Today, The Love Begin | Part 2

TTLB2

| prolog | Part 1 |

Seorang anak kecil duduk sendirian, sengaja menjauh dari kerumunan orang berbaju hitam di pemakaman umum. Jemari kecilnya terus memainkan ujung jaket merah, hadiah terakhir pemberian ibunya. Ia tak mengerti mengapa semua orang menangisi peti mati  yang didepannya terpasang foto gadis cantik dengan senyum termanis yang ia miliki, satu yang bocah kecil itu tahu,itu adalah foto ibunya.

“apa yang akan kau lakukan pada anak itu?” tanya wanita paruh baya pada suaminya. Wajah yang mulai berkeriput namun tetap terlihat tegas dan angkuh, hendak memikirkan anak yang seharusnya menjadi cucu lelakinya, namun tak pernah ia harapkan.

“dia masih punya ayah, meski aku tak yakin dia ayahnya tapi berikan saja padanya, setidaknya dia tahu penderitaan yang anakku alami selama ini” ujarnya tegas tanpa sedetik pun melihat kearah bocah kecil yang kini hendak berlari mendekatinya.

***

Seoul, 00.30 KTS

Kris kembali terbangun tengah malam dengan keringat deras yang mengucur dari tubuhnya, meski suhu dalam kamar cukup dingin. Mimpi yang sama untuk ketiga kalinya. Anak kecil yang datang dalam mimpi, selalu menunjukkan ekspresi wajah sedih dan kesepian.

Ia bangun dan mengganti baju dengan kaos tipis lalu keluar kamar, mengambil air minum. Sebelum turun, ia berhenti sejenak melihat kamar zitao yang sedikit terbuka dan masih terdengar suara tv didalamnya. Mengintip sedikit, melihat bocah tersebut tertidur di sofa sambil memegang joystick. Ia benarkan posisi tidur zitao jadi sedikit nyaman, membereskan mainan anaknya dan mematikan tv. Tak lupa pula ia ambil selimut dan menyelimutinya. Dipandanginya sekali lagi wajah zitao yang sampai detik ini tak pernah ia merasa mirip dengannya, satu yang ia tahu, zitao hanya mirip dengan gadis yang sempat menjadi bagian dari hidupnya dan pernah mengisi kekosongan hati kris…

“tadi aku ke sekolah barunya” celetuk Ms. Wu dibelakang kris.

Kris masih diam dan beranjak keluar kamar zitao. “…kau masih belum bisa menerimanya?” celetuk Ms. Wu yang sudah berada didepan pintu kamar zitao.

“mom, please-“

“jangan lagi kau hindari masalah ini kris” potong Ms. Wu. “yang dia butuhkan hanya perhatianmu sebagai ayahnya dan ingat, zitao tidak bersalah, berhenti untuk jadikan dia pelampiasanmu” ujar Ms. Wu geram dan meninggalkan kris yang diam membisu.

***

Incheon Airporttumblr_mvm51quWUf1qitdj1o3_500

Seorang gadis berjalan sedikit angkuh keluar dari airport. Kedua mata indah dibalik kacamata hitamnya sibuk mencari orang yang berjanji menjemputnya hari ini.

“nona Jessica?” ujar pria paruh baya dengan seragam drivernya, Jessica, nama gadis itu membuka kacamata dan mengangguk kecil. “beliau sudah menunggu anda, di café sana” ucapnya sambil menunjuk café dipojok airport. Jessica kembali mengangguk pelan dan menuju café tersebut, dimana wanita cantik berumur 40-an sudah menunggunya.

“lama tak berjumpa, Jessica”

Jessica tersenyum kecil dan membungkuk pelan, “maaf membuatmu menunggu lama, Ms. Wu” ucapnya dan mengambil duduk didepan Ms. Wu.

“hanya menunggu 15 menit tidak membuatku lelah dibanding menunggu kehadiranmu selama 10 tahun belakangan ini” balasnya dengan raut wajah yang sulit diartikan.

Jessica menghela nafas pelan, “seandainya aku tahu lebih dulu… Miyoung sama sekali tidak pernah cerita padaku mengenai hubungannya dengan kris…”

“sampai detik ini pun aku masih belum mengerti mengapa dia berbuat seperti ini, tapi yang jelas aku hanya ingin melihat hidup anakku lebih berwarna lagi, dan juga cucuku satu-satunya” ucap Ms. Wu, menaruh harapan besar pada jessica untuk perubahan hidup kris. Gadis itu tersenyum kecil dan mengangguk pelan, seakan yakin bahwa ia kini bisa memiliki pria yang dulu seharusnya menjadi miliknya.

Cukup 15 tahun aku menunggu apa yang seharusnya menjadi milikku, Hwang miyoung, dan kini semuanya akan kembali padaku…

***

Wu’s Corp

“…aku mengerti…tapi tidak mungkin hari ini juga aku mencarinya, kau tahu sendiri buah itu sulit dicari, jagiya~” ujar junmyeon lewat ponsel, berusaha membujuk istrinya yang lagi-lagi punya permintaan aneh.

“lalu kapan?!”

“besok atau…kalau bukan aku yang mencarinya juga bisa-“

“andwae! Aku maunya kau yang beli, dan sekalian hari ini jemput suho di rumah eomma, aku tunggu kalian pulang!” bentaknya lalu memutuskan sambungan telfon.

Junmyeon mengusap wajahnya gusar, kadang bingung menghadapi keinginan aneh dan selalu membuatnya repot dikehamilan anak keduanya ini.

“kali ini apa yang ia minta?” celetuk kris dibalik meja kerjanya sambil tersenyum kecil.

“dia mencari buah tropis…dimana aku bisa mendapatkannya disaat musim dingin seperti ini?!” gusarnya.

“itu hal yang mudah untukmu bukan? Suruh anak buahmu mencari diseluruh kota, atau kalau perlu impor saja” ucap kris enteng.

“hyera hanya mau jika aku yang mencari dan membelinya langsung” balasnya datar.

“ckck~ dia memang wanita yang hebat, atau kau yang terlalu lemah diatur olehnya?” goda kris,

“aish~! kau sama sekali tidak membantu kris! aku pulang”

“hey~ kita masih ada meeting 20 menit lagi”

“tanpaku masih bisa kan?”

“sirreo~! Lagipula kau yang lebih banyak ambil peran dalam tender nanti”

“kupercayakan semua padamu, eo? Aku pamit~!” ujar junmyeon sebelum kris sempat mencegahnya. “aish~ bocah ini” dumel kris pelan.

Kris meregangkan otot sejenak dan menyesap kopinya, melihat pemandangan sore hari kota seoul yang kembali ramai dengan hiruk pikuk pekerja yang hendak pulang. Terkadang hanya dengan diam membuat pikiran dan hatinya tenang, namun diam dan kesunyian bisa menjadi kelemahan dalam dirinya, merasa begitu kesepian…

“dongjun-ah, batalkan meeting malam ini” perintah kris pada asisten pribadinya. Segera ia ambil tas dan jasnya, bersiap untuk pulang.

Dan baru saja kris keluar ruangannya, sosok gadis cantik berambut panjang tersenyum manis saat melihat pria yang sudah ia tunggu sejak tadi. “kris?” sapanya pelan dan berjalan mendekatinya. Kedua alis kris bertaut, meski sudah lebih dari 10 tahun ia tak pernah melihatnya dan banyak perubahan dalam diri gadis itu, tapi kris tetap bisa mengenalinya…

“j-jessica?!”

“syukurlah masih mengingatku, lama tak bertemu, kris?”

Kris masih diam, sedikit tak percaya gadis yang dulu menjadi sahabat dari orang yang paling dicintainya kembali hadir. “mau temaniku minum kopi?” tawar Jessica dan tanpa pikir panjang, kris mengajaknya di café depan gedung kantornya.

“sejak kepindahanku ke amerika…aku benar-benar tidak bisa menghubungi kalian, dan aku baru mendapat kabar setelah miyoung tiada…maaf kris, seharusnya aku berada disampingnya dan menghentikan keputusan bodoh yang dia ambil” ujar Jessica simpatik.

Kris tersenyum kecil, “kau tiba-tiba hilang begitu saja dan setelah kau pergi, ia pun juga menghilang dan tak pernah aku sempat melihatnya lagi…hanya dari sosok bocah kecil itulah aku bisa melihat dirinya dari sisi lain” lirih kris.

“tapi…apa benar dia memang anakmu?” tanya Jessica hati-hati.

Kris kembali diam dan hanya mengaduk minumannya, “bukan berarti aku menuduh miyoung atau siapapun, tapi… dia menghilang dan tiba-tiba anak itu datang padamu, mengaku bahwa dia anak kandungmu?”

“…itulah hal yang masih sulit kuterima 10 tahun ini, Jessica…”

***

Mango Six Café

Menjelang malam di akhir pekan kali ini bisa menjadi hari yang tidak biasa lagi bagi aeri. setelah jadwal blind date yang diatur ibunya, kini ia tengah menunggu sosok pria yang wajahnya pun tak pernah ia lihat.

Untuk kesekian kalinya aeri menghela nafas pelan, mengambil kaca kecil dalam tas, memastikan tatanan rambutnya. Meski sudah beberapa kali ia mengalami hal ini, tetap saja ada rasa gugup dan takut jika nantinya tidak sesuai harapannya.

“aeri-ssi?” sapa seorang pria yang baru datang. Sesaat aeri terpana dengan pria manis dengan wajah yang mungkin orang mengira masih duduk dibangku sekolah jika tidak memakai casual jas coklat serta kaos putih yang ia pakai saat ini.

“n-ne”

Pria itu tersenyum manis dan mengulurkan tangannya, “kim seokjin, atau Jin, aku biasa dipanggil itu” balasnya, aeri membalas jabat tangan Jin dan mempersilahkan duduk. Sejak ia datang tadi, pria dihadapannya tak pernah menghilangkan senyum di wajahnya, hal pertama yang membuat aeri mulai tertarik.

tumblr_msuwmldeC01sh4nero1_500

“maaf menunggu lama, pekerjaanku menjelang akhir pekan memang selalu menumpuk”

“tak apa…kau kerja dimana?”

“konsultan di perusahaan yang sedang kubangun bersama temanku, umm… kudengar kau mengajar, apa benar?”

“ne, sebagai guru konseling di seungri high school”

“seungri high school?”

“ne, w-wae?”

Jin tersenyum sambil menggeleng pelan, “kurasa aku tahu guru wanita yang dimaksud bocah itu” ujarnya, makin membuat aeri bingung. Jin kembali terkekeh pelan, sedikit membuat aeri terpana dengan tawa pria dihadapannya yang begitu terlihat manis.

“mungkin kau kenal dengan murid bernama kim taehyung?” lanjutnya, seketika membuat aeri syok. Bagaimana mungkin ia tidak kenal dengan murid yang termasuk daftar murid susah diatur di sekolahnya? Kim taehyung, dari penampilan ia terlihat manis namun sebenarnya ia hanyalah murid membangkang dan paling suka menggoda guru muda, macam aeri ataupun yerim.

“k-kau…apa hubunganmu dengannya?!”

“aku hyung-nya…yaa, mungkin dia anak yang sedikit nakal, tapi sebenarnya dia masih punya sisi baik” jelasnya sambil tersenyum manis. Dalam hati aeri menjerit, ada firasat tidak baik setelah tahu taehyung adalah adik Jin, dan mungkin hubungannya dengan jin tidak akan sampai pada hubungan yang ia harapkan sebelumnya.

baru beberapa jam ia mengenal pria itu, bisa ia tahu jin pria yang cukup menyenangkan, namun tetap saja setiap ia menemulan sisi baik jin, ingatan muridnya yang juga adik pria ini selalu muncul dan membandingkannya.

“apa mau masuk dulu?” tawar aeri saat keduanya sudah sampai depan rumah aeri.

“lain kali saja…umm, aeri”

“ne?”

“lain kali boleh aku jalan denganmu?” tanya Jin penuh harap, seketika gadis itu terdiam, tawaran Jin seakan menjadi pintu awal kisah percintaannya.

***

Seungri high school

aeri berjalan lesu keluar dari ruang kepala sekolah, seusai membicarakan masalah salah satu muridnya, ahnri yang masih belum mau kembali masuk sekolah. Hal ini menjadi beban juga baginya karena ia sudah berjanji meyakinkan pihak sekolah untuk memberinya kesempatan kedua, namun nyatanya murid itu memilih untuk berhenti sekolah.

“aeri-ssi…” paggil salah satu guru senior disana.

“o-oh, jung sosaengnim” balasnya sambil membungkuk pelan.

“ini hasil ujian kelasmu dan ini buku yang kujanjikan…” ujarnya dengan memberikan setumpuk kertas ujian serta beberapa buku tebal.

“n-ne… Kamsahamnida jung sosaengnim”

“lalu…bagaimana keputusan sekolah mengenai murid itu?”

“aku akan tetap membujuknya untuk masuk”

“hmmm… Keputusan sekolah untuk mengeluarkannya memang sudah keputusan yang benar, setidaknya tindakan tersebut mengurangi nama jelek sekolah ini… Lebih banyak anak nakal yang dikeluarkan, makin bagus bukan? Dan pekerjaanmu akan semakin ringan… Aku permisi, aeri-ssi” ujarnya tanpa memberi kesempatan bagi aeri untuk membela.

“j-jung sosaengnim-“

“butuh bantuan…noona?” celetuk siswa berparas tampan dan imut dalam waktu bersamaan.

“kim taehyung, aku gurumu” ujar aeri geram dan berjalan lebih cepat.

“tapi tidak lama lagi aku akan memanggil sebutan itu bukan, kakak ipar?” lanjutnya lagi, membuat langkah aeri terhenti. Taehyung tersenyum kecil dan kembali menghampirinya, hendak mengambil buku yang dibawa gadis itu, namun…

“biar kubantu, sosaengnim” siswa lain yang juga tak kalah manisnya dengan taehyung langsung mengambil alih barang bawaan aeri. tak mau kalah, taehyung kembali merebut barang yang kini sudah berpindah ke tangan jongin, “sosaengnim sudah meminta bantuanku, kim jongin-ssi” balas taehyung dingin.

Jongin tersenyum kecut, ia tak akan mau kalah begitu saja dengan siswa yang bisa dibilang musuh terbesarnya di sekolah ini. ya, sudah menjadi rahasia umum di seungri high school mengenai dua kubu antara kubu taehyung dan jongin, keduanya pun memiliki nama geng masing-masing. EXO dan BTS.

Aeri memutar kedua bola matanya jenuh, segera mengambil barang yang ada pada jongin, “ini belum jam istirahat bukan? Kembali ke kelas kalian!” ujarnya dingin.

Dan selepas aeri pergi ke ruang kesehatan, aura kebencian antara dua siswa tersebut kembali muncul, “besok malam kutunggu ditempat biasa” ucap jongin sebelum pergi, taehyung tersenyum kecut, mengusap dagunya dan mengangguk pelan. “siapkan saja kekalahanmu, E.X.O” ejeknya dan bergegas pergi.

Beruntung ruang kesehatan siang ini tidak begitu ramai, ia lebih senang memeriksa semua tugas muridnya di ruang kerja yerim dibanding meja kerjanya sendiri. sambil memeriksa hasil ujian muridnya, otaknyanya terus berpikir bagaimana caranya untuk membujuk siswi tersebut untuk kembali masuk sekolah, ditambah lagi taehyung yang sudah tahu mengenai perkenalan aeri dengan kakaknya, Jin.

“jangan dipaksa kalau kau sedang banyak pikiran” celetuk yerim setelah kembali dari toilet. Menyerah, aeri menyingkirkan semua kertas ujian dan meletakkan wajahnya diatas meja.

“kenapa hidupku seakan tidak bisa tenang?”

“kau yang terlalu tegang menghadapinya, aeri…dan ambisimu untuk merangkul semua siswa disini menjadi lebih baik malah menjadi boomerang tersendiri bagimu”

“haaah~! Lalu apa yang harus kulakukan?!”

“cari calon suami” jawab yerim asal. “eh…tapi sabtu malam kemarin kau kencan lagi?! Apa berhasil?” seru yerim, lagi-lagi wajah taehyung yang muncul dalam ingatannya.

“entahlah, setelah aku tahu bahwa pria itu tidak lain adalah kakak dari kim taehyung”

“kim taehyung?!”

“sst! Kecilkan suaramu!” serunya, takut terdengar siswa lain. “hehe, mianhae… Hmmm… Apa kakaknya juga tampan?”

“eyy~ kenapa kau tanya begitu?”

” hahaa.. Yaa penasaran saja, taehyung itu kan termasuk siswa tampan disekolah ini, fansnya tak kalah banyak dengan jongin” jelas yerim, aeri hanya menggeleng wajah, meski yerim juga kadang kesal dengan kenalakan muridnya, tak bisa ia pungkiri bahwa mereka pun punya wajah yang tampan. Seperti taehyung yang selalu menggodanya dan terang-terangan menyukai yerim.

“kau sudah mulai kena rayuan bocah itu?!”

“hahaa… Wanita mana yang tidak tepesona dengan mereka aeri-ya? Terlebih lagi aku masih belum menikah”

Aeri diam sejenak sambil melihat bingkai foto kecil di sudut meja yerim, foto yerim dan kekasihnya. “apa karena chanyeol tak kunjung melamarmu, kau jadi tertarik dengan yang lebih muda?!”

“ummm…. Kalau dia tidak jadi melamarku, mungkin aku akan menunggu sampai taehyung lulus”

” ya~! Hong yerim!”

***

flashback

kedua kaki kecil itu berlari lincah diantara kerumunan orang yang mengelilingi tempat tidur dimana ibunya berbaring. Ia tak mengerti mengapa nenek dan kakeknya menangis dan pria berjas putih sibuk melepas banyak alat dari tubuh ibunya. Yang ia tahu, Ia hanya senang melihat kini banyak orang disekitarnya.

“zitao, ayo pulang” ujar kakeknya. Dilihat sosok ibunya yang tadi berbaring diranjang sudah tak ada. “dimana eomma?” ujarnya polos.

“ayo pulang” balas kakeknya lebih tegas tanpa mau menjawab pertanyaannya. bocah kecil itu hanya diam dan menurut, ia terlalu takut berhadapan dengan pria yang ia sebut kakek, meski sang kakek tak pernah sudi dipanggil dengan sebutan tersebut.

Suasana dalam rumah mewah itu pun seketika ramai didatangi kenalan keluarga Hwang, salah satu keluarga terpandang di korea. tak banyak orang yang tahu siapa orang tua bocah kecil itu, karena yang mereka tahu, anak gadis satu-satunya keluarga Hwang belum menikah.

“zitao…” panggil wanita paruh baya, satu-satunya orang yang mau memperhatikan dan menyayangi anak itu selain ibunya yang kini sudah tiada.

“ahjumma… Kenapa eomma tidur terus? Kenapa halmeoni menangis terus?” tanyanya polos, belum mengerti sama sekali.

Seo ahjumma tersenyum perih, dibawanya zitao kecil dalam pelukannya dan mengusap punggungnya lembut. Hatinya begitu tak tega melihat kenyataan miyoung telah tiada, ditambah lagi keluarganya sama sekali tidak mau menerima kehaditan zitao.

“zitao masih ingat waktu ahjussi juga tidur lelap waktu itu?”

“ne… Ahjumma bilang kalau ahjussi sudah pergi ke tempat yang indah” jawabnya polos.

“betul sayang, dan sekarang ibumu juga menyusul ahjussi, ke tempat yang lebih indah”

“tapi nanti eomma gak balik lagi? Sama seperti ahjussi?” tanyanya yang mulai menangis, takut tidak pernah bisa lagi melihat ibunya.

“eomma akan menunggumu disana hingga waktu yang tepat, zitao… Sekarang yang harus zitao lakukan adalah tumbuh menjadi anak yang baik, seperti yang diinginkan miyoung eomma, eo?” lanjut seo ahjumma. Zitao kembali diam, “aku gak mau tinggal sama halabeoji…”

“ahjumma akan selalu menemanimu, sayang… ahjumma janji”

Flashback end

***

Seoul, 22 Desember 2013

Tepat 15 tahun yang lalu, sosok wanita yang amat berarti baginya pergi selama-lamanya. Diusia yang masih terbilang kecil, ia pun tak mengerti mengapa sang ibu pergi meninggalkannya begitu cepat. Butuh waktu hingga zitao berumur 10 tahun, memahami semua yang terjadi dan mengetahui mengapa ia bisa dilahirkan kedunia ini…hal yang cukup menyakitkan bagi anak seumurannya. Harus menerima beban cukup berat, jika ia boleh memilih, ia lebih baik tidak dilahirkan didunia ini atau jika bisa, ia ingin menyusul ke tempat dimana ibunya berada kini…

Pusara itu pun masih terawat dengan baik, dan setiap satu tahun sekali zitao  ketempat tersebut, hanya ada satu bunga mawar putih yang sudah mengering. Bunga pemberian darinya yang setiap tahun ia berikan dan hanya itu. Tak ada pula sanak keluarga lain yang melakukan peringatan tanggal kematiannya, kedua orang tua miyoung pun memutuskan untuk pindah keluar negeri, berharap bisa hidup dengan tenang selepas kepergian anak gadis satu-satunya.

Hal yang biasa zitao lakukan di hari itu, membawa tiga tangkai bunga mawar putih beserta makanan kesukaannya dan ibunya dulu. Seharian penuh ia hanya akan diam dihadapan pusara miyoung, menceritakan apa saja yang sudah ia lewati selama satu tahun belakangan, kecuali satu hal, tentang ayahnya sendiri, Kris.

iuoh

“…eomma…aku dikeluarkan lagi dari sekolah…tapi yang terakhir itu bukan salahku sepenuhnya…aku hanya melindungi mereka yang tidak bersalah…itu tandanya aku juga anak yang baik, bukan?” ucapnya sambil mengusap bingkai foto miyoung. Bibirnya pun mulai bergetar, menahan tangis. dibalik semua sifat pemberontak dan sikap pendiamnya, hatinya begitu rapuh jika menyangkut nama ibunya. Satu kelemahan zitao.

Ia peluk kedua lututnya dan menyandar pada pusara miyoung, memejamkan kedua matanya, membayangkan wajah miyoung yang selalu membuatnya tenang dan bersamaan dengan itu, air mata pun mengalir perlahan, “bogoshippoyo…eomma…”

Flashback

Bocah kecil dengan wajah sedikit chinesse menunduk diam dengan air mata yang ia tahan. Kedua tangan kecilnya meremas kencang kaos seragam olahraganya. Inginnya ia menutup kedua telinga saat guru yang menurutnya paling galak di sekolah terus memarahinya, namun ia hanya bisa diam dan menelan semua ucapan gurunya yang bahkan belum ia mengerti.

“lee sosaengnim!” seru wanita manis yang baru datang sambil tergesa-gesa. Segera ia menghampiri bocah tersebut, mengangkat wajah anak lelakinya, “gwaenchana?”

“Ny. Hwang…kenakalan anak anda tidak bisa ditolerir lagi” sela Lee sosaengnim.

“dia tidak mungkin melakukan hal yang tidak-tidak jika tanpa sebab… dan pasti bukan salahnya sepenuhnya” bela miyoung. Ia berbalik pada zitao kecil, membersihkan tanah yang ada pada seragamnya, “kita pulang…” bisiknya dan menggandengn tangan zitao.

“Ny. Hwang… masalah ini belum selesai”

“maaf Lee sosaengnim…aku yakin anakku tidak bersalah, dan bukan dengan cara seperti itu kau menghukum anak kecil” balas miyoung dingin dan menarik zitao keluar ruang guru.

Bocah kecil itu masih saja diam, bahkan ice cream kesukaannya sama sekali tidak ia sentuh. “wae geure? Apa kau mau ice cream yang lain?” tanya miyoung lembut dan hanya dibalas gelengan olehnya.

“ucapan lee sosaengnim jangan lagi kau ingat, kau bukan anak nakal sayang… dibalik semua yang zitao lakukan pasti untuk melindungi dirimu sendiri kan? seperti yang eomma ajarkan selama ini” lanjut miyoung.

Sesaat zitao kecil menatap wajah ibunya sedih, “…appa…eoddiseo?” tanyanya polos. Miyoung terhenyak, pertanyaan yang selama ini tak pernah zitao utarakan, kini terucap.

 Ia tak pernah mengenal sosok seorang ayah dalam hidupnya selama 5 tahun ini. ia pun tak pernah bertanya mengapa ia hanya mempunyai seorang ibu, karena miyoung terus meyakinkannya jika ayahnya pergi untuk waktu yang sangat lama, dan zitao percaya akan hal itu. Namun saat ia dimasukkan dalam taman kanak-kanak, melihat teman sebayanya yang selalu ditemani kedua orang tua yang lengkap, bermain dengan ayah mereka masing-masing mulai membuatnya iri. Dan disaat beberapa anak lelaki teman sekelasnya selalu mengejeknya yang tak mempunyai ayah, membuah amarah zitao meluap dan memukulnya dengan kotak pensil yang ia miliki.

“mereka bilang tidak mau berteman denganku karna aku tidak punya appa…eomma bilang aku punya appa kan? tapi appa pergi terus…” ucapnya murung. Sekuat tenaga miyoung menahan air matanya, di peluknya erat tubuh mungil zitao, mencium rambutnya dalam. “suatu saat nanti…zitao pasti bisa bertemu dengan appa…” lirih miyoung.

Flashback end

Zitao terbangun karena dering ponsel dari sakunya, dilihatnya ada 2 missed call dari KAI. Ia lihat suasana sekitar pemakaman, sudah mulai gelap. ia beri salam formal lagi didepan makam ibunya dan beranjak pergi.

“mwo?”

“ppali…kau bisa naik motor Kai kan? cepat datang menyusul kami” ujar sehun lewat telfon. tanpa pikir panjang, zitao mengiyakan dan langsung menuju tempat yang dimaksud sehun.

***

Aeri’s House

“kyungsoo-ya, vitaminmu sudah habis lagi?” ujar aeri dengan kedua jemarinya memeriksa stok obat dan vitamin. “…dan obatmu juga sudah habis? kenapa tidak bilang?” lanjutnya lagi, kyungsoo yang tengah siuk memecahkan soal matematika hanya berdeham, tak menghiraukan ucapan kakaknya.

“ya~ kau tahu kalau obat itu harus selalu diminum” lanjut aeri gemas dan duduk didepannya. Kyungsoo hanya diam dan terus menunduk, “gwaenchana noona, mimisannya sudah tidak pernah kambuh lagi” ucapnya pelan.

“jangan bohong padaku, tiga hari yang lalu eomma menemukan sapu tangan dalam saku seragammu yang sudah ada bercak darahnya…lain kali kau harus bilang kalau obatnya sudah mau habis” jelas aeri, membuat adiknya tak bisa mencari alasan lain. bukan karena ia tak ingin sembuh, tapi ia hanya tidak mau menambah beban aeri yang masih harus membeli obat untuknya dengan biaya yang tidak murah.

Penyakit yang masih ringan, namun bisa menjadi bahaya jika tidak diobati dari dini, dan salah satu alasan kuat aeri untuk melakukan apapun demi pengobatan adiknya adalah ia tak mau jika nantinya kyungsoo akan seperti ayahnya dulu, menderita penyakit yang sama (Kanker Nasofaring).

“noona tidak usah membelinya, biar aku beli sendiri…dengan tabunganku”

“simpan uang tabunganmu untuk kuliah nanti kyung, arra?” ujar aeri sambil tersenyum lembut. Dan lagi-lagi kyungsoo merasa gagal membantu sang kakak, kadang disaat seperti ini, ia hanya berharap aeri bsia mendapatkan pasangan yang lebih mapan, agar bisa memberi kebahagiaan secara batin dan materi lebih banyak.

“ya~ apa kubilang…kau mimisan lagi kan!” ujar aeri melihat tetesan darah di buku kyungsoo, “istirahatlah…belajar hari ini sudah cukup” ucapnya sesaat setelah membaringkan kyungsoo di kamarnya.

“tapi ujian besok-“

“istirahat dulu…lusa kita ke dokter, sudah waktunya kau kontrol lagi” potong aeri, mengerti bahwa ucapan kakaknya tak bisa dibantah, kyungsoo memilih untuk diam dan menyerah.

***

Seungri High school

Siang hari yang tenang di ruang guru yang kebetulan sepi, namun maah terasa aneh jika sekolah hari ini berjalan tenang, “hari ini kenapa suasana sekolah lebih tenang?” celetuk yerim, seraya menaruh dua gelas the hangat untuknya dan aeri. gadis disampingnya tersenyum kecil, “mungkin karena anak-anak itu tidak masuk hari ini”

“nugu?”

“exo dan bts…sejak pagi aku belum melihatnya”

Yerim menyeringit heran, “bukankah itu aneh?” lanjutnya, langsung berpikir negative.

“maksudmu?”

“mereka tidak masuk setelah akhir pekan, apa kau tidak punya firasat buruk?”

“sudahlah~ aku sedang tidak ingin memikirkan kenakalan mereka” balasnya jenuh.

“hmm, geure…jadi kita bisa ke noraebang hari ini”

“m-mworago?”

“ajakanku untuk kita me-refreshkan otak itu sudah dari sebulan yang lalu aeri… dan kau selalu tidak bisa! kali ini kau tidak bisa menolak” ancam yerim.

Bukannya mengelak, aeri hanya memasang wajah memelasnya, berharap kali ini bisa lolos dari ajakan yerim, dan bukannya ia tidak mau, melainkan menghindar dari ajakan yerim yang berujung pada ajang perkenalan dia dan salah satu teman chanyeol yang pasti dibawanya.

“usahamu tidak akan berhasil” balas yerim dingin dengan tidak melihat wajah sahabatnya itu. “yaa~ geure! Dengan satu syarat…chanyeol dilarang bawa teman lelakinya!”

“hohoho~ tenang aeri, kau bisa mengajak jin kalau kau mau” goda yerim, sesaat aeri teringat pria yang sepekan lalu ia kenal.

Mereka memang sudah saling tukar nomor ponsel, namun tak sekalipun aeri membalas telfon atau pesan dari lelaki itu. Ia memang menyukai Jin, namun jika untuk menjurus ke tahap lebih tinggi lagi, sepertinya akan sulit, mengingat adik jin adalah salah satu muridnya. Ia tak ingin hal tersebut menumbulkan masalah nantinya.

“ketakutanmu itu berlebihan…setidaknya kau harus coba buka jalan untuknya” saran yerim. Aeri menggeleng pelan, “biarlah seperti ini…aku hanya ingin fokus pada sekolah dan kyungsoo…untuk jodoh…aku yakin tuhan sudah menyiapkan jodoh untukku, jadi tinggal menunggu saja”

Tuk! Jitakan pelan langsung melayang di kening aeri, “pabo~ meski tuhan sudah menyiapkan jodoh untukmu, tetap saja kau harus  berusaha!” ujar yerim gemas.

***

Wu’s Corp

Suasana meeting yang cukup menegangkan diakhiri dengan senyum puas bagi kris dan junmyeon. untuk kesekian kalinya mereka berhasil memenangkan tender besar, mengalahkan beberapa perusahaan besar dengan persaingan yang ketat.

“senang kerja sama dengan anda, Mr. Wu, Mr. Kim” Ujar salah satu investor  dari jepang. dengan senyum puas kris hanya berbalik menjabat tangan dan mengangguk pelan, berbeda dengan junmyeon yang terlihat lebih ramah. Gaya keduanya dalam menunjukkan ekspresi serta cara menjalin hubungan amat berbeda jauh, namun tidak ada yang menyangkan dengan proyek yang dilakukan bersama, selalu menunjukkan keberhasilan yang luar biasa.

“kris, kau bisa menggantikanku temani para relasi nanti malam kan?”

“jangan bilang kau-“

“yeah~ kau tahu hyera akan mengamuk jika aku ikut noraebang”

“tapi ini untuk urusan bisnis junmyeon”

“eyy~ jangan coba-coba membuat ibu hamil mengamuk, kau juga bisa kena amukannya” ucap junmyeon dan kris mengerti itu, mengingat ia pernah kena omelan hyera saat awal kehamilannya kemarin hanya karena meminta junmyeon ikut noraebang bersamanya dan klien.

“okay~ sampaikan salamku untuk suho”

“thanks dude~!” ujar junmyeon sambil memukul pelan lengan kris.

Menjelang malam hari ditempat yang sama, salah satu tempat karaoke terkenal di gangnam…

“kajja, chanyeol sudah di dalam” ujar yerim saat baru sampai di tempat karaoke cukup terkenal di seoul dan aeri hanya pasrah mengikuti tarikan gadis didepannya.

“hei~ aeri” ujar pria jangkung dengan senyum cerah yang memang selalu terpasang diwajahnya. “hei~”

aeri lebih memilih pasangan didepannya ini bernyanyi, menurutnya itu hiburan tersendiri melihat tingkah chanyeol yang mirip dengan murid mereka, berbanding terbalik dengan kekasihnya. Wajar saja jika hingga saat ini chanyeol masih belum memikirkan pernikahan.

“aeri!” seru chanyeol melempar mic bersamaan dengan diputarnya lagu no more dream, salah satu lagu favorit aeri.

Diruang lainnya…

karaoke mungkin menjadi salah satu hal yang tidak disukai kris, apalagi untuk acara seperti ini. Sejak dua jam yang lalu ia hanya diam dan minum, membiarkan relasinya bernyanyi dan dikelilingi gadis seksi dan cantik, meski semua gadis disana lebih ingin mendekati kris, tapi tatapan dingin cukup bisa mengurungkan niat mereka. Kim junmyeon… Lihat balasan dariku! Batin kris kesal membayangkan sahabatnya kini pasti sudah tidur nyenyak dirumah.

“kris-ssi, kau tidak suka bernyanyi?” ujar salah satu wanita berbaju seksi mendekatinya sambil menuangkan wine. Kris hanya memutar kedua bola matanya jenuh.

“cheers-oops!” dengan sengaja ia jatuhkan wine dibaju kris.

“hei!”

“maaf, biar kubersihkan” ucapnya mengambil kesempatan untuk meraba tubuh kris, namun dengan cepat ditangkis tangannya dan beranjak keluar ruangan.

Sh*t! batinnya kesal dan sambil terus mendumel, ia ganti dengan t-shirt serta jeans yang ada dimobil.

Baru ia ingin kembali ke dalam, segerombolan pemuda kembali menghadangnya…

“benar kau tidak mau kami antar?” tanya yerim lagi setelah keluar dari ruangan.

“eo~ rumahku sudah dekat dari sini”

“geure, jalja~” ucap keduanya dan berjalan lebih dulu. Aeri menunggu hingga mobil chanyeol menghilang dari hadapannya. Baru ia melangkah keluar tempat karaoke, tak jauh didepanya ia lihat sekumpulan orang, ada kecelakaan? Atau…

“ppali!” bentak salah satu temannya, yang sama tingginya dengan kris, bahkan meraih kerah kaos kris. kris masih tetap diam, memikirkan cara yang tepat untuk bisa kabur dengan tanpa resiko tentunya.

“hohoho~sepertinya dia siswa baru disini, lihat saja pakaiannya, pasti harganya mahal, bermobil pula” celetuk yang lain. siswa yang paling terlihat sangat mendekatkan wajahnya dengan kris, “kalau kau masih baru disini, lebih baik ikut cara kami-“

“YA! seru seorang gadis dari belakang kris, dengan kedua tangan yang dikepalnya kencang, siap menghajar siswa berandalan dengan jurus taekwondo yang ia kuasai.

“kalian…siswa dari namguk, aku kenal dengan kepala sekolah kalian!” bentak aeri makin galak dan terus mendekati mereka dan kris hanya diam membisu, melihat keberanian gadis yang sok berani menurutnya.

“cish~ kau mengancam?!”

“NE! dan aku tidak segan-segan melaporkan kalian!”

“bos, baiknya menyingkir…” bisik salah satu anak buahnya. Pria yang mencengkeram baju kris, kembali mendekatkan wajahnya disamping telinga kris, “urusan denganmu belum selesai” bisiknya lalu beranjak kabur.

“YA! JANGAN KABUR BEGITU SAJA!” teriak aeri namun sama sekali tidak diidahkan oleh mereka. Kris masih diam dan sedikit syok dengan gadis dihadapannya ini, terlihat manis namun sangat galak.

“dan kau! Ini bukan waktunya siswa masih berkeliaran dijalanan…cepatlah pulang kerumah!” ucapnya masih bercampur rasa kesal.

“m-mwo? y-ya~!” bermaksud untuk menjelaskan namun aeri sudah pergi meninggalkannya. “siswa katanya?! Apa wajahku semuda itu?” tanya pada diri sendiri dan berkaca pada salah satu kaca toko.

Dengan pakaian yang ia kenakan saat ini memang tak ada yang menyangka kalau umurnya sudah kepala tiga. tsk~ wanita aneh, mungkin umurnya lebih tua dari wajahnya. batin kris.

***

Keesokan harinya…

Wanita dengan perut membesar membawa dua bungkusan cukup besar dikedua tangannya. “Ny. Kim, biar saya bantu” ucap salah satu karyawan, tentu hampir satu kantor disini tahu siapa sosok wanita tersebut.

“ne, gomawo…” balasnya ramah.

“apa suamiku masih meeting?”

“hmm…sepertinya baru selesai dengan Tn. Wu” balasnya seraya membukakan pintu ruang kerja kris, terlihat suaminya, junmyeon tengah mendiskusikan pekerjaan dengan serius.

“maaf aku menganggu” selanya, memecahkan keseriusan kris dan junmyeon.

“ah~ yeobo~ kau sudah sampai, kenapa tidak menghubungku?”

“lihat ponselmu, sudah berapa missed call dariku” balas hyera, dan hanya dibalas cengiran lebar dari Junmyeon. “hehe, mianhae, meeting tadi cukup menguras pikiranku”

“hyera-ya…ini makanan untuk siapa?” celetuk kris melihat banyak makanan yang dibawa wanita itu.

“oh~ untuk kalian berdua, pasti belum makan kan?”

Tanpa menjawab, langsung kris ambil sumpit dan menyantap makanannya, “lebih enak jika ada yang memasakkkan untukmu, kan kris?” celetuk hyera sambil tersenyum jahil.

“keurom~ kau kan yang sudah repot masak ini untukku juga” balasnya cuek.

“eyy~ bukan itu maksudku!”

“haha, sudahlah yeobo…kau sudah makan?” junmyeon menengahi.

“hmm…kau makanlah, habis ini jadi mengantarku ke dokter kan?”

“err… habis ini masih ada meeting yang harus kuhadiri dengan abeonim…mianhae yeobo, aku tidak bisa menemani”

“tapi kan-“

“kris akan mengantarmu” sela junmyeon cepat, dan menghentikan gerak sumpit kris dan menatap tajam sabahatnya. “kris?”

“n-ne~ tadi aku sudah bilang padanya, ya kan  kris?” ucap junmyeon beralih pada kris dengan mimik wajah jawab-saja-iya

“arraseo! Aku akan mengantarmu, hyera” balas kris sedikit jengah.

“haha…geure…dengan kau mengantarku mungkin bisa membuatmu juga ingin punya anak lagi, dan menikah tentunya” ledek  hyera.

***

Seoul Hospital

Kyungsoo duduk diam diluar ruang pemeriksaan, menunggu aeri yang tengah menebus obat untuknya. Kembali ia menghela nafas berat, bosan. Melihat sekeliling ruangan, berharap ada dokter tampan yang mungkin bisa menjadi jodoh kakaknya, meski hal tersebut mustahil terjadi.

“mianh lama menunggu” ucap aeri setelah kembali dengan membawa beberapa obat. Kyungsoo hanya tersenyum kecil dan mengangguk. “noona, aku lapar”

“lapar? Geure, kita makan ditempat yixing saja, eo?” ucapnya dan dibalas anggukan oleh kyungsoo.

Sementara itu ditempat yang sama, kris menuntun lengan hyera memasuki lobby rumah sakit. “wajahku terlalu terlihat muda untuk menggandeng ibu hamil” celetuknya.

“tetap saja kau sudah cocok jalan dengan ibu hamil, kris! lihat kerutan diwajamu”

“m-mwo?! aku selalu merawat wajahku dengan baik”

“aish~ kau dan junmyeon sama saja! Terlalu menomorsatukan penampilan!” gerutu hyera.

“kami ini salah satu orang penting dalam perusahaan, hyera-ya~ jadi wajar saja” balas kris cuek, hyera hanya menggeleng wajah heran. Sesaat ia perhatikan sekeliling, tidak sedikit ia dan kris menjadi pusat perhatian, mungkin karena ketampanan yang dimiliki pria itu, membuat hyera tersenyum geli. “wae?”

“ahni~ saat aku berjalan dengan junmyeon dan kau, memang masih terasa berbeda”

“…”

“kris?” langkahnya pun ikut berhenti mengikuti langkah kris, dilihat pria disampingnya itu tengah fokus melihat sosok gadis yang berjalan menuju kearahnya.

Ia masih ingat betul wajah gadis yang kemarin malam ditemuinya itu, yang sedikit membantunya dari pemerasan yang dilakukan pelajar sma. Dan tanpa diperintah, senyum diwajahnya mulai terlihat. “kris…” hyera ikuti arah pandangan kris dan langsung tersenyum kecil, “aigo~ matamu masih sehat rupanya, ada gadis cantik langsung tertarik”

“e-eh? aniyo~”

“nuguya? Tidak mungkin kau melihatnya hingga hilang dari hadapanmu jika kau tidak mengenalnya” jelas hyera. Kris hanya tersenyum dan menggeleng pelan, “hanya mirip dengan seseorang yang sudah membantuku, kajja” ucapnya dan menarik bahu hyera.

Malam harinya, junmyeon’s house…

“kris suka dengan seorang wanita?”

“mungkin… aku tahu betul sifat sahabatmu itu… gadis itu memang manis sih, tapi tadi dia berjalan dengan seorang namja, dan cukup mesra” jelasnya membayangkan kembali wajah gadis yang dilihat kris tadi siang, cukup membuat junmyeon penasaran.

“kupikir ia sedang dekat lagi dengan Jessica” gumam junmyeon.

“Jessica? Nugu?”

“hn? Teman miyoung, ia baru kembali lagi kesini dan kulihat hampir tiap hari ia pasti ke kantor menemui kris… tapi siapapun wanita yang dekat dengannya, aku hanya berharap ia bisa membahagiakan kris” ucap junmyeon penuh harap, “ya…kuharap begitu…”

***

tak ada yang berubah dalam hidupnya selama 10 tahun belakangan ini. Bosan? Sangat. Rasanya ia ingin keluar dari semua masalah yang ada. Seandainya ia lebih mau membuka hati dan menerima kenyataan, mungkin hidupnya bisa lebih berwarna. Namun rasa bersalah yang masih membelenggu, membuat kris tak berani melangkah kedepan. Ia bukanlah seorang ayah yang baik, bahkan lebih jauh dari kata buruk. Setiap ingin coba perbaiki hubungan dengan zitao, wajah miyoung selalu mengusiknya. Salah paham yang terjadi diantara keduanya selalu mengurungkan niat kris untuk memiliki hubungan.baik dengan zitao.

“Tn. Wu, ada tamu” ucap salah satu pelayan.

“suruh masuk” ucapnya pendek, dan kembali tenggelam dalam mac book-nya.

Tak lama kemudian…

work a holic” celetuk gadis cantik yang sudah berdiri diambang pintu ruang kerja kris, “jessica…”

“pantas saja kaca matamu tambah tebal kris” ledek jessica dan duduk disofa. Kris tersenyum kecil dan melepas kaca matanya. “profesi yang menuntutku jess”

“arraseo~ tapi sekarang waktunya menyegarkan otakmu”

“eh?”

“kau sudah janji temaniku keliling seoul, ingat?” ucapnya. menyerah, kris hanya mengangguk pelan dan beranjak keluar ruangan untuk berganti baju.

selang beberapa menit keduanya sudah didepan rumah, bersiap untuk pergi bersamaan dengan zitao yang baru sampai, “kau zitao?” ujar jessica sedikit terkejut, tak ia pungkiri wajah zitao benar-benar mirip dengan miyoung.

Zitao hanya diam dan melihatnya risih, “kau memang tidak mengenalku, tapi aku jessica, sabahat ibumu” mendengar ucapan tersebut zitao hanya diam melihat keduanya, terutama kris yang sengaja melihat kearah lain lalu menghiraukan tangan jessica.

“k-kris?”

“kajja…” ucapnya pendek dan masuk kedalam mobil.

“hubungan kalian tidak baik?”

kris hanya diam dan tetap fokus menyetir, meski sebenarnya pertanyaan itu tak perlu dijawab. Yang masih menjadi pertanyaan baginya, apa bisa hubungan itu kembali membaik? Menunggu sebuah keajaiban yang bisa menyatukan hubungan ayah dan anak? Dan kapan waktu itu akan datang?

To be continue

first of all… HAPPY NEW YEAAAAAAAAAAAR~ hohoooo~ semoga ditahun ini author masih bisa sanggup buat ff yaaah~😀 dan mohon maklum dari semua reader mengenai ngaretnya update ff, huhuhuuu~ tapi semoga suka dan tetap beri masukan untuk semua ff yang aku buat!!🙂

NB: kalau ada yang bingung atau ngerasa perpindahan latar tempatnya, memang suka berganti2, dan aku tandai dengan tanda : ***

63 thoughts on “Today, The Love Begin | Part 2

  1. ninepisces berkata:

    akhirnya lanjut jugaaaa!!!!
    akhirnya kris ketemu jg ma aeri… yahh wlopun dlm sikon yg bener” unik sihh… kkkk
    yaaak lanjuuuuuuut!!!!!!!!!!!

  2. 1. coba tolong bilangin yerim kalo pedofilnya itu jangan keliatan banget gitu modusnya… udah ama chanyeol juga.. nanti disantet yeol aja..
    2. itu kyungsoo sering mimisan bukan karena sering nonton bokep kan ya.. hahaha.
    3. Ah so many suho-hyera moment disini.. aku sangat suka qaqanya.. pertahankan ya… :*
    4. Ta, kenapa harus jessica seh ta???? emang ga ada yg mukanya secentil and sengeselin itu cewe apa… eh tapi gue lupa ya, ice prince kan jodohnya ice princess ya.. okelah gpp
    5. Coba tolong part berikutnya dipercepat… hahaha

    udah ah kebanyakan komen ini saya…

  3. akhirnya publish
    lama nunggu ilff ini chinguuuu

    waaaah akhirnya Kris ketemu ama Aeri
    dan yak kenapa ada Jess??
    iiihhh ada pengganggu lagi u.u

    Yap yap cepatlah Kris ketemu sama Aeri lagi dan akrab
    pengen liat mereka breng
    dan Tao gak murung lagi
    kasian Tao #pukpuk

  4. ean berkata:

    ah akhirnya ff ini di lanjut lg,
    bener2 penasaran dng ceritanya..

    Tp kok Kris segitu tdk percaya klw Zitao itu anaknya ? Kan bisa tes DNA,
    kan kasihan ngeliat anaknya yg kayaknya gak punya siapa2 lg yg perhatiin..
    Trus sy makin penasaran dng alasannya Kris dn Minyoung pisah, what the problem ?
    Trus eonni, kok Jessica sih, bener2 gak suka sm cewe ini hehehehe
    tp terserah eonni sih😀

    and the last, semoga posting ff nya semakin cepat..
    Eonni hebat bikin ff nya, sampe reader nya bisa ngerasain emosinya dan buat penasaran di setiap part..
    Keep fighting eon, km tunggu karya mu selanjutnya🙂

  5. stlh lama nunggu dan akhirnya… n.n
    tmbh seneng bgt krna smua tokohnya aku suka :))
    semoga part slnjutnya bsa cpt di publish ya eonni ^^ ohh iya sequel crispy kpn nih?? hehhehe

  6. ka, mesti banget ya ada yg dtg dr masa lalu, cinta ga kesampean, trs jessica pula hahahaha bisa banget loh ini nanti buat ngebangun bete2 nya ke dia haha😄 tapi kesian nih sama tao, dari kecil dilempar ke sana kemari, ga ada yg sayang, ditinggal mamanya…. ah, dedek tao… eh tapi kamu jago berantem sih, jadi kayanya gapapa hahaha.

    aku puas banget sama yerim disini hahahaha *uyeaaah* pacaran sama yeol, ditaksir sama berondong ganteng taehyung. kurang apa coba? hahaha hmm, kalo boleh sih, di chapter2 berikutnya, taehyung lbh sering godain yerim, kalo bisa depan yeol sekalian hahaha😄

    oh iya ka, agak bingung dikit pas bagian kris ganti baju trs langsung yerim ngomong. itu aja sih, sisanya dapet kok hehehe. ditunggu lanjutannya, kalo ga yg ini yaaa wifey, kalo ga yaaa aekris biasa hahaha

  7. hyuNi~L.U.V berkata:

    .huaahhhh… akhir nyaa
    .stelah cukup lama aq nunggu klanjutan ff ini, akhir nya kluar jg part 2 nya.. wlaupn aq telat baca nya*hehehe
    .sperti biasa ff buatan author DAEBAKK~
    .jngn lama” yahh ngelanjutin nya
    .FIGHTING & KEEP WRITING^^

  8. Kris di bilang anak sma ketawa-tawa nggak jelas. Pengen banget liat tao sama kris akur.
    Miyoung meninggalnya kenapa ya?
    Kris ketemu lagi sama aeri kayaknya ada yang berbeda dari tatapanmu nak:D
    ditunggu eon part selanjutnya

  9. sung rin berkata:

    akhirnyaaaa muncul juga,,,
    kasian banget zitao, pasti kesepian banget hidupnya,,
    kluarga ibunya yg tdk mnginginkannya dan kris sbgai ayahnya blom bisa nerima khdrannya,,

    tpi d balik sfat tao yg dingin dan pmbrontak spti yg d tunjukkinnya slma ini, tp saat d hdpan mkam ibunya,, dia mnnjukkan bhwa dia bgtu btuh prhtian, ksih syang serta seseorang yg bisa mngerti dan d ajk bicara,,

    kris kyknya udh trpsona sama aeri smnjk d tlong dan d blang msh ank sma,,,!!!

    next update smga gak lama ya eon,,

    ohya sequel crispy wifey d tnggu,,

  10. elfa berkata:

    haduuuh kris ga cocok jd ayah’a tao, pantesan jd hyung’a,, hmmm tao kasihaaan, kakek nenek’a tega bgt ma tuh bch….

  11. Ling_Key berkata:

    Huaa… Akhirnya part 2 nya muncul juga setelah lama ditunggu ^.^
    aku gk nyangka anak semanja V bisa juga jadi anak genk,haha dan ngelawan Kai pula,hehe
    aduh… Emang y wajah mas Kris dikehidupan nyata pun terlihat seperti baby, dan ayo Eonnie bikin AeKris cepet dapet dialog bersama yang lebih banyak lagi! Next partnya ditunggu bgt, buat Tao, bener miris bgt pas tadi partnya dia nangis

  12. MoonWoo berkata:

    Cerita seru. . .tp kadang2 ngrasa banyak yg bgung.in deh!!?

    Yang penting aekris 4ever!!

    Aku minta pw crispy wifey 10 donk!!

  13. MoonWoo berkata:

    Kalau bleh minta pw crispy wifey 10 yaa. . . Bisa inbox ke fb : Kevphbin woo beoom atau sms ke no ku 083851035858 ajah pleaseee. . .

  14. alfianiluthvi berkata:

    akhiiirnya ya ada lanjutannya juga, udah lama bangeet..
    entah kenapa di part ini alurnya agak susah dimengerti ya? ato perasaan aku aja kali ya.. penggambarannya rada2 ribet. he tapi gapapa nanti aku baca ulang lagi aja. walopun gitu aku tetep suka sama ceritanya jadi masih ditunggu loh kelanjutannya.. hehe 😀

  15. Dit kenapa tiba2 ada jin disini?? Udah gt gak sopan ada foto nya segala -_____-
    Gue mau deh jadi guru di tempat aeri ngajar kalo muridnya kece2 kaya exo dan bts gitu.. gue juga dengan senang hati digangguin mereka Hhahahaha
    Eh emang kris se-muda itu apa sampe masih dibilang siswa?? Pwiss dehh -__-

  16. tabiyan berkata:

    Chingu kapan ketemuannya th si kris ssma aeri? Udah ga sabaran nih, terus jgn lama2 buat part lanjutannya, ok. Dan ssemuanya ok.

  17. Purple Egg berkata:

    dan langsung bete pas tiba2 ada jessica nongol.. hahaha tp dia cocok sih ya jd macam cewe2 penggoda gitu, centil2 jutek ke kris.. wkwkwk
    kayaknya bisa nebak sedikit, jgn2 nanti aekris salah sangka ya? yerim dikira istri nya kris, kyungsoo dikira pacarnya aeri.. kkk #soktau xD
    gak sabar nunggu part selanjutnya dit.. ditunggu ya.. hehehe

  18. Eonni, penasarannn….. >__< *oops no offense

    Pokoknya ditunggu berita baiknya yaa eonn…. (kalau publish part 3 nya)
    mudah2an besok. hehhehe *paket kilat😀

  19. Eonni, penasarannn….. >___< *oops no offense. I love Jess. (perannya aja lhoo…)

    Pokoknya ditunggu berita baiknya yaa eonn…. (kalau publish part 3 nya)
    mudah2an besok. hehhehe *paket kilat😀

    • maksudnya aku jd penasaran… apa kesalahpahaman antara Kris and Miyoung itu? apa gara2 ulah Jessica?? abis peran Jessica disini nyebelin sihh… jd cewe ganjen, yg berusaha ngerebut kris. bikin gregetan >_< *oops no offense. I Love Jess. (perannya itu lhoo…)

      #kok comment ku yg ini ga keluar sihh??
      Sorry jd double comm

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s