My Destiny [PG15]

“choi siwon…apa kau bersedia menerima park rin rin sebagai isterimu, menemaninya dikala susah mau pun senang?” ucap pendeta. Siwon menatap rin rin sambil mengembangkan senyumannya, “ya, saya bersedia” ucap siwon yakin,

“dan anda…park rin rin, apa kau bersedia menerima choi siwon sebagai suami-mu, menemaninya dikala susah mau pun senang?”

“…” tak ada jawaban dari bibir rin rin, sempat membuat siwon dan juga seluruh orang yang berada di dalam altar heran, “rin-ah…” bisik siwon,

“a…aku…y…AKH!!” sambil memegang dadanya, rin rin jatuh, membuat seluruh orang panic, termasuk siwon,

“hya~ rin-ah, gwenchana?” tanya siwon khawatir,

“ahh!! Op..oppa…”

“waeyo? ki..kita ke rumah sakit ya” ucap siwon, ia segera menggendong rin rin ke mobil dan langsung melesat pergi ke rumah sakit.

***

7 bulan kemudian…

“ini seragam-mu dan ini kamar-mu” ucap kepala pelayan,

“n..ne…”

“oh ya, kau sudah tau kan peraturan disini? Dan tahu kau harus apa disini?”

“ne, aku sudah mengerti”

“bagus, sekarang *lihat jam* waktunya kau membangunkannya” ucap kepala pelayan dan dibalas anggukan dari ri rin. setelah kepala pelayan pergi, ri rin segera mengenakan seragamnya dan bergegas ke kamar pemilik rumah ini.

‘han ri rin fighting!!’ ucapnya dalam hati, perlahan ia membuka kenop pintu dan masuk kedalamnya. Interior ruangan bernuansa minimalis dan sangat mainly menghiasi kamar ini. sejenak ri rin mengamati sekeliling kamar pemilik rumah ini. ‘whoa, pasti barang disini sangat mahal’ batin ri rin kagum. Setelah melihat ke penjuru ruangan, matanya berhenti pada sosok pria yang tengah tidur pulas di kasur…

Han ri rin POV

‘Jadi dia majikanku?’ batinku, kudekati ia. Wajahnya cukup menawan, kalau tidur sangat mirip seperti bayi.

“s..sajangnim” ku coba membangunkannya pelan, tapi tidak ada respon,

“sajangnim…hari sudah siang” ucapku lagi dengan sedikit menepuk bahunya pelan, ia hanya menggeliat pelan dan perlahan matanya mengerjap pelan.

“ergh! Jam…berapa?” ucapnya datar dan masih belum sepenuhnya sadar, (._.)?

“su..sudah jam 8 pagi tuan…” jawabku, ia langsung duduk bangun dan…menatapku dari atas hingga bawah, aku hanya bisa tertunduk malu,

“kau…pelayan baru?”

“ne, sajangnim…namaku han ri rin” ucapku sambil membungkuk, ia hanya mengangguk kecil lalu langsung bangun…

“KYAA!!” teriakku spontan karena melihat tuan muda ini hanya memakai boxer!

“aish! suaramu itu mirip terompet! Kenapa sih?”

“i…itu…” tunjukku ke bagian bawahnya,

“cish~ dasar gadis polos” ucapnya dingin, aku hanya melogo melihat sikapnya yang sangat dingin!.

“30 menit lagi siapkan sarapan untukku” perintahnya yang lalu kekamar mandi,

BLAM!

“fiuuuhhh! Ternyata memang benar, sikapnya sangat dingiiiinn! Tenang ri rin-ah, ini baru permulaan…kau harus sabar-sabar disini” ucapku menenangkan diri sendiri. Dengan sigap ku bereskan tempat tidur dan seluruh kamarnya.

Tak sengaja aku melihat bingkai foto seorang gadis dengan rambut panjangnya di meja kecil samping tempat tidur, cantik dan terlihat sangat anggun. ‘Mungkin dia kekasih dari tuan muda choi itu, tapi apa betah gadis ini berhadapan dengan pria se-dingin dia?’ batinku bertanya-tanya, ku letakkan lagi foto tersebut dan bergegas keluar menyiapkan sarapan.

 

***

Bruk! Ku letakan setumpuk pakaian kotor dan seprai kotor di keranjang cucian. Habis ini menyiapkan sarapan untuk tuan muda itu, haahh! Kalau bukan karena hutang appa, aku tidak akan mau bekerja disini! ╰(◣﹏◢)╯

“Chogiyo, kau pelayan baru?” Celetuk seorang gadis yang sepertinya juga seumuran denganku dan memakai seragam yang sama, “ne, ririn imnida” aku membungkukkan badan,

“Kau yang jadi pelayan pribadinya ya?” Seru temannya yang satu lagi, “n..ne..kalian sudah lama bekerja disini?”

“2 tahun…semoga kau betah ya menjadi pelayan pribadinya”

“Mwo? Maksudnya?”

“Sebentar lagi kau akan mengetahuinya, oke, hwaiting!” Ia memberiku semangat, tapi aku masih tidak mengerti apa maksudnya, apa karena sikapnya yang dingin, jadi banyak pelayan yang tidak betah? Tapi aku harus betah, setidaknya selama…2 tahun ini, yah…gaji selama 2 tahun baru akan cukup melunasi hutang appa. (╥﹏╥)

***

Setelah semua makanan disiapkan oleh koki handal rumah ini, aku membawanya kembali ke kamar tuan muda itu. Rumah ini sangat besar dan mewah, tapi ia hanya tinggal seorang diri dan hanya dikelilingi para pelayan. Pasti sangat kesepian, pikirku.

Krek!

“sarapannya tuan muda” ujarku dan meletakkan nampan di meja kosong sebelah pintu balkon.saat aku berbalik, lagi-lagi aku melihat tubuh toplessnya, (>///<)

“mi…mianhamnida sajangnim” aku terus membungkuk, berusaha mengalihkan pandanganku dari tubuhnya yang indah (?) itu.

“keluarlah, dan kembali 1 jam lagi” ucapnya singkat dan datar, aku hanya mengangguk pelan dan berjalan keluar, “hei! Setelah ku panggil pakailah office wear, arraseo?” ucapnya lagi, “ne, sajangnim” aku kembali membungkuk lalu cepat-cepat berlalu.

Blam!

“fiuuhhh~ lama-lama aku bisa mimisan kalau lihat tubuh seindah itu…” ucapku pelan, “tapi kenapa harus pakai office wear? Apa aku harus ikut ke kantornya dan jadi sekretarisnya?! Omona!…eh! kim ahjussi” seru ku saat melihat kepala pelayan kim melintas,

“tuan muda sudah bangun?”

“ne, sudah sarapan juga, keundae…tadi tuan muda menyuruhku untuk memakai office wear, apa aku juga harus ikut dengannya?”

“tentu, kau kan asisten pribadinya, jadi harus ikut kemana pun dia pergi dan layani semua keperluannya” jelas kim ahjussi,

“a..ah…arraseo…”

1 jam kemudian aku sudah siap di depan pintu kamar tuan muda itu.

Krek! Pintu terbuka, keluarlah tuan muda itu dengan setelan jas yang pastinya bermerk dan juga sepatu yang mengkilat. Oke, siapa pun yang melihatnya pasti akan terkesima, termasuk diriku. (.___.)

Ia melihat diriku dari atas hingga bawah, lalu berkata, “nih, ayo jalan…” Ujarnya sambil menyerahkan tasnya.

***

Malam harinya…

“haaahh…pegalnya…” ku rebahkan tubuhku di kasur, nyaman. Seharian aku terus mengikuti kemanapun dia pergi, kecuali ke toilet.

Aku terima saja bekerja jadi pelayan, tapi ini? Sama saja menjadi budaknya! Menuruti semua perintahnya dan harus selalu standby disampingnya. Pelayan saja tidak begitu-begitu amat!.

Kreeekk!

“eh?! Apa itu?” ku lirik kea rah jendela, memang terbuka sedikit. “apa ada maling?!” ku ambil gagang sapu, takut jika ada maling, ku singkap gorden dan mendorong jendela, DUK! “awww!!”

“oppa?!” aku sangat mengenal suara ini, “aigo~ untung saja kau tidak mendorongnya keras chagi…” ujar hyukjae, kekasihku,

“aish! kenapa oppa mengendap seperti pencuri gitu?”

“aku tidak diperbolehkan masuk, jadi aku mengendap saja, chagy, kau tidak persilahkan aku masuk?” ucapnya memelas,

“yah, masuklah…tapi kenapa kau bisa tau ini kamarku?”

“feeling, hehee…aigo~ bogoshipoyo” hyuk langsung memelukku erat, sangat erat. “hmm…”

“chagiya…kenapa harus bekerja disini sih? sulitnya bertemu denganmu” ujarnya sambil menjawil hidungku, “mianhae oppa…karena appa berhutuang budi dan juga punya hutang banyak dengan keluarga ini, jadi aku yang harus menebusnya…”

“tapi kenapa tidak pakai uangku saja? Atau biar aku yang bekerja” ucap hyuk, ia menempelkan keningnya dengan keningku, menyentuh hidungku dengan hidung mancungnya, hal yang selalu aku suka.

Aku tersenyum kecil, “aku belum jadi milikmu yang seutuhnya, jadi aku tidak mau merepotkanmu…”

“kalau begitu kita menikah saja sekarang”

“pabo! Mana bisa! Sabar hingga…2 tahun lagi ya”

“mwo?! Aku tidak janji selama 2 tahun itu masih bisa setia atau tidak”

“yaa~ oppa!”

“hahaa…tentu tidak chagy…” hyuk makin mengeratkan pelukannya, ia cium keningku lama, beralih ke hidung dan hinggap di bibirku. Tanganku merengkuh lehernya.

Bibirnya menyapu lebut bibirku, “eummhh…” sapuan-sapuan manis terasa di bibirnya. Kedua mataku terpejam dan dengan sendirinya kami saling memiringkan wajah, mencari posisi yang pas. Bibirnya terus menautkan di bibirku, kedua tangannya mengusap tengkukku dan perlahan mendorongku hingga ke meja rias.

Hanya decakan yang terdengar, ku remas rambut coklatnya dan membuka bibirku, seketika lidahnya menelusuri relung mulutku, menautkan dengan lidahku, hingga aku kesulitan bernafas. Entah kini tangannya mulai mengeksplore tubuhku. Kurasakan ia mulai membuka kancing kemejaku, “euhhmm…stophh…!”

“wae?”

“just kissing right?” ujarku, kembali ku kancingkan 3 kancing atas kemejaku yang sudah dibukanya, ia hanya diam sambil cemberut dan duduk di pinggir ranjang. “oppa…kau janji akan menunggu sampai kita menikah kan?” aku duduk di atas ranjang dan memeluknya dari belakang, sambil memberi kecupan di pipinya.

Sebenarnya tidak masalah jika kami melakukan ‘itu’ karena aku pun mencintainya dan juga percaya dia adalah jodohku, tapi entah mengapa setiap hyuk memulai, ada hal yang masih mengganjal di hatiku, tubuhku mungkin mau, tapi tidak dengan hatiku. Makanya aku hanya bisa beralasan seperti itu.

“arra~ mianhae, kalau aku mulai lepas kendali…habisnya…”

“wae? Kau pasti habis menonton yadong kan?”

“heheee…”

Piiiippp!! Piiiiippp!!

“aish!” ku raih walkie talkie yang sengaja diberikan kim ahjussi, agar aku bisa setiap saat memenuhi permintaan tuan muda itu. “waeyo chagy?” hyuk berbalik memelukku dari belakang dan menaruh dagunya di bahuku,

“tuan muda itu memanggil lagi, oppa mau pulang?”

“sirreo, aku tidur disini ya”

“ya sudah, nanti aku kembali lagi, kalau ada yang masuk ke kamar kau sembunyi ya”

“arra, cepat kembali sana, lanjutin yang tadi, hehehe…”

“aish! dasar kau” ku rapikan lagi penampilanku dan keluar kamar.

***

Tak terasa sudah hampir 2 bulan aku bekerja disini. Antara betah dan tidak betah, setiap harinya ia bicara denganku tidak lebih dari 200 kata, sangat pendiam dan dingin! Menurut cerita dari pelayan disini, tuan muda itu bisa berubah sikap 1800 setelah kepergian kekasihnya karena jantung koroner. Sedih memang, hari yang seharusnya menjadi hari bahagianya menjadi hari paling kelam dalam hidupnya. Aku pun sempat menitihkan air mata saat soora menceritakan kejadian 7 bulan yang lalu itu.

Siwon adalah tipe pria yang setia. Dia benar-benar mencintai rin rin, kekasihnya yang sudah meninggal itu. Sejak kepergiannya ia lebih suka menyendiri dan memutuskan untuk pindah ke rumah ini sedangkan semua keluarganya di luar negeri. Tak ada yang bisa meluluhkan hatinya. Berulang kali orang tuanya mengenalkan ia dengan beberapa gadis cantik, tapi tak satupun ia bisa memperlakukan gadis itu dengan baik, tidak seperti memperlakukan gadisnya dulu.

Sifatnya jadi dingin dan angkuh. Tak ada guratan senyum, kecuali di hadapan relasi kerjanya. Karena itulah tidak ada asisten yang betah disampingnya, hanya aku yang paling lama bisa tahan dengannya. Tapi aku yakin aka nada seorang gadis yang bisa meluluhkan hatinya, ya…aku yakin itu…

***

“han ririn, pesankan tiket ke Tokyo besok”

“ne, sajangnim…anda sendiri atau…”

“dua tiket pesawat dan hotel” ucapnya masih berkonsentrasi dengan ipad miliknya. “ne, sajangnim…”

Benar saja, dua tiket untukku dan juga untuknya. Ini kali pertamanya aku keluar negeri, dengan dirinya. Yah, seperti yang kalian tahu, perjalanan ini sangat membosankan! Aku pada dasarnya suka bicara dan tidak bisa diam, harus mendampingi pria yang sama sekali tidak suka banyak bicara.

Seperti di pesawat sekarang, sejak take off tadi ia langsung memasang headset dan memejamkan matanya, sedangkan aku? Hanya bisa melihat jajaran kapas putih yang sama sekali tidak menarik! Ah~ andai saja ada hyuk oppa disini, dia pasti akan menghiburku dnegan lelucon-lelucon lucunya.

Sesampainya di Tokyo, kami langsung ke kantor pusat untuk meeting proyek terbaru. Ku lihat ia sangat berkonsentrasi pada meeting kali ini. Di hadapan orang penting ini, hanya siwon lah pengusaha paling muda dan berbakat, hingga para investor dari jepang pun kagum dengan keahliannya.

“siwon-sama, kami harap bisa bekerjasama dengan baik”

“ku harap begitu, arigatou gozaimasu” siwon membungkukkan tubuhnya.

setelah rapat selesai, Ia menghampiriku yang duduk di belakang, dengan sigap ku ambil tas dan juga berkas surat penting dari tangannya. “kau kembali saja ke hotel, aku masih ada urusan”

“ne?”

“jarak dari sini ke hotel dekat kan? kalau perlu apa-apa hubungi aku” ucapnya, “ne, algaesseumnida…” dia pun langsung keluar begitu saja.

Yeah, setidaknya aku punya waktu luang disini, haha. Tapi aku sama sekali tidak mengenal daerah ini, kalau tersesat akan lebih merepotkan lagi! (T^T).

Kuputuskan untuk membeli peta. Dan hanya dengan berbekal peta jepang ini, ku telusuri tempat-tempat menarik disini, tapi tidak berani jauh-jauh dari hotel.

Saat berjalan tak sengaja ku lihat gaun berwarna baby pink dengan potongan punggung terbuka dan juga dihiasi kelopak mawar di bagian dada yang diletakkan di dalam di etalase toko, “omo! Lagi diskon, aku harus beli! Haha” buru-buru aku masuk ke dalam.

“huwaa~ pas! Haha…”

“wow, you look gorgeous!” puji pemilik butik tersebut, aku hanya tersenyum, “your boyfriend will love it!” lanjutnya lagi,

“hmm…I hope so” balasku, hyuk pasti akan terperangah jika melihatku memakainya.

“okay, I’ll buy it” ku keluarkan beberapa lembar mata uang jepang, “arigatou gozaimasu~” ucapku dan keluar toko sambil memeluk bungkusan gaun itu dan kuputuskan kembali ke hotel.

Saat menyusuri jalan di hotel, ku lihat ada sebuah club, sepertinya baru buka dan ramai. Ku lirik gaun ini dan sepertinya nanti malam harus kesana, jika tidak ada kegiatan mengikuti tuan muda itu.

***

Ddrrrtt!! *siwon calling*

“yeobseyo?”

“aku masih ada urusan, kalau mau makan bisa cari makan sendiri kan?”

“ne, arraseo sajangnim” KLIK! Yap! Dan sampai malam aku free, ku lihat jam masih pukul 7 malam. Segera ku bersiap untuk mencoba dress baru dan ke club! Haha.

Jam 9 malam aku sudah berada di dalam club tersebut. Suasana tidak begitu ramai, sangat kelihatan sekali bahwa club ini high class bisa dilihat dari dandanannya, tapi kesalahku kali ini adalah aku datang sendiri dan hanya bisa duduk di bar sambil melihat orang-orang di lantai dansa.😦

“minum lagi?” Tanya bartender, aku hanya menggeleng, “trims” tolakku, ku lihat lagi ke seluruh penjuru  club. Bosan.

Ku lihat sekilas orang disampingku, dia orang korea juga ternyata, karena sedari tadi dia bicara dengan bahasa korea.

“ahaha…lalu sampai kapan kau begini terus siwon-ah, cepat cari pengganti” seru orang tersebut,

Eh! Siwon dia bilang, ku lihat kembali orang disampingku, hanya ada dua pemuda, yang satu membelakangiku masih memakai jas dan yang didepannya memakai baju casual, tampan dan manis.

“aish! jangan bahas itu lagi” balas pria yang ada di depannya. Dan memang benar itu suara siwon.

“sajangnim?”  ucapku, ia langsung menoleh kebelakang dan juga temannya itu. “oh, kau kesini juga…”

“ne…”

“kekasih  barumu ?” celetuk temannya itu, “aish! dia…asistenku, ririn, ini sungmin dan sungmin ini ririn”

“ririn imnida”

“sungmin imnida…” ia membalas uluran tanganku dan mellihatku dari atas sampai bawah, “ada…yang salah dengan penampilanku?” ucapku karena ia seperti heran melihatku

“a…ani…hanya aneh saja gadis cantik sepertimu jadi asistennya siwon, haha”

“eh? Hehehe…” ku lihat siwon hanya diam dan melihatku sekilas.

Setelah itu sungmin mengajakku bergabung, aku hanya banyak bicara pada sungmin, ternyata dia teman dekat siwon, dia pun sering meledek siwon untuk mencari kekasih baru, tapi tatapan siwon tetap saja dingin dan terus meneguk alcohol hingga ia mabuk.

“benar kau bisa mengantar siwon?” ucap sungmin setelah kami keluar dari club. “ne, kau pergi saja sungmin-sshi” ucapku sambil memapah siwon, ia benar-benar mabuk! Bahkan jalan saja sempoyongan.

“geure, siwon-ah…aku masih ada urusan, oke?”

“ya~ kau..hik…mau kemana?” rancau siwon. Setelah melihat sungmin pergi aku segera memapahnya masuk ke hotel.

Di kamar.

“euhhhmm…” susah payah aku memapah tubuhnya yang lebih besar dariku, hingga aku hampir jatuh. “rin…rin…hik…”

Eh! Ririn atau rin rin? “sa..sajangnim…ini sudah di kamar” ucapku, ia melihatku sambil mengerjap pelan,

“rin-ah..”

bruk! Aigo! Kenapa dia malah memojokkan diriku ke dinding dan malah memelukku!. jika dilihat dari jarak sedekat ini, dia benar-benar tampan, seperti pangeran. (>///<)

“sa…sajangnim…” panggilku pelan sambil menepuk pipinya, tapi pelukannya makin erat di pinggangku, “ugh! Hmm…”

“…sajangnim…” aku berusaha lepas dari pelukannya, tapi bibirnya malah mencium bahu dan menelusuri leherku, “ri.n…rin…” lirihnya,

“a..aku ririn..”

“ri…rin…” lirihnya sekali lagi tidak jelas, dia benar memanggilku atau bukan?!

“choi siwon-sshi…hmmppff!!” Tanpa seizinku, bibirnya langsung mengecup lembut bibirku. “Hemppff” kedua tanganku berusaha mendorong bahu bidangnya, tapi kedua tangannya memeluk pinggulku.

Memang ciumannya lembut, sangat lembut. Berkali-kali lidahnya menyapu bibirku. Tangannya yang mencengkeram pinggulku perlahan meraih kedua pipiku, mengusapnya pelan dan merengkuh leherku.

Kepalaku terasa pening, mataku mengerjap pelan menikmati tiap detik sentuhan bibirnya. Ia memiringkan wajahnya agar lebih leluasa melahap bibirku. Aigo~ susah melepasnya, hyuk oppa, mianhae.. :[

“Eummhh…phuaahh…”

Siwon melepas ciumanku, pipi dan bibirnya memerah, sama sepertiku, dia mengerjap pelan memandangku, “ri…rin?”

“Mi…mianhae!” Aku langsung keluar dari kamarnya, terlalu malu wajahku untuk menatapnya. Dia terus memanggilku dari belakang, tapi aku tahu ciuman itu bukan untukku, pasti yang ada di pikirannya kekasihnya itu.

Brak!! Ku banting pintu kamarku, “…ya tuhan…bibir ini…ciumannya…” Ku raba lagi bibirku, ini nyata! Sentuhannya masih terasa. Mengapa jantungku bergetar hebat?! Apa karena ciumannya itu?! 0(>///<)0

Ting tong ting tong !!

“Han ririn, buka pintunya!” Ujarnya dari depan pintu. “Omona! Ottokhae?!”

“Ririn! Aku tahu kau didalam, buka pintunya, ada yang harus aku jelaskan!” Ucapnya lagi, dengan berat hati ku buka lagi pintu dengan wajahku yang masih menunduk, takut menatap wajahnya.

Ia berjalan melewatiku dan aku mengikutinya dari belakang tanpa mengucapkan sepatah katapun.

“Mianhae…tadi aku hilang kendali” ucapnya memecah keheningan,

“…g…gwenchana…”

“…kehadiranmu mengingatkanku padanya…” Lanjutnya, ia duduk di pinggi tempat tidur, “kau pasti sangat merasa kehilangan…” Aku beranikan diri duduk di hadapannya,

“…dia begitu cepat pergi… tapi sekali lagi aku benar-benar minta maaf atas kejadian tadi” ucapnya, berdiri dan mendekatiku, “g..gwenchana…aku bisa maklumi itu”

“…tidurlah, besok kita akan kembali ke seoul” putusnya lalu keluar kamar.

Tak ada tuan muda yang angkuh, dingin dan galak. Tapi, apa itu benar tuan muda choi siwon?! Tatapannya yang teduh dan ucapannya tadi tersirat perhatian yang dalam. Apa sebenarnya itu adalah sifatnya? Yang membuat jantungku makin berdebar kencang dan pipi bersemu merah?

Oh tuhan…jangan sampai hal itu terjadi, jangan tumbuhkan benih cinta di hatiku untuknya tuhan…

***

Author pov

Sejak insiden ciuman itu, ririn merasa ada yang berbeda dalam dirinya, terutama hatinya. Ia lebih bisa memaklumi sifat dingin siwon dan berusaha membuat siwon tersenyum.

Perlahan usahanya membuahkan hasil. Siwon bisa lebih terbuka, tapi hanya dengan dirinya. Tidak jarang ririn berusaha membuat lelucon mati-matian agar siwon bisa tertawa tapi yang ada dia hanya tersenyum kecil.

Tapi karena usaha ririn ini juga yang membuat hyukjae, kekasihnya merasa curiga, takut kalau ririn akan jatuh hati pada atasannya itu.

“oppa…mianhae telat” ucap ririn yang baru datang, kini ia tengah berada di taman. “gwenchana…langsung pergi saja, film sebentar lagi akan mulai” hyukjae langsung menarik tangan ririn.

Didalam bioskop, hyuk terus memberi perhatian pada ririn, mulai dari menggenggam tangannya hingga merangkulnya yang lama-lama membuat ririn risih, apalagi saat hyuk mau menciumnya ririn selalu mengelak.

“setelah ini kau masih harus kerja?”

“ne…oppa aku jalan sekarang ya, dia membutuhkkanku…” pamit ririn dan mengecup pipi hyuk, hal yang sangat jarang ririn lakukan, “rin-ah…aku juga membutuhkanmu” balas hyuk dingin,

“oppa…”

“makin kesini kau makin kurang memperhatikanku, wae?” hyuk mulai emosi,

“oppa, please…aku sudah lelah dengan kerjaan ini, jangan tambah lagi dengan amarahmu”

“kenapa kau tidak berhenti saja!”

“oppa! Kita bahas lain kali saja, oke?!” ririn berbalik, “menciumku pun kau tidak mau!” ujar hyuk, ririn terdiam masih membelakangi hyuk,

“atau jangan-jangan kau benar menyukai lelaki itu?!”

“…terserah kau mau berpikiran apa tentang aku, tapi yang jelas aku tidak menyukainya!” sergah ririn dan pergi. Dalam hatinya ia kembali memikirkan perkataan hyukjae, terlintas pula ciuman itu lagi.

Ririn meraba bibirnya, jantungnya pun berdetak kencang bila mengingat sentuhan bibir siwon. “tidak mungkin…aku tidak mungkin menyukainya…” lirih rin rin.

@ siwon office

“…mianhae aku telat” ujar ririn,

“gwenchana…ayo jalan” siwon berjalan mendahului ririn. Di dalam mobil ririn hanya diam, pikirannya masih pada hyukjae, ia yakin kekasihnya itu pasti akan tambah marah.

“makam?”

“ayo turun…” siwon turun dan membawa sebuket bunga mawar putih. Ia terus berjalan diikuti ririn dari belakang hingga sampai di sebuah makam bertuliskan PARK RIN RIN di nisannya.

“…chagiya…aku datang lagi…kau baik-baik saja kan disana? Kuharap begitu, aku kesini untuk menepati janjiku padamu…tidurlah yang tenang disana chagiya…aku…aku ikhlas melepas kepergianmu…” air mata perlahan jatuh, membentuk sungai kecil di wajah tampannya.

Ririn yang mendengarnya pun ikut terenyuh dan menitihkan air mata. Rasanya ririn ingin memeluknya, memberinya ketenangan dan bilang bahwa siwon pasti akan mendapat penggantinya.

Setelah lama berdiam diri dan merasa lebih baik, siwon mengajak ririn pulang. “ah, siwon-sshi, biar aku saja yang menyetir…”

“…ini…” siwon menyerahkan kunci mobilnya. Ririn langsung mengambil alih menyetir, siwon hanya diam sambil membuang muka ke luar kaca hingga ia sadar mobil yang ririn kendarai bukan kea rah rumahnya, melainkan… “sungai han?” siwon menyerngit heran,

“ku pikir kau butuh tempat refreshing…nah! Sampai…ayo turun” ririn keluar mendahului dan langsung pergi ke toko ice cream sekitar sana, sednagkan siwon, dengan malas ia turun dari mobil dan duduk lesu di atas kap mobil.

Tak lama kemudian…

“nih!” ririn menyerahkan cone ice cream coklat, “ice cream?”

“dengan makan coklat, suasana hatimu akan lebih baik lagi” ujar ririn, siwon mengambil ice cream itu dan memakannya dalam diam. “tiap aku ada masalah, aku pasti kesini dan makan coklat…hasilnya, perasaanku lebih baik lagi” lanjut ririn, siwon tersenyum kecil,

“…kau mirip dengannya…dia selalu bisa menyenangkan hati orang disekitarnya…”

“namanya rin rin?”

“hmm…”

“…sangat berat kehilangan orang yang kita cintai…seperti saat aku kehilangan ibuku, dan ayah yang meninggalkan banyak hutang hingga aku harus bekerja seperti ini…”

“…mianhae kalau selama ini aku bersikap dingin padamu”

“gwenchana…kau sudah mengikhlaskan kepergiannya, mulailah cari yang baru, oke? Hehee” canda ririn, siwon hanya terkekeh pelan. Perasaannya memang lebih baik, entah karena ice cream atau karena gadis yang ada disampingnya ini.

“itu…” siwon mengusap sudut bibir ririn yang terkena sisa coklat, seketika ia menatap dalam wajah ririn, begitu juga dengannya. Entah dorongan dari mana siwon memberanikan diri mengecup bibir ririn lembut,

Jantung ririn berdetak kencang, matanya mengerjap pelan, kembali merasakan lembutnya ciuman siwon. Siwon melepas ciumannya, memandang wajah ririn sejenak hingga ririn memberanikan diri berbalik mencium siwon.

Bibir mungilnya membalas kecupan bibir siwon. Siwon menggigit bibir bawah ririn dan tangan kanannya meraih pipi chubby ririn. “eummhh…” ciuman lembut namun panas, ririn membuka bibirnya hingga lidah siwon bisa leluasa masuk kedalam rongga mulutnya, ice cream yang ada di genggamannya jatuh dan tangannya kini memegang erat bahu siwon.

***

Malam harinya…

“kami…berciuman lagi…” lirih ririn, ia raba lagi bibirnya, hangatnya bibir siwon masih terasa. Ada getaran hebat di hatinya, dan ririn tahu itu. Ia mencintai siwon. Perasaan itu tumbuh sejak ciuman pertama mereka.

“ottokhae? Tidak mungkin aku bisa memiliki dirinya” ucap ririn pelan. Ia pakai handuk mandinya dan keluar.

Bersamaan dengan itu siwon yang baru saja masuk ke kamarnya, mejadi salah tingkah melihat tubuh ririn yang hanya berbalut handuk mandi.

“mi…mianhae…” ucap siwon dan hendak berbalik keluar, “si..siwon-sshi…” ucap ririn, siwon diam, ia kembali menutup pintunya dan berbalik mendekati ririn.

Keduanya diam, hanya mata mereka yang bicara. Siwon merasa gadis inilah yang akan mendampinginnya kelak. Ia raih dagu ririn dan kembali mengecup bibir mungil ririn.

Ririn sendiri pasrah apa yang akan dilakukan siwon. Hatinya dan juga tubuhnya seakan rela ia lepas untuk pria dihadapannya ini. Kedua tangannya meraba dada bidang siwon sambil meremasnya pelan.

Bibirnya masih bertaut dengan bibir siwon, hanya desahan kecil yang terdengar. Ciuman makin panas, gigitan-gigitan kecil siwon berikan di area bibir ririn.

“euhmm…si…euhmm..wonhh…” ririn melepas ciumannya dan memandang sayu wajah siwon, ia usap pipi siwon pelan, “aku hanya ingin kau tahu bahwa aku mencintaimu…sejak ciuman pertama kita dulu…” ujar ririn,

“…ajari aku untuk bisa mencintaimu lebih dalam lagi…”

“siwon…”

“kuharap kaulah jodohku…dan jangan buat aku kehilangan gadis yang aku cintai lagi…” lirih siwon, ririn tersenyum dan kembali mencium siwon, “saranghae…” ucap ririn di sela ciumannya.

Siwon menggendong ririn ala bride dan menggiringnya ke ranjang masih dengan bibir mereka yang saling terpaut.

Han Ririn pov

Ku rasakan siwon membaringkan diriku di ranjang. Ku peluk lehernya erat. Pasrah apa yang akan dia lakukan padaku.

Ciumannya beralih ke leherku, ia hisap dalam hingga aku hanya bisa mengeluarkan erangan. Nafasnya menderu, hingga aku bisa merasakan itu. Disela lampu temaram kamar ini, aku masih bisa melihat wajah tampannya.

*SKIP* (>.<)

Pagi harinya…

Tubuh ini terasa ngilu, mata pun sulit dibuka. Tapi terasa hangat dan nyaman. Tangan kekar ini masih memeluk tubuh polosku dibalik selimut. Aku harap ini bukanlah mimpi. Mimpi indah yang tidak akan berakhir.

“euhmm…” ku paksakan membuak mataku, syukurlah jika ini bukan mimpi. Ku tatap wajah tampannya dna mengelus pipinya hingga ia terbangun. “morning honey” bisikku mesra, ia tersenyum kecil, menimbulkan lesung pipi yang kusukai,

“hmm…chagi…” siwon makin mengeratkan pelukannya, menyandarkan kepalanya di dadaku, “siwon-sshi, bangun…”

“kau masih saja bicara formal pada kekasihmu sendiri…”

“mianh…tapi sebaiknya kau cepat kembali ke kamarmu…nanti semua pelayan akan curiga” ucapku sambil mengelus rambutnya sayang.

“mengapa harus curiga? Kau yang akan jadi nyonya besar disini” ucap siwon, ia kembali melihat wajahku lagi dan mengecup bibirku lalu bangkit memakai celananya, dan sekali lagi ku katakan…tubuhnya benar-benar mempesona! (>///<)

“keundae…ada 1 hal yang harus kau selesaikan” ucapku sambil membenarkan selimutku,

“hal?” aku bangkit, dan menutupi tubuhku dengan selimut, menghampirinya, mengelus choco absnya, “kau…benar-benar mencintaiku kan?”

“you’re my destiny han ririn…” ucapnya sambil mencium keningku dan merengkuh tubuhku ke pelukannya. “kalau begitu…biarkan aku menjadi milikmu seutuhnya…”

***

Sungai han…

“ririn…waktu itu aku emosi, aku sungguh minta maaf” hyukjae yang baru datang langsung memohon padaku,

“oppa…kau tidak salah…aku lah yang bersalah…aku…telah mengkhianatimu” ujarku langsung, hyukjae terdiam memandangku dalam,

“apa…maksudmu?”

“oppa…aku mencintai orang lain…mianhae…” lirihku, aku sangat merasa bersalah padanya,

“ck! Kau jatuh cinta pada tuan muda itu?! Diberi apa kau hingga jatuh cinta padanya?!” hyukjae mulai emosi, “oppa…please…”

Sret! “akh!” hyukjae tiba-tiba menarik syal yang aku kenakan yang sengaja ku tutupi untuk menyembunyikan kissmark dari siwon, “JADI KARENA INI?! KAU BILANG PADAKU TIDAK AKAN MELAKUKANNYA SEBELUM MENIKAH! TAPI…TAPI KARENA DIA KAYA HINGGA KAU MAU MELAKUKANNYA?! WANITA MURAHAN!!” BUKK!!

“jaga omonganmu!”

“o…oppa!” siwon datang dan melayangkan pukulannya ke pipi hyukjae hingga berdarah, “cish~ selama ini aku salah menilaimu…”

“oppa mianhae…” lirihku, tak kuasa aku menahan air mata ini.

“terserah dia selingkuh atau tidak, tapi yang jelas dia mencintaiku! Dan kau…kau hanya bagian dari masa lalunya!” ujar siwon dingin, ia merangkulku dan membawaku pergi. Hyukjae pasti sedih, dia pasti terluka. “hiks…salahku…hiks…ini salahku…” lirihku, siwon makin mengeratkan rangkulannya, “mulai saat ini hanya ada kau dan aku…arraseo?” siwon menghentikan langkahnya dan menggenggam kedua tanganku,

“siwon-ah…”

“saranghae…” ucapnya, ia kecup bibirku lembut.

Ku harap bersama dengannya aku bisa bahagia, meski harus menyakiti pihak lain. Tapi inilah cinta. Harus ada yang berkorban dan juga dikorbankan…

The end

yakk!! ini aku bikin versi non-nc, cuma adegan kissing doang yggak di skip.. hohooooo.. komen ya reader~ :*

bonus pic :

28 thoughts on “My Destiny [PG15]

  1. momonjaa berkata:

    gilaaaa ini gilaa saengg!! aku belom baca yg ncnya aja udah bener2 ngebayangin!!
    udah gitu pake dipajang pulaakk inii foto siwonnie kuh yg bikin mimisan…
    ampun gak kuat liatnya ><

    you're a goo author girl😉

  2. momonjaa berkata:

    gilaaaa ini gilaa saengg!! aku belom baca yg ncnya aja udah bener2 ngebayangin!!
    udah gitu pake dipajang pulaakk inii foto siwonnie kuh yg bikin mimisan…
    ampun gak kuat liatnya ><

    you're a good author, girl!😉

  3. Lereen berkata:

    Wooow!😄
    Atasan sma bawahan jadian~
    Kasian banget si Hyuk~😦
    Hyuk sma ak aja /plakkk
    Nice ff eonnie! ^0^

  4. astagfirullaaaaaahhh… robbal barooyaaa…. *sholawatan bareng ddangkoma -__- #maap buat yg non-is -__-

    ini FF ter… ter… ter… WAH yang pernah dara baca xD wahahha kereeen!!!!

    bikin lagi yaaa…. ._. #plaaak #mupeng -__- wehehehe

  5. hyunnie berkata:

    oh nooo~
    picnya siwon bikin ketar-ketir.. ckckckck
    istigfar berkali2..
    klo yg full ver.. lebih hot ya..?
    kekekeke..
    bisa dibayangkan.. ;p
    *ketularan yadongnya unyuk..

  6. Pusing liat bonus pictnya, aduh mataku berkunar2 /plak
    nie klo ga slh pernah ‘tayang’ di twins kan, ak pernah baca cm rada inget2 lupa *otak payah dlm hal ingat mengingat* (⌣́_⌣̀)
    iiiihhh oww~~ seru ceritanya, kasian siwon jd ‘duda’ sebelum resmi menikah, kasian kasian kasian~~~
    aaaa tp lbh kasian hyukjae dcampakin ririn, huhuhuhu~~~ klo udh cinta mau diapain jg ya…..

  7. suka ceritanya, romantis bangeeeet😄 Hyuk nya kasian, udah di acuhkan sama Ririn, di putusin, terus langsung di tabok Siwon lagi -_- ah aku setuju tuh Onn kalo misalnya ada afstor nya gitu pas mereka udah nikah, pasti bagus dan romantis deh😉 fighting ya Onn!😀

  8. Annyeong thor…

    Aku reader baru di blog mu..

    Ini ff pertama yg aku baca..
    Hehehe

    feel nya dpt bgt..
    Walaupun ada penghiatan dari ririn ke hyukjae..
    Tapi takdir memang susah untuk di rubah..
    Heheh..

    Kerenn

  9. chokyunnie berkata:

    aku kirain rin rin yg nikah sm siwon, ternyata… rin rin kan buat kyu ^^
    hmm seru nihh ide ceritanya perselingkuhan.. kasian jg sm hyuk, ririn main api sm siwon
    tp emg ririn destiny siwon🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s