Today, The Love Begin | Part 1

TTLB| Prolog |

How to love, how special are we? How to love, I still don’t know how to love

 “nanti malam jadi ikut eomma, eo?” ucap ibu berumur 45 tahun, sama sekali tak melihat lawan bicaranya. Mendengar ucapan tersebut, aeri dan adik satu-satunya, kyungsoo hanya bertatapan dan saling mengangkat bahu pelan, mengerti maksud ibu mereka untuk kesekian kalinya ia akan dikenalkan pada seorang pria pilihan ibunya.

“aku tidak bisa, nanti aku pulang malam…harus memasukkan nilai para murid” ucapnya pendek, menyudahi sarapan paginya dan bergegas berangkat ke sekolah.

“ya~ tapi eomma sudah bilang kau bisa”

“suruh datang ke sekolah saja…kencan di sekolah saat malam hari sepertinya menyenangkan” ucapnya asal, kyungsoo hanya tersenyum geli, menahan tawa. Ia mengerti kakak perempuannya itu sudah mulai jengah dengan kencan yang selalu diatur ibunya. Meski pada awalnya aeri dengan senang hati mau, tapi karena selalu berujung pada kegagalan mulai membuatnya enggan untuk mendapatkan jodoh dengan cara tersebut.

Hubungan percintaannya bisa dibilang jauh dari kata ‘beruntung’, lebih sering menyukai dalam diam dan tak pernah berani ia ungkapkan. Hingga menginjak umur siap menikah, ibunya pun mulai khawatir melihat anak gadisnya belum juga mempunyai calon suami, selain itu pun ia ingin segera menimang cucu, yang bisa menemaninya disaat aeri atau kyungsoo tak ada dirumah.

“kyungsoo-ya, kajja” ujar aeri, kyungsoo mengangguk pelan dan bergegas mengambil tas ransel tak lupa pula buku tebal berisi bank soal ujian masuk universitas yang selalu ia bawa.

“ya~ nanti akan eomma atur lagi pertemuan kalian, dan kali ini kau pasti menyukainya aeri” seru ibunya masih belum menyerah. Aeri tersenyum kecil dan mengangguk, “terserah eomma, annyeong~”

Saat jalan menuju halte bus…

“kenapa kau masih menuruti blind date eomma?” celetuk kyungsoo, selalu dengan wajah datarnya. Aeri tersenyum dan merangkul bahu kyungsoo, “menyenangkan hati ibu sendiri tak ada salahnya kan?”

“ya memang, tapi untuk ini masalahnya beda! itu untuk masa depanmu sendiri, noona” ujarnya kurang setuju.

“eyy~ tahu apa kau mengenai masa depanku, huh? Jangan pikirikan masa depanku, masa depanmu lebih penting! Selalu ingat janjimu pada appa, arraseo?!” ucap aeri, sedikit membuat kyungsoo sedikit murung dan diam, aeri tersenyum lembut dan mengacak asal rambut adiknya, “aku akan baik-baik saja kyung…dan aku masih percaya bahwa pilihan eomma pasti tepat…” lanjutnya lagi.

“yaa…asal itu membuatmu nyaman…apa yang bisa kuperbuat?” ucap kyungsoo masih tetap menunduk. Meski selama ini ia belum pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, tapi sedikit banyaknya ia mengerti bagaimana rasanya sakit hati, melihat dari apa yang dialami aeri. sebagai adik dan satu-satunya pria dalam keluarga, membuat kyungsoo punya tanggung jawab untuk menjaga dua wanita penting dalam hidupnya setelah kepergian ayahnya lima tahun lalu. Namun selalu saja pada akhirnya aeri yang mengambil alih tanggung jawab tersebut. Bekerja sambil kuliah, membiayai kuliahnya sendiri dan kini berjuang pula untuk membantu membiayai kuliah kyungsoo nantinya.

“itu bus-mu datang” ucap aeri membuyarkan lamunan kyungsoo. “aku jalan, noona”

“ne, belajar yang giat, oke?!” pesan aeri setiap harinya saat kyungsoo hendak naik bus. kyungsoo tersenyum lebar dan mengangguk pasti.

***

Seungri High School

“murid baru?”

“hmm… ini data dirinya” ucap Lee sosaengnim seraya menyerahkan berkas siswa baru pada aeri. ia baca dengan seksama profil anak tersebut dan sedikit tercengang dengan data yang dibacanya,

“dikeluarkan dari sekolah sampai 4 kali dalam setahun?!”

“dia selalu mencari masalah atau terlibat masalah di sekolah sebelumnya, kuharap kau bisa menanganinya, aeri-ssi”

“boleh kutahu mengapa pihak sekolah menerimanya?”

“dia disekolahkan dari sekolah terbaik di seoul namun selalu dikeluarkan…hingga akhirnya orang tua wali meminta untuk disekolahkan disini, dan ia harus lulus di sekolah ini”

“tapi…bukankah akan menambah masalah nantinya?” aeri mulai menyerah jika membayangkan pekerjaannya makin berat jika ditambah satu lagi anak bermasalah disekolah ini. bukan berarti ia lepas tangan dengan pekerjaannya, hanya saja mengurus remaja yang sedang mengalami masa peralihan seperti ini butuh kesabaran tingkat tinggi.

Lee Sosaengnim, salah satu guru senior disana tersenyum lembut dan mengangguk pelan, “aku yakin kau bisa mengatasinya aeri-ssi…selalu ingat, untuk menghadapi siswa seperti ini, jangan dengan otak, tapi dengan hati dan perasaan yang tulus” ucapnya lalu meninggalkan ruang rapat guru lebih dulu.

Aeri masih terdiam dan menatap lekat foto siswa tersebut, rintangan apalagi yang akan aku hadapi setelah ini, Huang Zitao? Batin aeri.

***

Wu’s Corporate

Pria tampan dengan senyum menawan baru saja masuk ke dalam salah satu gedung megah kawasan gangnam. Tanpa membuang waktu lama, segera ia menuju ruang pemilik dari gedung tersebut. “ Mr. Kim?” ujar salah satu assistant disana,

“apa kris wu masih meeting?”

“ne, 5 menit lagi baru selesai”

“baiklah, aku menunggu didalam saja” balasnya ramah dan memutuskan untuk tetap dalam ruangan kris.

Lima menit kemudian, sosok pria dingin itu pun kembali ke ruang kerjanya, melihat pria yang ada didalam langsung merubah raut wajahnya berubah drastis, lebih ceria dari biasanya.

“junmyeon-ah!” serunya. junmyeon, nama pria tersebut tersenyum lebar dan langsung meninju lengan kris pelan, “lama tak berjumpa, kris” ujarnya sambil tertawa renyah.

“tsk~ kukira kau akan tetap di jepang hingga sembilan bulan nanti”

“dibatalkan…dia sendiri yang berubah pikiran untuk tetap melahirkan di seoul” ucapnya. Kris mengangguk pelan dan kembali duduk di sofa. “so, apa kabarnya?” tanya junmyeon,

“nugu?”

“siapa lagi kalau bukan anakmu satu-satunya, kris” balas junmyeon. kris menggidik bahu pelan, sedikit membuat junmyeon menyeringit heran, “dikeluarkan lagi?”

“yeah…seperti biasa”

Tak heran bagi junmyeon mendengar hal tersebut. ia salah satu orang terdekat kris yang tahu mengenai status asli huang zitao. Ia hanya mengenal zitao dari semua cerita kris, tak pernah sekali pun ia melihat langsung, namun dari semua cerita kris, ia bisa menarik satu garis permasalahan mengapa anak itu selalu membuat masalah, keutuhan sebuah keluarga.

“kalian masih belum berubah juga?” ucap junmyeon pelan.

“apa yang harus kuubah? Dan dari mana aku memulainya?”

“kris-“ dering ponsel junmyeon menghentikan ucapannya. “chakkaman…yeobseyo?…oh jagiya…aku baru sampai di tempat kris…geure, kami akan segera kesana” ucapnya singkat dan kembali menutup telfonnya.

“wae?”

“kajja…kau butuh sedikit penyegaran” ajak junmyeon.

“hn?”

“hyera sudah masak banyak, dan ada juga yang sudah rindu padamu” ucapnya, kris tersenyum kecil dan mengangguk pelan.

Tak butuh waktu lama untuk sampai pada rumah cukup mewah ditengah kota. Kim junmyeon, salah satu pewaris perusahaan terbesar di korea, ia dan kris sudah saling mengenal sejak kuliah, mempunyai cita-cita yang sama, yakni menjadi pria sukses dan kini, sudah bisa dlihat hasil dari keberhasilan mereka, hanya saja mungkin kisah hidup junmyeon yang lebih sempurna dari kris.

“jagiya~” ujar junmyeon sedikit lebih keras, bukan sahutan dari hyera, istrinya, melainkan bocah kecil berumur 5 tahun yang berlari kencang dari ruang tv, “APPA!” serunya dan berlari ke pelukan junmyeon.

Melihat tingkah ayah dan anak didepannya selalu memunculkan rasa iri dalam hati kris. tak ia pungkiri pula ingin merasakan dan mendapatkan keluarga kecil yang bahagia, seperti sahabatnya ini.

“lihat siapa yang appa bawa” ujarnya pada suho, anak pertamanya.

“hey buddy~” sapa kris, sontak suho kecil loncat kegirangan dan berlari ke pelukan kris, “uncle! Yeaaay~!” keduanya pun langsung larut dengan celoteh suho yang memamerkan semua mainan barunya, menarik kris masuk kedalam kamarnya dan menunjukkan kebolehannya dalam bermain game.

“sudah sampai?” celetuk gadis cantik dengan perut yang makin membesar dari arah dapur. “ne~” jawab junmyeon pendek seraya merangkul bahu hyera.

“suho, makan dulu, eo?”

“tapi aku baru main-“

“eyy~ suho-ya~” ujar hyera sedikit tegas, namun membuat bocah kecil tersebut menurut. Kris tersenyum kecil, mengusap lembut rambut suho, “makan dulu, lalu kita main lagi”

“okay uncle!” serunya kembali ceria.

“aku heran kenapa dia selalu menurut padamu” ujar hyera pada kris. “mungkin karena kharisma yang aku miliki” ucap kris percaya diri dan dibalas pukulan pelan hyera di bahu kris.

***

Seungri High School

Menjelang malam hari, aeri masih sibuk memasukkan nilai para murid, tak peduli meski sedari tadi ponselnya terus bergetar, panggilan masuk dari ibunya. Sesaat ia hentikan ketikan dan meregangkan tubuh sejenak, melepas kacamata tebalnya dan memijat kening pelan.

Diambilnya ponsel yang tak jauh dari keyboard, ada 5 missed call dari ibunya dan satu pesan dari kyungsoo.

Sender : Kyungie~
Noona~ aku lapaaar~ nanti beli makan di tempat yixing ge saja eo?
Eomma hari ini tidak masak :[

Aeri tersenyum kecil melihat isi pesan adiknya, sudah ia duga ibunya pasti sudah melupakan anak bungsunya jika sedang ada ‘project’ menjodohkan aeri. Ia rapihkan sedikit lagi pekerjaannya dan bersiap pulang. Baru berjalan beberapa blok dari pintu gerbang sekolah, di salah satu gang kecil dan remang, sekilas ia lihat tiga pemuda dan satu pemuda yang berdiri sendiri didepannya.

Aeri berhenti sejenak, memastikan dan berharap kalau mereka bukanlah murid sekolahnya, namun saat salah satu dari ketiga pemuda tersebut mulai mengepalkan tangan ke udara, hendak memukul, sontak aeri berteriak, “YAAAK! NUGUYA?!” bentaknya, galak. Terdengar cacian dari ketiga pemuda tersebut kemudian lari kearah yang berlawanan sebelum sempat aeri mengejarnya.

“neo…gwaenchana?” ujar aeri beralih pada pemuda satunya yang hanya diam dengan tatapan wajah dingin. “kau…huang zitao?” ucapnya sedikit terkejut saat tahu dengan siapa ia berhadapan. Zitao hanya memandang datar aeri lalu berjalan pergi.

“ya!” teriaknya kesal, namun tetap diidahkannya. aeri berlari kecil, mengimbangi langkah zitao, menarik lengan bocah tersebut. “ya!”

“wae?!” bentaknya balik

“apa yang mereka lakukan padamu tadi?! Apa mereka dari sekolah ini juga?”

“apa urusanmu?”

“kau murid seungri high school dan pastinya masih berurusan denganku, gurumu!” bentak aeri makin gemas.

Zitao tersenyum kecut, “kau mungkin guruku, tapi hanya berlaku saat jam sekolah bukan? Dan jangan pernah ikut campur urusanku…aeri-ssi” ucapnya sambil melihat nametag aeri lalu pergi meninggalkan gadis itu yang masih terkejut dengan ucapan anak didiknya.

***

Aeri’s house

“n-noona…pelan-pelan makannya” peringat kyungsoo, heran melihat kakaknya sejak pulang tadi terlihat kesal dan bahkan sampai bisa menghabiskan bibimbab porsi jumbo.

“bocah…itu…kalau saja dia bukan muridku…sudah aku habisi lebih dulu!! Dan andai saja aku bukan seorang guru konseling!! AAARRGGHHH!!!” serunya makin membuat emosi.

“sabar noona~ habiskan dulu makananmu, baru mengomel” ujar kyungsoo yang malah sibuk membersihkan nasi yang berceceran ulah dari kakaknya.

“aku kenyang!”

“memang makananmu sudah habis” balas kyungsoo datar. Aeri menghirup nafas dalam-dalam dan sedikit melakukan gerakan yoga, hal yang selalu ia lakukan saat habis menghadapi muridnya yang bermasalah.

“memang siapa dia?”

“…murid baru…kupikir dia pendiam, tapi sekalinya bicara begitu tajam! Haaah~! Kenapa semua anak sekolah tidak seperti mu saja?! Hanya belajar yang giat dan patuh terhadap peraturan sekolah?!” gerutu aeri, kyungsoo tersenyum kecil, “kalau semua sepertiku, apa gunanya ada guru konseling, eo?” balas kyungsoo.

Aeri berpikir sejenak dan mengangguk juga. “benar juga sih…kalau begitu aku bisa-bisa tidak bekerja…tapi kyungie…kalau nantinya kau sudah melihat tanda stress padaku, cepat bawa aku ke pskiater, eh?”

“hahaa…kau memang sudah stress dari dulu, noona” ucapnya yang lalu pergi ke dapur. Masalah keluarga apa yang ia punya? Raut wajah yang selalu terlihat kesepian… tidak mungkin ia tak punya masalah pribadi, bukan? Batin aeri berkecamuk dan mengacak rambutnya gusar.

***

“menginaplah disini…” ucap junmyeon setelah melihat kris keluar dari kamar suho. “keurom…daripada besok dia mengacaukan kantormu” sahut hyera yang baru kembali dari dapur dengan membawa sepiring buah dan duduk disamping junmyeon.

“tapi aku harus mengecek apa yang dilakukan zitao…ini hari pertamanya di sekolah barunya” ucap kris tanpa mau menatap junmyeon ataupun hyera.

“pindah sekolah lagi?!” seru hyera, namun langsung jonmyeon mengusap punggung tangan hyera, menenangkannya. Kris tersenyum kecil dan mengangguk, “his hobby, isn’t it?”

“tapi-“ lagi-lagi junmyeon menginstruksikan hyera untuk tetap diam, bukan waktu yang tepat untuk membicarakan masalah anak tunggal kris, zitao. “okay…aku tidak akan berkomentar…”

“thank’s hyera…aku pulang…” ucapnya lalu bangkit dari duduknya.

Sampai depan pintu, ditepuknya punggung kris oleh hyera, “kebahagiaan itu kau sendiri yang memutuskan, dan kebahagiaan mana yang mau kau pilih…hanya kau yang tahu, kris” ucapnya sebelum kris pergi. Pria tampan itu hanya mengangguk dan tersenyum kecil, “sampaikan salamkku pada suho, lain kali akan kuajak pergi” hanya itu yang terucap sebelum ia masuk ke dalam mobil.

“seandainya kita bisa berbuat lebih dari sekedar hanya memberikan kata bijak tadi…” lirih hyera. Junmyeon tersenyum lembut dan mengusap bahu hyera pelan, “setidaknya masih ada kita yang selalu ada dibelakangnya bukan? Yang selalu mendukungnya…” ucap junmyeon.

“dan hanya waktu yang bisa menjawabnya…” lanjut hyera murung.

***

Seungri High school

“tak ada murid bermasalah hari ini?” celetuk yerim lalu duduk disamping aeri yang sedari tadi duduk di sudut taman sekolah, hanya memandangi murid bermain bola dilapangan sana.

“tidak, sampai detik ini”

“kudengar ada murid baru lagi dan bermasalah?” tanya yerim, aeri mengangguk pelan,

“bermasalah di sekolahnya yang dulu…entahlah kalau disini…”

“lama-lama sekolah ini hanya menjadi tampungan anak-anak bermasalah…”

“tidak semua…aku masih yakin dibalik kenakalan mereka, mereka hanyalah remaja yang hanya ingin mencari perhatian lebih…tapi sayangnya dengan cara yang salah…” ujar aeri, dengan metodenya sendiri, yang ia yakini ada cara lain untuk bisa membuat beberapa murid bermasalah tersebut kembali ke jalan yang benar (?).

“hmm…geure, semoga saja dengan cara mereka mencari perhatian tidak membuatmu stress” canda yerim.

Baru keduanya larut dalam candaan kecil, seorang siswi berlari tergesa-gesa mendekati mereka. “SOSAENGNIM!”

“n-ne?”

“i-itu…ahn…ahnri…”

“wae?! ada apa dengannya?!”

“di kamar…mandi…dia jatuh dan…berdarah” jelasnya terengah-engah. “berdarah?”

“n-ne…wajahnya pucat dan… pingsan” lanjutnya.

“di lantai berapa?!” sahut yerim dan hanya dibalas satu jari telunjuknya. Tanpa membuang waktu, ditariknya lengan aeri dan bergegas ke toilet wanita di lantai 1.

Didepan toilet sudah banyak siswa yang berkumpul didepan pintu, sedikit sulit bagi aeri dan yerim untuk masuk ke dalamnya. “AHNRI!” seru aeri saat melihat salah satu muridnya tergeletak lemas tak berdaya dengan darah segar yang terus mengucur dari selangkangannya.

“aeri-ya, pendarahan ini…harus dibawa ke rumah sakit” ujar yerim, sudha bisa menduga penyebab dari pendarahan tersebut. “YA! SIAPAPUN YANG MERASA PRIA BANTU AKU!” teriak aeri, sontak dua siswa yang berada paling depan pintu dengan sigap menggendong ahnri menuju mobil yerim.

“kalian berdua tetap ikut aku dan minjung-ah kau bilang pada Lee sosaengnim apa yang terjadi padanya, arraseo?!” instruksi aeri dan dibalas anggukan dari ketiga muridnya. “yerim-ah, ayo jalan”

“n-ne…”

Dalam mobil aeri terus memanggil nama ahnri, berharap gadis itu tetap sadar. Sesekali yerim melihat dari kaca spion, “…apa mungkin penyebab pendarahannya karena…”

“semoga saja tidak” sela yerim, masih berusaha berpikir positif.

Hampir tiga puluh menit keempatnya menunggu depan ruang ICU dengan wajah cemas. Terutama aeri yang hanya bisa duduk diam, namun dalam benaknya terus terngiang ucapan dokter saat ahnri baru masuk ICU tadi…

“kemungkinan besar janin dalam rahimnya tak bisa diselamatkan…dan secepatnya harus diangkat, sebelum kondisinya semakin parah”

“m-mwo?!”

“murid itu tengah hamil, janinnya sudah memasuki bulan pertama, pendarahan pun disebabkan lemahnya janin serta campuran zat kimia yang dapat menghilangkan nyawa janin tersebut” jelas dokter, aeri hanya bisa diam dan mengatupkan bibir dengan kedua tangannya, disampingnya yerim hanya bisa mengusap bahu aeri, berusaha menenangkannya.

“…kami butuh persetujuan dari keluarganya untuk tindakan tersebut”

“…aku yang akan bertanggung jawab…aku gurunya” jawab aeri yakin.

“s-sosaengnim…apa kami sudah boleh pulang?” tanya junho,

“o-oh…geure, kalian bisa pulang…terimakasih atas bantuannya” ucap aeri, kedua muridnya membungkuk pelan dan berbalik pergi, namun, “junho-ya…” panggil aeri lagi dan mendekati keduanya.

“ne?”

“bantu aku cari tahu siapa yang menghamilinya…dari sekolah kita atau bukan, kalian sanggup?”

Tampak junho berpikir sejenak, lalu mengangguk pelan, “akan kami coba saem…” balasnya. Aeri tersenyum kecil dan menepuk pelan bahu junho, “aku benar-benar mengandalkanmu untuk masalah ini…” ucap aeri dan dibalas anggukan pasti dari junho.

“aeri-ssi?” ujar salah sati suster yang baru keluar dari ICU.

“n-ne?”

“ini barang yang kami temukan dalam seragam sekolahnya, kini ia sudah dalam tahap pemulihan, meski belum sadar sepenuhnya” jelas suster seraya memberikan ponsel dan hasil testpack pada aeri.

“bisa kami lihat?”

“ne, dia ada di ruang pemulihan”

***

aeri masih diam sambil memegang ponsel serta testpack dengan hasil positive. Baru kali ini ia dihadapi masalah seperti ini, yang membuatnya merasa gagal dalam mendidik muridnya.

“hubungi keluarganya, aeri…”

“dia…hanya hidup dengan nenenknya…kedua orang tuanya bercerai saat ia baru masuk sekolah ini dan tak tahu ada dimana…dia gadis yang pendiam, tak banyak pula teman yang ia punya…”

“tapi mereka harus tetap tahu…dan harus pahami kondisi anaknya yang sebenarnya”

“…ia membenci ayah maupun ibunya, yerim-ah…” ucap aeri, tahu betul masalah ahnri, karena sempat beberapa waktu lalu gadis itu konsultasi dengan aeri. “…tapi aku akan coba bicara dengan ibunya…kau mau pulang? Aku akan menuggu sampai dia sadar”

“benar tak apa?”

“ne…kalau kau kembali ke sekolah, bisa jelaskan semua ini pada Lee sosaengnim? Mungkin berita ini sudah menyebar dan akan jadi masalah lagi bagi pihak sekolah…”

“hmm…dia pun akan berada dalam posisi yang sulit” lanjut yerim.

“akan kuusahakan untuk membantunya agak tidak dikeluarkan” balas aeri yakin, yerim menepuk bahu aeri pelan, “geure…good luck aeri-ya, kalau ada kabar terbaru, hubungi aku, eo?”.

***

Exorcist Café

“caramel macchiato” ujar pemuda berlesung pipit seraya menaruh minuman kesukaan sahabatnya tersebut.

“gomawo…” balas aeri pelan. Dan kembali menunduk, mengaduk minumannya lesu.

“ada masalah di sekolah?” tanya yixing atau biasa dipanggil Lay, salah satu teman dekat aeri saat sekolah dulu.

“selalu ada” balasnya makin lesu, memijat kepalanya yang terasa makin penat. Yixing tersenyum lembut, mengacak pelan rambut aeri, “tetap semangat!” ujarnya memberi semangat, sesaat aeri tertegun, menatap dalam pria yang diam-diam ia sukai sejak perpisahaan sekolah dulu.

Yixing memang sahabatnya, dan akan terus seperti itu. Tak pernah terpikirkan olehnya untuk bisa mengatakan isi hati aeri padanya, karena ia tahu selamanya yixing hanya menganggap aeri sebagai sahabat, ditambah lagi sejak aeri tahu bahwa yixing akan menikah dengan gadis yang juga aeri kenal saat kuliah dulu.

“aeri!” seru gadis cantik berambut panjang dan hitam, byul, tunangan yixing. “aigo~ sombong sekali dirimu tak pernah main kesini?” ujarnya dengan terus memeluk leher aeri.

“hehe…mianhae, banyak kerjaan di sekolah”

“ckck~ lihat dirimu? Makin kurus! Dan minumanmu…ish! oppa! sudah kubilang jangan beri dia minuman itu lagi! Bagaimana kalau penyakit maag-mu kambuh?” omel byul seperti biasa. Saat mendengar omelan byul aeri hanya bisa diam dan tersenyum, ia senang masih ada yang memperhatikannya. Dan itulah yang membuatnya bisa mengikhlaskan cintanya pada yixing untuk byul, yang ia yakini yixing akan bisa bahagia dengan gadis itu.

“aku tidak bisa mengelak permintaan pelanggan, jagiya~”

“hahaa…gwaenchana~ lagipula sudah lama aku tidak minum kopi special buatan kekasihmu!”

“lalu bagaimana dengan ibumu, aeri? apa masih mencarikanmu jodoh?” ujarnya mengalihkan pembicaraan.  Aeri kembali tersenyum dan mengangguk pelan. “dan tidak ada yang lolos?!” lanjutnya lagi dan dibalas anggukan lagi. “ckck~ coba kau mau kukenalkan pada sunbaeku, kau pasti menyukainya!” ujarnya gemas.

“nanti saja, saat aku benar-benar sudah putus asa dengan proyek perjodohan ibuku!” canda aeri.

Menjelang larut malam, ketiganya masih sibuk berbincang, sedikit melupakan masalah sekolah aeri, besok akan menjadi hari yang cukup berat baginya. Mencari cara agar pihak sekolah tidak mengeluarkan ahnri.

“jangan pernah sungkan untuk ceritakan masalahmu padaku” ucap yixing saat mengantar aeri pulang. Aeri berbalik menatapnya, “…kita pernah melewati masa itu, kenakalan mereka yang kadang diluar batas, namun sebenarnya mereka tak bisa berbuat lebih, selain mencari perhatian kita” lanjutnya.

“ne…gomawo…” balasnya.

“istirahatlah, sampaikan salamku pada kyungsoo dan ibumu” ucapnya sebelum pergi, aeri mengangguk pelan dan terus menatap punggung yixing hingga hilang dari pandangannya. Pasti…akan selalu ada cara dibalik semua masalah yang ada.

***

Wu’s Residence

Wanita berumur 50 tahun baru saja turun dari mobil mewahnya, berjalan angkuh memasuki rumah megah namun terlihat sangat sepi.

“kris belum pulang?”

“tuan muda saat ini ada di Beijing, nyonya” balas kepala pelayan di rumah tersebut. Ms. Wu diam sejenak dan memandang sekeliling rumah, lalu berjalan menuju lantai dua, kamar cucu tunggalnya.

“dan tuan muda zitao belum pulang…nyonya”

“sudah hampir jam 12 malam belum pulang?!” ucapnya dengan nada sedikit meninggi.

“n-ne…sudah beberapa hari belakangan ini tuan muda jarang pulang, ia hanya pulang untuk mengambil baju seragam lalu pergi lagi” jelasnya. Ms. Wu hanya mengangguk kecil lalu pergi menuju kamarnya.

“kris?”

“…mom?”

“selesaikan urusanmu disana secepatnya, we need to talk!” ujarnya tegas.

“minggu depan aku baru kembali-”

“besok! Aku tak mau mendengar bantahan darimu lagi” ucapnya dingin lalu menutup ponselnya.

Dilihatnya kembali map hitam yang baru ia terima pagi tadi, yang membuatnya tanpa pikir panjang untuk segera kembali ke seoul. berkas mengenai laporaan dari orang kepercayaannya untuk mengawasi kris serta zitao dan hubungan keduanya yang makin memburuk, makin membuat hatinya tak tenang. Semua ini harus cepat selesai, demi kau, anakku dan sau-satunya cucuku. Batin Ms. Wu.

***
Keesokan harinya, rumah sakit

“ahnri?” sapa aeri kembali ke rumah sakit dengan membawa bunga dan buah. Gadis itu sudah sadar dari kemarin malam, wajahnya masih terlihat pucat dan belum mau bicara dengan siapapun, termasuk aeri.

“apa dokter sudah periksa kembali? Atau masih ada yang sakit?” tanya aeri ramah, namun tetap tak ada jawaban. Ia duduk disamping ahnri, mengusap pelan punggung tangan gadis itu. “ahnri-ya…aku bilang pada halmeoni…kau menginap dirumah minjung…aku belum bisa hubungi orang tuamu, karena nomor yang ada pada ponselmu tidak aktif…” ucap aeri hati-hati.

Ahnri hanya menunduk, meremas selimut dengan gelisah. Dipeluknya tubuh ringkih gadis itu, membuat pertahanannya runtuh. “masih ada aku…aku gurumu” bisik aeri, makin membuat ahnri menangis kencang. “kau percaya masih banyak orang yang menyayangimu, eo? Dan kau harus tetap percaya itu” lanjutnya lagi.

Setelah melihat kondisi muridnya lebih baik, aeri pun pamit kembali ke sekolah, “sepulang sekolah aku akan kembali lagi, kembali tidurlah”

“saem…” ucapnya sebelum aeri keluar kamar.

“ne?”

“aku siap dikeluarkan dari sekolah…”

“ahni…tidak akan ada yang dikeluarkan dari sekolah, ahnri-ya…kau harus tetap belajar” balas aeri yakin.

Sesampainya di sekolah, ia langsung bergegas menuju ruang rapat, sedikit cemas saat yerim beri tahu bahwa kemungkinan besar ahnri dikeluarkan terjadi.

“maaf saya telat!” ujarnya terengah-engah. Wakil kepala sekolah menyuruhnya untuk duduk disamping Lee sosaengnim.

“jadi, setelah membicarakan segala kemungkinan baik ataupun buruk dampaknya pada sekolah ini kedepannya, dengan terpaksa siswi kim ahnri harus dikeluarkan…” putus kepala sekolah.

“tapi sosaengnim-“

“aeri sosaengnim, keputusan ini tak bisa diganggu gugat, ini pun sudah menjadi keputusan langsung dari pihak komite” lanjut kepala sekolah.

“maaf jika saya menolak keputusan ini, tapi apa mengeluarkannya akan menyelesaikan masalah? Mohon pikirkan juga kondisi psikologis murid ini… “ bela aeri.

“lebih baik mengorbankan satu orang demi menyelamatkan 400 murid, bukan?” sela wakil kepala sekolah.

“mungkin memang bisa mengambil tindakan tersebut, tapi tidak ada yang menjamin dikemudian hari akan ada masalah seperti ini juga, bukan begitu kepala sekolah?” bantah aeri. semua guru memilih untuk diam, meski sebagian besar, termasuk Lee sosaengnim keberatan pada keputusan tersebut.

“setidaknya beri ia kesempatan…dan aku bersedia menjadi penjamin ia akan kembali giat belajar” ucap aeri tegas dan yakin.

“aeri sosaengnim, apa anda berusaha menutupi kesalahan murid?”

“saya bukan menutupi, hanya ingin membantu murid…siapa lagi yang akan membantunya jika bukan guru? Sementara kedua orang tuanya tak tahu kemana?” ucap aeri lugas, membuat wakil dan kepala sekolah diam.

***

Ruang Kesehatan

“jadi keputusan sekolah?!”

“ia diberi masa percobaan dua bulan dan selama itu pula aku pun masuk dalam pengawasan komite” jelas aeri lesu.

“semoga kau berhasil aeri…” ucap yerim, turut prihatin.

“yah…semoga, yerim-ah bisa beri aku pain killer lagi?”

“hmm, chakkaman” ia masuk kedalam sejenak mengambil obat dan air putih. Sepeninggal yerim, terdengar suara gaduh dari tirai sebelah. “ini” ucap yerim menghentikan pandangan mata aeri.

“ada yang sakit?” tanyanya, yerim hanya mengangkat bahu pelan, makin membuat aeri penasaran. Belum sempat ia bertanya lagi, sosok pemuda berambut hitam dan bermata panda, zitao… batinnya. Dengan wajah dingin seperti tak merasa kehadiran dua gurunya, ia keluar ruangan tanpa mengucap sepatah kata pun.

“haaah~! Kenapa anak muda jaman sekarang tidak tahu sopan santun?!” gerutu yerim.

“dia sering kesini?”

“hmm…kadang hampir seharian”

“dan kau tidak menegurnya?!”

“cukup sekali aku menegurnya, dan tidak akan mau lagi memanggil namanya…aku heran ia dibesarkan oleh keluarga yang seperti apa hingga bersikap seperti itu, mati segan, hidup tak mau” omel yerim panjang lebar.

Aeri masih diam dan entah mengapa ada ketertarikan dalam dirinya untuk mengenal lebih dalam murid barunya tersebut. Zitao sangat pendiam dan bahkan tak pernah aeri lihat ia punya teman di sekolah ini. dan selama siswa itu tidak membuat onar, aeri hanya bisa memperhatikannya dari jauh.

***

Zitao melihat lagi jam tangannya, masih ada 3 mata pelajaran lagi yang harus ia lewati. sesaat ia melihat sekeliling dan memutuskan untuk ke gudang belakang, berharap tak ada siapapun hingga ia bisa melanjutkan tidurnya. namun dari jauh bisa ia lihat tiga siswa yang juga tengah membolos, diam-diam memegang rokok di tangannya.

“hei~ anak baru” celetuk siswa yang cukup tampan, tak tampak jika ia anak nakal. zitao mengangguk pelan dan makin mendekati mereka.

“mungkin kau tidak pernah melihat kami, tapi aku cukup hafal wajah anak baru disini…” ucap salah satunya lagi, ia matikan puntung rokok miliknya dan mengulurkan tangan pada zitao, “kim jongin” ucapnya.

“zitao…” balasnya dengan tersenyum kecil. siswa satunya lagi ikut mengulurkan tangannya, “oh sehun”

dan “byun baekhyun”

To Be Continue…

alohaaaaa~ part pertama dari ff baru, seperti biasa harap maklum kalo engga panjang, karna masih permulaan. kalo ada yang merasa alur kecepetan mungkin karena latar tempat yang cepat berubah, biasanya aku tandai dengan *** moga suka yaaa~ selamat membaca~~😀

60 thoughts on “Today, The Love Begin | Part 1

  1. Ya ampun ada suho-hyera disini…. aku terharu… :'((

    S eungri school kayaknya familiar namanaya yaya ya.. ada didrama apaan ya..

    Ini aeri-yerim jd guru dgn murid macem sehun, kai,baekie ama tao anugerah ama musibah beda tipis ye.. ya namanya juga hidup kan. Hahahhaa

    Awal cerita ya sesuayu cetar ya.. cepet lanjut sembari berdoa suho-hyera muncul lagi ditiap part..

  2. hyun-aH berkata:

    aduuhh author nim maaf nih alurny kcepetan nih trus ceritany trlalu ksana kemari jdi kurang fokus bgt ke kris am zitaony nih klo menurut aku..
    hihihi🙂
    mudah2an part lanjutanny bisa lebih fokus ya hihi biar bacany g terlalu bosen or bingung gtu..
    dtunggu next chapny ^^

  3. Wah, anak exo nongol lebih banyak disini😀
    Kebayang repotnya ngurusin murid kaya zitao, btw ibunya zitao bkal diceritain ga thor siapa dan dimananya? Ap udh dsebutin d prolog? Lupa, hhe..

  4. cieee papah kris hahaha sabar ya om (?) punya anak bandel, tapi kece juga kan? hahaha😄 ada yg kesenengan deh tuh suho-hyera muncul anak udah mau dua aja -___- yaaa, ditunggu lah pasangan yerim-nya #eaaaa😄
    mungkin karena banyak ganti setting kali ya ka, kadang bingung dikit tp dapet lg kok haha
    kayak yg aku bilang td, mane ada tampang macem baekhyun ngerokok di rooftop? hahahaha pengaruh kai sama sehun nih emang, magnae2 kurang ajar hahaha😄

  5. woa… Udah nunggu ff ini…
    Akhirnya keluar juga
    Aeri semangat ya…
    Tao-ya jangan tega pada aeri kenapa
    Kris ! Perhatian pada anak mu tuh…

    Hoa poko nya 2 jempol buat author.
    Semangat nulisnya ya thor karna aku akan selalu mnantikan ff ini

  6. owooooooow sekolahnya ckckck buruk
    dan semoga zitao ohoho bisa berubah sikap dan sifatnya
    Aiyak penasaraaaaan
    kapankah aeri akan bertemu kris ???
    dan kyaaaaaa gak sabar nggu zitao jadi anak yg baik kkkkk
    aeri hwaiting ohohoho

    dan fighting chingu ^^

  7. sung rin berkata:

    huh kris sama suho bisa bersikap hangat, tapi sama tao anaknya sendiri ngak,,

    aeri sama kris belum ketemu, pengen liat mereka cepet ketemu,,,

  8. Nieza Kim berkata:

    seruuu.. tapi masih belum ngena.. gimana ya.. Aeri-Kris nya masih samar-samar.. Seperti komennya @hyun-aH, masih belum fokus sama Aeri-Kris-Tao.. Malahan tadi aku fokusnya ke Anhri..

    Ya udah, ditunggu kelanjutannya.. Fighting!!😀

  9. ririn hoon berkata:

    uhhhh daebak
    tapi adegannya kris sedikit bgt >.< jadi masih berasa gimana gitu ceritanya masih terpusat sm masalah keluarga Aeri dan pekerjaannya blom ada kris sm Aeri nya kekekeke tapi ttp daebak kok ditunggu next part nya ya

  10. faiqa andien berkata:

    tinggalkan jejak ^^
    ceritax bagus, g typo , alurx sedikit cepat.
    tp jalan critax itu lho…kok bisa membuat aq penasaran ya??? hehehe ^^
    di tunggu part 2 nya…aq setia menanti…^^

  11. Magnaelover berkata:

    Menunggu aeri kris moment hehehe …. Tao ga mungkin suka sama aerikan? Aeri nikah aja sono sama boss kris hahahaha
    Ayo lanjut! Alurnya cepet dan kurang fokus. Part selanjutnya kris aeri ketemu dong.
    Anak exo pada eksis disini.
    Yg crispy wifey sequelnya kemana😦 ditunggu-tunggu eh malah series baru ini yg muncul. Palli juseyo

  12. estaa berkata:

    Kyaaa, keren eonni..
    apa mungkin yg ngehamilin Zitao ? ahhh jangan walaupun badboy harusnya gak kayak gitu , semoga aja enggak deh haha
    gak rela kalo Zitao ngehamilin anak orang …
    Lanjut, lanjut eonni …
    kalo part ini dikit banget , berarti part selanjutnya harus cepet dong yaaa.. hehe😀

  13. Jung rae_kyo berkata:

    LoL,kris dah punya anak segede tao.kira2 emak’nya siapa yah?
    Kesian si aeri.jadi guru konseling anak didiknya bermasalah semu.

  14. Mira Amelia berkata:

    bagus banget! (y) maaf eon aku baru baca! banyak tugas numpuk dan nggak ada waktu luang untuk main-main! next eon🙂

  15. alfianiluthvi berkata:

    waaaaa keren! keren!!
    idenya keren..
    haha
    entah kenapa aku ngebayangin drama school 2013 versi exo… kkk
    ditunggu partny kris-tao bapak sama anak satu ini emang unyu sekali.. masih penuh misteri nih mereka.. hahah #apadah..
    ditunggu next partny..

  16. dheka berkata:

    Next part eonnn. Waah kris sama zitao anaknya cuma beda 16 tahun, ibunya umur brp ituuu pas berojolin dia hahahaha-___- siapa yaa ibu kandung zitaooo, kepo abiisss!! Lanjut eonn part 2. Haha

  17. Ling_Key berkata:

    Aigo Kai, Sehun, Baek Oppa jadi anak nakal? Pantes sich,haha kecuali si maknae
    Kasian Aeri pusing mikirin murid- muridnya, kapan ketemu Kris nya eon? Kalo boleh tau genre ff nya apa eon?

  18. annyeong…

    author ceritanya seru, alurnya ga kecepetan kok menurut aku. terus juga aku masih bingung zitao itu anknya kris ya? aku tggu part selanjutnya…

  19. sebenarnya siapa lagi seseorang yang dimaksud nyonya wu itu. apa mungkin itu eommanya Tao
    sehun, jongin dan baekhyun
    aduuh, yg baby face dijadiin berandalan sekolah sih tapi
    gapapa.
    sebenarnya apa yang membuat hubgungan tao dan Kris itu begitu buruk. biar bagaimanapun mereka itu adalah ayah dan anak
    oh, yaa ? apa kris melakukan suatu kesalahan ketika remaja lalu
    atau karena dijodohkan sehingga bisa menghadirkan tao :3

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s