[2Choice] 7 Minutes in Heaven PG15

7 Minutes in Heaven

Author:

2CHOICE

Cast:

Shin Hyojoon (dit803shj) as Hong Yerim

Park Rinrin (cihuiikyuhyun) as Park Aeri

Kim Hyewook (nindyprisma) as Cho Hyera

Choi Minhee (momonjaa) as Shin Minyoung

EXO Kris

EXO Suho

EXO Kai

EXO Sehun

Yerim POV

Pesta pembukaan club baru di Seoul, yang dimiliki oleh keluarga dari salah satu mahasiswa populer, menjadi “acara wajib” bagi mereka yang masuk ke dalam list. Daftar orang berlebih dalam harta dan popularitas. Aku tidak begitu ingin masuk dalam list “popular” itu –even many people would die for it– tapi latar belakang keluarga membuatku jadi salah satu di dalamnya. Pestanya baru besok malam tapi semua sudah ramai membicarakannya.

“Kau datang?” Aeri tiba-tiba bertanya padaku tanpa melepaskan pandangan dari bukunya.

“Memangnya kau tidak?” aku menoleh padanya.

“Minyoung pasti membuatku datang” perhatiannya sedikit teralihkan karena pembicaraan kami. Dia bersemu sedikit, pasti membayangkan lelaki pujaannya yang juga pasti hadir.

Park Aeri, termasuk satu dari “popular”. Dia pendiam dan polos sebenarnya –terkadang agak terkesan lambat mencerna– tetapi banyak disukai banyak namja, ya.. walaupun dia tidak menyadarinya karena.. kepolosannya atau kelambatannya itu? Dia belum pernah bercerita padaku kalau dia sedang suka pada seseorang, but I can tell she’s deeply in love with Kris. Kris adalah leader gang ter-famous, EXO, di kampus kami, bahkan di Seoul. Namja yang sangat dingin, idola para yeoja walaupun mereka berujung pada patah hati.

“Aeri-ah~” seorang gadis berlari kecil ke arah kami. Shin Minyoung, primadona kampus yang super ceria. Aeri membalas teriakannya dengan lambaian dan menyuruhnya untuk diam.

“Oh, annyeong Yerim-ah”

“Annyeong”

Aku sedikit bingung bagaimana bisa seorang Aeri yang pendiam bisa dekat dengan Minyoung yang bawel. Atau mungkin karena perbedaan itulah mereka menjadi dekat. Ah, satu hal yang membuat mereka sama.. Minyoungpun, terkadang lambat mencerna. Memikirkan mereka aku jadi tersenyum sendiri.

“Ayo berbelanja! Kau harus beli dress baru yang bisa membuatnya terpukau” Minyoung tahu pasti Aeri menyukai Kris dan dia berusaha menjodohkan mereka. Sebagai primadona, Minyoung mengenal EXO cukup baik, itulah mengapa dia sangat bersemangat meyakinkan Aeri agar memantapkan hatinya. Minyoung gadis yang sangat cantik, tapi dia belum memiliki pacar. Well, officially memang belum, tapi semua orang juga tahu, dia dan Sehun –EXO member– saling menyukai walaupun selalu bertengkar.

“Kau juga ikut kami ya Yerim?” dia menggunakan puppy eyesnya padaku.

“Mm, bukan ide yang buruk”

“Yeay! Kalau begitu kita pergi sekarang”

Aku dan Aeri hanya mengikuti Minyoung yang berjalan lebih dulu sambil terus membicarakan detail baju yang akan dipakainya, ataupun saran baju yang harus digunakan untuk kami. Tiba-tiba aku mendengar beberapa yeoja menjadi ribut, topik mereka hanya satu, EXO. Tidak jauh dari tempat kami, empat member EXO berjalan mendekat. Minyoung melambai dengan senyum kepada mereka. Kris dan Suho membalas lambaiannya, tentu karena Kris mengenal Minyoung –kalau tidak dia tidak akan peduli– dan Suho.. dia emang manusia paling ber-manner di antara yang lain. Sedangkan dua lainnya, Sehun dan Kai hanya menatap lalu membuang muka lagi. Sehun memang dingin pada Minyoung, dia selalu bilang tidak suka pada yeoja yang cerewet terutama Minyoung, tapi semua tahu itu kebalikannya. Kalau Kai, dia memang troublemaker dalam kelompok itu. Namja yang selalu bertingkah seenaknya dan arogan, tidak pernah bersikap manis pada yeoja, sekalipun itu Minyoung, dia akan tetap cuek. Satu yang menjadi perhatianku terhadap Kai, setiap kali kami bertemu pandang, dia akan terus menatapku dengan intens dan tajam sampai kami tidak melihat satu sama lain. Dia tidak pernah membuang muka atau berpura-pura tidak melihatku seperti yang dilakukannya pada gadis lain. Itu cukup membuatku heran dan.. penasaran. Tapi, aku tidak mau berurusan dengannya, indeed he’s THE TROUBLEMAKER.

“Oppa, kalian akan datang besok kan?” tanya Minyoung pada Kris dan Suho yang sudah ada di depan kami.

“Tentu” aku bisa lihat Kris melirik Aeri yang hanya menunduk menyembunyikan pipi merahnya.

“Yerim, kau ikut dengan mereka?” Suho menyadari keberadaanku dan bertanya. Aku hanya tersenyum dan mengangguk. Dia mungkin sering melihat aku berjalan dengan Aeri tapi tidak dengan Minyoung. Aku bukan tipe yang tahan berlama-lama dengan orang yang ramai sepertinya. Itu kenapa aku tidak punya banyak teman. Sepertinya ada yang ingin Suho tanyakan lagi tapi diurungkannya.

“Hyung, buat apa kau menghampiri gadis berisik itu?” aku ikut tertawa bersama EXO gang mendengar ucapan Sehun dan seperti biasa, perdebatan kembali hadir di antara mereka.

“Mwo?! Gadis berisik?” Minyoung langsung menyahut ketika mendengar Sehun menyebutnya gadis berisik.

“Ne! Wae? Kau tidak suka?” Sehun malah maju menantang Minyoung dan tidak merasa bersalah sama sekali. Aku meringis pelan mendengar mereka.

“Tentu saja aku tidak suka! Biarpun kau bilang aku berisik setidaknya aku tidak menyebalkan seperti KAU!” Minyoung menekankan kata “kau” dengan mengarahkan telunjuknya tepat di depan muka Sehun.

“Jangan coba membuatku kesal dengan mengarahkan jarimu yang kecil itu kalau tinggimu saja tidak sejajar denganku!” ucapan Sehun semakin membuat Minyoung kesal, terlebih ketika melihat senyum menyebalkan yang terpasang di wajah Sehun.

Ponselku berbunyi, menyelamatkanku dari teriakan-teriakan Minyoung melawan ejekan Sehun. Aku mengernyit melihat caller ID dan langsung meminta ijin untuk menyingkir pada Suho yang dibalas dengan anggukan.

“Kau di mana Hyera-ah?” aku bertanya pada Hyera tanpa memberinya kesempatan mengucapkan apapun.

“Café, menunggu Sunggyu Oppa. Kau masih di kampus?”

Hyera berteman denganku sejak kecil karena kedekatan orang tua kami. Kami “kebetulan” selalu bersekolah di tempat yang sama sampai jenjang perguruan tinggi. Dia sedikit cuek tetapi easy going, karena itu aku bisa berteman dengannya selama ini. Dia sudah punya pacar, Sunggyu –senior satu tahun di atas kami saat sekolah dulu, walaupun long distance relationship. Aku melirik pada Suho yang ternyata sedang melihat ke arahku. Suho tahu aku dan Hyera dekat dan dia juga tahu Hyera berpacaran dengan Sunggyu. Kenapa dia tahu? Dia menyukai Hyera sejak tahun awal kami dan aku lebih setuju kalau Suho dengan Hyera. Sunggyu terlalu mengekang Hyera dalam hal-hal kecil yang menurutku tidak penting. Aku mengalihkan pandanganku pada namja di belakang Suho. Kai. Dia menatapku seperti biasa, tapi aku tidak bisa –atau tidak ingin– menghindarinya. Kami seperti beradu dalam kontes tatap mata.

“Ne. Kau menemuinya lagi?”

“Jangan memulainya lagi Yerim-ah”

Aku diam sejenak sebelum bicara lagi. fokusku masih pada Kai dan diapun masih “betah” menatapku.

“Minyoung mengajakku pergi”

“Oh begitu? Hati-hati dengan telingamu kalau begitu” aku ingin tertawa kalau saja tidak sedang “berkompetisi” dengan Kai.

“Anggap saja pemanasan untuk pesta besok malam dan kau.. harus hadir besok, aku tidak peduli bagaimana caranya”

“Sunggyu Oppa datang, nanti kutelepon lagi” Hyera memutuskan sambungan tapi aku masih menempelkan ponselku pada telinga dan tidak melepaskan pandangan dari Kai.

“Oh Sehun!!!” suara Minyoung terdengar sangat kencang, tapi perhatianku masih tidak teralihkan.

“Sehun-ah~ Minyoungie~ Hentikan.. kalian tidak malu setiap hari jadi konsumsi publik?” aku bisa mendengar Suho melerai mereka.

Deg. Kai melakukan sesuatu yang tidak pernah dilakukannya padaku. Biasanya dia hanya akan memandangku dengan tatapan tajam dan wajah datar, tapi kali ini.. dia menyeringai. Dia membuang muka dan pergi lebih dulu.

“Ya! Kau mau ke mana?” Sehun berteriak padanya.

“Aku duluan” dia menjawab tanpa menoleh.

Rasa penasaranku padanya semakin bertambah. There’s something, either it’s in me or him.

“Minyoungie, Yerim-ah, Aeri-ah, kami pergi dulu. Sampai bertemu besok malam” Suho pamit pada kami dan Kris sebagai leader yang berbadan lebih tinggi dari Sehun, menarik bocah itu agar menjauh. Sehun berkelit dan kembali mendekati Minyoung.

“Kalau kau ingin menantangku, tinggikan tubuhmu dulu agar bisa sejajar denganku” ucap Sehun tajam kemudian langsung berbalik dengan senyum yang tidak dapat diartikan.

“Aaahhh~ Michigetta!” Minyoung berteriak sambil mengacak poninya. Aku dan Aeri hanya mengangkat bahu, sedikit lega dan bersyukur karena kami tidak lagi jadi tontonan. Aku tidak suka jadi pusat perhatian orang-orang. Ekspresi menarik muncul di wajah Minyoung dan Aeri, ekspresi yeoja yang sedang jatuh cinta.

***

Antrian untuk masuk ke dalam club sudah ramai, di saat seperti ini menjadi “popular” menjadi berguna. Aku turun dari mobil bersama Hyera dan langsung masuk ke dalam. Keadaan di dalam club tidak jauh berbeda dengan di luar, ramai. Hyera menarikku ke meja bar. Mataku sibuk menyapu ruangan, melihat siapa saja tamu malam ini. Tanpa bisikan dari manapun aku bisa tahu penguasa dance floor saat ini. Hampir semua wanita berkumpul di sana dan histeris, pasti mereka di sana, EXO. Hyera menyenggolku yang masih menatap lurus dance floor.

“Mau turun sekarang?”

“Tidak” aku mengambil minumku dan menyicipinya “aku hanya melihat saja”

“Karena Kai di sana?” aku menoleh cepat dan menaikkan alisku.

“Kai? Sejak kapan ini ada hubungannya dengan namja itu?”

Hyera hanya mengangkat bahu dan memandang lantai dansa dengan tubuhnya yang sudah mengikuti irama musik. Aku mengedarkan pandanganku lagi dan menemukan Aeri duduk di sudut ruangan.

“Hyera-ah” aku sedikit berteriak dan menunjuk Aeri. Dia mengikutiku berjalan menuju Aeri.

“Mana Minyoung?” tanyaku setelah duduk di sampingnya. Dia menunjuk keramaian yang bersorak.

“Battle dengan Sehun”

Tidak lama Minyoung dan Sehun datang disertai –seperti biasa– argumen tiada akhir dan disusul dengan Kris, Suho dan Kai di belakang mereka. Dengan sofa tiga perempat lingkaran ini, para yeoja seperti terperangkap di tengah. Aku berusaha mengabaikan, tapi aku merasa Kai menatapku lagi. Saat aku mencuri pandang, dia sedang menelitiku dari atas hingga bawah. And worse, he licks his lips and smirks after that. Aku pernah dengar, entah dari siapa, kalau Kai mengeluarkan smirknya.. ada sesuatu yang dia inginkan. Pikiranku mulai melayang-layang sampai sang pemilik pesta meminta kami untuk naik ke VIP room.

Like its name, VIP room, hanya sedikit dari sekian banyak tamu yang ada di ruangan ini dan mereka semua ada dalam “popular” list. Sekitar dua puluh orang, termasuk kami yang baru saja masuk ke ruangan. Yang lebih dulu ada di dalam, mengangkat gelas setiap bertemu pandang dengan kami. Pandanganku tertuju pada pintu di sudut, yang mengundang kecurigaanku. Aeri menarikku untuk duduk di sofa paling pinggir bersama Hyera. Minyoung masih berdiri di dekat EXO member.

Thanks for your coming. Kalian, VIP member, akan selalu mendapat perlakuan khusus setiap datang. Jadi.. jangan sungkan ya” semua orang bersorak mendengar pengumumannya. Hal yang terlalu sering diucapkan dan didengar.

And now.. we’re going to play.. hmm, Kai-ssi?”

Kai melipat tangannya di dada dan menyunggingkan senyum.

Seven minutes in heaven.  Who’s in?”

Dia pasti merencanakan sesuatu. Itu pasti. Dia menatapku lagi dan menyeringai. Shut! Jangan bilang aku targetnya. Aku harus tenang agar dia tidak merasa menang.

“Sepertinya semua ikut dalam game” Minyoung maju, berperan sebagai MC.

“Sekarang, semua wanita menyiapkan satu barang untuk dimasukan ke dalam..” Minyoung kebingungan mencari wadah dan .. voila, Kai memberinya sebuah nampan –yang dimintanya dari bartender untuk VIP guests– “Nah, di sini, lalu para pria akan memilihnya”

Para yeoja bergantian menaruh barang. Aku berpikir sejenak. Barang yang tidak pernah kupakai di kampus agar sedikit menyulitkan para namja untuk menebak, terutama agar Kai tidak tahu barang itu milikku.

***

It’s time to reveal your partner~” ada nada senang dan godaan pada suara Minyoung. Bisa kulihat para yeoja menanti dengan muka sedikit cemas dan .. harapan? Sepuluh namja yang ada di ruangan berparas di atas standar, jadi sudah pasti bukan wajah yang dikhawatirkan. Kurasa mereka berharap kalau barang mereka dipilih oleh EXO.

“Myungsik, kau yang pertama”

Aku menoleh pada Aeri dan Hyera dan mereka menunjukan reaksi yang berbeda. Hyera terlihat lebih santai dan cuek sedangkan Aeri memejamkan matanya rapat-rapat.

“Siapa yang kau harapkan?” aku berbisik pada Aeri.

“Mm.. Aku.. Aku berharap Kris yang mengambilnya” senyumku mengembang mendengar jawabannya. Benarkan dugaanku selama ini? Dia memang menyukai Kris.

“Milik siapa ini?” Minyoung mengangkat sebuah anting. Aeri terlihat lega, Hyera menggeleng dan itu memang bukan punyaku. Seorang yeoja yang duduk tidak jauh dari kami berdiri dan menunjukan telinganya. Teriakan yang lain mengantarkan dua orang itu masuk ke dalam ruangan yang sudah disiapkan melalui pintu -yang sudah kucurigai dari awal- di sudut ruangan.

Have fun~” Minyoung mengedipkan matanya dan tujuh menit merekapun dimulai.

Sudah dua pasangan bermain dan sudah selama itu juga Kai menatapku. Perhatiannya teralihkan hanya saat diajak bicara. Pasangan ketiga keluar dari ruangan, penampilan mereka terlihat lebih berantakan dibanding dua sebelumnya.

“Semakin lama semakin panas. Good” Kai berkomentar setelah melihat dua orang itu. Dia melihatku dan mengedipkan sebelah matanya.

“Siapa selanjutnya?” Minyoung mengembalikan kami dalam game.

“Aku” Kai berdiri di sebelah Minyoung sekarang.

Aku baru menyadari bahwa warna baju kami senada malam ini. Dia memakai kaos hitam dan coklat tua dengan motif kotak (MAMA MV). Aku dengan front zipper tube dress berwarna hitam yang dilapisi cardigan coklat tua dan ikat pinggang coklat kecil. Dia memandang lurus padaku sementara tangannya memberi barang yang dipilihnya pada Minyoung.

“Siapa pemilik kacamata ini?” Minyoung mengangkatnya tinggi. Hyera menyikutku dan membuatku tersadar. Itu.. milikku. Barang yang hanya kugunakan saat di rumah. Bagaimana dia..?

“Yerim-ah.. apa itu.. milikmu?” Aeri bertanya padaku dengan suara rendah. Aku mengangguk tidak pasti, bukan karena aku tidak yakin aku pemiliknya tapi karena aku tidak yakin harus masuk ke dalam ruangan itu dengan Kai.

“Hong Yerim, ppali nawa” dia menyeringai dan masuk lebih dulu. Aku lemas tapi tetap berjalan masuk menyusul Kai.

Aku memicingkan mataku begitu masuk, mencari sosoknya yang tidak terlihat. Tiba-tiba badanku terdorong ke depan dan pintu di belakangku ditutup keras. Bisa kudengar suara tawa mereka di luar sana. Aku membalikan badanku cepat saat sepasang tangan melingkari pinggangku. Salahku karena berbalik dan menyebabkan wajahku dan namja di depanku hampir tidak berjarak. His beautiful brown orbs, deep gaze, sharp nose, thick lips, perfect jaw line, long neck, sexy dark skin..

“Waktuku hanya tujuh menit untuk menguasaimu”

Dengan ucapannya itu Kai langsung mencium bibirku. Ciumannya lembut tapi sangat dominan. Badanku sampai mundur perlahan karena dorongannya. Aku membalas ciumannya. Kedua telapak tanganku di dadanya, perlahan naik mengusap tengkuknya dan yang lain menyusuri rambutnya. Punggungku menabrak pintu pelan dan Kai melepaskan bibirku. I’m lost for a second. Ciumannya memang memabukkan dan aku mulai tidak peduli dia hanya mempermainkanku atau apapun. Aku menurunkan jaketnya hingga benar-benar terlepas dan terjatuh. Dia menciumku lagi, dan kali ini terasa lebih cepat dan dalam dari yang tadi. Dia menurunkan cardiganku sampai sebatas lengan. Lidahnya masuk dan kubiarkan mendominasi. Tanganku turun dan menyusup ke dalam kaosnya, meraba perutnya yang terbentuk dengan baik. Aku merasakan dia tersenyum di sela-sela ciuman. Sebelah tangannya naik dan berhenti di sebelah dadaku, tangannya yang lain membuka zipper dressku hingga membuat dadaku terbuka. Kai memandanginya sebentar dan mengeluarkan smirknya. Aku menarik kaosnya dan dia membukanya. Aku bisa melihat apa yang kurasakan tadi, he’s super hot now. Dia mengecup bibirku kilat dan turun untuk mencium leherku, mencari-cari titik hisapan yang tepat.

“Eummmhhh..” dia menghisap lebih lagi saat tahu di mana bagian leherku yang paling sensitive, bahkan dia menggigitnya sedikit.

Ciumannya semakin turun lagi sampai di atas dadaku. Dia memberi ciuman-ciuman kecil sambil menurunkan zipper lagi.

Tok tok tok

“Waktu kalian habis!”

Kai mengangkat wajahnya dan menatap mataku dalam. Dia tersenyum sebelum menggigit kecil dada kananku dan menaikkan kembali zipper dressku. Dia meraih kaos dan jaketnya yang tadi berceceran di lantai. Aku merapikan pakaianku dan teringat akan bagian leherku. Kai menghisapnya cukup kuat dan lama tadi.. kalau berbekas bagaimana? Aku merabanya dan berusaha menutupnya dengan rambutku. Kai mendorong tubuhku agar merapat lagi pada pintu dan menahan pintu dengan sebelah tangannya –tangan yang lain kembali pada pinggangku.

“Ini” dia mengusap leherku “tanda bahwa kau milikku. Dan ini masih permulaan”

“Kai!” teriakan Minyoung sudah terdengar lagi.

Kai menghisap bibirku untuk yang terakhir dan mengedipkan matanya. Dia merengkuh pinggangku dalam pelukannya dan membiarkan pintu terbuka.

Get a room!” teriak Sehun yang disahuti oleh yang lain. Aku mengutuk dalam hati tapi tidak bisa membohongi kalau aku..

“Aku boleh pergi sekarang?” tanya Kai pada Minyoung dengan merubah posisinya jadi memelukku dari belakang. Aku melirik Aeri dan Hyera yang memandang kami tidak percaya.

“Tidak. Tidak sampai permainan ini selesai. Tahan dulu nafsumu itu” Minyoung tertawa pelan dan memberi gerakan mengusir. Kai menarikku untuk duduk di sofa single yang letaknya agak di belakang di banding sofa yang kududuki sebelumnya. Dia membuatku duduk di pangkuannya yang memudahkannya untuk menciumi leherku lagi secara diam-diam.

“Selanjutnya.. Kris!” Minyoung menunjuk Kris yang hanya mengangguk. Suho memberinya tepukan di punggung. Aku melihat Aeri sebentar, dia terlihat sangat tegang.

It will be more interesting” Kai berbisik dan menyeringai.

“Kau merencanakan semua ini?” pertanyaanku menghentikan aktivitasnya.

“I..itu.. punyaku” suara Aeri terdengar. Aku menoleh pada mereka yang masih dalam game dan melihat Kris menggandeng Aeri masuk ke dalam ruangan. Cengiran Minyoung sudah sangat lebar.

“Untuk mendapatkanmu.. kenapa tidak?”

End POV

Aeri POV

Jantungku makin berdegup kencang saat Kai dan Yerim keluar, mereka terlihat begitu mesra dengan Kai yang tak mau jauh dari Yerim. Aku tidak lagi begitu memperhatikan Yerim yang kini berada dalam dekapan Kai, karena…

“Selanjutnya… Kris!” ujar Minyoung begitu bersemangat. Dalam otakku yang terlintas adalah, semoga dia memilihku.

Kris mengangguk dan hendak memilih barang dan aku terus memperhatikan tangannya yang sedikit lama, mungkin berpikir tepatnya. Memilih barang yang masih tersisa. Awalnya tangannya bergerak ke benda yang ditaruh Hyera, namun tangannya kembali bergerak pada jepitan hitam yang memang aku taruh. Tanganku makin kencang meremas dress, dan sangat gugup! Minyoung langsung terlihat ceria ketika dia benar-benar mengambil jepitan hitam milikku.

“Whoa~ kau yakin memilih barang itu?” ucapnya.

“Ne… lalu siapa pemilik jepitan ini?” ucapnya, aku hanya berani menunduk lalu beranjak bangun dari dudukku, pasti wajahku saaaaaaaangat merah!

“I…itu… punyaku” ucapku sangat pelan, tapi aku tahu Kris langsung menatapku. Ia mengulurkan tangannya padaku dan langsung menarikku masuk ke dalam ruangan kecil itu. Sekilas kulihat Minyoung dan dia malah tersenyum puas!

Aroma vanilla pun menyeruak saat kami masuk. Sepersekian detik aku masih menunduk, jantung makin berdegup kencang saat ia makin mendekatkan jarak di dalam ruang sempit ini. Mungkin ini keberuntungan bagiku. Pria yang hampir satu tahun lamanya yang hanya bisa aku pandang dari jauh, kini berada begitu dekat denganmu dan dalam sebuah permainan yang…. Menurutku ini gila!

“Apa ada uang jatuh di bawah?” ucapnya dengan suara yang tegas namun terkesan lembut ditelingaku. Sontak aku mendongakkan wajah, menatap garis wajahnya yang begitu tegas, tampan…

“A…aniyo…mianhae..”

“Jangan sering menunduk, tidak baik untuk peredaran darahmu” ucapnya lagi dengan terkekeh pelan. Aku makin tertegun dibuatnya, dan bisa tersenyum lebar dihadapannya.

“Well…waktu kita tinggal 6 menit lagi” ucapnya lagi sambil menggaruk kepalanya.

“Umm…ki…kita…” ucapanku terhenti saat lengannya merengkuh pinggangku, makin mendekat padanya, wangi musk begitu menusuk dihidungku, begitu juga dengan hembusan nafasnya yang kian terasa menerpa wajahku. Aku hanya bisa memejamkan kedua mataku saat sapuan lembut bibirnya mengunci bibirku. Tanganku hanya bisa mengepal dress yang mungkin sudah sangat kusut. Kris terus melumat bibirku, sesekali melepasnya agar aku bisa bernafas, begitu manis.

Kurasa tubuhku seperti melayang dan saat membuka mata, kini aku sudah berada dalam pangkuannya. Tanganku beralih memeluk lehernya, mengusapnya begitu sayang dan semua yang aku lakukan beralaskan rasa sayangku padanya dan mungkin waktuku untuknya hanya 7 menit ini. Sejenak ia melepas ciumannya, menatapku begitu intens, mengusap pipiku. Kuberanikan untuk menciumnya lebih dulu, mengusap rahangnya dan sesekali meremas dada bidangnya. Kris menurunkan cardigan yang menjadi penutup tube dress baby pink yang aku pakai, mengusap bahu hingga punggungku yang terbuka, sentuhannya makin membuatku melayang, makin menyukainya. Tangannya menarik kunciran rambutku yang sengaja ku ikat asal, dan bibirnya perlahan pindah ke leherku, memeluk perutku dan, “Uhh…hmm…” sedikit meringis geli dan makin meremas bahunya kencang saat bibirnya menghisap kuat leherku dan kuyakin meninggalkan bekas disana. Aku makin memeluknya erat saat bibirnya masih bergelut di area sensitifku, menggigit daun telingaku dan mulai menjamah bagian dadaku…

“Ugh…op…pa…” lirihku, tak sengaja memanggilnya oppa. Ia sedikit menghentikan aksinya dan kembali menatapku, tatapan terkejut dan…senang? Entahlah, yang jelas… aku akhirnya bisa memanggilnya, “Say my name…”

“…K…kris…opphmmff” ia kembali mengunci bibirku…

TOK TOK TOK!!

“Waktu kalian habis!” seru  Minyoung, segera kami sudahi permainan ini.

It’s over…” ucapnya, aku hanya menunduk, merapikan rambutku dan memakai kembali cardiganku, menutupi bekas gigitannya. Ia masih membelakangiku, dan melihat punggungnya dari belakang, mengapa hatiku menjadi sakit? Takut aku tidak bisa dekat dengannya seperti 7 menit tadi…Pintu terbuka dan aku hanya bisa tersenyum kecil. Kris menengok sedikit kebelakang dan menarik tanganku, mengajakku duduk sedikit jauh dari mereka. Pikiranku hanya fokus pada genggaman tangannya yang begitu erat. Ia mengajakku duduk disebelahnya dan dengan tangannya yang melingkari pinggangku.

“Op…pa…” ia menatapku dan tersenyum kecil, “Tidak mau jadi one night stand saja kan?” ucapnya, aku hanya bisa diam tertegun dan…

“Selanjutnya Suho oppa dan…Hyera!!” seru Minyoung, reflex pandanganku beralih pada Hyera, dia dan Suho oppa?!.

“Jawab pertanyaanku” ucapnya dengan menarik daguku, “O…one night stand? Untukmu?” balasku, ia hanya menyunggingkan bibirnya, makin menarik tubuhku agar mendekat padanya dan bersandar pada bahuku dengan sesekali menciumnya. Apa maksudnya? Mengapa pria ini begitu misterius? Mungkinkah aku harus siapkan hatiku untuk sakit hati karena tidak pernah akan terbalaskan? Atau mungkin lebih baik jika hanya menjadi one night stand untuknya…

End POV

 

Hyera POV
“Pesta? Di klub lagi!” aku mengangguk menjawab pertanyaannya, penuh selidik dan sepertinya aku sudah bisa menebak jawaban dari permintaan ijinku itu.
“Tidak…Tidak boleh pergi.”
Aku mencengkeram kuat cup coffee ditanganku.. “Wae?”
“Pesta, Klub dan banyak namja, bagaimana aku bisa membiarkanmu pergi?”
“Banyak namja? Maksudmu? Kau berpikir bahwa aku akan… Kenapa kau selalu saja menaruh curiga padaku oppa?”
“Bukan curiga hanya saja ini salah satu caraku melindungimu..”
“Melindungi? Kau berusaha melindungiku, tapi apa kau juga berusaha melindungi dirimu sendiri? Aku memberimu ijin untuk pergi keacara yang sama tadi malam, dimana beberapa mantan pacarmu juga datang. Apa kau juga melindungi dirimu dari godaan mereka?”
“Hyera-ah aku dan mereka sudah selesai, jadi tidak ada lagi yang perlu…”
“Selesai menurutmu tapi menurut mereka…” Aku bangkit dari dudukku, hendak pergi tapi disaat yang sama genggaman tangannya menahanku untuk melangkah.
“Aku pergi dengan Yerim, tidak perlu khawatir karena aku yang paling tahu cara melindungi dan menjaga hatiku. Hati-hati saat pulang ke Busan nanti, salamku untuk semua anggota tim dan Yoo seonsaengnim.”
“Hyera-ah, jangan seperti ini… Hyera~~”
***
Permainan ini, aku berusaha menikmatinya, meski sebenarnya aku tahu tubuh dan otakku berada pada fokus yang berbeda. Kenapa selalu seperti ini, setiap kali bertemu hanya pertengkaran dan debat yang ada diantara aku dan Sunggyu… Aku lelah, sangat, pada pemikirannya kekanak-kanak dan terlebih lagi sifat overprotectivenya yang terkadang membuatku merasa diperlakukan seperti tahanan dibandingkan kekasihnya.
“Hyera-ah~~~… YAK CHO HYERA!!!” Teriakan itu menarikku kembali, aku memandang Minyoung sejenak.
“Giliranmu.. Ppalli.”
“A..Aku??” Minyoung menggangguk dan menarik tanganku.. Aku memasang wajah bertanya pada mereka yang tersisa menunggu giliran dan hanya ucapan semangat yang kudapati dari para yeoja sementara para namja menunjukan senyum misterius yang sulit kuartikan..
Aku.. kenapa harus ada giliranku, dan dengan siapa??
Enggan kulangkahkan kaki masuk kedalam ruangan yang didominasi warna putih dan wangi vanilla ini, sampai kudapati dia berdiri tidak jauh dariku. Senyum itu, dia selalu saja memperlihatkan senyum itu dihadapanku.
“Su..Suho-ssi.”
Dia diam memandangku masih dengan tersenyum sementara jarak diantara kami semakin sempit, tangannya dengan lembut meraih pergelangan tanganku.
“Waktu kita tidak banyak, jadi jangan melakukan apapun kecuali mendengarkanku. Araseo?”
Mataku mengerjap sesekali, ini bukan permintaan dan lebih terdengar seperti sebuah perintah yang entah kenapa tidak ingin kubantah.
“Hyera-ah… Aku… Hmm mungkin kau sudah tahu apa yang akan kukatakan, ini sudah terlihat begitu jelas dan maaf jika terkesan klise.. Aku menyukaimu…Tidak.. tapi Aku menyayangimu Hyera-ah. Aku juga tahu jika sudah ada orang lain yang menjadi pemilik hatimu tapi aku hanya ingin kau tahu dari mulutku sendiri kalau aku menyayangimu lebih dari seorang teman.”
Ada hal lain yang bisa dilakukan seorang yeoja saat mendengar penyataan cinta seorang namja selain tersenyum bahagia…tapi aku merasakan sebaliknya… Aku ingin menangis.
“Tidak perlu dijawab karena aku tidak bertanya. Aku hanya ingin kau tahu.. Itu saja..” Genggaman tangan itu makin menguat tanpa ingin menyakiti…dan aku masih saja diam membisu memandang lurus kearah kedua bola matanya yang menyiratkan keyakinan yang begitu besar dimana itu membuatku makin tersiksa karena tidak pernah bisa mengerti dan membalas kuatnya keyakinan itu.
“Ini akan membuatmu goyah, aku tahu dan sejujurnya aku sangat menanti goyahnya pendirianmu hingga akhirnya kau bisa menempatkan hati dan cintamu dengan benar…padaku.”
“Begitu percaya diri.” Lirih dan sedikit tercekat saat akhirnya penggalan kalimat itu meluncur dari bibirku. “Bagaimana nanti jika aku bersamamu dan ada namja lain yang melakukan hal yang sama seperti yang kau lakukan saat ini Suho-ssi?”
“Kita yang paling tahu cara terbaik untuk melindungi dan menjaga hati dan perasaan kita.”
#Deg
Kata-kata itu…
“Jangan melarikan diri lagi dan menangis di atap rumah ketika kau bertengkar dan merindukan namja itu ya. Disini..terasa sakit saat melihatmu seperti itu.” Ucapnya lagi seraya meletakkan tangan kirinya yang bebas dibagian dadanya.
“Semua pria sama, selalu berjanji manis ingin membuat yeoja nya bahagia tapi kenyataannya mereka alasan utama datangnya rasa sakit dan tangis.”
“Setidaknya semua yeoja juga harus tahu kalau rasa sakit dan tangis itu jauh lebih menyiksa bagi kami para namja.”..”Cho Hyera… Aku tidak ingin berjanji yang nantinya akan kuingkari tapi akan kucoba untuk mengisi hari-harimu nanti dengan tawa dan senyum bahagia, dan sebisa mungkin tidak membuatmu menangis.”

Sunggyu oppa… Adakah kau juga membuat janji yang sama untukku seperti yang namja ini lakukan…
Maaf…Maafkan aku Suho-ssi. Seandainya saja waktu mempertemukan kita lebih cepat… Aku akan meneguhkan hati untuk memilihmu.

“Tidak perlu meminta maaf… Jatuh cinta padamu itu pilihanku dan Tidak membalas cintaku itu juga pilihanmu. Tidak perlu dijawab dan dipikirkan… Kita jalani seperti biasa, mungkin sedikit berbeda karena kini kau sudah tahu perasaanku.”
“Yak Suho…Hyera waktu kalian habis..” Lagi-lagi suara Minyoung terdengar begitu keras dari arah pintu.
“Waktunya sudah habis, tapi sepertinya aku melewatkan sesuatu.” Mataku membulat dan sebelah alisku meninggi saat wajahnya mendekat dengan senyum yang berbeda dari sebelumnya. Sedetik kemudian dapat kurasakan hembusan napas teraturnya menerpa kulit wajahku dimana kini mataku terpejam begitu kuat. Takut berbalut pasrah saat kini terpaan napas itu kian terasa begitu kuat… Entah dibagian mana dia akan melakukannya, aku tidak tahu…yang kutahu ini sebuah kesalahan dan dosa yang seharusnya tidak kulakukan..

Maafkan aku Sunggyu oppa..

Lembut…begitu lembut bibirnya beradu dengan keningku. Aku memberanikan diri membuka mata dan mendapati senyum teduh itu lagi…
“YAK Suho Oppa…Hyera.. Cepat Keluar!!!”
Kami menoleh bersamaan kearah pintu.. Aku yakin mereka diluar sana sudah berspekulasi dengan apa yang kami lakukan hingga begitu lama keluar dari ruangan ini..
“Ayo kita keluar, jangan membuat otak yadong mereka jadi begitu liar menerka apa yang kita lakukan disini.”
Aku mengangguk saat kini tangannya menarik tanganku dan membimbing langkahku mengikutinya menuju kearah pintu.
“Wae?” heranku melihatnya mengurungkan niat memutar kenop pintu. Heranku berubah menjadi rasa kejut saat tangan itu menghentak dan membuat tubuhku menabrak tubuhnya…
“Hmppp.” Sepersekian detik yang mampu membuat kesadaranku hilang saat bibirnya begitu lembut dan cepat menyapu bibirku.
“Maaf..” Kata itu yang samar kutangkap saat tangan itu kembali membimbing kami melangkah meninggalkan ruangan itu.. Hanya tujuh menit.. Tujuh menit yang membuatku menyesali begitu singkatnya waktu membiarkan kami bersama.

End POV

 

Minyoung POV

Suho oppa dan Hyera sudah keluar dari room setelah aku berulang kali berteriak. Apa sih yang mereka lakukan sampai lupa segala hal *smirk*. Pasangan ketiga setelah Su-Ra sudah keluar dan tinggal satu pria yang akan mengambil benda dari gadis yang akan menjadi partnernya.
“Sekarang tinggal satu pasang lagi yang harus masuk ke room, siapa yang belum mendapatkan pasangan?” Semua mata saling bertatapan, lalu mereka serentak menoleh ke arahku.
“Kau dan Sehun!!” Seperti sebuah koor mereka kompak menjawab. Apa? Aku berdua dengan pria menyebalkan ini? Yang benar saja???

“Ohh ayolah, apa aku harus ikut dalam permainan ini? Aku kan hanya bertugas sebagai pemandu acara, jangan libatkan aku lebih jauh. Sehun-ssi apa kau tidak mempunyai calon lain untuk menjadi pasanganmu?” Aku menoleh ke arah Sehun yang tetap memasang senyum dinginnya. Kenapa aku tidak sadar kalau Sehun belum mendapatkan pasangan?? Sungguh sial! Aku harus menolak ide gila ini, ini karena Kai! Aahh kalau saja aku tidak mengikuti kemauannya mengadakan permainan ini!! Dia malah sudah asik dengan Yerim. Sial sial!!
“Minyoung-ssi bukankah tadi semua sudah sepakat untuk mengikuti permainan ini? Aku pikir itu tandanya kau juga sepakat untuk menjadi peserta.” Aku tidak percaya dengan jawabannya, secara tidak langsung dia ingin aku ikut dan menjadi couple-nya begitu? Sangat sangat tidak dapat dipercaya.

“Dari awal aku hanya ditugaskan sebagai pemandu bukan peserta. Kai!! Kau harus tanggung jawab! Cari satu gadis lagi untuknya!” Seru ku pada Kai yang sedang bermesraan dengan Yerim.
“Sudahlah Minyoung-ah kau dengan Sehun saja, tidak usah diambil pusing. Aku yakin nanti kalian juga akan menikmatinya.” Kai tidak peduli dan Yerim terlihat bingung.
“Ya benar apa yang Kai bilang, Kalian masuk saja.” Kris menyahut.
“Ayo Tom and Jenny, cepat masuk! Tinggal kalian yang belum masuk.” Seru Suho menyuruh aku segera masuk ke dalam room disertai dengan seruan teman-temanku yang lain. Baiklah, aku menyerah.
“Hhh, kalau bukan karena permainan ini aku tidak akan sudi masuk ke room hanya berdua denganmu!” Desis ku kepada Sehun.
“Memang kau pikir aku sudi?” Jawab Sehun dengan mimik muka yang tidak bisa aku jelaskan dan kemudian dia masuk ke room. Aku mengikutinya dari belakang.

“Baiklah, kalian sudah siap? 7 menit dari sekarang!” Teriak hyera dari luar. Aku yakin mereka diluar sedang menertawakanku.
“Lalu apa yang harus kita lakukan?” Tanyaku.
“Kau tahu kan apa yang harus kita lakukan?” Sehun hanya bersender ke dinding dengan kedua tangan masuk ke dalam saku celana jeans nya.
“Tidak mungkin kan kita berciuman? Yang benar saja?? Kau dan aku?? Ck!” Aku mulai gelisah dengan ini semua.
Kemudian aku merasa daguku ditarik olehnya dan mataku bisa menatap matanya.
“Kau… mau… apa?” Tanyaku gugup, jantungku seakan melambat.
“Jangan banyak bicara, kau itu terlalu cerewet!” Tanpa banyak kata Sehun menciumku dengan lembut, oh Tuhan, jantungku berhenti berdetak, dan ciuman ini semakin lama semakin menuntut. Tanpa sadar tanganku meraba dadanya dan bisa merasakan detak jantungnya yang melambat seperti jantungku.

Tangannya menyusup dari bawah dress silk hitam yang aku kenakan lalu meraba pahaku kemudian menarik kedua kaki ku agar melingkar di pinggangnya -menggendongku- dan tanganku memeluk lehernya kemudian menyenderkan badanku di dinding. Oke, aku mulai terbuai oleh sentuhannya. Ciuman itu beralih ke leherku dia menyibakkan rambutku dan menghisap kuat dibawah telinga, turun ke dada dan menciumnya dari luar dressku lalu naik lagi lengkungan bahuku, agak lama dia di titik itu sehingga aku bisa merasakan hangat nafasnya. Lalu bibirnya bergerak naik ke pipi dan bibirku dan tangan kirinya ditengkukku membuat ciuman semakin dalam dan tangan kanannya meraba pahaku dan naik ke bokong kemudian meremasnya.
“Euhhhh…” Aku tercekat dan refleks menggigit bibirnya ketika dia meremas bokongku.

Toktoktok!

Time is up!!” Kami terkejut dengan suara dari luar dan otomatis menghentikan ciuman kami. Aku turun dari gendongannya, kami pun menjadi awkward.
“Aku keluar…duluan” seruku, aku harus cepat-cepat keluar agar dia tidak melihat wajahku yang sudah seperti kepiting rebus.
“Silahkan” jawabnya.
Begitu keluar dari room sempit itu semua memandangku dengan tatapan ingin mengejek.
“Apa?” Tanyaku yang bingung dengan sikap aneh mereka.
“Ahni, ahni…” Jawab mereka.
“Ya! Kau jangan berdiri di pintu! Aku mau keluar!” Teriak Sehun di belakangku.
“Ahhh bisa tidak kau tidak berteriak di telingaku hah???” Pria ini tidak punya perasaan sama sekali, sudah seenaknya menciumku. Sekarang berteriak di telingaku!

“Bagaimana?” Tanya Yerim, Aeri dan Hyera ketika aku duduk di sofa dekat mereka dan couple duduk.
“Apanya yang bagaimana?” Tanyaku heran.
“Aiissshhh! Shin Minyoung, kau ini untuk urusan seperti ini kenapa lambat sekali?” Omel Hyera dan aku hanya mengangkat bahuku.
“Sudahlah, kita bisa tahu apa yang mereka lakukan dari wajah Sehun. Lihat!” Seru Kai yang masih asik mencium leher dan punggung Yerim. Dasar tidak tahu malu, tidak lihat tempat.
Kemudian semua melihat ke arah Sehun yang sedang tersenyum sendiri dengan wajah memerah. Oh Tuhan, aku bisa pingsan melihat senyumannya itu! Aku sering mendengar dia mudah tersenyum dengan gadis-gadisnya walaupun terkesan dingin, tapi dia berusaha ramah. Tidak denganku yang selalu menyebalkan dan angkuh, sehingga aku tidak pernah melihat senyumannya. Dan kali ini apa? Senyumannya membuatku pusing dan menggelitik perutku.

“Kenapa kalian melihatku?” Tanya Sehun yang baru saja sadar setelah beberapa detik diperhatikan. Semua hanya tersenyum menggeleng sebagai jawaban. Aku beranjak untuk segera mengakhiri permainan ini.
“Oke game ini berakhir, karena tugasku sudah selesai, silahkan lanjutkan acara kalian masing-masing. Aku pergi, annyeong.” Aku pamit sambil tersenyum lebar dan riang, setidaknya rencanaku berhasil untuk mendekatkan Aeri-Kris oppa, Hyera-Suho oppa, dan Yerim-Kai. Ah untuk yang terakhir, Kai memaksaku untuk membantunya (ˇ_ˇ”)

End POV

 

Yerim POV

Aku hanya memandangi Minyoung yang keluar ruangan dalam diam. Pikiranku begitu sibuk mengurai sikap dan ucapan Kai. Aku merasakan guncangan tubuh Kai dan kulihat.. dia sedang tertawa bersama yang lain. Aku mengikuti arah pandangnya, ternyata Sehun sedang menjadi bulanan mereka. Aku memperhatikan Aeri dan Hyera kali ini. Hyera bersikap sedikit aneh sejak tadi dan dia tidak melihat ke arahku saat ini. Aeri? Kris seperti menahanku untuk memanggil Aeri dengan tatapannya.

“Kaja!” dia berbisik lalu menarikku berdiri dan berjalan ke luar ruangan.

“Kalian mau ke mana? Lalu mana yang lainnya?” Sehun terlihat bingung.

“Aigoo Sehun-ah.. Kau tidak menyadari kalau yang lain sudah pergi? Aku rasa kau juga tidak menyadari jika Minyoung pamit pergi tadi, ya kan?” Kai masih menggoda Sehun tanpa melepaskan tanganku, aku tidak bisa kabur kalau begini. Kris berjalan lebih dulu dengan senyum misteriusnya –tentu saja Aeri bersamanya. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi di antara mereka, karena akupun belum tahu nasibku di tangan pervert ini.

“Ya sudah kami pergi. Kau kejarlah Minyoungie~” Suho menepuk pundak Sehun lalu berjalan bersama Hyera. Tunggu dulu.. kalau begini..

“Kai! Jangan kau tunjukkan senyum jelekmu itu padaku!” teriakan Sehun menyadarkanku lagi. Kai hanya tertawa kecil lalu kembali menarikku agar menyamai langkahnya.

“Y..ya!” aku berusaha menghentikan langkah Kai. Dia berbalik dan menatapku tajam.

“Ada yang ingin kau tahu kan? Ikut aku dan kau akan tahu jawabannya”

“Tapi.. Hyera, Aeri, dan Minyoung?”

Sebenarnya otakku lebih tertarik pada jawaban yang ditawarkan Kai tapi aku tahu, dia pasti meminta hal lain sebagai imbalannya.

“Tidak usah dipikirkan, mereka pasti aman sampai rumah. Sekarang.. kita bersenang-senang”

FIN

26 thoughts on “[2Choice] 7 Minutes in Heaven PG15

  1. ngikut baca yaaaaa ^^

    asik-asikkkk ternyata ada EXO,.,
    pengen tau bnyak tentang EXO nich, jd rajin baca FF tentang mereka,.,heheheeee

    ceritanya menarik,.tiap pasangan unik-unik,.,
    pasngan tom and jerry,.,aduuh aduuh mereka lucu, saling suka,.tp gara-gara gengsi jdinya bertengkar terus,.,kgak ada yg mw ngalah.,.ayooooo segera jadian
    pasngan yg lain juga yaaaa,,ditunggu lanjutannya yaaaa,.

    ngga nyangka ternyata ini idenya KAI??sosok paling misterius ternyataaaaa ckckckck BAGUS LANJUTKAN (^_^)b

  2. RiHyuk❦ berkata:

    Wuuuahhh~ #mlongo…. keren Oennie FFnya
    ini ada next partnya kan?? gantung banget soalnya oen~ kalau g ada
    penasaran abiz sama ke-4 pasangan itu >,<"
    sepertinya author beneran mulai terpikat si-KRIS nih #lirikauthor ^^V

  3. mydreamkyu berkata:

    salam kenal aq reader bru..
    wah daebak chingu…
    dtunggu sekuelnya ya chingu, penasaran ama lanjutan pasangan hyera ama suho…
    fighting…

  4. hyunnie berkata:

    hwaa.. ada kris oppa.. untung gk ada luhan oppa.. gk nahan bacanya nanti.. keren ceritanya.. hehe.. sesuai yg ada dibayangan pas liat judulnya..😀

  5. yusiekyu berkata:

    7 minutes in heaven? Hahaha
    Ceritanya uniiik bangeeeet (•ˆ⌣ˆ•)
    Tapi sayang endingnya gantuung (⌣́_⌣̀)
    Lanjutannya yaa eon^^

  6. Purple Egg berkata:

    jedaaaaaaaaaaaaaaaaaaaarrrrr…………. /dobrak ruangan 7 menit nya/ xD
    wuaaaaaaaaaaaaaaaaahhh….. aku jg mau, mau, mau,mau sama dedek (?) kris….. >.<
    ahahahaha… ini asli seru ceritanya… semuanya pd sok2 misterius pdhl plirak plirik…. ckckck….. :p

  7. cen berkata:

    annyeong~
    salam kenal, aku reader baru
    cen imnida ^^

    daebak buat ff kamu chingu!!😀
    ceritanya seru kkkk
    fighting ne!

  8. Annyeong, author-ssi, RIn imnida.
    Lagi blog walking dan tiba-tiba nemu fanfiction ini.
    Dan yah… sama kayak komentar reader lainnya, fanfic ini great banget!🙂
    Dari segi cerita, diksi, sampai gaya penulisan authornya, aku suka banget! EYDnya juga bener-bener diperhatiin sama author. Jadi bacanya enak aja nggak keganggu sama EYD yang salah. Ditambah lagi ceritanya nyrempet-nyrempet ke/cough/adegan itu. Hahahah #dor #ketauanmesum
    Yosh, ijinkan saya mengobrak-abrik isi blog ini thor, pasti kok kalau ficnya aku baca, komenku akan ada disana.😉 ppyong~

  9. kang hae ra berkata:

    anneyong, eonni, nadya imnida
    ceritanya seru deh, eon, tp bacanya jg jd agak gmn gtu abisnya rada menjurus sih mana setting nya di club lg tmbh mendukung deh…
    hehehe

  10. leeyaejin berkata:

    ahhh suka suka suka…
    Mereka dapat pasangan yang pas masing-masing. Kai, gila dia pervert banget masa, sampai pas keluar aja ga mau jauh-jauh. Kris wu,,, aeri,,, kalian cocok hahha.. Suho nih, dia emang seorang leader masa, ga di ff nya, ga asli nya dapaet peran jadi angel aja. Sehun Minyoung -_-

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s