[Drabble] FEEL

aekris

*Recommended song : Geeks – Officially missing you, too*

Do not hide your joy when I run to get you
I wonder if your heart is waiting for me,
if you feel the same I feel
Like a fool I’m waiting for you all day

Langit mendung masih menyelimuti kota seoul disore hari ini. cuaca mendung yang kadang pula bisa membuat suasana hati seseorang menjadi sendu…

“sudah kau minum obatnya?” ujar Ny. Park, ibunda aeri. gadis berwajah pucat pasi tersebut hanya mengangguk lesu dan makin merapatkan selimutnya. “kapan kau bisa istirahat kalau nonton tv terus?” lanjutnya lagi dan hendak mematukan tv, namun dengan cepat ditahamnya remote tv oleh aeri,”a-andwae…nanti aku matikan…”

Belum sempat ibunya melarang, nyanyian musik yang sudah tak asing lagi mulai terdengar, bersamaan dengan munculnya keenam pria tampan dalam layar televisi. Ny. Park melihat kearah anak gadisnya yang sudah diam menatap focus ke layar dan tersenyum lembut, “kau masih bersama Yifan?” tanyanya, aeri melihat sekilas dan mengangguk pelan.

“hubungan kalian baik-baik saja kan?” lanjutnya lagi.

“…sepertinya begitu…” jawab aeri pelan, meski tak yakin dengan apa yang ia ucapkan.

Ny. Park mengerutkan dahinya heran, “hmm…eomma tetap tidak bisa mengerti jalannya hubungan kalian dan lebih baik eomma tak berkomentar” ucapnya dan mengusap lembut rambut aeri lalu keluar kamar.

aeri masih diam, menghela nafas berat yang entah sudah kesekian kalinya tak juga membuat hatinya tenang. Diraihnya ACE, boneka alpaca dari kris yang selalu menjadi pelampiasannya dikala sedang rindu padanya.

Ada suatu hal yang mengganjal dihatinya beberapa bulan belakangan ini, hal yang tidak bisa ia ungkapkan dengan mudah pada kris, menyangkut hubungan rahasia mereka.

Sudah dua bulan keduanya tak bertemu karena kesibukan kris yang makin menggila, ia tak pernah sekali pun meminta atau memaksa kris untuk menemuinya, meski setiap melihat wajah tampan kekasihnya dalam layar kaca selalu membuat rasa rindu yang makin memuncak. Apa yang bisa ia lakukan selain diam dan bersabar hingga punya waktu untuk bersama?

Menghubungi kris pun bisa dihitung dengan jari, ia hanya tak ingin mengusik konsentrasi kris pada kerjaannya hanya karena dirinya. Dan belajar untuk bersabar dengan hubungan ini pun tak semudah yang ia bayangkan sebelumnya.

***

August 22, 2013

Dua belas pria tampan beserta manager baru saja keluar dari resto, setelah merayakan kemenangan EXO yang ke-empat kalinya. Hari sudah cukup malam saat mereka sampai di dorm, bahkan dua magnae mereka sampai susah dibangunkan dari mobil saking lelahnya. Ya, semua hampir merasakan letih yang sama. Aktifitas padat yang baru mereka rasakan serta ketenaran yang terus berkembang membuat mereka harus bekerja lebih giat lagi demi mencapai impian serta memberikan yang terbaik untuk fans yang mendukung mereka.

“kau belum tidur?” celetuk yixing yang baru kembai dari kamar mandi, dengan wajah sedikit fresh. Kris menggeleng pelan dan tetap focus pada ponselnya. “jangan tidur larut malam hyung” ucapnya lagi sebelum marik selimut.

Dilihat kedua member sekamarnya sudah terlelap, namun ia tetap tak bisa tidur. Banyak hal yang mengusik pikirannya dan sebagian besar tertuju pada gadis yang belakangan ini sulit ia hubungi dan tak ia lihat. Pesan singkat yang ia kirimkan sejak pagi tadi hingga saat ini tak kunjung dibalasnya. Apa kau baik-baik saja? Batin kris, rasa rindu yang makin memuncak sedikit membuat moodnya akhir-akhir ini kurang baik. Menjadi sedikit lebih diam dari biasanya dan kadang memilih untuk menyendiri.

Jemarinya membuka satu folder berisi hanya satu foto gadisnya, hanya dengan foto ini yang bisa membuat staminanya pulih kembali, meski tak ia pungkiri pula ingin bertemu dengan wujud asli gadisnya…

 tumblr_m4lz5shorq1qjvyzwo1_500_large

August 23, 2013

tumblr_mrz7cfD6qf1qhmxnlo1_500

Masih dengan wajah kusut karena baru 3 jam ia tidur dan pagi-pagi harus bersiap untuk perform di music bank, kris berjalan lesu memasuki gedung. “ini..” ujar suho seraya memberi minuman kesehatan. Kris tersenyum kecil dan langsung meminumnya. “masih ada waktu smapai besok, temuilah dia nanti malam” ucapnya seakan tahu apa yang membuat leader kedua EXO tak seriang biasanya.

“ahni…aku belum menyiapkan barang-barang untuk ke LA besok” elaknya, meski dalam hati ingin ia pergi dan hanya melihat sejenak saja wajah gadisnya.

“pikirkanlah lagi…kudengar dari hyera…kondisi aeri sedang tidak membaik…” ucap suho lalu beranjak pergi. Refleks ia ambil ponselnya dan kembali mencoba hubungi aeri namun tak kunjung diangkat. “ugh!” diacak rambutnya gusar dan mengusap wajahnya. Apa yang sedang kau lakukan? Kenapa menjadi sulit seperti ini? Batin kris. Merasa aeri makin jauh darinya. mulai berpikir menjalani hubungan seperti ini akan semakin sulit dan lebih banyak aeri yang menanggun beban tersebut.

***

Aeri’s house

“benar kau sudah membaik?” tanya ibu aeri, kembali menanyakan hal yang sama, sebelum ia benar-benar pergi mengantar ayah aeri ke busan untuk beberapa hari.

“gwaenchana~ tekanan darahku sudah kembali normal…”

“appa pergi sendiri juga tak apa, aeri-ya…” sela ayahnya. “andwae~ benar aku tak apa, lagi pula nanti hyera dan yerim mau kesini” ucapnya bohong.

“hmm… Geure, kami pergi…kau jangan banyak bergerak, makan obat tepat waktu, nanti eomma akan terus menelfonmu” ujarnya khawatir dengan anak tunggalnya. Aeri hanya tersenyum dan mengangguk pelan.

Setelah mengantar hingga depan rumah, ia kembali duduk lesu depan tv, melihat jam menunjukkan pukul stengah tujuh malam, menyalakan tv dan hanya menunggu sampai EXO perform malam ini. “belum perform…baiknya aku sambil masak” ucapnya sendiri.

Dilihat bahan makanan yang cukup lengkap dan langsung ia buat salah satu makanan kesukaan kris di korea, pancake dan kimbab. sedikit ia besarkan volume tv agar tetap terdengar dari dapur saat exo mulai tampil. Masak kini sering menjadi pelampiasan dirinya jika tengah gundah seperti ini. dengan memasak pula selalu membuatnya ingat memori bersama kris saat pria itu belum melakukan debutnya.

Aeri yang dulunya sama sekali tak bisa memasak, bahkan membedakan bumbu dapur saja ia tak bisa, namun karena kegigihannya ingin membuat kris bisa makan masakannya. ia rela jemari lentiknya sesekali teriris pisau, atau kena cipratan minyak saat menggoreng, ia tak peduli semua itu, karena saat kris memakan semua masakannya dengan lahap itu akan menjadi bayaran termahal, yang tak akan bisa dibayar dengan uang.

Kembali terdengar alunan musik growl dari ruang tv, segera ia mematikan kompor dan duduk manis depan tv, selalu dan selalu memperhatikan kris kemanapun pria itu melangkah. Hingga sampai penghujung acara, mengumumkan pemenang minggu ini dan kembali jatuh pada EXO keenam kalinya dalam dua minggu ini.

Senyum pun mengembang makin lebar saat melihat tingkah para member yang tengah memberikan speech mereka dan kris yang tetap berdiri tenang sambil memasang senyum yang selalu memukau… bogoshippo… batin aeri, diambil ponselnya dan kembali melihat pesan singkat kris yang ia terima sejak kemarin dan belum juga dibalasnya. Bukan tanpa alasan aeri tak membalasnya, hanya saja…ia tengah belajar untuk membatasi dan menahan diri untuk tidak terlalu sering berhubungan dengan kris, agar bisa terbiasa nantinya, meskipun amat sulit.

***

Hari mulai malam, semua member dan kru mulai bersiap pulang, termasuk kris, namun ia terus melihat jam dengan wajah cemas. Kembali mengingat ucapan suho dan juga dorongan dari dirinya sendiri untuk melihat aeri.

“kau bisa bilang pada seunghwan hyung…dia yang paling mengerti bukan?” bisik suho, mengerti maksud kris.

“kau yakin?”

“bilang saja kau ada urusan, tapi jangan terlalu malam” peringatnya, kris mengangguk pelan lalu bergegas mengambil tasnya dan mencari sosok mantan manager super junior tersebut.

“hyung!” ujar kris saat melihatnya baru keluar dari lobby. “hyung, boleh aku pinta waktu 2 jam saja?”

“untuk?”

“itu…”

“hmmm…pergilah…”

“eh?”

“hanya dua jam dan kau harus kembali ke dorm” ucapnya seakan tahu maksud kris. tak mau membuang waktu, ia peluk erat seunghwan dan bergegas keluar studio, dengan masker dan kacamata hitam tentunya.

***

Hampir jam 9 malam dan ia masih duduk lesu didepan tv, ponsel terus ia genggam dan didalamnya sudah berisi draft pesan untuk kris namun masih enggan ia kirim. Dilihatnya lagi layar ponselnya dan masih sedikit ragu, diarahkan ibu jarinya menekan tombol send, namun kembali terhenti saat mendengar pintu pagarnya terbuka. Nugu? Pikirnya dalam hati, dan langsung berjalan kearah pintu sebelum orang itu mengetuk pintu, sudah lebih dulu dibukanya…

“nuguse-yo…kris?!” sosok pria tinggi dengan kacamata hitam dan masker yang menutupi sebagian wajahnya berdiri didepan pintu. Dibuka sedikit maskernya dan tersenyum kecil, “akhirnya…aku bisa melihatmu lagi” suara husky voice yang selama ini aeri rindukan begitu terdengar merdu.

“m-masuklah…” ujarnya jadi sedikit canggung dan berjalan lebih dulu. Kris menyeringut heran dan hajya diam sambil menatap gadisnya dari belakang. Tubuh yang terlihat lebuh kurus dari saat kris terakhir melihatnya dan wajah pucat pasi… Dia memang terlihat tidak baik… Batin kris, ditambah lagi melihat bungkusan obat diatas meja.

“eum…kau sudah makan? Tadi aku masak kimbab dan pancake…aku panaskan dulu-” kris menarik lembut tangan aeri dan membawanya duduk di sofa, “k-kris…”

“tujuan utamaku kesini hanya ingin melihatmu…kekasihku yang akhir-akhir ini sulit kuhubungi dan bahkan aku tak tahu kalau ia sedang sakit saat ini” ujarnya, kembali membuat aeri diam dan hanya menunduk.

Ditariknya tubuh mungil itu kedalam dekapannya, parfum khas kris bisa tercium jelas, salah satu hal yang aeri rindukan. Ditambah dengan pelukan hangat dan sandaran dada bidang kris, sudah lebih dari cukup bagi aeri untuk mencurahkan kerinduannya.

“mianhae…” lirih aeri, masih dalam pelukan kris. Pria itu tersenyum lembut dan mengecup rambut aeri,

i really miss you…mungkin aku bisa stress jika tak paksakan untuk menemuimu hari ini…aku hanya ingin pergi dengan hati tenang saat ke LA besok…” jelas kris. Aeri melepas pelukannya, menatap sayang wajah kris, jemari lentiknya perlahan mengusap lembut pipi kris, membuat wajah pria itu kian mendekat padanya. Hembusan nafas lembut aeri terasa jelas dipermukaan wajah kris, hingga jarak keduanya makin dekat…

Dddrrrrrtt!!! *eomma calling*

“c-chakkaman…” ujarnya jadi sedikit gugup dan bergegas mengambil ponselnya. Kris hanya tersenyum kecil dan duduk santai sambil terus menatap aeri.

“ne…arraseo eomma… sudah aku minum…h-hyera…” sesaat ia melihat kearah kris, dan belum sempat ia bicara, dengan cepat diambilnya ponsel aeri oleh kris, “y-ya~”

“omoni? Annyeonghasseyo~” sapa kris akrab.

“yifan?! Kupikir aeri sedang bersama hyera dan yerim” ujarnya bingung sedangkan aeri hanya bisa menepuk keningnya pelan dan makin menenggelamkan tubuhnya disofa.

“hyera ada urusan mendadak dan aku gantikan untuk menjaganya” balas kris sambil terus menatap aeri.

“apa benar tak menganggu kesibukanmu? Aku hanya khawatir darah rendah aeri kumat lagi, karena saat kami tinggal tadi wajahnya masih pucat…ingatkan dia untuk tetap tidur dan minum obatnya ya” pesan Ny. Park,

“ne…dia pasti akan cepat sembuh omoni” balasnya sambil tersenyum kecil dan setelah sedkit berbasa-basi dengan ibu dan juga ayah aeri, diserahkannya lagi ponsel aeri.

“jangan lagi kau rahasiakan penyakitmu dariku” ujar kris sedikit kesal.

“kris aku hanya tidak ingin kau khawatir dan-“

“jangan jadikan alasan klise itu yang membuatmu seperti ini padaku” potongnya lagi. Aeri kembali menunduk. “tak membalas pesanku atau mengangkat telfonku cukup buatku hampir gila aeri…hanya dengan cara itu aku bisa tahu kabarmu…jangan pula kau membatasi dirimu untuk bisa menghubungiku…”

“aku tak bermaksud…mianhae…”

“katakan apa yang kau suka dan tidak suka…”

“ahni…aku hanya ingin belajar untuk bisa mengendalikan rasa rindu ini…mungkin nantinya waktu bertemu kita makin sedikit…maka dari itu, mulai sekarang aku belajar untuk bisa mengendalikan rasa itu” lirih aeri.

Kris hanya diam, dengan cepat ia angkat tubuh aeri, “kris!”

“seperti janjiku pada omoni, aku akan menjagamu” ujarnya sambil membawa aeri ke kamar.

“y-ya~ kau harus cepat pulang! Besok kau harus pergi lagi kris!” ujar aeri sedikit berontak namun tetap diidahkan kris.

“kris aku sudah sem-“ dikecup lembut bibir aeri, sontak membuat gadis itu langsung diam. “untuk beberapa saat ini menurutlah padaku” bisiknya, masih dengan jarak wajah keduanya dekat. Melihat pipi aeri yang bersemu merah, menjadi penyemangat tersendiri baginya.

Setelah diselimutinya aeri, ia duduk di lantai dengan wajah terus menatap kekasihnya sayang, “mianhae…” lirih gadis itu.

“kata maaf saja tidak cukup”

“m-mwo?”

Kris tersenyum kecil, meraih tangan aeri dan menjadikan sebagai alas sandaran wajahnya. “kadang aku rindu saat kau masih menemaniku main basket…setelah itu makan kimbab buatanmu dan menghabiskan waktu hingga malam di taman…” ucapnya, aeri tersenyum lembut dan mengangguk pelan.

“…kau janji…tidak akan pernah mengabaikan pesanku atau telfon dariku lagi kan?” lanjutnya lagi. Aeri diam sejenak lalu kembali duduk, “aeri…please…”

“…bolehkah jika aku bilang kalau aku…cemburu?” ucap aeri ragu, sedikit membuat kris kaget dengan pernyataan aeri yang selama mereka pacaran tak pernah kata itu terucap dari bibir aeri.

“c-cemburu?”

Aeri mengangguk pelan, meraih tangan besar kris, dan menggenggamnya erat, “aku…membatasi komunikasi diantara kita…mencari cara bagaimana mengatasi rasa cemburu itu…kadang aku merasa kesal…sedih dan bahkan ingin menangis…”

“tapi dengan siapa? Aku tak pernah dekat dengan yeoja idol-… maksudmu amber?!” serunya. Aeri hanya menggigit bibir bawahnya, tak berani menjawab. “aeri…kau tahu betul bagaimana hubungan pertemanan kami…bahkan kau bilang dia idolamu bukan?”

“aku bukan cemburu karena itu! Hanya…aku iri dia atau yeoja lain bisa dekat denganmu…” gerutunya pelan dan tetap menunduk.

“lalu apa yang harus aku lakukan? Lowongan untuk jadi coordie kami masih ada kalau kau mau” ucapnya sambil mencubit gemas pipi aeri.

“haaah~ lupakan ucapanku tadi!” ujarnya kesal, kembali membuat kris terkikik pelan. “arraseo~ kalau itu maumu, aeri sayang~”

“pulanglah kris… sebelum managermu curiga” ujar aeri menyerah. Dan kembali terasa berat jika ia harus pulang dan bersiap untuk kembali jauh dari gadisnya.

Aeri beranjak bangun dan menarik lembut tangan kris keluar kamar, dan mengantarnya hingga ke depan pintu. “sampai di dorm aku akan menelfonmu, dan sesering mungkin akan menghubungimu” janjinya, aeri hanya diam dan mengangguk pelan.

Kembali ia pandang wajah kris lekat, mendekatkan tubuhnya dan menarik kerah kaos kris, mendaratkan ciuman lembut yang langsung disambut pria itu. Mengalungkan kedua tangan besarnya di pinggang aeri agar makin mendekat padanya, dan kedua tangan aeri yang langsung mengalungi leheri kris, menyelusup ke dalam rambut coklat pria itu, cukup membuat kris makin bernafsu mencium gadisnya, Ciuman yang mungkin kembali jarang keduanya rasakan nantinya.

saranghae” bisik aeri sesaat setelah jari lentiknya menghapus saliva di bibir kris.

The End.

YAK! entah abis ngetik dan dibaca lagi ff ini…jadi ngerasa geli sendiri, hahaaa~ gak pernah bisa buat ff romantis~ U.U tapi moga suka yaa~ dan akan ada lagi drabble kyuhyun, moga bisa kepublish minggu ini juga😀

23 thoughts on “[Drabble] FEEL

  1. Tapi ini juga masih ada kontaminasi dr kyurin couple dit, cuma agak romantis dikit.. Soalnya rinrin kan kalo lg kangen rinrin kan begini juga kelakuannya wkwkwkkw

  2. faiqa andien berkata:

    aq suka…aq suka…simpel, padat dan jelas. hehe…aeri…sabar ya….ntar krisx balik lg kok….^^
    paling suka baca ff couple ini…brasa gimanaaaaa gt….oh iya, sequel crispy wifey msh ditunggu lho….^^
    ditunggu ff yg lain ya Thor…^^

  3. teukiteuk berkata:

    Ada aekris nih..
    Aeri sampe sakit mikirin kris mulu,
    kirain krisnya ga peduli gitu,
    Ternyata sama2 kangen toh..
    Nice story ^^
    Ditunggu yg lainnya + sequel crispy wifey😉

  4. kyaaaaa~ eonni aku baca’a agak aneh apa karna udh terkontaminasi sama rinkyu story ya. biasa’a kan kalo baca rinkyu pasti ada berantem2nya tuh pasangan tapi pasangan yg satu ini so sweet bgt

    tapi aku tetep suka ko hehe

  5. eonni,kangen rinkyu….aeri sma rinrin ngk jauh beda sifatnya eonni,,jadi ff ini aku malah kebayang rinkyu..bedanya kris ngk meninggalkan bercak” merah diberbagai tmpt,hehehe mian eonni kritiknya,^^

  6. Like this #jempol
    romantis abis… kisahnya hampir sama kayak RinKyu. tapi yang ini lebih co cuiit.
    Kris lebih peka dari pada Gyudong =.=v
    buat drabble Rinkyu sama Aekris yang banyak Oenn~ saya suka🙂

  7. ah aeri mah suka modus aja, kan ceritanya kalo lg sakit gitu jadi lebih gampang disrang #eh #salahfokus hahahaha
    kayanya ini semacam bales dendam ke kris ya? biasanya kan di ff sebelah aeri yg teraniaya gitu ya haha disini kris yg dibully~~ gapapa gapapa, saya suka kok kalo papah dibully hahahahaha😄

  8. huaaaaa daebakkkk eonni ^^
    back dengan AeKRIS lagi ne hooooo
    romantis, sekarang kris yg ngebet am aeri ….
    saya suka ff eon🙂 apalagi kalo ad kris hehehehehee

  9. Purple Egg berkata:

    aiiiiiiiih, gaya nya sok bisa batasin diri.. apa kabar abis liat drama ver tadi?? masih bisa batasin diri?? hahahaha😄

  10. Magnaelover berkata:

    ini ga nyambung sama yang lain kan ya ? beda sendiri ffnya ?
    kya kya kya … aekris ada lagi.
    itu yg my crispy wifey kapan sequelnya ?
    asik abis ini ada kyu hohoho …
    lanjutin lagi ya drabble yg ini sama ff lainnya…

  11. dheka berkata:

    Aku selalu baca FF yg cast nya itu kyu, selaluuuu, abis feel nya dpt bgt._____. Tp pas nemu blog ini trus baca crispy wifey aku jd berpaling ke kris. Hahahaha, tanggung jwb eon. Krn udh buat aku menghianati kyu wkwkwk, ditunggu squel nya Crispy Wifey sampe kris punya anak ya eon di squel nya hahaha, salam kenal sblmnya aku dheka^^

  12. angrybird_wu berkata:

    Udah lama ga baca aekris.taunya pas cek blig min ada yang baru.tiap baca aekris aku cemburu sama aeri.kris romantis banget.lanjutin squel yang baru ya min

  13. hankimsworld berkata:

    Perbedaan aekris n rinkyu : klo aekris yg sering nyosor aeri klo klo rinkyu si kyu yg sering nyosor tpi rin bisa nyosor klo dah jalan buntu wkwk~

    Aeri cemburu ma amber?? Gga ada yg lebih feminin yg dicemburuin??-___-“

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s