Dead at Heart *Part 2 end*

*cerita sebelumnya, click here*

*malam, setelah hari pernikahan*

“kenapa oppa kesini?” Tanya yeonri heran yang melihat kyuhyun masuk kedalam kamar mereka,

“ini kamarku kan?”

“oppa…temani rin rin…”

“tapi…”

“ini malam pertama kalian”

“hh…geure…arraseo” kyuhyun keluar kamar dan beralih ke kamar rin rin yang ada di depannya,

Park rin rin POV

“rin-ah”

Omo~ kyuhyun oppa ke kamarku?! Ottokhae?

“n..ne oppa, masuk saja”

“yeonri menyuruhku…untuk tidur disini, tapi jika kau tidak mau aku bisa…”

“aniyo…kalau kau tidur diluar, nanti eonni sedih lagi…aku bisa tidur di sofa, oppa disini saja” ucapku,

“ani…aku yang tidur di sofa saja…” ucapnya. kuberikan selimut dan bantal kepadanya. Kami saling diam, hanyut dalam pikiran masing-masing. Aku mencoba memejamkan mata tapi tetap tidak bisa, “rin-ah…apa kau sudah tidur?”

“oppa belum tidur?”

“hmm…aku tidak menyangka kita menikah”

“begitu juga denganku oppa…menikah dengan suami dari kakakku sendiri”

“mianhae rin-ah…aku hanya ingin melihat senyuman bahagia dari yeonri”

“aku mengerti oppa…aku juga ingin melihat eonni tersenyum lagi”

“meski kau harus mengorbankan orang yang kau cintai?”

“…oppa…”

“aku tahu kau sudah mempunyai kekasih…”

“mungkin aku memang tidak berjodoh dengannya…”

***

Beberapa hari kemudian…

Ddrrrrtt…

“yeobseyo?”

“rin-ah!” seru seseorang dari seberang sana,

“jonghyun?”

“bisa kau ke apartemen minho sekarang?”

“w..waeyo?”

“sebaiknya kau sendiri yang melihat keadaannya…” KLIK. Jonghyun memutus telfonnya. Rasa bersalah menyelimuti hatinya, sejak terakhir kali rin rin bertemu dengan minho sebelum rin rin menikah. “minho-ya…jangan mempersulit keadaanku” lirih rin rin, air mata kembali membasahi wajahnya. Ia bergegas menemui minho. Untung saja rumah kosong karena kyuhyun sedang mengantar yeonri terapi.

*apartemen minho*

“jonghyun-ah…” dilihatnya junghyun duduk di sofa,

“gomawo kau mau datang, aku tidak tahu harus bagaimana menghadapi minho…sejak kemarin ia mengurung diri di kamar, tidak jarang ia juga menyakiti dirinya sendiri…” jelas jonghyun, rin rin diam dan perlahan berjalan ke kamar minho,

“aku titip minho ya…” jonghyun pamit. Perlahan rin rin membuka pintu, kamar minho sangat berantakan, semua barang-barang jatuh. Rin rin hanya bisa mengatupkan bibirnya, air matanya makin mengalir deras.

“minho…” ucap rin rin pelan, tak ada jawaban darinya, ia hanya duduk memeluk kedua lututnya di lantai, “minho-ya…” rin rin membelai pelan rambut minho.

“…rin” minho mendongakkan wajahnya, “kau kembali…kau kembali…” minho langsung memeluk rin rin erat dan terus memanggil namanya.

“mi..minho-ya…”

“ku mohon rin-ah, jangan tinggalkan aku…” jerit minho, tangis rin rin makin kencang. Ia makin merasa bersalah padanya. “mianhae…jeongmal mianhae…” minho melepas pelukan rin rin, mengusap air matanya, “…aku sudah resmi menjadi istri orang…dengan begini aku akan merasa lebih bersalah lagi…ku mohon, lepaskan aku…” lirih rin rin,

“…KENAPA KAU HANYA MEMIKIRKAN PERASAANMU SAJA!! KAU TIDAK PEDULI DENGAN HATIKU RIN-AH!!” bentak minho, ia mencengkeram kuat kedua bahu rin rin, hingga rin rin kesakitan,

“a..aku..”

“aku tidak bisa hidup tanpamu!” bentaknya lagi,

“hhh…KAU PIKIR HANYA DIRIMU YANG TERSIKSA? AKU JUGA MINHO! AKU YANG MENJALANI INI SEMUA, MENIKAH DENGAN SUAMI DARI KAKAKKU! SEMUA INI AKU LAKUKAN HANYA UNTUK KAKAKKU, HA…HANYA DIA YANG AKU PUNYA, AKU TIDAK MAU LAGI KEHILANGAN ORANG YANG…YANG PALING AKU SAYANGI!!” ucap rin rin dengan isak tangis, ia keluarkan semua kegundahan dalam hatinya hingga minho diam, melepas cengkramannya di bahu rin rin,

“hiks…hiks…aku pun juga menyayangimu, tapi yeonri eonni sangat berharga bagiku…” lirih rin rin, “…ki..kita memang tidak berjodoh minho-ya, tolong…aku mohon pengertian darimu…aku sudah lelah minho” lanjut rin rin, minho mengadahkan wajahnya, menatap rin rin sayu, ia usap air mata diwajahnya dan memeluk rin rin lembut, “mianhae…mianhae…” hanya kata itu yang terucap dari bibir minho terus menerus.

***

“aku pulang…” ucap rin rin lesu,

“rin-ah…lihat!” ucap yeonri semangat,

“eonni, kau…” rin rin tidak percaya melihat yeonri yang saat ini belajar jalan lagi dengan dituntun oleh kyuhyun,

“kata dokter, saraf di kaki yeonri belum mati sepenuhnya, jadi kalau dilatih terus kemungkinan akan berjalan itu besar” jelas kyuhyun,

“jinca? Huwaaa, ayo eon, berlatih terus” rin rin menyemangati yeonri.

Setiap harinya dengan dibantu rin rin, yeonri semangat untuk bisa berjalan lagi. Perlahan rin rin bisa melupakan minho, dari kabar terakhir yang ia dapat dari minho, minho memutuskan untuk pergi ke china memulai hidup baru.

Keadaan yeonri makin hari juga makin membaik, ia sudah tidak lagi menggunakan kursi rodanya, saat ini ia berjalan di bantu dengan tongkat. Karena kesehatan yeonri yang makin membaik, kyuhyun makin perhatian terhadap yeonri, ini membuat yeonri sadar dengan posisi rin rin yang kini juga sudah menjadi istri kyuhyun. Yeonri juga tahu kyuhyun sama sekali belum menyentuh rin rin, maka dari itu ia merencanakan sesuatu agar mereka bisa melakukan hubungan selayaknya suami istri…

Setelah rin rin pergi ke kampus dan kyuhyun kerja, yeonri bersiap pergi berlibur tanpa bilang pada kyuhyun, sebelum pergi ia mencampur serbuk obat perangsang ke dalam minuman yang biasa diminum kyuhyun, “yeobo…mianhae, ini juga untuk kebaikan kita…” ucap yeonri dan bergegas pergi.

***

“aku pulang…” ucap kyuhyun yang langsung membaringkan tubuhnya di sofa, “yeonri-ya?”

“yeonri eonni sepertinya pergi oppa” sahut rin rin yang baru keluar dari kamarnya,

“oh ya? Kenapa enggak bilang…”

“mollayo, tadi kata bibi, yeonri eonni hanya keluar sebentar” ucap rin rin dan kembali masuk ke kamar. Kyuhyun terus berusaha menghubungi yeonri yang telfonnya sama sekali tidak diangkat. “hya~ kau kemana chagi…” lirih kyuhyun khawatir, ia meraih botol minuman dalam kulkas, meneguknya hingga habis…

Aku merasakan hal yang tidak beres disini. Yeonri pergi tanpa mengabari aku dan rin rin, padahal ia baru saja baikan…’ batin kyuhyun. Ia kembali duduk di depan tv, lama kelamaan ia merasa kepanasan dan membuka beberapa kancing kemejanya, kepalanya pun mulai terasa pusing. ‘aish! Ini kan musim dingin kenapa jadi kepanasan gini?’ batin kyuhyun.

‘yeonri? Rin rin?’ batin kyuhyun saat melihat rin rin didepannya, obat yang telah dimasukkan yeonri mulai bekerja, kyuhyun yang mulai limbung melihat rin rin seperti melihat yeonri. Perlahan, dengan terus mengusap matanya, ia mendekati rin rin yang sedang asik membaca majalah di depannya. “yeonri…”

“o..oppa, gwenchana?” Tanya rin rin khawatir melihat tingkah suaminya itu,

BRUK ! kyuhyun duduk disamping rin rin dan menatap kedua mata rin rin yang membuat rin rin menjadi sedikit gelisah, “yeonri?”

“aku rin rin…oppa…”

“rin rin? Ugh!” kyuhyun memegang kepalanya dan jatuh ke pelukan rin rin, “o..oppa…kau sakit?”

“hhh….hhahhh…ugh” kyuhyun masih belum menguasai dirinya, badannya berkeringat, “biarkan…hhh…seperti ini…” pinta kyuhyun, ia menyandarkan kepalanya di bahu rin rin. Jantung rin rin berdegup kencang, baru kali ini kyuhyun sangat dekat dengannya. “oppa…kau masuk saja ke kamar…” ucap rin rin, ia membantu membangunkan kyuhyun dan memapahnya masuk ke dalam kamar.

*dikamar*

Saat rin rin mau beranjak keluar, kyuhyun menarik tangannya hingga jatuh kedalam pelukannya, “kya! Oppa…” bisa rin rin rasakan debaran jantung kyuhyun  yang juga sama kencangnya dengan dirinya, kyuhyun hanya memejamkan kedua matanya, tapi keringat mengucur deras dari pelipisnya, rin rin mengusap sedikit peluh keringat di dahi kyuhyun, saat kyuhyun merasakan belaian rin rin, matanya terbuka dan menatap rin rin dalam. Wajah rin rin sangat mirip dengan yeonri. Cup~~ kyuhyun mengecup pelan bibir rin rin, reflex, rin rin melepaskan pegangan kyuhyun dan mau beranjak pergi…

“rin-ah..”

“o…oppa tidur saja…” ucap rin rin tertahan, saat ia mau melangkahkan kakinya, kyuhyun langsung memeluknya dari belakang, “…tetaplah disini…temani aku…” bisik kyuhun tepat di telinga rin rin. “oppa…a’ah…” kyuhyun menyingkirkan rambut rin rin dan mengecup pelan sisi lehernya, menciumi bahu dan leher rin rin yang halus dan wangi.

Kyuhyun POV

Aish! apa yang terjadi dengan diriku, aku tidak bisa melepaskan rin rin dari pelukanku. hasratku tiba-tiba melambung tinggi, tapi…dia rin rin! Bukan yeonri !! UGH!! Sungguh aku tidak menahan nafsuku…

‘UGH! Ayo kyuhyun, sadar…dia rin rin !!’ ku lepas ciumannya dan duduk di pinggir ranjang, “mi…mianhae…rin-ah” ucapku sambil menunduk, rin rin hanya diam, tapi perlahan ia malah mendekat dan membelai pipiku pelan, “ri..rin-ah”

“…kau bisa melampiaskannya padaku…aku juga istrimu…” bisiknya di depan telingaku, tangannya memeluk leherku, wajah kami seketika bertatapan. Di kepalaku penuh dengan wajah rin rin, aku sungguh terbuai dengan perlakuannya padaku. Hasratku terus melambung tinggi.

SKIIIIPPPP !! >.<

“sungguh rin-ah…aku tidak bisa mengontrol nafsuku” ucapnya pelan, “sudah aku bilang, aku ini istri oppa kan? Aku juga punya kewajiban untuk melayanimu…” ucapku, kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ia mengecup pelan keningku lalu memejamkan matanya.

Seketikan air mataku mengalir, kenapa ia begitu baik? Ia begitu sempurna dimataku? Dan Aku melakukannya…aku melakukan ini dengan kyuhyun oppa. Tak tahu apa yang aku rasakan saat ini. rasa senang bercampur dengan sedih. Apa aku mulai menyukainya? Ku tatap wajahnya yang tertidur lelap disampingku. Ia sangat tampan… ‘yeonri eonni, mianhae…jeongmal mianhae eon…’

***

2 minggu kemudian…

“HUUEEEEKKK…HUEEKKK…” rin rin berlari kecil ke kamar mandi. Sejak tadi pagi ia merasa tidak enak badan dan terus mual. Kyuhyun dan yeonri pun memandangnya aneh.

“rin-ah, gwenchana yo?” tanya yeonri dari luar kamarnya,

“..ne…gwenchana eon, hanya tidak enak badan saja…”

“oh…seperti orang…” yeonri segera ke kamarnya dan mengambil testpack. “rin-ah, buka pintunya…” seru yeonri,

“wae?”

“ini…taruh air mani-mu disini…” suruh yeonri, rin rin hanya menurutinya. Dengan cemas yeonri menunggu hasilnya, ia berharap rin rin benar-benar hamil.

“gimana rin?” Tanya yeonri saat rin rin keluar sambil mengenggam testpact tersebut,

“…positive”

“jinca?! Kau hamil!” yeonri langsung memeluk rin rin senang, sedangkan rin rin hanya tersenyum miris. “ayo…kyuhyun harus tahu” yeonri langsung menarik rin rin keluar kamarnya,

“oppa…rin rin hamil” ucap yeonri senang, “ha..hamil?” tanya kyuhyun, ia memandang rin rin dan yeonri bergantian. Rin rin hanya mengangguk kecil. Yeonri menarik rin rin duduk dan menggenggam kedua tangannya, “gomawo rin-ah…kau telah memberi kebahagiaan untuk kami…” ucap yeonri tulus, rin rin hanya tersenyum dan memeluk kakaknya.

‘iya eon…tapi aku tidak bisa berada di tengah kalian…aku takut nanti malah akan merebut kyuhyun darimu…’ batin rin rin.

***

Kesehatan yeonri semakin membaik, ia sudah benar-benar bisa berjalan tanpa di topang oleh tongkat. Meski tidak boleh terlalu lelah dan kesehatannya harus dijaga ketat, ia tidak peduli harus sering di jaga oleh perawat. Ada keinginan untuk tetap hidup, demi melihat anaknya kelak.

Sedangkan rin rin, ia memang bahagia dengan kehamilannya. Tapi kegundahan mulai menyelimutinya, ia tahu bahwa kyuhyun sama sekali tidak mencintainya. Kyuhyun juga tidak pernah memperhatikan kondisi dia dan anaknya.

4 bulan kemudian…

“eonni, ini obatnya…” ucap rin rin seraya menyerahkan obat yeonri. “gomawo…kau sudah makan?” rin rin membalasnya dengan anggukan,

“rin-ah…apa kau tidak mengidam sesuatu?”

“eh?”

“kau mau makanan yang asam? Atau makanan apa gitu?”

“aniyo eon…untungnya aku tidak merasakan ngidam yang berlebih…”

Tapi kenapa kau selalu terlihat sedih?”

“sedih? Enggak eonni…aku baik-baik saja kok…”

“bohong…sejak hamil kau ini lebih pendiam, aku tidak pernah melihatmu berkutat dengan computer atau melakukan semua hobimu…waeyo rin-ah?”

“…benar eon…aku baik-baik saja, mungkin karena kondisi kandunganku, jadi aku malas untuk ngapa-ngapain” ucap rin rin berbohong, untungnya yeonri percaya saja.

Hari sudah larut, tapi kyuhyun belum juga pulang. Dengan setia rin rin menunggunya sampai ia tertidur di depan tv.

“rin…rin-ah…” kyuhyun mengguncang bahunya,

“ehm…oppa, baru pulang?”

“kenapa kau tidur disini? Pindah ke kamarmu sana…”

“oh…tadi aku ketiduran, malam oppa” pamit rin rin, begitu juga kyuhyun ia langsung menuju kamar yeonri, tapi sayangnya pintu sudah terkunci. Dengan terpaksa kyuhyun menghampiri kamar rin rin, “eh…yeonri sudah mengunci kamarnya, jadi…”

“ini kan juga kamarmu oppa…” potong rin rin, kyuhyun hanya mengikutinya dari belakang. Mereka diam sejenak, tenggelam dalam pikiran masing-masing.

Park rin rin POV

“ehm…bagaimana dengan si kecil?”

“eh?”

“apa dia sudah mulai sering bergerak?” ucapnya sambil melihat perutku,

“sering, kadang sampai aku kesakitan karena dia sering menendang” jelasku,

“jinca yo?”

“iya…nah, seperti saat ini, kau lihat tonjolan di sini?” aku menunjukkan ke sisi perut sebelah kanan, mungkin bayiku tahu saat ini ada ayahnya. aku sampai meringis kesakitan Karena dia tidak bisa diam,

“sakit ya?”

“se..sedikit oppa…” ucapku, tangannya mengusap perutku lembut hingga sakitku hilang, aku tertegun melihatnya seperti itu,

“dia bayi yang lincah…pasti nantinya jadi bayi yang sehat…” ucapnya dengan matanya yang masih tertuju pada perutku. Aku sedikit lega ia masih perhatian pada kami. ‘gomawo oppa’ batinku,

“masih sakit?” tanya kyuhyun dan hanya ku balas dengan gelengan, “tidurlah, sudah malam…”

“ne…ehm, apa besok kau mau menemani kami check up ke dokter?”

“besok? Iya, aku bisa…malam rin-ah” putusnya lalu merebahkan tubuhnnya. Aku senang, ini kali pertamanya dia mau menemaniku check up. J

***

Author POV

“obatnya sudah diminum chagi?” tanya kyuhyun yang baru masuk ke kamarnya,

“hmm…” kyuhyun menghampiri yeonri yang sedang di meja rias, mengecup puncuk kepala yeonri dengan sayang, “oppa…kau gak tidur dengan rin rin?”

“aku mau tidur disini…gak boleh?” tanya kyuhyun balik, yeonri bangun dan menyandarkan kepalanya di dada bidang kyuhyun, “oppa…mulai saat ini, bagilah perhatianmu pada rin rin juga” ucap yeonri,

“memang selama ini aku tidak perhatian pada rin rin?”

“bukannya tidak memperhatikannya, tapi hanya saja kurang…dia kan sedang hamil oppa” rajuk yeonri, kyuhyun hanya tersenyum kecil. Ia mendekati wajah yeonri dan memainkan ujung hidungnya, “tapi kalau sekarang aku mau memberi perhatian yang lebih padamu?” bisik kyuhyun mesra, yeonri hanya tersipu malu.

Sementara itu…

Tidak sengaja rin rin mendengar desahan yeonri dan kyuhyun dari depan kamar mereka, sedang ada yang berpesta di dalam. Rin rin menutup bibirnya menahan tangis dan masuk ke kamarnya, ia elus sayang calon bayi yang ada dalam perutnya, “hiks…andwae rin-ah, dia suami kakakmu, kau tidak punya hak atas kyuhyun…” ucap rin rin pada dirinya sendiri, ia melihat foto pernikahannya dengan kyuhyun, dulu memang ia tidak mencintai kyuhyun, tapi sekarang, setelah apa yang kyuhyun lakukan padanya, ia tak mau kehilangan kyuhyun, “tapi aku mencintainya…aku mencintai kyuhyun…hiks, apa bisa ia menjadi milikku seutuhnya Dan bilang bahwa ia mencintaiku…” isak rin rin, ia dekap foto itu dengan erat, hingga tertidur…

Kyuhyun menyelimuti tubuh yeonri dan memakai piyamanya. ia melihat pintu kamar rin rin masih terbuka sedikit, dilihatnya rin rin tertidur dengan kedua kakinya masih di bawah. Kyuhyun membenarkan posisi tidur rin rin dan memandangnya sekilas, ia kecup kening rin rin lembut dan juga perut rin rin yang mulai membesar. Kyuhyun tahu bahwa rin rin juga mencintainya, tapi ia masih ragu, apakah benar ia mencintai rin rin? Sedangkan kini ada dua wanita yang sangat mencintainya…

Keesokan harinya…

“pagi oppa…” sapa rin rin yang tengah menyiapkan saraapan,

“pagi…”

“yeonri eonni belum bangun?”

“belum, biarkan saja dia istirahat” ucap kyuhyun dan langsung menyantap roti panggang buatan rin rin. Rin rin duduk didepan kyuhyun dan terus memperhatikan suaminya yang tengah lahap memakan semua masakan rin rin. “kau tidak makan?”

“sudah duluan oppa…oh iya, aku buatkan bekal untukmu” ucap rin rin seraya meletakkan tas makanan. “hmm, gomawo…rin-ah, aku jalan dulu ya..” ucap kyuhyun, ia segera menghabiskan susunya sedangkan rin rin dengan sigap mengambil tas kerja kyuhyun dan mengantarnya sampai depan mobil,

“oppa, itu dasimu…” ucap rin rin, lalu membenarkan letak dasi kyuhyun yang sedikit miring, “gomawo…aku jalan ya…” pamit kyuhyun, dengan member kecupan lembut di kening rin rin dan juga tidak lupa mengusap perut rin rin, “appa jalan dulu ya” tambahnya,

“ne, appa…hati-hati yaa…” balas rin rin dengan meniru suara anak kecil. Kyuhyun pun masuk ke dalam mobil dan perlahan meninggalkan rumah. ‘tuhan, apa yang akan terjadi nanti jika anak ini telah lahir, aku tidak sanggup jika harus membagi cintaku…aku tahu mereka hanya menginginkan anakku… jika ini memang yang terbaik, biarlah aku yang pergi tuhan’

***

Hari Kelahiran…

“haaaaahhh,, sakiiiiiitttt…” jerit rin rin terus menerus.

“tahan rin-ah, sebentar lagi sampai…” ucap yeonri yang berusaha menenangkan rin rin,

Sesampainya di rumah sakit rin rin langsung dilarikan ke UGD. “oppa, temani rin rin” pinta yeonri,

“tapi…”

“temani dia, kasihan jika harus sendiri, aku menunggu diluar ya…” ucap yeonri, kyuhyun pun ikut masuk dan menemani rin rin selama persalinan…

1 jam kemudian…

“huaaaahh…huh..huh..huh…” rin rin terus mengambil nafas dalam, kyuhyun dengan setia berada disamping rin rin, menggenggam erat tangannya, “ayo rin-ah…”

“HUAAAAAHHH!! Sakiiiittthhh…” jerit rin rin, ia berusaha keras menekan agar bayinya bisa keluar, “terus, sedikit lagi nyonya…dorong terus…” dengan dibantu oleh tangan dokter yang juga mengeluarkan bayi rin rin,

“ya…ambil nafas dalam dan keluarkan lagi, 1…2…3…”

“AAAAAAAAAAAHHHH!!” teriak rin rin sambil terus menangis menahan rasa sakit yang luar biasa, “ayo rin-ah…kau pasti bisa” ucap kyuhyun yang sedari tadi terus memberinya semangat,

“KYAAAAAAAAHHHHHHH!!!” “ooooeeeeeekkkk…” bersamaan dengan jeritan rin rin bayinya lahir dengan selamat, seketika rin rin menghela nafas lega melihat bayinya yang baru diangkat dari rahimnya,

“kau berhasil…kau berhasil rin-ah..” lirih kyuhyun sambil mengusap kening rin rin lembut. Rin rin menatap lesu wajah kyuhyun sambil tersenyum kecil, tangannya mengusap pipi kyuhyun, “oppa…sa..ranghae…” ucap rin rin dengan terbata-bata, kyuhyun menarik tangan rin rin dan menciumnya lembut, “…naddo, saranghae…rin-ah”

Kyuhyun POV

“…naddo, saranghae…rin-ah” ucapku, ia tersenyum manis, ia mengambil nafas panjang dan perlahan matanya terpejam, “rin-ah…hya~ waeyo…DOKTER!! Tolong!!” seketika dokter menghampiri dan langsung mengecek kondisi rin rin,

Ia langsung mengambil alat pemacu jantung, tapi yang ku lihat rin rin tetap memejamkan matanya, ‘tuhan…selamatka dia…selamatkan istriku….’

“…..maaf tuan, nyawa-nya tidak bisa diselamatkan, ia…”

“andwae!!…dia hanya pingsan kan?! Dia…dia…gak mungkin !! GAK MUNGKIN DOK!!” jeritku, ini tidak mungkin…bahkan ia belum sempat melihat bayinya…

“maaf tuan…ia mengalami pendarahan…”

“andwae…rin-ah, banguuun…kau belum lihat bayi kita…hya~ banguuun !!! kau dengar kan aku mencintaimu…AKU MENCINTAIMU RIN-AH, KAU DENGAR? AKU MENCINTAIMU!!!!” jeritku , ku peluk tubuh yang sudah tidak bernyawa, ya…istriku, aku menyesal kenapa tidak dari dulu aku bilang bahwa aku mencintainya…

“oppa, gimana rin rin?” yeonri menghampiriku, ku peluk dirinya erat dan menangis di bahunya, “hya~ oppa…rin rin baik-baik saja kan? Huh? Bayinya gimana?”

“….hhh…mianhae yeonri-ya…”

“ma…maksudmu?” belum sempat aku menjawab jenazah rin rin keluar dari ICU, yeonri langsung menjerit histeris melihat rin rin yang kini sudah tidur untuk selamanya, yeonri terus menangis, “andwae…hya~ kenapa kau tidur? Hah? Kau bilang Kita akan merawat bayi itu bersama rin-ah…banguuuunn…kenapa harus kau yang pergi…hya! ku mohon, jangan tinggalkan aku, rin-ah…aku menyayangimu…” isak yeonri, ku peluk yeonri menenangkan dirinya…

***

“rin rin? Rin-ah!” ku kejar ia, tapi kenapa ia semakin jauh, “park rin rin!” ku panggil ia sekali lagi, ia menoleh dan tersenyum padaku, “kenapa kau pergi?”

“aku tidak pergi…aku akan selalu disini oppa…” tunjuknya di bagian dadaku,

“saranghae rin-ah…saranghae…”

“aku tahu, gomawo oppa…aku titip chandong ya…” ucapnya, wajahnya perlahan mendekati wajahku dan mencium lembut bibirku…

Perlahan ku buka mataku, ku sadari aku mencium pipi chandong yang sedang tidur diantara aku dan yeonri. Yah, semua ini hanya mimpi, ia sudah pergi dengan tenang. ‘gomawo rin-ah, kau telah memberi kebahagian pada keluarga kami…kau juga telah berbuat banyak pada yeonri dan aku, meski belum sempat aku menunjukkan rasa kasih sayangku padamu, tapi kau mendengar bahwa aku juga mencintaimu kan…’

The end…

Huwaaaaa!! Otthe? Sangat menguras hati kah?? Hehe, moga suka dengan ending yang ini yah.. tadinya bingung banget mau make ending yang kayak gimana, karna semuanya sedih, T_T . jadi kuputuskan agar rin rin aja deh yang jadi korbannya. KOMEN..KOMEN..KOMEN are WELCOME~~

64 thoughts on “Dead at Heart *Part 2 end*

  1. Sedih onn
    Beneran deh
    Tapi itu tetep sayang sama yonrie kan ??
    Nggak bakal nyia nyiain yonrie kan ??
    Pokoknya Kyu sama yonrie onn
    Nice FF Onnie (^O^)/

  2. hyunnie berkata:

    mantap dah nih..
    tapi kenapa rinrin meninggal..
    hwaaa… *nangis bawang
    aku kan penggemar beratmu..
    hahahhaa

    nice.. ^^

  3. ahhh. .jeongmal. .
    sungguh menyedihkan! pengen nangis jadinya gara2 baca fanfic ini. .
    apalagi pas bagian penyesalan kyu pas rini rin meninggal. .huuuaaaa. .
    ku kasih 10 jempol *jempol siapa aja tuh(?)* buat ini ff! :’)

  4. Chintya berkata:

    Sedih…. Tp bgus bnget critnya mnyentuh….
    Gak kbyang pndritaan htinya rin rin,.. Pengorbananx hua… Nice ff chingu…

  5. park minna berkata:

    hhiks..hiks…
    sdih bgt😦
    tp endingnya bgus ta, emg hrs ad slh satu yg out..ahahaa..
    tpn sedih bgt..
    gmn kbrnya minho klo gtu ???
    apa gw aj yak yg sm minho??
    ahahahahahhaaaa😀

  6. Song Jeerim berkata:

    Sedih buanget,,
    kasian rinrin dia malah kayak jd korban ke egoisan yeonri,,,
    gak papa lah…
    Entar malah makin heboh lg sakit hatinya…

  7. ecolier berkata:

    cingu bener dh sesek napas bacanya ga nyangka aku kira yeonri yg bakal mati ternyata aigo~ hiks rinrin ga tegaaa ko bisa?? T_T

  8. Huaa..qo bisa ya qu bru baca ni ff??aigoo~ sedih bgt chingu.. Rin rin yg kasian, dah ninggalin minho jg ninggalin kyu am chandong buat selamanya.. Ah..kyu jg bqin greget ni..knp ga blg drdlu ja xlo cinta jg am rin rin..
    Bagus chingu..qu suka..

  9. RIP PARK RINRIN😥
    uuuueeee ngenes kan nasib rinrin, ya ampun, tenanglah dialam sana rin~ah (?)
    udh baca dlu pas di twins, tp ttp ja nyesek pas baca lagi skrg, hikzzzzz~~~

    keren nie ceritanya, menguras emosi jiwa n raga *lebe mode on*

  10. huaaaaahhhhhhhhh T_______________T,, onnie kok pinter sih bikin org nangis bc FF ni????

    kyuppa kok jahat banget jarang merhatiin rin rin

    rangkaian kata2 onnie bener2 JLEB #menusuk hati DAEBAK

  11. rin-ah jangan pergi..hiks..hiks nanti aku sama siapa..
    masa berdua sama si evil aja seh ah…

    ini kenp deh si evil bisa-bisa cinta sama 2 istri… ngeselin…
    *jitak kyu bawa ke kamar*

  12. SarahHapshari berkata:

    Aku nangis baca ff ini, emang cocok banget sama judul nya😥, di satu sisi ga rela berbagi perhatian, aaaaaaa sedih banget cerita😥

  13. Lia_Yekyu berkata:

    hwaaa ffnya bgus bnget thor, nyesek, byangin jadi rin rin hadeuh sedih bnget~
    kyuhyun knp nyatain cintanya telat sih, tp gpp yg pnting rin rin sempet denger pernyataan cinta dr kyuhyun:)
    nice ff^^

  14. nadeeia berkata:

    Huaaaa,, author tega,,, masa rin rin digituin,,,
    Kasian banget dia udh berkorban segalanya kan,, tapi masa gak dapat kebahagiaan,,, gak adil,, mewek aku nih jadinya T_T

  15. devimj_ELF berkata:

    Ya yg ini sedih jg ㅠ.ㅠ
    Lg galau baca ini tambah galau chingu, hiks~
    Btw bagus kok. Lanjut thor!!

  16. nay berkata:

    huahahahaha q reader baru ><
    nyesek ffnya,tapi bahasanya aku suka.
    gomawo untuk ceritanya ^^ salam kenal.

  17. Author kenapa ri rinnya yang meninggal? hiks…hiks…
    aku baca ampe nangis tau thor, heehe…
    tapi tetep DAEBAK deh ceritanya author!!!
    dan juga maaf komennya cm d chap 2 aj hehe…

  18. HalcaliGaemKyu berkata:

    Kya.. Knp berakhir sad ending hah?? Aigo… Kasian rinrin
    daebak bgt deh!
    Menguras emosi bgt! Memang berat sih jd rinrin, menjadi org kedua
    daebak!

  19. hyun-aH berkata:

    hhuuuaaaa dluar dugaan knp malah rin rin yg meninggal ㅠ.ㅠ haaaaahhhh padahal udh mikir klo yg mati kknya >.< hahahahagaga
    keren2 unpredictable bgt certitanya huhuhu DAEBAK!!!!😀

  20. junnie berkata:

    eonni ceritanya sedih
    Huaaaa nangis😦
    Kenapa malah rin rin yang meninggal,tapi tetep ceritanya keren bagus malah🙂

  21. Novi utami berkata:

    Nyesek bca’y ;(
    Lo kok. . .mlah si rin yg mati? Si kyu jg ni telat ngmong cnta’y.
    Asli ajib chingu🙂

  22. mira berkata:

    salut ma pengorbanan rin rin, meski kyuhyun cinta bgt ma yeonri tp trnyta kyuhyun jg cinta ma rin rin. dan disaat terakhir akhirnya saling ungkapkan rasa cinta mereka.
    aq suka ma karakter rin rin,,,
    endingnya keren chingu,

  23. Nadilia berkata:

    aigoooo kenapa harus rin rin ya meninggal??? ga terima -_-
    tapi seru banget eon sumpah, sedih juga.
    huaaa aku mau ngubrak abrik blog eonni ah, baca ff yg laen pasti seru semua hehe

  24. Choi Im Jung berkata:

    Loh jadi sad? haduhhaduuuh aku kira yeonri yang bakal pergi eh taunya rin rin, ehmm karena aku reader baru diblogmu itu cast yeoja utamanya yeonri ya eonn? aku kira berubah2 hehe. daebak deh pkknya bisa buat aku nangis ok gomawo-annyeong ^^

  25. abrian berkata:

    Huakhhhh huaaakkhhhhh mewekkkk sedihnya rin rin kacian amatttt, hamil kurang di perhatiin uda gitu, meninggal lg. . . Kirain kknya yg bkl meningal. . . Sukses membuat ku menangisss

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s