[RinKyu story] Kyuhyun’s madness!!

*recommended song :  neyo one in a million*

Siang hari yang cerah disebuah gedung kampus. Terlihat beberapa mahasiswa masih sibuk membawa buku-buku tebal, berjalan kesana-kemari dan masih sibuk mengikuti jadwal kuliah. Beda hal dengan sepasang kekasih dan juga satu gadis lain yang terlihat lebih ceria setelah keluar dari ruang dosen…

“Akhirnya~ aku bisa berlibur!!” Seru hyunmi semangat,

“Chagiya, planning holiday kita jadi kan?” Sahut joongki,

“Jadi dong! Rin-ah, kau benar gak mau ikut?!”

“Aku? Ikut dengan kalian?! Sirreo! Aku tidak mau jadi obat nyamuk disaat kalian bermesraan!” Cibir rin rin, lalu kembali melihat hasil tugas akhirnya yang sudah disetujui oleh dosen pembimbingnya, ia pun tersenyum puas.

“Aiyaa~ kan sekalian cari cowok jepang rin, cowok disana lucu-lucu loh!” Celetuk hyunmi, rin rin hanya mengangkat bahu, sedangan joongki yang malah terlihat kesal.

“Yaak! Chagiii”

“Haha, kau ini masih ada joongki tau!” Ujar rin rin,

“Aish! Sensitif sekali kau, aku kan cuma bilang lucu!” Ujar hyunmi membela diri lalu terjadilah adu pendapat yang biasa rin rin lihat dan gadis itu hanya menggeleng kepala melihat tingkah kedua sahabatnya itu. “Eh! tapi kau tetap jadi ikut perpisahan nanti kan” tanya hyunmi lagi,

“hmm…iya aku ikut…” ujarnya dengan sibuk celingak-celingkuk sekitar hingga…

“Ah! Jinyoung-ah!” Teriak rin rin tiba-tiba saat melihat joongki melintas tidak jauh darinya, “hei, aku duluan ya!” Ujar rin rin meninggalkan mereka berdua yang melihatnya keheranan.

“Rin rin…benar-benar sedang dekat dengan jinyoung?” Celetuk joongki,

“Sepertinya, tapi kalau kutanya, dia selalu mengelak, haahh! Aku pusing dengan bocah itu, sampai sekarang masih betah sendiri”

“Jodohkan dengan jinyoung chagi, dan menurutku, jinyoung itu suka padanya” ucap joongki yakin dengan naluri kelaki-lakiannya (?)

“Kalau memang jinyoung suka, ya biarkan dia yang berusaha, rin rin itu batu!” Ucap hyunmi yang sudah hafal dengan tabiat sahabatnya itu.

“Apa masih karna sakit hatinya dulu?” Tebak joongki,

“Bisa jadi sih…dia…trauma…” Lirih hyunmi.

Sementara itu saat rin rin menghampiri jinyoung…

“Sudah diterima?”

“Ne! Jeongmal gomawoyo, kau banyak sekali membantuku”

“Cukhae…kita memang harus saling membantu rin,”

“Oh ya, kau juga sudah diterima?”

“Sudah…ah~ sekarang kutagih janjimu, rin…”

“Eh? Janji?”

“Umm, di cafe depan kampus saja, kebetulan aku sedang ingin makan pasta”

“Aiyaa~ geure, kutraktir karna sudah membantuku! Kajja” ucap rin rin dan langsung menarik lengan jinyoung dan pria itu cukup senang dengan gadis ini yang selama beberapa hari ini selalu bersamanya.

***

@ suju’s dorm 11th floor

Suasana dorm yang aman dan tentram. Ryeowook baru saja membuat secangkir coklat panas serta pancake coklat buatannya. “Ah~ tentramnya dorm ini” ujar ryewook sambil sesekali meminum coklat panasnya.

Tak lama kemudian…

Brak!

“Uhuk!!uhuk!! Yaa~ aish!” Gerutu ryewook kesal yang sampai keselek minum. Ia lihat tampang super jutek magnaenya dan duduk disebelahnya dan dengan tanpa rasa berdosa langsung mengambil piring yang ada di tangan ryeowook, langsung memakannya.

“Aish! Yak! Evil magnae! Sini pancakekuuuuu!!!” Rengek ryeowook,

“Aku kan magnae, jadi kau harus buatkan untukku hyung~” ujar kyuhyun dengan menunjukkan aegyonya,

“Cish~ giliran minta sesuatu, baru kau mau memanggilku hyung!” Gerutu ryeowook, dan terpaksa memanggang pancake dengan bahan yang tersisa.

Setelah menghabiskan pancake milik ryeowook ia menyusul ryeowook yang ada di dapur. “Kau tidak ketempat ibumu?”

“Ani…” Jawab kyuhyun pendek, tidak bersemangat.

“Kau kenapa?”

“Aniyo…”

“Ck~ rin rin kenapa lagi?” Ucap ryeowook yang sudah tahu pasti kyuhyun tengah ada masalah dengan kekasihnya itu. “dia mau pergi berlibur” jawab kyuhyun pendek, menandakan tidak setuju,

“lalu? Kau melarangnya?”

“ish~ bukannya begitu…tapi yang jadi masalahnya adalah…dengan siapa dia pergi!” gerutu kyuhyun sambil meremas-remas lap meja (?) yang ada diatas meja makan. “hahahaa…aigo~ kau bisa juga  cemburu dengannya” ujar ryewook yang malah tertawa geli.

“yaa~ hyung!”

“lalu aku musti gimana? Kau juga tidak bisa melarangnya pergi kan? Memangnya siapa dia? Apa dia juga menyukai rin rin?”

“mana kutahu! Yang kutahu dia itu selalu berada didekat rin rin!”

“mwo?!”

***

@ cafe

“lusa kau ikut kan?” tanya jinyoung,

“hmm…”

“kujemput jam 9, oke?”

“ne?”

“rumahmu dengan rumah hyunmi kan lebih dekat dari rumahmu dulu” balas jinyoung,

“oh…oke…” balasnya dan kembali menyesap hot cappuchino miliknya.

“ya~ kau sudah siap melihat kyu oppa nanti malam?” ujar salah satu gadis yang duduk tak jauh dari tempat rin rin dan jinyoung. Reflex rin rin langsung melihat kearah mereka yang ternyata adalah sparkyu.

“hah! Mollayo!  Selama mereka tidak berciuman, aku masih bisa terima!” balas temannya sambil mengepalkan tangan di meja. Rin rin hanya memandangnya dengan wajah murung dan kembali meminum minumannya. Jinyoung yang menyadari perubahan mood rin rin hanya tersenyum kecil, kadang ia suka lupa kalau gadis ini sudah dimiliki pria lain, pria yang digilai ratusan gadis di seoul maupun di seluruh dunia.

“gwenchana?” tanya jinyoung,

“ne? nan gwenchana~ umm…sudah selesai makannya kan? aku mau pulang” ujar rin rin, jinyoung hanya mengangguk pelan dan beranjak ke kasir,

“biar aku yang bayar” ucap jinyoung saat rin rin mau mengeluarkan dompet,

“tapi…”

“kutagih traktiranmu besok, oke?” ujar jinyoung sambil tersenyum manis.

***

Malam harinya…

“eonni~ novelku yang kemarin mana?” ujar rara yang langsung masuk kedalam kamar rin rin,

“Eon?” Ujar rara sekali lagi. Rin rin masih diam sambil melamun, menatap kosong layar laptopnya yang memutar preview dari acara we got married versi china yang diikuti kyuhyun, kekasihnya.

“Aiyaaa~ ada yang galau rupanya!” ( ¬͡͡˛ ¬͡͡”)

“N..ne? Ra-ya”

“Ckckck.. Buat apa kau lihat itu sih eon?” Ujar rara mengambil alih laptopnya dan langsung menutup tab youtube.

“Yak! Kenapa ditutup?!”

“Aku gak mau denger curhatan kau semalaman suntuk yang galau cuma gara-gara dia!” Jelas rara yang sudah tahu tabiat kakaknya jika sudah mulai merasa cemburu jika melihat kyuhyun dekat dengan wanita lain,

“Ish! Siapa yang galau…kau mau ngapain?” Ujar rin rin yang kembali beranjak pergi ke lemarinya, mengambil beberapa baju untuk besok ia pergi berlibur,

“Cari novelku, dimana?”

“Oh, di meja belajar sana” tunjuk rin rin di pojok kamar,

“Ah! Ini dia… Eh eon, besok pergi sama jinyoung oppa?” Tanya rara bersemangat,

“Iya, dia yang jemput” ujar rin rin dengan wajah yang biasa saja, berbeda dengan rara yang kini sudah duduk manis di pinggir single bed milik rin rin. “Lalu eon?”

“Lalu? Memang kenapa lagi?”

“Ish! Kau sadar gak sih eonni, akhir-akhir ini kau makin dekat dengan jinyoung oppa!” Ujar rara gemas,

“Jincayo?” Balas rin rin belum mengerti, rara menepuk keningnya pelan, mencoba sabar dengan kelemotan kakaknya yang kadang sudah melebihi batas (¬_¬”)

“Apa kau belum menyadari juga kalau jinyoung oppa itu menyukaimu?!”

“Mwooo?! Sok tahu kau ra, lagian kemarin kan karena dia sendiri yang menawarkan diri untuk membantuku” elak rin rin,

“Iya, sengaja biar bisa dekat denganmu! Kau itu sama saja memberi harapan palsu padanya” ujar rara, rin rin hanya diam dan masih yakin jika semua sikap yang ditunjukkan jinyoung padanya masih sebatas hubungan pertemanan, tidak lebih.

“eonni-ya~ boleh aku berpendapat dan memberi saran?” ujar rara jadi sedikit serius,

“apa?”

“umm…aku memang menyukai kyuhyun oppa, dia bisa menjagamu dengan baik tapi…jika aku melihat hubunganmu selama ini dengannya, aku hanya melihat kau saja yang berjuang sendiri…” ucap rara hati-hati,

“mwoya? Apa maksudmu ra?”

“kau jadi kekasih rahasianya, dihadapan semua fans dan public ia berbohong dan terus menyembunyikan kau, semata-mata demi ingin menyelamatkanmu, padahal, kubilang dia itu sama saja egois, dia tidak mau kehilanganmu tapi dengan cara membohongi semua orang, kau juga sering kali hanya bisa memendam rasa kesepian, cemburu dan semua amarahmu sendirian dengan alasan tidak mau membebani pikirannya…padahal dia itu kekasihmu dan dia wajib tahu apa yang kau rasakan…bukan berarti kau harus terus mengalah dan melindunginya dengan menyakiti perasaanmu…” jelas rara yang tahu semua kegundahan yang selama ini rin rin rasakan dan memang selalu ia rahasiakan dari kyuhyun. Rin rin diam sambil menunduk dan menggeleng pelan,

“tapi…asal dia…”

“asal dia ada disisimu dan menyayangimu dengan tulus kan? tapi sampai kapan eonni? Jika memang dia sayang padamu, harusnya dia lebih perhatian padamu…seperti yang dilakukan jinyoung oppa”

“ya~ kenapa kau bawa-bawa jinyoung?!”

“karena aku lebih menyukainya…pria biasa yang bisa memberikan perhatian penuh untukmu dan sayang yang tulus tanpa harus menyembunyikan kehadiranmu…”

“aku ngantuk ra…” ucap rin rin tanpa berkomentar sedikit pun ucapan rara. Ia langsung masuk kedalam selimut dan membelakangi rara. Adiknya hanya menghela nafas berat dan beranjak keluar kamar rin rin, “aku tahu semua ini sulit bagi eonni, tapi…aku hanya tidak ingin eonni selalu begini…” ujar rara dan keluar dan menutup pintu kamar.

Sekeluarnya rara dari kamarnya, rin rin berbalik menatap langit kamarnya. Hatinya pun berkecamuk dengan semua yang rara katakan tadi. Hanya kyuhyun…hanya kyuhyun seorang yang aku sayangi ra, dan hanya dia yang aku cintai, yang aku percayakan hatiku hanya untuknya, tanpa harus ia meninggalkanku seperti yang dulu-dulu. Batin rin rin. Matanya pun berkaca-kaca. Ia ambil ponselnya dan dengan lincah jemarinya mengetik pesan singkat untuk seseorang.

***

Kyumin’s room

Dddrrrtt!!!

Sender : RIN-dingdong

K…

“hee? Kenapa dia?” pikir kyuhyun melihat hanya huruf depannya yang dikirim rin rin, tidak mau buang waktu lama, ia langsung memencet speed dial 2 dan langsung tersambung ke ponsel rin rin.

“yeobseyo?”

“apa saking kangennya padaku hingga tak bisa berkata-kata huh?” ucap kyuhyun percaya diri, rin rin hanya terkekeh pelan, “hehehe…aku memang kangen, apa itu dilarang?” balas rin rin terus terang, sedikit buat kyuhyun kaget, tidak biasanya gadis itu bisa bicara seperti itu.

“aigo~ perlukah aku sekarang kerumahmu supaya bisa menyembuhkan penyakit rindumu itu?”

“umm…jika kau bisa kesini dalam 5 menit, akan kuberi hadiah”

“kisseu?” ujar kyuhyun semangat,

“ish! Yadong! Bukan itu!”

“ck~ kalau begitu aku malas!”

“oke…yasudahlah, kututup ya, besok harus bangun pagi-pagi”

“m..mwo?! yak! chakkaman!” ujar kyuhyun yang langsung panic, mengingat besok gadisnya ini akan pergi bersama lelaki yang dianggap rivalnya.

“apalagi?”

“apapun yang terjadi…jangan terlalu dekat dengan orang itu!” ancam kyuhyun, hanya terdengar tawa geli dari seberang sana. “ish~ jangan tertawa!” sungut kyuhyun,

“haha…arraseo~ sudahlah, besok kau juga harus bersiap pergi ke Singapore kan?”

“hmm…ne, kau hati-hati, nanti kuhubungi lagi” ujar kyuhyun dan menyudahi telfonnya. Ia merebahkan tubuhnya di ranjang dan tak sampai 5 menit, ia pun sudah pulas dengan telfon yang masih dipegangnya.

***

Kyu pov

“Dia memang lebih baik darimu…dia bisa memberi apa yang tidak bisa kau berikan…” ujarnya tertahan dengan mata yang begitu sayu,

“mwo?!”

“…aku lelah jika harus terus bersembunyi…tidak dianggap dan selalu hanya aku yang tersakiti”

“rin-ah…kau, kenapa kau?”

“mianhae kyu…lebih baik aku punya kekasih dari kalangan biasa, daripada harus berada dibelakangmu terus” ucapnya lagi lalu pergi…pergi dengan lelaki itu.

Rin-ah! Seketika kubuka mataku, melihat sekelilingku, masih dikamar. Sesaat aku menghela nafas panjang, bersyukur itu hanya mimpi! Tapi…apa sakingnya aku khawatir dengannya sampai mimpi dia akan meninggalkanku? Hah~ nan mollayo, kehadiran temannya itu sering buatku jadi takut kehilangannya. Takut jika pria itu bisa lebih memberikan perhatian untuknya, selalu berada disampingnya kapanpun ia mau dan tidak usah menyembunyikan rin rin….

“aaarrrgghh!!!” BUK!

“yak! kyuhyun-ah, berisik!” ujar sungmin hyung setelah melempar boneka beruang dengan mulus kewajahku,  “mi…mianhae”

Keesokan harinya…

“kyuhyun-ah! Ppali bawa kopermu!”

“hn…” jawabku malas yang masih duduk didepan tv sambil terus memandang lesu ponselku yang sama sekali tidak berdering! Aaarrgghh!! Saat ini aku hanya menanti sms atau telfon darinya, hanya itu. Oke, memang ini bukan diriku yang sebenarnya, tapi…sejak mimpi itu, kurasa aku harus lebih ekstra memberi perhatianku pada rin rin, ya! HARUS!! (҂’̀⌣’́)9

“yak! kyuhyun-ah! Kau mau konser gak sih?!” kulihat junghoon hyung sudah berkacak pinggang didepan pintu dorm. “arraseo~” jawabku malas dan mau tidak mau menarik koperku dan keluar dorm.

***

Author pov

Sesuai yang dijanjikan, pagi ini rin rin sudah siap dengan koper kecil coklatnya dan duduk didepan rumahnya, menunggu kedatangan jinyoung.

“eonni-ya~ aku ke rumah aunty dulu ya” pamit rara yang jalan duluan sambil membawa tas sedikit besar karena akan tinggal di rumah tante kesayangan mereka, chaerim, selama rin rin pergi berlibur selama tiga hari, dua malam.

“ne~ sampaikan salamku buat aunty ya”

“ne~ semoga kau juga bersenang-senang dengan jinyoung oppa~” ledek rara yang langsung dijitak rin rin, “ish! Jaga omonganmu! Kalau sampai si bocah itu dengar, matilah aku!”

“loh, bagus dong kalau dia masih punya rasa cemburu?”

“ya~ sudah sana jalan!” bentak rin rin. Selepas rara pergi, rin rin kembali melamun, ucapan rara semalam cukup meresahkan pikirannya.

5 menit kemudian…

“hei~ apa kau akan melamun terus, hah?” celetuk seorang pria yang tak lain adalah jinyoung.

“eh? Jinyoung-ah” ujar rin rin baru sadar jika jinyoung sudah ada dihadapannya. Sedikit terpana dengan penampilan jinyoung yang berbeda dengan styenya saat dikampus. Mengenakan jaket coklat dan juga kaos bergaris, sedikit membuat wajah jinyoung terlihat lebih fresh.

 

“kajja, hyunmi pasti sudah menunggu” ucapnya yang langsung menarik koper rin rin dan berjalan diikuti rin rin dibelakangnya.

Setelah menempuh perjalanan selama 3 jam, sampailah mereka di kawasan pinggiran pantai yang cerah dan villa cukup megah milik jinyoung. Jinyoung sendiri yang mengusulkan agar memakai villa keluarganya untuk menghemat biaya pengeluaran. Tidak banyak yang ikut di acara perpisahan kampusnya, hanya kelompok film mereka yang ikut, sekitar 10 orang.

 

“whoa~ daebak jinyoung-ah! Kalau begini aku tidak akan mau pulang!” seru jungshin dengan terus memperhatikan seksama tiap detail villa tersebut. Jinyoung hanya tersenyum kecil, ia tarik barang-bawaannya dan mengajak semua temannya untuk masuk.

“hyunmi dan rin rin bisa menempati kamar ini” ujar jinyoung sambil menunjukkan salah satu kamar yang ada di lantai dua. Karena hanya rin rin dan hyunmi perempuan, jadi kamar mereka terpisah dengan kamar lainnya yang ada di lantai satu.

“huaahh~~ daebak!! Haha” ujar hyunmi sambil menghemaskan tubuhnya di tempat tidur king size. Rin rin yang melihat tingkah sahabatnya itu hanya bisa menggelengkan kepala, apalagi saat ia lihat lagi, sudah terdengar dengkuran halus.

“aiyaa~ anak ini mudah sekali tidur!” ujar rin rin. Ia beranjak ke balkon kamarnya yang langsung terlihat hamparan pantai yang biru dan pemandangan yang cukup indah. “hmm…indahnya…jika berlibur bersamanya disini pasti seru!” pikirnya,

Dddrrtt!!! *GYUdong calling*

Baru saja ia memikirkan kyuhyun, orang itu langsung menelfonnya. “yeobseyo?”

“eodiya? Sudah sampai? Kau lagi apa?” ujar kyuhyun seakan penasaran dengan apa yang tengah rin rin lakukan,

“yayaya! Kau ini menginterogasiku?!”

***

@ Singapore

“yaa~ kyuhyun-ah bisakah kau diam?! Aku pusing melihat tingkahmu tau!” ujar  eunhyuk yang memang jadi ikutan pusing melihat tingkah magnaenya itu yang tidak biasa sejak keberangkatan mereka dari seoul. Kyuhyun hanya diam dan menatap eunhyuk tajam, tatapan seakan ingin menelan eunhyuk hidup-hidup,

“a..ani..kyu…lan..jutkan saja” balas eunhyuk yang mengurungkan niatnya untuk lebih mengomel pada raja evil kedua setelah heechul, ia pun tidak mau jika akan menjadi santapan kyuhyun!

“hubungi dia lah kyu,  apa salahnya kan?” celetuk ryeowook yang memang tahu asal-muasal kegelisahan kyuhyun,

“akh! Sudahlah!” sungutnya kesal dan keluar dari backstage. Ia keluar back stage dan duduk di pinggir panggung dimana tempatnya akan melakukan solo stage. Ia lihat kembali ponselnya, dengan lihai membuka suatu folder rahasia dan terpampang salah satu foto seorang gadis dengan senyum yang selalu membuat mood kyuhyun kembali.

Foto itu sengaja diam-diam kyuhyun ambil saat rin rin tengah larut menonton film breaking dawn, fiml kesukaan gadisnya yang tak pernah bosan ia tonton. Segurat senyuman pun tergambar di wajahnya, “makin hari kau yang makin membuat duniaku jungkir-balik rin-ah…paboya” ucap kyuhyun pelan, tangannya pun bergerak menekan speed dial 2 dan langsung terhubung ke contact bernama ‘RIN-dingdong’

“yeobseyo?”

“eodiya? Sudah sampai? Kau lagi apa?” ujar kyuhyun seakan penasaran dengan apa yang tengah rin rin lakukan,

“yayaya! Kau ini menginterogasiku?!”

“ish~ apa salah aku bertanya itu pada pacarku sendiri, huh?” balas kyuhyun, berusaha untuk masih bersikap seperti biasanya,

“umm, tidak sih…aku baru sampai, kau sudah sampai?”

“hmm…sedang latihan…kau sendirian?” ujar kyuhyun yang mulai asik terlaut dalam perbincangannya dengan rin rin, hingga tanpa sadar ia sudah terbaring di lantai panggung dengan dilihat beberapa kru yang ada disana.

“iya, aku di kamar bersama hyunmi”

“oh, lalu besok…” tuutt…tuuutt..tuutt… “hee?? Dimatiin?” pikir kyuhyun, ia coba hubungi rin rin lagi tapi hasilnya, nihil…

“kyuhyun-ah, sini, ada yang harus dibicarakan” seru junghoon, dengan wajah suram (?) ia pun beranjak masuk kembali ke dalam backstage.

***

“aiyaa~ batrenya habis!” ujarnya yang melihat ponselnya benar-benar mati, segera ia kembali men-charge ponselnya dan ditinggalkan keluar.

“rin, mau ke pantai?” ajak jinyoung yang sudah berganti kaos putih dan celana pendek hitam. “mau! Eh tapi dimana anak-anak yang lainnya?” ujarnya smabil melihat sekeliling ruangan yang sepi.

“mereka sudah berenang di kolam belakang, ada juga yang langsung lari ke pantai” ujar jinyoung sambil terkekeh geli,

“haha, oke, umm, tapi tunggu sebentar, aku ganti celana dulu” ujarnya yang kembali masuk ke kamar berganti celana pendek dan juga memakai sandal.

Keduanya menyusuri pantai yang cukup sepi, karena memang bukan hari libur. Rin rin tak hentinya berdecak kagum melihat pemandangan yang begitu indah, dan membuat jinyooung terus tersenyum tentunya.

“ternyata, kau termasuk anak dari kalangan berada ya” ujar rin rin,

“ani, itukan orang tuaku, sedangkan aku tidak punya apa-apa” elak jinyoung,

“tapi kau difasilitasi kan?” balas rin rin,

“haha…terserahmu rin, tak akan selesai jika berdebat denganmu…eh, kau mau minum itu?” tunjuk jinyoung ke salah satu kedai minuman segar di sana,

“boleh, kajja” ujar  rin rin langsung berlari kecil kesana, memesan dua gelas es kelapa segar. Sejenak keduanya terdiam. rin rin sibuk berkutat dengan es kelapanya yang sulit ia ambil buahnya, melihat tingkah aneh gadis itu jinyoung hanya tersenyum. Semua hal yang ada dalam gadis ini begitu memikat hatinya, tak peduli jika ia adalah milik orang lain.

“umm…kau berapa bersaudara jinyoung-ah?” tanya rin rin tiba-tiba membuyarkan lamunanya,

“naega? Aku dua bersaudara, adikku lelaki juga namanya chansik”

“ah~ masih sekolah?”

“baru mau lulus, sama kayak rara…ini” tunjuk jinyoung sambil memperlihatkan foto di ponselnya bersama adik tersayangnya, chansik.

“wow, kalian terlihat seperti anak kembar” decak rin rin dan terus melihat beberapa pic yang menggambarkan kedekatan jinyoung dengan adiknya itu,

“haha, kelihatannya begitu”

“kau sangat dekat dengannya ya?”

“hmm..seperti kau dan rara, karena kami kan juga hanya tinggal berdua” balas jinyoung dan rin rin hanya membulatkan mulutnya. “sudah hampir sore, anak-anak yang lain pasti sudah kelaparan rin-ah” ujar jinyoung sambil membayar minuman mereka.

“kau…tidak menyuruhku untuk masak kan?” tanya rin rin dengan wajah yang langsung tegang, “haha, tenang saja, makanan sudah tersaji, ayo”

***

Dilain tempat, yakni di Singapore. Disaat semua member dan kru bersiap untuk supershow disana, kyuhyun masih duduk diam dengan tatapan saaaaaangat jutek! Ia terus memandangi ponselnya, berharap gadis itu akan mengabarinya, tapi sayangnya, sama sekali tidak.

“sst! Donghae-ya, dia kenapa?” bisik eunhyuk yang duduk tak jauh dari sana,

“molla, aku tidak berani bertanya” jawab donghae cuek, karena takut jadi korban omelan si magnae mereka,

“coba kau tanya heerin, dia kenapa sama rin rin, bisa bahaya kalau moodnya tidak baik saat konser nanti”

“arra~ nanti aku tanyakan” balas donghae lalu mengambil ponselnya, menghubungi heerin, kekasihnya, karena biasanya rin rin selalu menceritakan masalahnya dengan heerin.

Dalam hati kyuhyun…

Aku sudah gila!! Arrgh!! Rin-ah…apa kau lupa dengan kekasihmu yang tampan ini? apa kau sama sekali lupa denganku jika ada jinyoung itu?!! Щ(ºДºщ)

Kyuhyun menaruh wajahnya di meja rias, mengetuk-ketuk ponselnya, berharap aka nada sms yang masuk, tapi hasilnya nihil. Ia coba menelfon rin rin, tidak pernah bisa. “kyuhyun-ah, sini kau ku make up dulu” ujar Hyosung, cordie make up super junior,

“nanti saja noona~”

“aish! nanti kapan?! Aku belum mendandani yang lain, ppaliwa!” ujar Hyosung yang sudah hafal dengan anak asuhnya yang satu ini jika sudah tidak mood, dia tidak akan mau di make up.

“noona, apa kau punya pacar?” tanya kyuhyun,

“aku kan sudah mau menikah kyu” ujar Hyosung sambil sibuk mengolesi alas bedak di wajah kyuhyun sedikit tebal, karena yaa…untuk menutup jerawatnya. =.=”

“apa kau juga punya teman pria yang sangat dekat denganmu?”

“eh? Umm…ada, dia mantanku”

“mwo? kau masih dekat dengan mantanmu, sementara kau mau menikah? Apa pacarmu tidak cemburu?”

“haha…cemburu memang pasti tapi kan kita sudah berkomitmen untuk saling percaya kyu, kenapa kau bertanya seperti itu? Apa kau sedang mengalami hal itu? Karena rin rin?” tebak Hyosung, ia tahu gadis yang selalu ‘disembunyikan’ kyuhyun, karena beberapa kali ia pernah bertemu langsung dengan rin rin, meski kyuhyun tidak pernah secara langsung mengenalkannya.

“hmm…entahlah noona…aku bingung” jawab kyuhyun lesu.

“haha, kau ini lucu kyuhyun-ah, baru kali ini kulihat kau begitu resah karena seorang gadis”

“hhhh…bukannya resah lagi, tapi aku hampir gila!” sungut kyuhyun kesal.

***

Malam harinya di villa jinyoung. Setelah melewati makan malam bersama dan mengadakan acara nonton bersama film mereka di ruang tengah, rin rin dan hyunmi kembali ke kamar mereka, cukup lelah dan menyenangkan bagi mereka menghabiskan waktu bersama, mungkin untuk terakhir kalinya, karena setelah ini mereka akan lulus kuliah dan juga mempunyai kesibukan masing-masing.

“rin-ah…”

“ne?”

“kulihat kau makin dekat dengan jinyoung” celetuk hyunmi yang sambil sibuk membersihkan wajahnya. Rin rin langsung terdiam setelah membalas sms untuk kyuhyun. Hyunmi melirik rin rin dari pantulan kaca di meja rias. “kalian cocok kok, dan menurutku jinyoung menyukaimu” lanjut hyunmi,

“aniyo…kami hanya berteman hyunmi-ya” jawab rin rin yakin. Hyunmi menghela nafas panjang, ia taruh kapas bekas pembersih dan duduk di hadapan rin rin,

“tapi tidak ada salahnya kan kau mencoba untuk menyukainya? Jangan bilang kau masih belum mau membuka hatimu! Semua harus tetap berjalan rin, dan kau membutuhkan seseorang untuk menjagamu” jelas hyunmi panjang lebar, rin rin hanya menundukkan wajahnya, bingung apa yang harus ia jelaskan pada sahabatnya itu. ‘Semua tidak seperti yang kau pikirkan hyunmi-ya…ada pria yang aku sayangi dan dia bisa menjagaku’ batin rin rin.

“setelah lulus ya…saat ini aku hanya ingin focus menyelesaikan kuliah” ujar rin rin bohong, entah kebohongan dan alasan apalagi yang harus ia ucapkan jika sahabatnya ini terus mendesaknya agar mempunyai kekasih.

“huuh~ kau itu selalu saja mencari alasan! kau butuh sahabat untuk bercerita, ada aku…tapi kau juga butuh orang yang menjagamu, aku memang tidak mau memaksamu, tapi aku hanya…”

“mengingatkan” potong rin rin dan menunjukkan senyum termanisnya. Ia rangkul hyunmi dan memeluknya erat, “saat ini aku kan sudah punya sahabat yang saaaaaaangat baik, lee hyunmi! Jadi, aku tidak begitu membutuhkan sosok pria yang akan menjadi pelindungku itu, oke?”

“aiishh!! Kalau begitu Jangan terlalu dekat denganku! nanti kau malah suka padaku lagi!” ujar hyunmi bergidik ngeri,

“hahaa…aigo~ hyunmi-ya~ mau kucium?! Sini~~” ujar rin rin menjahilinya dan memaksa untuk mencium hyunmi, alhasil keduanya malah terlibat lempar bantal. (¬_¬”)

***

Keesokan harinya…

“rin, cola sama buahnya habis” ujar hyunmi yang hendak buat makanan dan minuman ringan,

“jinca? Aishh! Pasti dihabiskan mereka yang nonton bola semalam!”

“umm, biar aku suruh joongki beli deh, ya~ joongki-ya! Beliin cola” teriak hyunmi,

“mwo?! aku?”

“iya~ lagian siapa suruh kalian habiskan colanya, huh?” omel hyunmi,

“ya~ tapi chagi…”

“kenapa?” sahut jinyoung yang baru masuk ke dapur,

“colanya habis, gimana aku bisa buat squash?” ujar hyunmi, jinyoung berpikir sejenak lalu, “ya sudah, aku saja yang beli, joongki gak bisa nyetir kan?”

“ah! Boleh, sama rin rin aja ya!” ujar hyunmi semangat, berbeda dengan rin rin yang melihat hyunmi dengan tatapan kenapa-musti-aku.

“boleh, ayo rin-ah” ajak jinyoung tanpa basa-basi menarik tangan rin rin.

@ supermarket

“Udah semua rin?” Tanya jinyoung sambil melihat keranjang belanjaan yang ia pegang,

“Hmm…cuma cola sama buah doang kan?”

“Tidak butuh makanan lain lagi?”

“Umm… Tidak…”

“Geure, kau ke mobil duluan saja, biar aku yang bayar” ujar jinyoung. Rin rin hanya mengangguk kecil dan berjalan keluar supermarket.

Baru beberapa detik rin rin keluar supermarket, terdengar dentuman keras berasal dari jalanan didepan supermarket tersebut. Terlihat bus dari arah kanan kehilangan kendali hingga menabrak bus dari arah berlawanan, kecelakaan pun tak dapat terhidari,

“RIN! AWAS!!” Seru jinyoung yang refleks menarik gadis itu ke pinggir super market, takut bus makin hilang kendali dan menabrak gedung kecil dibelakangnya. Dan nyaris saja pecahan kaca mengenai keduanya.

Teriakan histeris langsung memekik telingat, sesaat jalanan yang sepi berubah menjadi kacau, kedua bus saling terguling dan bahkan tidak sedikit menabrak beberapa mobil yang ada disekitarnya.

Jinyoung masih memeluk gadis itu, bisa ia rasakan jantung rin rin berdegup kencang, dan tubuhnya bergetar ketakutan. “Rin…gwenchana?”

“P..pu…pu…”

“Oke, kita pulang ya” ujar jinyoung, rin rin masih menutup mata dan telinganya,  begitu takut mendengar tangisan dan jeritan, apalagi ia melihat dengan mata kepalanya sendiri detik-detik kecelakaan tersebut.

Perlahan jinyoung menggiring rin rin masuk ke dalam mobilnya, yang untungnya sedikit jauh dari kecelakaan tersebut.

“Ini, minum dulu” ucap jinyoung seraya memberikannya air mineral,

“Pejamkan matamu saja ya, aku akan menyetir pelan-pelan” ucap jinyoung begitu perhatian. Rin rin masih diam, perlahan air matanya pun mengalir, bayangan akan kecelakaan naas itu terus berputar dalam ingatannya.

Sesampainya di villa…

“Jinyoung-ah! Katanya ada kecelakaan?” Ujar hyukjin, dan semua teman mereka pun mengerubungi jinyoung, baru tahu jika ada kecelakan di tempat jinyoung dan rin rin pergi.

“Iya, hyunmi-ya, bisa tolong antar rin rin masuk? Dia sedikit shock liat kecelakaan tadi”

“N..ne… Rin-ah! Gwenchana?” Ujar hyunmi khawatir, ia langsung membawa rin rin masuk dan jinyoung diburu berbagai pertanyaan oleh yang lain bagaimana kronologis kejadiannya.

15 menit kemudian…

“Hyunmi-ya, dia gimana?” Tanya jinyoung yang baru mau ke kamar atas,

“Baru tidur, dia pasti lihat semuanya ya?”

“Begitulah…”

“Hhhh… Dia itu paling gak bisa lihat darah, penakut lagi…”

“Boleh aku lihat?”

“Ne? Oh… Silahkan…” Ucap hyunmi dan kembali membukakan pintu kamarnya.

“Chagi, gimana rin rin?” Ujar joongki sambil ikut mengintip ke dalam kamar hyunmi,

“Dia baru tidur, sudah, baiknya tinggalkan mereka berdua” ujar hyunmi sambil menarik paksa joongki, meski keduanya masih ingin melihat apa yang akan dilakukan jinyoung didalam kamar.

Di dalam kamar…

Jinyoung duduk di pinggir ranjang dengan terus menatap wajah sendu gadis yang tengah tidur. Segurat senyuman kecewa pun tergambar diwajahnya. ‘Kapan kau mengizinkanku untuk bisa menjagamu sepenuhnya? Dan juga bisa memiliki hatimu seutuhnya rin?’ Batin jinyoung, baru saja tangannya mendekati wajah rin rin, terdengar dering ponsel tak jauh dari tempat tidur.

Ia ambil dan tertera nama…. ‘GYU-dong’ dilayar ponselnya. Sedikit ragu untuk mengangkatnya, namun…

Klik! “Yeobseyo?”

***

Kyuhyun POV

Semalam dia hanya mengirim pesan singkat dan sampai sekarang tidak mengabariku lagi! Yaa, mungkin baru kali ini aku merasa saaaaangat khawatir kalau dia tidak mengabariku, biasanya hanya sehari sekali aku tidak apa-apa, tapi karena saat ini ada pria itu didekatnya!!! ( ˘͡ -˘͡)

Aku coba hubungi dia lagi, entah kenapa aku terus memikirkannya. Kuharap liburannya berjalan baik-baik saja.

Langsung kutekan speed dial 2 dan langsung tersambung ke ponselnya.

“Yeobseyo?”

Hee?! Ini suara…namja?! (!!˚_˚).

“…rin?”

“…oh, kyuhyun-sshi” ujar orang tersebut yang sepertinya tahu aku yang menelfon, tapi… INI SIAPAAA?! Щ(ºДºщ)

“Nuguya?” Ujarku jadi sedikit jutek,

“…aku…jinyoung….”

M..mwo?! Aiiisshhh!!! Kenapa lagi-lagi nama itu yang muncul?! ╰(◣﹏◢)╯

“Kyuhyun-sshi?”

“Kenapa kau yang angkat?!” Jawabku berusaha santai, tapi sebenarnya aku tidak bisa bicara baik dengannya!

“Dia baru saja tidur…”

“Tidur?! Kalian dimana?!” Ujarku dengan susah payah menahan emosiku!!!!

“Dikamarnya….kau tenang saja, aku sadar statusnya yang ternyata tidak sendiri…” Jelasnya.

“Jangan terlalu baik padanya, dan jangan berharap lebih!” Ucapku yang bisa dibilang ancaman. Entahlah mungkin aku tidak pernah bisa bersikap baik pada pria bernama jinyoung itu.

Author POV

Kyuhyun langsung menutup telfonnya, meremas-remas ponselnya kesal. Ia hanya bisa menarik nafas dalam-dalam, berusaha menahan emosinya. Gawat jika ia tidak bisa mengontrol amarahnya hanya karena cem-bu-ru.

Ia ambil laptopnya dan duduk disebelah donghae dan eunhyuk yang masih latihan bernyanyi oppa oppa dan Beberapa menit kemudian, terdengarlah cacian dari mulut kyuhyun, melampiaskan amarahnya lewat game.

“Ugh!! Mati kau… Mati!! Yaak!!! Hajar terus!!! Yaaaakk!!!” Ujarnya makin kesal stelah menerima kenyataan, ia kalah main game!

“Kyu, waeyo?”Tanya donghae pelan,

“ANI!” Ujarnya acuh dan menegak habis air minumnya. Beberapa hyungnya yang ada diruangan itu hanya tersenyum kecil, paham dengan perubahan kyuhyun selama 2 hari ini, hanya karena satu gadis.

*balik ke vila jinyoung*

Jinyoung hanya tersenyum kecil setelah melihat layar ponsel rin rin. Ia kembali duduk dipinggir ranjang. “Jika memang aku mau mendapatkanmu, aku tidak akan memakai cara licik” ucap jinyoung pelan.

Ia pun baru menyadari perasaannya terhadap gadis ini. Gadis yang tidak sengaja masuk ke dalam hidupnya yang tadinya biasa saja, menjadi tidak biasa. Jinyoung bisa lebih mudah tersenyum jika berada dekat dengan gadis itu, dan kini mengapa hatinya seakan amat ingin memiliki dan melindunginya…

***

Malam harinya…

“Uhm…” Rin rin mengerjap pelan kedua matanya, baru terbangun kembali karena perutnya yang tiba-tiba sakit, kelaparan.

“Hyunmi-ya….”

“Hmm…grr…”

“Ya~ temani aku makan dibawah” ujar rin rin sambil terus menggoyangkan lengan hyunmi, namun percuma saja, sahabatnya itu kalau sudah tidur sangat sulit dibangunkan.

“Ish~ anak ini…hhh…kenapa laparnya jam segini sih?!” Gerutu rin rin, ia lihat sekeliling kamar dan menyalakan lampu. Sedikit takut turun kebawah, karena selain sepi, ia pun masih takut jika mengingat kecelakaan tadi siang.

Akhirnya mau tidak mau ia pun turun kebawah, menyalakan semua lampu ruangan. Sampai di dapur untungnya masih ada makanan diatas meja.

“Hmm, tinggal dipanaskan saja” ujarnya dan mulai memanaskan sup ayam.

“Rin?”

“N..ne? Jinyoung-ah…kau belum tidur?” Ujarnya, jinyoung hanya tersenyum dan mengambil alih panci di tangan rin rin.

“Ya~ biar aku saja..”

“Kau duduk saja sana… Tadi hyunmi yang sengaja menyisakan untukmu…”

“O..oh…”

“Kupikir kau pingsan, seharian tidak bangun” celetuk jinyoung sambil menyiapkan makanan,

“Mollayo, sepertinya aku habis dikasih obat tidur”

“Memang”

“Mwo?!”

“Haha, aku hanya memberi obat penenang untukmu rin, tapi sekarang perasaanmu sudah baikan kan?” Tanya jinyoung sambil kembali menaruh makanan yang telah dipanaskan.

“Hmm…lumayan, umm… Gomawoyo jinyoung-ah, pasti aku sangat merepotkanmu” ucap rin rin melemah,

“Gwenchana, itu gunanya teman bukan?”

“Hmm…ne…”

“Besok kita akan pulang cepat, karena jalanan pasti masih macet”

“Ne…” Sesaat keduanya saling terdiam. Rin rin makan sedikit tidak bernafsu.

“Kenyang” ujarnya dan menyingkirkan mangkuk nasinya.

“Ya~ kau makan hanya sedikit rin…kubuatkan susu ya”

“A..ani…biar aku yang buatkan coklat panas untukmu” tolak rin rin halus.

5 menit kemudian…

“Ini, anggap saja sebagai ucapan terimakasihku” ujar rin rin seraya menyerahkan secangkir coklat panas,

“Hanya ini? Murah sekali”

“M..mwo? Lalu kau mau apa?” Ujarnya, jinyoung hanya terkekeh pelan. Ia mengajak rin rin keluar ruangan dan duduk di bangku pinggir kolam.

“Rin…”

“Hmm?”

“Boleh kutanya satu hal padamu?”

“Silahkan…” Ujarnya dengan sesekali menyesap minumannya. Jinyoung menatap gadis disampingnya begitu dalam, kembali meyakinkan hatinya untuk bilang semua yang ia rasakan pada gadis itu.

“…mengenai hubunganmu dengan artis itu…” Rin rin langsung terdiam, sejujurnya, meski jinyoung tahu mengenai statusnya sebagai kekasih rahasia kyuhyun, ia masih enggan jika pria ini membahasnya.

“I…itu…”

“Aku tidak akan memakai hal itu sebagai ancaman bagimu, tapi aku ingin kau tahu mengenai perasaanku padamu” ucap jinyoung, rin rin masih diam, raut wajah kaget terpancar diwajahnya.

“…aku…menyukaimu rin…kupikir dengan selalu dekat denganmu, itu bisa membuatmu tahu akan perasaanku”

“Jinyoung-ah…mianhae…”

“Aku sudah tahu jawabannya saat aku ke rumahmu waktu itu rin…tapi…sampai saat ini aku masih berharap kau akan jadi milikku…” Jelas jinyoung makin membuat hati rin rin tak karuan. Gadis itu hanya diam, menjawabnya pun percuma karena jinyoung sudah tahu apa yang akan rin rin katakan.

“…aku berkata seperti ini hanya ingin kau tahu perasaanku, setidaknya biar hatiku tenang… Tapi, pertemanan kita masih bisa berlanjut kan?”

“…kau…benar-benar teman yang baik jinyoung-ah, kau pasti bisa mendapatkan gadis yang benar-benar bisa menyayangimu…” Jawab rin rin, klise.

Rin rin kembali masuk ke dalam kamarnya. Bingung apa yang ia rasakan saat ini. Merasa bersalah dan juga ada rasa senang dihatinya jika tahu perasaan jinyoung terhadapnya.

Ia keluar balkon dan duduk di kursi goyang yang ada disana. “Ottokhae? Kenapa jadi terasa berat saat tahu yang sebenarnya?” Lirihnya pelan,

Dddrrrtt!!!

Sender: GYU-dong

Kau baik-baik saja kah? Jika belum tidur balas smsku ini ya..

“Kyu…” Tak mau membuang waktu, jemarinya langsung menekan speed dial 3 dan langsung tersambung ke ponsel kyuhyun.

“Yeobseyo? Rin-ah…” Ujar kyuhyun dengan nada yang terdengar lega dan senang gadis itu menelfonnya,

“Kau…belum tidur?”

“Ish, harusnya aku yang bertanya, kenapa kau malah menelfon, apa terbangun karena sms dariku?”

“Ahni…aku memang tidak bisa tidur, kau kapan pulang?”

“Umm…besok, kau juga pulang besok kan?”

“Hmm…”

“Rin…kau baik-baik saja kan?” Tanya kyuhyun dengan nada khawatir. Rin rin tersenyum kecil,

“Nan gwenchana kyu…istirahatlah, pulihkan kembali staminamu” balas rin rin lalu mematikan sambungan telfonnya. Sejenak ia kembali terdiam dengan terus memandang layar ponselnya dengan wallpaper sebuah cangkir bertuliskan huruf K. “…just you K…” Ucapnya pelan.

***

Selama perjalanan pulang rin rin lebih banyak diam. Di mobil pun ia lebih sering tidur atau selalu membuang muka ke luar jendela. Bingung harus berbuat apa, jika ia terlalu baik pada jinyoung, takut jinyoung akan lebih berharap banyak padanya.

“Jinyoung, gomawoyo…” Ujar hyunmi, setelah sampai di depan rumah hyunmi,

“Cheonamnneyo…” Mobil jinyoung pun kembali jalan kearah rumah rin rin, namun…

“Jinyoung-ah, ini bukan arah rumahku?” Tanya rin rin yang langsung menyadari jinyoung yang membelokkan mobilnya ke arah lain,

“Kita makan dulu…kau dari pagi belum makan” balas jinyoung. Tak lama kemudian mereka sampai disebuah kedai makan. “Kajja” ajak jinyoung. Rin rin masih diam dan mengikutinya di belakang.

10 menit kemudian..

“Whoaa~ kau harus cicipi ini rin, ini salah satu bibimbab paling enak di seoul!” Ujar jinyoung, setelah makanan mereka datang.

“Cish~ berlebihan kau” ujar rin rin sambil terkekeh, sedikit membuat hati jinyoung lega karna gadis ini akhirnya bisa tersenyum kembali.

“Kau masih memikirkan ucapanku yang semalam?” Celetuk jinyoung,

“N..ne?” Jinyoung tersenyum kecil, ia taruh sendok makannya dan melipat kedua tangan dimeja, menatap rin rin dalam, “jadilah teman baikku jika kau tidak bisa membalas perasaanku” ucap jinyoung lantang,

“Jinyoung-ah…”

“Setuju?”

“N…ne…”

***

Jam 8 malam…

“Kyuhyun?!” Ujarnya sedikit kaget, melihat sosok pria dengan wajah yang….sulit diartikan.

“Ya~ kau kenapa tidak mengabariku?!”

“A..aku…masuk dulu…kau baru sampai langsung kesini?!” Ujar rin rin mengikuti kyuhyun dari belakang,

“Menurutmu? Aku baru tahu kalau ada kecelakaan disana, dan takut kau belum pulang, kuhubungi kau juga tida bisa” jelas kyuhyun,

“Mianhae, aku lupa mengisi baterai ponselku, kau mau minum?”

“Ani…sini duduk” perintah kyuhyun, rin rin pun hanya diam dan duduk disampingnya,

“Kau…benar baik-baik saja?” Tanya kyuhyun sekali lagi, terlihat raut khawatir diwajahnya.

“Saat kecelakaan itu…aku melihat semuanya…” Lirih rin rin sedikit takut dan kembali teringat kecelakaan naas tersebut,

“Kenapa bisa kau…”

“Aku…sedang di supermarket”

“Sama siapa?”

“Jinyoung…” Ucap rin rin pelan, kyuhyun menghela nafas berat, sejenak keduanya hanya terdiam.

“Sepertinya… Dia memang selalu bisa ada disampingmu ya”

“M…mwo?! Apa maksudmu?!”

“Kau menyukainya kan?!” Tebak kyuhyun, entah kini hatinya begitu panas jika mendengar nama pria tersebut terucap dari bibir rin rin,

“Yak! Kau bicara apa?!”

“Selama disana dia selalu dekat denganmu, pasti dia menyukaimu…lagian…dia bisa melindungimu saat itu”

***

Kyuhyun POV

“Selama disana dia selalu dekat denganmu, pasti dia menyukaimu…lagian…dia bisa melindungimu saat itu” kata itu meluncur begitu saja dari bibirku, hatiku begitu panas mendengar nama pria itu dari bibirnya. Dia masih diam menatapku dengan mata yang berkaca-kaca, oh tidak….apa aku membuatnya menangis lagi?! Aarrrgghh!!!

“Dia memang melindungiku…aku bersyukur bisa terhindar dari pecahan kaca… Tapi sekarang aku berharap kalau dia tidak melindungiku… Biar aku yang terluka, berharap kau akan ada disampingku” jelasnya, bulir air bening itu meluncur mulus dari kedua matanya, terus turun hingga ia hanya menutup wajah dengan kedua tangannya. Dan aku kembali membuatnya menangis!!! Щ(ºДºщ)

“Rin-ah….bukan begitu…”

“Jahat~ kau pria paling….hiks…hiks…paling jahaaatt~ aku berharap kau yang memelukku, membuat hatiku tenang tapi…hiks…tapi kau….malah menuduhku selingkuh… Hiks…”

“M..mwo?! Aku tidak menuduhmu selingkuh!”

“Apanya yang tidak hah?! Kau pikir apa aku tidak lelah dari kemarin tidak bisa tidur nyenyak, tidak nafsu makan karena memikirkan kejadian itu?! Dan sekarang kau….kau menuduhku….” Ucapnya sambil terbata-bata, langsung kutarik ia dalam pelukanku, menepuk punggungnya, berusaha menenangkannya.

“Aku tidak menuduhmu…hanya saja….”

“Hiks…hiks….”

“Hahhh~ sudahlah! Uljima~ ma…maafkan aku” balasku melepas pelukanku padanya dan menghapus air matanya, dan baru kusadari wajahnya sedikit pucat. Aiyaa~ park ahjumma, maafkan aku yang sudah buat anakmu menangis lagi. (‾ʃƪ‾)

15 menit kemudian…

“Ini…minumlah, kemarin ada fans yang memberiku minuman ini…” Ujarku sambil memberi minuman kesehatan yang sengaja kubawakan untuknya dan akhirnya setelah ia meluapkan semua tangisnya, dia bisa diam!

“Gomawo” ucapnya sedikit serak,

“Lupakan ucapanku yang tadi…”

“Boleh aku bilang sesuatu padamu?”

“Apa?”

“Kemarin….jinyoung”

“Orang ithmmpp!!”

“Dengarkan aku dulu!” Cegahnya sambil membungkam bibirku,

“Ish~ cepat katakan! Tapi jangan sebut namanya”

“Arra~ dia…kemarin bilang…suka padaku”

“Hmm, sudah kuduga! Terus? Kau bilang apa?”

“Tanpa kujawab dia pun sudah tahu jawabanku”

“Lalu?!”

“Yak! Pabo! Kami tetap teman!”

“Andwae! Jangan dekat dengannya lagi!” Larangku,

“Mwo?!”

“Kau pikir dengan masih berteman dengannya, apa dia bisa menghilangkan rasa sukanya padamu?! Gimana kalau sewaktu waktu kau malah jadi su….” Ucapanku terputus, sedikit kaget dia membungkam mulutku dengan bibirnya! (!!˚o˚).

“Bawel! Aku sendiri tidak yakin apa hatiku masih bisa diisi untuk pria lain lagi, selain dirimu” ucapnya dengan jarak wajah kami sangat dekat, sedikit membuatku gugup malah!

“Ku pegang ucapanmu” balasku dan menunjukkan smirk andalanku. Kutarik wajahnya dan membalas ciumannya. Melumat bibirnya begitu lembut. Aku pun lupa kapan terakhir kali kami berciuman seperti ini. Haha.

Bibirnya membalas ciumanku, kurasakan kedua tangannya berada di leherku, membuatku makin ingin menciumnya lebih dalam. Dia hanya memejamkan matanya dengan pipi yang merah merona. Hingga tak sadar bibirku sudah hinggap di sisi kiri lehernya. “A’akh…k..kyu…” Ujarnya sedikit tertahan, mianhae rin, hanya akan jadi tanda kecil di lehermu. hehehee

“U..ugh…stoph..hhh” ia menarik wajahku, menghentikan aksiku! (⌣́_⌣̀)

“Ya!”

“Hehe..”

“Pasti ada tandanya kan?” Gerutunya,

“Umm…dikit, hehee”

“Ish! Butuh 3 hari untuk menghilangkannya!”

“Yaa, anggap saja hukuman bagimu”

“Mwo?! Memang aku salah apa?!”

“Salahmu karena menyebut nama pria itu, umm…sekali lagi rin…” Ucapku kembali mendekati wajahnya yang amat merah, ia tidak mau menatapku, dan tinggal 1 senti lagi…

“EONNI… AKU PULAAANG”

“Rara…” DUAKK!!! Refleks ia mendorongku hingga jatuh kebelakang!! “Awww!! Yaa~ rin-ah!!!”

“Yak, kyudong!!” Ia malah mengomeliku, padahal siapa yang tadi ketagihan kucium?!. kulihat rara, adiknya masuk, bersama chaerim aunty ternyata.

“Hei…ra..aunty…” Ujarnya sedikit salah tingkah dan berusaha menutupi tanda yang kubuat tadi.

“Kalian…hanya berduaan?” Tanya aunty curiga,

“Dia baru datang… Um…kyu! Kau mau pulang kan?! Pulang sana” ucapnya mengusirku!!

“M..mwo? Aku…”

“Gak bawa mobil kan? Bareng sama aunty aja” ucapnya dan langsung mengambil tasku, ish! Kami saja baru bermesraan setelah sekian lama tidak berduaan seperti ini  Щ(˚̩̩̩Д°̩̩̩щ)

“Hmm, ayo kyu, kuantar kau ke dorm, aku juga ada urusan di kantor” balas aunty. Akhirnya, dengan berat hati aku pun pulang, haaahhh! Menyebalkan!!!

Di mobil…

Pletak!! “Aww!! Ya~ aunty… Appo” ujarku, baru saja aku duduk disampingnya, dan langsung dilayangkan pukulan! (˘̩̩̩_˘̩̩̩)

“Itu peringatan kecil, jangan sampai kau berani berbuat lebih dari kissmark tadi!”

“M…mwo? Kenapa kau bisa tahu?” Tanyaku polos,

“Ya tau lah! Aku sangat mengenal keponakanku! Ini kedua kalinya kan? Yang pertama itu setelah rin rin sakit” jelasnya,

“Hehee… Aku tidak akan berani berbuat lebih aunty…aku akan menjaganya dengan baik” janjiku,

“Geure…kupegang janjimu, awas kalau macam-macam… Kuadukan pada ayahnya!” Ancamnya. Aigo~ kenapa rin rin bisa tahan punya tante bawel seperti dia.. Hahhh, tapi, jika diingat-ingat karna chaerim aunty juga lah, aku bisa diterima di keluarganya. (’⌣’)

The end

Garing? Kayaknya… Hahaa… Ini ending diluar rencana awal, maunya dibuat serius, tapi kalo dibuat serius malah jadi aneh, yaa jadi gini deh.. KOMEN  YAAAA….  oia yg kecelakaan itu aku bayangin  pas kecelakaan 2 bus di puncak kemarin ^^

69 thoughts on “[RinKyu story] Kyuhyun’s madness!!

  1. cieeeeeeeeeeeeeee manggilnya K juga neh ye..
    K for what????

    K=kangen
    K= Kyuhyun atau K= KAMPRET..
    hwakakakakaka

    Junghoon oppa kaloa Kyu ga mau konser aku mau kok gantiin tapi sekamar sama oppa ya.. please…

    hmmm gimana ya.. emang itu bocah cemburuan banget seh.. kadang ngeselin kalo lg cemburu..

    tapi seperti quote andalan gue “Marah boleh.. yang PENTING Cinta ga berkurang”
    *nyengir*

  2. Carol berkata:

    Ahahahahahhaa…
    Kyudong banget ya. Rasain di marahi aunty nya rin rin.
    Eh itu klo jiyoung sm aku aja gimana hahahaha..
    Ngmg2 soal jiyoung aku malah ingetnya sm GDragon

  3. hahaha baru kelimpungan ya kyu pas cemburu? apalagi cowonya nyatain perasaan? makanya jgn nyebelin hahaha xD
    kyu jahat nih, bikin anak orang nangis. kesian tuh abis ngeliat kecelakaan. eeehh tapi ujungnya… bikin tanda kyu? hahahaha >//<

    ckck, ada joongki, ada junghoon, nyelip nama saya kek gitu tiba2 hahaha (ngarep banget apa?)

  4. Park Ae Ra (@ryeong27) berkata:

    hua,,,, aq qra rin rin bkal brpaling dr kyu,,,
    untung na gak,,, hahhaha

    aigoo,,,, aq rsa aunty na rin rin cenayang,,,
    hahahahha

    d tunggu certa lain na,,, ^^

  5. Park minrin berkata:

    Hahaha emang enak di pukul ama aunty nya Rin .. Aunty peramal ya ? Kok tau sih si Rin di ada kissmark ? Daebak deh pokoknya .. Ada dong lanjutannya .. Sama ff yg baru jgn lama2 ya publish nya hehehe ..

  6. ntah np aq malah pngin punya aunty kyk chaerim… psti seru…
    hahahahaha…. kyu yadong…
    ayo lanjuuuuuuuuuuuuuutttttttttt!!!!!!!!!

  7. asik disini kyu y cemburu berat moe uring2an gt…….
    ngeri jg pas kecelakaan tu serem ngebayangin y….
    suka pas ma ending y,,,, kyu sih coba2 untung rara n aunty y dateng kyu y jadi ngak bablas deh……..

  8. Chava berkata:

    Panik takut rinkyu putus gara2 jinyoung.. Heheheh….
    Seneng banget liat kelakuan kyu yg makin hari makin yadong *eh #plak hahahahhahaha….

  9. momonjaa berkata:

    Nah kan cemburuuu.. Emang enak!! Hahaha
    Baru ngerasain kan uring2an?? Hahaha
    Kali giitu rinrin mikir mau pergi dr kyu, trs berpaling ke jinyoung.. Tp gak mungkin juga –_____–
    Jinyoung so sweet bgt lho inihh.. Jinyoung-ah, kalo rinrin gak mau sm nunna aja siniiiii hahahaha
    Ya~ lagi brantem tp cium2! *PRR: abis kyuu bawel sih* *gue:alasan!*
    Dikasi tanda yg pertama pasrah, ngomelnya pas udah berwarna. Mau ditambah malah diem aja.. Eemang pengenan hahahaha😀
    Eh rin, kira2 aunty nya itu masih muda yah? Trs kayanya rada2 evil juga yah? *baru nanya*

    • Gaada yang gak mungkin kalo prr bakal berpaling ke yang lain, tapi udh terlanjur di kisseu sih, jadi gak jadi deh, wakakakkk

      Andwaeee!!! Jinyoung tetep punyaku eonni~

      Itu cara paling manjur buat kyu diem eon, mueheheee.. Kan aku malu tapi mau *wink
      Itu auntynya emang msh muda, sekitar umur 30an eon😀

  10. ChubbyKyuMinHae berkata:

    jinyoung… waaa itu bias aq juga ><
    aigoo ada kyu ada jinyoung membingung kn…
    untung rin rin kebal yaa ama pesona jinyoung oppa.. hehe

  11. ternyata Kyu bisa cemburu juga??? hahhaa…
    pi lebih cemburu lagi Rinrin…
    ga kebayang galauna Kyu ga dapat kabar dari Rinrin.. hihi

    kasian Jinyoung ditolak… sini Jinyoung ma aku aja.. hahaha…
    endingna lucu.. hahaha..

    eon yg RinKyu Couple pasangan teraneh itu kapan release???
    penasaran nihh.. hihihi..

  12. bunga angelica berkata:

    hahaha tantenya rin rin bs buat evit tekuk lutut jg yaa… hahaha tak kirain heechul doang yg bs….
    kyuhyun cemburuan bgt deh.. 🙂

  13. justkyu berkata:

    hahhhh,,,sneng bs bca rinkyu lgi
    wahhhh si jinyoung soooo cweeeetttt bgt,,,tpi untungx gk berpaling dri si bang evil
    ska2 pz adegan kissmark,,,kkekeke,,emang dasr Gyudong
    dtunggu story rinkyu slanjutx ya thor..^^
    oia itu kug ad bbrp ff yg diprotec??pdhl pngn bca

  14. hyukbumnik berkata:

    aaaaaa gatau mau bilang apa
    feelnya dapet banget eon
    tp ada typo, yg keliatan jelas mah pas kata2 joongki lewat, padahal maksudnya jinyoung kan yah eon?
    auntie hebat bisa tau itu kissmark haha

  15. ari berkata:

    rin,,,bilang ja galau gara2 wgm kyu =.= biar ada tmen senasib T.T
    kyuhyun pencemburu + tambah yadong wkakakakak ketularan ma hyukppa tuh
    aku juga mauuuu kissmark dari kyuhyun oppa❤ #mupeng

  16. chovlkyu berkata:

    unnie, aku kangen kamu??

    huwaa sudah lama sekali saya tidak berkunjung ke kandang onnie *Oops hehehhe

    emm kayanya sekrang ini FF onnie bahasanya lebih santai ya.. suka-suka

    kaya baca novel ya..

    uadah dan kyhyun selalu nyesel diakhir.. heheh

    emm seru dah lucu banget pas adegan.. ciuman +kissmark.

    tau ga onnie aku tuh mikirnya kyuhyun sengaja ngasih hukuman ‘stample’ buat rinrin.. hahahha

    • Me toooo~ hehehee
      Lapak kali vid, wkwkk…
      Syukurlah ini bahasa bisa dimengerti, hehee, kirain tulisan aku makin abstrak (?)🙂
      Kalo yg ‘stample’ itu mah kyu emang cari kesempatan! *jitak kyu*

  17. haduh”,. saya baru sempet baca FF lg,.😦
    dan hasil’a adalah saya baca FF jd ngacak gni,. ckckck
    haiiiyaaa..
    sih kyu yah bisa aja nyari kesempatannya,.
    sih rin” kshan amat jd korbannya kyu,. wkwkwk #kabur
    wuah jinyoung kshan dhe patah hati udh sini sma aq aja,. wkwkwkw
    semoga langgeng trus dha tuh sih kyurin,. hohoo

  18. AillaGyu berkata:

    hahahaha……Kyu galau tngkt monazz……
    kirain cm wrga indo yg rsah2 merpati gra2 bbm mo naek…..
    ya udh kyu demo ajj bwa spanduk….tulis tuh segede gaban
    huuuzzzzz…..dilarang dkat2 yeoja jdi2an…ntar KUALAT!!!!!!

  19. GiyoonPark berkata:

    suka ngeliat sosok Kyu yang peduli disini, jarang si Kyu perhatian kan? biasanya dia kan evil dan males peduli sama orang, mungkin Rinrin udah buat dia tobat?😀 /plak as usual, ceritanya bagus, dan alurnya juga ngga terlalu cepet, dan kalo Jinyoung udah di tolak Rinrin, sini yuk sama saya sajaaaaa :p /plak /dihajar

  20. kyumaaaa(mayang shita elf) berkata:

    annyeong.. aku reader baru🙂 *bow 90 °*

    seneng seneng seneng bisa nemu lg WP yg khusus kyu sama OC..

    suka bgttt sama ini ff *seriuss*

    suka suka suka😀

  21. EunRis berkata:

    aunty hafal banget kissmark rin dari Kyu (¬_¬”)
    uwahahaha😄 paling suka kalau Mr.cho lagi cemburu..
    pasti tanduk evilnya muncul ╰(◣﹏◢)╯ kekekeke
    suka ceritanya oen~ oh ya ada typo dikit ^^V
    tapi overall *kaya komen juri* … like this deh🙂

  22. K…. Kampreeeeeeeettttt… Wakwkwkwkwkwkk
    Panggilan sayang yg sangat co cuiiiiitttt,,, lalalalalalalalaaaaa
    Si kyu mah ga peka aaaaahhh…!!! Itu kan tanda2 pacar lg galau,,, ckckckckckckckk
    Bukannya langsung dtg kerumah rinrin,,

    Eh itu jinyoung co cuit yax??? Jinyoung-ah drpd nungguin rinrin yg dah cnta mati sama kyu mending sama aku ajah siniiii,,, come to me darling…

    Daaaaaannn wooooyyy kyuu…!!! Dikit doang itu kissmarknyaaaaa…. Lagi duuuunnnkkk….
    Biar banyak bercak merah dileher rinrin,, lalalalalalaaa auntynya macem ga pernah muda ajah deh ah,, ckckckckckckck

  23. magnaelover berkata:

    Kyaaaaa … Udah jinyoung cariin cewe kek thor Щ(˚̩̩̩Д°̩̩̩щ) biar ga ngeganggu rinkyu lagi.
    Suka sama cerita ini ㅋㅋㅋ keep writing ya eon. Banyakin adegan romantisnya #plak !

  24. chokyunnie berkata:

    aigooo cemburu mnguras bak mandii dehh kyu…
    tnang kyu,, rin rin ttp berada d sisimu koqq, ciee just you K🙂 *aku jg sama
    haha chaerim aunty siap siaga mnjaga kyu dr rin rin🙂

  25. HalcaliGaemKyu berkata:

    keke.. aku selalu suka ff mu
    suka sm gambar2 lucunya
    suka sm ceritanya
    suka sm konfliknya
    feelnya daebak
    dan tetap terasa lucu namun romantisssssss
    *lucu bgt bayangin kyuhyun yg lg bete hahahaaa……
    daebak eonni!! [^_^]d

  26. HalcaliGaemKyu berkata:

    Kyaa… Gk pernah bosen baca ff mu eonni!!
    Argh enaknya dicemburuin. Asal tdk berlebihan wkwkwk…
    Uwoww… Pengungkapan cinta dr jinyoung, sukses ditolak. Just friend. Dan bikin kyu naik ke bulan wkwkwk…
    FF nya daebak!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s