Crispy Wifey~! | Part 4

| Part 1 | Part 2 | Part 3 |

“aeri, kenapa- granny?!” ujar kris dari yang baru datang dari belakang, wanita tersebut tersenyum kecil, “hei~ kris…miss me?” balas wanita tersebut, aeri mendongakkan wajahnya dan makin bingung dengan situasi tersebut. “o-oh, maafkan kecerobohan karyawanku, granny tapi…kenapa kau tidak bilang kalau kesini?!” ucap kris dengan bahasa china, aeri yang mendengarnya hanya bisa bingung, namun ia tahu wanita itu pasti masih ada hubungan darah dengan kris, karena wajahnya amat mirip dengan Mrs. Wu.

“tak apa~ aku juga yang salah, kau…pasti aeri, kan?” ucapnya dengan bahasa korea dasar yang ia bisa. “n-ne?”

“maaf untuk yang tadi, calon menantu”

“c-calon menantu?!” seru yerim yang sedari tadi meperhatikan, aeri hanya menghela nafas berat dan memukul kepalanya dengan nampan, habislah hidupku.

***

Notes: font bold *ceritanya* ngomong Chinese😀

Dejavu. Itulah yang aeri rasakan saat ini. duduk kaku dan hanya berani menatap kedua tangannya yang terus berkeringat karena gugup diantara kris dan juga Granny, wanita berdarah china yang tak lain adalah nenek dari kris. ia pun ingat kembali saat dulu pertama kali bertemu dengan Mrs. Wu, dan granny? Tak jauh berbeda dengan Mrs. Wu.

“kenapa tidak bilang padaku kalau granny mau kesini?” tanya kris dengan bahasa china,

“aku sudah bilang pada ibumu, mungkin ia tidak bilang padamu” balasnya. Aeri hanya diam, kepalanya makin terasa sakit apalagi  saat mendengar dua orang didepannya bicara bahasa yang tidak ia mengerti. “kris, kau tidak mau mengenalkannya padaku, kah?” ucapnya dan beralih melihat aeri.

“o-oh, dia aeri…kekasihku, granny” jelas kris. granny menatap aeri dengan seksama hingga gadis itu risih, namun hilang saat melihat senyuman yang begitu tulus dari wanita tersebut, membuat aeri langsung merasa nyaman dengan senyum hangat yang terpancar dari wajah granny. Granny lebih mendekatkan duduknya ke aeri, mengusap lembut pipi gadis itu. “kris tidak salah memilihmu…aku yakin kau bisa membahagiakan cucuku” ucapnya masih dengan bahasa china, “n-ne?”

“ah~ maaf, aku hanya bisa bahasa korea sedikit, aku ingin kalian segera menikah” ucapnya dengan bahasa korea yang ia bisa dan aeri cukup mengerti apa yang ia ucapkan. “me-menikah?!”

“granny…i-itu terlalu cepat”

“waeyo? aku ingin segera menimang bayi kecil lagi kris” ujar granny, kris hanya diam sambil menghela nafas berat sedangkan aeri hanya bisa melihat granny dan kris secara bergantian, otaknya serasa ingin pecah saat itu juga!

“aeri, kau bisa keluar ruanganku sekarang” perintah kris,

“n-ne, a-annyeonghigasseyo” pamitnya dan membungkukkan tubuhnya pada granny lalu keluar ruangan.

Blam! “haaaah~! Aku bisa gila…gila!” runtuknya kembali memukul kepalanya. Ia berjalan lesu ke bawah, moodnya kali ini benar-benar rusak, bagai mimpi buruk yang siap menghantuinya, apalagi melihat sikap granny yang ditunjukkan padanya.

“park aeri, aku siapa mendengar penjelasanmu” ucap yerim tiba-tiba yang sedari tadi menunggu aeri keluar ruangan kris dan menunggu di salah satu meja dekat tangga di temani minyoung.

“y-yerim-ah…”

“err…sepertinya disini bukan tempat yang tepat…aeri-ya, habis selesai kerja kita tunggu kedatanganmu di aparte yerim, okay?” ujar chanyeol menengahi. “ne…arraseo…” balasnya lesu.

“geure! Aku pulang dulu, minyoung eonni, gomawo atas penjelasannya tadi” balas yerim dan tanpa melihat aeri ia jalan keluar café begitu saja. “aku akan menenangkannya dulu, kau tenang saja” bisik chanyeol sebelum menyusul yerim pergi dan menepuk bahu aeri pelan.

“ne…gomawo…” balasnya.

“aeri, gwaenchana? Tadi aku sempat mejelaskan apa yang aku tahu mengenai fake girlfriend itu…”

“sepertinya makin rumit eonni…” jawabnya lesu, minyong hanya tersenyum miris sambil menepuk bahu aeri, setidaknya memberi ketenangan pada gadis itu.

Setelah jam kerjanya selesai, ia bergegas pergi menuju aparte yerim, banyak hal yang harus ia jelaskan dan sudah bisa membayangkan reaksi apa yang akan ia terima saat yerim mengetahui semuanya…

“hei~ masuklah, yerim sudah menunggumu” ujar chanyeol saat membukakan pintu. “…umm, good luck aeri”

“ne, gomawo yeollie” balasnya dan langsung duduk di depan tv, dimana yerim tengah menyiapkan sedikit camilan lalu kembali ke depan ruang tv sambil membawa nampan berisi makanan dan minuman.

“so…kau bisa jelaskan dari awal, meski sudah lumayan banyak aku ketahui dari minyoung eonni” ucapnya masih terkesan sedikit dingin. Aeri menghela nafas berat dan menundukkan wajahnya. “kupikir dengan menjadi kekasih palsunya itu mudah saja, hanya berpura-pura agar dia tidak lagi di jodohkan-“

“tapi kenapa kau menerima tawaran itu?!” ujar yerim kembali meninggi, namun kembali chanyeol dengan sabar mengusap punggung tangan kekasihnya. “yerim…” bisiknya.

“y-ya karena aku butuh pekerjaan, yerim-ah…dan kupikir setelah kedua orang tuanya tahu latar belakang hidupku mereka akan menolakku dan selesai sudah pekerjaanku sebagai kekasih palsunya, tapi nyatanya…ibunya malah suka denganku…bahkan menyuruhku memanggilnya…ibu” ucapnya makin pelan.

“yaaah~ mau bagaimana lagi kalau sudah begini…aku hanya kesal kenapa kau tidak beritahuku!” gerutunya kesal,

“mianhae…”

“nah! Sudahlah~! Mungkin aeri tidak mau beritahumu karena tidak mau membebani pikiranmu, yerim-ah…” bela chanyeol,

“terserah! Kau selalu aman kalau ada chanyeol, aeri-ya!” sindir yerim, “hehe, gomawo yeollie”

“haha, aku hanya tidak mau melihat kau terus cemberut” goda chanyeol sambil mencubit pipi yerim. “umm, tapi bagus juga kalau kau dengan kris hyung, kulihat kalian cocok” lanjutnya lagi,

“mwo?! dengan angry bird itu?!”

“umm, tapi emang kalian cocok sih, mungkin kalian akan berjodoh” timpal yerim,

“ckckck~ tidak akan!”

“wae?!” koor keduanya,

“pertama, dia bukan tipeku, kedua, dia itu gay!”

“jinjayo?!”

“tebakanku selalu benar dan aku melihatnya sendiri” ucapnya cuek, “haah~ lalu kapan kau berniat untuk cari pasangan aeri-ya? Atau jangan-jangan kau itu juga penyuka sesama jenis lagi” ledek yerim,

“aish! aku masih normal! Cari pasangan itu gampang dan sekarang bukan saat yang tepat untuk cari pasangan-“

“lalu kapan? Jangan sampai kau jadi perawan tua” sahut chanyeol,

“yaaa~! Pokoknya bukan sekarang, pasti ada pria dibelahan bumi sana yang sudah tuhan siapkan untukku” ucapnya yakin. “yaah~ terserahmu, dan semoga pria itu sabar menghadapimu” timpal yerim lagi.

***

Keesokan harinya, setelah melewati hari yang cukup menegangkan kemarin, suasana café kembali tenang, hanya kehebohan kecil yang terjadi pada sekumpulan remaja yang termasuk fans dari owner café tersebut…

“umm, eonni…” panggil salah satu remaja sma tersebut pada aeri yang baru mengantar pesanan mereka. “ne?”

“apa kris oppa ada?”

“eh? kris?”

“ne, apa dia ada eonni?”

“umm…sepertinya ada di kantornya, waeyo?” tanyanya sedikit aneh.

“bisa berikan ini padanya?” ucapnya sambil menyerahkan paper bag berisi hadiah. “untuknya? Kalian kenal dengan bos?”

“kami fansnya, besok hari ulang tahunnya dan kami tidak bisa memberinya besok, jadi bisanya kasih sekarang, apa eonni mau bantu kami memberikan ini padanya?” pintanya dengan wajah memelas,

“hmm, geure, hanya kasih ini saja kan?”

“ne! gomawoyo eonni, tapi kasihnya saat ulang tahunnya besok ya!” pintanya lagi, aeri hanya mengangguk dan membawa paper bag ke dalam ruangan yang dulu ia tempati.

Besok ulang tahunnya…apa aku harus…ah! Ahni~! Tak perlu aeri, kenapa jadi kau yang kepikiran memberinya hadiah?! Batinnya sambil menggeleng wajah cepat, dan cukup dilihat pandangan aneh oleh kris yang berdiri didepan pintu ruangannya. “aneh” ucapnya dingin,

“m-mwo?!”

“tsk~”

“ya~ bos! Apa maksud ucapan…nenekmu kemarin itu?! Kenapa menyebut tentang pernikahan?!”

“apa kau takut?” ia berbalik tanya dan perlahan melangkahkan kakinya mendekati aeri. “ta-takut? Kenapa harus takut?” balasnya dengan terus berjalan ke belakang hingga terhimpit antara dinding dan tubuh kris yang semakin mendekat. Pria itu menyunggingkan bibirnya, dan malah membuat aeri sedikit tertegun, menyadari bahwa pria dihadapannya ini memang tampan..

“jadi kau tidak takut jika nanti harus menikah denganku, hmm?”

“ap-“

“kris~! oops! Apa aku mengganggu?” potong Mrs. Wu yang baru datang, sontak aeri mendorong tubuh kris sedikit menjauh darinya dan membungkuk, memberi salam pada Mrs. Wu. “a-annyeong hasseyo Mrs. Wu”

“aigo~ biasakan panggil aku, mom atau boleh juga omoni”

“ta-tapi-“

“kenapa mom?” sela kris, mulai jenuh dengan seringnya ibunya ini datang ke café.

“aku mau mengajak aeri shopping, kau mau ikut?”

“ahni, kau saja”

“okay! C’mon aeri, ganti bajumu, aku tunggu dibawah” putusnya begitu saja lalu kembali turun ke bawah. “n-nyonya…bos! Ottokhae~?” tanya aeri panik namun pria itu hanya mengangkat bahu dan kembali masuk ke dalam ruangannya. “aish! ibu sama anak…sama anehnya!” gerutunya kesal sambil mengacak rambut frustasi.

***

Store Galleria Departemen

Hampir setengah jam aeri dan Mrs. Wu masuk keluar toko dan setiap keluar toko minimal satu paper bag sudah ada di tangan Mrs. Wu, ia bahkan membawa maid untuk membawa semua barang belanjaannya dan itu cukup membuat aeri tercengang setiap melihat Mrs. Wu membeli sehelai baju yang harganya saaaangat mahal!

“aeri, pilihlah baju yang kau suka! Aku tidak memintamu ikut hanya untuk membawa barang belanjaanku saja” ujarnya,

“a-aniyo~ aku…tidak terlalu suka membeli baju” elaknya, tak enak.

“tapi pilihlah satu saja dress yang kau sukai, anggap hadiah dariku, okay?” ucapnya lagi, dan membuatnya menyerah. Ia mengangguk pelan, “nah! Sekarang pilih dress yang kau suka” ujarnya yang lalu kembali melihat deretan evening gown.

Aeri melihat sekeliling, semua dress di sini tak ada yang tidak bagus menurutnya dan matanya tertuju pada tube dress warna putih dengan cardigan pink yang menutup bagian bahunya. “ipputa…” ucapnya pelan dan setelah melihat harganya… heee?! Ini sama saja biaya satu semester kuliahku! Batinnya menjerit dan kembali menaruh dress tersebut. “kau suka dress itu?” celetuk Mrs. Wu,

“ani…hanya melihatnya, hehe” balasnya namun tangan lentik Mrs. Wu kembali mengambil dress tersebut, “dress yang bagus, cobalah, aku ingin lihat”

“baiklah…” mau tidak mau ia ambil dress tersebut dan mencobanya. Beberapa menit kemudian aeri kembali keluar dari fitting room, dress yang cocok dengan tubuhnya, “whoaa~ cocok aeri! Umm, coba pakai tas ini” ucap Mrs. Wu sambil memilihkan tas merk channel warna baby pink. “nah! Aku ambil yang ini” putusnya,

“n-nyonya-“

“aeri…just call me mom or omoni if you want, dan ini anggap saja sebagai hadiahku…”

“ba-baiklah…omoni…” balasnya pelan, “aigo~ aku lebih senang dipanggil omoni dan kris pasti suka!” balasnya lagi lalu beranjak ke kasir. Aeri kembali ke dalam fitting room, memandang tubuhnya yang baru kali ini berbalut pakaian yang mungkin seumur hidupnya ia tidak akan bisa membelinya. Segurat senyuman pun tergambar di wajahnya, dan entah kenapa ia kembali teringat akan kris, apa tanggapan kris jika melihatnya memakai dress ini? batinnya. “aish! apa yang kau pikirkan aeri?! Pria arogan itu pasti tetap tak peduli!” ucapnya sendiri dan bergegas ganti bajunya lagi.

Dan setelah membeli cukup banyak baju, keduanya kembali ke café yang sudah tutup…

“ah~  satu lagi pelengkap dress itu” ucapnya yang lalu menyerahkan paper bag berisi heels, kembali membuat aeri tercengang. “i-ini…omoni aku-“

“ssh~! No protest! Ah~ aku lupa beritahumu, besok kau harus datang ke rumah kami ya!”

“n-ne?”

“ada pesta kecil, biar nanti kris yang menjemputmu, okay? Dan aku ingin lihat kau pakai dress yang tadi juga sepatu itu” ucapnya, aeri tersenyum dan mengangguk pelan lalu keluar mobil.

“pesta kecil…pasti pengertian yang berbeda kalau yang mengadakan pesta itu adalah mereka” pikirnya lalu berjalan meninggalkan café.

“pesta…apa pesta ulang tahunnya?” pikirnya lagi. “kalau pun iya…haruskah aku memberinya hadiah?” pikirnya lagi dan hal itu cukup mengganggu pikirannya. Ia lihat kembali dress pemberian Mrs. Wu, “yaah~ sepertinya harus memberinya hadiah, setidaknya untuk membalas rasa terimakasihku” ucapnya lagi lalu jalan menelusuri deretan toko yang ada disekitarnya.

“tapi…apa yang harus aku berikan?! Dia bisa beli semua barang yang ia inginkan…” ujarnya gusar, dan mengingat budget uang yang ia punya tidaklah banyak. “haah~! Apa yang harus kuberikan pada pria arogan ituuu?!” gusarnya, memandang lesu deretan toko yang ada didepannya, namun kini tertuju pada salah satu toko kado untuk anak kecil, yang didalamnya terdapat banyak pernak-pernik angry bird. “angry bird…memang mencerminkan orang itu” pikirnya lalu beranjak masuk ke dalam toko tersebut.

Melihat berbagai macam mainan berbentuk angry bird, matanya tertuju pada boneka angry bird ukuran kecil yang ada tali diatasnya, bisa dijadikan gantungan di tas.

Segurat senyuman kembali tergambar di wajahnya, memang mirip denganmu, bos batinnya. “eonni, aku ambil ini, sekalian dibungkus ya”

***

6 November 2012

Aeri memandang lesu ke tiga barang yang terhampar di tempat tidurnya. Tas, dress dan heels pemberian Mrs. Wu kemarin. berat rasanya ia memakai barang tersebut dan datang dan setiap ia bertemu dengan keluarga kris, ia selalu merasakan feeling buruk.

Ddrrt!

Sender : Mr. Angry
30 menit lagi aku sampai

“haaah~! Semoga setelah ini aku tidak kena serangan jantung!” runtuknya setelah melihat pesan singkat dari kris lalu bergegas berganti baju. Ia poles make up tipis dan dari peralatan make up sederhana yang ia miliki dan… voila~ seperti itik buruk berubah menjadi angsa, pikirnya.

 “wish me luck!” ucapnya sambil mengatupkan kedua tangan di dada. Ia ambil tas dan juga paper bag berisi hadiah yang ia beli semalam.

“bos” sapanya melihat kris berdiri membelakanginya didepan pintu. Sesaat sedikit tertegun melihat perubahan drastis dari gadis itu, melihat sisi feminim darinya cukup membuat gemuruh dalam dada kris, yang selama ini tak pernah ia rasakan lagi namun tetap ia pasang wajah angkuh dan menyuruhnya masuk ke dalam mobil dan jalan lebih dulu.

“itu apa?” tanya kris melihat paper bag ditangan aeri.

“i-ini…untuk ibumu” ucapnya bohong, “ibuku?”

“i-iya, karena kemarin sudah belikan aku dress ini, hehe” balasnya sedikit gugup dan menaruh paperbag di bawah kakinya. Kris hanya mengangkat bahu pelan lalu mulai melaju mobilnya. Sesaat aeri melihat fashion kris kali ini dan semua baju yang melekat di tubuh pria itu selalu pas dan terlihat tampan…

Wu’s Resident

Melihat tempat tinggal keluarga Wu kembali membuatnya yakin bahwa kris bukanlah pria dari kalangan biasa. Aeri hanya bisa diam memandang megahnya bangunan yang disebut rumah atau istana menurutnya. “tanganmu” ucap kris setelah membukakan pintu untuk aeri. Gadis itu mengulurkan tangannya dan mengalungkannya di lengan kris, untuk kedua kalinya ia merasa jantungnya berdegup kencang saat jalan disamping pria ini, ada rasa lain saat tangan kris menggengamnya, cukup membuat kedua pipinya terasa panas.

“aeri~!” sapa Mrs. Wu, menghampirinya dan tak lupa selalu memeluk gadis itu. “aigo~ kau memang pantas memakai gaun itu, ya kan kris?” tanya Mrs. Wu, aeri menatap kris, berharap pria itu akan memujinya namun kris hanya mengangguk pelan. “ah~ kutinggal dulu, okay? Kris, ajak aeri keliling rumah kita” ucapnya dan beranjak pergi menemui tamu lain.

“hyung!” seru pria yang baru datang dan langsung berdiri diantara aeri dan kris. “hei, noona…kau terlihat berbeda!” pujinya,

“gomawo, Tao-ssi”

“ah~ hyung saengil cukhae, semoga kau cepat menikah dengan aeri noona, hehee” candanya sambil merangkul bahu kris akrab. Aeri meninggalkan keduanya yang terlibat perbincangan seru dan memutuskan untuk duduk di bangku dekat balkon yang memperlihatkan pemandangan halaman yang luas. “pasti menyenangkan tinggal disini” ucapnya pelan.

“kau bisa tinggal disini, kalau kau mau” celetuk granny dan duduk disamping aeri. “n-nyonya…”

just call me granny, dear

“n-ne…granny”

“aku yakin kau gadis yang baik, aeri…kau bisa membahagiakan satu-satunya cucu kesayanganku, kris” ucapnya penuh harap. Ia genggam tangan aeri erat, membuat gadis itu makin nyaman berada dekat dengan granny, namun disisi lain, ia merasa amat bersalah, membohongi orang-orang yang malah saat ini menyukainya. Kebaikan Mrs. Wu dan granny sudah lebih dari cukup baginya. Mianhae granny…bukan aku gadis yang bisa membahagiakannya, aku…bukan siapa-siapa, aku hanyalah…kekasih palsu…

“acara dimulai, ayo, kau harus mendapat potongan kue pertama darinya” ucap granny dan menarik tangan aeri kembali masuk ke dalam ruangan.

Ballroom yang megah dihiasi berbagai macam bunga disetiap sudut ruangan serta ornament lainnya terlihat sangat mewah. Orang-orang yang hadir dalam acara ini pun aeri yakini bukan sembarang orang, terlihat dari bagaimana mereka berbusana. Gadis itu hanya diam dan mengikuti kemana granny pergi hingga ia berdiri disamping kris. pria itu hanya diam, tak ada senyuman sedikit pun yang terhias diwajahnya, melainkan raut wajah sedih dan aeri menyadari itu.

“kris?” ucapnya, namun pria itu tetap tak bergeming, “kris!” ucapnya lagi lebih kencang.

“e-eh, wae?”

“itu…potong kuenya” ucapnya sambil menunjuk kearah Mrs. Wu yang sudah memegang pisau. Kris hanya diam dan mengikuti apa yang diucapkan ibunya, memberi potongan kue pertama untuk ibunya dan pelukan mesra diberikan padanya. “I love you, mom” bisiknya, Mrs. Wu tersenyum lembut dan mencium lembut pipi kris, “love you too, son” balasnya, ia paham apa yang dirasakan hati anaknya saat ini, setiap tahunnya.

Mrs. Wu beralih pada aeri dan menarik gadis itu untuk berdiri disampingnya, mengambil alih mike, “ehm! Attention please~ bersamaan dengan ulang tahun kris, disamping saya, saya perkenalkan, aeri…kris fiancé” ucapnya, cukup mengejutkan beberapa gadis yang hadir, mungkin yang masih berharap bisa dijodohkan dengan pria tampan tersebut. Aeri sendiri, yang sudah biasa dengan syok terapi yang ia terima hanya bisa tersenyum *miris* sambil membungkuk pelan.

Dan setelah pengumuman yang cukup buat patah hati beberapa gadis, kris menghilang dari ballroom sementara aeri sibuk mengikuti kemana Mrs. Wu pergi dan memperkenalkannya pada seluruh tamu yang hadir.

Kris duduk di bangku taman belakang yang lebih sepi, memejamkan kedua matanya, berusaha menenangkan hatinya. Berkali-kali menghela nafas berat, dadanya terasa amat sesak. Ia raih ponselnya, dan melihat gadis cantik berambut panjang, gadis yang sampai detik ini masih tak bisa ia lepas, yang setiap hembusan nafasnya selalu ia ingat, Josephine…

I really miss you, Josephine… and I need you… batin kris menjerit. Semakin ingin ia melupakan gadis itu, makin sulit ia melepasnya.

“gadis yang cantik…” celetuk aeri yang sudah berdiri sambil melihat layar ponsel kris. “Kau itu takut hantu tapi kehadiranmu itu seperti hantu” ujarnya dingin dan langsung memasukkan ponselnya ke dalam saku jas.

“cish~ aku disuruh mencarimu oleh granny, kau yang punya pesta malah menghilang” ucapnya lalu ikut duduk disebelah kris, pria itu hanya menatapnya kesal lalu beralih menatap halaman yang sepi. “saengil cukhae…” ucap aeri sambil menatap kris dan menjulurkan tangannya, kris hanya melihat sekilas dan hanya dibalas dengan dehaman, tak membalas uluran tangannya.

Benar-benar pria menyebalkan! Batin aeri, kembali menarik tangannya. Ia lihat hamparan halaman luas serta kolam renang yang ada ditengahnya, “hmm…apa rasanya punya rumah megah seperti ini?” tanya aeri tiba-tiba, pria itu langsung menatapnya heran, “pasti senang, iya kan?! apalagi kulihat keluargamu begitu harmonis, tidak seperti yang di drama-drama, yang kebanyakan keluarga orang kaya itu…ya…kau tahu maksudku, hehe” lanjutnya lagi. Kris hanya memutar bola matanya, bosan mendengar gadis ini bicara yang aneh-aneh.

“gadis itu…apa dia kekasihmu?” tanya aeri berbalik menatapnya, namun kris langsung membuang muka, ekspresi wajahnya kembali dingin, “bukan urusanmu” ucapnya pendek.

“aku memang tidak tahu apa yang terjadi pada hubunganmu dan gadis itu, tapi…kau harus tetap bersyukur karena masih banyak orang yang menyayangimu, yaitu keluargamu” ucap aeri lalu beranjak pergi meninggalkan kris yang diam termenung, membuatnya jadi memikirkan gadis itu, bagaimana ia bisa hidup mandiri tanpa bantuan orang lain apalagi sosok seorang ibu yang sampai detik ini tak ia ketahui keberadaannya. Segurat senyuman kecil terhias diwajahnya, “gadis aneh” ucapnya pelan lalu kembali menyusul aeri ke dalam.

Saat kembali memasuki ballroom, ia lihat aeri hanya berdiri termangu, melihat tengah ballroom yang berubah menjadi lantai dansa, sesekali gadis itu tersenyum saat melihat kedua orang tua kris berdansa dengan mesra.

shall we?” ujar kris tiba-tiba sambil mengulurkan tangan pada gadis itu. “e-eh? a-aniyo, aku tidak bisa” elaknya namun kris malah menarik tangannya dan memeluk pinggang aeri erat, “k-kris aku tidak bisa dansa!” bisiknya, panik, pria itu hanya tersenyum kecil, menaruh kedua tangan aeri mengalungi lehernya dan kedua tangan besarnya menarik pinggang aeri agar makin merapat padanya. “ikuti langkahku, nanti kau juga terbiasa” instruksinya. Aeri mengangguk pelan dan mulai bisa mengikuti irama lagu tersebut.

Dalam jarak sedekat ini jelas terlihat wajah tampan kris, menatap garis tegas wajah kris, kedua matanya yang selalu terlihat dingin serta bibir merah yang mempesona, cukup kembali memacu jantung aeri berdegup kencang. Dia…memang pria sempurna batin aeri, seketika pandangan keduanya bertemu, dan baru kali ini, kris merasakan hal berbeda saat menatap gadis itu, gadis yang biasa-biasa saja, bahkan jauh lebih cantik Josephine dibanding aeri, namun tatapan teduh dari gadis itulah yang perlahan membuat kris merasa nyaman memandangnya. Begitu juga dengan aeri, menyadari tatapan lembut kris yang baru kali ini ia lihat.

Keduanya terus berdansa saling memandang tanpa mereka sadari hingga tinggal mereka berdua yang masih berdansa ditengah ruangan. “aku harap dialah gadisnya” ucap Mrs. Wu, suaminya merangkul mesra Mrs. Wu dan mengangguk pelan, “semoga, honey”

“mereka akan menikah, segera” celetuk granny yang muncul diantara keduanya.

“granny! Apa rencanamu?” ujar Mrs. Wu jadi bersemangat. “aku tak punya rencana apapun”

“granny, ide gila apalagi yang akan kalu gunakan?” tanya sang menantu. Granny hanya tersenyum kecil, “tak ada ide seperti itu, dengan sendirinya mereka akan memutuskan untuk segera menikah”

“tapi kapan?!”

“entahlah, mungkin sebentar lagi…aku juga tidak punya banyak waktu lagi” ucapnya dengan memandang kris dan aeri, tersirat makna lain dalam ucapannya.

***

“sampai”

“…” dilihatnya gadis itu tertidur dengan kepala menyandar pada kaca mobil, sejenak ia pandangi lagi wajah tenang aeri saat tertidur, tangan kanannya bergerak mendekati wajah aeri dan… tuk! “ugh~!” pukulan pelan mengenai kening gadis itu.

“sudah sampai” ucapnya lagi, aeri mengerjap pelan lalu mengambil heels dan tasnya, “gomawo” pamitnya sebelum keluar dari mobil dan hanya dibalas dehaman kecil dari kris. ia berjalan masuk ke dalam dorm tanpa memakai alas kaki, karena heels yang dipakainya membuat lecet seluruh kakinya, “ckck~ dasar aneh” cibir kris, makin heran dengan tingkah karyawannya itu. Saat ia hendak menginjak pedal gas, matanya tertuju pada paper bag yang ada di bawah jok tempat aeri duduk tadi. Ia buka tas tersebut dan terdapat bungkusan kecil didalamnya, dibukanya dan melihat tulisan dalam notes tersebut:

saengil cukhae *angry* boss! Kekeke~ mungkin hadiah ini tak ada apa2nya dibanding yang kau terima, tapi…semoga kau suka!😀

seulas senyum tergambar diwajahnya, melihat gantungan tas angry bird, “angry bird…” ucapnya sambil menimang barang tersebut lalu menggantungnya di kaca spion, sekali lagi ia pandang hadiah tersebut, sederhana namun entah  mengapa ia menyukainya.

***

The Moon café

“whoaaa~ semua hadiah ini dari siapa?”decak kagum aeri saat melihat setumpuk hadiah yang baru ditaruh manager kim saat café belum buka.

“hadiah untuk bos, hmm, kemarin kau tidak masuk sih, jadi gak lihat banyaknya fans bos yang sengaja datang kesini untuk memberi hadiah” jelas jinwoo dan hanya dibalas bulatan kecil dari bibir aeri.

“ya! Kemarin kau datang ke pesta ulang tahun bos?!” celetuk minyoung,

“eh? hehe…ya~ kau tahu lah eonni alasan aku datang kesana” jelasnya sambil mellihat-lihat hadiah tersebut. “aigo~ sepertinya keluarga bos suka denganmu” lanjutnya lagi,

“mollayo~ apa bos sudah datang? Lalu hadiah ini pasti diterimanya kan?”

“tidak, dia bahkan tidak menyentuhnya sama sekali” jawab minyoung,

“hee?! Kejam sekali”

“hmm, dan alhasil ada sebagian hadiah yang aku ambil, lumayan hadiahnya itu baju mahal dan bisa kupakai, hehe” timpal jinwoo,

“yayaya~! Cepat buka café-nya” perintah manager kim membubarkan dan meletakkan box berisi hadiah tersebut ke ruangan kris. apa…dia juga akan membuang hadiah…HADIAHKU?! “astaga! Aku lupa! Pasti tertinggal…dimobilnya” ujarnya panik, namun kembali murung, tapi meskipun aku beri, pasti tidak akan ia terima pikirnya lagi dan mulai bekerja.

Menjelang siang hari…

“noona~!” sapa pria tampan dengan mata ‘panda’ khasnya menghampiri aeri yang tengah sibuk membersihkan salah satu meja. “tao-ssi”

“kau harus ikut aku!”

“eh?! tapi aku masih kerja”

“umm, kim ahjussi noona aku bawa dulu ya!” ujarnya beralih pada manager kim dan belum sempat ia menjawab, tao langsung menarik aeri keluar café. “y-ya~ Tao-ssi! Nanti kalau aku dimarahi kris gimana?!”

“tak mungkin, dia kan kekasihmu juga noona, lagian tak akan ada yang berani memarahimu, ini perintah dari granny!” ujarnya dan membukakan pintu mobilnya untuk aeri, gadis itu hanya menghela nafas dan mau tidak mau masuk ke dalam mobil.

“dan satu lagi, panggil aku Zitao saja, okay?!” ujarnya lagi saat sudah berada dibelakang stir mobil. “okay~ lalu kita mau kemana?! Aku bahkan belum sempat ganti baju!” gerutunya kesal.

“umm, kita shopping dulu!” ujarnya girang lalu langsung tancap gas menuju butik langganannya.

Tiga puluh menit berselang, sampailah keduanya di butik bertuliskan ‘Gucci Store’. “Zitao, sepertinya lebih baik di toko lain saja” ucapnya dan hendak beranjak pergi, namun pria itu langsung menarik tangannya masuk ke dalam butik dengan mata berbinar.

“ini keluaran terbaru?!” serunya sambil melihat salah satu tas Gucci pria keluaran terbaru dan melihatnya dengan seksama. “noona, menurutmu bagus yang mana?”

“umm…itu hanya beda warna saja, Zitao..”

“tapi tetap beda noona~” rajuknya seperti anak kecil, aeri menghela nafasnya, jengah dan menunjuk pada tas warna coklat, “yang ini? tapi sepertinya bagusan yang hitam” balasnya.

“ya~ hitam juga bagus”

“hmm, okay, aku ambil yang ini!” ujarnya lalu menyerahkan tas hitam tersebut pada pegawai dan beralih melihat baju pria. “noona~ bagus yang mana?” tanyanya lagi sambil memegang dua kaos Gucci dengan motif yang sama pula namun beda warna.

“yang merah”

“jinja? Tapi sepertinya tidak cocok dengan kulitku” pikirnya lagi sambil menimang-nimang, aeri hanya menghela nafas dan menepuk wajahnya pelan, kenapa aku selalu dikelilingi orang dengan sifat yang abstrak?! Batinnya menjerit.

Dan setelah menghabiskan waktu hampir dua jam di butik, itu pun kalau granny tidak menelfon Tao sebelumnya, mereka pun akhirnya keluar butik dan itu adalah hal yang terindah yang aeri alami karena pusing menghadapi sifat Tao yang baru ia ketahui FREAK dengan yang namanya Gucci!

“hmm, padahal aku belum lihat semua barang yang baru” ujarnya saat memasukkan semua barang belanjaannya dan itu cukup membuat aeri syok, apalagi setelah melihat tas belanjaan Tao yang jumlahnya tidak sedikit. Aku tidak akan pernah mengerti jalan pikiran orang kaya ini, batinnya.

“dan biasanya kalau ada kris hyung, kami bisa belanja seharian penuh” lanjutnya lagi,

“m-mwo?!”

“noona tak tahu? Kris hyung itu punya sense of shopping (?) yang sangat tinggi dan selera fashionnya… paling TOP!” ucapnya bangga dan lagi-lagi aeri hanya menepuk wajahnya frustasi.

Tak lama keduanya sampai di sebuah restoran berkelas, daam resto tersebut tidak terlalu ramai dan ia langsung bisa mengenali wanita yang duduk di bangku dekat kaca jendela yang menuguhkan pemandangan sungai Han. “annyeonghasseyo granny” sapanya sopan.

“hei~ akhirnya kalian datang, ya~ Huang Zitao~! Jangan bilang kau mengajaknya belanja dulu dan bukan dia yang belanja, tapi kau kan?!” omel granny kembali memakai bahasa Chinese

“ya~ habisnya kan kata granny aku harus mendadaninya dulu~!” balasnya sambil memasang wajah sendu, malah membuat aeri terkesima melihat wajah lugu tao, meski ia tidak mengerti apa yang dikatakan kedua orang dihadapannya itu. “dia, bukan kau, Zitao~” ujarnya lagi dan beralih menatap aeri dengan senyum manis. “kau pasti belum makan kan? dan harus coba makanan yang lezat disini” ucapnya,

“n-ne, granny”

Di hari itu, aeri terlihat lebih terbuka dan merasa makin nyaman jika berada didekat granny, ia baru merasakan kasih sayang tulus dari seorang ibu dari granny dan juga seperti punya adik lelaki, Tao…

***

Tiga hari kemudian, saat café terlihat tenang…

Brak! Kris membanting pintu ruangannya dan berlari kebawah, “AERI!” ujarnya, membuat seluruh pengunjung café serta pegawai terkejut melihat wajah panik dari kris. “ n-ne bos” ucapnya sedikit takut. Tanpa mau membuang waktu segera ia tarik tangan aeri keluar café, “b-bos, eoddiga?”

“diam dan ikut saja!” ucapnya dingin, menyuruh aeri masuk ke dalam mobilnya dan langsung melaju dengan kecepatan tinggi. Gadis itu hanya bisa diam dan terus berdoa dalam hati agar keduanya selamat karena kris terus menginjak gas melampaui batas. Granny…kumohon bertahanlah.

Flashback..

“hello? Mom?”

“kris…granny…” isak Mrs. Wu dari seberang telfon,

“mom…granny kenapa?!”

“cepat ke rumah sakit…granny…masuk rumah sakit…”

“what?! O-okay aku segera kesana-“

“bawa juga aeri, kris” ucap ibunya, dan tanpa pikir panjang pria itu langsung keluar ruangan.

End of flashback

Tak sampai satu jam keduanya sampai di salah satu rumah sakit besar di seoul, kris keluar begitu saja diikuti aeri dibelakangnya yang makin terlihat bingung namun tetap ia ikuti kemana pria itu pergi hingga ke depan ICU. “mom!” ujarnya melihat wajah pucat Mrs. Wu, sangat berbeda dari biasanya. “she wants to talk to you…” lirihnya pelan, dan langsung kris masuk ke dalam ruangan.

“aeri…” panggil Mrs. Wu dan langsung gadis itu duduk disampingnya. “granny sakit?” tanya aeri pelan, dan kembali membuat Mrs. Wu menangis, perlahan ia beranikan mengusap punggung sosok ibu yang baru ia kenal, layaknya ibunya sendiri. “aku bukan anak yang baik…ibuku sakit saja aku tidak tahu…” isaknya,

“omoni…”

Sedangkan di dalam ruang ICU, kris memandang sendu wanita yang paling ia sayangi setelah ibunya. Wajah sehat yang biasa terpancar kini seakan hilang, terganti dengan wajah pucat pasi. Ia duduk disampingnya, menggengam tangan granny erat. Sekilas ketakutan pun muncul dalam benaknya, ia takut wanita yang disayanginya akan pergi meninggalkannya lagi…

“…wufan…” lirihnya memanggil nama kecil kris,

“ya, granny…” balasnya, sesaat granny tersenyum, berbalik menggenggam tangannya. “kalau granny pergi nanti-“

“tidak…granny tidak boleh pergi” sela kris dengan mata memerah, menahan tangis. granny tersenyum pelan, mengusap sayang rambut cucu satu-satunya yang ia miliki. “tak lama lagi waktuku akan tiba, wufan…kalau pun aku bisa hidup lebih lama lagi, aku takut tidak bisa mengingatmu lagi, karena penyakitku ini…” ucapnya,

“granny…kau bisa sembuh, aku akan mencari rumah sakit terbaik di seluruh dunia untuk mengobatimu…kau pasti bisa sembuh” ucap kris dengan suara bergetar, menahan tangis. granny kembali tersenyum dan menggeleng pelan. “kau tahu sendiri penyakit ini belum ada obatnya dan hal yang wajar jika menyerang lansia sepertiku” ucapnya lagi.

“granny…”

“kau mau lakukan apa saja untukku kan?”

“…” kris hanya terdiam. “apa aeri ada?”

“…ada, mau kupanggilkan?” tanya kris dan dibalas anggukan pelan dari granny.

“granny…” gadis itu hampir tak percaya melihat kondisi granny saat ini, terlihat pucat dan lesu, granny menyuruhnya untuk duduk disampingnya, berhadapan dengan kris. “saat tahu kris punya kekasih lagi, hal itu membuatku tenang…dan yang lebih membuatku yakin adalah saat aku melihatmu…aku yakin kau bisa membuat cucuku bahagia, aeri” ucapnya dan menggenggam tangan kris dan aeri bersamaan.

Keduanya hanya diam, gadis itu makin merasa bersalah, karena membohongi granny, wanita yang kini sudah ia anggap sebagai neneknya sendiri, yang dalam waktu singkat memberinya waktu berharga bagaimana rasanya memiliki keluarga.

“…dan aku berharap…aku masih punya waktu untuk bisa melihat kalian saling mengucapkan janji suci…” ucap granny, membuat keduanya saling berpandangan, kaget. “…meski mungkin aku tak punya cukup waktu sampai bisa melihat anak-anak kalian, tapi beri aku kesempatan untuk melihat kalian menikah…” lanjutnya lagi, sontak membuat air mata aeri yang sedari ia tahan, mengalir keluar.

***

Hingga larut malam keduanya masih berada di rumah sakit. aeri dan kris hanya bisa duduk diam di depan kamar rawat sementara kedua orang tua kris didalam menemani granny.

“mau menemaniku minum kopi?” ucap kris memecah keheningan diantara keduanya.

“n-ne…” balasnya dan mengikuti kris menuju cafeteria rumah sakit yang tidak terlalu ramai. Keduanya kembali terdiam, tenggelam dengan pikiran masing-masing, hingga kris mulai menceritakan mengenai penyakit granny…

“granny menderita alzheimer” ucap kris datar dengan tatapan mata hanya menuju cangkir kopinya. Aeri menatap dalam wajah pria itu, bisa ia lihat raut kesedihan didalamnya. “lima bulan yang lalu aku baru mengetahuinya setelah ia merahasiakannya dari kami selama satu tahun lamanya…granny tidak ingin ibuku tahu akan hal ini dan aku menyanggupinya, namun aku tak tahu kalau penyakitnya makin parah dan bahkan kini ia punya penyakit jantung…”

“tapi…mengenai permintaan granny tadi…” ucapnya terputus, bingung harus mengatakan apa, ia pun tak ingin jika harus kembali berbohong pada granny dengan menikahi kekasih palsunya, aeri.

“kalau memang itu permintaan beliau yang terakhir…aku bersedia menjadi istri palsumu” putus aeri, sontak kris menatapnya kaget, “aeri, ini bukan perkara yang mudah…”

“lalu apa yang akan kau lakukan?” ujarnya kembali membuat kris terdiam. “…aku tahu…aku pun merasa bersalah pada semua keluargamu, aku juga ikut membohongi mereka, tapi…baru kali ini aku benar-benar merasakan bagaimana mempunyai seorang ibu, ayah dan juga nenek…keluargamu sangat baik padaku…dan aku melakukan ini hanya untuk granny, kris…” lanjut aeri yakin dengan menatap kris dalam.

Kris diam sejenak, memikirkan matang-matang mengenai rencana tersebut dan berkata, “jadi…apa kau mau menikah denganku?” tanya kris, meski aeri tahu lamaran ini bukan atas dasar cinta, namun ada rasa berbeda saat kata-kata itu keluar dari bibir pria dihadapannya itu, ia mencoba untuk tersenyum, meski samar terlihat, “ne…aku mau”

To Be Continue…

Seperti biasa, maaf kalau ini ff garing dan gak jelas *peace* tapi… ditunggu komentarnyaaa~😀 itu Josephine tadinya mau pake pic amber versi rambut panjang, tapinya gaada, jadilah pake victoria aja, kekekeke~ *cocok juga pairing-in vic-kris*😄

Ah~ iya, ini ff juga special ultah KREESE~ *roll like a buffalo~* hahaa~ takut gak sempet publish besok, jadi malam ini publishnya~ happy birthday beib~ *cipok kris*

98 thoughts on “Crispy Wifey~! | Part 4

  1. Purple Egg berkata:

    uwooooooooooowww….. finally mrk mau nikah… uyeeeeaaaaaaaahhhh…. ~(˘▽˘~)(~˘▽˘)~
    ditunggu part 5nya ditaaaaaa….. (>̯┌┐<)•°
    hmmmm, lucuan Kris tp drpd boneka angry bird nya… /eh?? xD

    happy birthday duizhang…. \(´▽`)/
    #DuizhangKrisEXODay #DuizhangKrisDay
    (っ˘з(˘⌣˘ )

  2. ocha_kyu berkata:

    Akhirnya di post juga ,,,
    Hmmmmm … Bagus chingu , tapi konfliknya kurang , kalo bisa ada orang ketiganya *berharap sAya masuk ke ff ini* · Ɨƚǟ Ɨƚǟ ‎​‎​‎​Ɨƚǟ Ɨƚǟ‎​​​‎​ Ɨƚǟ .. Keep wRiting yaa cingu …😀

  3. veelf berkata:

    omo omo omoooo :0
    granny nya masuk RS sakit acting atau emng beneran sakit ??
    yeyyy aekris wanna marriage soon , berarti next part mereka nikah ya onn😀
    yess sipp :DD

    hmm pantesan liat Josephine kok mirip victoria eh ternyata emng beneran diaa, kenapa gg sule eh sulli aja.
    haha #nawar aja deh

    yeyyy happy born day to KRIS🙂
    moga tambah ganteng yaa :* *amin*

    waiting for the next chap onnie🙂

  4. Akhirnya keluar juga nih ff..
    “mwo?! dengan angry bird itu?!” Hahaha lucu kris disamai kaya agry bird…
    Wah dah mulai ada benih2 cinta nih antara mrk,cuma belum pd nyadar aja..
    Hayo kris rin disuruh nikah ma granny..akhirnya disuruh nikah juga..
    Ayo lanjutkan,,ku tunggu part 5 nya,jgn lama2 yaa😀

    Btw Happy b’day to Kris a.k.a Wu fan

  5. JJFact10 berkata:

    Diita eonni… Jjang!!
    Udah dinanti2 bgt nih FF! Eh akhirnya dateng jg! Hahahaha

    Daebak!!❤
    Sukkaaaa bangeettt!!!! Ma ni couple!❤
    Ahh…. Ceritanya kok pendek yaa… Haha
    Tp ga apa2 yg penting kelanjutannya ya eon.. Part selanjutnya, Part 5! ^^

    ZitaO…. Ga nyangka kau shopaholic juga. Hehehe. Abang Kris jg! Punya sense of fashion yg ToP (?). 🙂
    Brandnya Gucci lg!!! :$

    Btw, Granny Fighting!!! T_T
    Masih sempet kok liat abang Kris n Aeri Married. :* #Semogaa….
    Yeay!!! Akhirnya… Married❤
    (Tp ini beneran kan?? bkn rencana granny aja kan…???!!) Hahhaa…. #evil laugh #oranganeh…abaikan.😀

    Thanks Diita eonni…. Ditunggu banget! Segera next partnya. OK!😉🙂

  6. wuhuuuuuuuu….. *lemparbom* Akhirnya, update juga nih.. kayaknya udah mulai tumbuh nih yeee benih benih asmara diantara mereka berdua. meskipun kris masih sesekali teringat dengan cinta lamanya itu. kok, aku curiga nih granny-nya pura pura sakit. haha. pemikiranku sinetron banget. ckck. yang penting aekris nikah. nikah. yuhuuu… undang kyuhyun ya di nikahannya. kan kris orang kaya. :3

  7. krus ganteng bgt sih n muka y tu loh cool bgt sumpah….ekspresi pria berwajah dingin n angkuh……
    mereka bakal nikah juga,,,,, udah ngak sabar mau liat mereka nikah n ngejalanin kehidupan suami istri….
    q pikir granny y cuma bohongan sakit y biar kris cepet nikah tau y beneran sakit n parah lg…….
    Lanjut…..

  8. Happy birthday duizhang kresseee!!
    Dittaaaa lu kenapa bikin cerita pendek amat sih???
    Lagi asik2 baca eeh dia abis -___-
    Ini granny nya acian ih😦
    Horeeee krisaeri kawinn!! Bikin special honeymoon yak😀

  9. Shae rin berkata:

    Yeay, , post juga, ,
    ae-kris mw nikah?, , whoa, , jadi gak sabar bca critanya, ,
    tetep smangt oen. .

    Eh iya, kris ulth tgl 6 nov. Ya?, , hahaha, , aku baru tw. .

  10. taeminuna berkata:

    *tepok tangan dulu* crispy wifey turun gunung..
    Aeri bilang dia dikelilingin orang2 abstrak,nah dia sendiri abstrak jg bukan? hehe..

    Next part mereka bakalan nikah ini dong? hmm,semoga sakitnya granny cm sandiwara,cm cara granny biar kris buru2 nikah sm aeri.
    Nungguin pengakuan cinta kris ke aeri,ga sabar…

    Happy Kris Day

  11. SongRi berkata:

    Happy Birthday Kris Wu ♥ *hugkiss*
    Mwo?!!! Angri bird?!!! Wkwkwk *gulingguling*

    finally ….. they want to get married ^^ kris liked another girl? josephine? andwaee T.T look into aerin kris.. she is a beautiful girl, simple, independent and kind..

    ditunggu part 5 nya ya ^^

  12. aku harus bilang WOW dlu nihh eon..
    TOP abis part 4 na nihh… i like so much.. cen de cen de ai ce ge ff.. hau pang oo.. DAEBAKK..
    haha.. si Kris suka juga ma hadiahnya Aeri.. senang deh.. hehe..
    but eon.. bagian AeKris na dikit juga…
    trus eon.. granny na benaran sakit yahh? Ato acting doang??
    yeyeye.. next part AeKris merrid.. horee…
    yang long yahh eon…hehe

    aku kira tgl 9 Kris b’day ternyata tgl 6 tohh.. hehe
    happy b’day Kris…

  13. magnaelover berkata:

    finally … part 4 keluar juga. aku kira bakal berbulan-bulan kekeke…
    ngomong-ngomong kayanya belum di ceritain deh josephine meninggalnya gara” apa ya ?
    ceritain dong eon !!!
    ayo nikah dong nikah ! xiumin jangan nongol hahaha biar ga ada pengganggu …
    part 5nya semoga cepat publish terus tambah panjang ceritanya !!!

  14. Wuaaah! Aeri-Kris nikah?! Wohooo~ menunggu skinship mereka banget banget nih >//< tapi kok sedih sih granny sakitnya begitu😦
    Ckck, yerim cuma jinak kalo ada chanyeol ya?

  15. mydreamkyu berkata:

    tambah seru abis ni ff, akhirnya kris melamar aeri gmn dgn hubungan mereka stlh nikah ya…next part dtunggu scptnya chingu…

  16. Chava berkata:

    Udah lama gk mampir ke sini, dan nemuin ff baru😀 mian baru komen di part ini, soalnya aku tadi ngebut baca dari part 1 hehehe

    Aku yg tdnya biasa aja sm kris eh skg jadi ngefans *v* heheheh walaupun geregetan sama kris-nya abis jd org gitu(?) bgt
    Aku suka sm karakter grany eh tiba2 dia sakit, jadi sedih :3.
    Ceritanya bikin org gak sabar nunggu lanjutannya hehhe… Di tunggu ya part selanjutnya🙂

  17. naranara15 berkata:

    Huaaaaa they’re getting married uyeeee cannot wait for that
    Happy bornday gege *hugandkiss*
    Granny bneran sakit yah gewees halmeonim🙂
    Cannot wait for the next chapter…gidarilkkeyeo eonni😀

  18. uwaaaaa akhirnya publish juga part ini , tapi kok rasanya kurang panjang ya? ato cuma karna aku nikmatin jalan ceritanya? *mikir keras*

    semoga part 5 cepet publish ya🙂
    buat authornya, fighting !!😉

  19. Aaaaaaaaaaaaaaaa jd mereka bakalan nikah???? Uyeeeeeeeyyy asikasikasikasiiiiikkkk,,,
    Tp curiga granny akting dah,, secara pas b’daynya kriss omongannya dia bgtu,, heeeemmmm
    Baru mau ngomong itu picnya si vic,, tp cocok juga,, pass penggambarannya,,,

    Temen kecilnya aeri siapa tuh namanya?? Belum muncul lg yax?? Kalo muncul pasti bikin aeri galaaaaauuu n kris jd cemburuan dah,, eaaaaaaa

  20. tinggalkan jejak~ udah baca tapi belum coment… maaf ya oennie ^^
    aekris laris manis😀
    mau baca part lanjutan😄 cz sudah lama gak berkunjung
    tugas akhir merantaiku T__T #curcol

  21. aliceappril berkata:

    nyaris aja aku kira granynya kriss bakalan nolak aeri… boneka angry bird kayak bener-bener menggambarkan sosok kris dimata aeri… hehehe, tapi kriss suka tuh.
    cuma jadi istri palsu ?

  22. Kyuismine berkata:

    Huwa… Jadi rumit,
    tapi tadi itu granny beneran sakutnya apa cuma rencana nya doang?
    Kayanya beneran bngt.

    ”jadi..apa kamu mau menikah dengan ku?” tanya kris, meski aeri tahu lamaran ini bukan atas dasar cinta
    #ya ampunn.. Katakatanya kayanya aeri sakit bngt yah,,
    yah.. Walaupun ini aeri lakuin bukan buat kris.

    Smoga dgn berjalannya waktu dapat tumbuh rasa cinta di anatara ke duanya
    #sok dramatis

    di part ini kyanya sedihsedihan dah..

    Uhh.. makin seru
    penasaran sama kelanjutan ceritanya, apa lagi cerita klo udah menikah.
    Bagus ini bner bagus.🙂

  23. Nieza Kim berkata:

    diawal sempat buat tersenyum karena kris n aeri dansa.. pasti so sweet banget..🙂
    .
    granny nya sakit.. huhuhuhu..

  24. oh-sendal berkata:

    keluarga Wu welcome banget ke Kris :]
    pada semangat buat hubungan Kris dan Aeri..
    kenapa bukan bonek Ace aja ._____.

  25. Robinxhinkyuarchibald berkata:

    Yaaaa aeri akhr’a naik status jga dri pcar pura2 kris jdi fiancee pura2 kris..
    Kris ayo dund buka hti buat ce laen krna msh bnyk yg syg ma dy slh stu’a aeri..
    Dtgguu married’a..

  26. nurhasanah berkata:

    Uyeeeeeeyyyy nikah nikah nikah,, kekekekekek
    Xiumin apa kabar ??? Kok gk nongol lgi,, hhe
    Lanjut bca yaa eonni FIGHTING !!!!

  27. raraa berkata:

    Nangis baca part ini , waktu granny nya minta kris untuk menikah sama aeri .
    Untung aerinya mau , itu semua gara2 keluarga nya kris baik banget sama aeri jd aeri mau ngelakuin itu demi granny

  28. kang hae ra berkata:

    annyeong…readers baru imnida
    baru nyari2 ff ttg kris dan kebetulan nemu ff ini, overall ceritanya bagus sih, alurnya mungkin kadang terlalu cepet tp ak suka dan
    ak jg suka banget sm bajunya aeri yg dibeliin mrs.wu (ga nyambung*mian)😀
    pokoknya udh bagus sih cm ak suka sebel aja sm kris yg gagal move on, relakanlah josephine, duizhang…hehehe

  29. Oon banget dah ahh gw gg liat umur granny dlu ,. kkkkkk
    itu nenek nya krisseu , hehehe
    wah senang nya kluarga wu ternyata suka m aeri walau kris gg terlalu suka -_-
    aigoo aigoo tao yaaa cute bangett seh >.<
    beneran aeri married am krisseu karna granny:/

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s