Fall Again [PG15]

I wanna fall in you again, like we did when we first met…

Bayangan hitam yang makin terlihat jelas, terus berjalan mendekatiku bagai tertiup angin. Tubuh tinggi, warna kulit yang putih pucat terlihat sangat jelas. Kedua tangannya yang besar meraih wajahku, mengusap pipiku lembut…

Ku pejamkan mataku, merasakan sentuhannya yang makin terasa nyata. Organ tubuhnya mulai menyatu dengan tubuhku, ku rasakan ketika bibirnya mendarat manis di bibirku. Hangat. Bibirnya terus diam di atas bibirku, dan tangannya yang terus mengusap pipiku lembut…

KRIIIIIIIINGGGGG!!!!

Brak! Ku lempar jam weker yang selalu menganggu di tiap pagi hariku. “hoaahhmmm…” mataku mengerjap pelan, berusaha mengumpulkan sisa nyawa yang masih bertebaran.

Kyuhyun…

‘ya tuhan…apa yang aku pikirkan hingga memimpikannya? Aku sama sekali tidak mengingatnya saat ini…’

Ku raba bibir ini lagi. Mimpi itu terlalu nyata…sentuhannya begitu nyata. Apa aku merindukannya? Tapi…

Dddrrrttt!! *jinyoung calling*

“yeobseyo?” jawabku malas,

“kau baru bangun?”

“hmm…”

“kita ketemu jam makan siang ya dan jangan lupa sarapan”

“ne, kau sudah di kantor?”

“ya, baru saja sampai, sudah dulu ya rin, aku harus mulai meeting”

“ne…” klik! Ku lempar ponselku kesembarang tempat dan beranjak ke kamar mandi.

***

“Hei! Melamun saja kau!” Ujar jinyoung yang kini sudah ada di hadapanku, *reader bisa bayangin jinyoung B1A4 ya :)*

“Ahni…hmmm, mana titipanku?”

“Ini…”ujarnya seraya memberikan 1 cup cappuchino, pesananku.

Jinyoung ini bisa dibilang teman, sahabat, kakak bahkan kekasih. Entahlah aku tidak teralu peduli dengan status hubungan kami. Yang jelas aku menganggapnya sebagai sahabatku. Sudah hampir 2 tahun ini aku kenal dengannya, berawal dari relasi kerja yang ternyata dia adalah teman satu kampusku dulu. Kami banyak memiliki kesamaan, makanya jadi cepat akrab.

Jinyoung seorang direktur muda yang sukses. Lulus kulliah ia langsung mewarisi perusahaan peninggalan median orang tuanya. Dia anak yang madiri, tapi kadang aku tahu dia sering merasa kesepian. Makanya sebisa mungkin aku menemaninya, karena dia juga banyak membantu dalam kehidupanku.

Aku tinggal sendiri di seoul, semua keluargaku tinggal di daerah terpencil di Negara ini. Untuk penghidupan lebih baik, aku merantau ke seoul dengan bekal beasiswa yang aku dapat. Dan kini untungnya aku bisa menjadi orang yang sukses, bisa menyekolahkan adik bungsu ku hingga tingkat tinggi.

“hei ! kau kenapa sih?”

“eh? Aniyo…” kembali kusibukkan diri dengan laptopku.

Tuhan…kenapa aku jadi teringat oleh pria itu lagi. Pria yang ku yakini sudah kulupakan selama 7 tahun ini. Dia…pasti sudah menemukan pasangannya, dan pastinya sudah bahagia dengan pasangannya kan?

Author POV

“kau mau langsung pulang?”

“ahni, aku harus kembali ke kantor, masih ada urusan lagi”

“geure, aku antar, ayo” ajak jinyoung seraya menarik tangan rin rin dan masuk ke dalam mobilnya. Baru beberapa meter mobilnya melaju…

CIIITT!!! Brak! “aigo!” seru rin rin ketika mobil didepan jinyoung berhenti mendadak hingga sedikit membentur bumper depan mobilnya,

Seketika beberapa orang langsung mengerubungi depan mobil jinyoung, begitu juga dengan rin rin. “omona! Ahjumma gwenchana?!” seru rin rin, melihat seorang ibu yang sudah jatuh duduk dengan lutut dan kening yang berdarah,

“yak! kenapa tidak ada yang menolong!” ujar rin rin kesal karena tak satu pun orang mau membantunya, dan hanya melihatnya saja. Ia tuntun ibu itu ke mobil jinyoung, “cepat kerumah sakit!”

“n..ne…” tak peduli kerusakan mobilnya, jinyoung langsung menuruti permintaan gadis itu yang kini duduk di jok belakang, membersihkan luka ibu itu.

“ahjumma, mianhae…mana yang sakit lagi?” ujar rin rin khawatir,

“a..aniyo…a..aku…”

“tenang ahjumma, kita ke rumah sakit ya” ujar rin rin merasa iba dengan seorang ibu yang masih ketakutan ini.

Setengah jam kemudian…

“untung hanya luka kecil saja, kau tidak perlu khawatir, dia hanya shock karena tabrakan tadi dan sudah ku beri obat penenang” jelas dokter,

“ne…gamsahamnida dok” ucap rin rin. Ia, diikuti jinyoung langsung masuk ke dalam ruang rawat. “huft~ syukurlah tidak apa-apa…tapi kenapa dia jalan sendirian begitu sih! mana anak atau cucunya?!” omel rin rin, membuat jinyoung terkekeh pelan,

“aish! kau ini…mungkin bibi ini sedang jalan-jalan rin-ah, lagian, kenapa kau terlalu khawatir begitu sih? kau juga tidak mengenalnya kan?” Tanya jinyoung,

“aku berbuat ini karena ingat ibuku, jinyoungie…”

“ne?”

“jika ibuku berada di posisinya dan tak ada orang yang mau menolong? Bagaimana perasaanmu?”

“i…iya sih…”

“berarti kau tidak punya perasaan! Hu’uh!” gerutu rin rin kesal,

Krek!

“agesshi…”

“ah, suster, apa keluarganya ada yang bisa dihubungi?” Tanya rin rin saat suster masuk dan membawa obat untuk ibu itu.

“sudah, mugkin sebentar lagi sampai…agesshi, ini obat yang harus diminum ya, berikan jika ibu itu sudah sadar” jelas suster.

“ne…algaesseumnida” balas rin rin, ia pun duduk di bangku samping tempat tidur, “youngie, kau mau pulang? Pulanglah”

“tapi kau?”

“aku akan tunggu sampai keluarganya datang, sana…”

“hmm, geure, aku pulang duluan…” pamit jinyoung dan keluar kamar.

rin rin rapikan selimut ibu tersebut. Ia perhatikan wajah ibu yang tengah tidur lelap ini. Sepertinya wajahnya sangat familiar dengannya. Ia seperti pernah mengenalnya, ia seperti…

krek! “eomma!” ujar seorang pria yang masuk sambil tergesa-gesa, tubuhnya berkeringat dan hampir ingin menagis. Ia dekati ranjang ibunya dan menatap sayang, memeriksa apa ada luka parah.

“…k…kyu…hyun…” ucap rin rin tidak percaya melihat pria yang tengah berdiri di hadapannya ini. Pria yang baru kemarin malam datang di mimpinya, kini benar-benar ada di hadapannya sekarang. “rin rin? Kau…rin rin?!” balasnya yang juga tidak percaya melihatnya.

“gomawo rin…entah kalau tidak ada kau, bagaimana nasib ibuku jika kau tidak menolongnya” ujar kyuhyun. Rin rin masih diam dan terus memandang pria yang duduk disampingnya ini. Ia telah tumbuh menjadi pria yang tampan dan gagah dengan kemeja dan jas yang ia kenakan.

“…kami baru pindah ke seoul, eomma memang ingin diajak berkeliling seoul, tapi karena kerjaanku masih menumpuk, jadi dia pergi sendiri…”

“kalian…hanya tinggal berdua? Ahjussi…”

“sudah tiada 2 tahun lalu…untungnya aku ada pekerjaan di seoul, jadi sekalian pindah kesini…”

“o..oh…ehm, aku harus pulang, semoga ibumu cepat sembuh, kyuhyun-sshi” pamit rin rin dan beranjak bangun, “ne…sekali lagi terimakasih rin-ah…” ucap kyuhyun, ucapannya tersirat seperti tidak mau rin rin cepat pergi dari sini.

Rin rin berjalan gontai keluar rumah sakit. Hari ini cukup membuatnya shock dengan apa yang baru saja ia alami. Bertemu dengan orang yang yang pernah jadi bagian penting dalam hidupnya. Pria yang mempunyai segudang charisma yang membuat rin rin sangat mencintainya. Yang membuat rin rin rela lakukan apa saja dan terus menunggu cintanya yang rin rin tahu cinta itu tak kan pernah terbalas.

Kyuhyun, pria yang ia kenal 8 tahun yang lalu. Dia sosok murid yang pintar dan cukup terkenal di sekolahnya dulu. Ia dekat dengan rin rin, bahkan sangat dekat. Sejak pertemuan pertama mereka rin rin sudah menyukainya, tapi hanya berani memendam perasaannya. Ia tidak mau merusak hubungan pertemanan yang sudah terjalin selama di SMA dulu rusak karena kyuhyun tahu perasaan rin rin padanya.

Rin rin terus memendam perasaannya hingga mereka lulus sekolah. Ia pikir kyuhyun akan melanjutkan kuliah di seoul, seperti dirinya yang mendapat beasiswa disana, tapi sayang, kyuhyun memilih melanjutkan kuliah di jepang. Perasaannya terhadap kyuhyun sudah terlanjur dalam. Ia yakin dengan semua perhatian yang kyuhyun berikan menandakan bahwa kyuhyun juga mempunyai perasaan yang sama dengannya. Sampai kyuhyun pergi dan hilang kontak, rin rin masih menyimpan perasaan untuknya, ia yakin bahwa kyuhyun akan menjadi miliknya, tapi yang ia dapat adalah kabar bahwa kyuhyun malah kembali pada seohyun, mantan kekasihnya dulu yang juga kuliah bersamanya di jepang.

Sakit hati? Sangat. Rin rin terus berusaha melupakannya tapi semakin ia berusaha melupakan, makin dalam rasa cintanya terhadap kyuhyun. Ia sadar dengan apa yang dilakukannya, mengharapkan suatu hal yang sudah tentu ia tahu sampai kapanpun tak akan pernah ia dapatkan hasilnya.

***

“fiuuhhhh…” rin rin menghela nafas berat. Pikirannya masih melayang pada sosok pria itu.

Kenapa dia harus muncul lagi tuhan? Butuh waktu bagiku untuk bisa melupakannya, tapi kenapa ia kembali hadir dalam kehidupanku? Aku sudah melupakannya… aku yakin sudah bisa melupakannya. Meski hatiku belum bisa menerima pria lain…

“rin-ah!” seru hye ri, sahabat sekaligus rekan kerjanya

“hmm…apa ada gossip baru? Siapa lagi yang jadi korban gosipmu hah?” ucap rin rin malas, ia kembali menyibukkan diri dengan setumpuk laporan yang harus ia selesaikan.

“aish! kita bakal kedatangan bos baru loh!” ucapnya senang,

“hee? Yang akan menggantikan jungsoo sajangnim?”

“yap! Katanya sih masih sangat muda, dan tampan! Hahaa…”

“siapa namanya?”

“molla. Aku belum tahu, hanya dengar dari bagian personalia saja, sudah ya! Nanti kita lanjutkan saat makan siang” ujar hye ri lalu kembali ke meja kerjanya.

***

“rin rin-sshi, ke ruang rapat sekarang”

“ne, sajangmin” rin rin ambil agendanya dan segera ke ruang meeting untuk penyambutan bos barunya yang akan menggantikan jongsoo, pimpinan sebelumnya yang akan dimutasikan ke china.

“selama saya dimutasikan ke china, aka nada saudara kyuhyun-sshi yang akan mengambil alih pimpinan disini, dia …”

Deg! Rin rin hanya diam mematung, mungkin ini adalah shock therapy untuk hari ini. Percaya atau tidak, ia kembali bertemu dengan pria itu dan kini malah menjadi atasannya.

“mohon kerjasamanya, selama di perusahaan ini” ucap kyuhyun sambil membungkuk. Setelah perkenalan selesai, rin rin langsung keluar ruang rapat demi menghindari kyuhyun. Meski nantinya kyuhyun pasti tahu keberadaannya.

“rin-ah! Boss kita…”

“aku tahu…aku tahu hye ri-ya” ucap rin rin lesu, ia kembali ke ruang kerjanya, diikuti hye ri.

“rin-ah, gwenchana?”

“gwenchana…hanya butuh sedikit waktu untuk beradaptasi dengan…dengannya” ucap rin rin. Hye ri hanya bisa mengusap punggung rin rin pelan, berusaha menenangkan sahabatnya. Ia tahu betul perasaan rin rin saat ini. Meski rin rin selama ini bilang bahwa sudah melupakan kyuhyun, tapi hye ri yakin, tak semudah itu menghapus kyuhyun di hatinya. Cintanya untuk kyuhyun terlalu besar hingga sulit dilupakan.

***

“Rin rin?”

Deg!

“N…ne…?”

“Kau…kerja disini?” Tanya kyuhyun sedikit terkejut, saat tidak sengaja berpapasan masuk lift.

“Ya…begitulah…sajangnim”

“Ya tuhan, ternyata aku bos mu?haha…”

“Ehehee…” Tawa rin rin garing, seketika ia terdiam melihat tawa lepas kyuhyun, senyum di bibirnya yang tidak pernah berbuah dari dulu.

Ting !

“Aku duluan kyuhyun-sshi…”

“N..ne…ah! Rin-ah, lain kali mau makan siang denganku?” Aja kyuhyun sebelum rin rin keluar lift,

“Hmm…ne, sajangnim…” Ucap rin rin dan berlalu.

Sejak kyuhyun tahu bahwa rin rin adalah karyawannya, ia terus memperhatikan gadis itu. Hanya itu yang bisa ia lakukan, karena kyuhyun tahu sudah ada pria lain yang ada disamping gadis itu.

“Eomma masuk duluan aja ya, ada barang yang tertinggal” ucap kyuhyun. Ibunya pun masuk ke sebuah restoran yang cukup mewah,

Baru saja ia mau duduk, tidak sengaja ia melihat sosok gadis yang dulu menolongnya. “Chogiyo…kau…”

“A…ahjumma?!” Kejut rin rin saat ibu kyuhyun menghampirinya,

“Ternyata benar itu kau”

“Ahjumma sehat? Apa masih ada yang sakit?” Tanya rin rin khawatir,

“Aku sudah sembuh, aku sangat berterima kasih denganmu…” Balas ibu kyuhyun sambil mengusap pipi rin rin lembut,

“Itu memang sudah kewajibanku…ahjumma sendirian lagi?”

“Ahni, itu dia…” Tunjuknya pada kyuhyun yang baru masuk, “kyu…hyun…”

“Kau mengenalnya?”

“Ne? Ah~ dia ternyata atasanku…”

“Loh rin rin?”

“Annyeong sajangnim” ucap rin rin sopan sambil sedikit membungkuk, baru saja kyuhyun ingin bertanya, jinyoung sudah muncul disamping rin rin,

“Ayo rin-ah…”

“Eh! Ne…ahjumma, kyuhyun-sshi, aku duluan…annyeonghasseyo” pamit rin rin, kyuhyun hanya bisa melihat kepergiannya dengan kecewa.

“Kyunnie…”

“Ah! Ayo duduk eomma…”

“Kyunnie…kau menyukainya?” Tebak ibu kyuhyun, kyuhyun terkekeh pelan, “aniyo eomma…” Elaknya,

“Ya~ 24 tahun eomma merawatmu kyunnie, eomma tahu betul siapa anak eomma” ujar ibu kyuhyun, pria itu hanya tersenyum. Dalam hatinya pun masih mempertanyakan apa ia masih mencintai gadis itu? Gadis yang dulu ia tinggalkan begitu saja tanpa alasan, membohongi perasaannya bahwa ia menyukai rin rin.

***

“Jadi dia bos barumu?” Tanya jinyoung, tersirat nada cemburu,

“Hmm…” Balas rin rin tidak bersemangat sambil memandang jalanan di luar. Jinyoung meliriknya sekilas dan menghela nafas berat, “kapan kau akan cari pasangan?”

“…ne?”

“Harusnya diumurmu yang sekarang, kau sudah punya pasangan dan bahkan mempersiapkan pernikahan” jelas jinyoung, rin rin hanya diam menunduk.

“Rin-ah…”

“…lalu apa yang harus aku lakukan?”

“Ya cari pasangan lah…”

“Tidak berniat…” Balas rin rin singkat,

“Oke, kalau kau memang tidak mau mencari, berarti kau harus menikah denganku” putus jinyoung,

“Mwo?! Kau gila?!” Ujar rin rin kaget. Jinyoung tersenyum kecil, ia tepikan dahulu mobilnya dan kembali menghadap rin rin.

“Apa salahnya sih kalau kita menikah? Kau sendiri, aku pun sendiri…”

“Ya~ jinyoung-ah…”

“Jujur aku memang menyukaimu rin-ah, hanya kau gadis yang sangat dekat denganku…wajarkan jika aku menyukaimu…” Jelas jinyoung, rin rin hanya diam. Tak pernah terpikir olehnya untuk bisa menyukainya.

“Kau…serius?”

“Untuk hal seperti ini aku tidak pernah bercanda…”

“…aku…bisakah kau beri aku waktu untuk memikirkan ini?”

“Aku tahu kau memang belum menyukaiku…tapi aku akan menunggu sampai kau siap” balas jinyoung.

Semalaman rin rin memikirkan lamaran jinyoung atas dirinya. Rasa suka itu memang pasti ada, tapi untuk mencintainya? Mungkin akan sulit. ‘Jinyoung-ah…apa jodohku adalah dirimu? Aku tidak pernah berpikir untuk mencintaimu…’

***

“Rin?”

“Hmm…”

“Kenapa lagi kau? Tidak bersemangat sekali…” Ujar hye ri yang langsung duduk di deoan meja kerja rin rin. “…hye ri-ya, jinyoung mengajakku menikah”

“Mwo?! Trus kau terima?”

“Belum aku jawab…”

“Ya tunggu apalagi rin-ah? Dia itu mencintaimu…”

“Tapi tidak denganku…”

“Apa kau masih mengharapkannya?” Tanya hye ri, rin rin hanya diam. “Sudahlah rin-ah…lepaskan dia, meski sekrang dia ada di dekatmu, tapi bukan berarti dia memilihmu kan?” Jelas hye ri. Rin rin masih diam termangu, “pikirkan lagi lamaran jinyoung, sebelum kau benar-benar menyesal”

“…tapi aku tidak mau menjadikannya pelarian”

“Kau bisa mencintainya, seiring waktu berjalan, kau pasti bisa…”

“…arraseo…” ucap rin rin murung dan segera mengambil tasnya. “Ya, mau kemana?”

“Menenangkan pikiran…kalau bos tanya bilang saja aku ada perlu” ucap rin rin dan keluar ruangannya.

Di lain tempat. Kyuhyun yang sedari tadi hanya diam melamun dengan memegang sebuah foto dirinya saat 17 tahun dan seorang gadis yang tersenyum bahagia disampingnya.

‘Seandainya masih ada kesempatan kedua rin-ah…apa kau mau menerimaku?’ Batin kyuhyun.

Krek!

“Sajangnim”

“N…ne?” Ujar kyuhyun kaget dan berusaha menyembunyikan foto tersebut,

“Rapat akan dimulai…” Ucap hye ri, yang menjadi sekretarisnya,

“Ne…” Kyuhyun mengambil iPad miliknya dan bergegas keluar diikuti hye ri di belakangnya, tak sengaja suatu kertas pun jatuh dari tangannya,

“Eh! Sajangnim ini…rin rin?” Ujar hye ri heran melihat foto sahabatnya yang ada di genggaman kyuhyun, “ah, I…ini…”

***

Rin rin duduk lesu di salah satu bangku taman di sungai han. “Eomma…apa yang harus aku lakukan…” Lirihnya,

Kau bisa mencintainya, seiring waktu berjalan…

Kata-kata hye ri terus terngiang di pikirannya. Sejak dulu ia tahu cintanya tidak akan terbalaskan, tapi ia terus membohongi perasaannya sendiri…

Dddrrrttt!! *jinyoung calling*

“Yeobseyo?”

“Neo eoddiya?”

“Kantor…” Ucapnya bohong,

“Sudah makan?”

“Hmm…….youngie-ya…”

“Ne?”

“Boleh aku jawab tawaranmu waktu itu?”

“Bo…boleh…”

“…aku…ajari aku untuk bisa mencintaimu…” Ucap rin rin pelan,

“M…mwo?! Rin-ah…aku janji, aku janji akan buatmu cinta padaku…gomawo rin-ah, jeongmal gomawoyo…” Ujar jinyoung senang, sedangkan rin rin hanya tersenyum kecil.

***

Drap ! Drap ! Drap !

Kyuhyun terus berlari sekencang-kencangnya. Di pikirannya terus terngiang perkataan hye ri. Rin rin mencintainya, begitu pun dengannya yang masih memendam perasaan pada gadis itu. Ia pun diliputi rasa bersalah pada rin rin. Menyesal mengapa ia tidak mengatakan dari dulu bahwa ia mencintainya…

Sungai han…

“Aku melepasmu…aku ikhlas melepasmu kyu…” Lirih rin rin seorang diri, di tangannya menggenggam erat foto saat mereka masih di bangku SMA dulu. Bulir air mata pun mengalir perlahan di wajah putih pucatnya.

Ia menerima pinangan jinyoung, itu artinya tak ada harapan lagi untuk kyuhyun, bukan tidak ada, tapi tidak akan pernah ada.

Ia bangkit dari duduk dan berjalan meninggalkan tempat itu, sampai…

Grab !!

“Saranghae…”

“…k…kyu…”

“…aku akan terus mengatakan bahwa aku mencintaimu…aku…aku mencintaimu sejak dulu aku mengenalmu…aku akan mengatakan ribuan kali bahwa aku mencintaimu…park rin rin…” Ujar kyuhyun sambil berusaha mengatur nafasnya. Ia peluk erat gadis mungil di hadapannya yang bergetar menahan tangis. “Hiks…kyu…hiks…”

Kedua tangannya perlahan membalas pelukan kyuhyun hingga tangisnya benar-benar pecah. Entah ia harus bahagia atau sedih, mengingat pinangan jinyoung yang telah ia terima…

“Mianhae rin-ah…aku memang seorang pengecut, butuh waktu 5 tahun lamanya untuk ungkapkan perasaanku…mianhae…mianhae…telah membuatmu terus berharap selama ini…” Jelas kyuhyun yang membuat rin rin makin tidak bisa berkata-kata dan hanya bisa menangis.

***

Kyuhyun terus memandang sayang gadis yang kini tengah terlelap dalam dekapannya. Kadang ia singkirkan beberapa helai rambut yang menutupi wajah kekasihnya.

“Euhhmmm…” Rin rin menggeliat pelan saat jemari kyuhyun menggelitik lehernya,

“Masih belum puas tidur kah?” Ucap kyuhyun,

“Capek…tubuhku seperti remuk habis di pukuli…” Rajuk rin rin, kyuhyun malah terkekeh pelan,

“Haha…mianhae, apa permainanku tadi terlalu kasar?”

“Molla…inikan pertama bagiku…” Ujar rin rin sambil membenarkan posisi selimut yang membaluti tubuh polosnya,

Sejenak ia kembali merenung, kini ia memang kekasih kyuhyun tapi…ia pun juga sudah menerima pinangan jinyoung.

“Ada yang kau pikirkan?” Ucap kyuhyun merasa aneh dengan sikap rin rin. Rin rin bangun dari tidurnya membelakangi kyuhyun, “…aku menerima lamaran jinyoung…sesaat sebelum kau datang tadi…” Ucap rin rin pelan,

Kyuhyun pun bangun dan memeluk gadisnya dari belakang, menaruh dagunya di bahu rin rin sambil sesekali mencium bahu polosnya,

“Apa yang harus aku lakukan? Aku menerima pinangannya karena keputus asaanku pada cintamu…yang mungkin tidak pernah terbalaskan…” Jelas rin rin, kyuhyun makin mengeratkan pelukannya, “mianhae…harusnya aku tahu, harusnya aku berani mengatakan ini padamu…”

“Masalahnya hanya waktu kyu…jika memang harus berandai-andai…kenapa tidak sejak dulu saja aku mengatakan perasaanku sebenarnya padamu…” jelas rin rin murung, kyuhyun menarik wajah rin rin dalam pelukannya erat, “jika memang harus aku merebutmu dari tangannya, aku akan lakukan rin-ah…” janji kyuhyun. Ia tarik lagi wajah rin rin dan kembali mendaratkan ciuman di bibir gadis itu.

“Kau tidak menyesal atas apa yang telah terjadi sekarang kan?”

“Ahni…semua yang ada dalam diriku sudah kuserahkan padamu…dan hanya padamu…”

***

Harusnya setelah ia tahu kyuhyun juga mencintainya, ia senang. Tapi masih ada hal yang mengganjal di hatinya. Jinyoung memang baik, tapi jika jinyoung tahu hal yang sebenarnya, apa pria itu masih bisa bersikap baik padanya? Atau malah melepasnya begitu saja?

“jinyoungie, kita mau kemana?” ujar rin rin,

“rumah baru kita…kau tidak suka tinggal di rumah besarku kan? jadi nanti setelah kita menikah, kita akan tinggal disini…nah! Sampai, ayo turun” jinyoung mematikan mesin mobilnya dan bergegas keluar, rin rin hanya mengikutinya malas dari belakang.

Sesampainya di apartemen baru…

“ta-da~ otthe? Kau suka?” rin rin melihat ke seluruh penjuru ruangan yang masih kosong, kaca lebar dan tembus pandang di bagian depan apartemen menyajikan pemandangan kota seoul yang indah. “indah…”

“aku yakin kau pasti suka…” ujar jinyoung sambil merangkul rin rin. Gadis itu hanya tersenyum miris. Apa ia akan tetap menjadi milik jinyoung, atau kyuhyun?

Malam harinya…

Ddddrrtrtt!!

“ne…arraseo eomma…aku segera pulang..ne…” ucap kyuhyun malas, ia beranjak dari duduknya dan menghampiri rin rin yang masih di dapur, memeluknya dari belakang. “pulanglah kyu, kasihan ahjumma sendirian” ujarnya, tapi kyuhyun makin mengeratkan pelukannya,

“hmm…baru saja aku bertemu denganmu…”

“aish! kenapa kau jadi begini sih? biasanya ibumu yang selalu jadi nomor 1?”

“aku hanya kangen…dan…mau menghapus sidik jari pria itu dari tubuhmu” rajuk kyuhyun sedikit cemburu,

“mwo?! Memang aku sudah melakukan apa sama jinyoung?” rin rin membalik tubuhnya dan mengalungkan kedua tangannya di leher kyuhyun,

“dia terus memeluk dan menggandeng tanganmu kan seharian ini?!”

“kau…mengikuti kami?”

“hei, aku ini juga boss mu, jadi aku harus tahu kemana karyawanku pergi”

“hahaa…kau cemburu?” Tanya rin rin, kyuhyun diam tidak menjawab, ia malah mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir rin rin yang langsung disambut oleh gadis itu.

“Sangat cemburu!” Ucap kyuhyun dan kembali melumat bibir rin rin.

Pelukan kyuhyun makin erat di pinggulnya dan makin memojokkan rin rin ke dinding dapur. Kedua tangan rin rin memeluk leher putih kyuhyun erat. “ehmm…euhmm…” kyuhyun memanjakan lidahnya di dalam relung mulut rin rin. Tangannya mulai bergerak bebas menyelusup masuk ke dalam kaos rin rin, hingga…

“stoph…hhh…hhh…” rin rin mendorong bahu kyuhyun, “waeyo? Apa karena pria itu kau jadi tidak mau menciumku lagi?”

“ya~ bukannya begitu, tapi kalau dilanjutkan kau tidak akan pulang!” gerutu rin rin kesal, ia usap bibirnya yang telah basah dan merah karena ciuman kyuhyun,

“hehehe…arraseo, ku tagih besok di kantor” kyuhyun meraih jaket dan kunci mobilnya lalu beranjak keluar dengan diikuti rin rin dibelakangnya, “hati-hati, salam untuk ahjumma” ucap rin rin, kyuhyun kembali tersenyum dan memberi kecupan hangat di bibir gadisnya. “annyeong chagiya”

“ne~ annyeong yeobo” balas rin rin. Ia masih mematung di depan pintu hingga kyuhyun pergi.

“tuhan…izinkan aku bersamanya…berikan aku satu kesempatan lagi tuhan…aku ingin dia yang menjadi pertama dan terakhir untukku…aku mencintainya…hanya dia yang aku cintai…” lirih rin rin, perlahan air mata pun mengalir dari kedua pelupuk matanya.

***

“rin-ah, ayo keluar…kau masih betah di depan komputer itu?” gerutu kyuhyun kesal, sudah hampir setengah jam ia menunggu di ruangan rin rin, mengajak kekasihnya itu makan siang.

“sebentar lagi selesai bos, lagian laporan ini harus aku serahkan padamu hari ini juga kan?” ujar rin rin masih focus pada komputernya,

“okay, untukmu aku beri kelonggaran, jadi sekarang kita makan! Khaza”kyuhyun menarik tangan rin rin, gadis itu hanya tersenyum kecil dan mau tidak mau menuruti kemauan kekasihnya itu.

“arra~ mau makan dimana kita?”

“jjangmyeon”

@restaurant

“ternyata makanan favoritmu tidak berubah ya” ujar rin rin sambil asik menatap kyuhyun yang tengah melahap jjangmyeon,

“kau masih ingat?”

“keurom…aku masih ingat semua hal tentang dirimu, kyu…” ucap rin rin jujur, “gomawo rin-ah…”

“hem, for what?”

“for everything…meski telat, tapi aku mau kita mulai lagi dari awal, buat aku makin mencintaimu, dan yakin kau terakhir untukku…” ucap kyuhyun membuat rin rin hanya terdiam. Senang namun hatinya bimbang, masih ada 1 hal yang mengganjal dihatinya, yakni jinyoung…

“kau mau kan?” Tanya kyuhyun,

“how can I refuse, cho kyuhyun? Tapi…masih ada 1 hal yang harus aku selesaikan…”

“ahni, aku dan kau yang akan menyelesaikannya” putus kyuhyun.

***

“sampai…”

“mampir kah?”

“hmm, mau, tapi, yaa kau tahu lah, eomma sudah menunggu dirumah”

“haha, arra, sampaikan salamku untuknya ya”

“pasti! Hehe…eh! Chakkaman”

“wae?” chu~ kyuhyun mengecup bibir rin rin kilat, “aish! kau ini”

“hehe…annyeong…”

Baru saja rin rin masuk ke dalam apartemennya, jinyoung menghubunginya…

“yeobseyo?”

“kau dimana?” Tanya jinyoung sedikit ketus,

“a…aku baru sampai dorm”

“seharian ini kemana saja?”

“di kantor, tadi banyak laporan yang menumpuk” ucap rin rin bohong, dan berharap jinyoung percaya.

“oh!”

Ting tong!

“chakkaman, ada ta..mu…kau…” klik! Jinyoung memutuskan telfonnya dan menatap dingin rin rin. “jinyoung-ah…”

“kenapa kau kaget? Wajarkan jika aku kesini?” ucap jinyoung sambil berjalan pelan masuk kedalam apartemen rin rin,

“n..ne…ma…masuklah” ucap rin rin gugup, baru saja ia berbalik, lengannya langsung ditarik jinyoung, “akh! Jinyoung-ah…appeun…”

“sakit? Rasa sakit ini belum ada apa-apanya dengan rasa sakit hatiku rin-ah!” bentak jinyoung,

“y..youngie…”

“JANGAN SEBUT AKU DENGAN NAMA ITU! Kau tahu kesalahanmu kan?! kau sadar kan?!”

“aku…aku…”

“tidak kah kau tahu dalamnya cintaku padamu?” lirih jinyoung, kedua matanya merah, hatinya bagai tersayat pisau tajam melihat gadis yang amat dicintainya bermesraan dengan lelaki lain,

“jinyoung-ah…aku…bisa jelaskan semua…”

“apa lagi?! Kau bilang kau sudah melupakannya rin-ah, tapi apa?! APA KAU TIDAK INGAT INI?!” jinyoung menarik tangan rin rin, memperlihatkan cincin yang masih terpasang di jari manisnya,

“hiks…hiks…aku tahu aku salah…aku yang berkhianat padamu, berkali-kali aku berusaha melupakannya, tapi aku sadar…aku tidak akan bisa melupakannya…aku mencintainya…” lirih rin rin, ia berlutut dihadapan jinyoung, “mianhae jinyoung-ah…jeongmal mianhae…hiks…ku mohon lepaskan aku…untuknya…” mohon rin rin. Jinyoung mengepal kedua tangannya emosi, “dua hari lagi kita menikah!” putusnya,

“jinyoung-ah…”

“kau tidak akan bisa lepas dariku rin-ah! Kau milikku! Hanya kau” ucap jinyoung dingin dan beranjak meninggalkan rin rin,

“kau tetap tidak melepasku meski kini aku tengah mengandung anaknya?!”

“…aku tidak peduli semua itu! Dan kau tidak pernah bisa lari dariku”

BRAK!

“hiks…andwae…andwaeeee…hanya dia…hanya dia yang aku cintai…” isak rin rin makin kencang.

***

Dua hari kemudian, Kediaman kyuhyun…

“kyunnie…ada…undangan” ucap ibu kyuhyun,

“undangan apa eomma?”

“ini…kenapa rin rin malah menikah dengan orang lain?” ucap ibu kyuhyun sedih, kyuhyun meraih undanganya yang sengaja dikirim jinyoung untuknya. Hingga kini ia pun tidak tahu bagaimana kabar rin rin, ia sulit dihubungi dan ditemui.

“aku…pasti berjodoh dengannya kan eomma?”

“kyunnie…eomma hanya mau dia yang jadi menantuku, bawa dia kerumah ini…” pinta ibu kyuhyun, ia peluk wanita yang amat ia cintai di dunia ini, “aku janji eomma…aku akan membawanya kerumah ini” janji kyuhyun. Meski ia tidak yakin dengan ucapannya sendiri.

***

“agesshi…tuan muda menyuruh anda memakai gaun ini” seorang pelayan masuk kedalam sebuah kamar. Gadis yang selama dua hari ini hanya duduk diam melamun di tempat tidur terlihat seperti mayat hidup. Jinyoung memaksanya untuk tinggal di rumah besarnya, takut rin rin akan kabur darinya. Rin rin paham perasaan jinyoung, dia telah membuat pria itu jatuh cinta setengah mati padanya, sedangan hatinya hanya untuk kyuhyun seorang.

Kini yang bisa ia lakukan hanyalah berharap pada suatu keajaiban, jinyoung melepasnya untuk kyuhyun…

“agesshi…” ucap pelayan itu sekali lagi, rin rin hanya melihat lesu gaun indah yang ada di hadapannya, “…biar aku pakai sendiri…” ucap rin rin,

Setengah jam kemudian…

“apa dia sudah siap?”

“ne, sajangnim…” ucap pelayan, jinyoung masuk ke kamar rin rin, dilihatnya gadis itu menunduk murung dengan gaun pengantin yang ia kenakan.

“aku yakin masih ada cinta untukku…” ucap jinyoung, ia tarik tangan rin rin agar berdiri di hadapannya, “kenapa kau seyakin itu?” Tanya rin rin lesu,

“entahlah…mianhae, atas dua hari ini…aku begini karena tidak mau kehilanganmu rin-ah…kau sangat berarti bagiku…” jelas jinyoung, perlahan ia kecup bibir rin rin lembut, membuat air mata rin rin kembali mengalir. Jinyoung terlus melumat bibirnya yang sama sekali tidak merespon ciuman jinyoung. Kyuhyun. Hanya pria itu yang kini ia harapkan ada disampingnya.

“hapus air matamu atau aku akan berbuat lebih kasar lagi rin-ah…” ancam jinyoung dingin dan keluar dari kamarnya, “…rapikan penampilanmu, ku tunggu di bawah” lanjutnya,

BRAK!

“kyuhyun…hiks…kyu…aku membutuhkanmu…hiks…hanya kau…hanya kau…”

***

Kyuhyun sampai di rumah mewah milik jinyoung. Sepi. Tak ada tanda-tanda akan dilakukan pernikahan disini.

“chogiyo…apa benar akan ada pernikahan disini?” Tanya kyuhyun pada salah satu pelayan yang ada disana,

“benar, tapi hanya sedikit yang datang, silahkan masuk, acara sebentar lagi akan dilaksanakan” ucap pelayan dan mengajak kyuhyun kesebuah ruangan yang telah disulap menjadi altar kecil, kyuhyun melihat kesekeliling, hanya ia tamu yang baru datang, merasa sedikit aneh dengan acara ini.

“apa baru aku yang datang?”

“mungkin…” balas pelayan dan pergi dari tempat tersebut.

“selamat datang kyuhyun-sshi” ucap seorang lelaki di ujung pintu, jinyoung.

“apa maksud dari semua ini? Dimana dia?!”

“kau mencari pengantinku?!”

“lepaskan dia!”

“hei, jaga bicaramu kyuhyun-sshi, dia telah menerima lamaranku yang artinya dia sudah jadi milikku…kau yang merebutnya dariku!”

“sejak dulu rin rin hanya mencintaiku!”

“oh! Kalau kau tahu sejak dulu dia mencintaimu kenapa tidak kau balas perasaannya?! Kenapa harus menunggu sekarang?! Kemana kau saat dia mengharapkanmu Hah?!” ujar jinyoung, meluapkan emosinya, kyuhyun diam, berusaha menahan emosinya.

“3 tahun aku mengenalnya, saat dia susah aku selalu ada disampingnya, berharap dia bisa mencintaiku…tapi apa yang aku dapat?! Dia masih memilihmu!” lanjut jinyoung makin emosi.

“aku memang salah telah meninggalkannya…tapi kini aku tidak akan melepasnya, dia hanya milikku!” kyuhyun tidak mau kalah.

“kau…” BUGH!! Jinyoung melayangkan kepalan tangannya ke pipi kyuhyun hingga ia jatuh tersungkur,

“cish~ kau yang memulai…oke” buk!! Tidak terima kyuhyun membalas pukulan jinyoung dan keduanya langsung terlibat perkelahian hebat,

“kyuhyun! Jinyoung hentikan!” teriak rin rin saat turun melihat kedua bergulat. Pakaian mereka penuh bercak darah karena pukulan masing-masing, “dia miliku!!” desis jinyoung,

“dia mencintaiku!” balas kyuhyun tak mau kalah,

“yak! hentikan!!” teriak rin rin berusaha melerai, emosi jinyoung makin meluap, hingga tak sengaja mendorong rin rin kencang hingga tubuh rin rin jatuh duduk, “AKH!!”

“rin-ah!” seru keduanya, lihat jinyoung sedikit lengah, kyuhyun langsung beralih ke rin rin yang merintih kesakitan, “akh! Pe..perutku…hhh…sakiithh….”

“rin-ah, mana yang sak…da…darah…” kejut kyuhyun melihat gaun bagian bawah rin rin terdapat bercak darah,

“sakiithh…” lirih rin rin sambil meremas baju kyuhyun, menahan sakit yang amat sangat di bagian perut bawahnya, jinyoung hanya diam memperhatikan dari jauh, merasa bersalah dan makin sakit hatinya saat kyuhyun mengendong dan membawanya keluar.

Seoul Int. Hospital…

Gadis itu terlihat lemah tak berdaya. Selang infuse terpasang di pergelangannya. Tidak ada yang tahu kalau ia benar-benar hamil. Ia pun tidak menduga ancaman untuk jinyoung dulu memang benar. Ia hamil dan itu anak kyuhyun.

“kyunnie…”

“eomma…”

“kenapa bisa begini?” ujar ibu kyuhyun khawatir,

“panjang ceritanya eomma…tapi kini…bayinya memang tidak bisa diselamatkan, ia terjatuh dan mengalami pendarahan” lirih kyuhyun sambil menatap gadis itu yang masih terpejam. “ya tuhan…lalu pernikahannya?”

“…aku titip rin rin dulu eomma…masih ada yang harus aku selesaikan…” ujar kyuhyun lalu keluar ruangan, menemui pria yang sedari tadi hanya duduk sambil menundukkan kepalanya,

“ikut aku” ucap kyuhyun dingin,

“aku melepasnya…” lirih jinyoung masih menunduk, “mwo?!”

“aku sadar dia memang tidak pernah bisa mencintaiku…terlebih lagi…dengan apa yang tadi aku lakukan padanya…” jelas jinyoung, ia berajak bangun, “sampaikan permintaan maafku padanya…berjanjilah kau akan tetap mencintainya, jika aku tahu kau meninggalkannya lagi, aku akan merebutnya kembali…camkan itu…” lanjutnya lalu pergi meninggalkan kyuhyun yang masih berdiam diri.

Krek! “kyunnie, dia sudah sadar…temui dia” ujar ibu kyuhyun, “n..ne eomma…”

“eomma tunggu di luar ya…” ucap ibu kyuhyun. Kyuhyun pun masuk dilihatnya rin rin telah sadar, meski masih sangat pucat.

“hei…”

“…kyu…” kyuhyun membelai rambut rin rin sayang dan mencium telapak tangan gadis itu, “mianhae…aku tidak tahu…”

“sstt…mungkin memang belum waktunya rin-ah…kelak waktu itu akan datang lagi…”

“jinyoung…dia…”

“dia minta maaf padamu, gwenchana rin-ah…semua sudah selesai…kini, hanya kau dan aku…” ucap kyuhyun,

“janji tidak meninggalkanku lagi?”

“janji…aku tidak mau mengulangi kesalahan itu lagi…” ucap kyuhyun. Senyuman pun kembali menghiasi wajah murung rin rin. Inilah kebahagiaan yang ia cari. Tak peduli harus menunggu kyuhyun hingga bertahun-tahun, karena akhir kisah cintanya akan tetap bersambut.

The End

well, ff ini udah d publish di twins nc, berniat buat full skinship tapi kyknya gak kesampean, hehehee… yasudlah, aku open aja..🙂 ada yang nunggu GET MARRIED 4 ?? sabar yaa, mungkin lebaran kedua baru bisa aku posting, mian banget kelamaan lanjutannya, karena aku lagi sibuk banget, kmarin2 masih msk kerja dan sekarang aja baru bisa ol, so tunggu saja yooo..🙂

39 thoughts on “Fall Again [PG15]

  1. Chava berkata:

    Yah… Keguguran…. Jinyoung jadi nyeremin pas gak mau lepasin rin rin…
    Bikin sequelnya dong.. Heheh…
    Get married-nya di tunggu ya… Aku dah gak sabar pengen baca hehe

  2. addadeh berkata:

    wahh. . . Lega deh. Akhir.ny sm kyu jg akhir.ny *ribet bgt bhasa.ny
    Rin rin sabar bgt y nungguin kyu bertaun”. Saluuutt dah
    ._.

  3. i<3hankyung4ever berkata:

    Ceritanya menegangkan sekali… haha
    Eon ff yg scary job at museum fatahilah sm love story ada lanjutannya gak? klo ada lanjutin dong.. aku penasaran nih sm ceritanya
    Gomawo😀

    • waaha, yg scary job itu ade aku yang lanjutin, udah setengah sih, tapi masih ragu buat lanjutin, takutnya garing,
      kao love story rencama mau lanjutin, tp blum tahu kpn bisa publish tunggu aja yaa..🙂

      • i berkata:

        bilang ke adeknya dong lanjutin aja yg scary job itu, sumpah ceritanya kocak tau,
        please yaa..
        gomawo🙂

  4. bingo! baru semalem diimpi2n besokny lgsg ktemu heee.. daebak trus jinyoung saking cintanya y ama rinrin ampe disekap 2 hari gitu..
    kasian rinrin
    bagus eonn nan jhoa ^

  5. hwayoung berkata:

    kyu yg romantis ^^
    suka deh.. Hehehe
    jinyoung kok jd ngeri gtu si
    ga mau lpasin rinrin
    smp rinrin’a kguguran
    tp mgkin emang lum saaty mrk pnya anak
    ayo kyu~rinrin buat lg..

  6. Hyaaa!! cho kyuhyun!!! napa sampe ngehamilin anak orang sebelum nikah??!!

    aigoo.. konfliknya. g nyangka jinyoung keras kepala sampe segitunya. ckckck
    kyuhyun pabo. kenapa baru bilang cinta sekarang? tapi bagus sih, jd aku g setress(?) banget.
    denger dia cerita di strong heart masalah dia ditolak dlm waktu 3 menit, udah cukup bikin retak hatiku.. ampuuun dah ni anak. untung ditolak😄
    agassi, dirimu pengertian sekali hohoho *ketawa setan

    bentar lg ya, get married-nya?
    iya, gak papa thor. berhubung lebaran, jadi saya maafkan (hehhee peace ^^v)

  7. momonjaa berkata:

    emang mau dihalangi cobaan kaya gimana juga tetep aja rin rin jadinya sama kyu..
    udah mau nikah eh direbut balik..
    udah jodoh udah deh.. jangan deket2 sama yg lain rin :p

  8. *bru komen dsini, tp udh baca di twins seh* ciiiieeee akhirnya, ga sia2 penantian rinrin, wlo agak telat si kyu bilangnya (¬_¬”)
    he’em baru jadian udh ‘maen2’ hehehe kasian rinrin tuch, kyu seh maen kasaaaar /plak
    Ga kebayang muka galak jinyoung, aaaah adek jinyoung yg imut (?) untg mau ngalah dy,…
    gpp rinrin kguguran skrg, ntr kan bsa bkin lagi ama kyu *abaikan*

  9. woah, ini Jinyoung B1A4 nih yang main? wah muka seperti itu bisa jadi garong juga yah. /eh /dilempar. enak dong yah Rin rin direbutin sama 2 cowok cakeppppp, lol. haha, sayang banget ya Onn nc nya sedikit! /plak. gatau kenapa kasian pas liat Rin rin nya keguguran, ;A; aku juga suka adegan Kyuhyun Jinyoung berantem. kayaknya terkesan laki banget(?) gitu. lol😄

  10. SarahHapshari berkata:

    jinyoung jahat banget ya! masih mending si rinrin mau berteman sama dia daripada sama sekali
    Tapi akhirnya cinta rinrin sama kyuhyun bersatu lagi \(^0^)/

  11. Occie_EVilHyuk berkata:

    q sneng akhir’a rinrin sma kyu~
    Couple tetap lah, .
    Sneng brakhir bhagia,
    Walawpun ada yg skit hti,
    Tpi gpplah~
    Yg pentng rinkyu bhgia~hehe

  12. Haduh kisah cinta yg panjang..si rin kuat ya mendam perasaannya, duh ga kebayang gmn sakit hatinya mendam perasaan bertahun tahun..ck kyu kamu hampir aja telat..si jinyoung kasian bgt ya..yah kyurin juniornya keguguran😦 untung happy end.

  13. chokyunnie berkata:

    akhirnya penantian rin rin tercapai jg🙂
    aigo jinyoung apa yg kau lakukan? ternyata ancaman rin rin wkt itu jd beneran, hebat ya kyu lgsung bisa bkin rin rin positif, yahh meskipun aegi nya ga bisa d slametin😦
    suka bgt dehh aku am ff km unn ^^

  14. hankimsworld berkata:

    Seandai’a semua penantian gga terbuang sia sia..
    Andai semua penantian akan berakhir dengan indah#eeeaaa

    Ya ambrukk ini ff yg aq impikan>,<

    Next lah

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s