[drabble] Bubibu~ – afstor 7minute in heaven PG15

[After Story] 7 Minutes in Heaven

After Story KAI-YERIM

“haaaahhh~~” entah keberapa kalinya aku menghela nafas. Memandang langit kamar dengan jenuh dan perasaan yang entah harus bagaimana kudeskripsikan. Aku berbalik menghadap ke sisi lain dan memeluk guling erat-erat, melihat banyak tissue dengan bercak darah yang bertebaran di karpet kamarku.

Brak!

“aeri-ya!” seru seorang pria berpipi chubby, dia min seok atau lebih suka dipanggil xiumin dan dia adalah sepupuku.

“o-oppa, Kenapa pagi-pagi kau ada disini?” tanyaku heran, meski sebenarnya aku sudah bisa menebak kenapa dia bisa ada disini, pasti karena dia kabur lagi dari rumahnya, dan bocah ini buat masalah lagi!

“hehe, seperti biasa, aku akan tinggal disini beberapa hari, karena abeoji lagi mengamuk, eh! kau sakit? itu darah apa?” ucapnya saat melihat tisu bekas di karpet,

“oh? Hanya mimisan” jawabku, aku beranjak bangun, sedikit merapikan tatanan rambutku, atau lebih tepatnya menyembunyikan suatu ‘tanda’ di sisi kanan leherku.

“mimisan? Baru?” tanyanya lagi, heran dan aku hanya mengangguk. Ia memegang keningku, “sedikit panas, mau kuperiksa ke dokter?”

“ani~ aku baik-baik saja, sudah keluar sana~ aku mau mandi” ucapku sambil mendorong tubuhnya keluar.

“haaahh~” aku menyandar pada pintu, melihat sekeliling kamar lalu beranjak masuk ke dalam kamar mandi, menyingkap rambutku dan memandang tanda merah pekat yang ada di leherku, kembali membuat wajahku seperti kepiting rebus.

Kejadian semalam tidak mungkin kulupakan begitu saja, semalam…kami hampir saja sampai ketahap itu…

“aish! hanya memikirkannya saja aku sudah mimisan lagi!” segera ku ambil tisu dan menyumbat kedua lubang hidungku dan mendongakkan kepalaku keatas. tidak biasanya aku mudah mimisan seperti ini, tapi hanya karena satu pria. Pria yang selama ini hanya bisa kuperhatikan dari jauh, kris…

***

Setelah keluar dari club, aku masih diam sambil memandang jalanan di kota ini pada malam hari, sedangkan pria bertubuh jangkung yang berada dibelakang stir mobil wajahnya terlihat serius menyetir. Jujur aku sama sekali tidak berani menatap wajahnya apalagi bicara dengannya, semua ini terlalu cepat bagiku, apalagi aku belum pernah punya pengalaman berkencan dengan pria! Aku pun tidak tahu mengapa setelah game itu dia seakan tidak ingin berada jauh denganku, malah kini membawaku entah kemana tujuannya.

Setengah jam kemudian, ia memarkirkan mobilnya disebuah apartemen mewah, sepertinya ini tempat tinggalnya. “ayo turun” ucapnya dan hanya kubalas dengan anggukan kecil. Ia kembali menarik tanganku lembut dan menggengamnya erat. Langkahnya yang besar, sedikit membuatku tertinggal dibelakang, tapi aku suka memandang bahu bidangnya dari belakang, terlihat lebih gagah…

Aku sedikit takjub melihat isi apartemen mewahnya, meski sebenarnya itu hal yang biasa, karena yang kutahu keluarga kris adalah salah satu orang yang berpengaruh di perindustrian di Negara ini. Pandangan mataku tertuju pada kaca bening besar yang langsung menyuguhkan pemandangan kota seoul yang indah. Saking larutnya melihat pemandangan disini, sampai-sampai aku lupa kalau aku hanya berdua dengannya…di…sini…

“kau suka?” celetuknya yang sudah melepas jaket kulitnya dan kini hanya kaos biru tua yang ia pakai. “n-ne?”

“duduklah, kau tidak minum alcohol kan?” ucapnya smabil menepuk sofa disebelahnya, menyuruhku duduk disebelahnya, “hmm…darimana kau tahu?”

“hal yang mudah kutebak” balasnya pendek, kuambil segelas cola yang sudah ia ambilkan tadi dan suasana kembali hening.

“kau..tinggal sendiri?” tanyaku memecah keheningan, kutatap wajahnya dan ia mengangguk pelan, “lebih nyaman tinggal sendiri” balasnya dan aku hanya membulatkan bibirku.

“kau tidak takut?”

“takut?”

“iya, kau tidak takut kuculik, kau baru mengenalku kan?” ucapnya dan malah membuatku tertawa geli, ternyata dibalik wajah dinginnya dia adalah sosok pria yang ramah, melihatnya tersenyum malah membuatku nyaman.

“haha…kau lucu oppa”

“aish! apanya yang lucu, kalau aku berbuat yang tidak-tidak padamu?!”

“memang kau berani?” tantangku sambil menyenggol bahunya dengan bahuku, namun dalam sekejap raut wajahnya berubah lagi menjadi dingin dengan menyunggingkan bibirnya, err…sedikit membuatku merinding dan menghentikan tawaku.

“o-oppa…” dia malah mendekati wajahku dan otomatis aku hanya bisa terus mundur hingga ia memojokkanku dengan sofa. Apa dia akan menciumku lagi?! Kurasa iya, karena wajahnya makin dekat denganku, jantungku mulai berdegup kencang dan hanya bisa memejamkan mataku,

Tuk! Kurasakan ketukan dikeningku, kubuka mataku melihat wajahnya masih dengan jarak amat dekat dengan wajahku, “o-oppa”

“kau itu yang lucu, haha” ucapnya sambil tertawa geli, membuat jantungku makin berdegup kencang, baru kali ini aku melihat senyum yang tulus darinya karena selama ini yang kutahu sosok kris adalah si pria dingin.

“kau…lebih baik seperti ini” ucapku menghentikan tawanya dan menatapku heran dengan mengangkat sebelah alisnya, “tersenyum seperti tadi lebih manis dibanding hanya memasang wajah dingin seperti di kampus” lanjutku lagi,

“jinjayo? Senyumku ini mahal dan tidak hanya dengan orang tertentu saja kuperlihatkan senyumku ini” ucapnya, lalu kembali mendekatkan wajahnya padaku, menatapku cukup lama, bagai menyihirku untuk tetap diam dan pasrah saat bibir tipisnya kembali mengecup bibirku lembut. Tidak hanya mengecup, ia melumatnya dengan pelan, membuat kedua mataku terpejam, nyaman.

Kubuka kembali mataku saat ia mengangkat bibirnya, namun masih dengan jarak amat dekat, kris kembali tersenyum manis hingga aku pun ikut tersenyum, memberanikan diri memeluk leher jenjangnya, “kalau hanya orang tertentu, biar aku saja yang bisa melihatmu tersenyum seperti ini” ucapku, dan ia kembali menciumku, kuartikan itu jawaban atas pernyataanku.

Menit berlalu, ciuman kami pun makin intens, seketika teringat kembali mengenai game yang menurutku gila namun pada akhirnya bisa mendekatkanku padanya. Aku tersenyum disela ciuman kami. Makin erat pelukanku pada lehernya dan jemariku yang menyelusup diantara rambut pirangnya, sedikit meremasnya pelan, membuatnya makin bergerilya menyerang bibirku, melumat dan mengulumnya.

Sedikit kutinggikan tubuhku saat tangannya mulai menelusuri tubuhku yang masih dibaluti dress dan tubuhnya yang makin menghimpit tubuhku, memojokkanku di sofa. Sentuhannya dengan kulitku membuatku makin melayang, pastinya wajahku saat ini sangat merah. Kris terus mencium bibirku tanpa memberi celah sedikitpun untukku membalas ciumannya. Tangannya yang bebas mulai menarik kedua tali dressku, aigo~ apa kami akan sampai ke tahap…itu…

Dan kurasa memang iya! Ciumannya turun ke leherku, membuatku mengeluarkan suara-suara kecil yang bisa dibilang adalah desahan. Hisapan yang ia buat makin membuatku merinding dan ingin ia menyentuhku lebih lama lagi. “uugh…o-oppa…” ucapku tertahan, namun ia masih saja terus meninggalkan tanda di leher dan juga bagian dadaku yang hampir terlihat setengahnya karena dressku sudah tak karuan bentuknya.

Kutarik kaos kris dengan susah payah karena tubuhnya yang panjang, dia pun mengerti dan langsung membuka dan melemparnya kesembarang arah, aku sedikit tercengang melihat tubuhnya yang…ternyata lebih indah dari perkiraanku! Dia pun menatapku sedikit lama, “w-wae?” tanyaku gugup, dia kembali menyunggingkan senyumnya dan kembali mendekatiku, membisikkan sesuatu yang makin membuat wajahku panas! (>///<)

“…kau juga menunjukkan ini hanya untukku” bisiknya, lalu kembali menatapku dengan tatapan yang sulit kuartikan. Ia kembali mencium lembut bibirku yang sudah basah dan merah karenanya, tangannya yang menyelusup masuk ke balik dressku, kembali lagi membuatku merinding. Mengusap perutku yang menimbulkan suara erangan dari bibirku sendiri. Bibirnya kembali hinggap di leherku dan terus menelusuri dadaku, membuat kepalaku sedikit pusing dan hanya bisa memejamkan mata. Entah bagaimana keadaan dressku saat ini, aku benar-benar pasrah berada ditangannya, sentuhannya membuatku makin ketagihan dan ingin melakukannya lebih, tapi…

“a-aeri…darah” ucapnya tiba-tiba, kulihat ada darah menetes di dadaku dan… “kau mimisan?!” serunya terpancar raut khawatir, ia menghentikan ‘aktifitasnya’ mengambil tisu dan membaringkan tubuhku, serta mengelap darah yang terus keluar dari hidungku.

Aku masih diam dan terus menatapnya saat ia membersihkan hidungku, begitu hati-hati. Iapun menutup tubuhku yang half naked dengan selimutnya. “mianhae…” lirihku sedih, sepertinya insiden mimisan ini membuatnya kecewa.

“kenapa kau minta maaf?”

“ha-habis…aku sudah merusak semuanya” ucapku sambil memanyunkan bibirku, membuatnya malah terkekeh geli, “haha…gwenchana, lagian sepertinya untuk ke langkah itu terlalu cepat bagi kita” balasnya dan mengusap puncuk kepalaku lembut, membuatku tertegun dan makin menyukainya, tapi…sampai detik ini kami sama-sama tidak tahu hubungan apa ini…

“tidurlah sebentar, kalau darahnya sudah berhenti baru kuantar pulang” ucapnya, ia pakai kembali kaosnya dan kembali duduk di bawah sambil menggenggam tanganku.

Flashback end

***

“haaahhh~ aeri pabo! Disaat penting seperti itu kau malah mimisan! Ugh!” aku meruntuki diiri sendiri, jujur aku masih malu jika mengingat kejadian semalam, kami hampir ke tahap itu, tapi karena mimisan…yaah, mungkin juga karena eomma yang ada disana belum mengizinkannya…mianahe eomma

Saat keluar kamar kulihat si bakpao kesayanganku sudah duduk manis di meja makan. “oppa, antarkan aku ke kampus” pintaku,

“tumben? Memang kemana mobilmu?”

“aku malas bawa mobil, ppali~” ucapku sambil menarik tangannya.

Sesampainya di kampus…

“hei~ kau ini mentang-mentang aku sudah jarang mengawasimu, sudah mulai berani nakal” ucapnya sambil mendengungkan kepalaku,

“aw~ yaa~ waeyo? Aku masih anak baik-baik!” gerutuku,

“itu apa?!” ucapnya sambil menunjukkan plester, hahan dia tahu ternyata, “hehe…tidak lagi oppa, sudah yaa”

“aku hanya peringatkan dirimu aeri-ya, ingat janjimu pada ibumu” nasihatnya, aku tersenyum dan mengangguk pasti, “arraseo, aku tidak akan mengecewakanmu dan eomma” jawabku dan memberi kecupan di pipi bakpaonya,

Setelah memastikan xiumin oppa pergi, baru kulangkahkan kaki masuk ke gedung kampus, sedikit melihat-lihat, umm…lebih tepatnya mencari sosok pria yang…

“aeri-ya” kutengok kebelakang, bukan pria yang kucari tapi…minyoung dengan wajah cerianya berlari kecil ke arahku, “hei~ ceria sekali” candaku, dan wajahnya memang sangat berseri-seri, sepertinya malam kemarin adalah malam yang paling mengesankan bagi kami, umm, tapi aku belum tahu bagaimana cerita dari yerim dan hyera.

“haha, ayo kita harus bertemu dengan mereka!” ucap minyoung yang ingin menarik tanganku, namun kutahan, “nanti saja, aku ada kelas saat ini, ya annyeong~” ucapku dan langsung berusaha melarikan diri dari mereka, pasti aka nada sidang diantara kami mengenai apa yang kami lakukan dengan member exo.

“fiuuuhhhh~” aku menghela nafas sedikit sebelum masuk kelas, namun… “aeri-ya”

“n-ne?” kulihat sosok pria tinggi dan tampan, tentunya. Pria yang sejak aku sampai kampus ingin kulihat, kris. Ia berjalan dengan senyum yang tak lepas dari bibirnya, “oppa…”

“sudah sembuh? Apa masih mimisan?” ucapnya dengan mendekatkan wajahnya padaku, yaa sedikit membuat beberapa gadis yang jadi fansnya keheranan dan malah ada yang kesal melihatnya tersenyum padaku.

“a-ani~ sudah sembuh oppa”

“hmm, baguslah, nanti kutunggu di kantin, sepertinya kita akan diinterogasi” ucapnya sambil menggaruk tengkuknya, aku hanya tersenyum malu, dan mengangguk pelan.

Yap…sepertinya kisah cintaku baru dimulai… ( ▰˘◡˘▰ )

END!

Hahahaa, akhirnyaaa~ selesai juga ini afstor, mianh kalo engga hot yaaaa, sepertinya ini ff bakal banyak cerita pendeknya, kayak rinkyu, itu pun kalo banyak yg komen dan baca, hehee… Tinggal afstor suho-sehun neh! Buruuaaaan~~😀

25 thoughts on “[drabble] Bubibu~ – afstor 7minute in heaven PG15

  1. Iiih modus iiihh, apa itu xiumin oppa ada disitu? Ckckck bener-bener ya, nikungnya niatnya banget -_-”
    Oooh jadi ga sempet kejadian gara-gara mimisan? Haha tenang kris, masih ada lain kali #eh haha xD
    Ayo nih suho-hyera, sehun-minyoung mana after story nya~?

  2. Ihh ihhh ihhh aeriiiii… Minyoung kan gak cerita apa2..
    Qo kamu sok tau sihhh?? :p
    Aeri moduss, biar aja ntar minyoung modus juga sama baekki hahahahhah
    Itu mimisan karna sakit apa emg karna pusing liat kris??
    Minyoung nya lagi liburan duluu katanyahh.. Ntar yak😀

  3. Gakuat kak………. kebayang kris gapake baju mateeekkkkkk!!!!!!!!!!
    Ini tuh kurang panjang kurang lama tapi puaaaassssssss
    Di tunggu banget cerita lanjutaannya ini sihh! Wajib!!! Harus lebih HOOOT wakakak

  4. kekkekekeeke😄 aish~ bingung mau komen pa.
    ini aeri merusak suasana aja?! eits~ yadong kumat ^^V…
    keren oen.. semoga ada next.. next chapnya ya😉

  5. intan agfah berkata:

    kaka ditaaaaaaaaa !! gw suka bgt nget nih cerita deh
    feelnya dapeeeeeeet !!
    terusin pelihiiiiiiiis,itu krisnya bzzzzz .___. bkin klepek2
    trus iyu knp baozi di smain sma bakpao -__-
    lanjuuuuuut !!😀

  6. Purple Egg berkata:

    icikiwiiiiiiirrr…. mau dong aku jd aeri… /plak xD
    jd beneran penasaran, kris yg aslinya apa bakal gt jg ya ke pacarnya?? :p
    asli, dia emang M I S T E R I U S….. ;__;

  7. kang hae ra berkata:

    wah…untung deh ga jadi (nah lho), xiumin oppa modus bgt tuh pake cium pipi segala …hahaha
    buat ff pasangan yg laen dong, eon
    please

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s