First Time We Meet… [Rin rin POV]

Dia terlalu sempurna dimataku. Pria yang tadinya menjadi idolaku kini ada dihadapanku menjadi kekasihku. Ku pikir tuhan sudah tidak sayang padaku. Aku selalu menyukai orang yang salah, orang yang hanya bisa membuat hatiku terluka. Tapi tidak dengannya. mungkin dia adalah anugerah terindah dalam hidupku.

Sampai saat ini aku masih tidak percaya bahwa aku menjadi kekasihnya. Dia terlalu sempurna untukku. Park rin rin menjalani hubungan dengan salah satu personil super junior. Dulu dia memang idolaku, tapi entah sejak kami menjalin hubungan, dia sudah bukan jadi biasku lagi. Haha…

Semua impianku ku dapatkan dari kyuhyun. Meski kami sering bertengkar dan berdebat, tapi aku tahu dengan cara itu lah kami mengekspresikan rasa cinta kami. aku memang tidak bisa menjalani hubungan dengan pria yang pendiam atau pria romantis, seperti beberapa pria yang jadi mantanku dulu.

Berkali-kali jatuh cinta dan patah hati membuatku bosan untuk mulai mencintai pria lain, sampai kyuhyun datang kedalam hidupku…

***

Flashback…

Ini adalah hari terburuk bagiku.

“kenapa…kenapa semua harus berakhir seperti ini…” ku keluarkan semua unek-unek dalam hatiku. Aku tahu aku tidak punya hak atasnya. Perhatian yang selama ini ia berikan padaku hanyalah perhatian dari seorang kakak pada adik perempuannya. Tapi sangat wajar jika aku berharap lebih padanya.

Kim Jongmin…pria yang selama ini menjadi tempat aku menceritakan semua masalah hidupku, orang yang selalu menasihatiku dengan kata-kata bijaknya kini akan menjadi milik gadis lain. Aku tahu aku salah, harusnya aku mendengarkan kata-kata minna eonni untuk tidak melanjutkan perasaan ini lebih jauh lagi.

“hiks…hiks…Jongmin jahaaaaatt!!!” teriakku, hari sudah larut malam. aku kabur dari rumah untuk menenangkan diri, aku menagis sejadi-jadinya. Aku masih ingat saat terakhir ia menelfonku, ku ambil handphone dari tasku dan langsung ku hapus semua sms masuk atau pun fotonya yang kusimpan diam-diam,

“huu…huuu…”

“ha…hantuuuu…” suara seorang pria di belakangku, ku balikkan tubuhku, terlihat seorang namja yang jatuh, ia memakai kaca mata hitam,

“hya! Aku bukan hantu!” ucapku kesal

“kk..kau bukan hantu?”

“yak! Aku ini manusia…” ucapku, dan kembali duduk. Ku usap air mataku, ia menyerahkan sapu tangannya padaku, “ini…” ucapnya dan duduk disampingku,

“gomawo…”

“hmm…mianh menuduhmu sebagai hantu, habis malam-malam begini kenapa kau keluar sendiri?”

“…”

“hya~ kau ini benar manusia kan?” ucapnya sedikit kesal, tapi aku tetap menangis,

“ya sudah, aku tidak mau mengganggu acara menangismu…” ujarnya lalu beranjak pergi, reflex ku tahan tangannya meminta agar ia tetap disini… “chakkaman…boleh aku minta tolong padamu?”

“apa?”

“temani aku disini…” lirihku,

“dengan syarat kau tidak menangis”

“iya…” janjiku, ia pun kembali duduk. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya, “huuuuuuuft…huaaaaahhh…langitnya sangat cerah ya…” ucapku dengan mata lurus menatap langit malam,

“hmm…cuaca yang bagus” lanjutnya yang juga menatap ke atas,

“ne…ku harap esok juga akan jadi hari yang cerah”

“biar ku tebak, kau habis ditinggal kekasih menikah…” ucapnya tepat sasaran!

“kau ini peramal ya?”

“hee? Jadi benar?” ia bertanya lagi, dengan sedikit kaget, aku hanya mengangguk, “tapi dia memang bukan kekasihku…hanya hubungan tanpa status…” ucapku pelan,

“tapi…memang kau umur berapa?”

“18 tahun…”

“tapi pacarmu mau menikah?!”

“dia bukan pacarku, aku hanya dianggap sebagai adiknya…umur kami terpaut 7 tahun dengannya”

“pedofil…”

“haha…iya, dia pedofil” ucapku terkekeh pelan,

“karena tidak mau menunggumu, dia jadi menikah dengan orang lain gitu?”

“aniyo…mungkin aku hanya dijadikan pelampiasannya saat hubungannya dengan kekasihnya renggang…dan bodohnya diriku, aku mau saja mengikuti permainannya, hingga aku tahu besok ia akan menikah…” jelasku,

“jadi karena stress kau kesini?”

“hmm…lagipula ditambah dengan masalah keluargaku…”

“…tapi ini sudah malam, pulanglah, bahaya jika gadis sepertimu masih berkeliaran” ucapnya, aku terdiam lalu bangkit dari dudukku, “arra…aku akan pulang, terimakasih sudah mau menemaniku” pamitku sambil membungkukkan tubuhku padanya.

‘fighting rin-ah! Eh…tapi dia seperti…kyuhyun?!’ pikirku, yah, mungkin karena kondisiku lagi hancur seperti ini, pikiranku juga ikutan kacau, mana mungkin park rin rin dapat keberuntungan seperti itu.. geez…

***

Desember 2010…

“mianhae, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi…” kata-kata itu pun keluar dari bibirnya, aku hanya menunduk diam, “…ku harap kau bisa menerimanya rin-ah…” lanjutnya lagi,

“…geure, selamat tinggal” putusku dan jalan menjauhinya. Perlahan air mata ini pun mengalir lagi. Aku terus berjalan ke tempat dimana aku bisa menenangkan diriku. “hiks…hiks…kenapa? Kenapa semua harus berakhir seperti ini terus…aku lelah…aku lelah tuhaaannn…” isakku, ku tekuk kedua lututku dan terus menangis, mengeluarkan seluruh kegundahan dalam hatiku. Cinta itu menyakitkan! SANGAT MENYAKITKAN!!

BRAKKK!! Ku banting handphoneku yang memang hanya satu-satunya hingga pecah berkeping-keping,

“hiks…hiks…hiks…jahaa~t”

“he..heii…” kurasakan seseorang mengguncang tubuhku pelan, ku coba melihatnya meski dengan sedikit buram, “hei…kau patah hati lagi?” tanyanya, ini…suara lelaki yang waktu itu!

“n..neo…” ya tuhan…apa dia hantu? Kenapa pria yang hampir sempurna ini ada dihadapanku?!!

“iya, ini aku lagi…” ucapnya sambil tersenyum, ‘tuhan, apa aku sudah ma…ti?’ BRUKK!!

“hee?? Yaa! Bangun…hei…banguuuun !! kalau mau mati jangan disini…” aku bisa mendengar omelannya, tapi mataku sulit untuk terbuka, ini hanya mimpi kan?! HANYA MIMPI!!

Perlahan ku buka mataku dan menatapnya lagi dengan diam. “hei, jawab pertanyaanku kalau sudah sadar” ucapnya sambil melambaikan telapak tangan di wajahku, “..eh! mianh…” balasku, aku bangun dan menunduk, terlalu malu melihat wajahnya sekarang. =__=”

“jadi…pria mana lagi yang bikin kau sakit hati…”

“eh?! Kau…” aigo~ kenapa dia tahu?!!

“kau lupa denganku? Ehm…sepertinya tahun kemarin kita ketemu” ucapnya lagi,

“ta..hun…ja..jadi kau yang…”

“iya, itu aku…kenapa? Kau tidak mengenaliku?”

“mi..mianhae, k..kyuhyun-ssi…” ucapku sambil terus membungkukkan tubuhku. Jadi yang tempo hari itu benar dia, CHO KYUHYUN! Tuhaaannn…ottokhae?

“santai saja, tidak usah terlalu formal padaku” ucapnya, aku benar-benar tidak sanggup menatap wajahnya!!

“kemarin kau hanya menangis, tapi sekarang kau sampai membanting handphone-mu hingga hancur…” ucapku sambil menunjukkan kepingan ponselnya yang sudah terbagi 3 bagian.

“…”

“hya! Aku ini bicara dengan manusia kan?” gerutunys kesal,

“i…iya…tapi…”

“apa kau ELF?” tanyanya, aku hanya mengangguk pelan, “siapa bias-mu?” ia bertanya lagi, aku hanya menunjukkan telunjukku didepan wajahnya,

“kau yang pertama, kedua donghae oppa, lalu sungmin oppa, setelah itu…”

“ssst!! Aku tidak meminta kau menguruti semua bias-mu” ucapnya sedikit kesal, dia ternyata memang evil ! -__-“

“..mianhae…”

“tatap mataku…”

“eh?” aku menoleh sebentar lalu kembali menunduk. Tiba-tiba kyuhyun memegang wajahku dan memaksa untuk menatapnya, omona~ dia sempurna. *dies* “k..kyuhyun-ssi…”

“kalau orang sedang bicara tatap matanya”

“ta..tapi kalau begini aku bisa pingsan lagi” ucapku, ia melepas tangannya dari wajahku, “mianh…” ucapnya,

“gwenchana…aku malah berterimakasih padamu karena sudah mau menemaniku…”

“yah…sama-sama, lalu kenapa lagi kau kesini malam-malam?”

“…seperti biasa lagi, patah hati” ucapku sambil menatap langit malam, “dia pacarku, 24 hari yang lalu…”

“hee?”

“disaat aku mulai menyukainya dan mau menjalani hubungan yang serius, dia malah meninggalkanku… itu pun setelah kencan pertama kami…huft~ tapi memang salahku juga sih…mau saja diputuskan begitu saja” jelasku,

“sudahlah…itu sudah jadi masa lalu-mu, mungkin dia memang bukan yang terbaik untukmu” ucapnya sambil mengelus rambutku pelan, hingga membuatku tertegun.

“gomawo…kau selalu datang disaat yang tepat…” ucapku dan bungkuk di hadapannya,

“aku harus pulang, kyuhyun-ssi, jeongmal gomawoyo…” pamitku. dia hanya diam dan melambaikan tangannya. Aku berbalik meninggalkannya pergi. Seulas senyuman terukir di bibirku. Yah, mungkin tuhan memang masih baik padaku, terima kasih tuhan…

Tapi, tiba-tiba…

“HYA! Gadis aneh!” teriaknya, relfeks aku menoleh, ku lihat ia mendekati diriku, “aneh?”

“iya…siapa nama-mu? Apa mau aku panggil dengan nama ‘gadis aneh’ huh?” tanyanya, “rin rin, namaku park rin rin…” ucapku…

***

Cho kyuhyun… Aku berharap ia akan terus berada disampingku. Pria yang bisa mencairkan hatiku yang telah beku. Pria yang bisa kembali membuka hatiku untuknya, hanya untuknya…

Tuhan…permintaanku hanya satu, agar kyuhyun tetap berada disampingku. Menjagaku dan juga menyayangiku. Hanya itu yang aku pinta tuhan…

Kyuhyun-ah…saranghaeyo~

Yak!! Ini first time we meet rin rin version. Karena lagi seuai dengan suasana hati, Sebagian cerita dari ff ini benar adanya. Heheee… ayooo komen yaaa.. ^^ gomawo readers dan juga pengunjung blog ini.. kritik dan saran aku tampung kok, so jangan sungkan untuk komen yah.. *bow*

23 thoughts on “First Time We Meet… [Rin rin POV]

  1. hyunnie berkata:

    waah~ ternyata pas rin sakit ati y ktmunya. kasian rin-ah. semangat rin-ah. hehe

    Klo kyu, gmn tuh suasana hatinya? kyaknya lg bosen deh ya. hehehe..

    nice.. ^^
    lanjut y..

  2. park minna berkata:

    uhuuuuyyy,,
    kuhyun dtg d saat yg tepat niii😀
    pngn jg klo akang gw yg kyk gtu
    #ngarep😛

    lanjut taaaa..

  3. chava berkata:

    itu keren……
    pengen kayak gitu juga…… nanti pas ada Kimchi aku mau nangis di hotel suju ah… kali aja ntar siwon atau donghae datengin aku #plak hahahah…..

  4. Jd pertama kali mereka bertemu itu dipinggiran jalan apa taman?? Waktu rinrin ditinggal merid hts’annya?? Ckckckckck naas bener nasib si rinrin, dan kedua kali ketemu pas rinrin abis diputusin juga,,
    Knpa ga tukeran no hp??????
    Paling engga kyu anterin rinrin pulang sih,,
    Heeeemmmm

  5. Ahh jdi gtu pertemuan pertama mereka , waktu rin rin patah hari slalu muncul kyu ….!!!!
    ahh apa jangan” emang sengaja nie kyu ngikutib rin rin , kekekeke

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s