﹏╥)
    Happy ending di kyurin doang -_____-
    Tp anaknya kyurin itu si haerin kali yah reinkarnasi😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s