A Lost Love Story

Antara cinta dan persahabatan…
Antara benci dan sayang…
dan antara kau, aku dan dia…

 Seoul 10 years ago…

“Hyo~ ayo ikut aku” seru anak lelaki yang berumur 10 tahun, ia berlari kecil sambil membawa tempat makan, soo hyo, gadis kecil berambut panjang itu hanya mengangguk lemas dan menerima uluran tangan minho, nama anak lelaki itu.

Minho mengajak hyo untuk duduk di sebuah ayunan yang tak jauh didepan rumah mereka. “Pelan-pelan minho-ya” ujar hyo sambil kadang terbatuk-batuk karena kondisi tubuhnya memang sedang tidak sehat.

“Arraseo…habis ini kita makan, tadi aku bawa kimbab buatan eomma” ujar minho, hyo hanya tersenyum kecil, kedua tangannya menggengam erat rantai ayunan, rambut sebahunya pun melambai diterpa angin dingin.

“Yak! Minho-ya!” Seru seorang anak lelaki lagi yang lebih tua dari mereka 3 tahun, ia berlari kecil ke arah mereka,

“Kau kan tau hyo lagi sakit” ujar donghae, kakak tiri minho. Minho hanya diam sambil menatap donghae kesal.

“Oppa…aku mau main ayunan” ujar hyo lesu,

“Nanti saja, lihat, tubuhmu panas lagi hyo, ayo pulang, kau dicariin sama ahjumma” ujar donghae, ia menarik tangan hyo dan membawanya masuk ke dalam rumahnya.

“Kau menyebalkan!” Ujar minho geram. Ia membuang muka, kesal. Ia buang kotak makan yang tadi dibawanya dan pergi dari sana.

***

Seoul, 10 years latter…

Krek!

Sret! “Yak! Choi minho banguuuuunnn !!!” Teriak seorang gadis memekikkan telinga minho yang tengah tertidur lelap. Wajahnya menyeringit kesal, dan kembali menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya,

“Ish! Kau gak mau kerja apa?!” Ujar soo hyo kesal. Tapi minho masih saja tidak menjawab. Ia tarik paksa selimut minho hingga…

Bruk ! “Yaa~” refleks minho menarik hyo hingga jatuh kekasurnya dan memeluk tubuh hyo.

“Hmm…siapa suruh membangunkan ku hah?” Ujarnya masih dengan memejamkan mata. Jantung hyo berdegup kencang dan terus menatap wajah minho. “Kau terpana dengan ketampananku kah?” ujar minho dan membuka matanya,

“Mwo?! Aish! Lepaskan aku!” Sergahnya, tapi minho makin mengeratkan pelukannya, “sirreo…”

“Yak! Aku ini bukan pacarmu tau!”

“Lalu?! Memangnya salah aku memelukmu hah?” Ujarnya santai, hyo menatap minho kesal, “tentu saja salah, aku ini calon kakak iparmu, arraseo?!”. 3 kata yang langsung membuat minho badmood dalam sekejap. Calon kakak ipar.

Minho langsung melepas pelukan hyo. “Hu’uh! Bajuku kusut lagi kan?” Ujar hyo sambil merapikan tatanan baju dan rambutnya. Minho terus menatapnya tajam. Memperhatikan setiap jengkal tubuh soo hyo, gadis yang diam-diam ia cintai sejak mereka kecil.

“Chagiya….” Ujar donghae dari dapur, mendengar panggilan itu minho langsung membuang muka, kesal.

“N…ne oppa, yak! Cepatlah turun, aku sudah masak makanan kesukaanmu..” Ujar hyo lalu keluar kamar.

Minho masih diam. Ia bangkit dari tidurnya lalu ke kamar mandi untuk membasuh wajah dan menggosok gigi. Setelah membersihkan tubuhnya, ia keluar kamar. Sebenarnya sangat malas ia keluar kamar disaat seperti ini. Ada pemandangan yang sangat ia benci.

Benar saja, di meja makan hyo tengah menyiapkan sarapan yang sengaja ia buat untuk kakak beradik ini.

***

Donghae dan minho. Kakak beradik yang sama-sama tampan dan pintar. Keduanya pun mencintai orang yang sama, yakni soo hyo.

Donghae adalah kakak tiri minho, karena saat mereka kecil dulu, setelah kedua orang tua minho bercerai, ayah minho menikahi ibu donghae yang memang saat itu ayah donghae telah meninggal dunia.

Sejak awal minho tidak terlalu menyukai kehadiran donghae. Ia menganggap karena ibu donghae lah yang menjadi penyebab orang tuanya berpisah.

Tapi kekesalan minho perlahan sirna karena kebaikan hati ibu donghae yang memang sangat tulus menyayangi minho, begitu juga dengan donghae. Ia mulai bisa menerima kehadiran mereka. Selain itu pun ada seorang gadis lagi yang menjadi penyemangat untuknya, yaitu soo hyo, tetangga sekaligus teman kecilnya.

Namun, perlahan kekesalannya kembali muncul lagi pada donghae karena minho menganggap donghae merebut hyo dari sisinya. Apalagi saat tahu 3 bulan yang lalu donghae telah melamar hyo dan 2 bulan lagi mereka akan resmi menikah. Hatinya begitu sakit. Ia pun lebih banyak diam. Ia menyesal mengapa tidak mengatakan perasaannya pada hyo sejak dulu. Ia begitu mencintai gadis itu. Hanya hyo yang ia cintai…

***

“nanti oppa jadi menyusul?” ujar hyo sambil duduk di meja makan,

“Belum tahu, atau kau sama minho saja, dia juga belum mencoba bajunya kan?” ujar donghae, hyo hanya mengangguk pelan. Setelah donghae menghabiskan sarapannya, ia segera bergegas pergi ke kantornya, tak lupa memberi kecupan di kening hyo sebelum ia berangkat dan semua itu pun disaksikan oleh minho.

“dimana eomma?” ujar minho dingin setelah kepergian donghae, “oh, sudah pergi sama ahjussi tadi, sini makanlah…aku buatkan sup ayam, kau suka kan?” ujar hyo ceria. Minho tidak merespon, ia duduk dan makan dalam diam. Selama minho makan, hyo terus memperhatikan sahabat kecilnya ini. Dalam hatinya, ia heran dengan sikap minho yang menjadi berubah. Padahal waktu kecil dulu, minho adalah sosok anak periang dan selalu tersenyum jika bersama hyo. Namun sekarang? Bahkan hyo lupa kapan ia melihat minho tersenyum.

“minho-ya, nanti aku denganku ke butik ya” ucap hyo, minho hanya melihat sekilas, lalu kembali melanjutkan makannya,

“kau kan belum fitting baju, sekalian aku juga harus mencoba baju lagi, oke?” lanjut hyo dan hanya dibalas anggukan dari minho.

***

@ Magenta Weddings Organizer

Kini keduanya tengah berada di butik yang soo hyo pakai untuk persiapan pernikahan hyo dan donghae. Di ruang tunggu minho sudah rapi dengan setelan tuxedo bertema kerajaan, karena hyo ingin pernikahannya bak pernikahan seorang putri dan pangeran. Baju yang dikenakan minho hampir sama dengan yang akan dipakai donghae, hanya saja baju pengantin pria lebih banyak memakai asesoris pelengkap.

Hyo, yang mengenakan gaun broken white dengan punggung terbuka. Seketika minho terpana dengan penampilan hyo. Jantungnya kembali berdegup kencang, namun seketika hancur berkeping-keping jika mengingat gadis ini tidak akan pernah menjadi miliknya.

“otthe? Cocokkah?” ujar hyo sambil berkaca membelakangi minho. Minho bangkit dari duduknya dan berdiri disamping hyo. Mereka memang cocok.

“waah, kau juga cocok…eh,biar kurapikan sebentar” ujar hyo sambil membenarkan posisi slayer yang dikenakan minho. Tatapan minho tak lepas dari gadis itu. Rasanya ia ingin berteriak bahwa ia mencintai soo hyo, ia ingin merebut hyo dari donghae.

“udah selesai kan? ayo pulang” ujar minho dan kembali masuk ke ruang ganti.

Selama perjalanan minho masih diam dan focus menyetir. Sesekali hyo melirik ke orang disampingnya, merasa sedikit tidak nyaman. “ah! Minho-ya, kita ke sana dulu yuk!” ujar hyo sambil menunjuk ke sebuah toko ice cream yang saat kuliah dulu sering mereka kunjungi. Minho hanya mengangguk pelan dan menepikan mobil sport hitam miliknya.

“kau mau apa? Ah! Aku tahu, pasti blueberry mint kan?” ujar hyo yang memang tahu ice cream kesukaan minho, minho hanya tersenyum kecil. Setelah mendapatkan ice cream pesanan mereka, hyo mengambil tempat duduk di sudut café. Tempat yang biasa mereka duduki.

Minho memakan ice cream dalam diam. “minho-ya…”

“hn?” ucapnya yang hanya dibalas dehaman dengan mata yang tetap tertuju pada ice cream miliknya. “apa…kau sedang ada masalah?” Tanya hyo hati-hati,

“ahni” jawabnya pendek,

“minho-ya, aku sangat mengenal dirimu…jebal, katakan kalau kau ada masalah…kita ini sahabat kan?” ucap hyo. SAHABAT.

Minho membanting kesal sendok ice cream dan keluar toko. “ya! Minho-ya” hyo berusaha mengejarnya. Tak mengidahkan panggilan hyo, minho terus berjalan dan masuk ke dalam mobilnya diikuti hyo.

“yak! kenapa kau pergi?! Kau ada masalah denganku?!” uajr hyo kesal dan ikut masuk ke mobil. Minho masih tidka menjawab. Ia segera melaju mobilnya dengan kecepatan tinggi.

“minho! Kau gila?! Hentikan mobilnya!” sergah hyo, minho makin meninggikan kecepatan mobilnya hingga hyo terus berteriak. “MINHO HENTIKAN ATAU AKU LONCAT DARI SINI!!’ teriaknya makin kesal.

CCIIIIITTT !! BRAK!

minho menginjak rem mendadak hingga kening hyo terbentur dasbor, dan terluka. “YAAK!! KAU INI KENAPA?!” teriak hyo sambil memegang keningnya,

“…KAU MENGERTI DIRIKU?! APA KAU SANGAT MENGERTI DIRIKU HYO?!” teriak minho, emosi yang selama ini ia tahan pada akhirnya meletus juga. Hyo diam, takut dengan sikap minho. Ia seperti tidak mengenal minho yang sekarang ada dihadapannya.

“m..minho…”

“KAU TIDAK PERNAH BISA MENGERTI DIRIKU SOO HYO! KALAU KAU SANGAT MENGERTI DIRIKU HARUSNYA KAU TAU BAHWA AKU MENCINTAIMU!!” teriaknya lagi, sontak mata hyo melebar. Jantungnya berdegup kencang setelah mendengar pernyataan minho.

“minho…kau…”

“AKU MENCINTAIMU…AKU MENCINTAIMU BAHKAN SEBELUM DONGHAE HYUNG DATANG DALAM KEHIDUPANKU…TAPI KAU MEMILIHNYA…KENAPA DIA YANG KAU CINTAI?! KENAPA KAU TIDAk MEMILIHKU?!” minho terus meluapkan kekesalannya, mata hyo mulai berkaca-kaca. Ada rasa takut dan sedih. Ia baru mengerti, hati pria ini pasti amat sakit jika melihatnya bermesraan dengan donghae, kakak tirinya. “…mianhae…minho-ya…mianh…huummppff!!” minho menarik wajah hyo dan langsung menciumnya. Sontak hyo memukul dada minho, berusaha melepas pelukannya, “minh..ho..”

PLAKK!!

Tamparan langsung melayang di pipi putihnya. Hyo hanya diam. Ia ambil tasnya dan langsung keluar mobil. “yak! soo hyo!” teriak minho mengejarnya. Ia tarik lengan hyo kasar. “bisa kah kau juga mencintaiku?!”

“minho lepasin!”

“JAWAB AKU! APA KAU BISA MELEPASNYA?! DAN MENCINTAI DIRIKU?!” teriak minho lagi sambil mencengkeram kedua lengan hyo. Tangis soo hyo pun pecah. “…minho-ya…lepaskan aku…aku…”

“lihat aku hyo…lihatlah diriku…aku tidak ingin kehilangan orang yang aku cintai untuk kedua kalinya hyo…ku mohon…” lirih minho,

“minho-ya…mianhae…mianhae…aku sudah terlalu mencintai kakakmu, lupakan aku minho…” lirih hyo, merasa sangat bersalah. Minho hanya diam. Perlahan cengkramannya mengendur dan melepas pegangannya pada lengan soo hyo. Tanpa mengatakan apapun minho kembali masuk ke mobilnya dan langsung melesat cepat meninggalkan soo hyo.

Tangis hyo makin kencang. Ia merasa sangat bersalah. Ia pun menyayangi minho, tapi jika untuk menjadikannya pasangan hidup? Cintanya pada donghae lah yang paling besar. Ia sudah yakin bahwa donghae adalah belahan jiwanya.

***

Setelah kejadian siang tadi, hyo terus mengurung diri di kamar. Tak tahu apa yang harus ia perbuat. “hhhh…aku ini sudah jahat padamu…kau pasti sangat tersiksa minho…jika kau bilang sejak dulu, mungkin aku bisa mencintaimu…tapi sekarang…” ucapan hyo terputus, dijari manisnya sudah terpasang sebuah cincin emas putih bermata 3 pemberian donghae saat melamarnya dulu.

Ia ambil album foto yang sudah sedikit usang. Foto masa kecil mereka. Kemana pun mereka pergi, pasti selalu bertiga. Donghae, dia dan minho. Hyo selalu berada di tengah mereka. Ia pun menganggap kedua pria ini sangat penting dihatinya. Hyo menyayangi keduanya, meski entah sejak kapan perasaannya pada donghae berubah, dari rasa sayang adik menjadi sebuah rasa cinta terhadap lelaki, begitupun dengan donghae.

“Sampai kapan pun kau akan tetap menjadi sahabat baikku minho-ya…” Lirih hyo. Bersamaan dengan itu deruman suara mobil dari rumah donghae. Dilihatnya mobil sport hitam baru memasuki garasi.

Dddrttt !! *haeppa calling*

“Yeobseyo?”

“Hyo, eoddiya?”

“Aku…sudah di kamar oppa, waeyo?” Ujar hyo dan kembali duduk di ranjangnya,

“Ahni, tadi siang bagaimana?”

“Tadi…sudah kucoba oppa, minho juga” ujar hyo, meski ia sedikit canggung jika mengingat kejadian tadi siang.

“Hmm, mianhae oppa gak bisa menemanimu”

“Gwenchana, apa oppa masih di kantor?”

“Ne, mungkin akan lembur lagi, sudah malam, tidurlah, besok ku temui kau di kantor, oke?”

“Hmm, arraseo, hati-hati oppa…”

Klik!

Hyo kembali menghembus nafas berat dan lesu. Ia jadi merasa bersalah pada donghae dan juga minho. “Huuuhhhh…tenangkan hatiku ini tuhan…” Harapnya, ia pejamkan matanya, berharap hari esok akan lebih baik lagi.

Sedangkan itu di tempat lain. Minho terus memandangi foto ketiga anak kecil yang saling tertawa. Donghae, hyo dan dirinya sewaktu kelulusan sekolah dasar dulu.

“Jika aku tidak bisa mendapatkanmu, maka donghae hyung pun tidak akan bisa mendapatkanmu hyo…” Ujar minho dingin. Ia genggam kencang foto tersebut hingga lecek dan membuangnya begitu saja.

***

Keesokan harinya.

“Hyo” ujar minho yang sudah berdiri sambil bersandar pada pintu mobilnya, “m…minho…” Ujarnya gugup, ia tetap berdiri ditempat. Minho mendekatinya dan langsung menarik tangannya masuk kedalam mobilnya.

Selama perjalanan keduanya diam. Hyo terus membuang muka keluar jendela dengan kedua tangannya yang menggenggam erat tas kerjanya. “Aku minta maaf” ujar minho, memecah keheningan. Refleks hyo langsung menatapnya.

“…minho…harusnya aku yang meminta maaf padamu…”

“Ahni…tapi aku masih menunggumu hyo, aku masih berharap kau menerimaku…” Balas minho bersamaan dengan sampainya di depan kantor hyo.

“Minho-ya, seandainya aku bisa, aku pasti akan memilihmu, tapi…hatiku hanya untuknya…mianhae…jeongmal mianhae…” Ujar hyo lalu bergegas keluar mobil. Minho terus diam sambil memegang stir mobilnya kencang. “Aku sudah memberimu kesempatan hyo…tapi tidak kau gunakan…” Lirihnya dingin.

***

Siang harinya, donghae berniat mengajak hyo makan siang ditempat biasanya mereka bertemu.

“Hyo!” Ujar donghae dari seberang sana yang sudah berada di depan restoran sambil melambaikan tangannya. Hyo tersenyum manis dan membalas lambaian donghae, tanpa menyadari bahwa ia jalan terlalu ke pinggir hingga ada sebuah mobil dari arah kirinya mengemudikan mobil dengan kecepatan tinggi, seperti sengaja ingin menabrak soo hyo.

Baru saja ia melangkah…

“HYO AWAS !! ” Teriak donghae, namun tubuh mungil itu sudah terpental bagaikan kapas yang terbang,

BRAKK !!

DUAK !!

“HYOOO !! ANDWAE !!!” Teriak donghae histeris. Ia langsung lari dan memeluk gadisnya yang sudah berlumuran darah.

***

Seoul int hospital

Donghae duduk lemas di depan ruang ICCU. Kemeja birunya masih penuh darah soo hyo. Air mata pun terus mengalir dari kedua matanya. Bayangan itu masih terekam jelas, saat tubuh gadis yang amat dicintainya itu dengan entengnya terpental hingga 10 meter. “Hyo…mianhae…mianhae” isak donghae.

“DONGHAE !!”

“…a..ahjumma…” Donghae langsung bersimpuh di kaki ibu hyo yang juga ikut menangis. “Mianhae…mianhae ahjumma…aku…aku gagal menjaganya” isak donghae. Ayah hyo berusaha menarik donghae dan memapahnya duduk. “Ini bukan salahmu donghae…ini murni kecelakaan…” Ucap ayah hyo tegar,

“Bagaimana keadaan hyo, donghae?” Tanya ibu hyo dengan isak tangis,

“Aku masih belum tahu…ia…kehilangan banyak darah…” Lirih donghae pelan.

Hampir 3 jam dokter berusaha menyelamatkan nyawa soo hyo. Ia kehilangan banyak darah dan benturan di kepalanya karena kecelakaan itu. Kondisi hyo masih dinyatakan koma dan kritis.

Semalaman donghae terus menunggunya di ruang ICU. Tubuh gadis itu pucat dan banyak perban di tangan dan kepalanya. “Hyo…bangunlah…kumohon jangan tidur terlalu lama…kalau kau bangun nanti, kita akan segera menikah hyo…aku janji…” Lirih donghae, ia kecup punggung tangan hyo. Tetap tidak ada reaksi.

Keesokan paginya…

“Donghae…” Ibu hyo membangunkan donghae yang semalaman tidur dalam posisi duduk.

“Euh….ahjumma…”

“Kau pulang dan istirahat saja, biar aku yang menjaganya” ujar ahjumma,

“Tapi…”

“Kalau ada perkembangan, aku pasti langsung menghubungimu…kau juga belum ganti baju kan?” Ujar ibu hyo, donghae hanya mengangguk pelan. Ia raih jasnya lalu bersiap pergi, tanpa lupa memberi kecupan di pipi soo hyo sambil berbisik, “cepatlah bangun chagi…aku pulang dulu”

***

Donghae memakirkan mobilnya dan keluar dengan lesu. Dilihat mobil minho tidak ada di dalam garasi. “Kemana anak itu?” Pikirnya,

“Eomma…” Ujarnya,

“Gimana keadaan hyo? Apa sudah sadar?!” Tanya ibu donghae khawatir,

“Belum eomma…aku hanya mandi dan ganti baju, habis itu ke rumah sakit lagi” ujar donghae,

“Ooh, nanti eomma ikut ya..”

“Hmm…eomma, apa minho belum pulang?”

“Belum, hhh…eomma hubungi ponselnya tidak pernah aktif…” Keluh ibunya, donghae hanya diam sambil menangguk pelan lalu langsung menuju ke kamarnya di lantai dua.

“Yeobseyo, hangeng hyung?” Ujar donghae, dengan tangan kakan memegang telfon dan tangan kirinya membuka kancing kemejanya,

“Donghae?”

“Ne, apa aku bisa minta bantuanmu?”

Boleh, ada apa?”

“Bisa kau selidiki kasus tabrak lari yang baru saja menimpa soo hyo?”

“Mwo?!”

“…kemarin hyo tertabrak, saat ini dia masih koma hyung…”

Ah! Chakkaman, jadi yang kemarin korban tabrak lari itu soo hyo?!” Ujar hangeng tak percaya,

“Ne hyung…saat itu aku panik dan tidak memperhatikan pelaku yang menabraknya” ujar donghae,

“Hmm…kemarin aku sempat melihat berkasnya, akan aku selidiki lebih lanjut lagi…kau tenang saja, aku pasti akan menemukan pelakunya” ucap hangeng yakin,

“Gomawo hyung…mohon bantuanmu” balas donghae dan menutup telfonnya.

Ia letakkan ponselnya tepat didepan foto hyo. “Chagiya…cepatlah sembuh, aku ingin melihat senyumanmu lagi” ujar donghae sambil mengusap foto hyo yang ia ambil saat ke pantai dulu.

***

3 hari kemudian…

Dddrrrtt!!

“Yeobseyo ahjumma?…n..ne?! Jinca yo?! Arra..ara…aku segera kesana!” Ujar donghae. Ia segera membereskan pekerjaannya dan bergegas ke rumah sakit karna baru saja ia mendapat kabar kalau soo hyo akhirnya sadar dari komanya selama 3 hari ini.

@ hospital

Krek!

“Ahjumma…” Ujar donghae dengan tergesa-gesa, namun bukan bukan raut wajah senang yang ia lihat, malah wajah sendu dari kedua calon mertuanya ini.

“Waeyo ahjumma? Hyo, kenapa dia tidur lagi?” Tanya donghae, ayah soo hyo kemudian membawanya keluar, “kita bicarakan diluar donghae…”

“Ahjussi, apa yang terjadi?” Tanya donghae setelah keluar dari ruang perawatan soo hyo,

“Hyo memang tadi sudah sadar, namun saat ia bangun, dia malah kebingungan dan…tidak ingat apa-apa”

“Mwo?! Dia lupa?!”

“Kata dokter, saat kecelakaan kepalanya terbentur cukup keras yan g mengakibatkan dia amnesia total…” Lirih ayah soo hyo, donghae diam membeku, bibirnya tak sanggup berucap dan matanya mulai berkaca-kaca,

“Kami tadi memaksanya untuk mengingat, namun…hyo malah menjerit kesakitan hingga akhirnya pingsan…” Lanjut ayah soo hyo.

Kedua orang tua soo hyo meninggalkan donghae bersama anak gadisnya. Soo hyo masih belum sadar diri. Donghae terus memperhatikan lekukan wajah gadisnya yang masih terlelap, meski hatinya kembali dirundung sedih karna ingatan hyo uang menghilang. Mengingat orang tuanya saja tidak, bagaimana dia mengingat dirinya? Kekasih dan calon suaminya.

***

Soo hyo mengerjap pelan. Kepalanya masih sedikit sakit, namun ia merasakan tangan kirinya digenggam oleh seseorang. Dilihatnya seorang pria yang tidak ia kenal tidur sambil terus menggenggam tangannya.

Perlahan hyo menarik tangannya dari genggaman donghae, “euh…hyo…kau sudah bangun?” Ujar donghae yang langsung bangun.

“Kau…”

Mengingat kembali mengenai hyo yang amnesia, wajah donghae pun kembali murung. “Apa kau juga lupa denganku hyo?” Ucap dobghae pelan,

“Kau siapa?”

“Aku donghae, lee donghae…kekasih dan juga calon suamimu” jelas donghae,

“Calon suami?” Hyo makin heran, seketika suasana diantara mereka jadi canggung. “Kau…habis kecelakaan dan kepalamu terbentur keras hingga amnesia…”

“Sudah berapa lama kita pacaran? Kapan kita akan menikah?”

“Aku akan menceritakannya, tapi…tunggu sampai keadaanmu lebih baik lagi ya” ujar donghae sambil mengulas senyum.

***

“Aku pulang…” Ucap donghae lesu.

“Sudah makan hae?” Ujar ayahnya yang baru saja duduk di meja makan,

“Sudah abeoji, aku langsung ke kamar saja…” Balas donghae tak nafsu makan dan langsung ke kamarnya.

Baru saja ia membuka pintu kamarnya, minho baru keluar kamar. “Minho-ya…” Panggil donghae, minho berhenti melangkah dan masih tetap membelakanginya.

“Kau kemana saja?”

“Bukan urusanmu” jawab minho ketus,

“Apa kau tidak tahu hyo kecelakaan?!”

“Lalu?”

“Yak! Choi minho! Kau ini kenapa?” Ujar donghae sedikit memanas,

“Kalau dia kecelakaan lalu aku harus bagaimana? Ada kau yang menjaganya kan?” Ujar minho enteng sambil menatap donghae malas. Donghae mencengkeram erat tangannya, berusaha meredam amarahnya.

“Urusan kalian berdua, bukan urusanku lagi, aku tidak mau ikut campur” ucap minho dingin lalu pergi.

“Mwoya?! Yak! Minho!” Ujar donghae kesal, tapi minho tak mengindahkannya.

***

Kondisi soo hyo makin membaik, namun ingatannya masih belum kembali. Setiap harinya donghae ke rumah sakit untuk melihat keadaan gadisnya itu dan membawa semua barang kenangan dirinya dan soo hyo, berharap ingatan hyo akan kembali sedikit demi sedikit.

“Hyo..” Sapa donghae,

“Oppa…”

“Sudah makan?” Tanya donghae seraya duduk dipinggir tempat tidur,

“Ne…oppa, aku mau keluar, berlama-lama disini membuatku bosan” gerutu hyo,

“Kakimu masih diperban hyo, nanti saja…oh ya, aku bawakan ini…” Donghae mengeluarkan sebuah album usang yang ia ambil dari kamar soo hyo,

“Apa ini?”

“Album foto kita dari kecil…sengaja aku ambil dari kamarmu” ujar donghae. Hyo langsung mengambil album foto terebut. Dihalaman awal ada coretan hyo dan fotonya saat masih bayi.

“Ini aku?”

“Ne, tanggal lahirmu 16 oktober sehari setelah ulang tahunku” jelas donghae,

“Ooh…ini siapa oppa?” Tunjuk soo hyo pada foto mereka bertiga.

“Itu minho, dia adkikku dan juga sahabatmu…sejak kecil kita memang selalu bersama hyo…”

“Kita sangat dekat?”

“Ne…”

“Apa sampai sekarang kami masih dekat?” Tanya hyo yang membuat donghae diam sesaat lalu kembali mengangguk, “keurom…dia akan jadi calon adik iparmu”

“Hmm…oppa, apa kita sudah lama menjalin hubungan kekasih?” Tanya hyo lagi,

“Lumayan lama…saat kau lulus sma, akhirnya aku menyatakan perasaanku padamu dan kau langsung menerimanya…sejak saat itu kita berpacaran dan tepat di anniversary kita ke 6 tahun, aku melamarmu hyo…dan kau menerimanya…” Jelas donghae, ia raih jemari hyo dan masih ada cincin yang sama persis digunakan donghae juga.

“Ini buktinya…” unjuk donghae. Hyo terdiam.  Ia membalas pegangan tangan donghae dan menggenggamnya erat, “oppa…jika memang aku melupakan semuanya dan juga melupakanmu, apa oppa mau membuatku jatuh cinta lagi padamu?” ujar soo hyo sambil menatap donghae dalam. Seulas senyum manis terukir di bibir donghae.

Tangan donghae mengusap pelan pipi putih soo hyo dan makin mendekatkan wajahnya, mengecup lembut bibir soo hyo. Jantung soo hyo berdebar kencang, meski ia yakin dulu sebelum hilang ingatan, ia pasti sudah sering berciuman dengan donghae. Namun perasaan yang saat ini sangat berbeda. Ia merasa lebih nyaman jika donghae mengenggam tangannya. Ciumannya yang lembut pun membuat hyo terbuai.

‘meski aku lupa diriku siapa dan juga dirimu, namun aku yakin aku akan jatuh cinta lagi padamu, oppa…’ batin soo hyo.

Disaat yang bersamaan sepasang mata dengan tatapan menusuk melihat mereka berdua dari sela pintu yang terbuka. Minho, hatinya semakin hancur berkeping-keping. Sekuat apapun ia memisahkan donghae dan soo hyo, tapi tetap saja perasaan mereka tetap kuat. Meskipun soo  hyo hilang ingatan, namun jauh dalam hatinya, ia tetap mencintai donghae.

***

2 hari kemudian, di kantor donghae…

Dddrrrtt!! *hangeng hyun calling*

“yeobseyo? Hyung?”

“donghae-ya…”

“apa ada perkembangan  dari kasus soo hyo hyung?” Tanya donghae sambil sibuk membenahi berkas-berkas pekerjaannya.

“aku…sudah menemukan pelakunya…” ujar hangeng dengan nada sedikit resah,

“jinca?! Lalu bagaimana dengan pelaku itu hyung?!” ujar donghae sedikit bersemangat bercampur emosi,

“pelakunya memang sengaja menabrak soo hyo…”

“mwo?! Jadi itu pembunuhan berencana?!” tebak donghae,

“baiknya kau ke kantor saja, aku sudah menemukan apa penyebabnya” ujar hangeng tidak bersemangat. Donghae memutuskan telfonnya dan bergegas ke kantor hangeng.

@ Gangnam Police Office

Sesampainya di kantor hangeng. Donghae langsung masuk kedalam ruangan kakak kelasnya saat sma dulu, hangeng, yang kini menjabat sebagai komandan di daerah gangnam.

“apa pelakunya sudah ditahan hyung?” Tanya donghae geram,

“sudah kuamankan…aku pun berhasil menginterogasinya dan berhasil menemukan dalang dari pembunuhan berencana itu” uajr hangeng sambil memegang berkas file biru,

“siapa dalangnya hyung? Tapi setahuku soo hyo tidak mempunyai musuh” ujar donghae tidak percaya. Hangeng menatap donghae sedikit tidak tega. “donghae-ya, aku tidak tahu motif pelaku ini apa, tapi…baiknya kau membaca berkas ini” ujar hangeng yang akhirnya menyerahkan berkas hasil interogasinya dengan pelaku tersebut.

Donghae segera membaca berkas tersebut dengan seksama hingga ia menyadari ada satu nama yang sangat ia kenal. Choi minho. “mi…minho?! Hyung! Ap..apa ini…”

“mianhae donghae-ya…tapi memang itu yang aku dapatkan dari penyidikan ini…minho yang menyuruh preman itu untuk menabrak soo hyo, mungkin ia berharap agar soo hyo tidak selamat, tapi…nyatanya soo hyo selamat” jelas hangeng. Donghae mengenggam erat berkas tersebut. Dadanya terasa sesak. Ia tidak percaya minho yang melakukan semua ini. Adik yang ia sayangi, dengan teganya ingin merenggut gadisnya. Dua orang yang paling penting dalam hidup donghae. “an..dwae…hhh…gak mungkin…iini pasti…pasti minho yang lain hyung…ini…gak mungkin…” isak donghae, hangeng merangkul bahu donghae, berusaha menenangkannya,

“mianhae donghae-ya…semua sudah kami selidiki, sekarang…aku serahkan padamu…mau kau yang menyerahkannya…atau kami yang menahannya” ujar hangeng. Donghae memegang keningnya pasrah, “ottokhae…hhh…minho-ya…”

***

Donghae berusaha mengontrol emosinya. Ia sudah mempertimbangkan keputusannya dan berharap keputusannya ini benar.

Ddrrrttt!! *soo hyo calling*

“yeobseyo?”

“oppa eoddiya? Apa kau tidak mau menjemputku keluar rumah sakit?” ujar soo hyo dari seberang telfon,

“nanti oppa akan menunggu di rumah, sekarang oppa masih ada kerjaan, oke?”

“hmm, arraseo…” klik!

Donghae menatap sayang foto gadis yang ada di wallpaper ponselnya, “hyo…mulai saat ini aku berharap ingatanmu tidak kembali…” lirih donghae.

Tak lama kemudian mobil sport hitam berhenti di depan taman. Ia menyuruh minho datang ke taman dekat rumahnya. “ada perlu apa?” Tanya minho yang masih acuh. Donghae menghela nafas panjang dan mendekati minho.

“kau masih menganggapku sebagai hyung kan?” Tanya donghae, minho hanya menatapnya sekilas lalu kembali membuang muka, “jangan bertele-tele, aku masih banyak urusan”

“YAK!! CHOI MINHO !! kesalahan apa yang sudah hyo lakukan padamu?” ujar donghae dingin. Minho langsung menatapnya dingin dan tetap diam.

“JAWAB AKU KENAPA KAU MAU MEMBUNUHNYA?!” teriak donghae, emosinya sudah tak tertahankan,

“…” minho masih diam, tangannya mengepal jaketnya kencang,

“kenapa…kenapa harus dia? KENAPA HARUS DIA YANG KAU CELAKAI?!”

“KENAPA AKU MAU MEMBUNUHNYA?! AKU MEMANG INGIN MEMBUNUHNYA AGAR KAU DAN AKU TIDAK BISA MEMILIKINYA!! ……”

“m..mwo?!”

“AKU BISA TERIMA KEHADIRANMU DAN IBUMU DALAM KELUARGAKU YANG SUDAH PECAH…TAPI…AKU TIDAK BISA TERIMA KALAU KAU JUGA MEREBUT WANITA YANG AKU CINTAI!! KAU DATANG DAN MEREBUTNYA….”

BUK!! Satu pukulan mendarat di pipi minho hingga jatuh tersungkur,

“KAU PENGECUT!! KALAU KAU MENCINTAINYA KENAPA TIDAK BERUSAHA MEREBUTNYA?! KENAPA HARUS MEMBUNUHNYA?!”

“itu akan lebih mudah…” ucapnya enteng, “kupikir dia akan mati, ternyata hanya hilang ingatan saja”

“kuakui kalau aku merebut soo hyo darimu, selama ini aku tidak menyadari bahwa kau juga mencintainya…selama ini aku berusaha menghapus status adik tiri dan kakak tiri diantara kita…saat kutahu abeoji akan menikahi ibuku, aku senang karna aku akan punya ayah lagi, yang kuyakin akan menyayangiku, apalagi aku juga akan memiliki adik lelaki…yaitu dirimu…kau menganggap kami sebagai penyebab perceraian orangtuamu itu salah besar…KENYATAANNYA IBUMU SENDIRI YANG BERSELINGKUH MINHO!!”

“ANDWAE! IBUMU PENYEBABNYA!!” ujar minho dan menarik kerah donghae, matanya merah dan berkaca-kaca, “kau tidak tahu kan kemana ibumu pergi? Abeoji pernah berkata padaku untuk bisa menjagamu…ia menyuruhku untuk tidak memberitahumu apa yang sebenarnya terjadi diantara kedua orang tuamu…ibumu meninggalkan abeoji karena selingkuh dengan sahabatnya sendiri minho-ya…sahabat dari abeoji” jelas donghae,

“AAAARRRGGHH!! AKU BENCI KALIAN!! AKU BENCI KAU LEE DONGHAE!!!” teriak minho di hadapan donghae. Tubuhnya lemas, jatuh di tanah sambil terus mengusap rambutnya gusar, “aku benci…aku benci kalian…” isak minho. Tangis donghae tumpah. Ia berjongkok, merangkul minho, adik yang paling ia sayangi.

“kau boleh membenciku minho, tapi bagiku, kau tetap adikku… kau sama pentingnya dengan soo hyo…” ujar donghae dengan isak tangis,

“…aku tidak akan menyerahkanmu pada polisi…semuanya kuserahkan padamu…” ujar donghae dan meninggalkan minho.

***

Keesokan harinya…

“andwae! Anakku tidak bersalah!!” teriak ibu donghae histeris, saat pagi hari rumahnya didatangi polisi untuk menangkap minho. Ibunya terus menahan lengan minho yang sudah di borgol. Sedangkan ayahnya hanya diam sambil menatapnya kecewa.

“ahjumma…mianhamnida…aku harus membawanya untuk pemeriksaan lebih lanjut” ujar hangeng yang menuntunnya, sementara minho hanya diam sambil menatap lurus kedepan.

Donghae yang baru keluar dari kamarnya, hanya menatap nanar minho dari belakang.

“andwae! Hiks..minho-ya…jangan bawa dia..jangan bawa anakku…yaa~ donghae…tolong hentikan polisi itu…adikmu tidak bersalah donghae…” isak ibu donghae bahkan sambil bersujud didepan hangeng, “eomma…” donghae berusaha memapah ibunya untuk berdiri dan kembali menangis dipelukan donghae,

“ayo jalan” ucap minho,

“minho…melihat ibuku seperti ini apa kau masih membenci kami?” Tanya donghae, minho hanya melihat kebelakang sekilas lalu kembali berjalan.

Saat hendak memasuki mobil, ada sepasang mata indah yang menatapnya penuh Tanya. Gadis itu berdiri di seberang pagar setinggi pinggang, ia membungkuk pelan pada minho. Saat gadis itu tersenyum, air mata minho menetes. Ia tidak pernah membenci gadis itu, rasa cintanya terlalu besar untuk mengalahkan rasa benci padanya. Mungkin cinta soo hyo tidak akan pernah ia miliki dan hanya akan ia simpan dalam hati saja………

***

Epilog

“oppa, kenapa kau tidak pernah menceritakan tentangnya?” Tanya soo hyo. Donghae hanya tersenyum kecil dan makin mengeratkan pelukannya di bahu soo hyo,

“biarkan kau tidak mengingatnya…karna dia tidak mau kuceritakan tentangnya” balas donghae, soo hyo hanya diam sambil terus memandang foto mereka bertiga saat minho dan soo hyo baru masuk kuliah. “hmm, chagiya…”

“wae?”

“apa rasa cintamu padaku sudah kembali seperti dulu?”

“mwo? Hmmm…nan mollayo…” jawab hyo cuek,

“aish! hyo~ “ rajuk donghae, hyo terkekeh pelan melihat tingkah suaminya ini. Yah, baru seminggu yang lalu mereka akhirnya resmi menikah dan kini tengah menikmati bulan madu di paris.

Setelah minho akhirnya menyerahkan diri ke polisi, donghae memutuskan tidak akan memperkarakan masalah itu, tapi minho sendiri yang memutuskan untuk tetap ditahan dan menjauh dari semua keluarganya. Minho pun juga meminta agar donghae tidak menceritakan tentangnya pada soo hyo. Ia tidak ingin soo hyo mengingatnya lagi, menurutnya itu lebih baik karna tidak akan ada sahabat yang tega mencelakakan sahabatnya sendiri.

“oke! Kalau memang rasa sayangmu masih kurang padaku, akan kubuat kau mengingatnya kembali!” uajr donghae sambil mendekatkan wajahnya pada soo hyo,

“m..mwo?! hya~ oppa ini masih siang!” ujar hyo terus mengelak, namun kedua tangan besar donghae langsung menggendong hyo masuk kembali ke kamar hotel dan kembali ‘menyerang’ soo hyo.

“aish! oppa…aahh…” soo hyo mulai bernyanyi kembali, mengisi kamar honeymoon yang sengaja donghae pesan.

Mungkin kisah cinta mereka yang dulu telah hilang dan tidak akan pernah kembali. Tapi akan lebih baik lagi jika memulai semuanya dengan membuka lembaran yang baru, hanya ada donghae dan soo hyo.

The end

Yeeeeeyyyyy!! Tadinya mau buat ff edisi special donghae birthday + sii soo hyo, tapinya malah begini deh.. SPECIAL FOR @oyenforyentina HAPPY BORNDAY YOOO~ mianhae kalo baru jadi sekarang hohoo.. sesuai permintaan lo, gue pasangin nih ama abang ikan! Jangan ampe aje ktauan ama si @cechasesha !! wkwkwkkk.. mianh yaa kalo ff nya gak jelas gini.. eheheee… tapi gue buatnya ampe nangis loohh!!

For readers, dengan berat hati seprtinya author akan hiatus untuk 2 minggu kedepan, karna udah masuk pekan uts dan bakal sibuk dengan evaluasi Tugas Akhir author, jadiiii… untuk my child dan get married terpaksa ditunda dulu yaa, maaaaapp bgt, tapi sebisa mungkin author kerjain kok,, skalian mohon doakan saya agar lulus tepat waktu dan kalo bisa cumlaud ! amin..amin..amin..

Gomawo readerss~~~ *tebar bias*

24 thoughts on “A Lost Love Story

  1. Bagussss. Walaupun badai menghadang hyo te2p ma hae #lebay ㅋㅋㅋ
    Kasian sama minho, uda cinta’a d tolak, d penjara jg. Aigoo~
    So sweet bgt kisa cinta hae ma hyo. Awawawaw😄

  2. superteuki berkata:

    Koq minho tega banget sih..
    Gak bs dapat mau dihancurkan pl.. Kejamnyaa..
    Untung hyo ilang ingatan tp masi mw nerima donghae.. Epi ending deh.. Hehheheh..

  3. irma berkata:

    omo..aku kira jd.a ntr ma minho tp keliru….

    syukr dh minho sadar dn mau nyrahn dr tp kasian jg kalo ntr cew.a tw#jauh bgt pkran.a

  4. momonjaa berkata:

    huaahhhhh ikan aku diambilllll…… hikssss😥
    hehehee…
    mau dibikin apa juga kalo udah jodoh balik aja lagi gitu yah..
    kalo emg takdirnya masih hidup mau dicelakain kaya apa juga ttp aja masih hidupp..
    takdirr susah dilawannn..
    good job ditt🙂

  5. Vii2Junshuuu_kim berkata:

    sediiihh…
    sabarr y minhoo, pastii add kok yg terbaik bwat mu…. hehehe

    klo jodoh emng gha kmna y, walo lupeng ingtan skalipun msih add ajj rasa cinta itu.. heheheh

  6. ChapinKyu berkata:

    Hahaaa..t’nyata lw udah bkin ff baru…
    bagus tha cerita’a g gmpang ditebak.. ^o^

    Lanjutkan..!!semangatt..!!!😀

  7. haehyomin berkata:

    kyaa~minho jahatt bgt!!!
    tp suka dech ending’a pas minho nangis karna lihat soo hyo senyum :))
    .mianhae choi minho😦
    heheehe…

    *jeongmal gomawo ditaKyu :*
    sbetulnya sih mau dapet keduanya.
    hahaaha #plakk
    tpi critanya tntng perkawinan lg yah, hmpir sama kya yg waktu ntu..

  8. Lady_kyuwon berkata:

    Anyeong,slm knl chingu…
    Ff’y deabak…itulh cnt y wlaupn hyo’y ilng ingtn tp prasaan’y ke hae oppa msh ttp ada y…
    And minho itu bkn’y cinta,klw mang cnt shrus’y biarkn hyo ma hyungmu bhgia…
    Jngn mengats nm kn cnta dirimu jd berbuat nkt…akhr’y menysl kn. hiks…hiks sdh minho’y dpnjara tp bhgia hyo’y gk mnnggl and mnikh ma hae oppa.hehehe…

  9. aduh itu poster nya . . *melted*

    paling suka deh kalo cerita’y triangle love🙂
    minho dsini labil amat ya,
    egois. Tega banget ama org yg dy cinta.
    Huhuhu

    nice ff diita🙂 *sksd*

  10. Chava berkata:

    Ceritanya keren……
    Tapi itu minho tega banget T~T untung donghae-nya baik banget….
    Ah envy sama hyo, baru sadar dari koma trus lupa ingatan eh ada orang cakep kayak hae ngaku calon suaminya… :3 #plakplok

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s