Love Actually

“soo hyo-ya!” seru minna, sahabatku yang berjalan masuk ke dalam gereja menghampiriku,

“waeyo?”

“ne, aku cuma mau tanya apa dia ada dirumah mu?” Sambil menggerlingkan matanya

“arraseo, aku tau siapa yang kau maksud Minho oppa khan??”

 “hehee…kau tau saja. Bagaimana apa dia ada dirumah mu?”

 “ne…dia memang lagi ada dirumah ku. Memangnya ada apa?”

“ahni, kalo gitu pulang nanti aku kerumah mu dulu ya?! Hehee”

Begitulah beberapa minggu ini minna sering main kerumah ku jika ada Minho, dengan kata lain rumahku dijadikan tempat pacaran buat mereka~. Entah dari mana Minna bisa mengenal Minho, karena Minho sendiri merupakan sahabat baru kakakku- donghae yang baru saja kembali ke Seoul. Baru ku kenal belakangan ini karena memang sering maen kerumahku, tentunya dengan alasan bukan hanya ingin bertemu kakak ku..

***

“kesepian?? Kau sedang kesepian?” Celetuk seseorang yang mengagetkan diriku. Kulihat sumber  suara itu berasal,.  “aish..,oppa mengagetkan diriku saja”.

“owh..,mianhae aku tidak tau kalo kau segitu seriusnya mendengarkan lagu”

“ne,, tidak apa2 oppa. Mau cari donghae oppa? Dia sedang ada di luar..

“owh.., ya sudah aku tunggu disini saja” sambil duduk di samping ku

“Yakk!! Jangan-jangan oppa juga menyuruh minna kesini?”

“aigo~ hya! Kenapa kalian harus ketemuan di rumahku terus huh?” decakku kesal, pergilah kerumah minna, kenapa harus disini?”

 “eheheeee…tapi dia sudah menuju kemari, lagian aku juga memang ada perlu dengan kakakmu” jelasnya dengan  senyuman ciri khasnya yang aku sukai itu, aku hanya memanyunkan bibirku dan masuk kedalam membuatkannya minuman.

**

Kejadian seperti ini sudah kulalui hampir satu bulan, tapi tentunya tidak hampir setiap hari aku mengalaminya. Terkadang aku memang merasa iri dengan mereka jika sedang pacaran di rumah. Yaa.., memang saat ini aku sedang sendiri, tapi aku sedang menyukai seorang pria yang juga teman gereja ku dan minna, yaitu Kim heechul.

Sejauh ini ku mengenal Minho sebagai pribadi yang dewasa dan mandiri, karena ku sudah tahu latar belakang kelurganya. Aku sendiri menyukai sifatnya yang pengertian, humoris, romantis dan dengan sedikit ‘kekurangan’ yang dia miliki, semua gadis manapun pasti akan merasa nyaman bila dekat dengannya. Karena Minho tahu bagaimana cara memperlakukan perempuan apalagi yang dia sayang.

“minum oppa…” ucapku sambil menyerahkan segelas Jus.

“gomawo…hey tadi kau sedang mendengarkan lagu kesepian? Kau sedang kesepian ya??”godanya.

“mwo? Ne.. ehgh tadi aku hanya iseng saja“.

“minna kenapa belum datang ya?” Tanya ku untuk mengalihkan pembicaraan itu

“hahaa.., kau mau mencoba mengalihkan pembicaran? Biarkan saja minna lama datang biar aku bisa menghiburmu dulu. Hehee..” sambil mengacak rambutku pelan.

“Yakk!! oppa kau seneng sekali menggoda ku, minna belum datang jadi nanti saja membuatnya cemburu”

***

Hari terus berlalu hingga aku pun sendiri tidak begitu sering lagi mendengar kabar hubungan mereka lagi, karena tidak mungkin juga mereka ketemuan dirumahku terus, aku juga tidak terlalu suka mencampuri urusan orang lain.

“soo hyo-ya!! aku mau menceritakan sesuatu padamu”

“ne., apa yang ingin kau bicarakan?”

“tapi ini hanya rahasia kita berdua ya?!”

“iya,, sepertinya serius sekali, aku jadi penasaran”.

“soo hyo, aku jadian dengan Kim heechul!!”

“Mwo?? Kau jadian denghhmmpf!!” minna langsung menutup mulutku dengan tangannya

“hey,, pelankan suaramu. Kau mau seluruh anak-anak digereja ini mendengarnya?”

“mianhae, aku hanya kaget. Pantas saja selama ini aku perhatikan kalian selalu kompak dalam hal berpakaian, aku kira hanya kebetulan saja.. Tapi minna kau tahu sendiri kan kalo shin ra sangat menyukai Kim heechul, bahkan anak-anak satu gereja pun tahu, dia juga suka curhat denganmu”

“iya,, aku jadi bingung sendiri bagaimana kalau berita ini tersebar”

“trus bagaimana dengan Minho? Apa kau sudah putus dengannya? Sudah lama dia tidak main kerumahku”

“ne,, aku belum putus dengannya”

“mwo? Kau tidak memikirkan perasaannya? Lalu siapa yang akan kau pilih?”

“mungkin aku akan memilih Heechul dan memutuskan Minho”

**

Hikss hikks.., kenapa jadi begini? Orang yang ku sukai jadian dengan sahabatku sendiri. Memang selama ini minna tidak tahu kalau aku suka dengan heechul, karena aku selalu memendamnya sendiri. Tapi dia kan sangat tahu kalau Shin ra sangat menyukai heechul, kenapa dia tega dengan shin ra. Belum lagi dia telah menghianati Minho yang sangat baik dan menyayanginya. Apakah hanya karena Heechul yang cukup populer, jadi dia menyakiti beberapa orang..

 rahasia jadian antara minna dengan  heechul akhirnya tersebar. Sementara aku merupakan orang yang setia menemani minna disaat yang lain menganggapnya sebagai seorang penghianat.

“soo hyo, apa Minho masih suka datang kerumah mu?”

“ahni,, sudah lama dia tidak pernah main lagi kerumah. Memang ada apa? Apa kalian  sama sekali tidak berkomunikasi lagi?”

“tidak,, aku merasa tidak enak untuk menghubunginya duluan. Aku tahu aku telah berbuat salah”

“lalu apa yang akan kau perbuat sekarang?”

“mungkin kami membutuhkan waktu agar hubungan kami bisa baik kembali setidaknya aku bisa menjadi temannya. Aku tahu minho bukan tipe orang pendendam”.

“aish,,kau seperti memanfaatkan sifatnya itu. Tapi terserah kalau itu yang terbaik menurutmu”.

*Musim liburan telah tiba*

Dddrrrrttt!!! Panggilan dari nomor tak dikenal

““Yeobseyo? Siapa ini?”

“hey,,, apa kau sudah melupakan aku?”

“ne? Memangnya ini siapa?

“Minho, choi Minho”

“owh..,Minho oppa!! Mianhae nomor mu tidak ada di kontak ku”

“tapi nomor mu ada di kontak ku?”

“owh.., itu pasti karena dulu… yasudahlah, bagaimana kabar mu dan donghae?” tanya minho langsung memotong perkataan ku.

“kami semua baik-baik saja oppa, oppa sendiri bagaimana kabarnya?”

“…aku juga baik-baik saja. Apa donghae ada di rumah? Aku ada perlu dengannya”.

“ahni, dia sedang keluar oppa. Aku sendirian di rumah”

“sendiri? Memang kemana eomma mu dan soo hee? Bukannya sekarang sudah liburan kenapa kau tidak pergi jalan-jalan?”

“aishh,, cerewet sekali oppa sekarang! mereka semua sedang pergi dan hari ini aku tidak ada teman keluar”

“ehhee.., bagaimana kalu besok aku mengajak mu jalan-jalan?”

“Mwo?”

“ne,,kau tidak bisa? Atau ada yang marah jika aku mengajak mu keluar?”

“ahni,, aku hanya kaget, oppa sudah lama tidak ada kabar dan besok mengajak ku pergi”

“ya sudah bagaimana mau atau tidak?”

“ne,,aku mau”.

“oke kalau gitu besok siang aku akan menjemputmu. Sampai jumpa besok soo hyo. KLIK!

***

1 jam..

 2 jam…

 3 jam…

“aish,, apa-apaan ini sudah hampir 4 jam aku menunggunya, sementara Minho yang mengantarkan eommanya dulu tapi sampai sekarang belum datang juga. Kalau tidak bisa mengajakku jalan-jalan seharusnya dia bilang’’, decakku kesal. Eomma dan donghae oppa pun terlihat bingung melihatku yang sedari tadi sudah siap tapi belum pergi juga. Aku memang tidak memberi tahu kemana dan dengan siapa aku akan pergi. Hari semakin sore, aku pun telah lelah menunggunya. Ku putuskan untuk tidak jadi pergi, masuk kekamarku dan pura-pura untuk tertidur, agar ketika Minho datang dia tahu kalu aku sudah ketiduran menunggunya. Betul saja, belum lama aku kekamar Minho akhirnya datang. Entah alasan apa yang dia berikan mengapa dia datang kesini, karena kami juga tidak jadi pergi. Aku yang masih kesal tidak mau keluar dari kamar ataupun membalas sms-nya. Akhirnya ku dengar Minho pergi dengan donghae oppa, baru saja aku ingin pergi melihat kepergian mereka donghae oppa balik lagi kerumah.

“soo hyo-ya ni coklat dari Minho!”

“mwo? Tapi ini kan bukan ulang tahunku!”

“molla, kau tanya aja sendiri. Yasudah aku pergi dulu ya” ucapnya sambil mengajak rambutku pelan dan pergi begitu saja.

Beberapa menit kemudian Hp ku berbunyi ada sms yang masuk.

Minho: soo hyo-ya sudah terima coklat dari ku? Itu sebagai permintaan maaf ku. Lain kali tidak akan kuulangi. Mianhae …🙂

me : gomawo oppa.. tidak apa-apa aku sudah memaafkan mu🙂

“aish,,pintar sekali dia mengambil hati sehingga aku tidak marah lagi dengannya. Minho tahu sekali kalau aku sangat menyukai coklat. Sejak saat itu Minho sering menghubungi ku dan hubungan kami semakin membaik.

“soo hyo-ya apa kau tidak mempunyai kekasih?”

“mwo? Kenapa tiba-tiba oppa menayakan itu?”

“ne,, aku hanya ingin tahu saja. Kudengar-dengar selama ini kau dekat dengan Eunhyuk? Apa hubungan kalian?”

“eunhyuk? Owh,, kami memang dekat karena dia kan juga sahabat donghae oppa. Yang ku tahu dia suka dengan ku, tapi kami tidak ada hubungan yang jelas”, ucapku dengan PD nya.

“aishh.. Kau PD sekali. Tapi apa kau berharap dia memintamu menjadi kekasihnya?”

“eghh,,aku sendiri juga tidak tahu oppa, apa aku mau menjadi kekasihnya”

“Terus kalau aku yang meminta mu menjadi kekasihku apa kau mau?”

“Mwo?!” tersentak aku kaget dan salah tingkah, untung lah pembicaraan ini melalui telepon. Aku tidak bisa membayangkan jika Minho melihat muka ku yang merah saat ini. Ku akui memang aku mulai suka dengan Minho, tapi dia kan mantan sahabat ku dengan kata lain ‘bekas‘ sahabatku. Apakah ini juga merupakan suatu penghianatan?

“hey,,Minho-sshi  kau mau menggodaku terus?”

“aku serius dengan ucapanku”

“yakk!! Apa begini cara mu menembak seorang wanita? Temui aku langsung!!”

“baiklah, akhir pekan ini aku akan datang kerumah mu dan siapkan jawaban buat ku. Arraseo?” KLIK!

Deg,,deg hatiku berdegup kencang tak karuan. Apa yang sudah ku katakan tadi? aku tahu sekali kalau aku dan Minho menyukai tantangan, tapi aku malah memberinya tantangan. Bagaimana kalau dia benar datang, lalu jawaban apa yang akan kuberikan.

Minho benar datang kerumahku, tapi hampir seharian dia sibuk dengan donghae oppa. Belum ada pmbicaraan menyangkut kejadian dua hari yang lalu. Ada sedikit perasaan lega dan kecewa dalam hatiku, mungkin dia memang sedang bercanda atau lupa.

“soo hyo-ya apa tidak ada sesuatu yang ingin kau sampaikan?” Minho datang menghampiriku yang sedang asik menonoton tv.

“mwo? Emang apa yang harus ku sampaikan?”, dengan wajah yang pura-pura tidak tahu. “Mana donghae oppa? Dari tadi kalian bersama kan?”

“dia sedang mandi. Sebentar lagi kami mau pergi. Aissh.,,kau ini masih muda tapi sudah pikun. Aku kemari mau menagih jawaban atas pertanyaanku dua hari yang lalu, jadi apa jawabanmu?”

“ja..wabanku.. egh…, a..ku..

“owkeh.. aku sudah tahu jawabannya! Kau mau kan?

“mwo?

“ne,, buktinya kau tidak bisa bicara. Kalau kau tidak mau seharusnya kau bisa langsung mengatakannya tanpa harus berpikir panjang, mengatakan iya saja kenapa susah dan…”.

“tapi seharusnya oppa menungguku sampai aku bilang iya”, ucapku yang kesal mendengar ocehannya.

“hehee.. tapi sekarang kan kau sudah mengatakan iya”

“aissh..,soo hyo pabo!! Kenapa aku bisa keceplosan gitu”

“hahaa.., chagiya ku lucu sekali kalau sedang cemberut. Sudah jangan cemberut seperti itu”

“Minho!!” Ku dengar suara donghae oppa yang memanggil minho.

“baiklah,, aku pergi dulu. Sampai jumpa lagi chagiya”, ucapnya sambil mengusap kepalaku pelan

Huff.., apa aku sedang bermimpi? Aku jadian dengan Minho?

*Salah siapa aku bisa pacaran dengan Minho? Salah siapa juga kalau aku bisa jatuh cinta denganNya? Salah siapa jika Minna yang lebih dulu mengenal Minho dibanding aku? Apakah ini sebuah kesalahan?  Hampir sebulan setelah jadian dengan Minho pertanyaan-pertanyaan itu selalu ada di kepalaku. Peduli apa dengan perkataan mereka yang tahu, meskipun minna sendiri tidak terlalu mempermasalahkannya. Tapi tak dipungkiri aku selalu merasa dikalahkan oleh Minna sahabatku.

Minho POV

Gadis itu bernama Shin Soo Hyo, gadis yang manis, lucu, simpel dan pencemburu, lebih tepatnya dia sangat cemburu jika terkait hubungan ku dengan Minna yang telah berlalu. Ya., ini memang salah aku juga yang terkadang menggodanya dengan mengungkit-ungkit Minna untuk membuatnya cemburu. Sehingga terkadang dia tidak mempercayai ku kalau saat ini aku sangat menyayanginya, bukan Minna.

“chagiya, aku senang hari ini kita bisa pergi keluar bersama”

“ne,, aku juga oppa. habis ini kita langsung pulang saja ya, aku cape jalan-jalan seharian”

“oke, aku akan mengantarmu sampai rumah, aku juga ingin bertemu dengan donghae” Diperjalanan dekat rumah soo hyo, kami berpapasan dengan Minna dan aku menyempatkan untuk menyapa dan mengobrol dengannya. Terlihat Minna yang penasaran dengan hubungan kami, sementara itu kulihat raut wajah soo hyo yang tiba-tiba berubah dan diam saja, aku tahu pasti apa yang sedang dipikirkannya.

“oppa, pulanglah hari sudah malam. Aku mau istirahat, oppa kan juga butuh istirahat” ucapnya.

“iya, aku akan pulang, tapi itu ada yang tertinggal”, sambil menunjukkan kesuatu arah

“apa? Melihat kearah yang ditunjukkan Minho. Chu! ~,~ dengan cepat Minho mencium pipi soo hyo. “aissh. . ,kau  curang!!”

“biarkan,, yang penting aku dapat chagiya. Aku pulang yaa my sweety” ucapku sambil bergegas pergi, bisa kulihat muka Soo hyo yang kembali tersenyum melihat tingkahku dan ku harap dia tidak akan sedih lagi.

@Soo hyo’s house

“chagiya,, ayo kita keluar, aku bosan disini terus”

“ahni, aku lagi malas keluar oppa. Lagian kalau kita keluar, nanti tidak ada yang jaga rumah. Eomma menyuruhku untuk tidak pergi sebelum dia pulang, donghae oppa juga belum pulang”

“aissh,, rumahmu tidak akan hilang. Atau jangan2 kau sengaja agar kita bisa berduaan disini?, godaku.

“yakk!! Oppa jangan macam-macam!!” sambil melototkan matanya ke Minho

“ne,, kau galak sekali, padahal aku mau mengajakmu kesuatu tempat. Baiklah kalau gitu apa kau mau dengar aku bernanyi rapper?”

“ahni,, aku lebih suka kalau donghae oppa yang menyanyikan rapper”

“yakk!! Seharusnya kau lebih suka mendengar aku dibandingkan donghae. Aku lebih bagus dibandingkan dia”.

“hahaa.. kau lucu sekali jika sedang marah dan cemburu seperti itu, lagipula donghae kan kakak-ku. … Oppa,, apa sudah dengar kalau minna putus dengan heechul?” dengan suara yang tiba-tiba serius.

“mwo? Aku tidak tahu, lalu apa hubungannya denganku?

“ahni,, aku hanya bertanya saja”

“chagiya, sampai kapan kau mau mengingat-ingat masa lalu ku dengan Minna. Sekarang sudah ada kau, bukan Minna lagi”

“ne,, aku hanya saja takut jika ingat dulu oppa yang sangat menyayangi Minna, aku ngga mau…”

” sstt!!” Minho menutup mulut soo hyo dengan jari telunjukknya, bisa terlihat kekhawatiran dimuka Soo hyo.

“yang harus kau ingat sekarang adalah kalau di hatiku cuma ada Soo hyo, tidak ada yang lain” Perlahan Minho medekatkan bibirnya dengan bibir Soo hyo dan mengecupnya dengan lembut.

**

Soo Hyo POV

“Yeobseyo oppa! Sedang apa? Aku sedang sedih, ada yang ingin ku ceritakan, aku juga kangen”

“mianhae, saat ini aku sedang sibuk. Nanti kalau sudah tidak sibuk  aku akan membawamu ke suatu tempat”

“suatu tempat??”

“ne,, tempat favoritku dan mungkin bisa menghilangkan semua kesedihanmu”

“ baikah,, tapi janji kan?”.

“ne,, aku janji! Saranghae chagiya” ucapnya dan langsung memutuskan telepon.

Akhir-akhir ini dia sibuk sekali, kami sudah jarang ketemu kalaupun ketemu paling di rumahku tidak pergi kemana-mana. Sepertinya dia ada masalah, tapi tidak pernah mau menceritakannya padaku. Aku bukan tipe yang mau memaksakan kehendak.

“yeobseyo oppa! Lagi dimana? Mengapa beberapa hari ini tidak mengabari aku? Ada apa?

“aku sedang ada di rumah temanku, miane,, aku sedang tidak ada pulsa”

“kenapa tidak meminjam Hp temanmu untuk sekedar mengabari aku?”

“ahni,, nanti kau malah berhubungan dengan temanku lagi. Hehee..”

“baiklah,,kabari aku jika sudah ada pulsa. Saranghae Minho-sshi”

“Saranghae” KLIK!

Sampai beberapa hari setelah aku menelponnya, dia belum juga mengabari aku. Apa yang terjadi? Mungkin memang ada sesuatu yang harus diselesaikannya.

Dddrrrrttt!!! Ada sms masuk ke ponselku

Minho oppa: kita tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi. Sebaiknya sampai disini saja..

Seketika tubuhku terdiam seperti patung, shock, hingga air mata hampirku keluar. Apa dia sedang bercanda?

Me : waeyo? Kenapa tiba-tiba sms dan bilang seperti itu?

Minho oppa: tidak ada apa-apa, Cuma merasa memang sudah tidak bisa diteruskan lagi!!

Me : baiklah,, aku mengerti. Mungkin ini yang terbaik untuk ku dan dirimu. Kulakukan semua      demi cinta!! Jaga dirimu baik-baik.

Air mata yang sudah kutahan dari tadi kini mengalir begitu saja. Salah apa yang kuperbuat sampai Minho memutuskan aku? Apa dia sudah cape menghadapi aku yang tiba-tiba diam jika sedang cemburu? Atau dia marah melihatku yang dekat dengan semua teman Donghae oppa? Sekarang yang bisa kulakukan hanya menangis didalam kamar, menahan isakkan tangis ku agar tidak terdengar keluargaku. Hubungan yang tidak mudah ini ternyata berakhir begitu saja. Bahkan dia juga tidak menepati janjinya mengajakku ke suatu tempat itu. Mungkin aku saja yang selama bodoh mempercayainya begitu saja, padahal aku hanya pelampiasannya. Begitu banyak pikiran yang ada di kepalaku, mataku semakin berat karna tak berhenti menangis hingga aku tertidur dalam kesedihan ku sendiri.

Minho POV

“mianhae,, aku membuatmu sedih lagi Soo hyo, bahkan kali ini lebih parah. Kau tahu semenjak kecelakaan 3 tahun yang lalu, salah satu organ tubuhku “hati” tidak berfungsi dengan baik lagi. Sekarang semuanya semakin parah, aku harus membeli bagi orang yang mau mendonorkannya, sedangkan saat ini kondisi keuangan keluargaku semakin memburuk. Bahkan untuk berbicara dan bertemu denganmu langsung aku tidak sanggup. Aku cuma tidak mau menyusahkan dan membuatmu sedih” *NP: Drive-Melepasmu

2 hari kemudian @Hospital..

“jadi berapa lama lagi waktu yang diperlukan, dok?” Tanyaku

“secepatnya kau harus mendapatkan pendonor hati itu, kalau tidak kondisimu akan semakin parah. Maksimal jangan sampai lewat dari 3 hari”, kata dokter.

“baik dok, terimaksaih! Permisi”

“soo hyo-ya? Sedang apa kau disini?” Tiba-tiba aku sudah melihat soo hyo berada di depan pintu ruang pemeriksaan ku

“aku hanya ingin cek-up, aku sedang tidak enak badan”. Kulihat mukanya pucat, tubuhnya lemah dan semakin kurus, matanya sembab. Aku tahu semua itu pasti karna diriku, hatiku pun sakit melihat semua itu.

“kau berobat sendiri?”

“ne,, oppa kenapa tidak bilang kalau sudah separah itu?”

“memang apa yang harus kukatakan, kita sudah tidak ada hubungan lagi!! Sudah pulanglah, kau kan sedang sakit” ucapku sambil keluar meninggalkan dirinya.

“Mianhae,,mianhae..” hanya itu yang bisa kukatakan dalam hatiku. Kedengar Soo hyo yang memanggil-manggil namaku, tapi tak kuhiraukan ataupun menoleh kepadanya.

“oppaaa. . , Minhooo awasss!! Cepatt mingirrr!!”

CIITTT. . .BRAKKKK!!! Minho terdorong ke pinggir jalan, sedangkan dengan seketika sebuah mobil kecepatan tinggi menabrak tubuh Soo hyo.

“soo hyo-ya apa yang kaulakukan? Kenapa kau selalu bertindak bodoh?!!”

“…tidak apa-apa oppa! Aku hanya tidak ingin kau terluka…akhh!!”

“tapi sekarang kau yang terluka!!!!”

“o..ppa.. berja,,njilah.. kau akan..membawa hatiku ini ,,ketempat yang kau janjikan itu”

“ahni,, kau harus bertahan!!”

“a,,ku sudah ti,,dak kuat lagi oppa..berjanjilah,, kali ini kau akan menepatinya!! Jangan terus mengingkari janji oppa,, itu tidak baik!!”

“aku janji!! Mianhae chagiyaa.. hikss hikss”

“he,,hee baru kali ini,,melihat minho oppa-ku menangis,, ternyata sangat jelek.. Kalau dari dulu aku tahu,, aku tidak akan mau bersama,,mu!! Uhukkhukk”

“yakk!!! Sudah jangan banyak bicara lagi. Kita harus kerumah sakit sekarang!!”

“biarkan aku terus bicara,, mungkin setelah ini,, aku tidak bisa bicara denganmu lagi.. o..ppa maukah kau memelukku sekali,,ini saja?!”

“ne,, aku akan terus memelukmu, tapi bertahanlah!!”  seketika Soo hyo menghembuskan nafas terakhirnya di dalam pelukan Minho..

“Soo hyooooo. . . ,” teriakk Minho yang tahu bahwa Soo hyo telah tiada.

***

bruk! “awww!!” seorang gadis jatuh karena memakai heel setinggi 8 cm itu. ia berusaha menyusul pria yang ada di depannya. “ya~ minho oppa, tunggu aku…” ujarnya, tapi pria tersebut tetap berjalan lurus ke depan hingga berhenti di sebuah makam.

gadis itu terdiam saat melihat minho memandang dalam nisan tersebut.soora, nama gadis itu, ia tahu gadis itu sangat berarti bagi minho semasa hidupnya. bahkan sulit untuknya mengahilhkan hati minho.

minho memegang hatinya, dan air mata mengalir perlahan di wajah tampannya. ‘hyo…bahagiakan kau disana? kau tidak kesepian kan? sampai saat ini aku masih menyesal karena dulu telah meninggalkanmu…sungguh tidak pernah seklaipun aku berniat meninggalkan dirimu, aku hanya ingin kau bahagia dengan lelaki sempurna, bukan seperti diriku…tapi malah aku yang mencelakakanmu…sesuai permintaanmu…kini hati mu menjadi milikku,selamanya…saranghae hyo…jeongmal saranghae…’ batin minho. ia menghapus air matanya dan berbalik meninggalkan makan soo hyo.

“aw…aish!” keluh soora, minho berbalik dna melihat kaki soora yang memar, “ayo naik…” minho menawarkan punggungnya, sedikit ragu, soora akhirnya naik ke punggung minho. “mianhae…” ujar minho pelan,

“gwenchana…oppa…apa aku bisa mengisi hatimu lagi?” tanya soora terus terang, minho hanya tersenyum kecil dan berkata, “apa kau bisa merebut hatiku?”

“m..mwo?”

“buat agar aku bisa menyukaimu” jelas minho, soora tersenyum dan mengeratkan pelukannya, “aku yakin kau akan bertekuk lutut padaku! hihii…” ujar soora yakin.

yah..buat aku bisa mencintaimu soora…meski di hatiku soo hyo lah yang akan tetap aku cintai’

the end

fanfic perdana buatan teman aku, @oyenforyentina ^^ kasih masukan dan komen yang membangun yoo~ oh ya, sebagian besar cerita ini dari kisah nyata, kecuali endingnya.. ayooo komen yang banyak~~🙂

9 thoughts on “Love Actually

  1. momonjaa berkata:

    woww baguss ini..
    tp sayang alurnya terlalu cepet.. jadi readernya juga bacanya kaya ngebut2an..
    tp bagus qo untuk pemulaa.. chukkae temannya ditta🙂

  2. terlalu cepat sihh…
    aku bingung Soo Hyo itu suka ma MinHo to HeeChul..
    biz wktu HeeChul ga ada bagian na.. jadi bingung sihhh
    pi akhirna kurang gimana gtu..
    masa Soo Hyo meninggal sihh…
    pi untuk pemula udh bgus sihhh…
    terus buat ff na ya..
    Hwaiting^^

  3. park minna berkata:

    ohoiiii,, park minna disini..
    ahahahaaa..
    gw imej nya dstu play girl bgt yak..
    ahahahahaaa…
    heechull kn emg laki gw, jd ya wlw pun minho menggoda, tp heechul ttep gw pepet :))
    eheheheheheeee😀

  4. park shin ra berkata:

    park minna gatel ih. :p
    aturan heechul tetep sama shin ra, terus soo hyo sama minho, minna ngejomblo itu baru cocok. hahhahaha. . .
    itu kisah nyata dari cerita apa ta?

    • hyomin berkata:

      hahaa
      aturan gtu yee..
      owhh. . ,itu kisah nyta bhwa si Minna emank sama sypa az oke Ju, Heechul az d’rebut dari lu :p😀

  5. ceritanya bagus onnie tp alurnya kecepetan,,,
    jadi bingung sendiri waktu bacanya cz perasaan tokohnya kurang dijabarkan #sokahlibahasa😛

    cb kalau ini jd 2 chapter pasti lebih keren🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s