[PG15] The Way To Break Up

Playlist :

  • Katy perry – the one you got away
  • Music for sale – so right
  • As one ft donghae – only you
  • T-ara ft davichi – were in love
  • SJ K R Y – Reminiscene
  • Mblaq – it’s war
  • SJ K R S – bitting my lips

Ini ff super lebay tapi entahlah romantisnya dapet atau enggak, karna author gak bisa romantis (?) haha, enjoy yaww~😉

***

even if it hurts, pretending that it’s nothing
even if tears fall, knowinghow to hide them,
placing it in one side of the heart
and knowing how to smile as if nothing’s wrong
the way to break up…

The story begin…

“Lupakan ikatan ini…lupakan semua tentang status kau dan aku”

“Oppa…”

“…Saranghae…”

***

Baru saja aku memasuki pekarangan rumah super mewah dan terlihat seluruh orang didalam sangat sibuk dan sepertinya akan ada pesta mewah. Kutepikan mobilku di parkiran kecil tidak jauh dari pintu masuk dan seperti biasa beberapa pelayan langsung mendekatiku, membukakan pintu…

“Agesshi, akhirnya pulang juga” ujar kang ahjussi, kepala pelayan yang telah mengabdi selama bertahun-tahun di keluarga ini.

“Eomma yang selalu mendesakku untuk pulang ahjussi” balasku ramah, ia pun segera mengambil koper kecilku dan masuk kedalam.

“Hyojoon-ah!” Seru seorang gadis yang suaranya amat kukenal. Ia berlari kecil lalu memelukku erat, sangat erat bahkan hingga membuatku sulit bernafas! (“▔□▔)

“Kyaaa!!! Bogoshipoyo!” Ujar jiwon,

“Ji..jiwon-ah..a…ku..gak..bi..sa..na..fashhh…” Ujarku sesak dan berusaha lepas dari pelukannya.

“Hehehe…mianhae”

“Aish! Kau itu baru mau pulang kalau siwon oppa juga pulang!” Gerutunya, lucu jika melihat wajahnya yang sudah menggerutu, “aiya~ kau tahu sendiri kan aku masih disibukkan dengan bos workaholic itu!” Elakku,

“Aigo~ jiwonie, tidak kah kau beri kesempatan hyojoon untuk lepas rindu padaku?”

“Eomma…” Lirihku saat melihat seorang ibu yang berdiri sambil tersenyum manis beberapa langkah dibelakang jiwon. Aku menghampirinya dan langsung memeluknya erat, “bogoshipoyo eomma”

“Naddo joonie…”Balasnya,

Setelah berbincang-bincang dengan eomma dan juga jiwon, aku kembali ke kamarku, kamar yang sudah hampir dua tahun ini tidak pernah kutempati. Yah, ternyata lumayan lama aku meninggalkan rumah ini. Semua benda yang ada dikamar masih sama saat aku tinggalkan dulu, mungkin hanya sesekali dibersihkan oleh pelayan disini.

Dddrrtt!!

Sender: Prince

Can’t hardly wait honey…

Aku hanya tersenyum kecil melihat pesan singkat darinya. Kuletakkan lagi ponselku dan mencoba untuk tidur, cukup lelah setelah menempuh perjalanan tokyo-seoul, yang akhirnya aku bisa mengambil cuti dari kesibukanku mengurus cabang perusahaan disana.

***

Malam harinya aku sudah bersiap dengan tube dress warna pastel selutut, pilihan jiwon dan tak lupa riasan make up tipis siap untuk menghadiri acara ulang tahun perusahaan yang diadakan dikebun belakang rumah keluarga terpandang ini.

“joonie…sudah siap?” ucap jiwon yang baru masuk ke kamarku,

“hmm…”

“ayo turun…eomma dan appa sudah menunggu”

“arraseo, umm…apa dia belum datang juga?”

“tadi pesawatnya delay, tapi nanti juga langsung kesini, ayo turun, aku mau mengenalkanmu pada seseorang” ucapnya riang,

“heh? Nugu?” jiwon hanya tersipu malu, kurasa aku tahu siapa yang akan dikenalkan padaku. Aku hanya menuruti permintaannya dan turun kebawah. Pesta baru saja dimulai. Jujur, aku kurang suka dengan pesat mewah yang dihadiri semua relasi bisnis appa yang tidak aku kenal, aku, jiwon dan juga siwon oppa tidak pernah suka dengan pesta ini. Terlalu menjenuhkan, karena tugas kami hanyalah menyapa para tamu dan obrolan disini juga tidak lepas dari pembicaraan bisnis mereka.

Jiwon mengajakku ke salah satu sudut taman yang tidak begitu ramai dan disana sudah ada seorang pria, dia cukup tampan dan aku yakin pasti pria ini yang akan dikenalkan jiwon padaku.

“kyunnie” sapanya pada pria itu, dan dibalas senyuman.

“joonie, ini kyuhyun dan kyuhyun…ini hyojoon, kakakku” ujar jiwon riang, kubalas uluran tangannya. “jadi…kau kekasih jiwon?” Tanyaku langsung, ia hanya terkekeh pelan,

“begitulah…” jawabnya dengan tersenyum manis. Setelah sedikit berbasa-basi, aku meninggalkan mereka berdua dan menuju ke tempat eomma, yang sedari tadi menyuruhku untuk selalu berada didekatnya.

“Eomma…boleh aku permisi sebentar”

“Jangan lama-lama ya” wanti-wanti eomma, aku hanya mengangguk kecil dan masuk ke kamarku, memandang suasana garden party dari atas balkon kamarku.

“Hhhh…memang aku tidak pernah bisa menyamakan diri dengan mereka” lirihku,

“Kenapa tidak bisa?” celetuk seseorang dari belakangku,

Suara itu…

Kubalikan tubuhku dan melihat sosok pria yang selalu bisa membuatku tidak bisa berkutik, senyuman khasnya yang selalu aku sukai, dia choi siwon…

“Oppa…” Lirihku, belum sempat aku bicara lagi, ia menarik tanganku kembali masuk ke kamar dan menutup pintu balkon.”Tidak mungkin aku memelukmu di balkon kan?” Ujarnya saat memelukku erat. Aku hanya tersenyum kecil. Yang kubutuhkan hanyalah pelukannya, pelukan yang selama dua tahun ini tidak pernah aku rasakan. Aku benar-benar merindukannya.

“Kau pulang…”

“Kau juga….” Balasnya, kurasakan ia mengecup puncuk kepalaku.

Kulepas pelukannya dan memperhatikan tiap inchi wajahnya yang…makin tampan. “Ummm…apa saja yang kau lakukan di new york?”

“Memikirkanmu…” Jawabnya sambil kembali menarik pinggangku dalam rengkuhannya,

“Cish~ kau ini…jangan bilang kau belum bertemu dengan eomma?!”

“Ummm…begitulah, aku masih merindukanmu joonie” ucapnya sambil menempelkan keningnya dikeningku, bermain dengan hidungku dan… Berakhir di bibirku. Well, selama dua tahun berpisah, ciumannya tidak berubah, tetap lembut dan selalu ingin lebih dan lebih.

“Umh…enough…cepatlah temui eomma” ucapku sambil menghapus lipglossku yang tertinggal di bibirnya.

“Okay…nanti aku kesini lagi” ujarnya dengan tak lupa mencium pipiku sebelum keluar kamar.

Dia telah kembali, dan entah sampai kapan kami terus menyembunyikan hubungan ini, hubungan yang bisa dibilang hubungan terlarang tapi bisa dibilang juga bukan hubungan terlarang.

Aku, shin hyojoon. Setidaknya nama itu dulu melekat di akte keluarga sebelum aku menjadi anak angkat keluarga choi. Sejak umur 16 tahun aku diangkat oleh keluarga terpandang ini karena titipan dari almarhum ayahku yang akhirnya menyusul ibuku.  Keluargaku dan keluarga choi memang sudah kenal sejak lama, bahkan bersahabat dekat. Begitu juga dengan aku, siwon dan jiwon, yang umur kami tidak berbeda jauh. Umurku dan jiwon hanya berbeda 3 bulan dan dengan siwon oppa, hanya selisih 3 tahun

Aku memang sudah menganggap mereka menjadi kakak dan adikku, mempercayakan siwon oppa yang bisa menjaga aku dan jiwon dan selalu ada disaat aku sedang membutuhkan sandarannya. Namun, rasa kasih sayang seorang adik kepada kakak lama-kelamaan bisa hilang, dan tanpa kusadari perasaan itu telah berkembang menjadi sebuah cinta antara wanita kepada pria, begitu juga yang dirasakan siwon padaku…

Flashback

Aku hanya bisa berdiri membeku saat sapuan lembut bibirnya menyapu bibirku. Membuatku terbuai akan sentuhan bibirnya, kedua tangan besarnya yang memenjarakan tubuhku diantara tubuh tingginya dan dinding kamarku.

“…oppa…” Lirihku, masih tidak percaya…dia menciumku, tatapan matanya begitu lekat, tangannya mengusap kedua pipiku dan menyatukan keningnya dengan keningku.

“Lupakan ikatan ini…lupakan semua tentang status kau dan aku”

“Oppa…”

“…Saranghae…saranghae hyojoon-ah…please be mine…” Ia menarik kedua tanganku dan mengecupnya, seakan memohon.

“I can’t…kau kakakku…” Ucapku, siwon melepas genggaman tanganku, ia duduk di pinggir kasur, terlihat raut kecewa diwajahnya. Berat rasanya jika mengingat status kami yang notabennya adalah sebuah keluarga.

“…oppa…”

“Aku terlanjur mencintaimu joonie…”

“Mianhaeyo…”

“Joonie…please…kita pasti bisa melewatinya, toh memang ini bukan hubungan yang terlarang?” Ujarnya penuh harap, aku hanya bisa menundukkan wajahku, pasrah. Ia kembali menarikku kedalam pelukannya.

Flashback end

Mulai sejak itu kami melupakan hubungan kakak-adik dan menjalin hubungan sepasang kekasih. Meski sering kali aku merasa bersalah kepada eomma, appa dan jiwon. Mungkin aku telah mengambil jalan yang salah, tapi…jika mengingat rasa sayangku pada siwon, ego itu kembali muncul. Aku ingin memilikinya, dan ia yang terus berada disampingku.

Waktu yang paling berat adalah saat harus melepasnya pergi ke new york selama dua tahun untuk mengurus perusahaan dan semenjak ia pergi aku pun juga memutuskan untuk keluar dari rumah ini, tinggal di apartment yang tidak jauh dari kantorku.

Sejak kami menjalin hubungan ini, aku sadar akan posisiku dalam keluarga ini. Aku bukanlah siapa-siapa bagi mereka. Perlahan aku bisa keluar dari rumah ini, bekerja diluar perusahaan appa dan membiayai semua kebutuhan hidupku sendiri, meski memang membutuhkan bujukan ekstra pada appa dan eomma.

***

In the morning…

“Joonie, bisa bangunkan siwon?” Ujar eomma yang tengah menyiapkan sarapan untuk appa,

“Ne?”

“Tadi sudah aku bangunkan, tapi tetap saja gak bangun juga!” Gerutu jiwon,

“Haha, arraseo…” Kembali kuberbalik ke atas, menuju kamarnya.

“Oppa?” Kulihat selimut masih menutupi seluruh tubuhnya,

“Oppa!! Ayo sarapan!” Sergahku sambil menarik selimutnya,

“Ughh…5 menit lagi~” ujarnya dengan berusaha menarik selimut,

“Aish! Oppa! Kau kan ada janji dengan appa untuk ke perusahaan!” Ujarku,

“Ish…joonie….”

“Kyaa! Oppa!” Ia menarik tanganku dan langsung memelukku, dasar! Kesempatan! (¬_¬”)

“Morning kisseu…” Ucapnya sambil terus mengeratkan pelukannya, dan menaruh dagunya di bahuku,

“Ya~ oppa! Nanti jiwon masuk! Cepatlah bangun, aku sudah lapar” tapi yang kudengar adalah dengkuran halus! Aigo~

“Yaaakk!!”

“…arra~” ia melepas pelukannya dan akhirnya, mau membuka matanya!

“Mana kisseunya?”

“Mwo?!”

“Joonie…”

“Apa?!”

“Kita menikah yuk”

“Oppa, kau masih belum sadar juga kah?” Ucapku sambil memegang keningnya, hanya memastikan apakah dia sedang panas atau tidak. Namun yang kulihat dari wajahnya, menandakan bahwa ucapannya tidak bercanda.

“Joonie…aku akan bilang pada eomma…”

“Oppa…please…” Ucapku sambil menggelengkan wajahku, belum siap jika ini akan terjadi. Siwon hanya diam, ia mengecup keningku dan berkata, “semua akan baik-baik saja joonie..” Ujarnya dan meninggalkanku ke kamar mandi dikamarnya.

Aku masih diam terpaku, meraba liontin inisial nama kami pemberian darinya saat dulu sebelum ia pergi ke new york. Semua ini pasti akan jadi hal yang amat berat bagiku… (⌣́_⌣̀)

***

3 hari kemudian, setelah aku kembali dari liburanku di rumah, eomma mengajakku untuk bertemu di salah satu cafe tidak jauh dari tempatku bekerja.

“Eomma…mianhae, aku telat” ujarku dan tak lupa mengecup pipinya,

“Tak apa, kau pasti sibuk joonie”

“Eomma sudah makan?”

“sudah tadi…apa kau masih suka pulang larut malam? Wajahmu makin kurus” ujar eomma, terlihat raut wajah sedih,

“Aniyo eomma…hanya saja dengan mendekati pembukaan cabang perusahaan baru, aku lebih sibuk…”

“Joonie…eomma ingin kau pulang lagi…” Ujar eomma dengan menggenggam tangan kananku,

“Eomma…”

“Kau anak eomma…kau masih bagian dari keluarga choi, sayang…tapi kenapa makin hari eomma merasa kau makin menjauh…” Jelas eomma dengan mata berkaca-kaca, membuatku makin merasa bersalah,

“Aku tidak bermaksud eomma…mianhae…jeongmal mianhae…” Aku pindah duduk disampingnya dan langsung merangkulnya, dan kusadari aku merindukan saat-saat seperti ini, saat bersama eomma.

“Tidak perlu meminta maaf, setidaknya kau telah membutikan pada kami kalau kau bisa mandiri, hanya saja eomma masih takut joonie…”

“Takut?”

“Kau ini sudah cukup umur untuk menikah..”

Oke, sepertinya aku tahu pembicaraan ini akan mengarah ke hal yang sulit aku jawab!

“L…lalu?”

“Apa kau masih belum mempunyai pasangan? Jiwon saja sudah memperkenalkan kekasihnya, tapi kau dan siwon sama sekali tidak pernah kulihat kalian mempunyai seorang kekasih” jelas eomma, aku hanya diam. Bagaimana bisa aku mengenalkan kekasihku, jika ia adalah siwon, yang kau tahu dia adalah kakakku eomma?

“Joonie…”

“N..ne?!”

“Sudah berkali-kali aku bertanya pada siwon, kapan ia akan menikah, namun ia terus saja mengelak…” Jadi itu maksud perkataan siwon oppa tempo hari, mengajakku menikah.

“M..mungkin ia masih mau fokus dengan pekerjaannya eomma”

“Yah, mungkin, maka dari itu eomma berencana untuk mengenalkannya pada seorang gadis” ucapan eomma langsung membuatku diam. “…joonie…eomma memintamu untuk membujuk siwon, agar ia mau dikenalkan pada anak teman eomma” lanjut eomma tanpa tak tahu aku harus menjawab apa.

“…joonie?”

“n…ne? eomma…mau menjodohkannya?”

“eomma hanya ingin mereka berkenalan, akan lebih baik lagi jika dari perkenalan itu hubungan mereka bisa berlanjut lagi, kau mau bantu eomma kan? karna eomma percaya padamu, kau kan yang lebih dekat dengan siwon” ucap eomma, aku hanya mengangguk pelan. Lalu kulihat eomma mengeluarkan suatu kertas dari tas kecilnya.

“ini fotonya, namanya choi minhee…dia cantik bukan? Eomma sengaja memilihkannya, karena masih satu marga dengan kita dan juga eomma sudah mengenalnya dengan baik” ujar eomma yang makin membuat hatiku sakit. gadis itu memang cantik eomma…

“eomma harap siwon mau mengenalnya joonie, dan aku mohon bantuanmu ya…”

***

Author POV

Setelah bertemu dengan ibunya, hyojoon terus berdiam diri di apartemennya. Memikirkan segala kemungkinan terburuk yang akan menimpanya. Ia menenggelamkan tubuh kecilnya di sofa dengan terus menggenggam foto gadis itu, gadis yang dengan cepat atau lambat akan merebut siwon dari sisinya.

“hhh…tuhan…apa yang harus aku lakukan? Dia kebahagiaanku, tapi…jika aku terus bersamanya…aku yang akan menjadi penghancur keluarga mereka…” lirih hyojoon.

Krek! “joonie?”

Segera hyojoon menghapus air matanya dan menyembunyikan foto tersebut dibawah bantal. “kau baru pulang oppa?” ujar hyojoon seraya berlari kecil dan langsung memeluk siwon, mencoba untuk menenangkan hatinya.

“aigo~ apa kau sangat merindukanku, huh?”

“iya!” ujar hyojoon makin mengeratkan pelukannya.

“mianhae, aku masih sibuk dengan perusahaan joonie…ah~ aku bawa cheese cake, kita makan?” ujar siwon, dan hyojoon hanya mengangguk kecil, ia ikuti siwon dari belakang dan terus memperhatikan pria itu yang sudah hafal semua peralatan yang ada di apartemen hyojoon. Baginya, ini adalah rumah keduanya. Di apartemen inilah mereka bisa menghabiskan waktu bersama, tempat yang paling aman.

“tadi siang kau bertemu dengan eomma?”

“eh? i..iya…”

“tumben sekali?”

“eomma…kangen denganku” ujar hyojoon,

“hmmm…”

“kau mau kopi?”

“tidak, kalau aku minum kopi, nanti kau tidak mau menciumku” goda siwon,

“mwoya?! Dasar kau!” ujar hyojoon sambil memukul pelan lengan siwon. Ia membawa cheese cake ke depan ruang tv dan duduk dalam rangkulan siwon. Nyaman.

Hyojoon POV

Kusandarkan kepalaku di bahu bidangnya. Dan kurasakan ia memainkan helaian rambutku dan sesekali menciumnya. Namun…pikiranku tetap tidak bisa tenang. Aku masih memikirkan perkataan eomma, lambat laun siwon harus tahu dan harus mau dikenalkan oleh gadis itu, tapi bagaimana denganku? bagaimana dengan kisah cintaku padanya?

“joonie? Kau melamun?”

“eh? Ani…ummm, mau tambah lagi kuenya oppa?” ucapku, siwon menarik tanganku dan menatapku intens, “kau ada masalah?”

“aniyo~”

“kau tidak bisa membohongiku, katakana ada apa sebenarnya?” ucapnya membuatku menyerah. Memang sulit menyembunyikan suatu hal darinya. Aku mengambil foto yang kusembunyikan dibawah bantal tadi dan menyerahkan kepadanya, “ini…”

“nugu?”

“namanya choi minhee…eomma memintaku agar oppa mau kenal dengannya” ucapku sambil menunduk, siwon masih diam dan terus memegang foto tersebut.

“kau sudah tahu jawabannya kan?”

Aku hanya menggeleng pelan. Kutatap matanya dan mengelus pipinya sayang, mengecup bibirnya lembut beberapa detik. “aku masih ingin memilikimu…dan aku pun tidak mau melepasmu, mianhae…” lirihku masih dengan jarak wajah kami yang hanya beberapa senti. Siwon tidak menjawab, ia kembali mencium kening, hidung dan berakhir di bibirku.

Ia terus melumat bibirku, menciumnya begitu lembut. Ku kalungkan kedua tanganku di lehernya, mengusap tengkuknya dan terus meminta lebih. kami saling memiringkan wajah berlawanan arah, menjelajah ditiap inchi bibir kami. Siwon merengkuh pinggangku, mendorongku terus menyandar ke sofa. Ciumannya beralih ke leherku, ia hisap dalam hingga membuatku hanya bisa menggigit bibirku, menahan desahan yang akan keluar.

“u..ughh…hh…oppa…hhh…” ku tarik wajahnya dan kembali melumat bibirnya. Kami masih bergulat dalam ciuman panas, hingga tubuh siwon benar-benar berada diatas tubuhku, kedua tangannya mulai menyelusup masuk kedalam kaosku dan… “STOP!hhh…not now…” ucapku sambil menahan kedua tangannya. Ia keluarkan lagi tangan yang sempat berada didalam. “sorry…” ucapnya, ia menggendong tubuhku dan masuk ke kamarku membaringkan tubuhku dan menyelimutiku,

“tidurlah…kutemani hingga kau terlelap” ucapnya sambil terus mengenggam tanganku,

“…oppa…”

“sstt! Hari ini kau terlalu banyak pikiran, tidurlah, oke?” ucapnya lagi, kuturuti permintaannya dan mulai mengantuk…

***

Seminggu kemudian…

Kudapat kabar dari siwon bahwa appa tiba-tiba masuk rumah sakit karena terkena serangan jantung saat dikantornya. Langsung kubatalkan kepergianku ke Tokyo dan ke rumah sakit…

“eomma…” lirihku, kulihat eomma masih dalam pelukan siwon sambil terus menangis dan jiwon pun menangis dalam pelukan kyuhyun.

“joonie…appa sakit…appamu…” isak eomma dan beralih padaku, “appa pasti sembuh eomma…pasti” lirihku tak kuasa menahan tangis, siwon hanya bisa mengusap punggungku pelan.

setelah menenangkan eomma dan kondisi appa yang sudah sadar, kini aku dan siwon tengah berada di ruang dokter, menunggu hasil pemeriksaan appa. Siwon menggenggam tanganku erat, berusaha mengusir rasa cemasku, “appa akan baik-baik saja…” ucap siwon oppa pelan,

“ku harap begitu” lirihku,

“siwon-sshi menurut hasil pemeriksaan, ayah anda terkena stroke ringan dan juga penyakit jantungnya yang kambuh” jelas dokter, aku hanya bisa menunduk pasrah.

“stroke? Tapi tidak berdampak besar kan dok?”

“tidak, selama ayah anda masih dalam perawatan intensif, beliau jangan sampai kelelahan dan banyak pikiran…harusnya ayah anda tidak mengurus segala urusan perusahaan yang pasti membebani pikirannya siwon-sshi” jelas dokter.

Setelah keluar dari ruang dokter aku masih diam, terus memikirkan kesehatan appa. “mulai sekarang aku yang akan mengambil alih perusahaan” ucap siwon, aku masih diam. Bukan hal itu yang menganggu pikiranku, tapi…hubungan kami…

Kulihat eomma tertidur di sofa dan appa juga masih belum sadar juga. “joonie, ajak eomma pulang, biar aku yang menjaga appa” ucap jiwon, aku hanya mengangguk pelan.

***

Keesokan harinya aku kembali ke rumah sakit dan untungnya appa sudah sadar, meski kondisi tubuhnya masih lemah.

“appa…sudah makan?” tanyaku sambil menaruh buah-buahan kesukaannya.

“sudah joonie…”

“joonie, temani appa dulu ya, eomma mau kebawah sebentar” ujar eomma dan meninggalkan kami berdua. Aku duduk sambil sesekali memijat pelan lengan appa.

“ah…aku sudah makin tua joonie…”

“appa…appa masih terlihat gagah kok” hiburku, tapi appa hanya terkekeh pelan,

“aku bersyukur siwon bisa kuandalkan dalam perusahaan, tapi…tetap saja masih ada yang kurang joonie”

“kurang? Maksud appa?”

“appa sudah tua, lambat laun appa atau eomma pasti akan pergi…appa hanya ingin melihat anak-anak appa mempunyai keluarga sendiri dan memberikan kami seorang cucu” jelas appa membuatku hanya bisa diam. “…appa ingin melihat siwon, kau dan juga jiwon menikah…sebelum waktuku sampai joonie…” lirih appa membuatku tertegun. Kulihat wajah appa yang begitu kelelahan. Appa pasti memegang beban pikiran yang berat, mengenai masalah keluarga dan juga perusahaan.

***

Author POV

Hyojoon terus melamun. Ia memilih berdiam diri dalam apartemennya. Ia tidak mungkin membiarkan keselamatan ayahnya demi memperjuangkan cintanya. Setidaknya jika ia melepas siwon, hanya ia yang merasakan sakit hati tanpa harus kehilangan ayahnya…

“joonie…” ujar siwon yang baru datang,

“oppa, kau sudah kerumah sakit?”

“ne, tadi sepulang kantor…kau kenapa lagi?” Tanya siwon heran,

Hyojoon masih diam…

“joonie, katakan ada apa?”

“jika aku meminta kau untuk menikah, apa kau mau?” Tanya hyojoon yakin,

“menikah denganmu? Itu pas…”

“bukan dengan aku, tapi dengan gadis itu” sela hyojoon, “andwae joonie…itu tidak mungkin” tolak siwon mentah-mentah, hyojoon duduk dibawah dan memegang kedua tangan siwon, memohon.

“joonie…”

“ini demi appa…kumohon…”

“tapi….*sigh* bagaimana bisa?! Yang kucintai itu kau! Kau tujuan hidupku joonie” ujar siwon dengan memegang wajah hyojoon,

“appa sakit…dia sakit jantung dan sewaktu-waktu bisa kumat oppa…lalu apa oppa tega bilang mengenai hubungan kita kepadanya yang…YANG BAHKAN BISA MERENGGUT NYAWANYA?!” teriak hyojoon emosi dan menangis.

“andwae…aku akan tetap bilang pada eomma dan appa…pasti bisa…pasti” ujar siwon pantang menyerah,

“oppa kumohooonn…Kau harus…kau harus tetap menikah dengannya…” isaknya,

“joonie…itu tidak akan mungkin” ujar siwon geram,

“kumohon oppa…tidak ada cara lain…aku begini karna…karna aku tidak mau kehilangan orang tuaku untuk kedua kalinya…aku tidak mau kehilangan appa…aku tidak mau…” isak hyojoon, siwon memejamkan matanya, pasrah. Ia tahu saat ini bukanlah waktu yang tepat, ucapa hyojoon benar, hal ini bisa membahayakan keselamatan ayahnya.

“joonie…”

“…lepaskan aku…biarkan…biarkan kisah kita sampai disini…” lirih hyojoon, siwon menariknya dalam pelukannya, terus memeluknya.

Semalaman siwon terus memeluk hyojoon, berat rasanya melepas gadis ini. ia pandang lekat wajah hyojoon yang masih tertidur dalam dekapannya, ia tidur begitu damai, meski masih terlihat matanya yang bengkak karena semalaman ia terus menangis. Dengan hati-hati siwon melepas pelukannya, menyelimuti hyojoon dan keluar membuatkannya sarapan.

Beberapa menit kemudian…

“oppa…”

“sudah bangun? Makanlah, kubuatkan pancake” ujar siwon dengan terus berusaha tersenyum, hyojoon hanya tersenyum kecil, ia minum coklat panasnya dan mulai melahap pancake madu buatan siwon, dalam diam.

“…kau kapan akan berkenalan dengannya?” Tanya hyojoon, setelah menghabiskan sarapannya. Siwon diam sejenak, masih banyak hal yang menyakitkan yang akan mereka lewati.

“secepatnya…joonie…maukah kau mengabulkan permintaanku?”

“permintaan?”

“seharian ini…jadilah kekasihku, seharian ini izinkan aku agar terus berada disampingmu, kita berkencan dan melakukan semua hal yang dilakukan oleh sepasang kekasih” jelas siwon, hyojoon hanya mengangguk pelan, mengiyakan.

***

Siwon POV

aku mengajak hyojoon ke taman bermain. Hatiku sedikit tenang melihat ia mulai bisa tersenyum kembali. Meski masih bisa kulihat raut sedih di matanya. Sungguh ini adalah hal terberat. Dihadapi dua pilihan yang amat sulit. Aku tidak mau kehilangan appa, apalagi hyojoon…

“oppa! Kita ikut itu yuk!” ujar hyojoon sambil menunjuk kesebuah kedai ramen,

“ikut apa?”

“pertandingan makan ramen super pedas porsi jumbo! Ayolah~ hadiahnya boneka unicorn super besaaar! Yayaa” ujarnya dengan menunjukkan aegyo yang sudah pasti akan membuatku luluh.

“okay…kita kesana” ucapku,

Beberapa saat kemudian semangkuk besar ramen super pedas sudah berada dihadapan kami, aku sendiri tidak yakin bisa menghabiskannya.

“siap? Dalam waktu 5 menit ramen ini harus sudah dihabiskan, oke?” ujar ahjussi pemilik toko ini. kulihat hyojoon sudah siap dengan sumpitnya dan aku…entahlah apa aku bisa menghabiskan makanan ini.

Author POV

“hana…dul…set!! mulai!!” ujar pemilik toko bersamaan dengan memencet stopwatch ditangannya. Hyojoon langsung menyantap ramen super pedas itu, begitu juga dengan siwon, meski ia tidak suka pedas, namun pantang untuk kalah hanya dengan menghabiskan semangkuk ramen.

“huaaah!!! Pe..dassss…hhhh….hhh..” ucap siwo kewalahan, berkali-kali ia teguk air dingin yang ada dihadapannya, dilihatnya hyojoon masih bersikeras menghabiskan ramen dengan bercucuran keringat,

5 menit kemudian…

“yak! waktu habis!!” ujar ajhussi pemilik kedai, seketika hyojoon dan siwon langsung menaruh sumpit dan meneguk air dingin sebanyak-banyaknya.

“hhh,,,hhhh,,,,daebaakk~~” lirih siwon,

“ahjussi, kami menang kan?”

“ummm…tinggal sedikit sih, tapi taka pa lah, yak ambilkan boneka itu untuk nona ini” ujar ahjussi,

“huwaaa~ kamsahamnida ahjussi…”

“sama-sama nona, ini patbingsoo sebagai hadiah tambahan, selamat melajutkan kencan kalian ya!” ujar ahjussi,

“hehe…kamsahamnida…” ujar hyojoon sekali lagi, ia lihat siwon masih belum bisa berbicara, ia ambil tisu dan mengelam keringat di wajah siwon, begitu perhatian.

“kau hebat juga bisa menghabiskan ramen pedas ini oppa”

“aku tidak akan terkalahkan joonie…” ujar siwon percaya diri,

“arra~ asal jangan mengaduh jika habis ini perutmu sakit!” wanti-wanti hyojoo.

Selesai menghabiskan patbingsoo, mereka pun keluar dari kedai tersebut saat hari mulai malam. Hyojoon memeluk erat boneka unicorn putih besar tadi, membuat siwon terus tersenyum menatap gadisnya, “kau suka?”

“ne! fluffy unicorn!!” ujarnya menunjukkan aegyonya, membuat siwon makin gemas dan mengacak rambutnya pelan. Tetaplah tersenyum seperti itu joonie, senyuman yang bisa membuat hatiku tenang saat meninggalkanmu nanti… batin siwon, kembali sedih mengingat hari ini yang akan berakhir, hari terakhir mereka menjalin hubungan sebagai kekasih.

Selama perjalanan pulang keduanya diam, tenggelam dalam pikiran masing-masing. Sesekali siwon melirik ke gadis disampingnya yang melihat keluar kaca mobil.

Siwon POV

Sesampainya di dalam apartemen hyojoon…

“terimakasih atas hari ini…oppa” ujarnya sambil tertunduk, tak mau memandangku,

Kami saling terdiam dengan aku yang terus menatapnya intens. kenapa hari ini begitu cepat berlalu? Sungguh aku tidak pernah ingin melepasnya tuhan, dialah gadisku, dialah yang aku cintai…

“joonie…”

“oppa pulanglah…” ujarnya tertahan dan berbalik membelakangiku. “geure…aku pulang joonie…jaga dirimu baik-baik” balasku dan berjalan kepintu, sambil terus menatap punggungnya.

“joonie…aku…”aku berbalik mendekatinya, menariknya kembali kedalam pelukanku, “aku tidak bisa hyojoon-ah…saranghae…saranghae…” isakku, ia pun ikut menangis. “oppa…”

Kulepas pelukanku, menatap lekat kedua matanya, dan mengecup bibirnya, lagi dan lagi.

Author POV

Siwon hanya mengikuti apa yang ada dihatinya. Ia ciumi hyojoon, terus mendorong tubuh gadis itu ke dinding. Menciumnya makin dalam dan panas. Air mata hyojoon terus mengalir dan Ia peluk erat leher siwon, pasrah akan ciuman yang siwon berikan.

Kedua tangan siwon reflex mulai membuka jaket hyojoon, melemparnya begitu saja, menaikkan tubuh hyojoon ke meja dekat sana, menyerang leher putih gadis itu dan menghisapnya kuat. “hhh…op…oppa..sshhh…” erang hyojoon, dengan terus meremas rambut siwon. Tangan kanan siwon berhasil membuka tiga kancing kemeja hyojoon dan…

“jangan…kumohon………jangan…” lirih hyojoon tertunduk, ia tutupi tubuh bagian atasnya yang sudah sedikit terbuka. “joonie…mianhae…aku…”

“pulanglah oppa…jebal…” isak hyojoon tanpa mau menatap siwon. Siwon menghela nafas berat, ia kecup puncuk kepala hyojoon dan keluar dari apartemennya.

Seketika tubuh hyojoon ambruk, ia menangis sekencang-kencangnya, meluapkan semua kegundahan hatinya, dengan berat hati melepas pria yang paling berharga dalam hidupnya…

In another life,
I would be your girl…
we’d keep all our promises
be us against the world

In another life,
I would make you stay
so I don’t have to say
you were the one that got away
the one that got away…

***

Hyojoon POV

The Day…

3 bulan berlalu sejak hari dimana kami memutuskan untuk menutup kisah cinta itu. Kini… dia kembali menjadi kakak lelaki-ku. Dan kini pula ia tengah berdiri didepan altar, menunggu mempelai wanita dan melakukan janji suci, berjanji untuk sehidup semati sebagai pasangan suami-istri. Eomma memang tidak salah pilih gadis yang cocok untuk siwon oppa, dia memang gadis yang baik dan aku yakin bisa membahagiakan siwon oppa. Biarlah kisahku dengannya hanya akan menjadi rahasia kami berdua, untuk selamanya.

“joonie…kau sakit?” ucap appa yang menghampiriku dengan didorong oleh kursi roda, Untungnya kesehatan appa makin membaik.

“aniyo appa…” ucapku sambil mengusap tangan appa,

“nak…jangan pernah sungkan untuk menceritakan masalahmu pada appa…aku ayahmu kan?” ucap appa, kembali membuat mataku berkaca-kaca, kupeluk appa dengan sayang, “kau ayah terbaik yang pernah aku punya appa” lirihku.

“pulanglah nak…appa hanya ingin anak gadis appa kembali tinggal di rumah kita” ucap appa dengan memohon padaku. Pindah lagi kerumah ini? apa aku bisa?.

“joonie…” kulihat siwon oppa dan juga minhee eonni mendekati kami,

“cukhae oppa, minhee eonni” ucapku berusaha untuk tersenyum tulus. “umm, sepertinya aku harus kembali ke kantor sekarang…” lanjutku, berbohong.

“kamu masih masuk joonie?” sahut appa,

“mianhae appa, aku harus menghadiri meeting, oppa, eonni aku permisi dulu” pamitku dan segera keluar dari tempat ini. aku tahu pandangan siwon begitu sedih saat melihatku, dan aku pun tak sanggup jika harus berada dekat dengan mereka.

Aku berjalan lesu menuju pelataran parkir dan kembali melihat kebelakang. Bahkan saat ini aku mengasihani diriku sendiri. “sudahlah joonie…demi appa!” ucapku menyemangati diri sendiri.

Baru saja aku masuk mobil dan hendak mau memundurkan mobil tiba-tiba terdengar suara benda jatuh dan benturan cukup keras dari bumper belakang.

BRUK!!

“omona!” kulihat di belakang ada mobil hitam yang ternyata menabrak mobilku!!

“yak! neo!!” ujarku kesal,

“kau yang salah! Kenapa tidak lihat dulu kalau mau mundur, hah?!” ujar lelaki itu yang akhirnya turun dari mobil, memang cukup tampan, tapi wajahnya amat menyebalkan!

“cish! Kau itu yang tidak bisa parkir mobil! Parkiran disini kan luas!” sungutku tak mau kalah,

“aish! yeoja ini!!”

“joonie” ujar eomma dan jiwon dari kejauhan dan menghampiriku,

“eomma…”

“aigo~ kau kenapa?” kulihat eomma dan jiwon menghampiriku, dan pria yang entah aku tidak tahu namanya masih memasang wajah menyebalkan!

“ini ada namja gila menabrak mobilku!”

“ish! Jaga omonganmu…joongki-ya, maafkan kelakuan anakku, apa mobilmu rusak parah? Nanti akan ahjumma ganti ya” jelas eomma yang malah membelanya?! Apa-apaan ini?!

“eomma! Kau mengenalnya?!”

“joonie-ya, ini joongki oppa, tadinya eomma mau mengenalkannya padamu” sahut jiwon yang juga membela pria menyebalkan itu.

“ahjumma, tidak usah repot-repot, hanya lecet kecil” ucapnya beralih ke eomma dan memasang tampang super malaikat! Aish! jinja!!!

“kau…choi hyojoon?” ucapnya padaku dengan mengulurkan tangannya,

“joonie…” sikut eomma, membujukku agar mau menjabat tangannya, mau tidak mau ya harus menjabat tangannya!

“hyojoon” ujarku pendek, tanpa mau melihat wajahnya.

“joongki-ya, nanti masuk bersama hyojoon ya, dan kau joonie. Kau tidak boleh kembali ke kantor!” ancam eomma lalu meninggalkan kami,

“m..mwo?! ya~ eomma! Jiwon-ah!” teriakku kesal, tapi mereka tetap berjalan kembali masuk kedalam gedung.

“ckck…sepertinya perjodohan lagi” celetuk pria itu,

“MWO?! aku denganmu?! Ganti rugi mobilku! Ini mobil yang kubeli dengan uangku sendiri!!” ujarku makin kesal dengan tingkahnya, tapi dia malah tersenyum, tanpa merasa bersalah! Dan perjodohan? Astaga~ baru saja aku menyaksikan pria yang aku cintai menikah dengan gadis lain dan sekarang aku mau dijodohkan?!!

THE END

Apa cukup menguras hati? Kalo iya, syukurlah! Haha.. akhirnya~ puas juga bikin ngeskinship si mister!!  For @ditkandit mianhaeeee baru bisa post sekarang, tadinya mau jadi ff singkat aja, tapi ide ngalir terus, yasudah lah, moga suka yaaa, mianh juga baru sempet nge-pos sekarang, abis kmaren  mau focus revisi dan bimbingan dulu, dan alhasil TA di-ACC~ *Alhamdulillah*, hehehee.. @monica_setiadi eon, dsini partnya dikit dulu yaakk! Hehehee

*monic eon : bukannya dikit ini mah! tp

41 thoughts on “[PG15] The Way To Break Up

    • jijisasyrawrr berkata:

      yah.. padahal aku ngarep si joon ama wonppa.. :((
      ternyata.. hahaa.. surprise bgt.. ><
      menusuk hati tu eon crita'a yg pertama2..
      udh keren2 pacaran diem2.. ee.. tnyt siwon married ma cewe laen, si joon ama cowo laen.. :((
      aku kr org ke-3nya si kyuhyun lagi.. hahaah.. #Plakk

      keren..keren.. ^^v

  1. jahaaaaaaaaaat!! kenapa pisaaah??
    hyaa onni~ ini.. kenapa.. aish~~ tau ga sih, aku tuh udah mau menitikan air mata eeeehh muncul joongki!! ngakak lah aku seketika -___-”
    skinshipnya… joaaaa!!! uyeaaaah!! hahaha xD
    sekuel! sekuel! sekuel!!
    gamsahamnida rin onni~ saranghaee~~ hahaha xD
    di-acc onn? wuaaa alhamdulillah, ga sia2 ya ga mantengin timeline buat revisi hihi ^^v

    • Ehehehee, abis bosen joonie ama sw mulu #plakk xD
      Beneran nangis dit?! Wakakak, emang akhirannya gaje yaa?? Tadinya mau masukin si PM tapi gajadi dah, mending si joongki~ hahaa..

      Alhamdulillah yaaahhh, berbuah hasil juga itu kerjaan plus galau2 TA! :’)

      • ya~~ apa itu bosen sama sihyo couple?!
        hampir onn, hampir nangis, trs pas ada cowo nabrak masih suasana duka tuh aku, pas keluar namanya siapa.. jeng jeeeeng.. aku ngakak. bukan gaje sih onn, tapi aku kaget, ternyata nama joongki yg keluar hihi
        tadinya mau PM? kok ga jadi? haaah, dua2nya selingan utama.. #eh haha xD
        sekuel~ joonie sm joongki apa kabar itu lanjutannya? *modus to the max*

        hahaha setelah pacaran mesra dgn TA ya onn, akhirnyaaaa😀
        ini mah mesti ada perayaan ini, makan2 ini mah~

      • Ehehehee… *peace*
        Kalo dimunculin PM ntar si mister makin ngamuk lagih..
        Sequel hyojoon-joongki ? Ummm… Lihat saja nanti~~

        Ehh, kenapa ujuk2nya makan2? Umm, ditraktirnya sama yg baru kerja aja yah #eh wakakakk

  2. nindyprisma berkata:

    hwakakakak jadi ini hasil galauannya ta…
    duh gimana ya..

    1. ga terima kenapa harus jiwon yg pacaran ama kyu… hyewook kan juga adeknya siwon… #maksa
    2. skinshipppppp terusssssssssssss… udah hampir itu.. hampir….
    3. hyo suka pedes??? ga percaya…. errrrrrrrrrr…
    4. dan akhirnya muncul itu joongki…. beuh kalo yg muncul Kim Junghoon makin mantap itu….hahaha

    ahhhh jadi makin kangennnn K…

    • Antara galau dan tidak. ㅋㅋㅋㅋ jawaban (?)
      1. Kenapa jiwon? Karna yg kepikir saat itu dia, dan dia pan emg ade aseli si mister ka~
      2.Hahahaa, tadinya mau lanjut, tapi…..males~ wkwkwk
      3. Emang gak suka pedes ya? Waahh, jadi salah nih
      4. Tadinya mau gitu ka, tp ntra perang ama si mister lagi ! Hihii

      • nindyprisma berkata:

        ihhhh biarin aja MR ama PM bersaing.. kan MR kalo lg ama PM trus ada hyo kan aura persaingannya makinnnnnnnnnnnnnnn panas tuh, sepanas kalo siwon lagi…………….. lagi apa ya… hehehe

        author lg galau ama si babe apa sama hyungnya babe yg dijadiin cast ini??? hmmm…

        apa itu traktir2… gajian aja belm…

      • suka pedes kooook!! *goyang2 alis*
        hye onn itu suka banget ya MR cemburu sama PM? ntar kalo beneran dibikin begitu, yg disalahin pasti hyojoon deh, bilangnya merusak kestabilitasan grup -_-“

  3. momonjaa berkata:

    Apaan?? Ini mah bukan dikit.. Gak ada dialognya gue tiba2 kawin sm si mr.. Hahahaha
    Jadi org ke3 yah gue.. Jahat banget (˘̩̩̩~˘̩̩̩ƪ)
    Tapi pic nya dewasa banget itu yah hahahah
    Edisi selanjutnya honeymoon hhahahahah

    • nindyprisma berkata:

      mon ga penting ada dialog apa kagak… yg penting endingnya loe kawin ama siwon deh..

      beuh kayaknya enak tuh ya malam pertama…
      panaaaasssss… gerahhhhhhhhh
      #butuhblowersyahrini# hahahaha

      edisi honeymoon??? modus loe ah mon… hahaha

      • momonjaa berkata:

        Hahahaha modus bisa kali kaya dongsaeng 2 itu.. Kerjaannya modus mulu hahaha..
        Harus ada honeymoon biar ada ketauan akhirnya siwon cinta beneran enggak sama guee hahahah.. *usaha*
        Liat foto sw yg bikin merinding ah hahahah

  4. huwaaaaaaaaa……….. sedih bgt ma percintaan joonie siwon….
    pazz aq baca judulnya kirain bakal sad ending yg bner” sad..tp ternyata msih ad lucunya dikit…
    ehh tp aq pnasaran ntr perjodohannya joonie ma joongki gmn???
    truz aph y reaksi siwon paz tw itu???
    ahh author yg baek bwt sequelnyaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!

  5. yah… ngak jadi sama siwon.hyojoon y,,, untung ada pengganti y joongki yg super ganteng tu,,, sesikit nyesek.sih baca y mereka ngak bisa bersatu padahal bukan daudara kandung….

  6. yah ini mah angst dah… Eoni kasian y siwon sm hyojoon mesti pisah… Mengalah demi keluarga…

    Ah, eoni ntu joongki? Song joongki? Uwaaa andwe bwt aku aja… Huhu
    Mw… Hahay

  7. chitra elizha berkata:

    ff’ny bagus..
    kisah cinta’ny gk trkesan picisan cz d’kemas dgn kisah yg agk brbeda dr yg lain..
    gk nyangka ending’ny mreka putus jg klo d’kbnyk’an ff yg pny cerita inti kyk gini biasa’ny d’ending mreka bisa brsatu..
    wah..klo ad sekuel lbh bagus lg..
    biar lbh jelas lg kisah’ny..
    cz ending’ny agk nanggung gk jelas psti gmn prasaan mreka br’2..
    alur’ny pas gk kcepetan atw klambatan..
    tp ending’ny krg gmn gt mnrt aq..
    bhsa’ny jg enk bwt d’pahami kq..
    feel’ny dpt bgt..
    keren dech pokok’ny..

  8. c abang kuda emng jagox skinship yax
    mw sapa ajah pasanganx bikin merinding ngebayangin setiap sentuhanx..
    hahahahaa
    apa lg ini hubungan diem2 makin seru dahh..
    tetep kesian ma hyojoon.. milih antara cinta dan keluarga..
    siwon jg ga bisa apa2 dng posisi sbg kakak..

  9. Aaaaaaaaaaa siwoooooooooonnnnn itu tangan udah mau nyentuh sesuatu dibalik baju knpa ditahaaaaaaaannnn???? Heeeeemmmm
    Pusing dah tuh si kuda,,, ckckckckckck

    Kirain bakal happy end,, ternyata salah..
    Siwon tetep dijodohin dan hyojoon malah dijodohin sama jongki.. Ckckckckckckck
    Sungguh naas pecintaan kalian,,

  10. kang hae ra berkata:

    eon, kok terakhirnya hyojoon sm joongki sih, kirain wonpa bakal memperjuangkan cinta mereka ternyata…
    tp bagus kok ceritanya, eon, walaupun endingnya rada kurang terima gara2 mereka ga bersatu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s