Crispy Wifey~! | Part 5

| Part 1 | Part 2 | Part 3 |Part 4 |

“kalau memang itu permintaan beliau yang terakhir…aku bersedia menjadi istri palsumu” putus aeri, sontak kris menatapnya kaget, “aeri, ini bukan perkara yang mudah…”

“lalu apa yang akan kau lakukan?” ujarnya kembali membuat kris terdiam. “…aku tahu…aku pun merasa bersalah pada semua keluargamu, aku juga ikut membohongi mereka, tapi…baru kali ini aku benar-benar merasakan bagaimana mempunyai seorang ibu, ayah dan juga nenek…keluargamu sangat baik padaku…dan aku melakukan ini hanya untuk granny, kris…” lanjut aeri yakin dengan menatap kris dalam.

Kris diam sejenak, memikirkan matang-matang mengenai rencana tersebut dan berkata, “jadi…apa kau mau menikah denganku?” tanya kris, meski aeri tahu lamaran ini bukan atas dasar cinta, namun ada rasa berbeda saat kata-kata itu keluar dari bibir pria dihadapannya itu, ia mencoba untuk tersenyum, meski samar terlihat, “ne…aku mau”

***

She
May be the reason I survive
The why and wherefore I’m alive
The one I’ll care for through the rough in ready years
Me
I’ll take her laughter and her tears
And make them all my souvenirs
For where she goes I’ve got to be
The meaning of my life is… She

Puluhan model gaun pengantin berjejer rapi disekeliling ruangan. Gaun dengan harga yang tidak murah pastinya dan terbuat dari bahan yang berkualitas pula cukup membuat gadis yang hampir setengah jam ada di butik tersebut hanya bisa berdecak kagum melihatnya.

Dalam kurun waktu kurang dari dua bulan ia akan menyandang status baru, menjadi istri dari pria dingin, arogan dan perfeksionis, Kris Wu. Setelah lamaran singkat beberapa hari yang lalu di rumah sakit, kris langsung mengabari orang tua dan juga granny, dan kabar gembira itu langsung membuat kondisi kesehatan granny berangsur membaik. Granny sendiri menyuruh agar pernikahan dilakukan secepatnya dan menyuruh Mrs. Wu menyiapkan pesta pernikahan yang amat meriah.

“c’mon aeri, pilih gaun yang kau suka” ujar Mrs. Wu yang ikut menemaninya. “aku…bingung” balasnya pelan. “coba satu persatu saja, hmm, coba yang ini” ucap Mrs. Wu sambil meraih gaun dengan potongan bahu terbuka. “err…apa ini tidak terlalu terbuka?”

“coba dulu~ pasti cocok” ucapnya lagi dan dengan langkah lesu aeri mengambil gaun tersebut dan masuk ke dalam fitting room. sesaat ia kembali tak percaya dengan apa yang ia rasakan saat ini, apalagi mengenakan gaun yang tak pernah bisa ia bayar dengan apapun. Segurat senyuman pun terhias diwajahnya, memandang gaun indah yang terlihat pas di tubuhnya. Seperti mimpi…dan memang hanya akan menjadi mimpi. Batinnya.

“aeri, apa muat?”

“n-ne, chakkaman omoni” ucapnya yang lalu keluar ruangan. “whoaa~ cocok! Apa mau ambil yang ini?”

“terserah omoni” balasnya sambil tersenyum manis. Mrs. Wu kembali menuju rak gaun dan kembali memilihkan gaun untuk aeri dan jatuh pada tube dress dengan potongan kain lebih pendek didepannya. “coba yang ini” ucapnya, gadis itu kembali mengangguk dan mencobanya.

“ini saja ya!” ujarnya setelah melihat gaun itu dipakai aeri. Gadis itu hanya tersenyum dan mengangguk pelan. “kris pasti suka!” ucapnya lagi, sedikit membuat aeri terdiam, apa pria akan benar-benar suka? Jika mengingat pernikahan ini terjadi hanya karena untuk membuat granny senang…

***

The Moon café

Malam harinya…

“maaf, aku telat” ucap aeri yang baru masuk ke dalam ruangan kris. terlihat pria itu tengah sibuk mengetik hingga tak menyadari kedatangannya. “bos?”

“oh, kau sudah sampai?”

“hmm…dan ibumu menanyakanmu tadi” ucapnya, kris hanya diam dan tetap melihat layar laptop. “…aku sudah pikirkan jalan keluarnya dan ini…” ucapnya mengarahkan layar laptop kearah aeri, “ige mwoya?”

“menikah kontrak” ucapnya, aeri hanya memandangnya dalam diam, siap menerima penjelasan darinya. “kita sama-sama tahu kalau tidak menginginkan hal ini terjadi dan…aku juga tidak mau mengekangmu terus untuk jadi istri palsu nantinya, jadi aku buat perjanjian ini…” jelasnya sambil menunjukkan beberapa poin kesepakatan yang harus keduanya patuhi…

  • Batas waktu pernikahan 2 tahun
  • Dilarang melakukan kontak tubuh, kecuali saat upacara pernikahan.
  • Tidak mengganggu aktifitas dan pekerjaan masing-masing.
  • Pembagian rumah dibagi dua serta kamar tidur.

“terserahmu, aku hanya mengikuti permainan ini” balas aeri dingin, entah mengapa saat tahu ide kris, suasana hatinya langsung memburuk.

“tak ada yang mau kau tambahkan?” tanya kris lagi dan hanya dibalas gelengan oleh aeri. “okay…kau tanda tangan disini” ucapnya yang sudah mencetak surat perjanjian tersebut. “deal…”

“deal!” balas aeri dan menyambut uluran tangan kris.

Setelah urusan dengan kris selesai ia berniat untuk langsung pulang, berharap dengan istirahat bisa menenangkan pikirannya yang makin rumit, merasa beban yang kini ia pegang makin berat.

“noona~” panggil Tao dari dalam mobil. Ia tepikan mobilnya ke pinggir jalan, “Zitao…”

“kau mau pulang? Ayo kuantar”

“ah~ tak usah, kau mau bertemu kris kan?”

“hmm, tapi tak apa kalau mengantar noona dulu”

“umm…kalau menemaniku minum, kau mau?” tanya aeri, mungkin dengan minum ia bisa menenangkan pikirannya dan tanpa memikir panjang, Tao langsung mengiyakan.

Aeri mengajaknya ke kedai minuman tak jauh dari café, untungnya kedai saat itu tidak terlalu ramai. “tak apa kalau minum disini kan”

“ne~ aku juga suka minum ditempat ini” ucapnya yang lalu memesan dua botol soju beserta camilannya. “jadi…sampai mana persiapan pernikahan kalian?”

“eh? sudah 75% dan semua ibunya yang mengatur” jelas aeri.

“ah~ aku senang akhirnya hyung mau menikah, gomawo noona…”

“kenapa berterimakasih padaku?”

“karena noona bisa membuat hidup hyung lebih berwarna lagi” balasnya, aeri hanya tersenyum kecil, hidupnya lebih berwarna? Hanya dengan pernikahan palsu ini? batinnya yang lalu jadi ingat gadis yang ia lihat tempo hari lalu di ponsel kris.

“umm…Zitao, boleh kutanyakan sesuatu tentang kris?”

“hmm, katakan saja” ucapnya disela meneguk gelas soju.

“gadis cantik berambut coklat panjang itu…apa dia mantan kekasihnya?” tanya aeri sedikit ragu, Tao diam sejenak, raut wajahnya kembali terlihat murung. Ia tahu gadis yang dimaksud aeri, “mei mei…”

“namanya mei mei?”

“ani~ aku memanggilnya mei mei, nama aslinya Josephine…dia satu-satunya gadis yang berhasil merebut hati kris hyung dan membuat hyung sangat mencintainya” jelas tao, aeri hanya diam dan menebak pasti kris masih mencintai gadis itu sampai detik ini. “lalu…apa mereka putus?”

“…lima tahun yang lalu, mei mei divonis menderita leukemia, saat itu dia memintaku untuk merahasiakannya dari kris hyung dan memaksa kris hyung untuk memutuskan hubungan mereka karena mei mei tahu hidupnya tidak akan lama lagi…” ucap tao, kembali mengingat masa-masa sulit kris saat menghadapi kenyataan penyakit yang diderita Josephine.

“…hyung baru tahu mei mei sakit saat penyakit itu sudah pada stadium akhir, hidup mei mei tidak akan bisa lebih dari 30 hari…dan sejak itu kris hyung selalu berada disampingnya, masih yakin kalau mei mei bisa sembuh namun Tuhan berkata lain, hidup mei mei tidak sampai yang diperkirakan para dokter…mei mei pergi lebih cepat dan itu membuat kris hyung down, bahkan sempat mengalami depresi berat” jelasnya, membuat aeri hanya bisa diam, tidak menyangka kris pernah mengalami hal sulit itu.

“…aku paham sebesar apa rasa cinta hyung pada mei mei, bahkan saat mei mei tahu hidupnya tak lama lagi, ia menyuruh hyung untuk berjanji akan kembali membuka hatinya untuk gadis lain…tapi hyung tak pernah mau, baginya cinta pertama dan terakhirnya hanya untuk mei mei…tapi sekarang sudah ada noona, aku yakin noona bisa buat hyung kembali tersenyum seperti dulu lagi” ucapnya sambil memegang kedua tangan aeri dan memandangnya penuh harap, justru membuat gadis itu makin merasa bersalah dan ia hanya bisa membalas dengan anggukan. “…semoga saja Zitao…” ucapnya pelan.

Semalaman aeri tidak bisa tertidur, pikirannya terus melayang pada kris. ia pun bimbang dengan perasaannya saat ini, disatu sisi ia ingin membuat kris kembali tersenyum seperti harapan keluarganya namun disisi lain, ia merasa semua ini hanyalah janji pada granny hanya untuk membuat hati granny senang.

kehilangan orang yang disayangi memang berat…tapi kau masih punya keluarga kris, kau masih punya banyak orang yang menyayangimu, bukan seperti aku…tapi…izinkan aku merasakan bagaimana mempunyai keluarga dan aku janji akan bisa membuatmu tersenyum kembali, itu adalah misiku.

***

“oh~ minyoung eonni, annyeong~!” sapa yerim yang baru datang ke dorm aeri, sengaja ia memanggil yerim dan minyoung, bermaksud memberitahu rencana pernikahannya dengan kris.

“hei~ aeri-ya~ kau bisa mulai pengumumannya” ucap minyoung yang sudah tahu lebih dulu mengenai rencana pernikahan aeri. “eh? pengumuman apa?”

“biar dia sendiri yang beritahu, umm…kusarankan kau dengarkan baik-baik” canda minyoung, yerim hanya memandang wajah aeri penuh tanda tanya. “aku…akan menikah” ucapnya, sesaat ketiganya terdiam, terlebih lagi yerim, “hah? Kau bercanda kan?”

“aku serius yerim-ah”

“kau…MENIKAH DENGAN SIAPA?! KAU HAMIL!?”

“aish! yaa~! Bukan karena ituuu!”

“lalu siapa?!”

“siapa lagi kalau bukan kris” celetuk minyoung.

“MWO?! ke-kenapa bisa?! Kau serius aeri-ya?!” ujarnya masih belum percaya, aeri menghela nafas berat dan kembali menceritakan bagaimana ia bisa memutuskan untuk menikah dengan kris.

“jadi…semua kau lakukan ini karena granny itu?” tanyanya setelah aeri selesai menjelaskan semuanya dan dibalas anggukan pelan. “apa kau tidak memikirkan resikonya?! Pernikahan itu suatu hal yang sakral dan…menikah tanpa cinta…”

“aku mengerti, tapi hanya sampai keadaan granny membaik” balasnya murung.

“ya~ mau bagaimana lagi, good luck aeri-ya, meski sebenarnya aku berharap kau dan kris bisa benar-benar bersatu” lanjutnya lagi, menepuk bahu aeri diikuti minyoung. “benar! Lambat laun kalian pasti akan bisa saling menyukai, seperti yang di drama-drama itu, hehe” timpalnya, aeri hanya tersenyum kecil, tak yakin apa mereka benar-benar bisa saling menyukai, terlebih lagi untuk kris. tidak mungkin kami bisa saling menyukai, batinnya.

***

The Orphanage

“belum ada kabar lagi tentangnya?” tanya xiumin yang datang kedua kalinya ke panti asuhan. Kim ahjumma hanya bisa menggeleng lesu, ia pun sudah rindu dengan gadis itu, “biasanya sebulan sekali ia kesini, tapi sudah hampir tiga bulan ini aku sama sekali tidak mendengar kabarnya min seok-ah” jelasnya, xiumin hanya diam, ia pun bingung harus mencari kemana gadis itu di kota sebesar ini. ia pun makin khawatir apa gadis itu bisa hidup dengan berkecukupan setelah tahu aeri meninggalkan hutang di kamar sewa lamanya.

“apa kau akan tinggal lama disini?”

“ne…aku berencana untuk menetap disini ahjumma, dan mencari aeri sampai ketemu”

Kim ahjumma tersenyum lembut, ia mengerti yang dirasakan xiumin saat itu, “kau pasti bisa bertemu dengannya lagi, min seok-ah…dan aku harap kau bisa menjaganya” pinta kim ahjumma penuh harap.

“pasti ahjumma, aku pasti akan menjaganya” balasnya yakin.

***

“omoni…” ujarnya terengah-engah setelah jalan cepat dari subway menuju butik untuk kedua kalinya. Tubuhnya sedikit basah terkena sisa hujan yang mengguyur kota ini di sore hari.

“aigo~ kau kehujanan?”

“ani, hanya basah sedikit, maaf aku telat” ucapnya seraya melepas mantel. “hmm, harusnya biar kris yang menjemputmu, aeri-ya”

“gwaenchana~ umm, apa aku harus fitting gaun lagi?”

“tentu! Kris lagi di dalam, kau pasti suka dengan tuxedonya!” ujar Mrs. Wu senang, gadis itu hanya mengangguk pelan. Tak lama tirai pun terbuka, sesaat ia tertegun melihat pria dalam balutan tuxedo putih, sempurna.

“kau suka?’ bisik Mrs. Wu, “eh? n-ne…” jawabnya pelan.

“nah~ giliranmu aeri, umm, sekalian di make-up, okay?” pintanya pada salah satu stylish. Sambil menunggu aeri memakai gaun, Mrs. Wu kembali merapikan sedikit dasi kris dengan penuh senyuman, “aigo~ anakku memang paling tampan” ucapnya, dan hanya dibalas senyuman kecil darinya.

Sesaat ia terdiam, membayangkan jikalau gadis itu masih ada, berada didalam sana, memakai gaun yang indah dan nantinya berjalan menuju altar, mengucapkan janji suci sehidup semati, seandainya…

Ingatannya pun kembali pada saat-saat terakhir sebelum josephine pergi, saat gadis itu meminta satu permintaan terakhir padanya…

Flashback

Vancouver

Sudah memasuki minggu ketiga josephine dirawat dan kegiatanku masih tetap sama. Datang pagi hari dengan membawa sebuket bunga tulip, dan menemaninya seharian penuh. Beberapa suster yang sudah kenal seperti biasanya menyapaku, namun saat menuju kamar rawat, kulihat Ny. Liu duduk didepan dengan raut wajah sedih, namun tidak mengeluarkan air mata. “Mom…” Panggilku pada ibu josephine, wanita itu menatapku dengan senyum miris. “Hei kris…” Sapanya lemah.

“Josephine…dia baik-baik saja kan?” Tanyaku takut. Beliau hanya mengangguk pelan dan setelah itu pintu kamar terbuka, “kris, tadi dia mencarimu” ujar dokter yang tak lain dokter keluarga kami. Aku melihat Ny. Liu dan ia hanya mengangguk pelan.

Kulangkahkan kaki ke dalam ruang VVIP, terlihat sosok gadis berambut panjang indah masih terlelap. Wajahnya makin hari makin terlihat pucat, dan setiap melihat wajah lemahnya, selalu membuatku merasa bersalah, bersalah karena tidak bisa menjaganya dengan baik. Menjaga wanitaku, josephine…

 Disamping bantalnya kulihat banyak helaian rambutnya yang mulai rontok, efek samping dari kemoterapi. Kuusap wajahnya yang makin terlihat kurus, mencium keningnya lembut, membuat kedua matanya mengerjap pelan, “morning babe” ucapku, mendekatkan wajahku padanya, ia tersenyum. “Morning…sudah kau taruh bunga tulipnya?”

“Hmm, kau sudah makan?” Ia balas dengan anggukan kecil. “Kris…” Ucapnya yang lalu menggenggam tanganku, “yes?”

“Semalam aku bermimpi…eomma memberiku gaun pengantin, gaun yang indah…lalu aku berjalan di taman yang luas, dihiasi berbagai macam bunga lalu kulihat kau berdiri di sebuah altar kecil, memakai tuxedo, sangat tampan” ceritanya yang lalu menatapku. “…aku…mau memakai gaun itu kris, dan aku ingin melihat kau juga memakai tuxedo itu” pintanya penuh harap.

“Baiklah, biar nanti kusiapkan semuanya, dan aku akan menunggumu di altar nanti” ucapku lalu mengecup keningnya lembut.

Sesuai permintaannya, kini kami berada di taman belakang rumahku yang sudah dihiasi bunga serta altar kecil dan kondisi gadisku terlihat lebih sehat dan ceria, bahkan ia tak perlu memakai alat bantu pernapasan lagi dan memaksa untuk tidak memakai kursi roda.

Aku pun sudah siap dengan tuxedo hitam pilihannya dan tengah menunggunya yang sedang ganti baju di dalam. Lalu tak lama kemudian, dengan didampingi ibuku dan ibunya, ia keluar dari dalam rumah sudah memakai gaun pengantin pilihannya, aku tertegun melihatnya, dia begitu makin terlihat sempurna, senyum yang tulus, bisa kulihat ia begitu bahagia dan aku bersyukur masih bisa melihat gadisku memakai gaun tersebut, saat-saat yang kunantikan, saat kami berdua mengucap janji suci sehidup semati.

“mau memakai gaun yang sederhana pun, kau tetap terlihat mempesona” ucapku sambil mengambil alih tangan dan memeluk pinggangnya. “c’mon kris, ajak Josephine ke sana, aku sudah bawa kameranya” ucap ibuku. Sambil terus menatapnya, aku mengajaknya ke mini altar yang ada di tengah kebun, “I love you” bisikku mesra, ia mengusap dada bidangku, membenarkan letak dasi, dan masih sambil tersenyum ia mengecup kilat bibirku, “I love you too…thanks for everything, kris…”

“all for you, baby…” balasku dan mengecup bibirnya lembut.

Flashback end

“Kris?” Ujar Mrs. Wu membuyarkan lamunannya. “E-eh?”

“Aeri sudah siap” ujarnya yang lalu menarik tangan kris menuju tirai yang siap dibuka, sesaat ia tertegun melihat sosok gadis yang berubah drastis dari gadis tomboy menjadi begitu feminim. “photo time~” ujar Mrs. Wu memecah keheningan, aeri hanya diam menunduk, menyembunyikan rona merah wajahnya saat kris menatapnya diam, tak ia pungkiri jantungnya kembali berdegup kencang, apalagi saat kris mendekatinya, merengkuh pinggangnya agar lebih dekat dengan kris.

“relax, buat lebih real” bisiknya, suara bass pria tersebut terdengar begitu merdu di telinga aeri, dan makin membuat jantungnya bergedup kencang. Ada apa denganku?! kenapa malah makin gugup jika ia berada dekatku?! Apalagi saat tangannya melingkar di pinggangku, >.<

Aeri meletakkan kedua tangannya di dada kris, kedua matanya menelusuri garis tegas wajah kris, tatapan mata tajam yang selalu terlihat dingin, malah membuatnya makin larut menatap kris. “lebih dekat lagi” instruksi fotografer, dan kris makin mengeratkan pelukannya pada aeri, beralih menatap gadis itu dalam, bagai tersihir tatapan polos aeri.

“coba untuk angle yang lain, bisa kau peluk dari belakang?” arah fotografer tersebut, keduanya sempat bertatapan dan sedikit gugup aeri berbalik, bersamaan dengan kedua tangan kris melingkar di pinggangnya, makin membuat wajah aeri merah padam.

“okay, selesai, kalau sudah jadi akan langsung kami kirimkan, Mrs. Wu” ujar fotografer tersebut lalu meninggakan ruangan. “aku tunggu diluar, masih ada beberapa urusan yang harus diselesaikan” ujar Mrs. Wu dan ikut meninggalkan ruangan.

“kau ganti lebih dulu” ucap kris seraya mengendurkan dasi dan membuka dua kancing atasnya, melihat gerakan kris tersebut kembali membuat jantung aeri berdegup kencang, hanya gerakan sederhana namun gesture yang selalu dimunculkan kris selalu sukses membuatnya tertegun. “aeri?”

“e-eh! n-ne!” ujarnya lalu bergegas masuk ke ruang ganti. Aku bisa benar-benar kena serangan jantung kalau dekat dengannya terus! Batinnya.

Setelah urusan di butik selesai Mrs. Wu mengajak keduanya ke salon, tempat ia dan kris biasa menghabiskan waktu merawat tubuh dan hal tersebut kembali membuat aeri tercengang, cukup aneh baginya jika pria juga sering melakukan perawatan tubuh seperti ini -.-

Kris sendiri memilih ke bagian pria dan meninggalkan aeri bersama ibunya yang lebih dulu melakukan perawatan kuku. “kau tahu aeri, sejak dulu aku ingin punya anak perempuan, pasti akan lebih menyenangkan, bisa mendadaninya, sering mengajaknya ke salon seperti ini dan belanja sepuasnya…kris kadang suka tidak mau kalau aku ajak ke salon, tapi sekarang ada kau, jadi aku merasa punya anak perempuan lagi” jelasnya, aeri hanya tersenyum dan lebih banyak diam saat mendengar cerita Mrs. Wu tentang masa kecil kris, ada rasa senang yang berbeda yang ia rasakan, rasa bagaimana mempunyai seorang ibu…

“ah~ nanti kita harus sering-sering spa bersama, aeri, kau juga harus sering melakukan perawatan tubuh, arraseo?”

“ne, omoni…jeongmal gomawoyo” ucapnya sambil tersenyum tulus,

“mulai saat ini jangan pernah sungkan meminta apapun padaku, karena kini kau bagian dari keluarga kami”

***

Tak terasa hari berjalan begitu cepat hingga sampai pada hari dimana besok akan diberlangsungkannya pernikahan aeri dan kris. untuk upacara dan pesta pernikahannya sendiri mengambil tempat di luar kota seoul. Resort pribadi milik Wu’s Company.

“whoa~” decaknya berkali-kali melihat keindahan dekorasi altar tersebut. “kurasa keluargamu benar-benar persiapkan semua ini dengan matang” ucapnya seraya mengambil salah satu tangkai bunga mawar. Ia lirik pria disebelahnya yang sejak perjalanan tadi lebih banyak diam, namun bisa ia tahu raut wajahnya menyiratkan kesedihan.

“boleh kutakan satu hal padamu?” ucap aeri lagi, dan pria itu hanya diam menatapnya,

“cobalah untuk tersenyum, sekali saja, kau pasti akan merasa lebih baik” ujarnya,

“mwo?”

“kau itu kurang vitamin S!”

“vitamin S?”

“iya, vitamin SMILE! Cobalah untuk tersenyum, biar wajahmu tidak cepat keriput” ujar aeri gemas, karena merasa pria didepannya ini bagaikan zombie yang seperti hidup segan, mati tak mau. “ya~ apa maksudmu?!”

“tak ada maksud apa-apa, nikmati saja hidupmu saat ini, dan coba untuk tersenyum dengan tidak menyiksa diri dengan kebisuan itu” ucapnya yang lalu meninggalkan kris. “tsk~ gadis aneh!” cibirnya namun kembali terdiam. ia duduk di salah satu bangku disana dan menghela nafas berat. dari lubuk hatinya paling dalam, ia pun mengerti maksud perkataan aeri. Terakhir ia tersenyum dengan tulus pun ia lupa, kematian Josephine benar-benar membuat hidupnya makin kelam dan ia pun tak tahu harus berbuat apa.

apa yang harus aku lakukan, Josephine? jika saja aku diberi pilihan untuk mati…aku lebih memilih menyusulmu…apalagi harus menjalani pernikahan ini…

***

Wedding day

“Aeri?” Ujar yerim dan minyoung dari depan pintu ruang rias, gadis itu hanya tersenyum kecil dan menyuruh keduanya masuk.

“Whoa~ kau benar-benar berbeda! Pasti si boss akan terpana” canda minyoung, namun lagi-lagi gadis itu hanya tersenyum kecil dan kembali menunduk. Dalam hatinya ia masih belum percaya bahwa hari ini telah datang, ia pun bingung apa harus bahagia atau malah sedih? Bahagia karena menikah namun bukan pernikahan seperti ini yang ia inginkan.

“Aeri-ya, meski semua rencana pernikahan ini tidak dilandaskan rasa cinta, tapi aku berharap dengan cara inilah kau bisa menemukan jodohmu” ucap yerim,

“…semoga yerim-ah” balasnya pelan. “aeri?” ujar granny yang kini masuk ke dalam ruangan.

“umm, kami tunggu di depan ya, sehun sudah ada disana”

“hmm, chanyeol juga, good luck aeri-ya” ujar yerim yang lalu keduanya meninggalkan granny dan aeri di ruangan. “granny sudah sehat?”

“jauh lebih baik…” ucapnya dengan memasang senyum lega, ia mengajak aeri duduk di sofa dan menggenggam kedua tangan gadis itu erat, “kau tahu aeri, saat aku bertemu denganmu dan tahu kau kekasih kris, hal itu langsung membuatku tenang jika aku harus meninggalkan dunia ini sekarang”

“granny…jangan bicara seperti itu” sela aeri dengan kedua mata mulai berkaca-kaca. Granny tersenyum lembut dan mengusap pipi aeri, “tak lama lagi kau akan menyandang status baru, kau akan menjadi istri dari wufan…pesanku hanya satu, tetaplah menjadi dirimu apa adanya, jangan pernah hilangkan senyum dari wajahmu, karena aku yakin dengan keceriaanmu itulah, hidup kris bisa berwarna lagi…”

“tapi aku bukanlah siapa-siapa granny…apalagi melihat latar belakang hidupku…aku…hanya beruntung bisa bertemu kris” balasnya sambil menunduk,

“aku percaya kau gadis yang baik…tak peduli latar belakangmu bagaimana dan siapapun orang tua yang membuangmu, dia pasti menyesal, mulai saat ini, kamilah keluargamu” ucapnya yang lalu memeluk aeri erat, cukup membuat pertahanan gadis itu runtuh, dan menangis dalam pelukan dari seorang ibu untuk pertama kalinya. Inikah rasa dipeluk oleh seorang ibu? Granny… aku janji akan terus tersenyum dan berusaha untuk tetap membuatmu bahagia dengan melihat kris tersenyum lagi. Batinnya.

“aeri, sudah siap?” kini giliran Mrs. Wu yang masuk kedalam ruangan, “aigo~ kenapa menangis?” ujarnya yang lalu membantu aeri mengusap air mata di wajah aeri dan sedikit membenarkan make-upnya, “hehe, aku…hanya senang” balasnya sambil tersenyum manis. Mrs. Wu kini yang menatap aeri lembut, “jaga kris untukku, dan bahagiakan dia” pintanya,

“ne, pasti omoni” balasnya yakin.

Dengan diiringi yerim dan minyoung yang dipilih sebagai bridesmaid, mengantar aeri ke depan altar. Kris sendiri hanya bisa tertegun melihat aeri dalam balutan gaun pengantin, terlihat berbeda dan bahkan lebih cantik dibanding saat fitting baju tempo hari yang lalu, pikirnya.

Ia genggam kedua tangan aeri dan mulai mengucap janji suci. terbesit rasa sedih dan kecewa dalam hati kris, mengingat bukan gadis yang selama ini ia cintai yang ia nikahi, maafkan aku, josephine…

“Silahkan mencium istrimu, kris” ujar pendeta. Sontak aeri menatap pria itu kaget, aeri pabo! Harusnya kau tahu kalau harus…ciuman… Aish! Ciuman pertamaku!!  Batinnya panik, namun perlahan tapi pasti, kris mendekatkan wajahnya pada aeri, memandang lamat wajah gadis yang kini resmi menjadi istrinya. Aeri pun refleks menutup kedua matanya, meski jantungnya kian berdegup kencang dan kedua tangannya yang makin memegang tangan kris kencang, hingga terasa sentuhan lembut bibir kris mendarat di bibirnya, first kiss.

Bersamaan dengan ciuman yang kris berikan, tepukan riuh menggema keseluruh ruangan. Aeri hanya bisa terdiam, bibirnya kelu jika mengingat ciuman lembut dari kris. Dilihat ekspresi kris yang tetap terlihat dingin malah membuat rasa senang yang muncul tadi hilang sesaat, hanya pernikahan kontrak aeri, hanya itu… Batinnya kembali mengingat tujuan dari pernikahan ini.

Pesta pernikahan berlangsung amat meriah, namun sama sekali tak terlihat raut bahagia dari pasangan tersebut. Aeri lebih banyak diam dan hanya tersenyum saat ada tamu yang menghampirinya. “Aku cari udara segar sebentar” ucapnya pada kris lalu bangkit dari duduknya.

“Haaah~! Pakaian dan sepatu yang menyiksa!” Gerutunya setelah berhasil keluar gedung dan duduk di balkon yang sepi, ia lepas heels setinggi 10 senti yang menurutnya bisa membunuh anjing dalam sekali itu (˘_˘”)

“Aku bersumpah tidak akan pernah pakai sepatu ini lagi!” Ujarnya lagi gemas namun kembali menghela nafas berat, serasa beban dalam hatinya kembali terasa berat. Ia pandang cincin bermata yang kini melingkar dijari manisnya, cincin yang menandakan ia sudah menikah. Haruskah aku ikut senang dengan pernikahan ini? Meski semua ini hanyalah pernikahan palsu… Batinnya dan terus menghela nafas berat.

“Kau akan cepat tua kalau terus menghela nafas seperti itu” celetuk seseorang dari belakang, mendengar suaranya cukup membuat jantung aeri kembali berdegup kencang. “Y-ya~ Apa maksudmu?!” Ujarnya tanpa melihat kris. Pria itu hanya tersenyum kecil dan duduk disampingnya.

“Kenapa kesini?”

“Tsk~ apa kata ibuku kalau aku tidak bersamamu saat ini?!”

“Kubilang kan hanya mencari udara segar!”

“Ayo pulang! Aku lelah” ujarnya yang lalu kembali beranjang bangun. “Ya~ kris tunggu~” ujarnya kembali kesusahan memakai heels tersebut.

@ Wu’s Resident

“Nah~! Ini kamar kalian” ujar mrs. Wu sambil mengantar aeri dan kris ke kamar tamu yang sudah didekor oleh dirinya sendiri. “Mom, kenapa harus pakai kamar ini?”

“Kamarmu masih harus dibereskan, lagian kamar ini lebih besar, biar kalian lebih leluasa!” Candanya, namun aeri hanya bisa diam sambil menundukkan wajahnya.

“Ta da~! Aeri, kau suka?!” Ujarnya setelah membuka pintu, kamar khusus pengantin dengan lampu yang cukup remang serta kasur yang dihiasi sepasang boneka teddy bear memakai baju pengantin serta bunga mawar yang ada disetiap sudut ruangan, cukup romantis! “Whoa~ kamar ini benar-benar…besar” ucapnya kagum, sibuk mengamati detail kamar tersebut, sedangkan kris, dengan malasnya membuka jas dan langsung duduk di pinggir kasur.

“Ah! Satu lagi” ucap Mrs. Wu seraya mengeluarkan amplop dari tasnya, “sebagai hadiah khusus dariku, aku sudah siapkan tiket perjalanan khusus honeymoon!”

“M-mwo?! Omoni tidak usah-“

“Eyyy~ jangan sungkan aeri-ya~ biar kalian lebih konsentrasi buatkan cucu untukku” ujarnya cuek, sontak kembali membuat pipi aeri merah merona.

“Daaaan, tujuan honeymoon kalian ke… BALI~!”

To Be Continue

Seperti biasa harap maklum kalo masih ngerasa kependekan, sengaja mau dipanjangin pas honeymoon~ kkk, moga puas deuh~ gomawoooo~ *tebar alpaca buat reader*

69 thoughts on “Crispy Wifey~! | Part 5

  1. magnaelover berkata:

    First kah ?? Wih !!!
    Finally keluar juga ini part !!!! Kyaaaaaaaaa menikah ! Honeymoon honeymoon honeymoon *semangat45
    Xiumin please jangan jadi obat nyamuk -_-
    Kris hatinya rada luluh dikit kek, kesian aeri😦
    Semoga bahagia dan cepet bikin anak😀
    Ayo thor !!! Jangan lama” ya part 6nya kekeke pengen tau mereka dibali ngapain aja hahahaha *smirk

  2. akgir y merwka sah juga jadi suami istri……
    tu kris y pas nikah senyum dikit kek walaupun ngak ngehendakin pernikahan y ya senyum dikit lah……
    ngak sabar nunggu pas honeymoon y gmn,,,, mereka kan ngak saling cinta jgn2 yg ada mereka berdebat mulu deh….
    xiumin masi blm bisa nemuin aeri berarti nanti pas ketemu aeri status y dah beda,,,,, kapan kris y ngerasain cinta ke aeri jgn dingin mulu……
    Lanjut….

  3. Ko saya aga sedih ya baca part ini..kasian sama aeri, si kris dingin banget sikapnya ke aeri..ckck kenapa si kris punya ide bikin kontrak coba..kyanya cuma aeri aja nih yg berkorban htinya..si kris mah cuek bebek..xiumin cepet2 muncul aja deh di kehidupan aerin.biar si kris sadar tuh..jgn so cool😀 bakal seru deh kalo si xiumin dah muncul..kyaaaaaa honeymoon..ga sabar nunggu part honeymoon’a..ditunggu part selanjutnya ya,smoga lebih panjanggggggg lagi part 6 nya.

  4. Ih, Kris nyebelin ih. Bikin rusak suasana ih. Walaupun bohongan kan Aeri juga cewek Kris. Menurut lo kayak apa itu perasaannyeeeee -_-” untuuung aja skinshipnya udah ditambahin #eaaa penonton senaaaang hahaha xD
    Itu si Yerim lebai banget sih, main bilang hamil aje, udah tau tmnnya ga punya pacar ckckck -_-
    Xiumin oppa~ ga usah dicari Aeri nya, mau nikah tuh anaknya, mau honeymoon malah (berharap makin banyak skinship) cari yg masih single aja~ sini jagain aku #plak hahahaha

  5. akhirnya keluar juga…
    suka bgt ma part ini.. Kris buka hatimu lagiii.. udh ada Aerii… kasian Aerina tuhh.. ntr dtg Xiumin rebut baru tau rasa u Kris.. kehilangan tuk kedua kalinya.. ga mau kan?? hahaha
    peran Xiumin koq dikit bgt eon??? hehehe
    Sedih liat Aeri yang ga punya keluarga.. pas pelukan ma Grany Kris.. hueeeehueee TT.. pi sekarang untung keluarga Kris menerima Aeri apa adanya.. yeyeye… part selanjutnya ditunggu bgt.. honeymoon diBALIIII… bakalan dapat cucu ga yahh Mrs. Wu na?? hahaha
    janji eon part selanjutna panjangkan cerita AeKrisna.. hehe
    ohya eon pas Aeri pergi cari udara segar aku kira Kris mau ngmg apa gtuu.. ternyata ajak pulang.. wkwkwk

    eon ada buat ff RinKyu ttg Breaking Down Part 2 ga??? kayak kmrn Eon.. Eon kan suka Cullen tuhh.. hehehe
    ditunggu dahhh lanjutanna.. semngat selalu eon buat ff AeKris..

  6. KEBIASAAN!! -__________-
    Agak miris dah liat si aeri ditttt.. Kasiaann😦
    Si kris hidupnya gak move on amat sihh.. Move on donk! Wkwkwkwk
    Terus si granny nya beneran sakit gak sih tuh??
    Min seok kasian nih nyari2 aeri gak ketemu -_____-

  7. Shae rin berkata:

    Ae-kris ciuman, , ,kyaaa 3x. . .

    Haa, , bali, , kampung halamanku, ,
    ehm, , nginep’a di ALAMANDA gretek aja yah, , biar bsa ktmu kris, , hahaha, *ngarep*

    buatin cucu untk mrs.wu?, , kya’a mustahil dah oenn, ,

    next chap lebih pnjang ya?, ,

  8. taeminuna berkata:

    Kris terlalu dingin,tunggu aja saat2 xiumin datang dan mencoba ngambil aeri dari kris *evil laugh*
    Perjuangan banget aeri kalo mo nyoba ngeluluhin hati kris..

  9. mydreamkyu berkata:

    ya kok pendek ffnya chingu, bacanya kurang puas nich…tp ikutan seneng akhirnya kris ama aeri nikah meskipun mereka nikah kontrak smga menjadi pernikahan seumur hidup…
    next part jgn lama2 klu bs yg panjang ya…

  10. Purple Egg berkata:

    ditaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa……………………………………………. /megap2, sesek napa/ ;AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA;
    why so fast??? why?? /cries/ ;___;
    ya ampuuuuuunnn, aduh aduh aduuuuuuh…. >.<

  11. Chava berkata:

    Kris batu bgt sih –” dingin banget jadi orang, bikin geregetan aja hahaha
    Semoga Aja dengan adanya honeymoon itu(?) kris bisa sedikit sedikit berubah *aaaammiiin* semangat deh buat honeymoonnya (????)

  12. huaaaaa they finally married..huaaahuaaa /heboh sendiri/slap/ haha
    honeymoonnya ke Bali??? hihi🙂 tp gk bkal berarti apaapa klo mreka pulang gk bawa oleh” buat eomonim haha😄
    and i think xiumin will be third person between ’em kkekeke
    krisssssss,,,buka hatimuuu bukalah sedikit buat aeri eiiiii~ kesian kan didinginin*?* truss😦
    huaaaa cannot wait for the next chap, gidarilkke😀

  13. veelf berkata:

    finally aekris got marriage :*
    kyaaa aku kok ikt sedih yaa waktu kris bikin kontrak nikah nya u,u
    eyy itu aeri mulai suka yaa sama si kriss ? ciee

  14. JJFact10 berkata:

    Huwoahh…. :O
    Sukaa… Sukaa… Sukaa…

    Iya eon… Masih merasa kependekan… Walau sebenarnya udah panjang sih. Hahha😀

    Tp sebenernya… Kasian ama aeri… Krisnya jd tmbh dingin + cuek… Karena ingat ma jesephine… T_T.
    Btw, Aeri fighting! Buatlah Kris tersenyum n jatuh cinta padamu!!! (ʃƪ˘˘ﻬ)~ Hhoho…

    Ditunggu next part-nya ya eon… “Honeymoon at Bali Island!”. (˘▿˘ʃƪ). ㅋㅋㅋㅋ
    Gomawo (ʃƪ˘˘ﻬ)~

  15. Aaaaaaaaaaaa knpa tebeceeeeeee???? Ini kan lg seru2nya,, pasti abis ini adegan romantisnya banyak deeeeehhh,,, heeeeemmmm
    Eh tp secara si krissnya dingin gtuuu??? Heeeemmm

    Nah nah naaaaahhhh kapan aeri ketemu xiauminnya??? Pasti aeri galau n kriss bru sadar benih2 cintanya deh,,

  16. BALI… BALI… BALI
    bca next selanjutnya ahh~ penasaran
    tetep oke dah FFnya oennie ^^
    kapan Xiumin keluar.. saya suka cinta segita
    ada cinta segitiga kan Oen?! #keppo

  17. Ling_Key berkata:

    Akhirnya married juga, daritadi aku mikir bukannya Josephine itu nama tengah amber y? Tapi potonya kok vic eonnie y? Tapi gpp tetep suka kok critanya

  18. Kyuismine berkata:

    Ya ampun.. Kalo inget tujuan utamanya nikah sma kris itu cuma kontrak doang kasian bngt aerinya😦

    gimna kelanjtan cerita nya stelah pernikahan??
    Smoga aeri ngk tambah sakit hati lagi.

  19. Nieza Kim berkata:

    kasihan ya Josephine..😦
    .
    Mataku ikut berkaca-kaca saat granny bicara dengan aeri sebelum pernikahan dimulai.. Sedih banget..
    Ga tau apakah harus bahagia atau sedih karena pernikahan itu.. *galau*

  20. oh-sendal berkata:

    ekspresi Kris itu semakin dingin semakin ganteng ♉(- .̮ – )♉
    beneranya orang tua semangat buat Kris nikah, tapi kasih pihak Aeri menurut aku sih ._____.

  21. *tangkep alpaca dari author* kkk~
    Hyaaaa itu first kiss ? Bukannya waktu aeri jadi fake girlfriend sebelumnya pernah kris cium yg pas ibu nya liat di ruangan kris ??
    But, over all … DAEBAK !

  22. Robinxhinkyuarchibald berkata:

    Krisss jarang loh ce kya aeri yg mo married ma org yg dy tw gag ska ma dy.. N smga tao bsa nmnin aeri biar dy ga bt nghadepin kris..
    N kris smga prnkhn’a awet,.
    Trus honeymoonnn’a ke bali lgi, aknkah mrka br2 make a baby dsna.. Pnsrn bca part’a slnjt’a

  23. nurhasanah berkata:

    Omoooo Bali,,, wowwww daebak
    Kekkekekek
    Kya di drama a thousand kisses haneymoon nya ke Bali,, kekekekek tpi gk jdi hiks
    Woowww eonni daebvak daebak daebak,,,,, lanjut Ɣå媪 eonni kekekekek

  24. @depiiLA12 berkata:

    aaaa..
    Aku ga kebagian tempat komen nh ottokhae?😀
    abs feel.a dpt bgd
    jd laris deh tmpt komen.a panjg bgd
    aku harap part selanjt.a lebh daebak !:)

  25. raraa berkata:

    Mereka beneran menikah , tp knp kris harus membuat perjanjian seperti itu,

    Apa kris beneran gag bisa ngelupain mantan pacar nya itu , makanya sampai buat perjanjian kayak gitu

  26. hankimsworld berkata:

    Ck! Kris ngertiin dikit kek..
    Memang susah buat lupain ex’a tpi seengga’a ngertiin perasaan’a aeri,n itu first kiss’a lho!!

    Ck! Next part deh..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s