[We Are Couple] RinKyu Story

Siang hari yang cerah di sudut taman universitas seoul. Berhubung hari ini sudah hari sabtu, yang artinya hari kuliah pun sudah usai, beberapa mahasiswa terlihat santai bercengkerama dan tidak sedikit yang mulai menghabiskan waktu bersama dengan kekasih mereka. Kecuali seorang gadis yang sedari tadi masih sibuk dengan laptopnya sambil memanfaatkan hot spot di area kampusnya, Tak peduli jika di depannya ada sepasang kekasih yang makin bermesraan.

“Chagy, aku harus masuk kelas dulu” ujar joongki,

“geure, nanti aku tunggu di perpus ya” balas hyunmi. Joongki pun bersiap pergi, tak lupa ia beri kecupan di kening hyunmi, rin rin hanya melihatnya sekilas dan kembali konsen pada laptopnya.

Setelah joongki pergi…

“Udah kangen-kangenannya?” Celetuk rin rin “iyaa dooong” balas hyunmi sambil nyengir lebar.

“Cish~ kalian kan ketemu tiap hari, emang gak bosen?”

“Enggak! Kau sendiri, memang kau juga tidak bosan sendiri terus?”

“M..mwo?!” Rin rin tahu maksud perkataan hyunmi, pasti sahabatnya itu akan mendesaknya untuk mencarikannya pacar.

“Rin-ah, sudah 2 tahun lebih…apa kau masih belum siap juga membuka hatimu untuk pria lain?” Tanya hyunmi dengan wajah yang serius.

Rin rin hanya diam menunduk, apa yang harus ia katakan pada sabahatnya kalau sebenarnya selama hampir 2 tahun ini ia tidak sendiri, ia bisa membuka hatinya hanya untuk seorang pria yang kini mempunyai peran penting dalam hidupnya.

“…pasti masih ada pria yang benar-benar menerima dirimu apa adanya, tinggal bagaimana kau mempersiapkan hatimu, dan hilangkan rasa traumanya” hyunmi menasihati, rin rin tersenyum kecil dan menggeleng kepalanya pelan,

“aku tahu hyunmi sayang, tapi benar, saat ini aku nyaman dengan kesendirian ini” elak rin rin, karena memang sangat tidak mungkin ia katakan yang sebenarnya meski pada sahabatnya itu.

“Aish! Ah~ atau jinyoung saja!” Seru hyunmi, dan langsung membuat rin rin melotot, “yaakk!! Jangan macam-macam kau!” Sergah rin rin,

“Dia itu baik! Aku yakin dia itu tipe pria yang setia, dan ku lihat dia itu memang berusaha mendekati dirimu…”

“Tidak! Kami hanya teman sekelompok! Tidak lebih dari itu!” Elak rin rin, karena memang merasa jinyoung memang baik padanya setelah 1 kelompok tugas.

“Tapi apa salahnya sih mencoba? Kudengar dia itu belum pernah pacaran loh!” Seru hyunmi makin giat ingin menjodohkan rin rin dengan jinyoung,

“Hyunmi-ya keumanhae…”

“Tapi rin”

“Shut!! Mending kau jodohkan jinyoung dengan hyori tuh, dia juga udah lama banget menjomblo!” Ujar rin rin asal sambil menunjuk ke hyori, teman sekelasnya yang mempunyai postur tubuh sangat subur itu,

“Aish! Itu bukan tipe jinyoung tau!”

“Apa salahnya mencoba? Udah ah, aku pulang duluan…” Rin rin bersiap pergi,

“Yah, kok pulang?”

“Aku ada janji dengan rara, bye…” Rin rin memakai tas selempangnya dan berjalan keluar kampus. Dalam hatinya ia tertawa kecil, ‘jinyoung? Dia memang baik, tapi ku harap kebaikannya itu tidak lebih dari rasa berteman…dan kalau sampai bocah itu tahu, matilah aku!’ Ujar rin rin dalam hati.

Dddrrrtt!!!

“Hmm, panjang umur dia…”

Sender : GYU

Eoddiya?

Sender : Me

Baru keluar kampus, masih latihan kah?

Sender : GYU

Hmm, membosankan! Dari td siwon hyung selalu salah gerakan terus! ƪ(‾ε‾“)ʃ

Sender : Me

Hahaa, kayak kau lancar aja dancenya!

Sender : GYU

Aish! Kau lupa kalau aku sudah d tetapkan jadi lead  dance Huh?

Sender : Me

Ya..ya..ya..cho kyuhyun LEAD DANCE sampai malam kah latihannya?

Sender : GYU

Ne…yasudah, hati-hati, jangan pulang larut malam

Rin rin tersenyum geli saat membaca sms terakhir dari kekasihnya, “tumben sekali bocah ini perhatian” ucapnya,

Sender : Me

Arra~ hwaiting 5jib! Aku menunggu comeback kalian, hohoho

Rin rin memasukkan kembali handphone ke dalam tasnya.

Tak lama kemudian sampailah ia di sebuah cafe. Suasana ramai dengan sepasang kekasih, rin rin tetap cuek melenggangkan kakinya ke pojok cafe yang lebih sepi. Seperti biasa, ia memesan cappuchino dan kembali membuka laptopnya, melanjutkan mengetik naskah

Rin rin pov

“Cappuchino dan cheese cake?” ujar waiter sambil menaruh pesananku,

“Ne, gomawo” ucapku, ku santap sedikit cheese cake yang paling enak di cafe ini. Beberapa kali aku suka mengajak kyuhyun kesini karena tempat ini aman untuk berkencan mungkin. Karena sangat jarang ada ELF kesini, itu sih setahuku.

Cafe ini banyak dikunjungi para pasangan muda yang hendak berkencan, seperti saat ini, apalagi sekarang malam minggu, makin banyak pasangan yang kencan disini.

Ddddrrrtt!!! *ra ra calling*

“Yeobseyo?”

“Eonni, disini hujan deras”

“Lalu?”

“Aku gak bawa payung”

“Ya sudah, kau pulang aja…sepertinya disini juga akan hujan, pulang naik taksi aja” ujarku

“Hmm…benar gpp kan eon…”

“Iya, gpp…Klik! Kuletakkan kembali ponsel dan jemariku mulai menari diatas keyboard laptop.

Baru saja selesai 2 paragraf…

Dddddrrrrttt !!

“Apa lagi ra?”

“Ra?”

“Kyuhyun?”

“Kau pikir siapa?”

“Haha, mian, ku kira ra ra, waeyo? Tumben menelfonku”

“Aish! Apa salah menelfon pacar sendiri?” Gerutunya kesal, aku hanya bisa menahan tawa,

“Iya~ kenapa kyuhyun pacarku? ㅋㅋㅋㅋ “

Hehehee…Kau belum pulang?”

“Belum, masih di cafe biasa, lagian juga sudah mulai hujan, jadi nunggu sampai reda saja” jelasku,

“Hmm…geure, tunggu aku setengah jam lagi, oke?”

“Mwo? Katanya kau latihan sampai malam?”

“Gak jadi, mereka punya acara masing-masing tuh

“Oh, ya sudah…” Klik! Tumben malam minggu dia bisa meluangkan waktunya, biasanya sulit sekali meluangkan waktu untuk bertemu karena kesibukannya.

Jika diingat-ingat lagi, hubungan kami memang sudah lama, hampir 2 tahun aku menjadi kekasih rahasia dari kyuhyun. Di awali dengan pertemuan yang…ya bisa dibilang tidak begitu bagus,

Saat pertama kyuhyun mengira aku ini adalah hantu. (¬_¬”) dan aku pun sama sekali tidak tahu kalau itu dia.

***

“Pokoknya aku gak mau pindah!” Seru ra ra pada eomma, aku hanya diam saja memperhatikan mereka berdebat.

“Ra, sekolah disana juga lebih bagus” eomma terus membujuknya agar mau ikut pindah ke spore,

“Eomma, sebentar lagi aku kan lulus, lagian rin eonni  boleh menetap disini tapi kenapa aku enggak?!”

“Rin rin karena udah kuliah ra…lagian sebentar lagi dia lulus dan nanti menyusul kita”

“Eomma~”ra ra terus berusaha memelas,

“Yeobo…sudahlah kalau ra ra gak mau pindah, biar nanti saja kalau dia sudah lulus” akhirnya appa mengabulkan permintaan ra ra, guratan senyum langsung mengembang di wajahnya,

“Ya~ kenapa kau malah memperbolehkannya?” Gerutu eomma kesal,

“Appa! Gomawo…eomma, aku janji nanti abis lulus bakal pindah kok” ujar ra ra sambil bergelayut manja di lengan appa,

“Aish! Kalian ini”

“Lagian kan masih ada chaerim, dan biar rin rin gak sendirian disini” lanjut appa.

Dddrrrtt!!

Ku lihat di layar handphone tertera nama jongmin oppa menelfon yang membuat wajahku langsung merah, aku langsung masuk ke kamar.

“Yeobseyo?”

“Rin-ah…”

“Ne oppa”

“Gimana hasilnya?”

“Yah, akhirnya appa mengizinkan agar dia tetap stay disini”

“Hmm…baguslah, jadi kau ada yang menemani…”

“Ne…oppa masih dimana?”

“Aku baru pulang kantor”

“Oh…oppa udah makan?”

Kami pun larut dalam obrolan seru, hingga berjam-jam. Ini sudah menjadi kebiasaanku beberapa bulan terakhir ini. Dia jongmin oppa, umur kami terpaut cukup jauh, yakni 7 tahun.

Bagaimana kami bisa kenal? Dia adalah teman dari sepupuku, dia pribadi yang dewasa, makanya aku sangat nyaman dengannya.

Aku bisa mencurahkan apa saja padanya dan dia siap menjadi pendengar yang baik. Aku menyukainya, sangat menyukainya. Meski aku tahu bahwa hubungan ini tidak akan pernah ada kejelasan. Kakakku tidak akan menyetujui jika aku mempunyai hubungan special dengannya, tapi semua perhatian yang ia berikan membuatku percaya bahwa ia ingin menjalani hubungan serius denganku hingga saat aku tahu, dia akan menikah…

“kenapa…kenapa semua harus berakhir seperti ini…” ku keluarkan semua unek-unek dalam hatiku. Aku tahu aku tidak punya hak atasnya. Perhatian yang selama ini ia berikan padaku hanyalah perhatian dari seorang kakak pada adik perempuannya. Tapi sangat wajar jika aku berharap lebih padanya.

Kim Jongmin…pria yang selama ini menjadi tempat aku menceritakan semua masalah hidupku, orang yang selalu menasihatiku dengan kata-kata bijaknya kini akan menjadi milik gadis lain. Aku tahu aku salah, harusnya aku mendengarkan kata-kata eun su eonni, teman jongmin oppa juga untuk tidak melanjutkan perasaan ini lebih jauh lagi.

“hiks…hiks…Jongmin jahaaaaatt!!!” teriakku, hari sudah larut malam. aku kabur dari rumah untuk menenangkan diri, aku menagis sejadi-jadinya. Aku masih ingat saat terakhir ia menelfonku, ku ambil handphone dari tasku dan langsung ku hapus semua sms masuk atau pun fotonya yang kusimpan diam-diam,

“huu…huuu…”

“ha…hantuuuu…” bruk !  suara seorang pria di belakangku,

‘Hantu?’ Batinku. ku balikkan tubuhku, terlihat seorang namja yang jatuh, ia memakai kaca mata hitam,

“hya! Aku bukan hantu!” ucapku kesal

“kk..kau bukan hantu?”

“yak! Aku ini manusia…” ucapku, dan kembali duduk. Ku usap air mataku, ia menyerahkan sapu tangannya padaku, “ini…” ucapnya dan duduk disampingku,

“gomawo…”

“hmm…mianh menuduhmu sebagai hantu, habis malam-malam begini kenapa kau keluar sendiri?”

“…”

“hya~ kau ini benar manusia kan?” ucapnya sedikit kesal, tapi aku tetap menangis,

“ya sudah, aku tidak mau mengganggu acara menangismu…” ujarnya lalu beranjak pergi, reflex ku tahan tangannya meminta agar ia tetap disini… “chakkaman…boleh aku minta tolong padamu?”

“apa?”

“temani aku disini…” lirihku,

“dengan syarat kau tidak menangis”

“iya…” janjiku, ia pun kembali duduk. Aku menarik nafas panjang dan menghembuskannya, “huuuuuuuft…huaaaaahhh…langitnya sangat cerah ya…” ucapku dengan mata lurus menatap langit malam,

“hmm…cuaca yang bagus” lanjutnya yang juga menatap ke atas,

“ne…ku harap esok juga akan jadi hari yang cerah”

“biar ku tebak, kau habis ditinggal kekasih menikah…” ucapnya tepat sasaran!

“kau ini peramal ya?”

“hee? Jadi benar?” ia bertanya lagi, dengan sedikit kaget, aku hanya mengangguk, “tapi dia memang bukan kekasihku…hanya hubungan tanpa status…” ucapku pelan,

“tapi…memang kau umur berapa?”

“18 tahun…”

“tapi pacarmu mau menikah?!”

“dia bukan pacarku, aku hanya dianggap sebagai adiknya…umur kami terpaut 7 tahun dengannya”

“pedofil…”

“haha…iya, dia pedofil” ucapku terkekeh pelan,

“karena tidak mau menunggumu, dia jadi menikah dengan orang lain gitu?”

“aniyo…mungkin aku hanya dijadikan pelampiasannya saat hubungannya dengan kekasihnya renggang…dan bodohnya diriku, aku mau saja mengikuti permainannya, hingga aku tahu besok ia akan menikah…” jelasku,

“jadi karena stress kau kesini?”

“hmm…”

“…tapi ini sudah malam, pulanglah, bahaya jika gadis sepertimu masih berkeliaran” ucapnya, aku terdiam lalu bangkit dari dudukku, “arra…aku akan pulang, terimakasih sudah mau menemaniku” pamitku sambil membungkukkan tubuhku padanya.

‘fighting rin-ah! Eh…tapi dia seperti…kyuhyun?!’ pikirku, yah, mungkin karena kondisiku lagi hancur seperti ini, pikiranku juga ikutan kacau, mana mungkin park rin rin dapat keberuntungan seperti itu..

***

Setelah patah hati karena jongmin oppa, aku belum menyerah dan berusaha mencari penggantinya, aku pun bertemu dengan shin, dia teman semasa sd ku dulu.

Kami dekat lagi dan kurang dari 1 bulan kami sudah resmi berpacaran. Aku berusaha untuk membuka hatiku lebih dalam lagi untuknya. Tapi lagi-lagi aku jatuh ke lubang yang sama. Saat aku mulai menyayanginya, dia pun kembali pergi dariku…

“mianhae, sepertinya aku tidak bisa melanjutkan hubungan ini lagi…” kata-kata itu pun keluar dari bibirnya, aku hanya menunduk diam, “…ku harap kau bisa menerimanya rin-ah…” lanjutnya lagi,

“…geure, selamat tinggal” putusku dan jalan menjauhinya. Perlahan air mata ini pun mengalir lagi. Aku terus berjalan ke tempat dimana aku bisa menenangkan diriku.

“hiks…hiks…kenapa? Kenapa semua harus berakhir seperti ini terus…aku lelah…aku lelah tuhaaannn…” isakku, ku tekuk kedua lututku dan terus menangis, mengeluarkan seluruh kegundahan dalam hatiku. Cinta itu menyakitkan! SANGAT MENYAKITKAN!!

Disaat kau sudah mulai menyayanginya, saat rasa sayang itu sudah muncul dan ingin memilikinya…saat itu pula dia harus pergi dari kehidupanmu…

BRAKKK!! Ku banting handphoneku yang memang hanya satu-satunya hingga pecah berkeping-keping,

“hiks…hiks…hiks…jahaa~t”

“he..heii…” kurasakan seseorang mengguncang tubuhku pelan, ku coba melihatnya meski dengan sedikit buram, “hei…kau patah hati lagi?” tanyanya, ini…suara lelaki yang waktu itu!

“n..neo…” ya tuhan…apa dia hantu? Kenapa pria yang hampir sempurna ini ada dihadapanku?!!

“iya, ini aku lagi…” ucapnya sambil tersenyum, ‘tuhan, apa aku sudah ma…ti?’ BRUKK!!

“hee?? Yaa! Bangun…hei…banguuuun !! kalau mau mati jangan disini…” aku bisa mendengar omelannya, tapi mataku sulit untuk terbuka, ini hanya mimpi kan?! HANYA MIMPI!!

Perlahan ku buka mataku dan menatapnya lagi dengan diam. “hei, jawab pertanyaanku kalau sudah sadar” ucapnya sambil melambaikan telapak tangan di wajahku, “..eh! mianh…” balasku, aku bangun dan menunduk, terlalu malu melihat wajahnya sekarang.

“jadi…pria mana lagi yang bikin kau sakit hati…”

“eh?! Kau…” aigo~ kenapa dia tahu?!!

“kau lupa denganku? Ehm…sepertinya tahun kemarin kita ketemu” ucapnya lagi,

“ta..hun…ja..jadi kau yang…”

“iya, itu aku…kenapa? Kau tidak mengenaliku?”

“mi..mianhae, k..kyuhyun-ssi…” ucapku sambil terus membungkukkan tubuhku. Jadi yang tempo hari itu benar dia, CHO KYUHYUN! Tuhaaannn…ottokhae?

“santai saja, tidak usah terlalu formal padaku” ucapnya, aku benar-benar tidak sanggup menatap wajahnya!!

“kemarin kau hanya menangis, tapi sekarang kau sampai membanting handphone-mu hingga hancur…” ucapku sambil menunjukkan kepingan ponselnya yang sudah terbagi 3 bagian.

“…”

“hya! Aku ini bicara dengan manusia kan?” gerutunya kesal,

“i…iya…tapi…”

“apa kau ELF?” tanyanya, aku hanya mengangguk pelan, “siapa bias-mu?” ia bertanya lagi, aku hanya menunjukkan telunjukku didepan wajahnya,

“kau yang pertama, kedua donghae oppa, lalu sungmin oppa, setelah itu…”

“ssst!! Aku tidak meminta kau menguruti semua bias-mu” ucapnya sedikit kesal, dia ternyata memang evil ! -__-“

“..mianhae…”

“tatap mataku…”

“eh?” aku menoleh sebentar lalu kembali menunduk. Tiba-tiba kyuhyun memegang wajahku dan memaksa untuk menatapnya, omona~ dia sempurna. *dies* “k..kyuhyun-ssi…”

“kalau orang sedang bicara tatap matanya”

“ta..tapi kalau begini aku bisa pingsan lagi” ucapku, ia melepas tangannya dari wajahku, “mianh…” ucapnya,

“gwenchana…aku malah berterimakasih padamu karena sudah mau menemaniku…”

“yah…sama-sama, lalu kenapa lagi kau kesini malam-malam?”

“…seperti biasa lagi, patah hati” ucapku sambil menatap langit malam, “dia pacarku, 24 hari yang lalu…”

“hee?”

“disaat aku mulai menyukainya dan mau menjalani hubungan yang serius, dia malah meninggalkanku… itu pun setelah kencan pertama kami…huft~ tapi memang salahku juga sih…mau saja diputuskan begitu saja” jelasku,

“sudahlah…itu sudah jadi masa lalu-mu, mungkin dia memang bukan yang terbaik untukmu” ucapnya sambil mengelus rambutku pelan, hingga membuatku tertegun.

“gomawo…kau selalu datang disaat yang tepat…” ucapku dan bungkuk di hadapannya,

“aku harus pulang, kyuhyun-ssi, jeongmal gomawoyo…” pamitku. dia hanya diam dan melambaikan tangannya. Aku berbalik meninggalkannya pergi. Seulas senyuman terukir di bibirku. Yah, mungkin tuhan memang masih baik padaku, terima kasih tuhan…

Tapi, tiba-tiba…

“HYA! Gadis aneh!” teriaknya, relfeks aku menoleh, ku lihat ia mendekati diriku, “aneh?”

“iya…siapa nama-mu? Apa mau aku panggil dengan nama ‘gadis aneh’ huh?” tanyanya, “rin rin, namaku park rin rin…” ucapku…

***

Setelah hari itu, aku bertekad untuk tidak mau jatuh cinta lagi. Takut untuk memulainya dari awal. Aku mulai merubah semua pemikiranku tentang pria. Aku masih yakin pria yang baik dan setia itu masih ada, aku yakin suatu saat tuhan pasti memberikan jodoh yang aku impikan, tapi tidak sekarang.

Banyak yang harus aku kerjakan disaat ini, serius kuliah. Itu yang harus aku lakukan. Jodoh? Itu bisa dipikirkan kapan saja. Banyak temanku yang sudah berpasangan, dan setiap berkumpul pasti mereka membawa pasangannya. Apa aku iri? Siapa yabg tidak iri melihatnya, tapi untungnya aku cukup cuek dengan hal itu.

Ada rasa trauma dalam diriku untuk jatuh cinta lagi. Beberapa kali memang aku dikenalkan teman pria oleh temanku, tapi aku takut, aku terlalu takut untuk memulainya lagi. Tidak ada yang bisa menjamin kalau dia aakn menerima dirimu kan?

“Rin-ah! Aku bingung mau mengenalkan siapa lagi untukmu!” Gerutu hyunmi, sahabatku,

“Siapa juga yang menyuruhmu, hyunmi sayang?” Ujarku dengan tangan dan mata yang masih fokus ke laptop,

“Aish! Yong itu pria yang baik! Alim lagi”

“…”

“Rin-ah, kalau kau patah hati, berarti kau siap untuk jatuh cinta lagi…itu sudah hukum alam” ujarnya. Aku diam memikirkan perkataanya. Mungkin memang benar ucapannya, tapi…entahlah, aku belum menemukan yang cocok dengan hatiku lagi.

“Hhh…ya sudahlah…pikirkan lagi perkataanku, kau juga gak mau sendiri terus kan? Ingat umurmu juga rin-ah…sudah bukan saatnya main-main” ujarnya lagi dan kemudian pamit.

Author POV

Rin rin kembali meneguk cappuchinonya. Dalam hatinya ia pun ragu, jujur ia memiliki rasa kesepian yang amat sangat. Ia menutupi perasaannya sendiri, berpikir bahwa ia bisa sendiri, ia wanita yang kuat yang bisa saja hidup tanpa ada seorang pria yang ada di sampingnya, tapi pada kenyataannya, hati kecilnya begitu rapuh. Ia membutuhkan orang menyayanginya..

Rin rin berjalan lesu keluar cafe. Jika diingat kembali hal itu, hatinya pun kembali murung dan tidak bersemangat.nSesaat ia berhenti di sebuah toko pakaian yang cukup besar dan terkenal di daerah ini. SPAO.

Ia tatap lagi replika gambar kyuhyun yang ukuran sebenarnya, yang tengah tersenyum lebar.

“…seandainya kau bisa menjadi pacarku…apa mungkin aku tidak akan sakit hati lagi?”

“Bisa saja!”

“Eh?!” Rin rin melihat kanan-kiri, mencari asal suara tersebut. “Omona! Apa patung ini bisa bicara?” Ujarnya kaget sekaligus merinding,

“Hahaaa…dasar gadis aneh” kyuhyun yang memang sedari tadi berdiri di belakang rin rin mengusap kepala rin rin pelan,

“K…kkau…”

“Apa kau sakit hati lagi?”

“Aniyo…aku sudah kapok patah hati !” Ucapnya sambil merapikan poni rambutnya,

“Hmmm…”

“Yak! Dari kapan kau ada disini?”

“Sejak kau terus memandang gambarku, yaa…aku memang terlihat tampan disitu sih” ucap kyuhyun sambil melipat kedua tangannya di dada, terlihat sangat percaya diri.

“Cish! Pede sekali kau!”

“Kenyataanya?”

“…” Rin rin hanya diam menunduk, malu.

“Lucu kali ya, kalau kita pacaran?”

“M…mwo?!”

“Oke! Mulai sekarang kita jadian” putus kyuhyun,

Rin rin hanya bisa melongo melihat tingkah pria disampingnya itu. Entah harus senang atau tidak dan apa ini mimpi atau kenyataan

Rin rin pov

Aneh memang, ku kira awalnya dia hanya bercanda dan tidak ku anggap serius, tapi setiap kami bertemu, aku mulai merasa nyaman dengannya, meski aku masih takut untuk membuka hatiku untuknya.

Tapi aku kembali yakin saat ia bicara serius padaku, meyakinkanku bahwa tidak akan sakit hati lagi. Kepercayaanku pada kyuhyun mulai bangkit. Kami pasangan yang tidak pada umumnya, kami sama-sama cuek dan jaim. Tidak seperti pasangan suju lainnya, kami sangat jarang bersikap romantis, tapi pasti adahal yang menurut orang tidak romantis, tapi menurut kami itu adalah hal romantis yang muncul sendirinya dari gaya pacaran kami.

 Aku menerima konsekuensi menjadi pacar rahasianya dan itu tidak terlalu bermasalah bagiku. yang penting, selama ia berada disampingku untuk menyayangiku tulus, itu sudah lebih dari cukup.

End of flashback

***

Pluk! Seketika kedua mataku gelap, “yak!” Ku angkat kain wool lembut yang ada di kepalaku dan tiba-tiba pria itu sudah duduk di depanku.

“Hehee…”

“Kupluk?” Kulihat kupluk warna coklat muda, “untukmu..”

“Hm…gomawo”

“Kau…betah ya disini?” Ujarnya sambil membenarkan posisi kacamata hitamnya, “wae? Memang tempatnya nyaman kok” balasku sambil membereskan laptop dan menghabiskan sisa minumanku,

“Hiiyy, cepat pergi dari sini rin-ah, menggelikan melihat pasangan disini” bisiknya, aku hanya terkekeh pelan.

Setelah semua barang masuk tas kami keluar cafe. Hujan masih turun deras, “kau naik mobil?”

“Enggak, tadi naik bus, mendingan kita jalan saja sampai terminal subway, oke?” Ujarnya, aku hanya mengangguk pelan.

Ia payungi tubuh kami berdua dan tangan yang satunya merangkul bahuku. Ku lihat wajahnya sambil senyum terus, “yak! Kenapa kau?”

“Hehe..ahni…”

“…”

“Jarang kan kita begini?”

“Hmmm…”

“Rin-ah…”

“Ne?” Ia menghentikan langkahnya, begitu juga diriku. Ia menatap kedua mataku, makin mendekatkan wajahnya, hingga aku menutup kedua mataku dan…byurrr!!! “A…aish!! YAAAKK CHO KYUHYUN!!!!”

“Ahahaaaa…wajahmu lucu! Lagian kau pikir aku mau ngapain?”

Cish! Benar2 tidak lucu! Ku pikir dia akan menciumku, tapi malah sengaja membuka payungnya dan tubuhku langsung basah. (╥﹏╥)

Ku dorong tubuhnya dan kini dia juga ikutan basah, “yaak! Rin-ah”

“Biarin! Pulang naik taksi aja!” Bentakku dan menghentikan taksi. Dasar pria tidak pernah bisa romantis! Tapi….aku menyukainya. Hehee

The end

Well ini couple ketiga, ada yang request couple ini?? Heheee.. so, who’s next couple?? Komen ya readers ku sayang~

Oh iya, sebagian besar cerita cinta diambil dari kisah nyata author sendiri dan mungkin ada reader yang udah baca fanfict first time we meet? Yap! Sebagian di ambil dari sana dan aku tambhain lagi, smoga puas yaaa…🙂

27 thoughts on “[We Are Couple] RinKyu Story

  1. momonjaa berkata:

    seenaknya aja ambil keputusan jadian sepihak.. dasar evil.hahahaaha

    mau liat chulmin couple donk saengg.. kayanya mereka mesra bgt atau minteuk boleh juga.. yah pokonya yg tua2 dulu lah hahaha😀

  2. ChapinKyu berkata:

    cieee..pengalaman pribadi yaa???haaa…
    baguss..bagus tha…lanjutin lg ya ff’a..
    ehh..kali2 nkin yg kyuhyun’a romantisssssssss abissssssss donkk!!
    tp yg kya gini mang lebih keren seyh kyu bgt ya!!haaa

    ><

  3. Chava berkata:

    -_______- Kyu…. Jadi orang kok ledek bgt ya?? Haha…
    Dikirain mau ciuman! Eh malah iseng!
    Seru… Gak sabar mau tau cerita couple yg lain… Hihi…

  4. wah lucu2…..
    baru bisa baca nih… hehehehe

    pngen baca yg nc pdhl udh dpt pw, tp lg bln puasa… hikshiks…
    abs lbaran deh bacanya… hehehe

    saya suka onnie ceritanya… lucu
    kynya emang evil couple tuh…
    kasian amad rinrin patah hati mulu…ckckckck

    klo dptnya kyuhyun mah ngga nolak deh…. hehehe

    mw lanjut baca yg laen y onn….

  5. JJFact berkata:

    cerita cintanya couple ini lebih menarik dari yang lainnya (couple2 sblumnya) ya…

    jadi pengen terus ikutin cerita pasangan ini deh~~~~~
    lanjut teerus ya eon ^_^!

  6. EunRis berkata:

    haduu~h si evil Kyu emang ya,,, g’ bisa romantis =.=”
    iseng banget si abang Kyu,,, kirain mw nyium Rin rin eh malah………

    pasangan RinKyu Daebak🙂

  7. HalcaliGaemKyu berkata:

    wah.. jd ini toh awal kisah kasih kyu-rin
    ckck.. gayanya bener2 kyuhyun bgt deh. DIJAMIN TDK AKAN PATAH HATI hahahaaaaaa…
    lucu bgt mereka
    lucu but swett dan romantis
    daebak eonni

  8. kang hae ra berkata:

    kyuhyun oppa kau memang benar-benar evil…hehehe
    tp ak suka sm keevilanmu itu, oppa adalah bias no 2 ak abis siwon oppa
    ff nya bagus, eon, ak justru lbh suka gaya pacaran model gini, ga kebanyakan gombal cowoknya😀

  9. hankimsworld berkata:

    Kyaaa>///< kyu buat rinrin malu wkwkwk~

    Gga sangka ya kyu ngajakin pacaran kyak orang ngajak maen-___-"

    Eon? Couple selanjut'a belom?? Mau hyukie donk!! :*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s