[drabble] Protected!

Cho’s family house…

Suasana yang tenang dari kediaman keluarga Cho di Nohwon. Hanya ada suara kecil dari dapur kotor rumah tersebut, terlihat Ny. Cho yang sibuk memasak berbagai macam makanan spesial dibantu dengan pembantu rumah tangga. Dengan cekatan ia racik semua bahan makanan menjadi hidangan yang istimewa dihari yang istimewa juga untuk anak gadisnya, Cho Ahra.

Beranjak ke kamar anak bungsunya, kyuhyun. Anak paling malas kalau sudah ada dirumah, yang kerjaannya Cuma main games dan ngukur kasur *tidur* (¬.¬”), ia baru saja bangun dengan mata sayu, jalan lesu keluar kamar, cukup lapar setelah semalam begadang main games dan baru tidur jam 5 pagi tadi.

“eomma~” ujarnya manja dan langsung memeluk ibunya dari belakang. “wae? Akhirnya kau bangun juga” ucapnya yang masih sibuk meracik salad. Kyuhyun menaruh wajahnya di punggung ibunya, nyaman. Ia akan menjadi sangat manja jika sudah kembali ke rumah, dan ibunya akan dengan sabar meladeni kyuhyun seperi saat kyuhyun masih berumur 10 tahun.

“aku lapar~” rajuknya manja,

“sebentar lagi selesai, tapi gimana eomma mau cepat selesai masak kalau kau masih memelukku, kyunnie?”

“sirreo~ enakan begini, hehe”

“aish! bantu siapkan meja makan sana, dan cuci dulu wajahmu, kita akan kedatangan tamu!”

“eh? tamu? Nuguya?”

“nanti kau akan tahu sendiri…atau tanya kakakmu sana” ujarnya. Kyuhyun melepas pelukan ibunya dan mengambil secuil kimchi dari mangkuk di meja. Baru saja ia hendak ke kamar mandi, gadis cantik berambut hitam dikuncir seperti bun serta memakai dress warna pastel tiba-tiba muncul dihadapannya. “noona?”

“ottokhae?”

“hmm, perfect, tapi kenapa kau pakai pakaian itu? Kau mau pergi?”

“ani~ untuk menyambut orang yang spesial”

“eh? nugu?”

“hehe, nanti kau akan tahu kyuhyun-ah”

“y-ya! Apa maksudmu, noona?! Kau punya kekasih baru?!”

“keurom~ memang hanya kau dan rin rin saja yang boleh berpacaran, huh?! Dan kali ini…aku yakin dia orang yang tepat kyu…” ucapnya yakin. Kyuhyun diam sejenak, lalu mengangguk pelan, “hmm…tapi harus ku tes dulu, apa dia cocok menjadi kekasihmu, noona” balasnya sambil menunjukkan smirknya,

“Yak! apa maksudmu hah?!”

“hehe, lihat saja nanti”

***

Ini adalah ketiga kalinya noona mengenalkan seorang pria pada eomma dan aku. Dua sebelumnya hubungan mereka kandas begitu saja ditengah jalan. Ahra noona tidak terlalu mempunyai banyak teman pria karena aku yang sedikit melarangnya untuk bergaul dengan pria yang aku takuti hanya memanfaatkannya saja. Aku tahu bagaimana perasaan noona jika ia tengah patah hati, karena ia selalu mencariku, menceritakan siapa pria yang lagi ia sukai dan saat pria itu meninggalkannya pergi. Dan saat itulah aku selalu kesal karena pria itu melukai hati salah satu gadis yang sangat penting dihidupku.

Aku dan noona sangat dekat, hampir tak ada rahasia diantara kami. Sejak kecil aku yang selalu melindunginya kalau dia dijahili anak nakal, dan aku yang lebih sering berperan sebagai kakak untuknya, namun aku paham itu adalah kewajibanku, menjaga dan melindungi eomma dan noona disaat appa sering pergi keluar kota. Apalagi saat aku mulai debut di super junior dan tahu bahwa ahra adalah noona-ku, makin banyak pria yang mencoba mendekatinya hanya untuk memanfaatkannya, dan itulah yang membuatku lebih protect terhadapnya.

“kyunie, nanti jadi ke rumah rin rin?” ujar eomma, membuyarkan lamunanku.

“ne, eomma…habis makan siang nanti, waeyo?”

“ini, eomma sudah siapkan untuk rin rin, jangan lupa dibawa ya, dia pasti makan makanan fast food terus” ujar eomma, perhatian. Aku tersenyum senang dan kembali memeluknya dari samping lalu mencium pipinya, “gomawo eomma” ucapku dan eomma hanya tersenyum lembut sambil mengusap pipiku, hal yang selalu kurindukan saat di rumah bersama dengan eomma.

Tak lama setelah makanan siap, tamu istimewa yang dinantikan pun datang. Dia pria yang cukup tampan, tapi masih lebih tampan diriku, postur tubuhnya hampir sama dengan siwon hyung, hmm..tidak terlalu buruk, dan attitudenya…bisa dibilang juga tidak terlalu buruk.

“ya! Kyuhyun-ah, jangan diliatin terus! Ajak taewoo oppa ngobrol!” bisik noona sambil menyikut lenganku. Dan dengan malas akhirnya aku kembali ke ruang tamu, menemuinya yang tengah ngobrol dengan eomma. “kyu, temani taewoo sebentar, eomma masih harus siapkan makanannya” ucap eomma dan kembali ke dapur. Aku duduk didepannya, dan masih memasang wajah angkuh.

“ahra sering cerita mengenai kau, kyuhyun-ah…”

“hmm, oh ya? Kau kenal noona dimana?”

“umm…aku salah satu relasi ayahmu dan kami bertemu saat peresmian salah satu kantor cabang” jelasnya, aku hanya mengangguk pelan dan terus melakukan penilaian terhadapnya. “…aku benar-benar ingin menjalin hubungan serius dengan ahra dan bisa menjaganya seumur hidupku, kyuhyun-ah” ucapnya tiba-tiba, mungkin untuk lebih meyakinkanku.

“kuharap kau bisa pegang janjimu, hyung…aku tidak minta apapun kecuali satu hal, jangan pernah sakiti hatinya atau kau akan berhadapan denganku” balasku, ia tersenyum dan mengangguk semangat, “pasti…aku janji” ucapnya, aku percaya taewoo hyung adalah pria yang baik, dan aku masih percaya bahwa janji seorang pria adalah harga mati baginya.

Selama makan siang berjalan, aku bisa melihat bagaimana perasaan noona, ia terlihat begitu senang, begitu juga dengan taewoo hyung yang sepertinya bisa mengendalikan sifat aneh dan galaknya ahra noona, kekeke~

“kau sendiri apa sudah punya yeojachingu, kyu?” tanya taewoo hyung tiba-tiba,

“eh? aku…”

“keurom~ bahkan dia yang mendahuluiku mengenalkannya pada eomma, hehe”

“jinja? Waaah~ gadis yang beruntung bisa mendapatkanmu, kyu” puji taewoo hyung, “haha~ bukan gadis itu yang beruntung oppa, tapi kyuhyun! Karena jarang ada gadis yang bisa menerima sifat jeleknya itu” timpal noona,

“ya..ya~! apa maksudmu, noona?!”

“hmm, aku jadi penasaran gadis seperti apa yang bisa meluluhkan sikap dinginmu, kyu?”

“haha…aniyo~ dia bukan gadis spesial…” elakku dan entah kenapa yang muncul dalam benakku adalah saat-saat rin rin memunculkan sifat buruknya, seperti sering mengomel, masak makanan yang selalu gosong, pelupa, cengeng, dan cemburuan… “ya~! Jangan bilang kau lagi membayangkan rin rin?!” ujar noona membuyarkan lamunanku. “hehe, ani~ aku hanya mengingat sedikit kejelekannya”

***

Setelah melewati makan siang yang cukup menyenangkan, aku bergegas ke rumah rin rin, karena hari ini sudah janji menemuinya sebelum aku berangkat ke Nanjing besok. Kulihat mobil chaerim aunty masih terparkir di garasi, “haaah~ gak bisa bebas lagi!” gerutuku sedikit kesal, sudah lebih dari satu bulan aunty tinggal di rumah rin rin, mungkin dia sudah menetap disini karena rara yang lebih sering tinggal di asrama.

“annyeong~” sapaku langsung masuk ke dalam, keadaan lantai bawah terlihat sepi, hanya tv yang menyala namun tidak ada yang menonton. “rin-ah?”

“hei kyu, baru datang?” kulihat chaerim aunty baru keluar dari kamarnya dengan membawa berbagai berkas. “hmm, baru saja, apa dia ada di rumah, aunty?”

“ada di atas, dari tadi sibuk kasih kulihat singkat ke rara” jelasnya, dan sepertinya dia sedang kerepotan dengan berkas-berkas itu. “aunty, itu apa?”

“haah~! Kerjaan, aku harus lembur karena project baru perusahaanmu itu” gerutunya, lucu! Hahaa..

“hehe, hwaiting aunty!”

“hmm, aku jalan dulu, titip rin rin ya, dan ingat! Jangan macam-macam!” ancamnya,

“muehehe~ tenang saja~ aku pasti akan jaga keponakanmu dengan baik” balasku, namun sepertinya dia tahu jalan pikiranku dan hanya menatapku tajam.

Setelah mengantar dan membarunya membawa berkas dokumen ke mobilnya, aku kembali ke dalam, hendak menyusul ke kamarnya, tapi yang kudengar malah omelan darinya…

“ya~ jangan pakai baju yang itu! Cukup pakai jeans, kaos dan cardigan!”

“eonni~! Aku mau dinner dan itu di restoran! Masa pake jeans!” balas rara tak mau kalah. Kususul keatas dan melihat pintuk kamar rara yang terbuka, suasana kamar yang saaaaangat berantakan dengan berbagai baju berserakan di tempat tidur. “emang restoran mahal?! Pokoknya pakai jeans!”

“yaaa! Oppa~ aku Cuma pakai dress ini masa gak boleh sih~?” rajuknya beralih padaku, kuihat dress yang ia pakai cukup tertutup, dalam artian dress yang sederhana dan tidak mencolok. “umm…tidak berlebihan sih…”

“YAK! kau itu gak ngerti!, ra, cepat ganti pakai jeans!” elak rin rin,

“oppa~”

“rin-ah, biarin aja, lagian mau dinner masa pakai jeans”

“a-aish! terserah! Tapi yang jelas jangan pulang lewat jam 8 malam, arraseo?!” ujarnya galak, makin membuat syok rara, “m-mwo?! eonni-yaaaa!” teriaknya lebih kencang lagi, benar-benar hal yang sulit jika kau berada diantara kakak-beradik yang sama-sama keras kepala! (¯―¯٥)

kususul rin rin kebawah dan wajahnya masih saja kusut. “emang rara mau kemana?”

“kencan!” balasnya ketus, aish~! kenapa jadi imbas kesalnya padaku?!

“oh ya?! Whoaa~ dengan siapa?”

“entahlah, katanya teman kampusnya! Padahal dia belum pernah mengenalkannya padaku dan seenaknya pergi kencan, sampai malam lagi!” omelnya, entah kenapa melihatnya kesal…umm, khawatir lebih tepatnya, membuatku malah makin menyukainya. Aku paham kenapa ia lebih protect pada rara, sama halnya dengan aku yang selalu melindungi ahra noona. Kuusap bahunya pelan, berusaha menenangkannya, “rara sudah dewasa rin-ah, dan aku yakin dia bisa bedakan yang benar dan yang salah, termasuk dalam hal memilih pria” ujarku, ia berbalik melihatku, masih dengan wajah kesal, “bukan itu masalahnya!”

“lalu? Kau hanya takut kan? aku paham apa yang tengah kau rasakan saat ini, rin rin sayaaaang~” balasku sambil mencubit kedua pipinya pelan. “haah~ entahlah!”

“eonni~ aku jalan” ujar rara yang baru turun, masih memakai dress yang tadi dan ditambah dengan make up tipis, cantik juga ternyata bocah itu. Rin rin beranjak mendekatinya, sedikit merapikan tatanan rambut rara. “ingat! Jangan pulang lewat jam 8, kalau melanggar jangan harap dia bisa mengajakmu jalan lagi” ancamnya, padahal dia sendiri sering pergi sampai larut malam, (¬.¬”)

“aku mengerti rin eonni sayaaaang~!” balasnya jenuh, “oppa! Aku jalan, titip rin eonni ya” ujarnya beralih padaku,

“hmm, hati-hati ra, kalau ada apa-apa hubungi aku, arraseo?” ucapku memperingatinya. Rin rin mengantarnya hingga keluar dan didepan teras rumah sudah berdiri seorang pria, dia cukup tinggi dan wajahnya tidak terlalu buruk, tapi tetap aku yang paling tampan, muahahaha~

Aku mengintip dari balik jendela, saat pria itu membungkuk dan memberi salam pada rin rin, hmm…tipe pria yang pemalu, apa bisa cocok dengan rara yang galak? Hahaha~

“a-annyeonghasseyo, choneun sungjae imnida” ucapnya,

“hmm, rin rin…jaga adikku baik-baik, arraseo?” balasnya masih dengan nada sedikit judes.

“ne, noona…pasti” balasnya yakin,

“geure, jalan sana, oh~ sebelum jam 8 malam, dia sudah harus sampai dirumah, oke? Semoga makan malam kalian menyenangkan” balasnya sambil tersenyum manis, sungjae mengangguk pelan lalu menarik lengan rara masuk ke dalam mobilnya dan entah kenapa melihatnya memegang tangan rara jadi membuatku kesal?!

Rin rin masih memandang kepergian mereka hingga hilang dari pandangannya. Kususul keluar dan memeluknya dari belakang, mencium aroma green tea dari tubuhnya, “masih khawatirkah?” bisikku,

“mana ada kakak yang tidak khawatir kalau adiknya pergi kencan dengan pria asing?!” balasnya lesu.

“kakak yang baik, hehe…rara pasti bisa jaga diri rin-ah, sudahlah~ kau belum makan kan? tadi eomma bawakan makanan tuh”

“eh? jinjayo?” ujarnya dan beranjak masuk ke dalam rumah dan langsung menuju meja makan, mengeluarkan semua makanan dari eomma. “whoaaa~ dirumahmu lagi ada acara?”

“ya~ hanya makan siang dengan kekasih noona yang baru”

“whoaa~ siapa dia?!”

“taewoo hyung, umm…sepertinya sih pria baik-baik” balasku, ia hanya mengangguk pelan lalu beralih pada ponselnya, sepertinya menghubungi eomma. Kuperhatikan wajahnya saat bicara dengan eomma, terlihat begitu manis, aigo~ apa karena sudah lama tidak melihatnya tersenyum seperti itu? Karena akhir-akhir ini aku selalu dibuat kesal dengan dunia fangirlnya itu! Hingga sedikit melupakanku! (˘_˘”)

“ne…sekali lagi terimakasih omoni, pasti makanannya kuhabiskan” ucapnya lalu menyudahi telfon. kupeluk lagi tubuhnya dari belakang. “bogoshipoyo~” bisikku, mencoba membangkitkan suasana romantic.

“y-ya~”

“wae? Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu berdua…biarkan seperti ini” ucapku dan makin mengeratkan pelukanku. Kulihat dari ekor mataku, ia tersenyum kecil, mengusap punggung tanganku yang melingkar di pinggangnya. “apa kau tidak mau menciumku?”

“e-eh?” kubalik tubuhnya dan menangkup kedua pipinya, “jangan pernah lelah untuk terus menjaga rara, boleh saja mengeluh kau lelah menjaganya dan disaat itu, aku yang akan menjaganya, sama seperti aku menjaga ahra noona” ucapku, dan perlahan senyum merekah dari bibirnya, “ne…gomawo” balasnya, menaruk kedua tangannya pada tengkuk leherku, dan dengan sendiri kedua wajah kami bergerak makin mendekat, menautkan bibir masing-masing, begitu lembut.

Sebelum aku bertemu dengannya, hanya ada dua wanita terpenting dalam hidupku yang harus kujaga, yaitu eomma dan ahra noona, namun kini…aku juga harus menjaganya serta rara, empat gadis yang terpenting dalam hidupku. “saranghae rin-ah” bisikku disela ciuman kami, ia menatapku teduh, membuatku selalu yakin bahwa dia yang akan selalu ada disampingku dan memberiku banyak cinta yang tak akan pernah habis… “naddo, gyudong” balasnya sambil terkekeh pelan namun kembali mencium bibirku.

The end

As always…ff abal, ahaha~ tapi biarkanlah, moga reader suka~ ^^

46 thoughts on “[drabble] Protected!

  1. Jung Ha Rin berkata:

    Kyaaaaa so sweeeeeeeet~
    Ahhh melting sendiri aku bacanya !!! ^^
    Keren eonnie …
    Kangen terus sma RinKyu !! Daebak !!!
    Di tunggu yg selanjutnya eonnie … !! Hehehe

  2. mryeoon berkata:

    aaaaaaah kyu perhatian bgt sm ahra ,, jadi pengen punya adik kaya kyu huhuhu ..
    Kyurin selalu aja romantis di tiapa scene😀

  3. mydreamkyu berkata:

    omo…kyu so sweet abis…cuicuicui…

    kyu ama rinrin sama2 protect ama adik dan kakaknya jd ngiri ama ahra jg rara…
    hehehe…

  4. Chimin~ berkata:

    romantis amet hbungn mreka..
    kyu protectif amet dgn noona’a…
    rin2 jg dgn ade’a
    kyk’a kesan kyu d sni jd dewasa yahh…
    bertanggung jwab dgn 4 wnita

  5. suka-suka koq eon.. hehehe
    tampak lebih dewasa bgt Kyu.. yg biasana diliat kyk anak manja bgt.. sekarang malahh WOW gtu.. kekeke
    singkat banget eon… buat yg panjang” lagi eon.. hehe
    yg Crispy Wifey next ya buruan yahh eon.. udh tak sabar mau bacana…
    kalau bisa besok eon.. biar malam minggu baca Crispy Wifeyna.. hehehe
    eon.. cara mw tau eon share ff lewat bb gmna yah??
    biar lau eon share aku bisa buka lgsg😀

    • Hehee, nanti deh yaa kl ada ide lg buatnya aga panjang😀
      Crispy wifey part 4 publishnya pas kris ultah kyknya yaa🙂

      Itu kamu follow blog aku aja, ada pilihannya di sbelah kanan, nanti masukin email kamu aja🙂 nanti stiap ada ff baru taunya dr email kamu

  6. HalcaliGaemKyu berkata:

    Aku gk bs komen di drabble fangirling eonni… Komennya gk masuk2 =3=+
    wiiih kyu langsung pasang badan pas denger noonanya udh punya pacar baru kekeke… Protektifnya.. Tp jg sweet menurutku.
    Rinrin jg haha.. Nyuruh rara pke jeans biar klo tuh cowo krng ajar, ya.. Maksimal bs lngsng lari hahaha…
    Lucu bgt.
    Lanjuuuut

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s