My Child (1/2)

Disuatu malam yang dingin di seoul. Beberapa orang bergegas pulang dari aktivitasnya, ingin segera sampai rumah, demi menghangatkan tubuh mereka. Malam ini adalah puncaknya dari musim dingin di seoul, bahkan butiran-butiran putih halus mulai bertebaran dari langit.

Seorang pria mengenakan jaket paling tebal yang ia miliki makin mengeratkan jaket tersebut di tubuhnya. Kadang menggeretak giginya pelan karena suhu yang dingin ini. Kakinya terus melangkah cepat, ingin segera sampai ke apartemen kecilnya yang tidak jauh dari kantornya.

Saat ia melintas gang kecil, sebelah toko roti langganannya, sekilas ia melihat suatu kotak kayu dan…

“euh…uuhh…euhhh…”

Samar-samar terdengar suara rintihan, “eh?” Ia melihat sekelilingnya, tak ada orang. Kembali ia melihat box kayu tersebut, ia yakin suara berasal dari sana, ketika ia membuka kotak tersebut…

“omona! bayi?!” dilihatnya bayi yang masih merah kedinginan, meski sudah dibalut selimut tebal, tapi ia tidak menangis, hanya air yang membasahkan kedua mata indahnya.

Donghae, nama pria tersebut dengan ragu melihat box kayu yang terletak di dalam gang sempit nan dingin. Bayi dengan pipi chubby, hidung yang mancung dan kedua mata yang indah hanya bisa terus menatap kedua mata donghae dalam diam. “kau…astaga! Dia hapir beku!” kejutnya saat ia memegang pipi bayi itu. ia segera mengambil bayi tak dikenal itu, memeluknya erat dan langsung melarikannya ke apartemen kecil miliknya di beberapa blok tak jauh dari tempat bayi tersebut diletakkan.

Sesampainya di rumah, Donghae segera menyalakan pemanas ruangan. Ia ganti selimut yang juga sudah membeku karena suhu kota seoul yang hampir mendekati nol derajat. Segera ia ambil selimut tebal miliknya, dan menyelimuti tubuh mungil bayi tersebut. Ia gosok dan tiup tangan mungil bayi tanpa identitas tersebut, berharap bisa menghangatkannya. Bayi itu tidak menangis, dia hanya diam dan terus memandang sekelilingnya. “Bayi kecil…kenapa kau sendirian? Apa orang tuamu sengaja membuangmu?” Lirih donghae. Ia kasihan melihat nasib bayi ini. Ia yakin bayi ini pasti dibuang oleh ibunya sendiri, entah karena MBA, atau memang orang tuanya tidak mau bertanggung jawab.

Donghae meninggalkan bayi itu di tempat tidurnya sejenak. Ia bergegas membersihkan tubuhnya dan kembali mengecek kondisi bayi tersebut. Suhu tubuhnya sudah kembali normal, tapi bayi ini masih saja tidak menangis. Setelah donghae mengganti bajunya, ia kembali melihat box kayu, berharap ada secarik kertas atau apapun yang bisa menjadi identitas bayi tersebut.

Ia hanya menemukan amplop putih didalamnya.

Nyawa bayi ini terancam, Aku masih ingin bayiku hidup…

Siapapun kau yang menemukannya, kau pasti berhati mulia mau merawat buah hatiku..

“Mwo?! Jadi benar sengaja dibuang?! Aish! Ibu macam apa dia?! Masih ingin anaknya hidup tapi menaruhnya disembarang tempat! Saat cuaca dingin lagi !” Gerutu donghae kesal. Ia bereskan box tersebut. Di dalam box ada beberapa makanan, susu dan beberapa baju bayi, “yah, kau berniat sekali membuang anakmu!” Ujar donghae sinis.

Donghae kembali masuk ke kamarnya, dilihanya bayi itu sudah terlelap. Donghae berbaring di sebelahnya, terus memperhatikan bayi itu, “ipputa…tapi kenapa mereka tega membuangmu, apalagi sampai mau membunuhmu…” Ucap donghae pelan, jemarinya meraih tangan mungil bayi itu yang kemudian menggenggam telunjuk donghae erat.

Deg!

Jantungnya berdegup saat bayi itu menggenggam telunjuk donghae. Ia merasa nyaman dengan genggaman mungil ini. Dengan ibu jarinya ia usap lembut jemari bayi yang bahkan belum diberi nama itu. “…mulai sekarang panggil aku appa ya…haeri…” Ujar donghae pelan, dan mengecup pipi haeri, nama bayi pemberian darinya.

***

Keesokan harinya…

“Donghae-ya, sebaiknya kau pikirkan lagi keputusanmu itu…” Ujar eunhyuk, sahabat yang sudah ia anggap sebagai kakak sendiri, karena umur mereka tidak beda jauh.

“Aku yang menemukannya, brarti dia memang ditakdirkan agar aku yang merawatnya” balas donghae. Eunhyuk malah melihat sahabatnya ini dengan tatapan kasihan. Ia lihat lagi haeri yang hanya diam, meski seungmi, kekasihnya sedari tadi berusaha mengajaknya mengobrol tapi jarang sekali haeri memberi respon. Haeri lebih sering diam, atau memandang barang yang bergerak.

“…tapi kau bilang nyawanya terancam? Berarti bayi itu pasti ada apa-apanya kan?”

“Kalau itu aku tidak tahu, mungkin dia memang dalam situasi darurat yang sampai mengharuskan ibunya membuang haeri, tapi…aku merasa terpanggil untuk merawatnya hyuk…” Lirih donghae, ia menghampiri haeri dan seungmi di sofa, menggendongnya. Dalam gendongan donghae, haeri menarik bibir mungilnya, akhirnya ia bisa tersenyum.

“Aigo~ sedari tadi aku mencoba untuk buatnya tertawa, tapi hanya dalam sekejap dia bisa tersenyum karena kau oppa..ckckk…”

“Haha…itu menandakan ikatan batin kami sudah kuat seungmi-ya”

“Yah, kalau kau tetap bersikeras mau merawatnya, aku tidak bisa melarangmu lagi…tapi ingat semua konsekuensi yang akan kau terima, arra?” Ujar eunhyuk bijak,

“Arraseo~ eomma juga akan setuju kok…aku sudah merasakan kehilangan seorang ayah, dan haeri, dia malah kehilangan keduanya…makanya aku akan menjadi ayah sekaligus ibu baginya” lirih donghae yang membuat semuanya terharu.

“…kau cukup jadi ayah saja, untuk ibunya, ya tinggal menikah saja” celetuk eunhyuk,

“Iya! Ayolah oppa, apa perlu ku kenalkan dengan temanku?” Seungmi ikut antusias,

“Aish! Kalian saja yang menikah duluan! Kau kan lebih tua dariku hyuk!” Elak donghae, eunhyuk hanya diam saja, sementara seungmi menunggu jawaban darinya, “ayolah hyuk, sampai kapan lagi menunggu?” Goda donghae makin menjadi,

“Eh? Heheee.. Sabar ya chagiya” rajuknya pada seungmi,

“Cish~ jangan sampai aku benar-benar suka dengan bosku!” Gerutu seungmi, melihat tingkah pasangan ini donghae hanya tersenyum dan sambil mengajak haeri mengobrol.

***

Donghae benar-benar merawat haeri dengan kasih sayang yang ia punya. Ia pun tidak pernah menyangka bahwa ia akan menjadi seorang ayah secepat ini. Untungnya niat mulianya ini didukung oleh ibunya yang tinggal jauh di mokpo,

“Setelah susunya habis, jangan lupa di gendong, tepung punggunya pelan, sampai dia bersendawa” ujar ibu donghae via telfon,

“Arra…lalu apalagi eomma?”

“Berikan susu yang cocok, apa susunya?”

“Molla, aku beli lagi merek yang sama dengan yang di box”

“Yah, mungkin itu susu yang cocok untuknya, jangan lupa selalu rutin membawanya ke dokter, apalagi kemarin dia hampir membeku”

“Arraseo eomma, nanti akan aku bawa ke rumah sakit, tapi…yang aku tahu semua bayi mudah menangis kan? Tapi haeri sangat jarang menangis, dia lebih banyak diam” jelas donghae, sambil menidurkan haeri di gendongannya,

“Jinca? Hmmm..baiknya memang harus kau periksa hae…ah~ kapan eomma bisa liat langsung cucu instantku?”

“Mwo cucu instant? Hahaa, eomma kau ini…”

“Memang benar kan? Ya sudah, jaga dia baik-baik ya, ingat! Kau kan ceroboh!” Ibunya mewanti-wanti,

“Haha, arraseo eomma…”

Klik!

***

“Dia baik-baik saja donghae-ya…untungnya tidak terjadi hal yang berbahaya dengan kondisinya saat itu” jelas hangeng, dokter sekaligus temannya,

“Tapi kenapa bayi ini terlalu pendiam? Tapi sekalinya dia menangis sangat susah didiamkan” ujar donghae, ia kembali menggendong haeri yang baru saja diperiksa,

“Kalau dia masih menangis itu berarti dia masih sehat, yang aku takutkan psikologisnya akan terganggu karena dia lahir premature, tapi kau tidak perlu khawatir, aku akan terus memantau perkembangannya..” Ucap hangeng menenangkan sahabatnya itu,

“Hmmm…geure, gomawo hyung…”

“Ne, kalau ada apa-apa, panggil aku saja, arrachi haeri-chan? Aigo~ cantiknya dia, semoga kau beruntung telah mengadopsinya donghae-ya” ujar hangeng, jemari kecil haeri menggenggam erat telunjuk hangeng dan tertawa geli.

Donghae mengambil cuti selama 2 hari untuk mengurus semua keperluan haeri. Ia mengurus semua surat kuasa hukum, mengatasnamakan haeri sebagai anaknya. Dalam dua hari ini haeri berhasil merebut hati donghae, ia begitu menyayangi malaikat kecilnya. Donghae sampai membeli buku mengenai perawatan bayi hingga buku bagaimana menjadi orang tua yang baik.

Tiap malam pun donghae tidak sungkan jika terbangun karena tangisan haeri, menggantikan popoknya dan kembali menimang dalam pekulannya, menyanyikan lagu sampai haeri kembali terlelap…

***

“Nah! Haeri-ya, hari ini jangan buat appa repot ya, jadi anak appa yang manis oke?” Ujar donghae. Ia masukkan semua keperluan haeri ke dalam tas bayi dan menggendong haeri berangkat ke kantornya.

Donghae bekerja di salah satu perusahaan musik terkenal di seoul. Ia adalah seorang komposer lagu yang cukup terkenal dan banyak para artis yang membawakan lagunya sukses di pasaran. Meski ia terkenal dan cukup mapan, donghae tetaplah seorang donghae yang rendah hati dan sederhana.

Banyak orang yang menyukai sosoknya, tampan, punya pekerjaan yang sukses, baik hati dan masih banyak hal positif dari dirinya yang bisa membuat wanita manapun bertekuk lutut padanya.

Ya, hanya satu kekurangan donghae. Dia belum mempunyai pendamping hidup. Diusianya yang menginjak umur 25 tahun, harusnya ia sudah mempunya seorang kekasih, atau calon istri lebih tepatnya. Banyak karyawan di kantornya yang suka dengannya, tapi semua itu tidak pernah disadari donghae. Eunhyuk pun sudah berkalli-kali membujuknya untuk cari pacar, bahkan menjodohkannya, tapi donghae selalu menolak dengan alasan masih banyak yang harus ia capai saat ini.

Krek!

“pagi rin” sapa donghae pada rin rin, sekretaris sekaligus rekan kerjanya,

“pag…oppa! Itu anak siapa?!” serunya kaget saat melihat haeri dalam gendongan donghae. Ia masuk dan meletakkan tas haeri di atas mejanya.

“anakku…nah! Haeri-ya, ini kantor appa” ujarnya sambil memperlihatkan haeri keseluruh penjuru ruang kerjanya. Sementara itu rin rin masih mengamati bayi dalam pelukan donghae itu,

“ya~ oppa! Anak siapa yang kau culik?”

“aish! dia memang anakku, mulai sekarang…haeri-ya, ini rin ahjumma” ujar donghae sambil melambaikan tangan kecil haeri pada rin rin, mau tidak mau rin rin pun tersenyum dan menyambut tangan haeri, “annyeong haeri-ya…keundae…sebenarnya dia ini anak siapa oppa?”

“nanti aku ceritakan, aku titip haeri sebentar ya, dia tidak rewel kok, selama ada yang menemaninya saja” ucap donghae,

“ne oppa…” donghae mendudukkan haeri di kursi bayi yang sengaja ia bawa dan bergegas mengambil iPadnya bersiap untuk rapat.

Hampir setiap harinya donghae selalu membawa haeri ke kantor. Untungnya haeri bukan bayi yang mudah menangis. Ia lebih tenang dan lebih diam. Rin rin yang memang sudah cukup dekat dengan donghae ikut membantu menjaga haeri jika pekerjaan donghae sedang sibuk-sibuknya.

***

“donghae-ya…apa kau tidak ada pikiran untuk menikah?” Tanya ibu donghae yang saat itu baru bisa menyempatkan datang ke seoul untuk melihat cucunya,

“menikah?”

“kau tidak mau mengurus haeri sendirian kan?” lanjutnya, sambil memberi susu pada haeri,

“hmmm…mollayo eomma…aku belum memikirkannya lagi, lagian memang belum ada calonnya”

“apa gadis di kantor mu itu gak ada? Sekretarismu itu?”

“mwo? Rin rin maksud eomma? Dia itu sudah mau menikah eomma, dan bukan denganku, selain itu juga, kalau pun ada gadis yang ingin dekat denganku, kini dia juga harus menerima kehadiran haeri” ucap donghae sambil tersenyum manis pada haeri.

“yah, eomma sih terserah dirimu, kau yang menjalaninya…tapi ingat, haeri pun memerlukan kasih sayang dari seorang ibu” ucap ibu donghae.

Donghae hanya diam, jauh dalam hati kecilnya, ia pun ingin merasakan menikah. Menjadi seorang kepala keluarga dan membangun rumah tangga yang harmonis. Tapi hatinya masih tertutup rapat untuk gadis lain. Ia masih belum bisa menerima kehadiran orang lain di hatinya, selain min hee, gadis yang 3 tahun lalu berhasil membuat donghae jatuh cinta setengah mati padanya, namun cintai itu tidak pernah berakhir dengan kebahagiaan…

***

Sementara itu di suatu rumah yang megah, seorang gadis berusia sekitar 24 tahun terlihat sangat gelisah. Ia terus meremas kedua tangannya yang berkeringat, sesekali melihat ke arah pintu masuk menunggu seseorang yang akan membawa kabar penting untuknya.

Tak lama kemudian orang yang ia tunggu-tunggu pun datang dengan tergesa-gesa…

“bagaimana? Apa kau menemukan orang yang tepat?!”

“…dia jatuh di tangan yang benar”

“dia sudah ada yang merawatnya?!” Tanya gadis itu dengan mengecilkan suaranya,

“ne agesshi…”

“kau tahu siapa orangnya?”

“ini…” Orang itu memberikan amplop ukuran sedang, berisi foto- foto seorang lelaki, dari saat mengambil box kayu hingga ia membawa box kayu itu ke dalam rumahnya,

“I…ini…” Minhee, gadis yang juga ibu dari bayi yang telah ia buang itu menangis kembali, apalagi saat tahu orang yang telah menemukan darah dagingnya.

“Aku sudah menyelidikinya, lee donghae… Dia bekerja…”

“Stop! Aku tahu semua hal tentangnya, kau boleh pergi tapi ingat, jangan sampai suamiku tahu hal ini”

“Ne, algaeseumnida agesshi” pesuruhnya pun keluar dari ruangan kecil, tempat biasanya ia menghabiskan waktu sendiri.

Ia memeluk erat foto-foto tersebut dan menangis pilu. Kata maaf terus meluncur dari bibir merahnya. Kulit wajah yang putih merah merona karena menangis.

“Maafkan aku…maafkan aku anakku…”

Ada satu alasan yang tepat menurutnya untuk membuang darah dagingnya sendiri. Ia mencintai bayinya, tapi apa yang bisa ia perbuat jika kehadiran bayinya itu tidak diinginkan oleh keluarga suaminya sendiri?

Rahimnya pun masih terasa sakit. Darah nifas masih mengalir deras. Tak ada yang tahu apa yang telah terjadi, ia hanya mempunyai waktu 3 hari untuk menikmati hidupnya menjadi seorang ibu lalu setelah itu ia harus membuang anaknya yang bahkan belum sempat ia beri nama.

Tapi hatinya sedikit lega, ia tahu anaknya berada di tangan yang tepat. Lee donghae, ia sangat mengenal pria itu. Meski setelah kejadian 3 tahun lalu ia benar-benar hilang dari kehidupan donghae dan menjadi nyonya besar dari pengusaha kaya, Choi Siwon.

Tak lama kemudian deruman suara mobil masuk ke pekarangan rumah. Ia tahu itu siwon yang datang. Minhee merapikan dandannya dan bersiap menyambut kedatangan siwon.

“kau belum siap-siap?” Ujar siwon sambil memberi kecupan di pipi minhee,

“sudah…kau sudah siap?”

“Ne…chagiya, kau menangis lagi?” Tanya siwon menyadari mata minhee yang membengkak,

“A..ahni…baiknya kita segera berangkat yeobo” balas minhee.

@ incheon airport

“Minumlah…” Ucap siwon seraya memberikan segelas cangkir coklat panas pada istrinya itu.

“Gomawo…” Ucapnya pelan,

“…chagiya…apa kau masih sedih?” Ujar siwon lembut sambil merangkul tubuh mungil gadis yang amat ia cintai itu,

“…apa kau tidak ada rasa sedih sedikit pun?!” Ia malah balik bertanya, perlahan air matanya kembali mengalir, siwon makin mengeratkan pelukannya,

“Aku pun sedih telah kehilangannya…tapi tuhan pasti akan memberikannya lagi” bisik siwon.

Yah, satu kebohongan besar yang telah ia lakukan. Minhee berharap dengan kepindahannya ke new york dapat melupakan segalanya dan memulai hidup baru, hanya bersama siwon…

***

Seoul, 4 years later…

“Haeri-ya~ dimana sayaaaangg??” Ujar donghae, dengan mengenakan celemek dan memegang mangkuk nasi untuk haeri, dia terus mencari sosok gadis kecil yang hobi bersembuyi di tempat terpencil di rumahnya ini.

Ia masuk ke dalam kamar yang penuh dengan mainan dan juga kertas gambar yang berserakan. Sosok gadis mungil berambut panjang sebahu tengah duduk sambil terus mengutak-atik rubrik. Perlahan donghae mendekatinya, “haeri sayang…kita makan yuk…” Ucap donghae pelan, butuh waktu beberapa menit agar haeri melihatnya, Donghae langsung mengangkat haeri ke pangkuannya, “makan yaa~” ujar donghae sambil memperagakan tangannya yang diarahkan ke mulut, haeri mengangguk pelan.

Baru saja donghae mau menyuapi, haeri langsung mengambil sendok dan mangkuk tersebut, dibawanya lagi ke tempat dimana ia duduk dan kembali sibuk pada aktifitasnya sendiri.

Donghae hanya tersenyum kecil, ia sudah hafal dengan kebiasaan malaikat kecilnya ini. Dia mempunyai wilayahnya sendiri dan paling tidak suka di usik dengan orang lain, kecuali donghae, orang yang paling dekat dengannya.

Ya, Lee Haeri. Bayi yang 3 tahun lalu ia temukan dan ia angkat menjadi anaknya. Haeri tumbuh menjadi gadis kecil yang cantik dan cerdas, meski umurnya masih 3 tahun. Namun, ada kekurangan dalam diri haeri, dan itu baru donghae sadari 1 tahun yang lalu. Ia mulai merasakan keanehan dalam diri haeri. Anak kecil yang biasanya aktif bermain dengan teman sebayanya tapi tidak dengan haeri. Ia lebih suka menyendiri dan akan mengamuk jika aktifitasnya diganggu.

Dari semua kebiasaan haeri yang paling parah adalah ia suka menyakiti dirinya sendiri. Tak sengaja ia bermain dengan cutter dan malah menyayat lengannya sendiri…

Flashback, 1 year ago..

Saat itu donghae baru saja pulang kantor dan seperti biasa ia selalu membawa haeri ke kantornya. Donghae menaruh haeri di tempat bermainnya yang di batasi dengan pagar kayu kecil yang ia buat sendiri.

Baru saja donghae ke dapur untuk memasak, ia mendengar jeritan kencang,

“Huwaaaaaa…”

“Haeri !” Donghae membanting panci yang baru ia keluarkan dan saat melihat, tangan haeri sudah penuh dengan darah yang mengucur di lengannya.

“Astaga! Haeri-ya!” Di rebutnya cutter dari tangan haeri yang meski kesakitan ia tetap menyayatnya dengan tangannya sendiri. “Aaaaaaa~ aapppaaaa!! Apppaaaaaaa!!l jeritnya sambil meronta. Donghae menyambar kain dan mengikat lengan haeri, berusaha menutup lukanya.

Donghae menggendong haeri dan langsung membawanya ke rumah sakit secepat mungkin.

@seoul int hospital

“Donghae-ya, haerin kenapa?!” Seru eunhyuk yang baru datang, donghae hanya bisa duduk lemas dan sesekali mengusap air matanya.

“Hyuk…haeri…haeri…” Eunhyuk memeluk sahabatnya itu. Tubuhnya bergetar. Ia takut akan terjadi suatu hal yang berbahaya pada haeri karena keteledorannya. ” Dia pasti baik-baik saja hae…” Ucap eunyuk berusaha menenangkan hati sahabatnya itu.

Tak lama kemudian hangeng, dokter yang memeriksana keluar dari ICU,

“Donghae”

“Hyung! Gimana haeri? Apa ada luka yang serius?!” Tanya donghae panik,

“Dia masih dalam pengaruh obat bius, untungnya kau cepat membawanya kemari, tapi ada yang ingin kubicarakan denganmu…” Jelas hangeng sambil menatap donghae dan eunhyuk,

“Biar aku temani haeri” ucap eunhyuk, donghae mengangguk pelan dan mengikuti hangeng ke ruang kerjanya.

“Donghae-ya, kusarankan agar haeri melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi” ucap hangen saat sudah di ruangannya.

“Pemeriksaan apa?”

“Apa haeri sering menyendiri? Bagaimana keadaannya saat di penitipan?”

“Kalau di rumah, memang dia sering kubiarkan bermain sendiri di tempat bermainnya tapi kalau di rumah penitipan…aku kurang tahu…”

“Begini donghae, haeri itu lahir prematur, saat kau membawanya memang tidak ada yang harus di khawatirkan, tapi kini…aku takut kecurigaanku benar…”

“Maksudnya? Apa haeri mengidap penyakit yang serius hyung?!”

“Aku belum bisa memastikan, kita pun tidak tau bagaimana riwayat hidup orang tua kandung haeri, dan bagaimana keadaan ibunya selama mengandung haeri…”

“Hyung…jika haeri perlu pengobatan, apapun jenis atau harganya akan aku bayar hyung…tapi tolong selamatkan dia hyung” mohon donghae sambil mengenggam tangan hangeng,

“Aku mengerti donghae…kita akan lakukan pemeriksaan lebih dalam lagi, tapi setelah kondisi haeri sudah membaik…temuilah dia, pasti dia tidak mau kehilanganmu kan?”

“Ne…hyung, aku mempercayakan semua ini padamu” ujar donghae. Dengan lesu ia menuju ruang rawat haeri.

Haeri masih belum sadar. Perban memenuhi tangan kecilnya. “Hyuk…”

“Gimana? Gak ada hal yang harus dikhawatirkan kan?”

“Mollayo hyuk, akan ada pemeriksaan lebih dalam lagi” ujar donghae sambil terus memandangi haeri.

“Yah, semoga tidak apa-apa…aku pulang dulu ya, nanti aku kembali lagi, bawakan bajumu” ujar eunhyuk sambil menunjuk kemeja donghae yang penuh bercak darah dari haeri.

Setelah kondisi haeri membaik, hangeng langsung melakukan pemeriksaan lebih dalam lagi. Dan hasil yang ada haeri divonis mengidap autis. Banyak faktor pendukung yang menyebabkan haeri sampai mengidap penyakit yang belum ada obatnya itu. Ia lahir prematur dan kemungkinan selama masih dalam kandungan ibunya meminum minuman berbahaya untuk menggugurkannya.

Donghae shock. Ia tidak yakin ibunya membuang haeri karena nyawanya terancam. Ibunya benar-benar tidak menginginkan kehadirannya.

“Haeri-ya…kau punya appa, meski ibumu tidak menginginkannya, tapi ada aku…aku yang akan merawatmu…” Lirih donghae, air matanya pun mengalir deras. Tak peduli haeri anak kandungnya atau bukan yang penting ia akan terus menjaga haeri dan akan memberikan semua yang haeri butuhkan.

Sejak saat itu haeri melakukan berbagai terapi untuk kesembuhannya. Meski penyembuhannya sangat lambat, tapi dengan sabar donghae dan juga semua kerabat dekatnya mendukung kesembuhan haeri.

Flashback end

***

“Haeri beruntung mendapatkan orang tua sepertimu hae…” Ujar eunhyuk, yang saat itu tengan menemani haero terapi,

“Dia memang ditakdirkan untukku mungkin…”

“Hmm…tapi, apa kau tidak penasaran dengan latar belakang keluarganya?”

“Untuk apa? Tidak ada gunanya juga mencari keluarganya, toh dia juga dibuang kan?”

“Iya juga sih…ya~ tapi apa hidupmu mau begini saja?”

“Maksudmu?”

“Menikah!”

“Aish! Aku kesana dulu” elak donghae menghindari pembicaraan yang sangat tidak ia inginkan,

“Aiyaa~ hei ikan! Kapan mau mau melajang terus hah?!” Gerutu eunhyuk kesal.

***

Beberapa hari kemudian…

“Nah! Selesai mandi…habis ini kita makan yaa…” Ujar donghae. Ia pakaikan baju haeri. Setelah rapi diletakkannya haeri di tempat mainannya, dan ia langsung sibuk dengan kegiatan favoritnya, menggambar.

Donghae meninggalkannya sebentar lalu menyiapkan sarapan.

Ting tong ! Ting tong !

“Ah! Chakkaman…” donghae bergegas membukakan pintu., meski ia sedikit heran dan terganggu dengan orang yang bertamu sepagi ini.

“nuguseyo?”

Krek!

Pintu terbuka, seorang wanita berambut pajang sebahu dan dengan mengenakan pakaian bermerk terkenal menatapnya penuh ketakutan dan mata yang berkaca-kaca. Donghae masih sangat mengenal lekukan wajah cantik wanita yang berdiri di hadapannya ini.

“kau…”

“donghae…oppa…” lirihnya,

“apa….apa yang kau lakukan disini? Bagaimana kau tahu…” belum sempat donghae menyelesaikan ucapannya, siwon, suami dari minhee mendekatinya, “aku ingin melihat anakku” ucap siwon tegas.

“mwo?! Anak?! Apa maksud kalian?!!” ujar donghae sedikit emosi,

“o..oppa…bayi, bayi yang…”

“bayi yang telah ia buang 3 tahun lalu adalah anak kami, dan kami ingin mengambilnya kembali” ujar siwon, ia mun masih menahan emosi. Sementyara donghae masih diam, mencerna semua ucapan yang keluar dari sepasang kekasih ini yang donghae berharap tidak akan pernah terbilat dengan mereka tapi kini nyatanya, donghae malah merawat anak kandung yang telah mereka buang dan kini dengan mudahnya, anak itu ingin mereka ambil lagi…

To Be Continue

ff special~~ buat monica eonni yg ngebet banget mau dipasangin ama hae ! kkkk… mianh yaa eon, kalo ceritanya gaje, tadinya mau aku buat 1shoot aja, tapi tanggung, ya sudahlahh,\ jadi 2 part ajahh.. kalo ada yang nagihin get married, mungkin besok baru bisa aku post, skalian benerin nih cover ff yg ketinggalan di lappie, komen yaaa,, gomawo readers~~ *tebar bias*

67 thoughts on “My Child (1/2)

  1. momonjaa berkata:

    aigoo saengiee… neo??
    jeongmal gomawo yaahhh… aku jadi terharuuu :’)
    eh tapi ini sedihh, sedih pas tau haeri ternyata autiss😦
    masih bingung kenapa haeri dibuang, disini kayanya siwon agak2 jahat apa gimana nih??
    dan masih penasaran akhirnya ini akuu sama siapahh??
    hahahaa banyak nanya, bodo!

    oppa, mianhae disini aku dibuat jahattt *kabur dari siwon* *peluk ikan*😀

  2. kalo soal bapak dan kebapak-an emang hae oppa yg paling cocok deh…

    hmm hae oppa sepertinya selalu cocok jadi peran yang tersiksa dan sedih-sedih gitu… (muka mempengaruhi sangat)😀

    siwonnya kali ini boleh ga ya dikempang or ditendang jauh-jauh.. teganya dia.. huh…

    waiting for next part..

  3. aiaiwon berkata:

    ya ampun rin rin onnie paling daebak emang kalo bikin cerita sedih2 gini
    ahh sedih banget deh kalo aku jd minhee kalo ga karena akunya mati aku ga akan mau pisah sm anak aku apapun yg terjd
    minhee sm donghae aja lah siwon cuek gitu kyk biasa aja kehilangan anaknya hiksu hiksu

  4. Hae appa~~ ak makin mencintaimu yeobo….

    aaaah suka ama ceritanya, msh penasaran ama kisah siwon n istrinya, msh penuh rahasia knp mereka ngebuang haeri….
    dan menyebalkan knp mereka mesti ganggu haeri ama hae appa lagi seh, euh~~~

    kasian haeri knp autis seh, malang sekali nasib gadis kecil itu, sediiiihhhhh~~~~
    uuueeee jangan pisahkan haeri dari hae appa, ga tega kalo liat hae appa sediiih….

  5. nanaomihae17 berkata:

    diittaa eon~ ak berkunjuung :3 *ditendang diita eon*
    hueee~~ ak pikir donghae bakal di pair sama eon , ternyata ngga *napas legaa*
    ceritana baguus eonn , sediih pas bagian haeri dinyatakan autis :((
    baik hati banget dih hae , si minhee na jahaat *plak*
    terus apa-apaan itu , mendadak datang tiba-tiba pengen ngambil lagi si haeri ?
    ckckck~
    ayoo eonn~~~ lanjutannaa~~ *ngebet*

  6. aduuuhhhh eon ff na..
    aku jadi makin cinta ma Hae.. hahha

    untung aja Hae cepat bawa kruma sakit.. ga tau dehh kalau terlambat Hae bawa Haeri kruma sakit.. ga kebayang ntar idupna Hae tnpa Haeri..
    udh bahagia Hae hidup ma Haeri.. eeehhh dtg Minhee mau bawa pergi gtu aja.. pdhal Hae udh ngerawat Haeri dengan baik dan tulus.. bisa Papa dan Mama sekaligus…
    *pengen la punya co kyk gtu…. Haehae*
    jangan pisahkan Haeri ma hae yahh..
    Haeri kan anak kandungna Hae kan???
    lanjutin segera yahh Eon.. penasaran nihhh.. Heehee

  7. JJFact berkata:

    Ahhh…. sedih bangett pas tau Haeri autis… =(
    knapa min hee n siwon baru datang dan minta Haeri setelah 3 Tahun??
    Knapa baru skarang….!!! (binggung >.<)

    Author… Lanjutkan!!! (Penasaran lanjutannya)
    Ditunggu ya…
    Hehheehehe😛

  8. ChapinKyu berkata:

    woooww…pas bgt am karakter hae yg slama ini dikenal public,,,
    baeee bgt mksud w..hiii..
    w pkir crta’a sama kaya oh my lady t’nyata beda euyyy…heee

    ayoooo..dilanjutkan yaaa…
    cemangutttt..!!!heee ^o^

  9. Aigooo~ baguss. Itu jahat minhee ma siwon nya. Uda anak’a d buang trus tiba2 mw d ambil lagi. d kata donghae tmp penitipan anak taunan apa -.-” #emosi
    Jng lama2 lanjutan’a. Pengen tw ttg hub minhee ma hae. Moga happy ending😄

  10. irma berkata:

    tidak, bayi.a jan diambil..
    hiks2
    kasian hae, pasti nangis2 diakan cengeng

    cerita.a menyentuh, aku hrap si tetep ma hae trz ntr d part slnjt.a hae dpt pasngan#rayu2 author ampe ngasi poster hae

  11. amal berkata:

    kya, donghae punya anak instan. hahaha… penasaran lanjutannya.
    haeri sakit apa? kalo haeri dibawa pergi sama siwon n minhee berarti donghae sendiri dong. trussssssssss kenapa minhee sempet mau gugurin haeri

  12. Soojungiee berkata:

    Autis itu cacat mental kan ?
    Ia ampun nyesek bcanya pas siwon ahjussi nongol minta haeri ! Tapi siwon ga tau ia xlo minhee ngebuang haeri ?
    Trus knapa minhee ngebuang haeri ?
    Wah tanda (?) mengisi otakku :p
    waìting for 2nd part !

  13. ari berkata:

    hae emang berhati malaikat…
    knp sich haeri ga diinginkan??? mentang2 karang dah besar diminta lg,.,,, ga berperasaan…jgn2 tar pas tau haeri autis ditolak lg kckckckckckcck
    #mending lgsung part 2 ah hehehehh

  14. kyaaaaa…..kuda ma minhee nya jahat…. *plaaakk*
    tega banget, ga ngehargain pengorbanan hae yg susah payah ngerawat haeri….
    penasaran alasan minhee ngebuang haeri….
    lanjut🙂

  15. Meta_elfishy berkata:

    Annyeong..
    Aq reader baru di sini..
    Hehehe..
    Aq baru nemuin blog ni tiba2 tertarik sama judul ini..
    Huwaaaa,, ceritanya bagus..
    Tau ajj donghae suka anak2. ^^

  16. nadeeia berkata:

    huaaaa,,,, sedih baget,, hae padahal udah sayang baget sama haeri,,, mereka malah tega2nya mau ngambil haeri lagi,,,,
    ffnya bagus author….

  17. Omaga ending yg cukup menguras emosi,,, heeeeemmmm…
    Dongeeeeeeee,,, drpd ngasuh anak org yg bkin lo kesel itu lbh baik kita buat bayi yux sayang,,, brpapun anak yg kau mau aku siap.. Eaaaaaaaa

    Ini masih belum ngerti deh sama masa lalunya si donge sama itu cewe gmna sih?? Trus jd siwon itu suaminya apa masih pacarnya???
    Heeeeeemmmmm

  18. fahmalovesieunteuk berkata:

    ya ampuun yaa ampuunn kasiaan bgd nsib hae
    udaa dtinggalin pcar ny dlu, ud ngerwat haeri kyk anaknya sndri tp mlah mau diambil lg???
    pgn bgd getok si minhee deh.. grrrr
    sukaa bgd ma karakter hae dsnii oeen
    slalu penyayang pnuh cnta kasiih >,<

  19. hiks…hiks….donghae oppa baik banget sich…..haerin punya penyakit autis pun donghae oppa tetep syang gitu.palagi dy normal ya?? beruntung banget haerin punya appa kyk oppa.ngebayangin punya appa single parents bwt seorang anak yg memiliki kekurangan kyk haerin.sungguh mengharukan.

  20. HalcaliGaemKyu berkata:

    Wah tdk bs dibiarkan! Knp siwon dan istrinya (lupa nama) hrs mengambil lg??
    Memangnya apa alasan mereka membuang haeri?? Dan ternyata haeri mengidap autis pula. Apa ibunya memang tdk ingin haeri lahir? #emosi sy
    kasian kan donghae.. Udah dirawat, udah sayang pula sm haeri, skrg malah mau diambil!
    Kya…ff nya bikin geregetan
    bagus chingu
    lanjuuuuuuutttt

  21. raraa berkata:

    Ya ampun kasian banget nasibnya haeri ,
    Itu orang tua kandung haeri kenp juga dateng tiba2 , dulu aja dibuang skrang mau diambil

    Padahal kan donghae oppa udah sayang banget sama haeri

  22. Anyeong ^^ new readerssss. Hehe.. Ceritanya keren, suka, yahhh lumayanlah kena feelnya😀 *aduh mian. Siwon sama minhee mana boleh gitu, donghae udh 3tahun capek” ngurusin masa mau diambilll no no nooooooo..

  23. Hai eonnie^^ aku readers baru disinii, salam kenal…
    Ini ff pertama yg aku baca, dan ceritanya seruuuu >< ga kebayang punya appa sebaik donghae gituuu T___T … Tapi masih penasaran kenapa keluarga siwon gamau menerima kehadiran hyeri??? ._. Mauu baa next chapp nyaa dehh, okee see you in other ff eonnie ^^

  24. mira berkata:

    hwaaaaaaa,,,, haeri mw di ajak pulang ortunya,,
    andweeeee,,,, kasian donghae pdhl udh sayang bgt ma haeri tp trnyta ortunya mw bawa pulang haeri, kesepian lg dh donghae.
    >_<

  25. dwi fuji l berkata:

    annyeong aku reader baru salam kenal🙂
    suka sama ceritanya…. donghae baik banget… kasian haerinya di buang tapi untungnya donghae nemuin haeri hehe.. ijin baca ff yang lainnya ya min🙂

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s