[versi edit] Arrgghhh!!

notes : ini versi yang udah aku edit, karena yg empunya ff ini, @monica_setiadi minta dieditin dan dibandingkan dengan yg asli, reader minta komen dan masukannya yaaa… gomawo ^^

I cried not because its sad but it because of you..

I laugh ot because its funny but it because of you…

I smile not because its beautiful but it because of you..

And I fell in love because of you…

Disebuah salon ternama di kawasan gangnam…

“Errrrgghhh, apa-apaan Tuan Muda Choi Siwon ini????” Teriak seorang gadis dengan kesal ketika melihat account twitter Choi Siwon yang mengupload sebuah foto yang menunjukkan dirinya sehabis bercukur. Kesal, ia remas-remas layar laptop, tapi kembali membuka picture yang ada didalamnya, lalu menghela nafas berat.


bukan masalah kalau dia hanya menampakkan dirinya yang sehabis bercukur, tetapi apakah harus disertai dengan telanjang dada?? Memang dia sering melakukan fanservice saat konser ataupun tampil di acara tertentu dengan memperlihatkan dada bidang dan perut sixpacks nya itu, tapi Ketika gadis itu bertanya untuk apa dia melalukannya, dia akan mengatakan itu hanya fanservice supaya ELF senang, dan sang gadis hanya bisa mengatakan “Baiklah, aku mengerti” dengan anggapan kau-adalah-segala-galanya-bagi-fans. Tapi kali ini gadis itu tidak akan pasrah jika dia mengatakan fanservice, karena ini selca di kamar mandi! Apalagi dia sedang berada jauh di London. Tak mau banyak bicara, gadis itu langsung mengambil handphonenya dan menelefon laki-laki itu.

“Kenapa tidak diangkat?? Apa kau begitu sibuknya melihat balasan dr fans-fans mu itu Choi Siwon??” Si gadis berteriak frustasi dan mencoba beberapa kali menelepon kembali tapi percuma saja tidak diangkat.

“Baiklah Tuan Muda, jika itu maumu jangan salahkan aku dengan apa yg kau alami nanti!” Dengan tatapan yg tajam.

***

Minhee POV

Aku Choi Minhee, 23tahun, seorang pemilik Wedding Organizer terbaik di Seoul. Kalian bertanya kenapa margaku sama dengan artis-artis terkenal di Korsel ini? Yah aku akui margaku sama dengan Choi Siwon, Choi Minho, Choi Sooyoung, Choi Jinri dan Choi Choi lainnya, aku akan bercerita untuk kalian. Aku tidak mempunyai hubungan darah dengan artis-artis terkenal itu, aku hanya teman dekat mereka dan kebetulan bermarga sama dengan Choi Siblings, tapi ada 1 orang diantara mereka yg mempunyai hubungan khusus denganku. Yap, dia lah Tuan Muda Choi Siwon seorang member supergrup Super Junior dan juga penerus perusahaan ayahnya, Hyundai Departemen Store.

Kalau kalian mau tau apa hubunganku dengannya, aku akan bilang bahwa aku tunangannya yg juga calon istrinya. Bagaimana bisa? Ummm…memang bisa-bisa saja karena kedua orang tua kami yang sudah setuju dengan hubungan ini. Selain itu memang tidak banyak yang tahu mengenai hubungan kami, hanya pihak manajemen, staff SM, para member, keluarga dan para yeoja dari member. Tentu saja pihak SM tidak akan menentang keputusan kami untuk bertunangan karena tidak menyalahi kontrak yang ada, asalkan kami merahasiakan ini semua.

Aku pun dekat dengan semua staff super junior, para manajer dan member dan yeoja mereka. Terlebih dengan 2 istri Cho Kyuhyun, Kim Hyewook dan Park Rinrin. Kalian tidak tahu ‘kan kalau maknae evil itu mempunyai 2 istri sementara hyungdeul nya belum pada menikah? Karena dia itu evil jadi dia bisa melakukan apa saja. Betapa hebat kekuatan si evil itu, aku saja masih suka bingung, bagaimana bisa mereka….ah~ sudahlah, tidak perlu dibahas, karena kini aku masih kesal dengan tuan muda itu!

Segera kuambil blackberry onyxku dan menelfon kedua istri magnae evil itu utnuk mengajak mereka bertemu. kami memang biasa melakukan pertemuan 1x dalam 1atau2 minggu untuk membicarakan hal-hal tentang para namja, yah bisa dibilang bergosip. Kekekekek

***

Keesokan harinya…

“Eonnie!!”

“Minhee-ya!” Teriak dua Nyonya Cho bersamaan.

Aish berisik sekali sih mereka.

“Aigoo, kalian ini kompak sekali sih!” Kataku ketika mereka duduk di depanku.

“Tentu saja eonnie, kita harus kompak demi menjaga kestabilitasan rumah tangga kami” sahut rinrin

“Tapi kalian itu kompak berisiknya!” Kesalku

“Ya!!” Ucap mereka bersamaan lagi. Aissshhh.

Mereka kemudian memesan makan dan minum, sedangkan aku hanya minum, entah aku tidak bernafsu sekali untuk makan akhir2 ini semenjak kejadian twitter itu.

“Kau tidak makan, minhee-ya?” Tanya hyewook ketika pesanan kami datang. Dan aku hanya menggelengkan kepala dengan lemah.

“Kau memikirkan Tuan Muda itu?”

“Dari mana kau tahu wookie-ah?” Tanyaku.

“Hmm, aku tahu dari Rin rin, Dia duluan yang melihat account twitter milik Siwon Oppa dan memberitahukannya padaku. Jujur aku kaget, aku juga memikirkan reaksi apa yg akan kau tunjukkan, dan ternyata seperti ini. Aku fikir kau akan biasa saja sama seperti saat dia bertelanjang dada saat konser. Tapi ternyata kau sama saja dengan aku dan rinrin” ucap hyewook panjang lebar.

“Aku kira kau akan mengurung diri di kamar selama berhari-hari eonnie” ucap rinrin santai.

“Ya! Maksudmu apa? Aku tidak se-frustasi itu walaupun aku memang frustasi” sahutku sambil memukul kepala rinrin.

“Eonnie, appoyeo” rinrin mengadu pd hyewook sambil mengelus kepalanya.

“Geurae, apa kau tahu twitter update dia semalam?” Aku mengangguk

“Ne, aku tahu. Maka dari itu, aku mengajak bertemu walaupun kita baru bertemu beberapa hari yg lalu. Aku hanya tidak ingin sepi sendiri, dan aku makin merasa sepi ketika dia tidak bisa dihubungi”

“Baiklah, kita habiskan dulu makanan kita sesudah itu bagaimana kalau kita shopping eonnie? Atau menonton film?” Rinrin memberi solusi yg baik agar aku tidak sedih. Anak ini kadang-kadang bisa menjadi moodbooster🙂

***

Hyewook POV

Aku, minhee dan rinrin sedang ada di pusat perbelanjaan Myeongdang. Walaupun ini bukan mall mewah seperti yg dimiliki Choi Siwon tapi kami senang jika berbelanja disini karna lengkap dan murah serta bisa ditawar. Wanita manapun pasti hobby berbelanjan dan menawar kan? Setidaknya dengan datang kemari kami bisa membuat Minhee melupakan kesedihannya. Sebagai pasangan dari member Boyband terkenal Super Junior, kami harus bisa bersatu dan saling menyemangati satu sama lain apalagi jika ada gosip menimpa.

Sungguh berat jika kami sendiri maka dari itu kami sepakat untuk bersatu dan akan selalu kompak. Kami rela identitas kami disembunyikan karena kami mencintai mereka dan kami harus sadar akan siapa mereka. Mereka itu milik ELF, sama seperti dulu aku seorang Sparkyu dan minhee seorang siwonnest tapi dia bilang pada kami semua kalo dia itu elfishy, yang hanya tahu kebenarannya hanya aku dan rinrin karna kami mendapati handphone, Ipad dan laptopnya penuh dengan wajah dan artikel siwon oppa. Rinrin? Dia jg seorang sparkyu tapi terkadang suka membelot ke oppa-oppa yg lain. Hahahah

“Eonnie, ini lucu tidak? Aku mau membeli tas yang ini, harganya juga tidak mahal. Otthokae?” Tanya rinrin

“Bagus rin-ah, cocok untukmu juga untukku jadi aku bisa pinjam. Hahahah”

“Ya onnie! Tapi gwenchana, aku juga sering pinjam barang eonnie, kekekekek” balas rinrin.

Satu jam kemudian…

“Ya hee-ya! Kau mau memindahkan barang 1 toko ke apartemen mu hah? Banyak sekali yg kau beli!” Omelku melihat minhee membawa banyak sekali barang,

“Hahahah, ini semua bagus-bagus sekali wookie-ah. Kau tahu? Ini membuatku melupakan masalahku. Bagaimana kalau aku habiskan uang tabunganku?”

“Mwoya?? Andwee!! Kau bisa miskin tiba-tiba tahu! Walaupun aku sangat paham kau tidak akan bisa miskin dengan mudah!” Omelku.

Yah tentu saja bagaimana bisa nona muda ini tiba-tiba jatuh miskin hanya dengan membeli barang-barang itu. Asal kau tahu, tabungan dia itu cukup untuk membeli beberapa toko di kawasan ini. Orang tuanya sudah berpisah dan mempunyai keluarga masing2. Dia mempunyai ayah seorang pemilik perusahaan otomotif terbesar di Korea serta ibu seorang fotografer terkenal dan mempunyai sekolah fotografi, itu sebabnya kenapa minhee eomma sangat nyambung jika berbicara dengan siwon karena siwon jg sangat menyukai fotografi. Dan akan sangat nyambung jika membicarakan bisnis dengan minhee appa. Mereka seperti ditakdirkan bersama dengan begitu banyak kecocokan di keluarga dan diri mereka masing-masing. Tapi walaupun minhee seorang nona muda tetap saja dia mandiri, buktinya dia mempunyai penyedia jasa wedding organizer sendiri.

Semenjak masuk kuliah dia sudah tinggal di apartemen sendiri dan bekerja part time. Setelah lulus dia membuka jasa wedding organizer dan cukup sukses karna sudah terkenal dimana-mana.

“Ayo kita pulang eon, minhee eonnie sudah selesai. Eonnie jg sudah selesai kan?”

“Kajja wookie-ah!” Minhee menarik tanganku keluar dari mall.

***

Rin rin POV

“Aku pulang dulu, annyeong” salam minhee eonnie setelah mengantar kami,

“Annyeong, hati-hati eon”

“Hati-hati minhee-ya, kalau ada apa2 kau bisa mengandalkan kami”

“Tentu saja aku mengandalkan kalian, untuk apa aku mentraktir kalian sebanyak itu kalau tidak untuk ku repotkan setelah ini!” Balas minhee eonnie dengan ekspresi evilnya sambil berlalu melajukan mobilnya.

“Ya!!” Teriakku bersamaan dengan hyewook eonnie.

“Aku heran eon, kenapa min eonnie bisa mempunyai sifat yg agak mirip dengan kyu?” Tanyaku pada hye eonnie

“Molla, mungkin dia terlalu banyak bergaul dengan kyu. Hahahaha”

Beberapa jam kemudian…

“Aku pulang… ” Teriak kyu dari arah ruang tamu,

“Kyu kau sudah pulang? Aku kira kau menginap di dorm?” Tanya hye eonnie

“Tidak, malam ini aku menginap di sini. Aku merindukan kedua istriku.” Katanya sambil memeluk hye eonnie dan mengecup keningku.

“Kau mau mandi? Aku siapkan air hangat” tanyaku.

“Aku akan siapkan makan malam kita” ucap hye eonnie,

“Bagaimana kalau kita mandi bertiga? Aku sedang ingin dimandikan” ucap kyuhyun dengan polosnya,

“Ya! Kyu kau ini jangan sembarangan bicara. Rinrin belum saatnya mendengar ucapanmu itu.” Marah hye eonnie

“Rin-ah itu perlu diajari sedikit-sedikit wookie-ah, supaya dia tidak kaget nanti.”

Entah seperti apa mukaku sekarang setelah mendengar ucapan mereka. Aku sangat gugup melihat wajahnya.

“Kyuhyun-ah, cepatlah mandi. Airnya sudah siap.” Aku hanya bisa menundukkan kepalaku saat berbicara dengannya tapi dia malah diam berdiri di depanku, aku bisa melihat kakinya.

“Kyu, palliii!” Hye eonnie dengan sekuat tenaga mendorongnya masuk ke kamar mandi agar kyu cepat mandi.

“Gwenchana rin-ah?”

“Gwenchana eon”

“Geurae, bantu aku memasak ya?”

“Ne, eonnie”

***

Dikamar mandi…

Kyuhyun POV

“Isshh memangnya kenapa kalau aku ingin mandi bersama dengan kedua istriku?? Mereka itu sangat kompak sekali membantu sama lain” gerutuku kesal. Lebih baik aku mandi saja supaya badan ini segar dan cepat melihat kedua istriku yang sangat mempesona *huekk*

***

Author POV

“Kyu apakah siwon oppa menghubungimu akhir2 ini? Atau menghubungi member lain?” Tanya hyewook di sela-sela makan malam mereka.

“Ani, waeyo? Kau merindukan siwon hyung?”

“Yakin? Kalian itu kan soulmate sekali, masa dia tidak menghubungimu sama sekali?” Selidik rinrin

“Ya! Kenapa kalian menanyakan siwon hyung? Tidak cukup hanya dengan cho kyuhyun di hadapan kalian?” Kesal kyuhyun,

“Tidak! Aku ingin cepat menemuinya dan memeluknya serta ingin dia mencium tanganku. Dan satu lagi, berfoto dengannya yang bertelanjang dada” jawab rinrin antusias,

“Ya! Park Rinrin!!” Kyuhyun memukul kepala rinrin dengan sumpit

“EONNIE!!”

“STOP! Kalian ini suami istri tapi kenapa tingkah kalian kayak anak kecil begini sih?” Hyewook melerai pertengkaran mereka,

“Aissh sudahlah, aku mau tidur. Ngantuk!” Kyu bangkit dan ke arah kamar dia dengan hyewook. Hyewook memberi isyarat agar rinrin segera meminta maaf.

“Y..ya~ Kyu, mianhae..” Rinrin menghentikan langkah kyuhyun dengan memeluknya dari belakang. Kyuhyun hanya tersenyum penuh kemenangan tanpa dilihat oleh kedua istrinya itu.

“Gwenchana. Aku mengerti kau akhir2 ini menyukai siwon hyung karena dia semakin mempesona. Iya kan? Tapi tetap saja Park Rinrin, kau itu hanya milikku” jawab kyu yakin.

“Maksudmu?” Tanya rinrin bingung

“Cepatlah kau lulus kuliah, nanti kau akan segera mengerti” hyewook yang melihat adegan itu hanya bisa menahan tawanya karena dia tau maksud kyu, apalagi dia mengatakan itu dengan tampang evil mesum. Khas seorang Cho Kyuhyun.

Sementara rinrin masuk ke kamar dengan keadaan bingung, kyu melirik hyewook dengan maksud yg dipahami betul oleh hyewook. Yah, kyu menginginkannya malam ini :p

@hyekyu’s room

“Kyu, apa benar siwon oppa tidak menghubungimu sama sekali?” Tanya hyewook lagi ketika mereka bersiap untuk tidur.

“Tidak wookie-ah, memangnya ada apa sih?”

“Ani, hanya saja aku dan rinrin kasihan jika harus melihat minhee seperti itu.”

“Memangnya apa yang terjadi dengan minhee?”

“Dia seperti orang yang kehilangan semangat hidup, sudah beberapa hari ini dia tidak selera makan, kau tahu bahwa badannya yang seksi berisi itu skrg menjadi kurus, pipi yang chubby menjadi tirus? Aku sangat kasihan melihatnya, kyu. Dan itu semua karna foto itu. Kau tahu kan?”

“Arraseo, tapi aku tidak tahu harus apa. Bagaimana jika nanti siwon hyung menghubungi salah satu dari kami, aku memberitahukannya padamu?”

“Ne”

“Ya sudah, mari kita tidur. Jaljayoo” ucap kyu sambil mencium kening hyewook

Mianhae hyewook-ah.

***

Flashback

“Yeoboseyo…” Jawab seseorang di seberang sana

“HYUNG!” Teriak kyuhyun di telepon.

“Aish kyuhyun-ah, kenapa kau teriak2 seperti itu sih? Aku tidak tuli!”

“Ya memang kau tidak tuli, tapi hatimu yang tuli!”

“Maksudmu?”

“Para hyung semua marah atas tindakanmu bermain-main di twitter dengan para fansmu, meng-upload foto vulgar, dan mencium tangan fans. Mereka marah karna mereka memikirkan minhee.” Ya, seseorang di seberang sana adalah Choi Siwon.

“Hahahha, tidak usah khawatir kyuhyun-ah. Aku bisa mengatasinya. Aku hanya ingin melihat reaksi yeoja ku tercinta jika aku berbuat seperti ini. Selama ini dia hanya marah-marah di telepon ataupun pesan. Tapi jika bertemu dengan ku dia tidak jadi marah. Dia hanya pasrah. Aku hanya ingin tahu apakah dia benar2 peduli padaku, karena akhir2 ini dia begitu sibuk dengan pekerjaannya sehingga aku dilupakan.” Keluh siwon

“Aishhh hyung tapi kau itu keterlaluan. Si ikan donghae itu bilang pada kami semua kalau yeojamu tercinta itu tidak mau makan semenjak melihat foto-fotomu.” Jelas kyu

“MWO??” Teriak siwon.

“Ya! Jangan berteriak! Aku beri tahu, terserah kalau kau ingin meneruskan niatmu, tapi jangan salahkan kami jika minhee mu itu berpaling pada donghae itu. Seperti yang kita tahu kan, minhee itu elfishy yang sangat mengagumi si ikan, dan si ikan sangat tertarik pada minhee”. Siwon terdiam mendengar ucapan kyuhyun,

“Dan satu lagi jangan kaget jika kau tidak menemukan minhee yang seksi lagi. Dia itu sekarang kurus kering”. Rasakan kau hyung, batin kyu.

“MWOYA???? Andweeee!!” Teriak siwon membuat kyu menutup teleponnya sepihak.

END Flashback

***

@ monica wedding organizer

Minhee POV

“Minhee-sshi, aku mau makan siang, apa kau mau menitip sesuatu?” Tanya hanri, asistenku,

“Ummm…tidak usah, kau istirahat saja” balasku, ia kembali menutup pintu ruang kerjaku. Aku kembali menghempaskan tubuh dibalik meja kerjaku yang penuh dengan kertas desain. “Huuuuuhhhh…” Aku kembali mengingatnya. Rasa khawatir dan juga…rindu. Ia bahkan baru bilang mengenai kepergiannya ke london pada malam sebelum keberangkatannya, dan itu yang membuatku kesal, ditambah lagi foto-foto itu.

Kuambil smartphoneku yang ada di tas, mencoba kembali menghubunginya, tapi hasilnya….

Nomor yang ada tuju sedang berada diluar jangkauan servis, silahkan coba…

“Ugh!!! Kau menyebalkan!!! Sangat…..menyebalkan…choi siwon…” Ujarku, melempar ponsel asal, dam menutup wajahku, membiarkan air mata yang selama ini kutahan, mengalir begitu saja. “Hiks…eomma…”

***

Keesokan harinya…

“Huaahhh, lelahhhnya!” Aku melemaskan badanku setelah memikirkan desain dekorasi pernikahan untuk temanku. Karena dia teman lamaku, tentu saja aku ingin memberi yang terbaik.

Well, sejak kemarin aku hanya berdiam diri di kantor, menyelesaikan semua keperluan klienku. Ummm…menyibukkan diri adalah hal yangg kubutuhkan saat ini, dari pada frustasi yang memikirkan kabar tuan muda itu?!

Dddrrrtt!!

Oh! Taewanmi. Nae shimjang jonjaereul…Oh! My Lady Naege ilkkaewooji Woo Wo u O

“Yeoboseyo” jawabku.

“Jagiyaaa, na ya~~” Aku kaget mendengar suaranya karena aku tidak melihat caller ID yang tertera di handphone ku. Ternyata benar siwon oppa menelepon dan dia sudah ada di korea.

“Ne, oppa. Kapan kau datang?” Tanyaku dengan suara yang tenang.

“Semalam jagi, sebenarnya aku ingin memberi mu kejutan dengan menemuimu hari ini. Tapi ternyata hari ini aku tidak bisa karena harus menemani appa bertemu klien.” Sesal siwon oppa,

“Gwenchana oppa, aku mengerti. Kau temani saja abonim.” Pasrahku.

“Arraseo jagi, bogoshipeo. Nanti kuhubungi kau lagi yah?”

“Na do oppa”

Hah! Selalu saja seperti itu. Ingin sekali marah rasanya tapi mendengar suaranya itu mendadak aku tidak bisa marah apalagi kalau sudah bertemu dan melihat wajahnya, aku bisa lupa akan semuanya. Kekuatan pesona seorang Choi Siwon (’⌣’)

***

Siwon POV

Mianhae jagi, aku membohongimu lagi. Aku hanya ingin memberi mu sesuatu yang tidak akan pernah kau lupakan. Kekekek..

Kuambil lagi ponselku dan langsung menghubungi seseorang,

“Bisakah kita bertemu di cafe biasa?”

“……….”

“Oke setengah jam lagi aku sampai, wait for me” aku langsung melajukan mobilku tempatku berjanji bertemu dengan chinguku. Chingu terbaikku.

***

Minhee POV

Aku memakirkan mobilku agak jauh dari cafe yang aku datangi. Aku ingin menemui chingu ku dan membicarakan proses rencana pernikahannya. Sejauh ini tinggal menentukan desain dekorasi, dia hanya tinggal memilih maka aku akan langsung mengerjakannya dengan cepat.

Saat aku ingin memasuki pintu cafe, aku melihat sepasang manusia yang sedang berjalan di seberang jalan tepat aku berdiri. Aku sangat mengenali postur badan si laki-laki, tapi tidak dengan si wanita, sampai aku tersadar untuk mengejar mereka dan berdiri tepat di hadapan mereka.

“Min.. Minhee-ya” ucap si laki-laki terkejut.

“Annyeong, Choi Siwon-ssi. Aku tidak menyangka kita akan bertemu disini. Sepertinya kau benar-benar memberi kejutan padaku, huh? Selamat sepertinya anda berhasil Tuan Muda Choi Siwon”

“Jagiya, ini tidak seperti yang kau lihat” siwon membela diri.

“Walaupun memang seperti yang aku lihat juga tidak masalah. Ah, seperti nya aku harus pergi, maaf mengganggu acara kalian. Senang bertemu denganmu Choi Siwon-ssi, dan anda Nona…” Aku membungkuk sebelum berbalik dan berlalu tapi sebelum aku melangkah tanganku ditarik paksa oleh siwon agar kembali berhadapan dengannya.

“Jagiya, please! I didn’t do anything.” Siwon berkata dengan tampang memelas.

“Terserah apa katamu Choi Siwon, aku tidak akan perduli. Dan jangan pernah kau memanggil ku dengan sebutan jagiya!” Desis ku tajam dan menghentakkan genggamannya agar terlepas dari pergelangan tanganku. Setelah itu aku berjalan dengan cepat menuju mobilku sambil menahan air mataku agar tidak jatuh yang akan menjatuhkan diriku jika dia tahu aku menangis hanya karena melihat dia bermesraan di depan umum dengan gadis lain.

Begitu aku masuk mobil, aku segera menelepon temanku bahwa aku menunda pertemuan dengan alasan yang masuk akal, sepertinya dia mengerti. Aku melajukan mobilku dengan kecepatan melebihi standar. Musik yang bervolume kencang membuat aku semakin ingin mengebut dan mengutuk Choi Siwon brengsek itu. Dia menipuku dengan mengatakan akan menemani abonim, tapi nyatanya? Apa sekarang abonim sudah mengganti kelaminnya dan bertransformasi menjadi yeoja cantik? Apakah dia tidak sadar kalau dia seorang Choi Siwon yang mudah terkena skandal sementara ELF dan masyarakat Korea selatan tidak tahu kalo dia adalah tunanganku??? You’re a morron Choi Siwon! Pabo!! Crazy!!

Sudah tidak mengabariku selama 10hari dan membuat aku tidak makan dengan baik selama 1minggu, ketika kembali berlagak merindu dan berniat memberi kejutan, tapi apa yang sudah dilakukannya? Sungguh benar2 membuat ku terkejut! Kau memang pantas mendapatkan Penghargaan sebagai Aktor Terbaik Choi Siwon! Karena aktingmu sangat sempurna terlebih berakting dihadapanku!!

Aku memberhentikan mobilku di pinggir sungai han, untuk menenangkan pikiranku. Aku sangat menyukai udara bebas seperti ini, membuat jiwa dan pikiran ku tenang dan membebaskanku dari hal-hal yang menyebalkan.

“YAAAKK!! NEO NAPPEUN NAMJA CHOI SIWON!!! Kau pikir kau siapa hah?? Beraninya kau membuatku seperti ini!! Remember that Karma does exist!! Aaaarrrggghhhhhhh!!!!!!” Teriakku, meluapkan semua yang ada dihatiku,

“Sudah lega?” Tiba-tiba sebuah suara mengagetkanku

“Oppa….” Lirihku melihat Donghae oppa, oppa kesayanganku diatas leeteuk dan heechul oppa.

“Apakah sudah lega? Jika belum kau bisa. Meneruskannya lagi Monica” donghae oppa tersenyum lembut. Dia memanggilku dengan western name ku, dia lebih suka memanggilku dengan nama itu karena dia bilang namaku sangat cantik.

“Sudah oppa, aku sudah lega. Kenapa oppa bisa tiba-tiba disini?”

“Aku hanya kebetulan lewat karena sedang tidak ada jadwal, dan aku bosan lalu memilih untuk berkeliling kota sampai aku melihat seorang gadis cantik yang berteriak tidak jelas memaki tunangannya yang notabene saudara ku” ucapan donghae oppa membuat pipiku memerah, dan kemudian marah karena mengingat tentang lelaki menyebalkan itu. Susah payah aku teriak-teriak yang memang hobiku kekekeke.

“Jika oppa kesini hanya untuk membicarakan lelaki menyebalkan itu, lupakan saja oppa, aku tidak akan meladeni mu.”

“Aigoo Monica Choi, kau ini galak sekali sih?? Sudah galak, cerewet, menyebalkan tapi mengapa aku masih saja mengagumimu huh? Aku rasa aku mulai gila. Dan siwonnie lebih gila dibadingkan aku karena dia tergila-gila denganmu.”

“Kalau oppa mengagumi ku itu karena aku itu mempesona oppa, akui saja. Tapi jika lelaki itu memang sudah gila karena telah berselingkuh di belakangku!”

“Apa maksudmu?? Siwon berselingkuh? Itu tidak mungkin Minhee-ya.. Dia hanya mencintaimu.”

“Apanya yang mencintai kalau dia berani bermesraan dengan wanita lain di depan umum huh??” Tanyaku ketus

“Dia tidak seperti itu Monica.. Dia sangat mencintaimu” jawab donghae oppa

“Cukup Aiden Lee! Jangan lagi kau membela dia seperti itu!” Aku marah pada donghae oppa

“Baiklah kalau itu maumu. Hmm.. Bagaimana kalau kita jalan-jalan untuk meredakan amarahmu??” Ajak donghae oppa

“Tidak sebelum kau berjanji tidak membicarakan dia lagi!”

“Arra, nan yaksokhae”

“Kajja” ajakku bersemangat.

***

Flashback

Donghae POV

Kami semua sedang bersantai di ruang tengah dengan menonton tv dan bermain game.

Ddrrtttt– handphone kyuhyun bergetar

“Wae hyung?”

Kyuhyun-ah, minhee-ya… “

Ada apa dengan minhee, hyung? Coba kau tenang dulu dan jelaskan pada kami.” Ujar kyuhyun. Aku tahu pasti itu siwon yang menghubunginya, dan aku yakin pasti ada yang tidak beres terjadi. Aku mengisyaratkan pada kyu agar men-loudspeaker-kan handphonenya.

“Minhee melihatku bersama hyojoon ketika aku keluar dari toko. Dia menghampiriku dan tidak mau medengarkan penjelasanku. Aku mengejarnya, tetapi dia tidak mau berhenti. Aku takut dia kenapa2 jika menyetir dalam keadaan seperti ini.Ottokhae??” Terdengar dari suaranya bahwa siwon menangis.

“Sudah aku bilang, kalau rencana ini tak akan berhasil! Kau masih saja memaksa, siwon-ah! Kalau ada sesuatu hal buruk menimpa minhee aku tidak segan-segan membuat perhitungan padamu!” Teriakku dan langsung keluar dengan membanting pintu apartemen.

Aku melajukan mobilku dengan bingung mencari sosok gadis itu, sampai aku menemukannya di tempat favoritnya, sungai han. Aku melihat dia berdiri dan menghirup udara di sekelilingnya.

“Siwon-ah, jalani rencana mu seperti seharusnya” Aku menelepon siwon.

“Ka..kau menemukannya Donghae-ya? Dimana? Apakah harus aku menjemputnya?”

“Tidak usah, aku tidak ingin dia menjadi emosi lagi dengan melihatmu sekarang. Aku akan menemaninya, kau tenang saja. Cepat kau siapkan acaramu. Aku akan membawanya kepadamu dengan tepat waktu.” Aku menenangkan siwon.

“Arraseo, aku akan menyiapkannya sebaik mungkin. Gomawo donghae-ya, gomawo” siwon berterima kasih kepada ku dengan tulus lalu mengakhiri sambungan kami.

Siwon-ah jangan sampai kau mengecewakannya, kalau kau menyakitinya aku akan merebutnya dari mu.

Aku berjalan ke gadis yang sedang berteriak-teriak memaki kekasihnya itu. Gadis menarik dan menawan, dengan mata bulat yang indah, hidung mancung, bibir penuh, rambut panjang ikalnya, dan bentuk tubuh yang memikat. Dia tidak secantik gadis-gadis yang pernah kutemui, tapi dia merupakan paket lengkap dan sempurna di mataku.

“Sudah lega?”

“Oppa…”

End flashback

***

“Oppa kita mau kemana sih? Kenapa dari tadi kita hanya tidak berputar tidak jelas?” Kesalku di telepon. Yah aku dan donghae oppa menggunakan mobil kami masing-masing, karena tidak mungkin aku meninggalkan mobilku dan menumpang di mobil donghae oppa ataupun sebaliknya. Malas sekali rasanya,kekekee.

Kami tiba di suatu tempat di atas bukit, sepertinya ini restoran. Ketika kami masuk ke dalam ternyata ini benar restoran. Restoran yang indah dan romantis, dikelilingi oleh kaca sehingga bisa melihat keindahan lain di luar, juga di penuhi dengan cahaya lampu gantung yang agak redup. Di sudut kanan restoran ada sebuah panggung dengan piano klasik yang sepertinya biasa digunakan untuk memanjakan telinga pengunjung di sini. Tapi setelah aku pikir, mungkin pemandangan di luar lebih indah daripada di dalam.

Seperti bisa membaca pikiranku, donghae oppa mengajakku ke arah belakang restoran. Aku pun berdecak kagum melihat pemandangan di sana, tepat seperti dugaanku, di sini jauh lebih indah. Halaman luas terbentang dengan hiasan lampu-lampu yang indah dipasang di pepohonan dan di tempat-tempat tertentu. Aku semakin mendekati satu pohon yang yang paling besar dan paling banyak dihiasi lampu-lampu dibandingkan dengan pepohonan lain. Di bawahnya terdapat satu meja dengan 2kursi. Aku semakin terlihat bodoh ketika bisa melihat pemandangan di bawahku dengan takjub.

“Kota seoul sangat indah bukan jika malam hari?” Tanya donghae oppa mengagetkanku.

“Emm, yes oppa, really! Really really beautiful! How can I never found this place??”

“Itu karena kau bodoh” ejek donghae oppa dengan tertawa pelan

“Ya oppa! Eh but, why no other person in here?? I mean, this only two of us and the waiters. Don’t tell me that you rent all of this place!” Aku penasaran mengapa tidak ada pengunjung satu pun sekalin kamu, padahal ini tempat yang sangat indah.

“Hmm, nanti kau akan tahu jawabannya. Aku tinggal dulu sweety, aku ke toilet sebentar.”

“Ne.”

Aku duduk di kursi yang menghadap pemandangan di bawahku untuk menikmatinya, sungguh indah. Disaat aku terbuai oleh keindahan ini seorang waiter mengantarkan Vanilla Latte hangat kesukaanku, sebenarnya aku lebih suka dingin tetapi karena cuaca yang tidak bersahabat seperti ini sangat tidak memungkinkan untuk meminum minuman yang dingin. Aku menyesap sedikit minuman itu dan nikmat serta menghangatkan. Eh tapi tunggu, bukankan aku belum memesan minuman? Kenapa bisa ini langsung disajikan? Tidak mungkinkan waiter itu bisa membaca pikiranku?*ngomong apa sih*. Mungkin Donghae oppa yang sudah memesankannya tadi, tidak akan kuambil pusing.

Udara yang sangat dingin ini menusuk tulangku, karena aku tidak memakai jaket tebal. Tiba-tiba ada seseorang yang menyampirkan selimut tebal ke tubuhku, dan kemudian memeluk pundakku dari arah belakang.

“Oppa~~~ lepaskan! Kau berat, dan aku tidak mau pelayan-pelayan itu melihat kita seperti ini.” Protesku kepada orang yang aku yakini Donghae oppa. Bukannya melepaskan pelukannya, dia malah makin mengeratkan pelukannya.

“Oppa!” marahku.

“Mianhae…..” aku menegang mendengar suara ini, aku kenal sekali dengan suara berat yang dikeluarkan laki-laki ini. Untuk meyakinkan, aku menajamkan indra penciumanku. Ternyata benar, ini baunya. Bau harum parfum musk favoritnya. Aku langsung berusaha melepaskan pelukannya dengan susah payah dan berdiri menghadapnya.

“ Apa yang kau lakukan di sini Tuan Choi?? Apa kau mengikutiku??” tanyaku tajam.

“ Aku ingin menjelaskan kejadian siang tadi, Jagiya. Aku ingin kau tahu yang sebenarnya bahwa akuu..”

“ENOUGH!! You don’t need to explain it!! I don’t want to hear anything from you!! Sudah cukup selama ini aku bersabar. Selama ini aku diam dan mengerti dengan semua kesibukanmu, dengan kebiasaanmu melakukan fanservice yang sangat tidak aku suka. Tapi untuk kali ini tidak Choi Siwon! Kau dengan seenaknya meninggalkanku tanpa kabar, dan tahu-tahu kau di London, kemudian bermain game dengan para fans. Oke kalau untuk itu aku masih bisa mentolerir, tapi apa kau tahu apa yang aku rasakan ketika melihat selca mu seperti itu? Terlebih ketika kau tidak sama sekali menghubungiku padahal aku beratus-ratus kali mencoba menghubungimu! Kau tahu semenjak kau pergi aku yang terjadi padaku? Aku rasa biarpun kujelaskan sampai mulutku berbusa pun kau tidak akan mengerti! Jadi lebih baik kita berpisah, aku sudah memikirkan ini semua ini dengan baik. Terima kasih.” Aku meluapkan emosiku dan beranjak dari tempat itu, tapi kemudian tubuh tinggi dan berotot itu memelukku. Aku berusaha berontak tapi tidak bisa, bagaimanapun pasti  tenaga laki-laki lebih besar daripada wanita.

“I’m sorry baby, I don’t like what you thinkin’ about! Please trust me, please!” terdengar suaranya memohon seperti sedang menangis tapi dia tidak melihat wajahku, hanya meletakkan dagunya di puncak kepalaku, memelukku semakin erat, kemudian mencium rambutku seakan menghirup oksigen di sana. Aku terdiam tidak bisa berkata apa-apa, hanya bisa menahan emosiku agar tidak meledak lagi, jika sudah seperti ini aku tahu pasti dia serius. Sampai aku bisa melihat wajahnya yang sedang berusaha menahan aliran air keluar dari matanya, menatap manic matanya yang seolah mengatakan padaku bahwa dia tidak berbohong.

“Baby, please forgive me” dia meminta maaf dengan ekspresi wajah yang bisa meluluhkanku. Tapi bagaimanapun ekspresinya pasti aku akan luluh.

“Aku hanya ingin kau tahu apa yang aku rasakan, selama beberapa bulan ini aku merasa tidak dipedulikan olehmu. Apa kau sadar itu? Aku paham jika kita berdua sibuk, tapi beberapa bulan belakang ini kau sama sekali tidak ada waktu untukku. Ini merupakan salah satu bentuk protesku padamu, tapi aku minta maaf jika aku keterlaluan. Semua member mengatakan bahwa aku keterlaluan, maka dari itu aku sangat merasa bersalah padamu.” Jelas siwon panjang lebar.

“Mwo? Para member? Jadi kalian tetap saling menghubungi? Jadi hanya aku yang tidak tahu apa-apa? aissshhh”

“Para yeoja tidak tahu, karena jika tahu aku yakin akan bocor ke telingamu. Para member tentu saja tahu, aku juga tahu semua keadaanmu karena mendapatkan info dari mereka semua. Aku juga harus berkonsultasi dengan mereka kan, karena mereka tidak mau dongsaeng favorit mereka menderita. Mereka bilang jika kau menderita, maka aku akan lebih menderita dari kau. Dan ternyata aku memang jauh lebih menderita tapi kau tidak tahu kan? Ditambah dengan kemarahanmu hari ini.” Sedih siwon oppa. Aku hanya tersenyum memandang wajahnya yang menyedihkan hahahaa.

“Jadi apa kau memaafkanku?” aku menghela nafas mendengar pertanyaannya. Tentu saja aku memaafkannya, tanpa dia minta maaf pun aku sudah memafkannya. Tadi itu aku hanya emosi.

“Ne, oppa. Aku memaafkanku” jawabku dengan senyuman termanis yang aku punya.

“Gomawo jagiya, jeongmal gomawo…”

setelah itu kami terdiam menyelami pikiran kami masing-masing sampai aku sadar bahwa wajahnya mulai mendekat ke arahku kemudian menempelkan bibirnya ke bibirku. Hangat. Ciuman yang lembut dan hangat sehingga membuatku nyaman. Dan selalu aku tidak akan pernah bisa menghindar dari kegiatan ini, kegiatan yang aku sukai sejak ciuman pertama kami. Kegiatan yang membuatku terdiam seperti patung dan bagai tersengat aliran listrik yang menjalar di seluruh tubuhku.

Seolah ada yang menahanku untuk melepaskan ciuman kami, aku bukannya ingin menyudahi ini tetapi hanya tidak ingin dia mendengar detak jantungku yang terlalu cepat. Sangat aneh jika kekasihmu menertawakanmu di sela-sela ciuman kalian karena dia mendengar detak jantungmu, bukan?

Tiba-tiba semua penerangan di tempat ini menjadi gelap, bahkan di seluruh rumah penduduk. Ini membuat kami melepaskan ciuman kami.

“Oppaa….” Teriakku panik

“Tidak apa-apa jagiya… kau tenang saja.” Siwon oppa menenangkanku dan memelukku dari belakang dengan erat, kemudian lampu-lampu dibawah sana menyala lagi dengan cantiknya.  Sampai aku tersadar bahwa lampu-lampu itu membentuk tulisan WILL YOU MARRY ME?

Aku hanya bisa memandangnya dengan tampang melongo, aku teringat bahwa ini pekerjaan Choi Siwon. Dia bisa membuat ini menjadi lebih mudah. Dan mengalunlah suara-suara merdu dari belakang sana, dan ternyata super junior oppa di sana dan menyanyikan “marry you” dengan acapella dan benar-benar merdu. Sudah berapa kali aku dikejutkan oleh kejadian yang tidak biasa seperti ini? Aku tidak bisa berkata apa-apa.

Dan siwon oppa bernyanyi dengan berlutut di hadapanku

Himdeulgo uhryuhwuhdo (I do) Neul naega isseulgge (I do)
Woori hamggehaneun manheun nal dongan (I do) Maeil gamsahalge (My love)…

Selesai sudah lagu ‘marry u” dan siwon oppa masih berlutut dan membuka kotak beludru kecil yang di dalamnya ada sebuah cincin berlian yang sangat cantik. Sesuai dengan seleraku.

“Oppa..” panggilku tidak percaya dan menahan air mata.

“Hamkke haejulle?” Tanyanya serius

“I do, I do oppa…” jawabku dengan air mata yang tidak bisa aku tahan lagi.

“Gomawo, Gomawo… Saranghae, jeongmal saranghae..” dia berdiri dan memelukku erat.

“EHEM!! Sepertinya ada yang melupakan jasa kami di sini hyung. Oh ayolah kami di sini bukannya untuk menonton adegan romantic menjijikan seperti ini hyung.” Sindiri Kyu oppa

“Ya! Kyuhyun-ah sopan sedikit! Mereka itu sedang bahagia” heechul oppa memarahinya setelah memukul kepalanya dengan keras, hahahaa.

“aiisshhhhh”

“Chukkae Si-Min couple akhirnyaaaa……” ucap oppadeul bersamaan.

“ Gomawo oppa~” aku membungkuk dan mengucapkan terima kasih pada mereka.

“baiklah karena tugas kami sudah selesai, maka kami akan meninggalkan kalian. Sekali lagi chukkae..” mereka kemudian pergi bersamaan.

“oppa chankaman! Aku mau berbicara dengan leeteuk oppa, heechul oppa, dan donghae oppa.” Dan yang lainpun pergi meninggalakan kami.

“Oppa, kamasahamnida.. aku benar-benar berterima kasih pada kalian.”

“yah aku juga hyung, tanpa kalian aku tidak akan bisa sukses menjalankan rencana ini.” Siwon oppa menimpali.

“ tidak apa-apa, kalian ini kan dongsaeng kami, kami akan membantu kalian sebisa kami.” Ucap teuki oppa tersenyum.

“baiklah kami pulang dulu, kalian jangan terlalu lama disini.” Kata Heechul oppa.

“iya, Apalagi minhee tidak menggunakan jaket tebal, dia bisa sakit.” Donghae oppa menimpali.

“arraseo, kami juga akan pulang.” Siwon oppa

Kami semua pulang. Aku dan siwon oppa menggunakan mobilku, mobil dia dibawa oleh teuki oppa. Selama diperjalanan kami bercanda seperti biasa. Aku benar-benar rindu dengan keadaan hubungan kami yang seperti ini. Sangat menyenangkan.

“hmm oppa, aku mau tahu siapa yeoja yang bersama dengan mu tadi siang?”

“ dia teman baikku jagi… dia tinggal di Jepang, kebetulan dia sedang berada di Korea untuk seminggu ini. Jadi aku meminta bantuannya mencari ide untuk melamarmu. Jadi tadi siang dia menemaniku membeli cincin untukmu. Nanti aku akan kenalkan kau padanya” Jelas siwon oppa.

“oke.. tapi jangan lagi kau seperti itu, Aku tidak suka melihatmu dengan wanita lain selain aku, eomma mu, dan jiwon.” Manyun

“oke jagiya.. I kept my promise.. hmm bagaimana kalau kita makan malam dulu? Aku yakin kau belum makan kan? Lihat badanmu kurus sekali, pipimu itu. Aku tidak mau kau seperti ini. Lagi pulaaaa…” siwon menggantungkan ucapannya

“lagi pula apa oppa??” tanyaku penasaran. Dan dia membisikkan kata-kata yang membuatku malu dan wajahku memerah.

“Ya Choi Siwon!”  dia hanya tertawa dengan keras.

Aaarrrggggghhhh  dia ini benar- benar!! (>///<)

FIN————————

ini versi yang udah aku edit, mohon masukannya yaaa ^^

10 thoughts on “[versi edit] Arrgghhh!!

  1. rin onni, makasih banget loh itu udah diperjelas, chingu terbaik ya? hemm *lari ke kamar PM, pukul2 dadanya, abis itu ….* *hahahahaha*
    tetap yaaa, prr CERITANYA di sini polos, ga ngerti apa yg dibilang kyu, padahal itu semua hanya kebohongan belaka hahahaha>:D

  2. q kyk y kurang ngerti klo d suruh ngasi masukan,,,, ni udah bagus kok ff y….
    tetep ada pasangan bini dua kkkkkkkk….
    donghae suka jg sama minhee…..
    q mau tanya boleh,,, minhee tu lebih tua dari HyeRin pa lebih muda??? pas d ff yg HyeKyuRin kyk y minhee manggil y eonni deh *bener ngak pa salah??* d sini minhee manggil manggil hyewook ada eonni jg ada manggil hyewook “wookie-ah”….
    q bingung d situ y ja….

    • momonjaa berkata:

      annyeong hehehe…
      gak ngerti yah… mianhae😦
      kalo hyewook- minhee itu sama2 88line.. cuma beda beberapa bulan aja..
      jadi manggilnya wookie-ah gak manggil eonnie.. coba dibaca lagi hehehe..
      emang kalo gak ngerti harus dibaca lagi krn gak jelas ><
      minhee itu manggil hyewook pake embel eonnie kalo ada maunya doang😄
      terima kasi sudah baca dan komen ^^

  3. hyunnie berkata:

    lagipula apa??? apaann ntuh yg dibisikin?? >__<
    jgn2n yadong yak? *PLETAAKK!! *dilempar ddangkoma
    hehehe ;-p

    keseluruhan cerita udh bgs..
    pasti beda di typo sama hurufnya aja kan.. hehehehe

    nnti aku langsung ke cerita disebelah aja ya.. ^^

    • momonjaa berkata:

      hhmmm apa yahh?? kasi tau gak yah?? hahaha
      pokonya ada dehh ><
      iya memang ini banyak typo nya karena cuma ngetik di hp males buka laptop😀
      terima kasih udah baca dan komen🙂

  4. ahh so sweet… author kug kyknya ad beberapa part yg kta”nya salah ya jdnya rada g nyambung??? ato mungkin aq yg salah??
    tp maaph ru komen…cuz g smpet pegang lepi dr maren”…
    ehh siwon bisikin aph ke minhee??

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s