[We Are Couple] MinRa Story

drap! Drap! Drap!

“ahjussi !! tunggu!!” teriak seorang gadis berumur 20-an berlari mengejar bus yang sudah mau berangkat.

HAP! 1 lompatan dari kaki mungilnya berhasil masuk ke dalam bus. “fiuh~ hampir saja…ini uangnya ahjussi” gadis bernama shin ra itu menyerahkan beberapa uang pada supir bus dan mencari tempat duduk di bangku paling belakang. Tak lupa ia pasang earphone dan iPodnya langsung mengalir lagu all my heart by super junior.

Kedua matanya terpejam meresapi suara dari semua pria tampan itu, terutama suara sungmin, kekasihnya.

Shin ra POV

Cinta itu aneh! Sangat aneh. Mungkin benar kata pepatah, cinta dan benci itu berbeda tipis, seperti kisah cintaku dengannya. Bermula dari sebuah kebencian dan beralih menjadi rasa mencintai dan ingin memiliki…

Seoul, 2010

“ageshi, tolong segera dilunasi tagihan ini ya, paling lambat 2 hari lagi harus sudah lunas, jika tidak adik anda tidak akan bisa menjalani operasi” jelas pihak administrasi itu, aku hanya mengangguk lemas dan meraih kertas tagihan tersebut. Jumlah yang tertera disana tidak lah sedikit, entah aku bisa mendapatkan uang darimana untuk menebus biaya perawatan junghun, adikku.

Aku berjalan lesu ke kamar junghun, saat memegang kenop pintu, kulihat junghun dari luar kaca tengah terbaring lemas di dalam, selang infuse dan oksigen masih terpasang di tangan dan hidungnya. Dia junghun, dia adikku.

“shin ra pasti bisa! Aku pasti bisa!” aku menyemangati diriku sendiri.

Ku buka kenop pintu dan duduk disamping tempat tidurnya. Merapikan selimutnya dan membereskan mainannya. Junghun dan aku memang bukan saudara kandung. aku tinggal sendirian di seoul, karena seluruh keluargaku tinggal di busan. Kami bukan berasal dari keluarga mampu. Ayahku hanya seorang nelayan dan ibuku hanya seorang pedagang ikan. Aku sendiri bisa pindah ke seoul untuk melanjutkan pendidikanku yang mendapat beasiswa. Aku gigih belajar karena yakin dengan giat belajar aku pasti akan jadi orang sukses dan bisa membahagiakan kedua orangtuaku.

Junghun adalah bocah umur 8 tahun yang ditinggal mati oleh kedua orang tuanya. Dulu, sebelum ibu junghun meninggal, mereka tinggal bersebelahan dengan kosanku. Aku sering bermain dengan junghun dan sudah menganggapnya sebagai adikku sendiri karena aku anak tunggal.

Tidak disangka ibu junghun mengalami penyakit jantung dan meninggal 2 tahun yang lalu, ia menitipkan junghun padaku dan aku bersedia merawatnya, karena aku pun sangat menyayangi junghun. Junghun anak yang pintar, dia sangat giat belajar dan bercita-cita menjadi seorang penyanyi.

Tapi sepertinya ketenangan hidup junghun tidak berjalan lama, 7 bulan yang lalu ia di vonis mempunyai penyakit gagal ginjal. Sedih? Sangat! Keceriaan junghun sirna begitu saja. Sering sakit-sakitan dan keluar masuk rumah sakit. Aku kasihan pada junghun, di umurnya yang masih kecil, ia sudah diberi cobaan yang sangat berat. Tapi perlahan senyumnya kembali setelah ia kenal dengan…

Krek! “mianh aku telat…” dia datang lagi, seorang pria cantik dengan memakai hoodie dan juga topi dan kacamata yang menutupi wajahnya, “hmm…” jawabku sekenanya,

“kau sudah makan?” ia bertanya tapi tatapannya pada junghun dan memeriksa keadaan junghun.

“sudah…” jawabku pendek.

“junghun?”

“sudah…kau masih lama kan? aku harus pergi kerja lagi…” ucapku, ku ambil tas rasel milikku dan berjalan keluar, “semua tagihan sudah aku lunasi” ucapnya menghentikan langkahku dan berbalik menatapnya tajam,

“ck! Kau makin memberatkan bebanku!” ucapku dingin,

“terserah, tapi yang jelas junghun harus bisa operasi 3 hari lagi…kau tidak mau junghun sembuh?” jelasnya masih sabar,

“…aku akan ganti uangmu secepatnya!” putusku dan keluar kamar.

Aku benci. Benci dengannya! Entah kenapa image dia di mataku selalu jelek sejak kami pertama bertemu. Dia, lee sungmin. Yah kalian tahu siapa dia. Seorang artis besar yang hanya dengan memakai senyumannya saja ia bisa dengan mudah mendapatkan uang banyak dan aku benci itu!

Kenapa kami bisa bertemu? Itu semua berawal dari ketidak sengajaan, junghun yang memang sangat mengidolakan sungmin tidak sengaja bertemu dengan sungmin di rumah sakit.

Awalnya aku biasa saja dengan kedekatan sungmin dan junghun, tapi makin lama dia jadi sering bertemu dengan junghun dan makin asik dengan dunia mereka berdua! :[

Sungmin memang baik, sangat baik malah, tapi ku pikir semua kebaikannya hanya bohong belaka! Aku yakin itu. Mentang-mentang dia artis, jadi bisa sesuka hatinya memperlakukan kami yang orang susah.

***

“Shin ra-ya, biar aku saja yang bereskan, junghun pasti sudah menunggumu” ujar kang ahjussi, pemilik restoran tempat aku bekerja.

“Hmm…geure, aku pulang dulu ahjussi” ku letakkan sapu dan kain pel dan bergegas mengambil ranselku,

“Ini, kau belum makan kan? Ah ya, sampaikan salamku untuknya…” Ujar kang ahjussi sambil menyerahkan bungusan makanan padaku. “Ne, kamsahamnida~” aku membungkukkan badan lalu keluar dari restoran itu.

Beruntungnya kami di kelilingi orang-orang yang baik seperti kang ahjussi. Awalnya aku hanya bekerja paruh waktu disini, tapi sejak junghun sakit, aku memutuskan untuk cuti kuliah dan fokus merawat junghun. Pastinya perawatan pengobatan junghun akan memakan biaya besar, makanya aku meminta agar bekerja full di sana. Tidak hanya di restoran kang saja aku kerja, di pagi hari aku mengantar susu dan koran, lumayan untuk menambah uang saku.

Rumah sakit sudah sepi. Ku lihat junghun sudah tidur dan sungmin tertidur di sofa. “Hei…sungmin-ah…” Ku tepuk lengannya pelan,

“Euhmm…kau sudah pulang?”

“Pulanglah…mianh aku kelamaan” ujarku, ku bereskan mainan junghun, “tadi ada tambahan obat untuknya…” Ucapnya. Aku hanya diam, memikirkan lagi biaya pengobatan yang akan makin bertambah.

“Oh ya…ada makanan untukmu, makanlah…aku pulang dulu” pamitnya dan langsung keluar.

“Hhhh…junghun-ah…doakan noona agar bisa mendapat uang lebih banyak lagi…” Lirihku. Ku perbaiki selimutnya dan tidur sambil duduk disampingnya.

***

“Noona…sungmin hyung kenapa gak kesini?”

“Molla jung…sibuk mungkin…” Ucapku sambil membereskan peralatan makannya.

“Huuh…bosan…noona, hari ini gak kerja kan?”

“Hmm, sayangnya iya…aku sudah janji dengan kang ahjussi bantu dia di restoran” jelasku, wajah junghun kembali murung,

“Mianhae…mungkin besok aku baru bisa minta libur…besok kan kau operasi jung”

“…noona…aku takut operasi…” Lirihnya, aku diam dan duduk disampingnya, kuusap rambutnya pelan, “kau mau jadi penyanyi kan? Buat eomma bangga dengan jung…”

“Iya noona…tapi…kata samdong operasi itu sakit” jelasnya, “tapi hasilnya operasi berjalan lancar dan samdong kini udah sembuh kan?” Ujarku, junghun mengangguk pelan,

“Ne, noona…tapi kalau gagal?”

“Pasti berhasil! Noona yakin itu…yang harus kau lakukan rajin minum obat dan istirahat yang banyak!” Aku mengambil psp dari tangannya, “arraseo…kalau sungmin hyung datang, bangunkan aku ya!” Ujarnya, aku hanya mengangguk kecil dan menyelimutinya.

Ku ambil lagi koran yang tadi kubeli dan melihat lowongan kerja dengan gaji yang lebih besar. “Hmm…kenapa semuanya harus yang sudah lulus dulu sih!” Gerutuku kesal, mencari uang itu sangat sulit, terutama bagi orang yang tidak punya keahlian seperti diriku. Menyanyi? Suara fales, model? Tinggi tubuhku tidak lebih dari 163cm. (⌣́_⌣̀)

Krek! “Annyeong”

“Hmm…” Dia datang lagi (¬_¬)

“Kau cari pekerjaan lagi?” Ucapnya heran melihat ku yang tengah menstabilo lowongan pekerjaan, “kau pikir apa? Aku harus cari pekerjaan yang bisa menghasilkan uang banyak”

“Untuk apa lagi? Kau bisa pakai uangku” balasnya yang membuatku makin kesal,

“Jangan menambah bebanku! Dan untuk uangmu kemarin, secepatnya akan aku kembalikan!” Balasku dingin, sungmin malah menggelengkan wajahnya, “keras kepala! Terserah dirimu lah, yang jelas besok junghun harus bisa operasi, dokter sudah menemukan ginjal yang tepat untuk jung kan?”

“Hn…aku keluar sebentar” ucapku dan segera keluar kamar.

Aku berjalan ke bagian administrasi, mengecek berapa biaya yang akan di keluarkan lagi untuk operasi besok dan nyatanya, semua biaya sudah di bayar olehnya!

Baru saja aku mau masuk ke kamar jung lagi, kulihat dari dalam jung tertawa senang saat sungmin menyanyikan lagu untuknya.

Deg!

Senyumannya…

Mengapa senyumannya itu membuat orang di sekitarnya merasa tenang? Dia seperti…seorang malaikat…

“Sungmin hyung” ujar seorang lelaki di belakangku,

“Nuguseyo?” Aku bertanya, pria ini lebih kurus dari sungmin, memakai kacamata dan masker,

“Ah~ kau pasti shin ra kan? Aku kyuhyun, adik sungmin hyung” ia memperkenalkan diri,

“Kyuhyun?”

“Hmm…magnae super junior…dia pasti junghun” tunjuknya,

“Ne…apa urusanmu kesini?”

“sungmin hyung yang menyuruhku datang, untuk bertemu dengan junghun katanya…”

“Oh…”

“Sungmin hyung sangat menyayangi junghun…” Ucapnya lagi, “aku tahu itu…”

“Dan juga kau…”

“Mwo?!”

“Haha…dua orang yang sangat disayangi sungmin hyung saat ini adalah kalian…sungmin hyung sering cerita mengenai kalian berdua…ah ya, aku hanya ingin bilang bahwa, jangan buat ia sedih dengan apa yang sudah ia berikan…”

“M…mwo?”

“Atau kau akan berhadapan denganku!” Ancamnya sambil menunjukkan smirknya,

“A…apa maksudmu?!” Aku mulai kesal, sepertinya dia bukan pria yang lemah lembut seperti sungmin,

“Sudahlah, yang jelas camkan perkataanku tadi…Kau tidak mau masuk?”

“…Ahni, aku tunggu di luar…” Ucapku pelan, ia pun masuk ke dalam dan aku memutuskan untuk menunggunya di luar.

***

Author pov

Keesokan harinya…

“noona, maukah mengabulkan permintaan terakhirku?” pinta junghun,

“hya~ junghun-ah, aku kan sudah sering bilang padamu, aku akan turuti semua permintaanmu dan tidak akan pernah ada akhirnya” balas shin ra, ia menggenggam tangan junghun dengan erat,

“aku sayang noona dan juga hyung…kalau aku pergi, nanti hyung enggak ada temannya”

“junghun-ah, kalau kau bicara itu lagi, noona akan marah padamu..” balas shin ra, baru saja junghun mau menjawab, kakak lelaki yang telah junghun anggap sebagai kakak kandungnya itu masuk sambil membawa banyak bungkusan,

“annyeong…junghun-ah, hyung bawakan kue kesukaanmu” ucap sungmin, sambil meletakkan bungkusan di meja, “hyung…kau yang akur dengan shin ra noona ya…” ucap junghun,

“waeyo junghun-ah? Shin ra-ya, kau apakan adikku?”

“aish! Kau ini, kenapa selalu menuduhku yang jelek sih?!” gerutu shin ra,

“hyung…noona…berbaikanlah, aku pusing melihat kalian selalu bertengkar” ucap junghun bijak, membuat keduanya hanya diam. “hyung, menikahlah dengan shin ra noona, dan beri aku adik” ucap junghun santai,

“MWO?!!” ucap keduanya kompak, sesaat keduanya langsung berpaling.

“ini benar-benar permintaanku” ujar junghun, ia merebahkan tubuhnya lagi tapi masih tetap menggenggam tangan shin ra. “noona beli minum dulu ya…” ucap shin ra dan langsung kelur kamar,

“junghun-ah, mau makan?” tawar sungmin,

“ahni hyung…” junghun bergantian menggenggam tangan sungmin, “hyung…aku sayang hyung…”

“aish! hyung juga sayang padamu…makanya, kau cepat sembuh dan keluar dari ruangan ini, kau juga bosan disini kan?” Ujar sungmin, junghun tertawa pelan dan mengangguk, ia membenarkan posisi selang infusnya,

Krek!

“Annyeong junghun…sudah siap?” Ujar dokter seera, dokter yang menangani junghun.

“Ne, dokter…” Balas junghun, suster bersiap memindahkan junghun ke ruang operasi, sementara sungmin keluar mencari shin ra.

Dilihatnya shin ra tengah duduk di depan ruang operasi sambil menunduk, “shin ra-ya…” Sungmin duduk di sampingnya,

“Apa dokter sudah datang?” Tanya shin ra pelan masih menunduk,

“Sudah, sedang dibawa kesini…” ujarnya, keduanya saling terdiam dnegan pikiran yang sama, memikirkan keberhasilan pencangkokkan ginjal junghun.

Tak lama kemudian junghun tiba di depan ruang operasi, shin ra menghampirinya dan mengecup keningnya, “junghun-ah, janji akan temui noona lagi…arrachi?” ucap shin ra berusaha mati-matian untuk tidak menangis,

“aku janji noona…hyung…” ujarnya smabil beralih ke sungmin, “jung lelaki yang kuat! Pasti berhasil” kini sungmin menyemangatinya. Junghun kembali dib aw amasuk kedalam ICCU, shin ra terus menatapnya hingga hilang dari pandangannya. Perlahan air matanya pun mengalir, membentuk sungai kecil di pipinya. “berjuanglah jung…” lirih shin ra, sungmin merangkul bahu shin ra, berusaha memberi ketenangan gadis yang sangat berarti baginya.

Waktu terus berputar. Sudah 6 jam junghun berada di meja operasi, shin ra terus berdoa, memohon keselamatan junghun.

“shin ra-ya…makanlah…” sungmin menyerahkan roti untuknya. “aku tidak nafsu”

“kau harus tetap makan, sudah seharian ini kau belum makan” sungmin tetap memaksa, mau tidak mau shin ra mengambil roti dari genggaman sungmin dan mulai memakannya.

“…kau…kenapa baik dengan kami?”

“ne?”

“di dunia ini tidak ada orang yang sangat royal seperti dirimu…”

“tapi buktinya ada kan? aku nyatanya” balas sungmin, shin ra menatapnya curiga, “waeyo? Jangan menatapku seperti itu”

“apa kau punya maksud tertentu dengan kebaikanmu itu?” ujar shin ra curiga,

“aku tulus membantu kalian karena junghun…aku menyayangi junghun, lagipula, kita sebagai manusia memang harus saling membantu kan? setahu ku itu yang di ajarkan kedua orang tuaku” jelas sungmin, shin ra hanya terkekeh mengejek,

“yah…baguslah kalau masih ada orang baik di dunia ini…sering-sering saja kau membantu orang susah seperti kami…”

“apa kau belum percaya padaku?” ucap sungmin dengan nada serius,

“tidak! Kenapa aku harus percaya padamu?”

“karena aku… menyukaimu”

“m..mwo?! haha…lee sungmin-sshi, kau berusaha menghiburku ya?”

“aku serius…aku memang sangat menyayangi junghun…dan juga dirimu” ucap sungmin, shin ra hanya terdiam, memikirkan semua perkataan pria di hadapannya ini hingga…

Krek! “dokter!” shin ra langsung menghampiri seera, “junghun gimana? Operasinya berhasil kan?!”

“shn ra-sshi…operasi berjalan lancar tapi…”

“kenapa?!” shin ra mulai menangis lagi,

“keadaannya masih kritis, junghun masih membutuhkan perawatan intensif, sampai ginjal barunya benar-benar berfungsi” jelas seera,

“apa aku bisa menemuinya?”

“bisa…”

Selang infuse, selang oksigen, alat deteksi jantung dan masih banyak alat lainnya menempel dalam tubuh mungil junghun. Matanya masih tertutup rapat, yang hanya terdengar adalah suara detak jantung dari alat tersebut. Sesekali shin ra membenarkan selimut junghun dan mengusap telapak tangannya sayang. Semalaman shin ra tidak tidur demi menunggu junghun membuka matanya, begitu juga dengan sungmin yang ikut duduk di seberang kasur. “jung…cepatlah bangun…habis ini kita akan keluar rumah sakit, kita pergi karaoke bersama…kau pasti suka kan?” lirih shin ra, tak ada jawaban. Junghun masih tetap diam.

“jung…buka matamu…lihat noona…lihat sungmin…” shin ra makin menangis kencang. “shin ra-ya…”

“jung…jebal…” isaknya sambil menggenggam erat tangan jung. “euh…”

“shin ra-ya, lihat” ujar sungmin melihat telapak tangan kiri junghun mulai bergera, begitu pun dengan kedua bola matanya yang berusaha terbuka.

“jung! Bangun…ini noona…” ujar shin ra, perlahan kedua mata itu pun terbuka sedikit, senyuman menghiasi wajahnya meski tertutup oleh alat bantu pernafasanya.

Jung berusaha memanggil nama shin ra, “jung…kau berhasil…kau lelaki kuat jung…” ujar shin ra berusaha tersenyum, tangan jung beralih ke wajah shin ra, mengapus air mata yang mengalir di wajahnya, membuat shin ra makin menangis kencang.

Tangan junghun yang satunya menggapai tangan sungmin, “jung…cepat sembuh…nanti hyung ajarkan bermain gitar” ujar sungmin, junghun menggeleng pelan, ia ambil juga tangan shin ra dan menyatukannya dengan tangan sungmin di dadanya, berusaha mengucapkan sebuah kata,

“iya jung…hyung janji akan akur dengan noona-mu” sungmin berusaha mengerti maksud junghun, shin ra hanya diam menatapnya. “…iya jung…noona janji…” ucap shin ra pelan, jung pun tersenyum, matanya menerawang lurus kedepan dan perlahan menutup kedua matanya, hanya suara alat detak jantung yang panjang terdengar, menandakan jantung itu telah berhenti, untuk selama-lamanya…

Seminggu kemudian…

Seorang gadis duduk melamun di pinggir sungai han. Dengan memeluk sebuah amplop tebal ia nikmati saat-saat menjelang terbenamnya matahari.

“mianhae aku telat” seorang pria memakai hoodie yang menutupi wajahnya terlihat tergesa-gesa menghampirinya,

“gwenchana…mianhae mengganggu kesibukanmu, aku hanya mau menyerahkan ini” ujar shin ra menyerahkan amplop tebal itu, sungmin meraihnya ragu dan mengintipnya sedikit,

“itu baru setengahnya, sisanya akan secepat mungkin aku ganti” lanjut shin ra, sungmin meraih tangan shin ra dan menaruh amplop itu lagi di tangannya, “aku tidak mau!”

“yak! ini kewajibanku…” shin ra melempar amplop itu ke dada sungmin, “aish! kau masih keras kepala ya! Kau lupa dengan janjimu dengan junghun?!”

“aku ingat! Tapi ini diluar permintaan junghun” balas shin ra tak mau kalah,

“hhh, baiklah, ini aku terima tapi sisanya lagi…kau harus bayar dengan menjadi kekasihku!”

“mwo?! Kau gila!”

“waeyo? Jung juga meminta kita menikah kan?” ucap sungmin lagi dan membuat shin ra makin kesal, “bagaimana bisa aku menikah denganmu jika aku membencimu?!” sergah shin ra, sungmin tersenyum kecil, seketika ia tarik wajah shin ra dan mendaratkan ciuman di bibir gadis itu, mata shin ra melebar, kedua tangannya memukul bahu bidang sungmin, berusaha melepas ciumannya,

“phuaahh! Yak! itu ciuman pertamaku!” ujar shin ra kesal dengan wajah merahnya,

“benci dan cintai itu sangat tipis, semakin kau membenciku, maka semakin dalam cintamu padaku, arrachi chagiya?” bisik sungmin. Shin ra hanya diam tak menanggapinya, tapi wajahnya yang memberi jawaban, sungmin tersenyum lebar dan merangkul shin ra, gadisnya…

***

“fiuhh~ hanya telat 10 menit” shin ra membetulkan posisi tas selempangnya. Ia cium kembali sebuket bunga, memastikan apa bunga itu masih wangi atau tidak. Kemudian, ia pun berjalan ke area pemakaman yang sepi hingga sampai di sebuah nisan, KIM JUNGHUN

Ia letakkan bunga itu di depan nisan junghun. “annyeong jung…mianhae noona telat, dan bocah itu mungkin tidak datang…ah! Bagaimana kabarmu? Apa sudha mendapat teman baru? Atau kau sedang naksir dengan malaikat cantik disana?” ucap shin ra,

“jung…sudah kedua kalinya aku kesini…berarti sudah 2 tahun kau meninggalkan noona…noona selalu berharap kau bisa mampir ke mimpi noona, aku sangat rindu padamu jung…noona juga sudah menuruti permintaanmu, noona dan sungmin…kami sudah resmi berpacaran, hampir 2 tahun…tapi mejalani hubungan ini lebih berat disbanding mencari uang untuk pengobatanmu dulu jung…karena aku hanya seoraang kekasih ‘rahasia’…” jelas shin ra. Ia duduk sambil terus memandang nisannya.

Tak jauh dari sana seorang pria datang menghampiri shin ra. “kau sudha lama datang?” ucap pria tersebut, “baru saja…kau baru datang?”

“ahni, sudah dari tadi…sudah selesai?” Tanya sungmin,

“hmm…jung, noona pulang dulu ya…jika sempat, mampirlah ke mimpiku…” ujar shin ra lalu beranjak pergi.

“memangnya jung tidak pernah datang ke mimpimu?” Tanya sungmin,

“ahni…kau?”

“heumm…sering”

“jinca?! Kenapa dia tidak pernah mau datang ke mimpiku?!” gerutu shin ra kesal, “haha…mollayo..tapi jung selalu bilang padaku bahwa kau jangan galak-galak padaku” canda sungmin,

“cish~ kau pikir aku akan tertipu dengan tipuan murahanmu itu?” cibir shin ra, sungmin menghentikan langkahnya dan memegang kedua bahu shin ra, mendekatkan wajahnya, “y..yak! jangan macam-macam lee sungmin!”

“ck! Selama 2 tahun ini tidak pernah sekali pun kau mengucapkan kata ‘saranghae’ padaku”

“lalu?!”

“aku ingin mendengarnya!”

“sirreo!”

“harus! Apa aku masih belum berhasil menakhlukkan hatimu?” tatapan sungmin makin dalam dan jarak kedua wajah mereka sangat dekat. Pipi shin ra pun merah merona. “a…aku…”

“dan juga panggil aku oppa…” ujar sungmin lagi,

“a…aku…aku…YAK! sulit mengatakannya” bentak shin ra dan mendorong bahu sungmin pelan, “aish! dasar keras kepala!” ujar sungmin sambil menjitak kepala shin ra pelan dan jalan duluan, “ehm…sungmin-ah!”

“wae?” chu~ shin ra sedikit berjinjit dan member kecupan di pipi sungmin, “anggap saja…itu jawabanku” ujar shin ra sambil menunduk malu dan berjalan mendahului sungmin. “haha…aku mengerti park shin ra…” ujar sungmin pelan.

Happy end

Woooww, akhirnya WAC kedua publish, masih ada yang nunggu fanfic ini gaaaakkk??? So, couple siapa lagi selanjutnya?? Pilih aja yoo.. 🙂

21 thoughts on “[We Are Couple] MinRa Story

  1. hyunnie berkata:

    yaaa.. sayang jung meninggal.. hiks.. hiks.. T__T
    pasti anaknya lucu.. *bayangin yoogeun..
    shinra malu2 kucing nih.. kekeke
    nice ff dit.. ^^

  2. aiaiwon berkata:

    ihh unyu deh hahaha
    si shin ra galak banget ya gengsian pula,cocok bgt sm sungmin yg unyu unyu gmn gitu hahaaha

  3. soo hyo berkata:

    asegg dah akhr’a Shinra dpt bersatu dgn Sungmin!!
    trimakasih Junghun krn tLah mempersatukan mreka :p
    udh ju.. #uupss Shin ra jgn malu2 mau gtu dongg!!😀

    Owkeh couple the next is…??

  4. ceiyyeee…… cikiciiiww!!!!!!!!!!!

    cium pipinya, cium pipinya, cium pipinya sekarang juga (?) #apadeh

    waahahhah kereeen😀 yang donghaenya mana neeh??? #tengok kanan kiri

    ayoolaaah….. yg donghae ditunggu ya!!! yg sungmin kereeen xD😀 wahahah.. yoyoyoo sungmin sabar yaa hadapin si shin raaa xD😀 wkwkw #abaikan -___-

  5. yahhh koq Jung meniggal sihh.. kan udh dpt donor ginjal na..
    yahhh Shinra jadi orang koq galak2 sihh…
    ntar ga da yg mau pula..
    untung aja SungMIn oppa mau.. hahaha..
    cerita na bagus Eon…
    kapan yg RinKyu Eon??
    yg Juliette kapan Eon??

    • Kan umin yg suka duluan, hehee..
      Heummm, mungkin setelah ini rinkyu, hehee…
      Gomawo yaaa..

      Untuk juliette terpaksa vakum karena ak blum ada ide lagi, mianhae, tar kl dipaksain takuta jd gaje deh..😦

  6. park shin ra berkata:

    dita ma kasih udah bikinin ff buat ku. hehehehe
    karakter shin ra mirip bgt sama gw. hahahaha
    bagus ta bagus. . .🙂
    ditunggu ta ff berikutnya. ga komnen alay kan? hahaha :p

  7. momonjaa berkata:

    teruss kapan nikahnya inih?? kan katanya disuruh nikah sam jung..
    ayo nikahhh!!! ahahaa
    padahal di FF terbaru udah pada nikah yah..

    couple selanjutnya ditt.. ditunggu🙂

  8. hankimsworld berkata:

    Huahaha sulit buat manggil oppa wkwk~

    Kasian ming selama 2taon tanpa ‘saranghae’ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ ..

    Next

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s