[Part 1] Second Chance

-Ada 3 pria di dunia ini yang paling aku benci dan karena merekalah, aku pun bersumpah tidak akan pernah jatuh cinta lagi dan menikah-

Seoul, 12 Juni 2008

Seorang gadis berumur sekitar 21 tahun baru saja memarkirkan mobilnya di depan apartemen cukup mewah di daerah gangnam. Tak lupa ia mengambil kotak cake cukup besar yang ada di jok belakang mobil Honda jazz putihnya. Sesaat ia pastikan kembali penampilannya, memperbaiki syal biru laut yang membalut leher jenjangnya, serta menyibakkan rambut coklat panjangnya. “perfect!” ujarnya setelah berkaca sejenak lewat kaca mobil dan melangkah pasti ke dalam apartemen tersebut.

Senyuman pun tak pernah hilang dari bibir merahnya, membayangkan apa yang akan ia dapatkan dari seorang pria yang spesial baginya di hari ulang tahunnya yang ke-21 ini. langkah kakinya melenggang masuk ke dalam lobi apartemen berinterior klasik, menyapa kim ahjussi, salah satu penjaga apartemen yang sudah mengenalnya cukup lama karena ia sering kali kesini, namun ada tatapan berbeda yang dipancarkan kim ahjussi, namun gadis itu masih belum menyadarinya. Sesampainya di lift, senyumnya pun memudar bersamaan dengan pintu lift yang hampir tertutup, namun bisa ia pastikan pria yang baru saja masuk lift adalah pria yang menjadi tujuannya ke tempat ini. pria dengan tinggi 187 cm terlihat begitu mesra memeluk gadis lain dengan bibir yang tak lepas bertaut dengan bibir gadis yang juga ia kenali.

“…dia…” ucapnya tercekat dan masih menghapus pikiran buruknya, meyakinkan hatinya bahwa itu bukanlah pria yang ia cintai. “ani…bukan dia rin-ah…kau pasti salah lihat!” ujarnya pada diri sendiri dan langsung masuk ke lift sebelahnya, menuju lantai 12.

Setelah sampai pada kamar yang dituju, ia langsung memasukkan nomor kombinasi yang sudah ia hafal, sedikit tegang ia raih kenop pintu dan terlihatlah ruang yang masih gelap, namun jantungnya makin berdetak kencang saat terdengar suara ringkih dari sofa tak jauh tempat ia berdiri, tangannya mencari-cari saklar lampu dan… BRUK!! Kotak cake yang ia pegang pun terhempas begitu saja ke lantai…

“…kris…” ucapnya syok, tak percaya melihat  sosok pria yang begitu ia cintai tengah bermesraan, bahkan hampir melakukan hal yang tak sepantasnya dilakukan. Pria bernama kris tersebut sedikit terlihat gugup dan langsung membenarkan kemeja putih yang sudah hampir terbuka semua dan juga gadis yang berada dibawahnya yang bahkan hampir naked.

“rin-ah…”

“kau…aeri?! Ka…kalian…” ucap rin rin terbata-bata, makin syok melihat sosok gadis yang amat ia kenal, yang telah ia anggap sebagai teman terbaiknya, aeri.

“rin, I can explain” ucap kris berusaha membela dirinya, ia dekati rin rin dan mencoba meraih tangan rin rin namun langsung ditepisnya. Dengan air mata yang sudah mengalir dipipi putihnya rin rin menatap nanar keduanya dan… PLAK! Satu tamparan pun melayang di pipi kris,

“dengan apa yang aku lihat…sudah cukup menjelaskan semuanya” ucap rin rin lalu pergi meninggalkan keduanya. Aeri hanya tersenyum licik setelah melihat kejadian yang selama ini ia harapkan. Ia berjalan pelan dan memeluk pria bertubuh jangkung yang membuatnya tergila-gila, “ini yang kau harapkan bukan?” bisiknya mesra, menarik dagu kris dan menciumnya lembut, kris masih diam dengan rahang yang mengeras, tidak membalas sentuhan bibir aeri yang kembali melumat bibirnya. Terbesit rasa bersalah telah menyakiti gadis yang selama dua tahun terakhir mengisi hatinya…

Sedangkan itu, di sepanjang lorong apartemen yang sepi, dengan bertumpu pada dinding, rin rin hanya bisa menangis dalam diam. Hatinya seketika remuk, pria yang ia kenal selama 2 tahun terakhir, yang begitu ia cintai dan bahkan berencana ingin meminangnya kini berkhianat di depan matanya sendiri dan yang makin membuatnya sakit adalah gadis yang berada dalam dekapannya yang tak lain adalah sahabatnya sendiri. Tangisnya makin kencang, kedua kakinya terasa lemas dan pertahannya pun runtuh. “…eomma…sakit…eomma…” isaknya begitu pilu sambil memeluk kedua kakinya.

Beberapa menit kemudian tangisnya terhenti seiring deringan ponselnya, tertera nama ‘eomma’ dilayar ponselnya, ia hapus air matanya dan mengangkat telfon, “ne…eomma” ucapnya berusaha menstabilkan suaranya,

“rin…cepat ke rumah sakit…seohyun…dia…”

“seohyun?! Dia kenapa eomma?!” ucapnya langsung bangun dan sedikit melupakan rasa sakit hatinya,

“seohyun jatuh dan sekarang harus melahirkan, ppali rin-ah…” lirih ibunya begitu khawatir.

“ne, aku segera ke sana eomma…” ujarnya dan langsung menuju lift, berusaha menfokuskan pikirannya pada seohyun, adik kembarnya.

***

Seoul Hospital

“eomma” panggilnya pelan dan tangis ibunya pun pecah, berlari memeluk rin rin.

“hyunie pasti baik-baik saja eomma” ucap rin rin berusaha meyakinkan ibunya dan terus mengusap punggung ibundanya. Setelah sedikit membuat ibunya tenang, ia dudukan di lorong rumah sakit dan menunggu hasil operasi yang tengah berlangsung di dalam.

Rin rin menyandarkan tubuhnya di dinding, lemas. Kejadian dalam hitungan menit ini cukup membuatnya lelah. Perselingkuhan dan kabar buruk mengenai kembarannya ini. berkali-kali ia menghela nafas berat, berusaha untuk tidak menangis dan melupakan kejadian di apartemen kris tadi.

Dua jam berlalu akhirnya terdengar suara tangisan bayi dari dalam ruang operasi. Seketika wajah rin rind an ibu sedikit tenang, mereka yakin itu adalah suara bayi seohyun. “eomma…bayinya sudah lahir!” seru rin rin,

“syukurlah rin-ah…semoga seohyun juga tidak apa-apa” balasnya dengan kedua tangan bertaut, terus memohon doa agar anak dan cucunya diber keselamatan.

Tak lama kemudian keluarlah sosok pria tinggi yang amat ia kenal, yang tak lain adalah suami dari seohyun yang sedari tadi ikut menemani proses operasi seohyun. “oppa! Seohyun baik-baik saja kan?!” seru rin rin seraya mendekatinya. Kyuhyun, nama pria tersebut masih diam dengan wajah sendu, ia duduk lesu di salah satu bangku dan memijat kepalanya yang terasa begitu sakit.

“oppa…seohyun baik-baik saja kan?” lirih rin rin takut,

“bayi kami selamat, meski harus masuk incubator, tapi…saat ingin melahirkan bayi keduanya, kondisi tubuhnya melemah dan hilang kesadaran…hingga kini pun…ia masih kritis rin…” jelas kyuhyun begitu khawaatir dan takut, takut akan kehilangan wanita yang terpenting dalam hidupnya.

“jangan khawatir oppa…seohyun kuat, dia pasti akan sadar lagi” ucap rin rin yakin, dan berusaha membuat perasaan kyuhyun lebih baik. Kyuhyun hanya menatap kosong iparnya dan mengangguk pelan. “semoga saja…” ucapnya.

***

Seorang gadis cantik, berkulit putih dan berambut coklat panjang terbaring lemah dengan berbagai alat medis yang terpasang pada tubuh ringkihnya. Tak ada tanda-tanda yang menandakan bahwa ia baik-baik saja. Hanyalah alat detak jantung yang terdengar dalam ruangan putih nan sunyi. Pria yang tak lain adalah suaminya, lelaki yang selama dua tahun ini telah melengkapi kebahagiaanya. Pria yang nekat menikahinya diusia yang masih muda, namun yakin bisa memberikan kehidupan yang layak baginya. Diraihnya tangan seohyun dan menggengamnya erat, sesekali memberikan kecupan di punggung tangan istrinya. “bukalah matamu…kau belum sempat melihat mereka hyunie…bangunlah, beri tahu aku jika kau merasa sakit, biar aku yang menyembuhkannya…jebal…” lirih kyuhyun begitu pilu.

“harusnya aku tidak meninggalkanmu sendirian…harusnya aku menuruti permintaanmu…bangunlah hyunie…kau belum merayakan hari ulang tahunmu…kau janji akan merayakannya bersamaku…” ucapnya dan terus menyebut nama seohyun.

Sedangkan di depan ruangan bayi, rin rin terus menatap sayang dua bayi, lelaki dan perempuan dalam incubator. Keduanya terlihat sehat dan sempurna, sama sekali tidak ada cacat atau pun kekurangan dalam tubuh mereka. “selamat datang ke dunia sayang…rin aunty akan menjaga kalian sampai eomma kalian sembuh…” lirihnya.

“rin…”

“eomma…mereka sehat eomma” ucap rin rin berusaha tersenyum dan memeluk ibunya erat. “ini kado terindah untukku dan juga seohyun…”

“iya rin…”

“umm, aku mau melihat hyunie dulu eomma”

“geure, tadi eomma lihat kyuhyun masih menemaninya di dalam” ucap ibunya dan rin rin pun berlalu menuju ruang ICU, tempat seohyun masih dirawat intensif.

“oppa…” ucapnya, kyuhyun melihat sekilas lalu beranjak keluar, memberi waktu rin rin untuk menemui kembarannya. “aku…mau melihat si kembar” balas kyuhyun.

Rin rin duduk disamping tempat tidur seohyun, mengusap pipi chubby kembarannya lembut. “saengil cukhae hyunie…kedua bayimu…sangat mirip denganmu, keduanya pun sehat…pasti kau akan senang melihatnya…hyunie…saat ini…banyak yang ingin aku katakan padamu” ucap rin rin sedikit terbata-bata, menahan untuk tidak menangis.

“cepatlah bangun hyun…bukalah matamu” lanjut rin rin, namun tiba-tiba kondisi seohyun menurun drastis, alat deteksi jantung menunjukkan kemunduran drastic membuat rin rin kembali panik. Segera ia keluar memanggil kyuhyun dan juga suster yang ada.

“hyun-ah…kau selamat…kau pasti selamat” harap rin rin sambil terus memohon, begitu juga dengan ibunya yang kembali menangis dan kyuhyun yang hanya bisa diam dan pasrah. Selang 5 menit dokter kembali keluar ruang ICU dengan wajah putus asa.

“dia selamat kan dok?! Jebal…adikku selamat kan?!” isak rin rin,

“kami sudah semaksimal mungkin menyelamatkan nyawanya…mianhamnida…”

“andwae…seohyun-ah…ANDWAEEEEE!!!”

***

Setengah bagian dari tubuhku pergi, apa aku masih bisa melanjutkan hidup tanpanya?

Rin rin berjalan lesu menuju mobilnya setelah prosesi pemakaman seohyun selesai. Kedua mata indahnya kini terlihat sayu dan sembab. Ia pun masih belum percaya jika sebagian dari tubuhnya kini telah pergi untuk selama-lamanya, tanpa sempat ia pamit.

“eomma pulang dengan minho saja ya…aku mau ke rumah sakit, menjenguk si kembar” ucapnya, dan dibalas dengan anggukan lesu dari ibunya. Ia pun memanggil pria tampan yang jalan dari belakangnya, choi minho, sabahatnya.

“minho-ya, bisa antarkan ibuku pulang? Aku mau melihat si kembar”

“ne, kau hati-hati ya” balasnya sambil mengusap punggung rin rin pelan. Setelah melihat rin rin pergi, minho pun mengajak ibu rin rin yang sudah ia anggap ibunya sendiri untuk masuk ke dalam mobilnya.

Sesampainya di rumah, ibu seorin kembali menangis dikala melihat kamar seohyun. “omoni…uljima, biar seohyun pergi dengan tenang” ucap minho sambil memeluknya,

“kenapa dia pergi secepat itu minho-ya…”

“sabar omoni…” balas minho sambil mengusap punggung ibu seorin. Setelah menenangkannya minho membuatkan minuman hangat untuknya.

“omoni, minumlah sedikit” ucap minho sambil menyerahkan segelas teh hangat. Baru saja minho keluar dari kamar ibu seorin, bersamaan kyuhyun sampai, terlihat wajah kusut dan kosong. “kyuhyun hyung”

“dimana eommanim?”

“omoni di kamar, kau tadi tidak datang ke pemakaman?” tanya minho namun kyuhyun hanya menunduk, beranjak ke kamar Ny. Park.

Di dalam kamar…

“eommanim…mianhamnida….” Ucap kyuhyun sambil bersujud di lantai. Ibu mertuanya hanya diam sambil menatap sedih menantu yang dulu menjadi kebanggaanya. Hatinya begitu kecewa saat kyuhyun menghilang begitu saja sejak seohyun dinyatakan meninggal, bahkan sampai prosesi pemakaman pun kyuhyun tidak muncul.

“mungkin setelah ini kau akan membenciku tapi…aku belum bisa menerima kenyataan bahwa seohyun telah pergi meninggalkanku…aku pun tidak yakin apa aku bisa melanjutkan hidupku tanpanya…”

“tapi kau masih mempunyai kedua anakmu, itu adalah titipan seohyun” ucap ibu mertuanya,

“aku tidak bisa eommanim…melihat mereka itu sama saja kembali mengingatkanku bagaimana seohyun berjuang melahirkannya, seohyun lebih memilih mereka berdua dibanding dengan menyelatkan nyawanya…butuh waktu bagiku untuk bisa menerima kehadian mereka…”

“apa maksudmu kyuhyun?”

“beri aku waktu untuk bisa membereskan lagi hatiku dan menerima kehadiran mereka eommanim…”

***

Seminggu kemudian anak kembar seohyun diperbolehkan untuk pulang namun harus terus dipantau oleh dokter karena bayi perempuannya memiliki sedikit kelainan jantung sejak lahir. Rin rin pun begitu antusias merawat kedua malaikat kecil yang kini amat berarti baginya, kedua malaikat kecil titipan seohyun yang harus ia rawat dengan baik.

“eomma~ kami sampai” ujar rin rin kembali ceria karena kehadiran si kembar. Ibunya pun antusias dengan kedatangan kedua cucunya. Ny. Park mengambil sunkyu, bayi perempuan yang ada di gendongan rin rin, memburunya dengan ciuman. “aigo~ ipputa, ayo bawa mereka masuk, eomma sudah merapikan kamarmu” ucap ibunya, dan rin rin mengambil hwan hui dari gendongan minho.

“ini susu dan perlengkapan si kembar rin” ujar minho sambil membawa tas besar berisi berbagai keperluan si kembar. “oh, taruh di tempat tidurku saja” ucapnya dan kembali focus pada kedua bayi yang tengah lerlelap didalam box bayi. Minho ikut duduk disebelah rin rin dengan sesekali mengusap pipi hwan hui yang mirip dengan pipi ibunya.

“rin… sebaiknya pikirkan kembali keputusanmu kemarin…” ucap minho memulai pembicaraan,

“keputusanku sudah bulat minho-ya, mereka membutuhkanku, dan seohyun menitipkan mereka padaku, kini akulah yang harus menjaga mereka dan juga eomma” jelas rin rin dengan kedua matanya yang berkaca-kaca, minho merangkul sahabatnya itu dan mengusap punggung rin rin. “aku pasti bisa menjadi ibu yang baik bagi mereka, kau juga mau membantuku kan?”

“itu pasti rin… aku pasti akan selalu membantu kalian…” balas minho.

Malam harinya, ibu rin rin baru saja masuk ke dalam kamarnya dengan membawa dua botol susu kecil untuk kedua cucunya. “ini susunya rin”

“ne eomma…hwan hui baru saja bisa diam, susah sekali menenangkannya” ucap rin rin dengan hwan hui yang masih dalam pelukannya, ia mengambil botol susu dan langsung memberikannya pada seungmin. Ibu rin rin melihat sayang dan sekaigus bersyukur anak satu-satunya dengan ikhlas mau merawat bayi seohyun, bahkan rasa sayang rin rin melebih rasa sayang dari ayah mereka yang kini malah meninggalkan mereka.

“harusnya kyuhyun melihatmu saat ini” lirih ibunya,

“sudahlah eomma…jangan pernah sebut nama pria itu, anggap saja dia tidak pernah ada dalam hidup kita bahkan dia bukan ayah dari si kembar” ucap rin rin kesal. Rasa simpati rin rin ke kyuhyun seketika hilang menjadi sebuah kebencian saat kyuhyun memutuskan untuk pergi meninggalkan kedua anaknya dengan alasan tidak bisa jika ia hidup tanpa seohyun.

“tapi mereka juga butuh sosok ayah rin…tak adakah kemauan dari hatimu untuk menikah?” ucap ibunya lagi, rin rin masih diam dan menaruh hwan hui ke box, beralih mengambil sunkyu. “ada minho yang bersedia dipanggil appa oleh mereka eomma”

“tapi rin…”

“eomma, jebal…aku benar-benar tidak bisa membuka hatiku lagi…pengkhiatan kris…itu sudah cukup membuatku jera, dan aku tidak mau menyia-nyiakan hatiku untuk pria lain yang nantinya akan membuatku sakit lagi” jelas rin rin, ibu rin rin iba melihat anak gadisnya, ia bisa merasakan sakit hati rin rin karena dulu ia pun pernah merasakannya, bagaimana dikhianati pria yang ia cintai dan kini pergi meninggalkannya beserta dengan rin rin dan seohyun sewaktu kecil. Tiga pria yang cukup menjadi pelajaran bagi rin rin untuk tidak pernah akan jatuh cinta lagi atau pun menikah.

***

Seoul, 12 juni 2012

Pagi-pagi sekali dua anak kecil berusia 4 tahun menyelundup masuk ke dalam kamar sambil masing-masing membawa cup cake dengan insial huruf S dan R, inisial nama kedua ibu mereka. Sambil menahan tawa keduanya pun mengendap masuk dan duduk di atas tempat tidur dimana ibu mereka masih tidur terlelap.

Hwan hui, bocah lelaki berpipi chubby berbisik sambil berhitung…

“hana…dul…set…” ucapnya sambil memberi kode pada sunkyu, adik perempuannya yang berambut ikal sebahu, “EOMMA!! SAENGIL CUKHAEEEE” seru keduanya langsung membuat gaduh seisi kamar. “eomma~ ayooo bangun~” ujar sunkyu sambil mengguncangkan lengan rin rin pelan,

“uhmm…eomma masih ngantuuuk~” rajuk rin rin,

“yaaa~ eomma ppali” seru hwan hui pantang menyerah,

“popo dulu baru eomma mau bangun” canda rin rin, namun keduanya pun kompak duduk disamping kanan-kiri rin rin dan memberikan ciuman manis di pipi ibunya. “mmuuaahh”

“sekarang eomma bangun ini cake kami” ujar hwan hui dan juga sunkyu yang sama-sama menyerahkan kue buatan mereka sendiri. Ketiganya pun sibuk mencicipi cup cake yang dibuat hwan hui dan sunkyu.

“saengil cukhae rin” ucap ibunya yang baru masuk dan langsung mencium kening anak gadis satu-satunya, “gomawo eomma…” balasnya.

“eomma, ayo mandi, kita mau lihat seomma kan?” ujar sunkyu,

“iya sayang, eomma mandi dulu oke?” ucap rin rin sambil mencubit gemas pipi sunkyu.

Empat tahun berlalu, sunkyu dan hwan hui tumbuh menjadi anak kecil yang lucu dan menggemaskan. Mereka pun bisa tumbuh tanpa harus kekurangan kasih sayang orang tua karena rin rin mencurahkan seluruh kasih sayangnya pada kedua keponakan yang sudah ia anggap sebagai anaknya sendiri. Setiap tahun, bertepatan dengan tanggal lahir seohyun dan rin rin bertepatan juga dengan hari kelahiran sunkyu dan hwan hui mereka selalu datang ke makam seohyun, setiap satu tahun sekali pula rin rin hanya menangis didepan seohyun, bercerita banyak mengenai apa yang telah ia lalui selama satu tahun ini.

Setelah sembahyang, ibu rin rin mengajak si kembar untuk meluangkan waktu rin rin bersama seohyun, hal yang selalu dilakukan tiap tahunnya.

“annyeong…apa kabarmu hyunie? Kali ini aku tidak akan menangis didepanmu, jika kau masih ada pasti kau jadi menertawakanku karena waktu kecil kau yang lebih gampang menangis dibanding aku…” ucap rin rin, ia pun duduk di rumput yang telah diberi alas kain tipis dan menuangkan segelas air beras kedalam gelas kecil.

“kesehatan sunkyu makin membaik dan tahun depan ia bisa melakukan operasi jantungnya, kau tidak usah khawatir…aku pasti akan melakukan yang terbaik bagi si kembar, karena mereka juga anak-anakku hyunie…dan kau tahu? Lagi-lagi eomma tetap bersemangat mencarikan jodoh untukku, hahaa…dan seperti biasa kedua malaikatmu selalu bisa membantuku agar pria itu jera berkencan denganku”

“hyunie…kebahagiaan yang aku dapatkan semua sudah lebih dari cukup, aku tetap akan belajar bagaimana menjadi orang tua yang baik bagi sunkyu dan hwan hui, aku hanya minta maaf padamu jika sampai saat ini aku tidak pernah mengenalkan sosok ayah kandung mereka karena aku takut jika mereka menanyakan keberadaannya…mianhae seohyun-ah…”

***

New York, 11 juni 2012

Seorang pria duduk termenung di sebuah bar yang sepi. Sesekali ia menyesap segelas wine yang ada dalam genggamannya. Pikirannya melayang jauh, membayangkan sosok gadis yang sampai detik ini masih belum ia lupakan, gadis yang berhasil menyita seluruh hatinya, hanya untuknya.

Tak lama kemudian, seorang gadis berambut panjang coklat dengan senyum menawan menghampirinya dan tak lupa mendaratkan ciuman di pipi pria tersebut. “sudah lama kah?” ucap wanita tersebut dan duduk disampingnya,

“tidak…” jawab pria itu dingin, gadis itu hanya tersenyum melihat kebiasaan yang dilakukan pria ini setiap tahunnya, duduk di bar dengan memandang foto seorang gadis yang memakai gaun pengantinnya…

Victoria, nama gadis itu ikut memandangi foto seohyun ia mengambilnya dan dengan detail memandangnya. “cantiknya…bisa kubayangkan anak kalian pasti makin cantik, iya kan?” ucapnya. Pria itu masih diam. Victoria kembali menaruh foto tersebut dan  beralih menggenggam tangan kyuhyun erat. “kembalilah kesana kyu, tidak seharusnya kau disini…mereka anak-anakmu, mereka membutuhkanmu dan mereka lah satu-satu benda hidup peninggalan seohyun…” ucap victioria, ucapan yang tiap tahun ia katakan, membujuk kyuhyun pria yang kini berstatus sebagai kekasihnya untuk pulang menemui kedua anak yang tak pernah kyuhyun lihat bahkan ia sentuh.

“haruskah…aku kembali? Dulu aku meninggalkannya, apa mereka masih mau menganggapku ayahnya, qianie?” lirih kyuhyun, Victoria tersenyum dan mengangguk yakin. “kau harus mencobanya, dan ada aku yang pasti bisa menerima kehadiran mereka, yang akan kuanggap sebagai anak-anakku juga” balasnya membuat kyuhyun langsung menariknya dalam pelukannya, “gomawo…gomawo qianie…” ucap kyuhyun berkali-kali.

To Be Continue…

Yak! kembali dengan ff ber-seri, maaf yaa kalau ada yang engga suka sama beberapa cast disini, abis feel yg muncul itu ya mereka, heheheee… moga suka sama jalan ceritanya yang menurut author sendiri rada ribet tapi bikin author semangat ngetiknya, hehee.. MOHON MASUKANNYA~~~ ^^

44 thoughts on “[Part 1] Second Chance

  1. mryeon berkata:

    Yaampun jahat bgt kriss😦 Jadi sikembar itu anaknya kyu kan ? Hehehe
    Sedih bgt jadi rinrin . Ditunggu lanjutannya

  2. ChoiCho berkata:

    ciee menderita ni disini.
    wow dapet banget feel mr.kris jd kekasih yg selingkuh :p

    err…bagus kok dit,meningkat nih nulis ff nya,banyak konflik.eh itu minho cuma jd sahabat nih?gg ada rasa ama rinrin?

    err..semangat aja buat lanjutin ff-ff yg masih tertunda (^_^)9

  3. mydreamkyu berkata:

    kyu kok tega sich ama sikembar g kasian apa…
    rin baik bnget dgn sikembar dia bs jd omma jg appa…
    dtunggu next chap scptnya ya chingu…hwaiting…

  4. kenapa cowok disini pada jahat semua? kecuali minho tapi kkkkk
    baru kali ini gw ngerasa benci bgt ama suami sendiri *baca:kyu/dibakar* itu itu mending g usah balik deh buat ngambil anaknya… mendingan jga rin sma minho aja yg ngerawat mereka :p
    nextttt part ditunggu pukuknya xD

  5. Park minrin berkata:

    Suka suka suka bangeeeeeeeeeet sama ceritanya .. Dapet bngt feelnya .. Sumpah nangis bacanya .. Daebak lah .. Lanjut chingu

  6. Cho Miara berkata:

    jiaaaaah kris ikutan jd cast jg nih ye wkwk
    Selingkuhan dita eon gk ktinggalan… Minho jg… Aduh eon… Kyu galau loh eon wkwk

    Mia demen ah ama jalan critanya… Gk masalah kok spa cast nya soalnya ttp ada rinkyu… Kyakyakya

    Tp mw request eon, hrs ttp rinkyu y eon /plakk
    Hehe
    Tp ttp terserah dita eon kok mw gmana jd nya n sma siapa hehe
    Mia kangen hyekyurin eon… Huweeee
    Pkknya ditunggu klanjutannya n ff lainnya eon…

  7. Asyik bgt Rin,,da ff bru,,,
    keren BGT…
    Kyu jahat bgt lari dr tanggung jwb,,dan enak2an ma cewe lain…
    Mudah2an anak2’a ga mau terima appa dan pcr appa mrka…biar TAU RASA…

  8. cerita bgus koq eon, cuman kyk berbelit sedikit aja.. belum apa” Rinrin udh ditinggalin, truss Kyu koq bisa ma Seo, lebih suka ma RinKyu.. hehehehe.. truss koq ada Minho ma Victoria??
    Truss ntr Kyu balik, SunKyu dan Hwan Hui gimana??
    penuh dengan rasa penasaran nihh eon.. ditunggu yahh eon kelanjutanna..

    truss ff eon yg lama” masi ada yang ngutang lohh eon.. aku juga masi nunggu ff yg lama” tuhh.. hehehe

  9. uh…
    iri deh sama rin rin d sini di kelilingin cwo cakep Kyuhyun, minho n sekarang nambah Kris….
    kira2 nanti rin rin ma siapa ya??? tp q pengen y tetep ma kyuhyun…
    d sini kyu y jahat bgt sih ninggalin anak kembar y n jadian ma Vic ngak ridho….
    Lanjut seru nih….
    q sedikit bingung deh anak y ti nama y Sunkyu n Hwan hui tp kok ada nama seungmin yg eomma y mau nyerahin susu tu????

  10. Carol berkata:

    Hah??
    Aku shock berat tau siapa castnya.
    Euumm tapi its ok lah ya.
    Onnie dirimu membuat CKH tampak seperti pria tak bertanggung jawab dan pengecut. Hehehheeh

  11. Kim eun mi berkata:

    cerita’a seru dan menarik,kaya’a bakalan lebih menguras emosi di part selanjut’a, di part ini aja,udh bkn emosi naek turun. Buat rin rin, hwaiting!! Yg tegar ya…

    Part selanjut’a jgn lama2 ya..^_^v

  12. yusiekyu berkata:

    jalan ceritanya seru tapi kayanya berbelit banget deh yaa~tapi bagus ko🙂
    tapi disini aku ga suka sama sifat kyuhuyn yang pengecut😦
    disini rin rin kasian banget deh, udah di selingkuhin sama kris udah gitu harus rawat anaknya kyuhyun pula -_- buat rinrin yang sbar yaa….
    disitu kyuhyun pacaran sama victoria? woaaa gak relaa :(( mendingan sama rin rin aja
    lanjutannya secepetnya yaa eon~~😀

  13. nadeeia berkata:

    Wooow kereeennn,,,,
    Apa2an tuh kyu sudah pergi seenak jidatnya,, tiba2 mau balik llagi gitu,, malah ada vic lagi yang katanya mau nerima kehadiran mereka,,,
    Ooohhh tdk bisaa,,,udh ada rin rin yang jadi eommanya,,,
    Heemmhh,,,author pokonya klo kyu mau diterima ama si kembar kyu harus sama rin rin,, bukan vic,, betul kagak author,,,
    Penasarann ama lanjutannya,, kereenn,,,

  14. shinshin berkata:

    Hiihiihiiks my bias seohyun knp hrus matiiiiiiiiii😦
    Itu kyu kok tega bnget sih ninggalin ke2 anknya, dsar lelaki semua egois :p
    Lnjutannya jngan lama2 dong

  15. kris? grrrr… laki-laki macam apa itu? semoga kau kena batunya. dan ini lagi. Kyu.. Kau jahat banget. Jadi cowok ga tanggung jawab amat sih ya. Ga bisa lupain istri ya silahkan. tapi, kamu kan punya tanggung jawab buat ngasuh anak-anak kamu. btw, minho disini itu siapanya rin rin ya?

  16. Kok jahat sih? Sini ka, aku bantu pukulin para lelaki yg menyebalkan itu *pukul pukul*
    Haha, beberapa cast yg tdk disukai ya ka? Aku tipe yg gampang terpengaruh oleh ff loh~ haha ._.v

  17. parkhyerinn berkata:

    annyeong eonnie ^.^
    sebelumnya aku kaget liat castnya eon._.
    banyakk bener …

    ada kyutoria,seokyu >.< (walaupun ga terlalu demen keduanya)
    untungnya Park Rinrin masih tetap eksis eon🙂
    disini karakternya Kyu jadi nyebelin lagi yaa eonnie?

    biasnya eonnie lengkap semua dong tinggal Jiyoung yang nggak ada di sini hehehe.
    semangat eon walaupun sepertinya ceritanya bakal super rumit.

    fighting eon!

  18. Eaaaaaaa jd si jurik itu dgn teganya meninggalkan anak2nya krna hatinya yg ga bsa terima kepergian seohyun??? Pria macam apa lu kyu??
    Bukannya gedein anak lu malah ngabur gtu ajah??
    Ckckckckckck bukan bapa yg baik…!!!

    Itu si minho disini hubnya apa sih?? Tmn rinrin apa ada hub sodara sama keluarga rinrin??

    Eh bru mau nanya, kok namanya ga gyurin n chandong?? Lupa klo yg ngelahirin itu kembarannya bukan rinrin.. Wakwkwkwkwkwk

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s