[We Are Couple] WonRin story

“chagiya~ itu kan hanya fan service…lagian kau juga sudah tahu sendiri kan bagaimana super show kami” rajuk siwon, sedari tadi ia berusaha meluluhkan hati ri rin, kekasihnya.

“…”

“chagiya…ku mohon, jangan diamkan aku seperti ini terus-terusan, kau tahu kan aku paling tidak kuat kalau kau cuekin terus” jelas siwon, sambil memeluk ri rin dari belakang, “lepasin…” ucap ri rin dingin, siwon hanya diam dan dengan lesu melepas pelukannya begitu saja, “ri rin-ah…”

“sudah malam, lebih baik oppa pulang saja” putus ri rin, ia masuk ke dalam kamarnya dan pergi meninggalkan siwon begitu saja…

BRAKK!!! “aigo~ tuhaan…sadarkan gadisku ini, berilah kami kesabaran” ucap siwon pelan sambil mengadahkan kedua tangannya, lalu beranjak ke depan pintu kamar ri rin, “chagiya…aku pulang ya, mungkin saat ini kau masih marah padaku, tapi percayalah, aku hanya mencintaimu…saranghae” jelas siwon dari luar dan pergi meninggalkan apartemen ri rin.

BLAM…

“aarrrgghhh!! Sebeeeellll!! Memang berat menjadi pacar artis, apalagi mempunyai kekasih yang selalu tebar pesona seperti dia!” keluh ri rin sendirian,

Ri rin POV

Dddrrrrttt!!

“yeobseyo?”

“hei, keluarlah, aku, heerin eonni, seungmi sedang berkumpul ditraktir oleh min hyun eonni” sahut rin rin, kekasih kyuhyun,

“hmm…aku malas keluar?”

“waeyo? Kau habis bertengkar dengan won won oppa” ucapnya sambil menahan tawa, bisa terdengar sepertinya disana sedang sangat ramai,

“yaa, kau tahu sendiri lah, kapan-kapan saja aku datang, sampaikan salamku pada semuanya ya, bye..” KLIK!

“haahhh…” kurebahkan tubuhku di ranjang, kepalaku cukup sakit rasa setelah mendiamkan siwon, yaah memang salahku sih yang terlalu cemburu, tapi kan itu juga bukan salahku, memang harus sabar punya pacar seperti dia. (T__T)

Aku han ri rin. Mungkin aku hanya gadis biasa yang mempunyai sedikit kelebihan. Kelebihanku? Mungkin aku bisa melihat apa yang tidak bisa kau lihat. Hampir semua orang yang bertemu denganku tidak percaya bahwa aku bisa melihat lebih, begitu juga dengan siwon, kekasihku yang kini sudah hampir 2 tahun menjalani hubungan sebagai sepasang kekasih.

Kami berdua sangat berbeda. Aku pun tidak menyangka bisa menjadi bagian penting dalam hidupnya. Kisah pertemuan kami yang bisa dibilang biasa saja, tapi karena siwon lah aku bisa lebih membuka diri…

***

Awal ku bertemu dengan siwon , berawal dari sebuah pertemuan dibelakang gereja. Umat yang sangat rajin beribadah itu kutemui seusai berdoa di gereja yang juga merupakan tempatku beribadah. Saat itu aku duduk sendirian dibelakang taman, kemudian dia pun menghampiriku dan duduk bersamaku. Entah aku yang ge-er atau memang ini benar terjadi, “aku sering melihat mu disini Ri rin” dia orang yang baru ku lihat sore itu , setelah menghampiriku tiba-tiba dan membuat ku terkaget-kaget , bagaimana dia bisa mengetahui namaku?

Aku hanya diam, menatapnya dalam-dalam dengan kerut didahi yang sedikit menumpuk. “aku choi siwon”, lelaki dengan tinggi 190cm dan memiliki wangi yang sangat harum itu memperkenalkan dirinya diiringi dengan lesung pipinya yang aku yakin bisa membuat semua wanita melting saat melihatnya sambil menyodorkan tangannya.

Aku pun hanya bisa membalas jabat tangan nya namun dengan kerut didahi yang masih agak menumpuk itu. “Bagaimana kau bisa mengetahui namaku?” tanyaku heran namun aku kembali melemparkan senyum yang sudah ia berikan.

“sudah lama aku memperhatikanmu, bagaimana kabar anjingmu Rin?” oh,Tuhan. Siapakah dia? Mengapa dia tau aku mempunyai anjing? Ahh, mungkin ini hanya kebetulan saja. Lalu dengan cepat aku menjawab “bagaimana kau tau aku memiliki anjing?” dengan sedikit tatapan menantang aku menatapnya. “kau ingat bagaimana kau kacaukan sembahyang minggu lalu, gara-gara tingkah lucu anjing mu itu?” choi siwon mematahkan tatapan menantangku. Kini aku menatapnya dengan penuh arti Siapa kau sebenarnya? “ah, itu. Aku juga tidak akan lupa bagaimana dia membuat bercak noda dibajuku dan dia pergi meninggalkanku begitu saja. Dan saat aku pergoki diluar sana dia malah sedang asik bercengkrama dengan seekor kucing”  

Percakapan sore itu membuatku menambahkan satu nama teman untukku. Point yang paling penting aku menyukai choi siwon saat ia menatapku dan memberikannya senyuman hangat kepadaku. Tapi entahlah, mungkin saja aku bukan orang yang pertama yang ia perlakukan seperti tadi itu.

Minggu 15 April 2010

“kau datang tepat waktu” lelaki yang menggunakan kemeja biru tua dengan kerah sedikit naik, serta tatanan rambut yang membuatnya terlihat sexy itu menghampiriku kembali sama seperti minggu lalu. Lagi dan lagi ia memperlihatkan lesung pipinya yang membuatku merasa nyaman.

“Aaah? Ada apa?” tanyaku sedikit heran kepadanya, lalu dengan cepat ia meraih tanganku. Segera ia tarik tanganku dan aku pun hanya bisa mengikutinya dari belakang. Ia pun belum menjawab pertanyaanku tadi. Melihatnya sedikit panik dan membawaku seperti ini aku hanya bisa menumpuk kan pertanyaan demi pertanyaan.

“kau harus ikut Rin” lelaki itu berbicara sebentar namun masih mencoba menarikku untuk tetap mengikutinya dari belakang. Apa yang aku rasakan? Nyaman. Sama seperti saat hyukjae menggandeng tanganku 3 tahun lalu. Entah kemana pikiranku saat ini. Melayang. Ya, tidak bisa aku pungkiri didalam benakku aku masih terus teringat Hyukjae. Dia pacar pertamaku saat aku masih berumur 17 tahun. Hyukjae begitu baik kepadaku, dia sangat perhatian kepadaku. Aku selalu ingat apa yang ia lakukan untukku saat aku sedang bersedih. Dia akan menari didepanku, mengingat ia sangat jago menari makanya dia selalu menghiburku dengan gerakan-gerakan barunya yang ia dapat. Aku hanya bisa terpukau dan terheran heran, bagaimana ia bisa melakukan itu semua dengan sempurna? Aku suka Hyukjae.

Semua kenangan itu pun sampai saat ini tidak bisa aku lupakan. Hyukjae pergi meninggalkan ku tanpa penjelasan dan perpisahan. Sedih. Ya, aku sangat sedih dan sangat terpukul atas kepergiannya yang secara tiba-tiba meninggalkanku. Kadang aku bertanya kepada diriku sendiri. Kesalahan apa yang telah aku perbuat sehingga Hyuk pergi meninggalkanku? Hyukjae pernah berjanji tidak akan pernah jauh dariku dan membuatku sedih. Tapi itu semua sekarang hanya bualan belaka. Nyatanya ia pergi seperti angin yang tidak pamit untuk berhembus ketempat lainnya. Oh tuhan, sudah lama aku tidak merasakan genggaman senyaman ini.

***

“Rin-ah mau kah kau menjadi kekasihku?” choi siwon membawaku ke taman belakang gereja tempat pertama kali ia bertemu denganku. Disana sudah ada sebuah buklet mawar merah, persis saat Hyukjae memberikannya kepadaku di saat ulang tahunku. Aku terdiam. Yang jelas aku kaget mengapa siwon bisa mengatakan itu semua. Buklet mawar merah yang dibungkus dengan kertas pink dan ditengahnya terselip dengan mawar putih sama persis dengan buklet mawar yang dibawa Hyukjae. Aku pun teringat kembali kepadanya. Aku masih teringat janji kami. Aku harus setia kepadanya, begitu juga dengan Hyukjae yang setia kepadaku. Bahkan detik saat siwon mengatakan hal ini pun, aku masih berpegang teguh dengan janji itu.

“Maafkan aku. Aku baru sekali bertemu denganmu. Aku belum terlalu mengenalmu. Begitu pula dengan kau yang belum mengenalku.” Mungkin ini akan sedikit menyakitkan untuknya. Tapi, aku tidak bisa membohongi perasaanku. Aku masih menyayangi Hyukjae. Dan aku belum siap jika harus memulai hubungan lagi untuk saat ini.

“aku sudah lama memperhatikanmu, aku sudah mengenal kau. Tapi baiklah, aku akan menunggu sampai kau mengenalku dan kau siap untuk menjadi pacarku” senyum itu mengiringi penyataan yang ia lontarkan kepadaku.

Tulus. Senyumnya tidak bisa dibohongi. Ahh, Hyukjae aku rindu padamu. aku melihatmu ada pada dirinya. Hyuk kembalilah, aku ingin sekali kau bersamaku, menguatkan aku disaat seperti ini. Sudah hampir setahun kau hilang dari pandanganku. Tidak juga aku mendengar kabar tentang dirinya. Dianggap apa aku ini olehnya. Hyuk, banyak sekali yang ingin aku ceritakan kepadamu. Banyak yang ingin aku katakan kepadamu. Aku ingin kembali seperti dulu menghabiskan waktu luang bersamamu. Apakah kau disana memikirkan aku juga Hyuk?

Aku hanya melemparkan senyuman. Tanpa aku sadari aku menangis di depan Siwon. Dan ia pun menghapus air mata yang jatuh di pipiku. Tangan hangatnya menyapu air mataku. Rasanya aku seperti kembali melihat sosok Hyuk. Tapi?

“kenapa kau menangis Ri Rin?” Siwon kemudian menggenggam kedua tanganku. Lalu berkata kembali “Maafkan aku jika aku telah membuat mu menangis” tentu saja ini bukan salahnya. “maafkan aku, aku hanya saja teringat kepada kekasihku. Dia pergi menghilang tanpa memberiku kabar. Sudah hampir setahun ia pergi. Aku tidak tau harus bagaimana lagi. Maafkan aku siwon. Seharusnya aku tidak boleh menangis didepanmu, dan menceritakan ini semua”

“ini semua bukan salahmu. Aku senang kau menceritakan ini semua kepadaku” kemudian siwon memelukku, menyandarkan kepalaku didekapannya. Sungguh, Tuhan. Rasanya seperti Hyuk. Nyaman, hangat, aku pun hanya bisa merasa tenang didekapnya. Perlahan aku menyadari mengapa Tuhan mempertemukan Siwon denganku. Tapi yang jelas ini takdir. Hyuk pergi, takdir. Aku bertemu dengan seorang yang mirip dengannya, takdir.

Kemudian aku bangun dari dekapannya. Menghapus air mataku. Apakah ini saatnya aku melupakan Hyuk, seperti Hyuk yang melupakan aku? Apakah aku harus membuka hati untuk seseorang yang baru agar aku tidak terpuruk seperti ini? Tapi rasanya aku belum sanggup jika harus melupakan Hyuk. Tiga tahun bukan waktu yang singkat.

“aku antar kau pulang Rin” Siwon yang menawarkan tumpangan untukku. Aku pun mengiyakan tawaran itu. Kami pun berjalan sebentar. Tidak jauh dari taman, mobil hitam BMW milik Siwon itu di parkir. Ia membuka kan pintu untukku dan kembali masuk untuk membawa mobilnya menuju rumahku. Disepanjang perjalanan ia, mencoba menghiburku. Banyak teka-teki konyol yang ia lontarkan kepadaku. Ia pun menceritakan masa kecilnya yang penuh dengan cerita konyol. Ya, sore itu ia berhasil membuatku tertawa, sejenak melupakan kejadian ditaman saat itu. Dan menikmati perjalanan serta suasana minggu sore itu.

Setibanya aku dirumah, Chiko anjing kesayanganku menyambutku seperti biasa. Dia menjilati kakiku, dan menyambutku dengan riang. Sore itu Siwon langsung pamit pulang. Tidak mampir kerumahku. Ia bilang lain kali saja, karena ada hal yang sedang menunggunya. Aku pun hanya bisa mengucapkan terima kasih banyak atas hari ini, karena hari ini aku bisa tersenyum kembali karena nya.

Senin 16 April 2010

“Ri chan. Sayang. mungkin saat kau menerima surat ini aku sudah tidak bisa berada disampingmu kembali. Bukan salahmu, ini pun bukan kemauanku. Ini sudah takdir Tuhan, selama ini aku pergi menghilang bukan tanpa sebab. Aku hanya ingin kau terbiasa tidak berada disampingku. Ini sangat menyakitkan Ri chan. Saat berada dikejauhan aku melihatmu menangisiku, dan saat itu aku tidak bisa menenangkanmu, tidak bisa berada disampingmu. Maafkan aku tidak bisa menepati janji untuk berada disampingmu selamanya Ri chan. Dokter telah memvonisku kangker sumsum tulang belakang. Berbagai pengobatan telahku lakukan untuk bisa sembuh , akupun berusaha melawan penyakit itu untuk bisa bersamamu. Tapi usaha itu sia-sia. Aku pun tidak bisa menari lagi untukmu. Aku tidak bisa lagi membuatmu bahagia. Maafkan aku Ri chan tidak pamit kepadamu. Berjanjilah engkau tidak boleh menangisiku. Carilah seseorang yang bisa membahagiakanmu dan menjagamu. Yang menyayangimu . Hyukjae

            Seketika tubuhku lemas. Air mata ini tumpah dan mengalir begitu deras. Surat yang aku kira membuatku gembira karena dari Hyuk. Ternyata bertolak belakang. Bukanlah kabar gembira, ini kabar yang sangat mengejutkan. Membuatku shock setengah mati. Kekasihku Hyukjae yang selama ini menghilang ternyata selama ini ia bersembunyi, didalam persembunyiannya itu ternyata ia pun mengamati keadaanku. Bahkan yang sangat aku sesali aku tidak berada disampingnya saat ia menderita melawan sakit yang teramat dengan sendirian. Hyuk mengapa kau melakukan itu? Aku ingin berada disampingmu selalu Hyuk. Kau pun tau itu Hyuk. Dimana aku bisa menemuimu sekarang Hyuk? Aku terus menangisi kepergian Hyuk untuk selamanya. Tak sanggup kehilangan Hyuk. Aku ingin sekali mendatangi tempat peristirahatan terakhirnya. Mengapa harus selama ini aku baru mengetahui ini semua Hyuk?

            Senin, siang itu membuatku sangat terpukul. Aku sangat ingin memutar waktu dan membantah kepergian Hyuk. Apa yang harus aku lakukan Hyuk? Aku sangat rapuh saat ini.

Senin (16.08)

            “Rin, buka pintunya. Ada yang ingin bertemu denganmu” ayah mengetuk pintu kamarku. Aku masih menyatu dengan hamparan tisu dikamarku. Selimut, bantal, guling. Hingga boneka yang diberikan Hyuk pun menjadi korban hingga berserakan di lantai kamarku. Bajuku menjadi lusuh. Perih hatiku, ingin menangis sekencang-kencangnya rasanya.

            Pintu kamar dibuka oleh ayah. Dan tiba-tiba siwon meraihku dari tempat tidur dan segera memelukku. Erat. Dengan sangat erat ia memelukku seolah merasakan apa yang aku rasakan. “ceritalah kepadaku Rin. Aku khawatir denganmu. Sudah dari tadi aku coba menghubungimu. Tapi tidak ada balasan dari mu” Ya. Lagi dan lagi, lelaki bertubuh atletis yang memiliki lesung pipi, rambut sexy, aroma tubuh wangi itu sekali lagi mencoba menenangkanku.

Aku teringat kembali kepada Hyuk yang akan melakukan hal yang sama jika aku sedang merasa sedih gundah gulana seperti ini. Dia hadir, lelaki yang berjanji akan menungguku dan membiarkanku mengenal dirinya itu kembali memelukku erat. Hyuk, seandainya ini engkau. Pasti aku tidak akan merasa sesedih ini Hyuk.

            “Kekasihku Hyuk telah tiada. Surat ini datang tadi pagi”aku menjelaskan sambil menangis dengan surat dari Hyuk yang masih berada di genggamanku. Hyuk, boleh kah aku memintamu untuk berada disini sebentar saja? Aku ingin melepaskan kepergianmu dengan caraku Hyuk.

            “Rin, aku tau. Ini memang tidak mudah untuk mu. Tapi yakinlah ini yang terbaik. Tuhan punya rencana dibalik semua ini Rin. Ikutlah denganku ke Gereja. Berdoalah kepadanya agar kekasihmu bisa tenang” Bijak sekali siwon. Aku tak menyangka ia, akan berkata seperti itu.

Aku pun mengikuti sarannya. Setelah pamit kepada Ayah, akupun segera masuk kedalam mobil bersama siwon segera menuju gereja.

            “Tuhan, jika memang benar ini semua rencanamu, aku yakin. Dibalik ini semua ada rencana indah yang kau berikan untukku. Tapi Tuhan. Secepat inikah kau mengambil Hyuk dariku? Setelah kau mengambil ibu dariku, sekarang kenapa kau mengambil Hyuk dariku Tuhan? Adilkah ini untukku Tuhan? Tuhan, aku ingin Hyuk bahagia disana Tuhan. Tempatkan lah ia disisimu Tuhan. Jagalah dia seperti ia berusaha menjagaku Tuhan. Tuhan berjanjilah kepadaku. Jangan lagi kau ambil orang-orang yang kukasihi Tuhan”amien.

Linangan air mata memang tumpah, hatiku memang masih terasa begitu sakit. Tapi hidup terus berjalan tanpa adanya mereka yang ku kasihi. Kini aku sedikit lega, aku tau mengapa setahun ini Hyuk pergi menghilang tanpa sebab.

            “kau bisa melewati ini semua Rin” siwon mengelus rambutku sambil tersenyum. Aku tertawa kecil dalam hati. Ternyata masih ada yang mengasihiku. Tuhan aku harap jangan kau panggil siwon untuk yang kesekian kalinya kau merempas orang yang kukasihi Tuhan. Siwon membuatku tegar. Ya. Aku memang belum tau banyak tentang siapa dia, siapa keluarganya atau apalah itu. Tapi aku yakin, siwon orang yang baik. Semoga. Dan aku pun membalas senyumnya.

senin 30 April 2010

Seminggu setelah aku datang ke makam Hyuk, Hyuk datang kemimpiku. Ia tersenyum dan memintaku untuk melupakannya dan jangan datang ke makamnya. Tidak mungkin bisa aku melakukan itu semua. Itu adalah hal yang sangat sulit untuk aku lakukan. Kemudian dua hari setelah ia datang kedalam mimpiku, ia kembali datang lagi. Kali ini ia datang dengan tidak kalah mengejutkannya. “jadilah kekasih siwon, kau akan bahagia dengannya sayang” Hyuk mengatakan hal itu kepadaku.

Dua minggu setelah hari yang berat menurutku , dimana aku menerima surat dari Hyuk itu sudah berlalu. Kini aku hanya bisa mengenangnya dalam-dalam.

Siwon, lelaki baik hati itu kini menjadi kekasihku. Mungkin ini rencana yang Tuhan selipkan untukku. Mimpi Hyuk menyuruhku untuk menjadi kekasih siwon sudah aku lakukan. Semoga ini yang terbaik untuk kami. Lelaki yang taat beribadah itu kini menjadi orang yang amat sangat perhatian kepadaku.

***

“aish! aku menangis lagi…” kuusap air mataku, sudah satu hatun lebih peristiwa itu berlalu. Tapi aku sangat bersyukur bisa melewatinya, karena siwon yang selalu setia berada disampingku.

Aku pun tidak mengira akan memiliki kekasih seorang artis besar seperti dirinya. Ia begitu rendah hati, hal itulah yang sangat aku sukai darinya, sama seperti hyukjae dulu.

Ah~ memang mantan kekasihku itu mirip namanya dengan eunhyuk oppa. Aku pun sempat kaget setelah mengetahuinya, tapi mereka berdua sangat berbeda. Siwon sempat khawatir saat mengenalkanku pada eunhyuk oppa, takut aku akan berpaling padanya, haha…

“Huft~ aku jadi merindukannya…” lirihku. Ku raih blackberry hitam kesayanganku dan langsung menelfonnya,

“chagy…”

“ku tunggu 10 menit, lewat dari itu, jangan harap kumaafkan!” KLIK! Bisa kubayangkan wajah paniknya, pasti lucu, kalian tahu kan bagaimana siwon kalau berekspresi? Hahaa…

Ddrrrrttt !!

“rin!”

“waeyo eon?” balasku pada min rin eonni, kekasih teuk oppa, “kalian bertengkar?”

“ahni, hanya memberinya pelajaran…mianhae aku tidak bisa datang”

“hmm, gwenchana…besok datang ke pementasanku ya”

“akan ku usahakan eon”

“oke, bye…” KLIK!

***

Ting tong ting tong…

Pasti dia, yah, hanya memakan waktu 7 menit.

“chagiya…kau memaafkanku kan?” ucapnya setelah kubukakan pintu, aku hanya diam dan duduk di sofa dan ia hanya mengikutiku dari belakang,

“wajarkan jika aku cemburu? Aku hanya tidak mau yang seharusnya menjadi milikku dilihat oleh orang lain…” ucapku sambil menatap wajahnya, ia hanya tersenyum kecil, “…aku tahu aku egois, tapi selama 1 tahun lebih aku seperti menanggung rahasia besar, menjadi kekasih dari coi siwon, pria yang sangat terkenal yang di puja ratusan, bahkan ribuan gadis…” lanjutku,

wajahku tertunduk, sering terpikir untuk menyudahinya, dan menjalin hubungan dengan pria biasa, seperti dengan hyuk dulu, tapi…entah mengapa aku selalu punya keyakinan untuk tetap berada disampingnya, aku selalu teringat dengan hyuk ang datang ke dalam mimpiku.

“chagiya…tapi kau tahu kan cintaku hanya untuk siapa?” ucapnya lembut sambil menggenggam tanganku erat,

“aku tahu dan aku percaya oppa…”

“tidak hanya dirimu, mungkin rin rin, minna, shin ra dan semua gadis yang ada disamping mereka pun akan merasakan hal yang sama, tinggal bagaimana menumbuhkan rasa saling percaya” jelasnya lagi, aku hany diam menatapnya, lalu menyandarkan kepalaku di dada bidangnya, “mianahe…” lirihku, siwon mengelus rambut dan menepuk pelan bahuku,

“aku yang harus minta maaf padamu…saranghae” ucapnya dan mengecup puncuk kepalaku pelan.

“naddo…hmm, kau tahu oppa…”

“waeyo?” tanyanya setelah melepas pelukanku,

“disini…ada penghuni baru” bisikku,

“m…mwo?! Yaa~ chagiya…”

“haha, benar, tuh ada disebelahmu, sepertinya dia suka padamu” godaku,

“aish! makhluk itu tidak ada han ri rin” gerutu siwon, tapi aku tahu dia pasti sudah ketakutan dan terus merapat padakuk, “ahahaaa… tenang oppa, dia tidak mengganggu, dia hanya kesepian karena bunuh diri ditinggal kekasihnya”

“yaaa! Han ri rin usir dia!”

“ahaaaa…kau ini, badan saja yang besar, tapi penakut, padahal kau percaya bahwa makhluk halus itu tidak ada!” ejekku. Yah mungkin ini memng kelebihanku, bisa melihat apa yang tidak bisa kalian lihat. Sebenarnya kelebihan ini aku pakai untuk bisa melihat hyuk dulunya, tapi sepertinya hyuk sudah tenang di alam sana. Maunya ku tutup lagi, tapi sepertinya kelebihanku ini sedikit bermanfaat, untuk menjahili siwon. Hahaa..

End~

finnaly publish juga we are couple yang pertama, dan jatuh pada won-rin couple~~ ohohohhooooo oh iya, ff ini sebagian besarnya dibuat oleh yang empunya nama sendiri, aku cuma nambahin awal sama akhirnya aja, acithoooo~~ moga suka yoooo~~ dan nantikan cerita gaje tentang we are couple lainnya~~😀

28 thoughts on “[We Are Couple] WonRin story

  1. aauauauuauauau, nyengiiiir gue bacanya. hahahaha tengkyuuu ditskiii , lagii lagiii ceritanyaaa… hahaha… oppa siwon saranghae oppa :* lanjuuutin thaa sampe gue punya anak sama siwooon :* hahaha

  2. hyunnie berkata:

    kekekeke.. memang susah klo pacarnya siwon oppa..
    aku juga mau~~ =3=
    *mupeng dengernya.. kekkeke

    ayo yang lainnya.. hehehe ^^

  3. soo hyo berkata:

    ahaahaha
    ktwa gw ngliat ending’a ta..
    akhr’a jd jg 1 stlah d’paksa :p
    Owkeh siapakah sLanjut’a?? ^,~

  4. ternyata badan Oppa aja yg GD pi Oppa penakut juga.. hahaha
    ceritana bagus juga… pi aku mau baca yang RInKyu punya Eonn???
    Kapan dipost yg RinKyu??

  5. megasparkyu berkata:

    ckckck ri rin suka bngt deh ngejahilin di siwon,kashn tu siwonya ketakutan hahaha…eon lanjut ke cerita rinkyu ya

  6. Chava berkata:

    Pas bagian endingnya lucu……
    Tadinya sempet ngira hyukjae-nya itu si eunhyuk hahaha…
    We r couple yg lain ditunggu ya…

  7. nur ratri c berkata:

    owh..jd cerita ini yg dsuruh acid baca..haaa..
    tp w g mau byangin acid jg ri rin nya..
    haaa..🙂

  8. raraa berkata:

    Siwon sepertinya sayang banget sama rin rin , sampai2 dia gag tahan kalau dicuekin sama rin rin .
    Semoga cepet sampai jenjang pernikahan ya🙂

  9. kang hae ra berkata:

    siwon oppa disini sweet banget deh, sayang banget sama ri rin
    btw, itu si ri rin serem jg ya bs liat yg kyk begituan

  10. hankimsworld berkata:

    Hwaa aq kira hyukjae’a itu yg sj pas tau beda orang toh..
    Coz ciri’a sama pinter nari..

    Ririn bisa lihat hantu?? Kereenn (y)

    Next part..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s