Crispy Wifey~! | Part 7

aekris3 copy

| Part 1 | Part 2 | Part 3 |Part 4 | Part 5 | Part 6 |

“ada satu hal yang ingin kukatakan padamu”

“eomma juga sayang…ada kabar baik untukmu”

“kabar baik?” tanya aeri tidak yakin, “ada seseorang yang mencarimu”

“eh? nugu?”

Baru kim ahjumma membuka bibirnya, pintu kamar rawat terbuka lebih dulu, sosok pria chubby dengan membawa sebuket bunga serta keranjang buah… “ahjumma…” panggilnya, namun seketika terhenti saat melihat gadis yang wajahnya tak asing baginya, tak banyak yang berubah dari gadis itu dan ia masih bisa mengenalinya dengan jelas, aeri.

“a-aeri?” ucap xiumin perlahan mendekat. “dia min seok, aeri…kau pasti masih ingat kan?” ucap kim ahjumma, aeri masih diam mematung. Tak percaya pria yang sejak dulu ia tunggu kedatangannya, pria yang paling dekat dengannya, ia anggap sebagai kakak yang ia yakini bisa melindunginya.

“m-min seok…oppa…”

***

“sudah lama minseok mencarimu, aeri…eomma tidak bisa membantu apa-apa, karna kau sudah pindah lagi” ucap kim ahjumma, aeri masih terdiam, begitu juga dengan xiumin yang terus menatapnya, antara terkejut dan juga senang.

“aeri?”

“e-eh! Ne eomma?!”

Kim ahjumma tersenyum lembut dan mengusap punggung tangan aeri. “baiknya kalian bicara berdua, sepertinya banyak yang ingin minseok katakan padamu” ucapnya sambil melihat kearah min seok yang kini terlihat canggung.

Cafeteria rumah sakit

Aeri masih duduk diam sambil menatap jemarinya dibawah meja yang tidak bisa diam. gugup yang ia rasakan saat ini. sekian lama tidak bertemu dengan pria yang dulu ia anggap kakak, membuatnya canggung. Selama ini pun aeri berusaha untuk melupakan min seok dalam hidupnya, beranggapan bahwa ia selamanya akan selalu sendiri…

“cukup lama tidak bertemu, aeri…” ucap xiumin memulai pembicaraan. Aeri hanya tersenyum kecil, masih ada rasa kesal dalam hati kecilnya, jika mengingat dulu min seok pergi begitu saja tanpa mengucapkan kata perpisahan.

“sampai saat ini aku belum sempat minta maaf padamu…harusnya aku pamit padamu waktu itu, mianhae aeri” lanjutnya lagi. “…gwaenchana…kalau waktu itu kau pamit padaku, aku pasti tidak mengizinkan kau pergi” ucap aeri sambil berusaha memasang senyum paling manis yang ia punya. Xiumin menatap dalam gadis dihadapannya itu. Gadis yang dulu selalu terlihat tomboy dan rambut yang selalu dipotong pendek, kini berubah menjadi gadis manis.

“aeri…kau masih menganggapku keluargamu kan?”

“tentu oppa…selamanya kau kakakku” balas aeri, “kau…tidak akan pergi lagi kan?” harapnya,

“ahni…aku memutuskan untuk menetap disini”

Banyak hal yang ingin xiumin katakan, namun seketika lenyap begitu saja saat aeri benar-benar berada dihadapannya. Ada rasa yang berbeda saat ia menatap aeri saat ini dibanding saat mereka masih kecil dulu…

Malam harinya…

“aku antar kau pulang”

“t-tidak usah oppa”

“tak apa, biar aku tahu dimana kau tinggal” balasnya, seketika aeri bingung, tujuannya hari ini bertemu dengan kim ahjumma adalah untuk memberitahu mengenai kabar pernikahannya dengan kris, namun saat tahu terjadi hal seperti ini…rasanya enggan jika xiumin tahu kalau kini ia sudah menikah.

“umm…oppa bisa menghubungku kalau mau ketemu, karna aku masih ada urusan setelah ini” ucapnya bohong, meski tidak yakin, namun xiumin pun tidak bisa memaksa dan setelah menyimpan nomor ponsel aeri, ia pun mengantar aeri hingga ke terminal bus depan rumah sakit. “hati-hati aeri, kalau ada apa-apa kau bisa hubungiku” ucapnya dan hanya dibalas senyuman dan anggukan kecil dari gadis itu sebelum naik bus.

***

Yerim’s apartment

“how’s the honeymoon?”

“eh?”

“biar kutebak, kalian disana…tidak melakukan apapun?” ujar yerim dan kembali aeri hanya memasang tampang polosnya, “astaga~ kau sudah menikah aeri! Perlukah aku jelaskan lagi?!”

“i-iya, tapi ngapain?”

“ugh! Lupakan! Lalu sekarang apa yang sedang kau pikirkan lagi?!” ujar yerim jengah dengan ‘kelambatan otak’ temannya yang satu ini.

“banyak…” balasnya lesu, menaruh wajahnya di meja lesu. Banyak hal yang berkecamuk dalam benak hatinya. Masalah pernikahan hingga kehadiran min seok lagi. “yerim-ah…kau masih ingat ceritaku tentang anak lelaki kecil yang pergi ke china saat kami masih di panti?”

“anak kecil? Yang pindah ke china? Yang namanya min seok?”

“ne…dia kembali”

“jinja?! Kau sudah bertemu dengannya?!”

“Ne, tadi di rumah sakit…selama ini dia mencariku…”

“Lalu, masalahnya?”

“Tadinya aku berniat mau beritahu pernikahan ini pada eomma, tapi…saat tau dia kembali…entah kenapa aku lebih memilih untuk menyembunyikannya” jelasnya.

“Aeri…”

“Hn?”

“Apa kau menyukai kris?” Tanya yerim, seakan tahu isi hati gadis itu. Aeri diam sejenak, dan kembali teringat ucapan kris saat di bali kemarin. Ia menyukai kris, namun melihat kenyataan kris masih belum bisa melupakan josephine, ia berusaha mengubur perasaan tersebut, sebelum terjerumus lebih dalam.

“Kau menyukainya?”

“Mollayo…tapi aku harap dengan kembalinya minseok oppa…masalah ini bisa cepat terselesaikan” balasnya, meski tidak yakin.

***

Next day, The moon cafe

Suasana cafe kembali berjalan seperti biasa, hanya sedikit terlihat berbeda saat setiap aeri melakukan pekerjaannya…

“Aeri-ssi, biar aku saja” ujar youngmi, salah satu waitress yang langsung mengambil nampan berisi piring kotor, “e-eh, tapi..” Sebelum ia menahan, dengan gerak cepat youngmi langsung kembali masuk ke dapur.

Aeri beralih menuju meja pelanggan yang baru datang, namun lagi-lagi didahului oleh minyoung yang mengambil alih pesanan. Ia kembali di balik meja kasir, mengambil lap dan mulai membersihkan beberapa meja kotor. Namun lagi-lagi pekerjaanya diambil alih oleh jinwoo. “Y-ya jinwoo, itu-“

“Biar aku saja noona” balasnya dan sedikit mendorong tubuh aeri ke pinggir ruangan.

Seharian penuh semua pekerjaan aeri selalu diambil alih semua pegawai yang ada, hasilnya, ia hanya bisa duduk sambil memasang wajah kesal melihat semua pekerjaannya diambil alih. “ya!” jengahnya,

“waeyo aeri?”

“kalian ini kenapa?!”

“kami? Memang kami kenapa?” balas jinwoo, pura-pura tidak mengerti. Aeri memutar kedua bola matanya jenuh dan melipat kedua tangan di dada. “jangan lagi ambil pekerjaanku!” ujarnya dingin.

“Aeri-ya~ bagaimana bisa kita membiarkanmu yang notabenenya sekarang adalah nyonya besar pemilik cafe ini tetap kerja seperti kami” sela minyoung.

“Aish! Apa bedanya eonni?! Jangan juga anggap aku ini nyonya besar!”

“Tapi ini perintah dari mertuamu”

“M-mwo?!”

“sudahlah aeri, memang seharusnya kau tidak kerja disini” lanjut minyoung, aeri hanya bisa diam, pasrah karena kata apapun yang keluar dari bibirnya tidak akan mempan merubah pendirian mereka. “terserah! Aku pulang” gerutunya kesal lalu keluar pantry. Sesaat melihat ke ruangan kris diatas lalu kembali keluar café, sejak pagi tadi ia sama sekali tidak melihatnya, pria itu pun tak bilang sepatah katapun padanya kemana ia pergi.

“aish! lupakan aeri! Jangan peduli apa yang ia lakukan!” ujarnya menasihati diri sendiri.

Aeri kembali mengeratkan jaket tebalnya, cuaca seoul terasa makin dingin ditambah lagi sisa-sisa salju kemarin malam yang masih ada. Ia pun baru menyadari kalau sebentar lagi natal akan tiba. Sesekali melihat sekeliling pertokoan yang penuh dengan ornament natal. Natal tahun ini…apa bisa lebih berkesan? Batinnya. Dalam hati kecilnya berharap bisa melewati hari tersebut bersama dengan pria yang kini berstatus suaminya, meski ia tahu ia tidak bisa berharap lebih.

Seumur hidupnya, ia hanya merayakan natal dalam panti, berdoa bersama dan berbagi makanan sederhana didalam sana. Tidak pernah ia mendapatkan kado natal, hanyalah kartu berisi ucapan dan harapan dari seluruh anak-anak panti, namun dengan hal sekecil itu pun amat berkesan untuknya, karena dengan itulah, mereka bisa mengetahui makna natal sebenarnya.

Tak jauh dari tempat tinggalnya, aeri terhenti sejenak saat melihat sosok makhluk kecil dipinggir jalan, “omo~! Kenapa sendirian disini?!” ujarnya khawatir dan mengangkat mangkuk kecil yang terdapat anak kucing didalamnya. Kucing dengan mata yang penuh kotoran sehingga tidak bisa membuka matanya, hanya bisa mengeong lemah, reflex jiwa penyayang kucingnya kumat dan tanpa berpikir panjang langsung ia bawa kedalam rumah.
tumblr_mc4mb0Vzqf1r7ek51o1_500_largeSesampainya di rumah, ia ambil handuk serta kapas yang diberi air hangat dan dengan telaten membersihkan kucing tersebut. Tak lupa juga ia berikan susu hangat dan untungnya kucing tersebut meminumnya dengan lahap.

“kasihan… kau pasti kehilangan ibumu,huh?” ucapnya sendiri sambil mengelus anak kucing tersebut. “umm…kau kuberi nama…tiga, dan mulai sekarang ini rumahmu” lanjutnya lagi yang lalu membawa tiga, nama kucing tersebut –karena warna bulunya belang tiga- kedalam pangkuannya.

***

Wu’s corporation

“pikirkan kembali ucapanku tadi, kris” ucap Mr. Wu, sesekali menyesap kopinya di lounge dalam ruangan kantornya. “tapi bagaimana dengan café?”

“kau masih bisa mengontrolnya, lagipula sekarang sudah ada aeri, aku yakin ia bisa membantumu” lanjutnya, kris kembali diam. inilah hal yang paling tidak ia sukai, menjadi penerus di perusahaan besar ayahnya yang lambat laun harus ia jalani.

“aku tidak memintamu untuk terjun langsung dalam perusahaan ini, tapi secara perlahan, mulailah belajar mengenai perusahaan ini” lanjut Mr. Wu lagi. Dalam benaknya ia bisa mengerti maksud ayahnya. Lahir sebagai anak tunggal dari keluarga terpandang pasti hanya ia yang menjadi pewaris tunggal perusahaan, meski ia tidak berminat dalam bidang tersebut dan mendirikan café adalah salah satu cara untuk menghindar dari ajakan ayahnya untuk bergabung dalam perusahaan.

“akan kupikirkan lagi” balasnya. Mr. Wu tersenyum dan mengangguk kecil, “pulanglah, istrimu pasti sudah menunggu” ucapnya, kris hanya mengangguk pelan lalu membungkukkan tubuhnya, pamit sebelum keluar ruangan.

Saat perjalanan pulang, ia baru menyadari bahwa sebentar lagi natal akan tiba. Dan satu hari sebelum natal lima tahun silam adalah hari terburuk baginya, hari dimana Josephine pergi untuk selama-lamanya.

“manager kim?” ucapnya lewat telfon,

“ne, sajangnim?”

“seperti biasa, pesankan aku tiket ke china”

“baik, untuk keberangkatan tanggal 23?”

“ne…untuk dua orang” ucapnya yang lalu memutuskan telfon tersebut.

***

Aekris apartment…

“Aeri?” Panggilnya, melihat keadaan rumah sepi, namun seluruh lampu menyala. Ia taruh sembarang tasnya dan merebahkan diri di sofa, kemana gadis aneh itu? Batinnya. Tak lama kemudian, ia mulai merasakan hal yang sedikit aneh, lengannya mulai terasa gatal, disusul oleh bagian tubuh lainnya. “Ke-kenapa jadi gatal gini-hua-huatchiiiim!!” Tak hentinya kris bersin-bersin dan menggaruk kulit putihnya yanbg kini jadi memerah, ia periksa sofa, namun tidak menemukan apa-apa hingga matanya tertuju pada sosok makhluk mungil berbulu yang tidur di pojok sofa. “I-ini… PARK AERI!!!”

“Ne?”

“YAH! Kenapa ada makhluk menjijikkan itu disini?!” Bentaknya sambil terus menggaruk serta bersin-bersin. Aeri yang habis kembali dari membeli peralatan untuk peliharaan barunya hanya menatapnya bingung. “Kau kenapa?”

“Buang binatang itu!”

“Y-ya~ dia masih kecil kris! Induknya hilang jadi aku yang merawatnya”

“Persetan dengan semua itu, sekarang buang makhluk itu!” Ucapnya makin kencang, lalu masuk ke kamarnya dengan membanting pintu kencang. Aeri menatap lesu tiga yang masih tetap tidur. “Apa dia alergi binatang?” Pikirnya, namun segera memasukkan tiga ke dalam kandang yang baru ia beli, dan membersihkan sofa hingga benar-benar bersih dari bulu kucing tersebut.

Ia taruh kucing didalam kamarnya dan menunggu dengan cemas. “k-kris…gwaenchana?” ujarnya sambil menempelkan daun telinga di pintu kamar kris, tak ada jawaban. “kris?” panggilnya sekali lagi namun tetap tak ada jawaban. Ia pun beranikan diri membuka pintu, mencari sosok pria tersebut, dan dilihatnya masih sibuk menggaruk tubuhnya yang shirtless. Cukup buat aeri tertegun meski disaat tegang seperti ini.

“k-kris”

“buang binatang itu!” balasnya dingin, perlahan aeri mendekat dan terlihat jelas hampir seluruh tubuh kris memerah, begitu juga wajah tampannya. “mianhae…aku tidak tahu kalau kau alergi kucing” sesalnya, kris hanya melihatnya datar lalu beranjak mengambil bedak tabur, menyerahkan pada aeri, “taburi di punggungku” ucapnya,

“eh?”

“cepat! Kau tak tahu rasanya ini sangat menyiksa” gerutunya, aeri hanya diam dan perlahan menaburi bedak tabur ke punggung kris. ini kali pertamanya ia bersentuhan lagsung dengan seorang pria, dan tak bisa ia pungkiri jantungnya berdegup kencang dan pipi merah merona. Sesekali aeri mengusap punggung kris, berharap bisa membantu menghilangkan gatal. “mianhae” ucapnya pelan. Namun pria itu tetap tidak menjawab.

“apa mau kucarikan obat?”

“tak usah, kau bisa keluar” balasnya lagi tanpa mau menatap wajah aeri. “ne” balasnya lesu lalu keluar kamar.

Aeri menghempaskan tubuhnya di kasur sambil menghela nafas berat, kedua matanya tertuju pada kucing kecil yang kini tengah seru bercanda sendirian dalam kandang. Ia tersenyum kecil dan mengeluarkan kucing tersebut, menaruhnya dalam pelukannya. “kau lucu, tapi kenapa dia membencimu? Mianhae tiga-ya…sepertinya aku harus kembali membuangmu, kau tidak bisa tinggal disini” lirihnya sambil mengusap pipi kucing itu. Perlahan matanya pun berkaca-kaca. Kelemahannya hanya satu, paling tidak bisa melihat binatang terlantar, terutama kucing. Apalagi ia menemukan kucing tersebut dalam keadaan yang kehilangan induknya, makin membuat rasa simpatinya makin besar. “mianhae…” ucapnya parau dan memeluk kucing tersebut hingga tertidur.

Diam-diam kris melihatnya dari celah pintu yang terbuka sedikit. Melihat wajah sendu aeri membuat hatinya kembali bergejolak. Merasa tidak ingin melihat gadis itu sedih. Aish! jangan tunjukkan mimic wajah seperti itu, gadis aneh! Batin kris, perlahan membuat hatinya luluh. Ia rapatkan kembali pintu kamar aeri dan kembali ke kamarnya.

Keesokan harinya, aeri bangun pagi-pagi, ia sempatkan mencari obat untuk menyembuhkan alergi. Dan dengan informasi yang –seadanya- ia dapatkan, ia buatkan sup rumput laut yang dengan perjuangan juga tentunya saat membuatnya, entahlah rasanya seperti apa, karna ia sama sekali tidak mencicipinya.

“o~ kris, kau masih gatal-gatal?” ujar aeri saat melihat kris kelur dari kamarnya, dan tubuh pria itu masih sedikit merah-merah. “ne! wae?!”

“aku buatkan sup, mungkin bisa menyembuhkan, ini…” balasnya sambil tersenyum lebar. Kris melihat aeri sejenak dengan tatapan datar lalu beralih pada semangkuk sup yang…penampilannya saaangat abstrak. “ini namanya sup?!”

“n-ne…apa kau tidak suka?” tanyanya dengan wajah polos, yang kembali membuat kris mengurungkan niat untuk mencela masakannya. Pria itu mendengus pelan lalu duduk, mulai memegang sendok, meski ragu ia tetap memasukkan sesuap sup tersebut kedalam mulutnya…

Ini makanan?! apa gadis ini benar-benar tidak bisa masak?! Batinnya, meski tidak enak, namun ia tetap memaksakan diri untuk menghabiskan sup tersebut, karena aeri terus memperhatikannya dengan mata berbinar, berpikiran bahwa ia berhasil memasak! “aku kenyang!” ujarnya menyingkirkan mangkuk tersebut, semoga habis ini tidak ada  penyakit lain yang muncul karena makan masakannya batinnya lagi. “whoa~ kau tau kris, ini kali pertamanya aku memasak” ucapnya riang kebalikan dengan kris yang hanya menatapnya datar dan dengan tatapan pantas-saja. -..-

“hari ini kau ke café kah? Sepertinya aku sedikit terlambat”

“wae?”

“aku mau menaruh kucing itu ditempat penampungan” ucapnya dengan nada sedikit menurun, membuat kris merasa tidak enak hati. Kris menghela nafas pelan, lalu berkata, “kuizinkan dia tinggal disini-“

“be-benarkah?!” ujarnya langsung berubah dengan wajah berbinar,

“tapi dengan syarat… kucing itu diluar atau hanya boleh di kamarmu saja, kau juga harus sering bersihkan rumah ini dengan vacuum cleaner, arraseo?!”

“ne! aku mengerti! Gomawo kris!” ujarnya reflex memeluk lengan kris, “e-eh, mianhae…” segera ia lepas pelukannya sambil menunduk. “satu lagi…kemasi barangmu, besok kita ke china”

***

Aeri hanya bisa diam sambil terus melihat pemandangan kota Beijing menjelang malam hari. Ini kali pertamanya pula menginjakkan kaki di negeri berpenduduk terbesar didunia, China. Ia pun tak tahu apa maksud dan tujuan kris mengajaknya ke Beijing, karena sedari tadi pria ini hanya diam, namun bukan diam biasa, ada hal yang sepertinya ia sembunyikan dan itu membuat aeri penasaran tentunya.

Mendengar nama china juga membuat aeri kembali ingat min seok. Sedang apa pria itu sekarang karena setelah pertemuannya, min seok hanya beberapa kali menghubunginya. Dan setiap mendengar lagi suara min seok, tak bisa ia pungkiri rasa senang dalam hatinya. Ia merasa keluarganya telah kembali.

Setelah menempuh perjalanan selama tiga puluh menit, sampailah keduanya di rumah mewah yang berada dipinggir kota, kawasan yang jauh dari hingar-bingar kota china yang tak pernah padam. Dan sekali lagi aeri hanya bisa mendecak kagum melihat rumah tersebut.

“ini rumah siapa?”

“granny…dulu kami sempat tinggal disini” jelasnya singkat dan berjalan lebih dulu. Rumah yang hanya dihuni oleh pelayan terlihat damai dan sepi. Saat masuk ke dalam ruang tamu, berbagai foto kris kecil terpajang disana dan menarik perhatian aeri tentunya. Ia hiraukan kris yang jalan lebih dulu dan memilih melihat berbagai foto. Senyum pun terurai dari bibirnya saat melihat kris kecil tersenyum riang. Dari kecil memang sudah terlihat tampan.. batinnya.

Dan matanya pun tertuju pada satu bingkai foto paling besar di meja tersebut. Foto gadis cina berambut panjang dan cantik, terlihat tersenyum riang, ia tahu betul siapa gadis itu dan jauh dalam lubuk hatinya, ia merasa…cemburu. apalagi melihat kumpulan foto kris bersamanya yang terlihat begitu mesra. Senyum pria itu begitu tulus dan terpancar kebahagiaan saat menatapnya.
tumblr_mfazxqp9Xf1qau35ho1_r1_500_large“Mau sampai kapan kau disitu?” celetuk kris tiba-tiba dari belakang.

“eh, hanya melihat-lihat” balasnya tanpa mau menatap kris. “kamarmu ada dilantai dua sebelah kiri, kalau perlu apa-apa tinggal bilang pada pelayan atau kau bisa melakukan apa yang kau mau disini, aku ada urusan sebentar” jelsanya singkat dan padat lalu pergi begitu saja, meninggalkan aeri yang masih sibuk mencerna seluruh kata-katanya.

“a-aish! Apa maksudnya membawaku kesini dan sekarang meninggalkanku begitu saja?!” gerutu aeri kesal, namun menghela nafas berat, “yah…berlakulah sesuka hatimu, kris” lirihnya dan memilih untuk beranjak ke kamar yang disebutkan kris tadi.

Dari dalam kamar, ia bisa melihat pemandangan kebun yang luas nan asri, “rumah ini nyaman, tapi pasti terasa sepi kalau tinggal hanya sendiri” pikirnya.

Ddrrtt!! *Zitao calling*

“zitao!” ujar aeri riang,

noona, kau dimana?”

“aku? Di china, hyung-mu tiba-tiba mengajakku kesini”

“dia mengajakmu?!”

“n-ne, waeyo zitao?”

“lalu sekarang dimana dia?”

“m-molla, tadi dia pergi begitu saja” jawab aeri, tao hanya diam, kembali membuat aeri bingung. “zitao, ada apa?”

“besok…hari peringatan kematian mei mei” ucap tao pelan, namun bisa jelas aeri dengar. Gadis itu diam seribu bahasa, paham mengapa kris lebih pendiam dari biasanya, tapi mengapa juga harus mengajaknya kesini? Pikirnya.

“noona, gwaenchana?”

“ne, Zitao…aku akan menjaganya”

“noona, mianhae…”

“gwaenchanayo zitao…mungkin kris mengajakku agar granny serta omoni tidak curiga-“

“noona, aku segera kesana”

“mwo?! Zitao tak perlu”

“tunggu aku noona” ujarnya mengidahkan larangan aeri dan memutuskan hubungan telfon. Aeri memeluk erat ponselnya dan membenamkan diri di sofa, hatinya kembali bergejolak saat tahu tujuan kris kembali ke china. Ia pun tak bisa membayangkan bagaimana keadaan hati pria itu, namun yang ia tahu, kris tetap mencintai josephine dan takkan pernah mengganti posisi josephine dengan siapapun.

***

“wufan…” ujar wanita paruh baya, senyum khas yang menurun pada anak gadisnya, Josephine. Kris tersenyum dan memeluk erat Ny. Liu, “lama tak berjumpa, mama” ujarnya. “kau tetap makin tampan, wufan, ayo masuk…” ajaknya dan hanya disinilah ia bisa tersenyum dengan tulus, dan merasakan kehadiran Josephine masih ada dalam rumah tersebut.

“kudengar dari ibumu, kau sudah menikah, benarkah?” tanya Ny. Liu, sedikit membuat raut wajah kris berubah. “aku turut berbahagia kris, dan penasaran gadis mana yang bisa menakhlukan hatimu” lanjutnya lagi, kris lagi-lagi hanya bisa tersenyum dan menggengam erat ibu yang sudah ia anggap ibunya sendiri. “mama sudah makan? Aku bawakan makanan kesukaan mama” ucapnya dan dibalas anggukan dari Ny. Liu.

Selesai makan malam, kris memilih untuk menghabiskan waktu didalam kamar Josephine yang sampai detik ini tertata rapi. Ia ambil salah satu bingkai foto yang ada di samping tempat tidur, menatapnya sayang. Kau tahu aku selalu mencintaimu dan hanya kau yang aku cintai. Batin kris. perlahan ia meringkuk sambil tetap memeluk erat foto tersebut, kegundahan dan kesedihan yang selama ini ia tahan, pecah malam ini, kris menangis dalam diam, dan terus menyebut nama Josephine. Hal yang setiap tahunnya selalu ia lakukan sejak meninggalnya Josephine.

Ny. Liu yang sudah terbiasa hanya bisa melihatnya dengan sedih. Bukan karena kepergian anaknya, melainkan keikhlasan kris melepas kepergian Josephine. Jikalau anak gadisnya masih hidup, ia yakin hanya kris yang bisa membahagikannya.

***

Aeri terbangun tengah malam dan menyadari bahwa kris belum kembali. Ia pun belum makan sedari siang, meski makanan sudah disajikan beberapa jam yang lalu. “kemana dia…” lirihnya dan memilih untuk keluar kamar dan berkeliling rumah. Baru saja hendak turun, ia dengar suara deruman mobil dari luar, dan berharap itu adalah kris.

“kris?!”

“noona~!” seru pria yang ternyata adalah Tao,

“zitao! Kau benar-benar kesini?!” seru aeri, namun pria tu tersenyum lembut dan malah menarik tangan aeri untuk masuk kembali ke dalam.

“aku yakin kris hyung pasti tidak ada dirumah, jadi aku menemanimu, noona” ucapnya setelah didalam, sedikit membuat aeri terharu. “gomawo…”

“noona sudah makan?”

“aku baru bangun”

“aiya~ kajja, pasti makanannya sudah dingin!” ujarnya yang sudah tahu seluk-beluk rumah ini. “kris…apa kau tahu kemana dia pergi?” tanya aeri masih belum menyentuh makanannya.

“kupanaskan makanannya dulu noona”

“zitao…aku tidak lapar, dan lebih baik kau ceritakan padaku semuanya” cegah aeri, membuat Tao menyerah dan kembali duduk di meja makan.

“setiap tahun hyung pasti kembali ke china, menghadiri peringatan kematian mei mei, dan malam ini hyung pasti ada dirumah mei mei…dan dalam satu hari itu hyung pasti mengeluarkan semua perasaan yang ia pendam selama satu tahun ini…” jelasnya. Cukup membuat aeri tahu sebesar apa rasa cinta kris pada Josephine.

“pasti…cintanya sangat besar pada gadis itu kan?”

“noona…”

“aku tidur dulu, zitao…kau juga menginap disini kan? selamat malam” ucap aeri lalu beranjak bangun, gege…kapan kau bisa buka hatimu untuk aeri noona? Batin zitao.

***

“ice cream!” seru tao sambil menyodorkan cup ice cream. Aeri tersenyum kecil dan menerima dalam diam. suasana hatinya dari kemarin masih belum membaik, apalagi ia hanya melihat kris yang pulang menjelang pagi lalu kembali pergi tanpa bilang sepatah kata pun padanya. meski untungnya selalu ada tao yang menemaninya.

“hyung mungkin akan pulang larut malam lagi”

“arraseo…”

“kajja~! Disini banyak tempat seru, dan khusus hari ini aku akan jadi guide noona secara gratis!” ujarnya sambil membusungkan dada dan menarik aeri pergi.

Seharian penuh ia mengajak aeri ketempat wisata yang ada di cina, sedikit membuat perhatian aeri akan kris teralihkan dan tao bersyukur gadis itu bisa tersenyum lagi.

Baru menjelang malam keduanya baru kembali ke rumah, dan kris tetap belum pulang. “noona tidurlah, tak usah menunggu hyung” ucapnya, aeri hanya tersenyum kecil dan mengangguk pelan lalu masuk ke kamarnya.

Hampir larut malam aeri masih belum bisa tidur, ia terus memikirkan kris. apa dia baik-baik saja atau tidak. Ia pun kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa untuk tidak mengkhawatirkan kris, meski sudah mati-matian ia mencoba untuk mengubur perasaan itu.

Tak lama terdengar suara deruman mobil, langsung ia keluar kamar, berharap itu adalah kris. dan benar saja, pria itu pulang dengan keadaan sedikit mabuk, “kris!” ujar aeri yang langsung memapah kris masuk ke dalam kamarnya.

Bau alcohol yang begitu menyengat menyeruak dari bibir pria itu. Dengan wajah lesu, aeri lepas jas serta sepatu kris, mengambil air hangat dan mengusap wajah kris yang kini terlelap. Diam-diam ia pandang wajah kris lekat, “kapan kau bisa buka hatimu? sampai kapan kau mau menyiksa dirimu sendiri? banyak orang yang masih menyayangimu, kris…dan…izinkan aku untuk bisa mencintaimu” lirih aeri, memantapkan hatinya untuk bisa membuat pria ini tersenyum lagi dan membuka hatinya.

***

Aeri duduk diam sambil terus memandang lesu pria tinggi nan tampan yang berdiri tak jauh dari lounge bandara. Seperti biasa kris dengan wajah dinginnya, kadang membuat jantung gadis itu berdetak lebih cepat dan pipi merah merona. Dalam benaknya ia terus memikirkan ucapannya semalam dan memantapkan hati untuk belajar membuka hati untuk pria itu, dan terus berusaha pada tujuan utama mengapa ia menikah dengan kris, membuat kris tersenyum kembali.

“memang butuh waktu noona, jadi bersabar dan terus berjuang” celetuk tao seakan tahu isi hati aeri.

“e-eh?! Apa maksudmu zitao?!” ujarnya panik, namun tao tersenyum lebar, “aku selalu ada disamping noona, hwaiting!” ujarnya sambil mengepal kedua tangan. Belum sempat aeri ingin bicara, kris sudah kembali diantara mereka. “ayo, masuk” ujarnya.

“n-ne”.

Sama seperti kepulangan mereka dari bali, aeri duduk diantara dua pria tampan. Tao yang sudah terlelap dan kris yang…entah apa yang ia kerjakan dengan iPadnya namun terlihat sangat serius. Ia pun hanya bisa diam dan menatap jenuh sekeliling kabin, hingga teringat pada.. “omo! Sekarang natal!’ serunya tiba-tiba, kris hanya melihat dengan tatapan yang biasa – datar- lalu menyeringit heran saat gadis itu sibuk membuat catatan kecil di kertas, entah apa yang ia lakukan, namun segurat senyum kecil tergambar diwajahnya, melihat wajah aeri yang terlihat serius dan bingung, malah jadi hiburan tersendiri baginya.

Gimpo airport…

“kris, aku ada urusan penting dan mungkin akan pulang malam”

“kemana?”

“ke panti, sudah ya, zitao~ aku pulang’ pamitnya lalu berlari kecil mencari taksi. “hyung? Kau tidak mengantarnya?”

“dia tidak meminta” balasnya dingin lalu menarik kopernya dan juga milik aeri keluar airport.

***

The orphanage

Suasana natal di panti tidak jauh berbeda dari natal sebelumnya, hanya saja ada beberapa anak yang kini sudah pergi dengan keluarga barunya. Sejak dulu, Setiap malam natal hanya satu permintaan yang aeri pinta, yakni memiliki keluarga, dan saat menginjakkan kaki di panti saat ini,ia merasa keinginannya kini telah terkabul. Ia telah mempunyai keluarga serta pria yang ia sayangi.

“mengingat masa kecil kah?” celetuk seorang pria chubby, melihat aeri sedari tadi tersenyum sendirian sambil memandang anak-anak panti yang berebutan memakan kue yang ia bawa.

“oppa! Kapan kau datang?”

“ey~ jawab pertanyaanku dulu” balas xiumin, aeri terkekeh pelan, dan melihat senyum manis gadis itu membuat hati xiumin berdesir dan membuatnya nyaman. “aniyo oppa, aku hanya senang bisa melewatkan natal tahun ini bersama, apalagi ada kau lagi disini” balasnya sambil memandang kearah anak-anak. Xiumin hanya tersenyum dan terus memandang aeri dalam diam, serasa waktu terhenti, dan keinginan untuk memiliki gadis itu semakin besar.

“Ah~! Aku ada sesuatu untukmu” ucapnya tiba-tiba, membuat xiumin mengalihkan pandangannya. “Ini…kuharap kau suka, oppa” ujarnya sambil menyerahkan paper bag berisi syal rajut warna biru muda.

“Kado natal?”

“Ne, mianhae, hanya ini yang bisa kubeli” ujarnya, xiumin kembali tersenyum dan langsung memakai syal tersebut. “Aku suka, gomawo aeri” Ia pun mengeluarkan bungkus kado dari dalam tas punggungnya, “eh?”

“Kado natal” ucapnya.

“Whoa~ gomawo oppa”

“Kuharap kau suka” ucapnya, dan tanpa menunggu lama langsung ia buka, sebuah topi kupluk warna ungu. “Oppa…”

“Aku masih ingat warna kesukaanmu, ah~ apa topi yang sudah lusuh dulu itu masih ada?” Kenang xiumin pada kado natal yang diterima aeri saat umur 10 tahun, dan itu menjadi benda yang berarti bagi aeri.

“Masih kusimpan dengan baik oppa” balasnya dan langsung memakai topi tersebut. Keduanya pun larut dalam obrolan mengingat masa kecil, sedikit menghilangkan beban pikiran aeri mengenai perasaannya terhadap kris.

Aekris apartment

Dengan tatapan datar, kris hanya bisa duduk diam didepan tv. Tangan kanannya memindahkan channel tv terus-menerus, tanpa dilihatnya sedikit pun. Bosan melihat tv, ia beranjak ke dapur, mencari makanan, namun hasilnya… “aish! apa dia sama sekali tidak belanja makanan?! apa yang dilakukan bocah itu kalau dirumah?!” gerutunya kesal, dan makin membuat moodnya makin memburuk. Ia lihat jam dinding menunjukkan pukul 10 malam dan gadis itu masih belum pulang juga.

Bergegas ia ambil jaket dan dompet dan keluar rumah, mungkin dengan jalan sambil mencari makan bisa lebih membuat moodnya membaik, pikirnya.

***

“sampai disini saja oppa” ucap aeri, didepan halte bus.

“tak bolehkah aku tahu dimana kau tinggal?”

“b-bukan itu maksudku, hanya saja…aku tidak mau merepotkan oppa” elak aeri,

“aeri…apa ada yang kau rahasiakan dariku?” tanya xiumin mulai curiga,

“aniyo oppa, jika waktunya sudah tepat, pasti akan kuajak oppa ketempatku…busnya sudah datang oppa, aku pamit” ucapnya, beruntung bisa menghindar dari xiumin dan bergegas masuk ke dalam bus. dari luar xiumin terus memandang kepergian aeri masih dengan rasa penasaran, namun tetap melemparkan senyuman saat aeri melambaikan tangan.

Di dalam bus, aeri menghela nafas berat dan menyandarkan kepalanya di kaca jendela, hatinya kembali berkecamuk, bingung harus dari mana ia jelaskan kalau kini ia telah menikah. Reaksi apa yang akan xiumin dapatkan jika ia mengatakan semuanya? Lalu bagaimana dengan perasaannya terhadap kris saat ini yang ia tahu tidak akan berakhir sesuai harapannya…

Aeri turun dari bus dan berjalan lesu menuju apartemen tak jauh dari sana. “argh! Semua ini karna kau! Bitchfacehusbandkris!” serunya kencang, beruntung jalanan sudah sepi. “haaah~ tapi kenapa semuanya jadi begini?!” rajuknya lagi. Ia duduk di salah satu bangku ayunan di taman, memandang kosong tumpukan salju didepannya, namun tak lama kemudian…

ya! Apa kau mau mati kedinginan disana?!” suara kahs pria yang sedari tadi ia pikirkan tiba-tiba muncul dihadapannya. “k-kris?!” masih dengan memasang wajah datar, kris ebrjalan mendekatinya dan ikut duduk di ayunan sebelah aeri. ada rasa sedikit senang saat melihat pria itu menemukannya.

“kau…habis dari mana?”

“beli makanan, apa kau tidak makan dirumah?!”

“mwo?”

“mulai sekarang belilah bahan makanan, dan kalau perlu uang atau apapun bilang padaku, lagipula ibuku sudah memberimu credit card bukan?”

“ne, besok aku akan belanja” balas aeri tanpa menatapnya. Diam-diam kris melirik gadis dan juga paper bag disampingnya. “mery cristmast” ucap kris pendek, membuata aeri mengangkat wajahnya, lalu perlahan tersenyum manis, cukup membuat hati kris berdebar melihatnya.

“merry cristmast, apa setiap natal kau tidak merayakannya dengan keluargamu?” tanya aeri, dan dibalas gelengan pelan dari kris. “aku punya acara sendiri di hari natal” balasnya kembali dingin.

“ayo pulang! Aku tidak mau mati kedinginan disini” ujarnya sembari mengeratkan jaketnya. “umm, kris…ini” aeri mengeluarkan sesuatu dari dalam paperbagnya, sebuah syal berwarna biru tua. “hadiah natal…mungkin bagimu ini hadiah paling murah, terserah mau kau gunakan atau tidak-“

“aku pakai!” potongnya dan langsung mengalungkan syal di lehernya lalu jalan lebih dulu. Sesaat aeri tersenyum lembut, senang pria itu menghargai pemberiannya, meski hanya sebuah syal.

***

Dua hari kemudian…

“kau harus jelaskan semuanya aeri-ya!” ucap yerim, yang saat itu tengah berada di salah satu café tak jauh dari aparte yerim.

“haruskah?”

“wajib! Kris pun juga harus tahu” timpal minyoung. Aeri hanya diam seraya meminum cappuchino miliknya.

“dari semua cerita yang kau ceritakan pada kami, bisa kutebak minseok masih punya keinginan untuk menjagamu, mungkin awalnya dari salah bersalah karna dulu meninggalkanmu, tapi tidak ada yang tahu bagaimana perasaannya kini terhadapmu kan?” tambah yerim lagi.

“ah~ benar itu! Lagipula, kau sudah menikah, kalau pun nantinya minseok suka padamu, dia tidak bisa berbuat apa-apa kan? dan untuk mengantisipasi agar dia tidak patah hati nantinya, kau bilang dari sekarang!” ujar minyoung. Lagi-lagi aeri hanya diam. dalam hati kecilnya, ia takut minseok akan pergi darinya setelah tahu ia sudah menikah, dan ia pun takut tak lama lagi akan juga kehilangan pria yang mulai memenuhi hatinya karena perjanjian nikah kontrak tersebut.

Kalau pun ia katakan pada kris, apa pria itu tetap peduli? Mungkin ia akan menjadikan minseok sebagai alasan mereka untuk cepat bercerai, dan aeri tidak mau itu sampai terjadi.

Ddrrtt!!

Sender: Mr. Angry
Cepat ke rumah sakit, granny ingin kau menemuinya

“omo~! Aku harus pergi!” ujarnya tiba-tiba setelah mendapat pesan singkat dari kris.

“kemana?”

“granny, masuk rumah sakit lagi, aku pulang” balasnya dan langsung melesat keluar café.

***

Seoul Int. Hospital

“kris!”

“granny baru saja tidur, tadi sempat pingsan di rumah, dan keadaannya kini mulai membaik, kau masuk saja” ucap kris, dan tak membuang waktu lama, segera aeri masuk ke dalam kamar. Sesaat ia bernafas lega karna granny baik-baik saja. Ia duduk disampingnya, membenarkan selimut granny. Lewat celah pintu kamar, kris melihat dalam diam. perhatian yang aeri berikan padanya juga mengingatkannya akan Josephine dulu yang begitu perhatian terhadap granny. Segurat senyuman pun terhias diparas tampannya lalu meninggalkan keduanya pergi.

Aeri hanya diam dan terus memandang lembut granny yang masih terlelap, hingga pelahan terbangun. “aeri?”

“aku disini, granny tidur saja ya” balasnya, granny menggeleng lemah dan tersenyum, mengusap pipi aeri lembut. “kau terlihat lebih kurus, apa sudah makan?”

“sudah granny, akhir-akhir ini aku memang sedikit sibuk” balasnya. “kau harus tetap banyak makan dan jangan terlalu sibuk aeri…biar kau cepat hamil” ucapnya, langsung membuat aeri terdiam dan hanya bisa mengangguk kecil dan tersenyum, demi membuat hati granny tenang.

Menjelang tengah malam, keduanya baru kembali dari rumah sakit, itu pun dengan sedikit paksaan karena aeri bersikeras untuk menemani granny di rumah sakit. dan ucapan granny pun terus terngiang dalam benaknya, hamil…

“oh, kau belum tidur?” ucap aeri saat masuk ke dapur dan melihat kris duduk diam di bar kecil dekat dapur sambil meminum wine.

“tidak bisa tidur, kau sendiri?”

“lewat tengah malam sulit buatku terlelap lagi” ucapnya seraya menuang segelas susu dan ikut duduk disamping kris. suasana canggung kembali terasa diantara keduanya, bingung apa yang harus aeri katakan, meski dalam hatinya banyak hal yang ingin ia bicarakan pada kris.

“granny…kembali menyinggung masalah…hamil” ucap aeri pelan, namun masih jelas kris dengar. Kris hanya diam dan tetap menghabiskan wine miliknya. aeri menatap paras tampan kris, kembali membuat jantungnya berdebar hebat, hanya dengan memandang wajahnya…

“…apa sebenarnya tujuan hidupmu kris? setelah semua ini terjadi…apa yang akan kau lakukan?”

“menurutmu? Apa aku masih punya tujuan hidup lagi?” kris berbalik tanya, menatap lekat wajah aeri, ingin rasa ia marah,namun seakan sirna saat ia menatap wajah gadis disampingnya yang terlihat…bingung. “setidaknya kau punya semangat hidup untuk keluargamu, untuk granny…”

“lalu sekarang apa yang akan kau lakukan? Granny meminta anak dari kita…apa kau bisa menyanggupinya?”

“a-aku…” aeri kembali terdiam dan menunduk, menggigit bibir bawahnya, bingung. Dan kembali membuat jantung kris berdetak kencang melihat ekspresi gadis tersebut. Entah dorongan dari mana atau mungkin pengaruh dari wine yang ia minum, kris mengangkat dagu aeri dan dengan cepat mendaratkan ciuman lembut di bibir gadis itu.

Sontak aeri kaget dan hendak mendorong bahu kris, namun pria itu makin dalam mencium aeri, menahan kedua tangan aeri dengan bibirnya yang terus melumat bibir aeri. bibirnya…bau wine…dia pasti mabuk! Tapi…ciuman ini… perlahan pertahanan aeri pun luntur, dari kedua tangan yang mengepal di dada bidang kris, beralih jadi memeluk leher jenjang nan putih kris, sesekali meremas rambut coklat kris dan memiringkan wajahnya, membuka bibirnya dan membiarkan ciuman kris mendominasi didalam bibirnya.

“phuhh…hh…hhh…k-krihmmp!” kris kembali mencium aeri, tanpa memberi waktu aeri untuk bernafas, dan menjadikan nafasnya sebagai oksigen baru bagi aeri. kedua tangan besarnya kini mulai berpindah pada ujung kaos aeri, perlahan menyelusup ke dalam, meraba perut S line aeri hingga, meraba kaitan bra aeri, berusaha melepasnya, namun…”hhh…k-kris!” ujarnya, seketika menghentikan aktifitas kris. ia tatap nanar wajah kris yang kini memerah, “kau…ingin melakukannya?” lirih aeri,

“mianhae…aeri…aku tidak bermaksud-”

“atas dasar apa kau lakukan ini padaku?” tanyanya lagi dengan kedua mata mulai berkaca-kaca.

“…lupakan yang baru saja aku lakukan” ucapnya kembali dingin lalu beranjak masuk ke dalam kamarnya. Meninggalkan aeri hanya masih diam mematung, dengan air mata yang perlahan mengalir. Meraba sentuhan kris yang baru ia rasakan, memang tidak ada celah bagiku untuk bsia mengisi hatimu… tidak ada kah kris…

To Be Continue…

Semoga puas sama part ini *tapi kayaknya sih engga* hahaa~ maaf juga atas keterlambatannya, dikarenakan kadang males ngetik, mati ide dan kerjaan yang menyita waktu+tenaga, tapi author tetap berusaha memberikan yang terbaik! *caelah~*

99 thoughts on “Crispy Wifey~! | Part 7

    • aissshhh~~~ etteokhae etteokhae??? >.<
      ksian aeri..hrus mendam perasaan yg bner" nyiksa kyk gtu
      ini lg si kris bner" nyebelin, apa gk bsa ya usaha dikit buka tuh hati buat aeri, gk liat gmna pengorbanan aeri untukmu ahjussi eyy jinjja..
      aeri~ssi, himnaeseyo..bertahanlah…i just really hope that he will open his heart for u slowly, u just have to wait…hwaitting!!
      cannot wait for the next chapter, gidarilkkeyo😀

  1. Waah kenapa ga jadi ‘itu’ *kecewa*
    Penasaran nanti pas Xiumin tau aeri udah nikah gimana yaa??
    Ayolah Kris, lupakan Josephine~ dia kan udah ga ada, kasian Aeri😦
    Makin seru nih ceritanyaa~~ ga sabar mau baca part selanjutnya🙂
    Semangat Author-nim!!🙂

  2. Ditaaaaaa!!!!!!
    Si kris tuh makan apa sih??
    Udah seenaknya nyium orang trs ditinggalin pake kesan dingin!!
    Coba dibikin aeri yg dingin sm kris. Biar tau rasa tuh si pria-yang-sadarr-akan-ketampanannya!!
    Cebellll -______-

  3. veelf berkata:

    onn boleh gg geplok kris [ake sendal ?
    aduh bussettt gemes bange reader ama kris,
    gagal move on tingkat akut dia ..
    yaa walaupun aku berharap aekris bersatu ,
    tapi sebel juga liat sikapnya kris yang kelewat dingin kayak kulkas
    poor aeri😦

    noh noh min seok dateng ..
    udah deh jadi rebutan entar ..
    yaa walaupun aku berharap aekris bersatu ,
    tapi sebel juga liat sikapnya kris yang kelewat dingin kayak kulkas

    waiting for next chap🙂

  4. hhhh.. makin hari si kris makin minta dihajar aja ya? ckckck kejam banget sih jadi orang? hm? kesian itu anak orang, udah terpaksa nikah *walaupun sebenernya dia jg kepengen haha* udah gitu didinginin mulu, masih aja yg diinget josephin -___-
    haaa~ aeri takut ditinggal minseok ya? tp bener kata yerim minyoung, kesian minseok nanti kalo beneran suka *ada feeling minseok bakal dibikin suka sih, kan ga lucu tiba2 minseok sukanya yerim gitu kan, bisa dihadang tiang listrik langsung hahahahha*
    HAMIIIIILLLL!!! hahaha ah, sayang banget itu pengaruh wine, mana abis itu langsung dingin lagi krisnya. didoakeun cepet kebuka ya hatinya kris, biar makin banyak skinship *terselubung* hahahaha😄

  5. Purple Egg berkata:

    aaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh….. kenapa cm sedikit???? /dirajam dita/ xD
    kris nya udh mulai suka… (>̯┌┐<)•° sok jual Mahal aja dia, blm mau ngaku… kkkk…
    gak sabar pengen liat kris jeles gara2 xiumin… lol~ :p
    ditunggu next part nya dit… \(´▽`)/

  6. Fitfit kyungsoo berkata:

    Yee.. Di post juga. Nunggunnya karatan😀
    astagaaa.. Kris kok ngga bisa sih move on. Padahalkan si josephine itu udah lama pergi. Buat aeri yang sabar yaa.. Makin dekat aja terus sama xiumin biar krisnya jealous. Buat tao jagain terus ya si aeri ;;). Dan buat kris lagi sumpah kris elu jahat bener main nyium-tinggal-pergi. Di tunggu lanjutannya authorr ::) Hwaiting

  7. akhirnya publish juga hehe
    hduh” geregetan sma kris ayo dong kasian aeri tuh dia lagi bimbang

    aeri aku mendukungmu fighting!!!
    aku juga mendukung authornya untuk update cepatt hehe tenang aja thor banyak koq yg menanti ff”mu wkwkwk

  8. akhirnya publish juga hehe
    hduh” geregetan sma kris
    ayo dong kasian aeri tuh
    dia lagi bimbang
    aeri aku mendukungmu
    fighting!!!
    aku juga mendukung
    authornya untuk update
    cepatt hehe tenang aja
    thor banyak koq yg menanti
    ff”mu wkwkwk

  9. mydreamkyu berkata:

    yaaa ga jadi…
    padahal aq udah ngarep ternyata si kris sadar, kasian tu aeri ga bs apa buka hati untuk aeri…bikin gemes aja tuh si kris…

  10. Kris kebawa suasana dtambah mabok.. Hampir aja
    Untung.a ga jd ya
    Kasian aeri.a klo cm jd pelampiasan trus cm buat menuhin harapan nenek buaf punya cucu

    Min soek apa kris???
    Udah pasti kris.. Ya aeri tetep pilih kris ya aeri
    Ya ya Ya

  11. taeminuna berkata:

    Pengen gampar Kris bolak -balik,kejem amat yak jd orang. Tapi mukanya emn cocok sih karakter kayak gini.
    Ga sabar nunggu Kris tau kalo liat Aeri lg sama2 xiumin.
    Dan untungnya kejadian setelah kissing ga berlanjut,kasian Aeri cuma jd pelampiasan tanpa ada cinta.

    Thanks udh update

  12. yayyyyyy akhirnya…..
    aeri kesannya ngarep bangeet ama krease…
    bingung sama perannya tao disini ta,dia tuh suka ama aeri juga gg sih????

    cemungudh buat authornya ∩__∩

  13. akhhhhhhhh sebel nih sama sikap kris du akgir itu,,, dia buat Aeri kecewa n sakut hati masa udah nyium suruh lupaib apa yg terjadi…sebel….sebel…sebel….
    ayo Aeri bikin kris cemburu ja sana sini sama Tao n sama Min seok,,, biar krus cepet sadar ma perasaan y ke sini ada Tao ke sana ada Min seok kan ngak bisa kemana2 tuh n ngak bisa ngelak dari perasaan y….. abis q kasian ma Aeri dia udah berusaha cinta gitu ma kris….
    Lanjutan y jgn lama2 dobg chingu q ketagihan ma lanjutan cerita y….

  14. ocha_kyu berkata:

    Akhirnya publis juga …
    Stelah ditggu setahun lamanya …
    Itu knpa yaa kris melakukan hal sperti itu ?? Sudah ada rasakah ?? Chingu , bikin kris cemburu dong …
    Jd ntar dia sadar akan perasaanya kpada aeri *reader sotoy*
    · Ɨƚǟ Ɨƚǟ ‎​‎​‎​Ɨƚǟ Ɨƚǟ‎​​​‎​ Ɨƚǟ
    Dtggu lanjutannya chingu ..😀

  15. Njiiiiiiiirrrrrrrrr kris omaga omaga omaga omagaaaaaa….!!!!! Diem diem tiba2 nyosor nyari tali beha!!!! Eeeeeerrrrrr yakaliiiiiiiiiiiiiii gmna ga bikin jantung naik turun deg2an,,,, gmna ga bikin geer…!!!! Deket cipok nih,, uwooooooowwww

    Eh itu dia setia bgt yah sampe tiap thn dtg buat memperingati hari kematian josephin,, ckckckck
    Udah ganteng, tajir, setia pun,,,!!! Heeeemmmm
    Dan pintar!! Aaaaaakkkkk

    Itu granny udah minta cucuuuuuu,,, ayo ayo ayoooo aekris segeralah kasih granny cucuuuuu,,, uwooooowww berarti abis ini ada ensihnya dunk yah?? Okesip…!!!lalalalalalalalalalaa

  16. magnaelover berkata:

    Semoga Aeri hamil dan di hamilinnya sama kris ..
    Xiumin jangan ganggu aekris dong -_- cari yang lain aja.
    Daebak as always tapi alurnya kecepetan dan KURANG PANJANG !!!!
    Ditunggu kelanjutannya !!! Sangat !

  17. Akhirnyaa…. Publish juga!!!❤

    Hahhaha… Iya nih ka Ditta, masih kurang puas… Brasa kurang padat isinya…
    Abis si kris kelamaan sih utk buka hatinya MOVE ON dong Kris…..!
    Bikin gw marah aja nih sih Kris!! ( ̄ー ̄)
    Masa si Aeri bis di cium gt maen di tinggal aja!! Suruh lupakan lg!! ( ̄□ ̄;)

    Iya si XiuMin hrs dikasih tahu tuh kalau Aeri dah married. Siapa tahu malah makin nempel and bikin Kris Jealous! Biar tau rasa tuh si Kris hahhaha #eviLaugh

  18. Shae rin berkata:

    Keluar juga chap.7, ,
    nunggu.a kya seabad aja deh, ,
    Kris, , bukalah hati.u sdikt untk Aeri, , tdak.kah kau ksian sma dia?, ,
    Kelepasan kontrol ya?, , aku deg2an baca bgian itu, ,
    Xiu min uda ktemu ma Aeri, mkin runyam jga nih crita.a, ,
    Hwaiting oenn. . .

  19. Eon..
    koq buat Krisna masi dingin eon?? tega amat sihh ma Aeri yang udah berusaha keras gtu..
    yesss AeMin udh ketemu.. pi koq Aeri ga kasi tau lau udh merrid sih.. ntr Xiumin berharap pula.. hehehe

    malam natalna koq gtu aja sihh eon.. pi aku kura Aeri ga kasi apa” ternyata ada kasi syall ma Kris.. pi Kris na koq tak kasi kado??
    Kris itu bukan Josephine lhoo.. ituu Aeri.. sesih pas cerita disini.. Kris main pergi aja.. hiks hiks

    belum puas eon.. taon baruna mana???

    tak sabar menunggu lanjutanna eon.. hwaiting.. ciayoo

  20. huwaaaa
    KRIIIIIIS babo#lemparKRIS
    kau terlalu menatap masa lalu(?)
    cih ada org yg mau mncntaimu malah kau sia2kan bodoh
    grrrr pngen bnget rasanya jitak KRIS skrg juga
    huuuh
    dan ae ri
    kau prgi ajalah ama xiumin oppa
    tggalin aja kris bodoh itu#pletak

    chingu
    jgan lama2 dong post nya
    huuuh
    ini end ampe part brapa chingu
    pngen cepet2 ending
    terlalu penasaran

  21. Chava berkata:

    aaarrrggghhh!! mau nyekek kris!! >< nyebelin bgt huwaa trus jahat bgt sih! kasian aeri T~T
    semoga di part selanjutnya hubungan mereka membaik…

  22. lanjut onnie~ makin penasaran… Kris move on dong kan udah 2013 *apa hubungannya?! =.=”
    udah kecium cinta segitiga #endus2
    paling suka kalau udah cinta segitiga~ biar cepet sadar🙂
    ditunggu ya onn next chapnya😀 faighting!!

  23. ya ampun kakak author , aku sampe megap-megap bacanya xD
    aku udah nunggu part ini yang publish lamanya minta ampun -__-
    aku berulang kali refresh pagenya tapi belum publish eh begitu publish ternyata isinya mengejutkan ahahahaha
    aku sukaaaaaa
    sayangnya itu kenapa harua ada to be continue -___- *readers kecewa* hohohoho
    aku tunggu part selanjutnya ya ^^

  24. halo kaka aku pembaca baru!!!!!!
    ffnya keren bgt!aku slalu nunggu lanjutannya,,,mudah2n yg part 8 bisa secepetnya soalnya gak sbr he,,,he,,,he.,,

  25. gracesilya berkata:

    Huahhhh!! Ko gagal buat ddk baby nya? /plak Kris mulai suka sm Aeri ya? Thor next chapter lbh ngenes lg ya? Tp Kris ajj yg ngenes /smirk

  26. hyun-aH berkata:

    hi aku reader baru nniii hhooaaaa bner2 speachless ya baca crispy wife ini, jjur blkgan ini nyari2 ff yg main castny kris susah bgt yg ngena n kbanyakan yaoi jg wkwkwkwk

    dan tadddaaaaaaaa i got this ff!!!! yyeeaaaahhhh >.< feelny asli dapet bgt deg2 ser (?) gmna gtu hahahahha dri part1-7 bner2 bisa mnguras emosi hhhuuuaaaaaaaaa i love kris here :p

    dtnggu ya lanjutannya :')

  27. Kyuismine berkata:

    Hikss,,hikss,, knapa sellu akhir yg menyedihkan buat aeri?
    Kris jahat bngt, udah nyakitin peresaan aeri.
    ;(

    nah loh klo kyua gtu aeri bakal minta cerai ngk?

    Di tunggu next part selanjutnya eonn
    fighting🙂

  28. salam kenal buat autornya, aku Sha2 reader baru.
    sebelumnya ga pernah tertarik buat baca ff tp ga sengaja baca ff ini dan jadi ketagihan.
    ceritanya seru, bikin penasaran
    ga sabar nunggu lanjutannya🙂

  29. Kyunie~ berkata:

    Makin galau aja ini~
    keris meni kaya batu ya buat emosi + deg2gan sndr baca T.T
    aeri kasian deh , hrs kuat mental
    part paling menyedihkan ini dan masuk sempurna g ada typo dan feelsny dpt bgt!!!
    Next partny please eon jgn lama2 ya xD

  30. sari berkata:

    Wuaahh..
    Aku baru nemu ff ini, pas baca lngsung jatuh cinta maa ceritanya..
    Keren abis,, daebak..
    Cepetan dilanjut next partnya..

  31. Nieza Kim berkata:

    xiumin.. dia ga tau apa-apa.. apa aeri sanggup kasih tau kalo dia udah nikah..
    .
    kenapa kris tiba-tiba kisseu aeri.. hampir aja terjadi kalo ga ditahan aeri..

  32. oh-sendal berkata:

    disini Kris baik tapi tetep sifatnya tetep keterlaluan…
    Tao selalu jadi temen Aeri pas lagi kesel-kesel ke Kris x’D
    aduh Xiumin dan Aeri :’p nanti Kris ada cemburu gg ia?

  33. Muthia rahmi berkata:

    Ksihan aeriny,;-(
    kris ng’ nyadar klu aeri brjuang apa?
    Kris msih k pikir josepheni yya?
    Next part nya yg lebih membhana ya eon,
    fighting eonni,:-)

  34. annyeong eon aku reader baru Anna Imnida 98Line , ^^
    mianhae baru bisa coment di part ini🙂 , wahh Aeri sabar ne , ini part memuaskan eon , dan juga panjang ..😀

  35. Robinxhinkyuarchibald berkata:

    Ihhh si kris itu gag bsa yah jujur ma prsaan sndri..
    Knpa sii msh ingt ma yg lalu,.
    Smga kris bsa cpt ngaku ma aeri klo dy mulai ska ma aeri sblum aeri mnyrah n memilih min seok..

  36. nurhasanah berkata:

    Aishhhh udah deuh aeri sama xiumin aja #ehhhh hehehhe abisnya kris gitu sih,, kekekekke
    Kasian sama aerinya .╮(╯_╰)╭
    Pengen banget ngeliat kris cemburu gegara xiumin ih,, eheheheheh
    Lanjut bca Ɣå媪 eonni ˆ⌣ˆ

  37. raraa berkata:

    Hatinya kris sepertinya sulit banget buat dimasukin sama aeri .

    Dan aeri harus lebih semangat dan gag boleh putus asa untuk mendapatkan hatinya kris

  38. kang hae ra berkata:

    kris oh kris…
    oppa kenapa kau membuatku gregetan d ff ini (gregetan pengen mukul :D)
    huh…kayaknya disini kris gagal move on nya rada kelewatan nya, bener2 cinta mati deh
    josephine how lucky you are

  39. hankimsworld berkata:

    Ck! Kris masih boongin perasaan’a sendiri??!

    Knpa lama bertindak sih kriss?! Tar xiumin lebih cepat gimana??

    Next!!

  40. uchi si lusy berkata:

    arhhh… Ngapain bawa2 aeri ke china kalo ujung2nya malah d tinggal, udhlah kalo xiumin pergi, d cerai kris mending ma tao ajahlah hehehe…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s