One More Change

“sudah pas agesshi?” Tanya soora, desainer gaun pengantin. Ia kembali memeriksa dengan teliti tiap inchi jahitan gaun pengantin yang ia buat. Gaun berwarna broken white, dengan potongan punggung terbuka, serta hiasan yang cukup simple terpasang pas di tubuh soo hyo, yang seminggu lagi akan mengenakan gaun indah itu.

“hmm…sudah pas, dan sangat sempurna hasilnya…” puji soo hyo masih tetap memandang dirinya lewat kaca besar di dalam fitting room.

“tapi, kekasihmu tidak ikut? Tuxedo miliknya sudah jadi, tinggal di coba” ujar soora yang membuat soo hyo menghembus nafas kesal, “sepertinya tidak tidak bisa datang hari ini…tapi apa bisa tuxedonya aku bawa, nanti aku suruh ia mencobanya”

“hmm, baiklah, nanti aku siapkan…”

“ne, gomawo…” balas soo hyo, soora pun keluar meninggalkannya untuk berganti baju. Beberapa menit kemudian, sambil menunggu soora, ia duduk dan kmebali memeriksa ponselnya, tidak ada sms atau telfon satu pun dari tunangannya. “…saking sibuknya sampai kau pun lupa tidak menanyakan kabarku?” lirih soo hyo.

***

“hyo! Sini…” ujar rin rin, sahabatnya yang sedari tadi sudha sampai di café yang biasa mereka datangi bersama kekasih masing-masing pada saat kuliah dulu, “hei…”

“mianh aku tidak bisa datang tadi” ujar rin rin sambil mengaduk cappuchino miliknya,

“gwenchana, lalu interviewnya lancer?”

“yah, begitulah, lusa aku sudah bisa bekerja disana” ujar rin rin yang baru saja melamar sebagai art director di suatu perusahaan iklan yang cukup besar di seoul, “terus, kapan waktunya kau yang dilamar?” goda soo hyo,

“mwo?!”

“aish! rin-ah, aku ini sudah mau menikah! Kapan kau mau menyusulku?”

“aku? Dengan si bodoh itu?”

“kau sudah dapat pekerjaan, kyuhyun juga sudah menjabat sebagai direktur di perusahaannya, jadi tunggu apa lagi?”

“3 atau 5 tahun lagi mungkin” jawab rin rin santai,

“aish! kalian ini, masih saja main-main, kapan mulai menjalani hubungan yang serius? Ingat umur” ledek soo hyo,

“baru juga 23, aku masih ingin menikmati hidup sendiri hyo…oh iya, minho mana?”

“hm, lagi ke jepang”

“aigo~ sibuk sekali dia, apa dia masih juga belum mencoba bajunya?” tebak rin rin tepat sasaran, soo hyo hanya diam saja, “ini hari penting bagi kalian berdua, masa dia gak bisa sih meluangkan waktunya untuk menemani dirimu mengurusi pernikahan kalian”

“dia sedang ada proyek besar rin-ah, jika proyek ini berhasil…”

“…dia akan diangkat jadi direktur dan kehidupan kalian setelah menikah akan tercukupi dengan baik? Iya kan?” sela rin rin yang sudah hafal dengan sikap sahabatnya ini yang selalu membela minho yang super sibuk.

Hyo hanya mengangguk pelan tanpa mau menatap rin rin. “tapi hatimu juga sedih kan mengurus semua ini sendirian?”

“sudahlah rin-ah…disaat seperti ini aku harus mendukungnya” bela hyo lagi,

“Hmmm, terserah dirimu lah yo, kan nantinya kau yang akan menjalani” ujar rin rin dan menghabiskan minumannya.

***

Soo hyo pov

Sedihkah dirimu jika mengurusi semua hal pernikahan sendiri? Memang sedih sih, itu lah yang aku rasakan. Tapi aku selalu berusaha untuk mengerti dirinya yang jadi super sibuk 2 bulan terakhir ini. Hampir tiap minggu ia pasti keluar kota bahkan sering pulang-pergi seoul-tokyo demi mengurus perusahaan besar yang jika ia berhasil, jabatannya akan naik.

Tapi karena kesibukannya itu yang membuat perhatiannya padaku berkurang. Mulai jarang menghubungiku, bahkan kadan tidak sama sekali dalam sehari. Sms dariku pun jarang ia balas.

Bruk! “Aawww!!!” Seru seseorang yang…jatuh dari sepeda didepanku, “gwenchana?” Tanyaku sambil membantu memapah sepedanya,

“N..ne…aish! Rantainya copot lagi?!” Gerutunya kesal, kulihat wajahnya terdapat bercak hitam dan tangannya yang sedikit berdarah, “ini, tanganmu nanti infeksi” ku berikan tisu basah, ia hanya tersenyum kecil dan meraihnya. Dia cukup manis jika tersenyum.

“Sudah ya…permisi” pamitku,

“Eh! Gomawo agessi” ujarnya sambil melambaikan tanganya, aku pun membalas sekenanya, pria yang ramah.

@soo hyo house

“Aku pulang…” Ucapku pelan, kulihat tidak ada orang di rumah. Segera ku rebahkan tubuhku dan melempar baju minho kesembarang tempat, kepalaku cukup penat seharian ini.

Dddrrrrttt!!!

Dddrrrrrrrtt!! *minho calling*

“Yeobseyo?” Jawabku malas,

“Chagiya…”

“Kau dimana?”

“Baru sampai seoul, mianhae…”

“Kutunggu 15 di rumahku, jika tidak datang juga…jangan harap aku mau pakai gaun pengantin itu” ancamku,

“Mwo?! O…oke, aku segera kesana” KLIK! Telfon langsung ditutup olehnya. “Haahh..” Segera ku bersihkan muka dan ganti baju. Setelah membersihkan tubuh, ku buatkan secangkir coklat panas kesukaannya.

30 menit kemudian…

Ting tong ting tong

“Telat 15 menit” ucapku dingin saat membukakan pintunya, “yaa~ chagiya, tadi aku sudah ngebut, izinkan aku masuk, dingin sekali…” Ucapnya sambil memelas, aku hanya diam dan kembali masuk kebelakang diikuti olehnya.

“Nih minum” ujarku menyerahkan coklat yang sudah keburu dingin, “kok dingin?”

“angetin aja lagi sana” ucapku dan kembali masuk ke kamar, mengambil tuxedonya.

“Besok kau kemana lagi?” Tanyaku dan duduk disampingnya, “sepertinya harus lembur, banyak laporan yang harus aku selesaikan” jelasnya, aku hanya diam dan memang sudah tahu kalau dia akan selalu sibuk dengan pekerjaannya.

“…chagiya…mianhae, aku benar-benar sibuk…”

“Ya terus aja kau diperbudak dengan pekerjaanmu!” Emosiku memuncak,

“Hyo, tolong pahami posisiku, aku lakukan semua ini supaya nanti kita bisa meluangkan honeymoon nanti…” Bujuknya,

“Ya tapi…hhhh! Sudahlah, percuma aku keluhkan semua ini padamu…aku hanya ingin kau juga ikut andil mempersiapkan ini semua” ucap hyo makin mengecilkan volume suaranya. Minho menari soo hyo ke pelukannya dan mengusap punggungnya pelan,

“Mianhae…bukannya aku tidak mau menemanimu, aku pun mau ikut mengurus semua hal untuk pernikahan kita, tapi pekerjaan ini sangat menuntutku, jebal hyo…” Jelasnya. Aku masih diam, malas jika terus menuntutnya. Aku tahu dia pasti lelah, lebih lelah dariku pastinya.

“Kau sudah makan?” Tanyaku, ia tersenyum dan menggeleng pelan, “aku masakin ramyeon ya?”

“Apapun masakanmu aku pasti suka” ujarnya sambil mencubit pelan hidungku.

***

Author pov

The day…

“MWO?! Kamu masih di jeju?!” Teriak soo hyo lewat handphonenya,

“Chagiya, aku sudah dapat tiketnya, paling cepat 1 jam lagi sampai…mianhae…” Ucap minho berusaha menjelaskan semuanya,

“…kalau kemarin-kemarin kamu gak bisa temenin aku, aku maklumin, tapi ini hari pernikahan kita! Hari yang penting bagiku…tapi mungkin jadi tidak penting bagimu” ujar hyo sinis, tapi air mata perlahan keluar dari pelupuk matanya,

“Hyo…hari ini juga penting bagiku, harusnya aku…”

“Cukup! Kalau begini jadinya…kau cari pengantin wanita lain saja!” Klik! Hyo langsung memutuskan sambungan telfon dan terus menangis. “Hiks…aku peduli…hiks…padamu, tapi…hiks…tapi kenapa kau tudak pernah pahami perasaanku?” Isak soo hyo.

Tak lama kemudian, masih dengan memakai gaunnya, hyo nekat kabur dari pernikahannya, setidaknya memberi pelajaran untuk minho dan juga membuktikan apa minho benar-benar serius ingin menikahinya.

Soo hyo pov

Mungkin saat ini semua orang di hotel sibuk mencariku, rin rin pun tak henti-hentinya menelfon dan juga mengirim sms. “Hhhh…” Aku duduk di sudut taman dekat sungai han, masih dengan memakai gaun tentunya. Tak peduli banyak orang yang melihatku aneh. Sungguh aku tidak peduli. Kekecewaanku pada minho sudah pada puncaknya. Minho sudah keterlaluan!. (╥﹏╥)

Buk! “Aww!! Yaaa!!” Sergahku kesal saat bola kaki dengan mulus melayang di kepalaku. Ku lihat seorang pria berlari kecil ke arahku, mungkin dia pelaku utamanya.

Terlihat wajah bersalah dan terus membungkukkan tubuhnya sambil berkata, “Mianhamnida…aku sungguh minta maaf…”

“Kau…pria sepeda itu kan?” Tebakku, aku masih ingat jelas wajahnya, ya! Aku yakin itu dia.

“N…ne?”

“Kau yang jatuh dari sepeda beberapa minggu yang lalu kan?” Tebakku yakin dan melupakan insiden lepar bola tadi.

“O…oh! Agesshi yang menolongku kan?” Ujarnya sambil menyunggingkan senyum, senyuman yang tulus, masih sama seperti waktu itu.

“Panggil saya aku hyo, kim soo hyo” aku mengulurkan tanganku,

“Donghae, lee donghae” ia membalas uluran tanganku dengan senyuman yang tidak pernah lepas dari bibirnya, “…kau…mau menikah?” Ternyata ia baru sadar melihat penampilanku,

“Tadinya, tapi sekarang tidak…” Ucapku dengan nada yang kembali sedih, “mianhae…pasti berat bagimu yang ditinggal mempelai prianya kan?” Tebaknya asal, tapi aku malah tertawa terbahak-bahak, dia berhasil menghiburku,

“Ahaha…bisa dibilang aku yang membatalkannya” ujarku mengatur nafas kembali, “aah~ kau kabur? Apa karena menikah karena di jodohkan?” Tebaknya lagi, dia itu benar-benar polos, aku yakin dia orang yang sangat baik.

“Bukan juga, sudahlah, alasan mengapa aku batal menikah jangan di ungkit lagi…” Aku kembali duduk di bangku, dan ia pun ikut duduk di sebelahku,

“Hyung! Mana bolanya?” Seru anak kecil berumur sekitar 8 tahun, “ini, jangan sampai salah lempar arrachi?” Donghar memperingatkan,

“Arrayo…” Ia pun kembali ke teman-temannya yang tengah bermain bola di lapangan sana. “Dia adikmu?”

“Bukan, tadi hanya iseng. Mengajak mereka bermain”

“Hmm, donghae-sshi, mau menolongku?”

“Menolong?”

“Ne, anggap saja sebagai ganti tadi kau menumpuk kepalaku dengan bola tadi” balasku dan langsung menarik tangannya, tak peduli kami baru kenal, dan aku tahu ini ide gila, kabur di hari pernikahan dan kabur bersama dengan pria yang baru saja kau kenal. Yah, memang gila. Dan semua ini karena 1 pria! Choi minho.

“He…hei…aku turuti kemanapun kau pergi, tapi…apa dengan memakai gaun?” Ujar donghae dengan melihatku atas-bawah,

Ku lihat area sekitar, ada beberapa butik disini, “hmm, chakkaman, aku segera kembali” aku masuk ke sebuah butik, langsung menyambar skinny jeas, tshirt dan juga hoodie. “Agesshi, gaun pengantinnya mau di bawa?”

“Hmm, bisa kutitipkan disini? Nanti aku ambil kembali oke?” Ku serahkan credit card kemudian keluar lagi kembali pada donghae. “Gimana?”

“Hmm, oke, kau mau kemana?”

“Ku traktir makan patbingsoo” ajakku, di musim panas ini pasti segar minum patbingsoo, kebetulan toko patbingsoo langgananku tak jauh dari sini.

“Whoaa, pilihanmu tepat!” Puji donghae,

“Hmm, saat musim panas, aku pasti kesini…” Balasku, yah, aku teringat lagi pada minho, ia yang pertama mengajakku ke tempat ini sewaktu kuliah dulu. “Kenapa kau membatalkan pernikahanmu?” Tanya donghae, aku diam sejenak,

“…aku…hanya memberinya pelajaran” ucapku pelan sambil mengaduk asal patbingso milikku,

“Pelajaran? Memang calon suami-mu selingkuh? Ah~ mianhae, kalau aku banyak bicara” ucapnya sambil tertawa kecil, lagi-lagi aku menyukai senyumannya itu,

“Gwenchana…dia memang tidak selingkuh, hanya saja aku kecewa dengannya, dia workaholic, dalam sehari bisa bolak-balik seoul-tokyo, karena nanti ia akan diangkat sebagai direktur di perusahaannya…” Jelasku, donghae sangat menyimak pembicaraanku,

“…awalnya aku memaklumi dan mengerti kesibukannya, tapi pada saat persiapan pernikahan kami, tidak pernah sekalipun ia menemaniku, meski kesal, aku berusaha sabar, tapi untuk hari ini aku tidak bisa lagi bersabar…”

“…mengapa?”

“Pada hari pernikahannya saja dia masih sempat kerja dulu, dan tadi pagi telfon masih di bandara tokyo!” Emosiku memuncak, ku tahan air mata ini agar tidak mengalir lagi. Donghae diam memperhatikanku lalu tersenyum kecil, “sepertinya kau butuh hiburan, ayo ikut aku!” Donghae langsung menarik tanganku,

“Ma…mau kemana?”

“Ikut saja…” Donghae mengajakku kembali ke taman tempat kami bertemu, ia mengambil motor besarnya dan menyerahkan helm padaku. Aku menurut saja. Dengan berpegangan erat di pinggangnya, motornya pun melaju cepat ke…game center?!

“Game center??”

“Err…sebenarnya aku tidak tahu juga kau suka main game atau tidak, tapi tempat inilah yang biasa aku datangi kalau lagi ada masalah…tenang saja, aku yang traktir oke?” Ucapnya. Aku mengangguk pelan. Ia pun kembali menarik tanganku, aku pun berusaha melupakan kesedihanku dan bersenang-senang dengannya.

Donghae memang orang yang baik. Dia perantau dari mokpo, pergi ke seoul berharap bisa mempunyai kehidupan lebih baik lagi malah kena tipu oleh orang yang sudah ia anggap sahabatnya sendiri dan kini ia bekerja sebagai pengantar makanan.

“Ayooo dikit lagii” aku memberinya semangat saat ia berusaha mengambil boneka angryy bird di mesin pencapit, “…a…yesss !!! Hahahaaa” ujarnya kegirangan saat berhasil mengambil boneka ukuran kecil tersebut,

“Huwaa, akhirnya setelah menghabiskan…10 koin, berhasil juga!” Sindirku, dia hanya nyengir lebah, dan menyerahkan boneka tersebut.

“Nih…kenang-kenangan dariku”

“Gomawo…ah! Oppa, kau bilang jago ngedance kan?”

“Keurom, mau kubuktikan?”

“Boleh!” Donghae kembali menarikku ke mesin games khusus untuk menari. Ku pilihkan lagu I wanna lovee you yang di nyanyikan 2 lead danse dari super junior. Lagu pun mulai mengalir dan seperti terhipnotis oleh musik itu, donghae langsung meliukkan tubuhnya di lantai dansa. Aku pun sempat kagum melihat tariannya, harusnya ia bisa menjadi model atau bahkan artis.

“Huwaaa!! Keren!! Tampan pula!” Celetuk seorang gadis yang sudah berdiri di sampingku, dan ku balikkan lagi ke belakang, ternyata sudah banyak orang mengelilingi kami, dan berdecak kagum melihat perform donghae.

Saat ia selesai dancee tepuk tangan pun riuh terdengar, “waahh!! Lagi !! Lagi !! Lagi !!” Seru para gadis, aku hanya tertawa melihatnya, dan donghae sendiri hanya menggaruk kepalanya malu.

Dddddrrrttt !!!

Ddrrrrtttt!!

Dddrrrtttt!!! *minho calling*

Dia menghubungku lagi, ku lihat kembali donghae dan mundur ke tempat yang lebih sunyi.

Minho masih berusaha menghubungiku, ragu hatiku untuk mengangkat telfonnya dan terus menimang-nimang ponselku. “Angkatlah…dia pasti sangat khawatir” celetuk donghae yang sudah berdiri di belakangku,

“N…ne…” dengan berat hati aku mengangkat telfon dari minho dan donghae duduk tidak jauh dari tempatku berdiri.

“yeobseyo?! Hyo! Kau dimana?”ujar minho khawatir,

“…”

“hyo, chagiya…please…jawab aku, aku tahu aku salah kau boleh marah padaku, tapi kumohon, jangan tinggalkan aku…” lirihnya. Air mataku pun kembali mengalir, aku pun masih sangat mencintainya, tapi…

“hiks…hiks..”

“hyo…maafkan aku sudah buatmu sedih seperti ini, dan bahkan kau minggat, tapi aku masih menginginkan pernikahan ini…aku tidak mau kehilangan dirimu”

“…aku sudah sabar menghadapi semua kesibukanmu…tapi kesabaran itu ada batasnya minho…kau pikir gampang menyiapkan semua ini sendirian?! Sekali pun tidak pernah kau perhatikan aku lagi, bertanya tentang kue, atau baju bahkan gedung pernikahan pun tidak kan?”ujarku dengan isak tangis, tidak peduli dilihat orang lain bahkan donghae,

“…aku mengaku salah, tapi jebal..beri aku kesempatan untuk memperbaiki semua ini…ku mohon” jelasnya lagi, baru kali ini minho benar-benar memohon padaku,

“hhh…entahlah minho, apa aku bisa member kesempatan lagi…”KLIK! Ku putus telfonnya sebelum ia bicara lagi. Entah keputusan yang kuambil ini baik atau buruk, tapi yang pasti aku ingin menangis, menangis sekencang-kencangnya. “hiks…hiks…hiks…”

“hyo…”

“hiks…” grab! Kurasakan ia memelukku, makin erat, membuatku makin menangis kencang. Pelukan ini, hangat dan membuatku nyaman…tapi beda dengan pelukan minho…

“hiks…hiks…aku masih mencintainya…” isakku, donghae mengelus rambutku dan menepuk punggungku, “jangan pernah sia-siakan orang yang tulus mencintaimu” ucapnya tepat di telingaku.

***

Author POV

“ck!”

“hyo dimana?!” ujar rin rin khawatir,

“dia benar-benar ingin membatalkan pernikahan ini…” lirih minho, duduk lemas di bangku. Semua tamu sudah bubar, yang tersisa hanya keluarga inti yang juga bingung dengan perginya soohyo, terlebih lagi ibunya. Dan juga rin rin yang sedari tadi terus berusaha menghubungi hyo.

“dia hanya emosi minho-ya…yaa, lagian kau juga rada keterlaluan sih, di hari pernikahan kalian, kau masih saja bekerja…aawww!! Yak!” rin rin langsung melotot kea rah kyuhyun yang sengaja menginjak kakinya,

“sst! Jaga omonganmu” bisik kyuhyun takut minho jadi tersinggung, tapi minho hanya terkekeh pelan, “…memang ini salahku, harusnya aku bisa mengesampingkan pekerjaan demi hari penting ini…” lirihnya. Rin rin kembali diam. Ia berusaha menelfon soo hyo, baru saja ia menekan nomer, orang yang ditunggu sudah ada di depan pintu masuk gedung,

“SOOHYO!!” seru rin rin,

“hyo…” lirih minho mendekati dan langsung memeluknya erat, “gomawo…gomawo kau sudah kembali…aku janji tidak akan mengulanginya lagi hyo…aku janji” ujar minho dan terus meminta maaf. Hyo melepas pelukan minho dan menghapus air matanya, “aku kembali karena aku mencintai…aku kembali karena aku yakin…hanya kau jodohku…”

“hyo…”

“mianhae, aku bertindak seperti anak kecil tadi…”

“ahni…aku yang salah, harusnya aku lebih bisa meluangkan waktu untukmu…kau masih mau menjadi pendampingku kan?” ujar minho sambil memegang kedua pipi hyo,

“…ne…”

“yak! kedua mempelai sudah ada, tunggu apa lagi? Hyo,kau kemanakan gaun pengantinnya?!” celetuk rin rin, “gaunnya..aigo! ku titipkan di butik!”

“tak perlu, begini saja…kau juga sudah terlihat cantik” puji minho tulus, tapi kyuhyun dan rin rin hanya bisa menahan tawa mendengarnya,

“hhmmpff…oookeh, kyu, panggil pendetanya lagi…” suruh rin rin,

“ah! Aku lupa, sebentar…” hyo kembali keluar berharap donghae masih didepan, “kenapa chagy?” minho mengikutinya dari belakang,

“dia…sudah pergi…” ucap hyo murung,

“dia siapa?”

“ahni…seorang malaikat, ehm, sepertinya aku harus merapikan make up ini…”

***

Pernikahan pun kembali dilaksanakan, hanya dihadiri oleh keluarga inti dan sahabat. hanya memakai baju seadanya, tapi aku bahagia, entah apa yang terjadi jika aku benar-benar membatalkan pernikahan ini hanya karena emosi sesaat. Gomawo donghae oppa, kau memberikan aku pelajaran yang berarti. Terimakasih juga kau sudha menemaniku seharian ini. Ku harap suatu saat nanti kita akan bertemu kembali dna juga melihat senyum manismu lagi.

“kusahkan kalian sebagai suami istri, choi minho, silahkan mencium istrimu” ucap sang pendeta. Tanpa ragu, minho mengecup bibirku lembut. Tepuk tangan menggema ke penjuru ruangan. Ku pejamkan mataku menikmati tiap detik ciumannya. “saranghae…” bisiknya mesra dan aku memeluknya erat, memeluk suamiku, choi minho.

Happy End

Wahahaa, akhirnya selesai juga… oyen~ moga suka yaa, mianhae kalo ff yg pesenan lo gak jadi-jadi abis susah bangikitin ide itu lagi, jadi sebagai gantinya daku bikinin yang ini yaaah, lengkap ka nada minho-donghae.. heheheee

19 thoughts on “One More Change

  1. foryentina berkata:

    wah. . ,daebakk!!
    ni ff paling keren dah ta.. :p
    kirain bakal nikah sama minho&donghae #plak
    gomawo dithaa^^
    *pelukciumm ~,~

    **Acid sirik wooouu😀

  2. aduuhhh Minho udahh tau mau merit masi juga kerja..
    kirain Soo Hyo ma DongHae… tapi ttp ma MinHo juga…
    keren..
    ini yg couple tu ya Eon??

  3. hyunnie berkata:

    akhirnya.. jadi juga nikahnya..
    tapi kasian donghae.. pake ngilang segala nih..
    *plak emangnya hantu..
    kekkekke
    nice ff..

  4. Vii2Junshuuu_kim berkata:

    huaa hae oppa keren…

    kalau akk jdi hyo mungkin akan lebihh esmosi lagii,,, ahaha
    abiss siapa yang tahan workaholic ???
    sampe2 hri pernihkahan msih d bandara…

    wkwkwkkwkw
    ff keren eon ^ ^

  5. Donghae jadi malaikat cintanya Hyo sama Minho,, so sweet >.<

    hem,, tak kirain nanti Hyo sama Donghae ternyata,, ckckckckck saya tertipu
    nice FF nih ^^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s