[AeKris Story] Something Special

aekris

You’re so special to me

EXO’s Dorm…

Hampir 20 kali ia mengutak-atik ponselnya, mencoba hubungi seseorang dan tetap sibuk. Ia pun bingung tidak biasanya aeri sibuk menerima telfon begitu lamanya, bahkan sudah hampir 30 menit dan hal itu pun membuatnya gemas dan berjalan bolak-balik dari kamar hingga ke ruang tv.

“hyung! Bisa kah kau diam?” seru chanyeol, terganggu dengan acara tv-nya, padahal ia tengah serius menonton Law of The Jungle pada saat ia menjadi guest starnya.

“chanyeol-ah, coba hubungi yerim, apa aeri bersamanya?”ujar kris dengan kedua mata masih fokus pada ponselnya. Chanyeol menghela nafas berat dan hanya menggeleng wajahnya pelan.

“chanyeol?”

“yerim sedang pergi dengan ibunya hyung, duduklah!” ujarnya gemas dan menarik lengan kris dan duduk disampingnya.

“aish! kemana dia?!” ujarnya pada diri sendiri, chanyeol hanya melirik sekilas lalu kembali fokus pada tv, hiraukan hyung-nya yang entah sedang ada masalah apa dengan kekasihnya.

“mungkin sedang masak” sahut Lay,

“masak sambil menelfon tidak mungkin, yixing” sahut suho yang baru datang dari dapur.

“mungkin sedang menelfon hyera, tadi hyera ku telfon juga sibuk” lanjut suho.

Tak lama kyungsoo keluar dari kamarnya dan ikut bergabung di ruang tv, “hyung, kau menelfon aeri noona?”

“ne, wae?”

“sepertinya orang yang sedang ditelfon Tao itu noona” ucapnya polos.

“mwo?!”

“sudah lumayan lama dia menelfon di kamarku” lanjutnya lagi, kris mendengus kesal dan bergegas menuju kamar kyungsoo.

Benar saja, dalam kamar kyungsoo terlihat Tao tengah tidur dengan headset terpasang di telinganya, sesekali ia tertawa geli bicara dengan aeri di telfon.

“Zitao~!” seru kris dan langsung merebut ponsel Tao.

“h-hyung~”

“aeri?!”

“kris?”

“kumatikan telfonnya dan nanti kutelfon lagi” ucapnya lalu mematikan telfonnya.

“hyung kenapa ditutup ?!”

“ada hal penting yang harus kubicarakan dengannya… Dan kau kenapa tumben sekali telfon aeri?!” ujar kris dengan sedikit rasa cemburu.

“wae? bukannya sudah biasa aku telfon noona, kembalikan ponselku!” ujar tao sambil mengambil kembali ponselnya dan keluar kamar. Kris menghela nafas pelan lalu kembali ke kamarnya.

Akhir-akhir ini magnae EXO M itu sering uring-uringan dan merasa kesepian dan butuh sosok teman untuk berbagi cerita, bukan pada sesama pria, seperti Kai atau Sehun, tapi pada seorang perempuan yang mungkin bisa menemukan solusi yang tepat atau masukan yang membuat perasaannya lebih tenang. Ia pernah mencoba untuk menceritakan curahan hatinya pada sehun, tapi yang didapat malah sehun yang mengajarinya hal yang aneh -.-

Cerita pada kris pun ia enggan, dan lebih memilih bercerita pada aeri, kekasih hyungnya itu. Bukan tanpa alasan zitao merasa lebih nyaman menceritakan semua hal pada aeri, termasuk sifat aneh kris, karena aeri adalah gadis pertama yang dikenalnya saat menjadi trainee di SM, melalui kris tentunya. Dan aeri sendiri menerima dengan senang hati zitao menganggap dia sebagai kakak perempuan.

***

Disuatu malam, setelah kegiatan EXO selesai…

“hyung mau bertemu noona?” ujar zitao saat melihat kris ingin bersiap pergi.

“ahni, ada janji dengan amber”

“a-“

“jangan katakan ini pada aeri, arraseo?” potong kris, tahu apa yang ingin dikatakan zitao.

“kenapa dia tidak boleh tahu?”

“kau lupa waktu itu kami bertengkar hebat karena kau salah berikan informasi mengenai kepergianku dengan amber? Padahal itu hanya salah paham?” jelas kris, membuat zitao diam.

“arraseo~”

“jadi biar aku yang mengatakan padanya, okay~” balas kris sambil mengusap puncuk rambut zitao dan keluar kamar.

Dengan wajah sedikit ditekuk, ia pun keluar kamar dengan lesunya. Sedikit sepi malam ini, karena beberapa member juga sedang keluar, punya acara masing-masing dan hanya tersisa dua magnae serta baekhyun dan chanyeol.

“amber sering jalan dengan kris hyung akhir-akhir ini” celetuk baekhyun setelah kris keluar. “mereka hanya main basket” sahut chanyeol dengan ponsel ditangannya, sibuk membalas katalk dengan yerim.

Baekhyun mengangguk kecil, “padahal aeri noona masih saja cemburu jika tahu hyung dekat dengan amber” sambung tao.

“benar juga… padahal mereka sudah bertengkar hebat kemarin karna tahu diam-diam kris hyung jalan dengan amber”

“eyy~ itu hanya main basket juga” bela chanyeol.

“apa tidak apa membiarkan mereka semakin dekat?” lanjut zitao, menghentikan dua jemari chanyeol dan baekhyun yang tengah mengunyah chips. “amber noona tidak tahu kalau hyung punya yeojachingu”

“lalu?”

“kalau tiba-tiba dia benar suka dengan hyung? Lalu hyung juga menyukainya dan melepas aeri noona?”

“yayaya~ pikiranmu terlalu jauh Tao” sela baekhyun.

“tidak ada yang tidak mungkin hyung, tapi kalau nantinya semua itu benar terjadi, aku siap menggantikan posisi kris hyung-aww~!” jitakan pelan langsung melayang di kepala zitao dari baekhyun,

“jauhkan pikiran itu dari otakmu! Lagipula kau tega merebut kekasih dari sahabatmu sendiri?” ujar baekhyun dengan sedikit melirik chanyeol.

“keurom~ lagipula kau tahu sendiri tipe ideal kris hyung seperti apa” timpal chanyeol.

“memang kau benar-benar sudah menyukai aeri noona?” lanjut baekhyun.

“noona memang tipe idealku, dia juga bisa menerima semua kekuranganku” ujarnya polos.

“aish~” ujar baekyeol bersamaan, jengah dengan ucapan zitao yang kadang membuat mereka bingung…. Atau malas berdebat dengannya?

***

Malam hari, setelah seharian beraktifitas, beberapa member memilih untuk langsung tidur, termasuk kris, yang tengah melakukan perawatan wajah sebelum tidur…

“hyung, aku boleh menelfon noona sebelum tidur?” celetuk Tao yang langsung berbaring di kasur kris.

“andwae! dia sudah tidur”

“kalau punya yeojachingu, apa boleh?” lanjutnya sambil memainkan boneka milik kris yang ada di kasur. Kris hanya menggeleng pelan, “memang ada gadis yang kau sukai?”

“belum, tapi aku bisa meminta bantuan noona, seperti chanyeol hyung dengan yerim noona”

“yerim dan chanyeol bisa bersama bukan karena aeri juga, Tao dan jauhkan pikiran itu dari otakmu jauh-jauh”

“wae~? Kau, suho hyung, chanyeol hyung dan mungkin sebentar lagi luhan hyung punya kekasih, tapi kenapa-“

“no! Tidurlah, besok harus berangkat pagi” potong kris sambil mendorong Tao agar menyingkir dari kasurnya dan langsung menarik selimut.

Belum menyerah, ia terus mencari akal agar diizinkan, lalu yang terlintas di pikirannya…

“hyung… jadi aku boleh menganggap aeri noona sebagai pacarku?” tanyanya polos, sotak membuat kris syok. “huang zitao!”

“itu artinya boleh? Hahahaa~” ujarnya langsung kabur

“a-aish! salah aku membiarkan aeri dekat dengannya!!” omelnya sendiri dan langsung menutup wajah dengan guling.

***

Bukan ia tidak mengizinkan, hanya saja ia tahu Tao belum paham dan mungkin tidak akan bisa berlaku bijak jika mempunyai hubungan spesial dengan seorang gadis disaat karirnya yang mulai menaik.

Hal itu yang sering membuat kris bimbang, menjalani hubungan rahasia memang berat, bukan hanya ia yang merasakan, tapi beberapa member yang punya yeojachingu pun pasti merasakan hal yang sama. Dan sunbae mereka pun kris juga yakin mereka diam-diam pasti punya yeojachingu.

Kadang ia merindukan saat masih menjadi trainee, hidupnya lebih bebas, apalagi setelah mengenal aeri dan menjadi kekasihnya, ada semangat tersendiri bagi kris untuk menjalani banyak latihan seharian penuh dan setelah itu, aeri selalu menunggunya di lapangan basket dekat dorm dengan membawa makanan atau berjalan di pusat perbelanjaan, menghabiskan waktu libur kris seharian mengelilingi kota tanpa perlu takut. Ia rindu dengan masa-masa itu.

Tapi satu yang ia yakini, akan ada saatnya dimana ia bisa mengenalkan gadis yang selama ini menjadi penyemangat hidupnya dihadapan semua orang, ya…suatu saat nanti, setelah karirnya makin sukses dan semua impiannya tercapai.

Ia raih ponsel dan membuka folder foto berisi fotonya dengan aeri saat pertama kali mereka berkencan di hangang park. Senyum pun terurai dari wajahnya bersamaan dengan kenangan indah bersama aeri yang ia alami hampir 3 tahun bersama gadis itu…

***

Saat ia tersenyum semua kegundahan dalam benak ini seakan hilang, dan hanya dengan melihat senyum dan tawanya membuat perasaanku selalu jauh lebih baik. Aku hanya ingin melihat dan membuatnya untuk terus bisa tersenyum dan tertawa.

Mendengar dengan serius sambil sesekali tersenyum saat Tao bercerita, tertawa hingga mengeluarkan air mata saat mendengar lelucon dari baekhyun dan chanyeol, mencurahkan perhatiannya pada kyungsoo laiknya adik sendiri, atau saat ia sedang memasak untuk member yang datang kerumahnya, adalah saat-saat yang paling kusukai. Melihatnya tersenyum dengan tulus, membuatku cukup tahu bahwa ia baik-baik saja.

First time we met

Like a waltz, I sit lightly and can’t take my eyes off of you
My eyes naturally follow you every time you walk
(EXO Don’t Go)

Pertama kumelihatnya, seorang gadis berambut panjang terurai keluar dari toko roti dengan membawa keranjang makanan. penampilan yang biasa tapi mempunyai senyum yang menawan, cukup menarik perhatian sampai-sampai…

“yifan awas!” teriak salah satu temanku, terlambat aku mengelak hingga  tak sadar bola basket mengarah padaku dan dengan mulusnya mengenai kepala.

“ya~ gwaenchana?” tanyanya khawatir, aku hanya menggeleng pelan namun mata ini masih ingin melihat kemana gadis itu pergi hingga hilang dari pandanganku.aeri

Dua hari kemudian aku kembali melihatnya keluar dari toko yang sama, masih dengan senyum yang menghiasi wajahnya ia pun berjalan menuju halte bus.

Tanpa berpikir dua kali, kuikuti dari belakang, tak lupa menutup kepalaku dengan hoodie dan duduk tepat dibelakangnya. Jantungku terus berdegup kencang, dan bisa kurasa panas di kedua pipiku, entah perasaan apa ini, tapi yang kutahu, aku menyukainya.

“eonni~!”

Kulihat dari pintu masuk gadis berkacamata melambaikan tangan kearah didepanku dan duduk disampingnya. mereka larut dalam obrolan seru yang tidak kumengerti, tapi aku bisa mendengar suaranya yang begitu manis.

“haha…eonni, kau benar-benar harus mencari namjachingu baru!” celetuknya.

“eyy~ hong yerim! Kau sendiri? apa tidak ada pria yang memikat hatimu?!” balasnya. Ah~ jadi dia masih sendiri? tapi siapa namanya? Gadis yang bernama Yerim ini tidak pernah memanggil namanya.

Hingga tak terasa bus semakin sepi dan kusadari mereka bersiap hendak turun. Kecewa aku masih belum tahu namanya. Terus kupandang hingga ia turun dan saat bus melaju, mata kami bertemu, sepersekian detik kupandangi lekukan wajah manisnya dan sesaat ia tersenyum dan menghilang dari pandanganku.

Yeah, kalian mungkin bisa membayangkan bagaimana wajahku saat ia tersenyum, aku hanya bisa mengepal kedua tangan dan dance didalam bus! beruntung lah bus sudah sepi.

Dua minggu aku tidak melihatnya dan malam ini, mungkin dewi fortuna sedang ada padaku. dia bersama gadis berkacamata yang juga kulihat di bus baru saja masuk ke dalam café dan duduk tepat didepan meja kami. Gadis itu kadang tertawa atau hanya tersenyum sesekali menanggapi cerita dari… yerim, yah nama temannya itu.

Kali ini tak akan kusia-siakan kesempatan yang datang untuk kedua kalinya, aku harus tahu siapa nama gadis itu. Tapi… ugh~! Kenapa jadi gugup seperti ini?! tidak biasanya aku gugup hanya dihadapan seorang gadis!

“yifan, kau masih mau disini? aku masih ada urusan lagi” ucapan temanku membuyarkan lamunanku.

“o-oh, geure, kau pulang duluan saja, aku masih ingin disini” ucapku.

Hampir satu jam aku disini dan hanya memandanginya, hingga akhirnya kulihat dia bersiap untuk pulang, kembali membuatku panik, apa lagi yang harus kulakukan hingga bisa mengenalnya?!

Diam-diam kembali kuikuti ia di belakang, tapi…kenapa dia hanya sendiri saat ku keluar café? Aku melihat sekeliling, bermaksud mencari temannya, tapi tak ada siapapun hingga…

“siapa yang kau cari?” suara itu…

“n-ne?” kulihat gadis yang satu jam lebih kupandangi didalam café kini berada tepat dihadapanku. Oh Tuhan~ jantungku berdetak makin kencang…

“hey?” ia melambaikan tangannya tepat depan wajahku.

“o-oh…i-itu…”

“kau menyukai temanku?” tanyanya polos,

“eh?”

“dari tadi kau selalu memperhatikan meja kami, apa kau menyukai temanku?” ia bertanya lagi. aish! bukan temanmu yang kusuka, tapi kau!

“a-ani…bukan itu maksudku, tapi…umm…kris…imnida” kuberanikan diri mengulurkan tanganku, ia diam sesaat lalu perlahan senyum kembali menghiasi wajahnya, dan membalas jabatan tanganku,

“aeri imnida” ucapnya lembut.

I Love You

Not a friend
I want to be a man to you
not just any person,
the one person who will protect you
(EXO – My Lady)

sudah dua bulan belakangan ini aku dekat dengan aeri. makin jauh mengenalnya, aku merasa makin nyaman berada didekatnya. Ada warna baru dalam hidupku setelah ia hadir, dan hari ini aku ingin memastikan perasaannya padaku, dan menjadikannya kekasihku…

“maaf aku telat” ujarnya yang baru datang dan seperti biasa membawakan makanan untukku. Aku melambaikan tangan dan menyuruhnya duduk di pinggir lapangan.

“kau yang memasak atau omoni?”

“aku! Dan ini menu baru yang diajarkan eomma” ucapnya sambil membukakan sumpit untukku. “ah~ yang satu lagi untuk yixing, jangan kau habiskan!” ancamnya, aigo~ benar kelewat perhatian gadis ini.

Aku makan dalam diam, begitu juga dengannya yang lebih banyak memandang bintang diatas sana. “kau senang?” tanyaku, memecah keheningan diantara kami.

“hn?”

“apa kau senang saat denganku?” tanyaku lebih jelas. Ia berbalik memandangku dan menatap lekat, “cukup senang” ucapnya pelan dan beralih mengambilkan minum untukku.

Kutaruh makanan disamping dan kembali mengambil bola basket, “kris, makananmu belum habis-“

“jika aku bisa lakukan three point dalam sekali lemparan…kau harus jadi kekasihku” ucapku dan berjalan ketengah lapangan. Bisa jelas kulihat wajahnya merona, “tapi bagaimana jika kau gagal?” ia bertanya balik,

“…jika gagal…kau yang berhak memutuskan” ucapku. Sebelum melempar bola, kupejamkan mata sejenak dan memori saat pertama kali melihatnya kembali terlintas. Aeri…be mine.

Kulempar bola ke ring dan bagai adegan slowmotion, bola sempat berada pada pinggir ring namun…jatuh bukan ke dalam ring. Aku gagal? Tidak biasanya…

kulihat aeri berjalan mendekat padaku dengan ekspresi wajah yang sulit kuartikan.

“…yeah, aku gagal dan keputusan ada padamu-“ ucapanku terhenti saat ia dengan cepat menarik kaus dan mendaratkan ciuman lembut di bibirku, hanya kecupan singkat.

“a-aeri…”

“…itulah keputusanku” ucapnya pelan dan sambil menunduk. Kembali kuangkat wajahnya, berganti ku cium lembut bibir manisnya dan mengatakan, I Love You, aeri

Separated

I know we had some good times
It’s sad but now, gotta say goodbye
girl, you know I love you, I can’t deny
can’t say we didn’t try to make it work for you and I
(Usher Separated)

Cinta memang butuh perjuangan dan mungkin memang cintai harus diperjuangkan. Keputusan sepihak dariku untuk memutuskan hubungan dengannya setelah dua tahun kami menjalin kasih harus kuambil beberapa bulan sebelum debut.

Aku hanya tidak ingin mengurungnya jika tetap menjadi kekasihku nantinya setelah EXO debut. Aku ingin kembali fokus pada apa yang menjadi tujuan utamaku ke seoul, menjadi penyanyi yang sukses. Kupikir harus ada salah satu yang dikorbankan, yakni cinta. Aku pun tidak akan bisa menjadi pelindungnya lagi, dan ia pun pasti mendapat pria yang benar-benar bisa memberikan perhatian penuh padanya…

Setelah kata putus terucap, ia hanya diam membeku, kedua tanganku mengepal kuat, menahan amarah dalam diriku sendiri. senyum yang selama ini menghiasi hariku kini menguap entah kemana, maaf aeri… bukan aku pria yang kau mau.

Aku tidak mengerti apa itu cinta, tapi yang kurasakan kini ada satu yang hilang, terasa hampa. Hampir satu tahun kami berpisah, aku seperti bukan diriku. Selalu menghindarinya disaat ia selalu mencari celah untuk bertemu denganku. ini kulakukan hanya ingin melepasnya dan mencari pria lain yang sepadan dengannya.

Jauh dari hatiku yang paling dalam, aku masih ingin berada disampingnya, menggenggam tangannya erat, menjadi pelindungnya, melihat senyum tulus yang hanya diberikan padaku, bukan wajah sedih yang kulihat saat ia sedang sendiri.

Beruntung tahun pertama kami debut, kegiatan kami lebih banyak di China, meski tak bisa aku sepenuhnya melupakannya dan kusadari, melupakannya adalah hal tersulit…

Second Confession

Can those times come back?
Will you be able to be with me again?

6 November 2012, tepat satu tahun yang lalu aku memutuskan hubungan dengannya. Perasaanku masih tetap sama, aku masih menyayanginya. Entah kapan aku benar-benar bisa melupakannya, atau memang belum ada kemauan?

Hingga pada saat ia muncul dihadapanku, menyusulku hingga ke china. Tubuhnya sedikit kurus dan wajahnya begitu sendu, menatapku penuh harap. satu kelemahanku tidak bisa melihatnya menangis. Disisi lain aku merasa jadi pengecut, melihat perjuangannya demi menyelamatkan hubungan kami, sedangkan diriku hanya bisa diam dan terus menghindarinya.

Kubalikkan tubuhku, untuk tidak melihatnya, namun kedua tangannya yang memeluk pinggangku erat, hal yang kurindukan. Ingin aku mendekapnya, tapi aku hanya bisa diam.

“Hanya sekali kris…bilang kau masih menyayangiku…” ucapnya disela isak tangis. Aku hanya bisa mengepal kedua tangan erat. Inginku berteriak aku masih menyayangimu, masih ingin berada disampingmu, aeri.

Kurasakan pelukannya melonggar, dan menjauh dariku, “tidak adakah kesempatan kedua bagiku?”

“…”

“baiklah… Maaf sudah menggangumu…” ucapnya lalu berbalik pergi. dadaku makin terasa sesak dan tanpa diperintah, kaki ini melangkah, menarik lengannya dan mencium bibirnya lembut. Kutarik lebih dekat tubuhnya dan mendekapnya erat, membiarkan kerinduan yang selama ini kami pendam tersalurkan dalam ciuman ini.

Ia melepas bibirnya, dan menatapku lekat, “…maaf atas sikapku selama ini padamu…perasaanku padamu masih tetap sama aeri, masih ingin menjadi pria yang spesial untukmu…” jelasku.

Ia hanya diam dan tersenyum kecil, kembali memeluk tubuhku erat, “…jika kau memintaku untuk menunggumu, akan kulakukan kris”

Love, a word that sometimes easy to be said, sometimes difficult
Love, a word that leaves my side, only to return again
The word that fluttered me
the word that made me smile
It seems that I can never see it again
even though I’m tryin’ not, try not fallin’
eventually, Love is all around me
(Urban Zakapa – Love is all around)

***

Desember 2013

Bioskop malam ini tidak terlalu ramai, bahkan orang yang menonton bisa dihitung dengan jari, hal ini bisa dibilang menguntungkan gadis yang sudah hampir satu jam ini larut menyaksikan film animasi Frozen. Tak lama kemudian sosok pria dengan hoodie hitam yang menutupi sebagian wajahnya, serta alat penyamaran yang selalu dipakainya (re: wig hitam, kaca mata tebal, tompel palsu) duduk dengan jarak satu bangku kosong diantara gadis itu.

Ia melihat sekeliling, memastikan keadaan aman, baru ia lepas maskernya, dan kembali melihat gadisnya yang bahkan tak sadar akan kedatangannya. Sesaat ia tersenyum, lega rasanya bisa memenuhi keinginan aeri untuk menemaninya nonton film Frozen, film yang sudah lama gadis itu nantikan, meski kris tidak terlalu suka dengan film ini.

Bukan melihat ke layar, ia malah terus memperhatikan aeri, perlahan tangannya mengarah pada tangan aeri, sedikit kaget, aeri menoleh dan hanya mendapati kris masih diam memandangnya, “annyeong” ucapnya pelan. Kris hanya tersenyum dan makin mengeratkan genggamannya.

Aeri kembali memfokuskan perhatiannya pada layar bioskop, sementara kris, melanjutkan waktu tidurnya, masih dengan terus menggenggam tangan aeri.

I want to go out and go to the movies
I want to stick close to you and walk all day
Things that everyone else does, things that are normal
those things are difficult for us
(VIXX – I don’t want to be an Idol)

Hari semakin malam saat keduanya keluar bioskop, namun masih menjaga jarak. Aeri berjalan sedikit lebih dulu dan kris mengikutinya dari belakang. Hal yang selalu keduanya lakukan jika pergi ke tempat umum. Tak sering mereka bisa menghabiskan waktu bersama seperti saat kris belum debut  dulu, namun bagi aeri, bisa bertemu dengan kris satu bulan sekali atau kris berada di seoul, cukup membuat hatinya tenang.

Jika dipikir, sedikit menyiksa memang, menjalin hubungan kekasih, jalan bersama, namun seperti saling tidak mengenal. Masih banyak hal yang harus membuat aeri ekstra sabar dalam menjalin hubungan rahasia, itu pun ia sanggupi demi rasa sayang pada leader EXO M itu.

Ddrrrt!

Kris : aku lapaaaaaar~ makan jjangmyeon?! Tapi cari tempat kita bisa makan bersama, eo? T^T

Aeri terkikik pelan setelah melihat pesan singkat kris, untungnya tak jauh dari sana ada kedai makanan dan langsung masuk, sedangkan kris hanya diam dan menunggu didepan kedai.

Dddrttt!

Aeri : tak jauh dari sini ada taman, sepertinya sepi, nanti kubawakan makanannya kesana😉

Kris tersenyum kecil dan menuruti ucapan aeri, lalu berjalan ke taman yang dimaksud.

***

“huaaaaaah~! Akhirnya!!” ujar kris lega dan melepas masker serta tompel palsu di wajahnya. melihat tingkah kekasihnya, lagi-lagi aeri hanya tersenyum kecil.

“sudah kubilang biar dirumah saja jika mau bertemu kris, lebih aman” ucap aeri sambil membuka bungkusan makanan mereka.

“terlalu sering dirumahmu, aku tidak enak pada omoni, aeri…”

“wae? eomma senang-senang saja kau datang kerumah”

“tapi setiap tahu aku kerumahmu, omoni pasti selalu masak banyak, dan zitao tidak tahu malu selalu minta dimasakkan omoni yang macam-macam” gerutu kris.

“hahaa…gwaenchana kris, eomma memang selalu senang kalian kerumah, sedikit mengalihkan sepi eomma saat appa pergi dinas” ucapnya sambil tersenyum manis. Kris mengangguk pelan, dan mulai melahap makanannya.

“memberdeul baik-baik saja?” tanya aeri, sebenarnya pertanyaan yang selalu aeri utarakan jika mereka hanya bertemu berdua, lebih tepatnya, mengabsen member exo dan kris yang sudah hafal pertanyaan apa yang akan aeri ajukan, ia pun sudah tahu akan menjawab apa…

“hmm…”

“minseok oppa?”

“good”

“luhan oppa?”

“umm… good”

“…minyoung dari kemarin sulit menghubunginya, tolong beritahu dia, agar minyoung tidak khawatir” jelas aeri, dan hanya dibalas anggukan kris, jjangmyeon lebih membuatnya semangat makan dibanding mengetahu sedang ada masalah apa luhan dengan gadis yang sudah lama dekat dengannya.

“kyungsoo?”

Kris diam sejenak, “…kemarin kau baru menelfonnya bukan?”

“haha, hanya ingin tahu kris, lalu zitao? Tumben dua hari ini dia tidak menghubungiku”

“aku melarangnya” ucapnya pelan namun tetap focus pada makanannya.

“mwo? karena dia menelfonku waktu itu?”

Kris menghela nafas pelan, menaruh mangkuk jjangmyeon disamping dan berbalik menatap aeri, “zitao ingin punya yeojachingu”

“m-mwo?”

“aku melarangnya tapi dia malah memintaku untuk perbolehkan menganggapmu sebagai yeojachingu-nya, apa itu tidak buat ku takut?!” terang kris dengan mimic wajah seperti anak kecil, malah membuat aeri terkikik geli. “aigo~ kau menganggap serius ucapannya, kris?”

“tidak ada yang tidak mungkin” gerutunya pelan.

“dia hanya butuh teman untuk berbagi cerita kris, dan tidak semua hal bisa dia ungkapkan dengan teman laki-laki” bela aeri.

“tapi… aku tahu sifatnya, tidak mungkin ia punya kekasih, aku saja masih belajar menjaga emosi serta semua kesabaranku dalam menjalani hubungan rahasia denganmu” jelasnya, aeri tersenyum dan mengangguk setuju.

“geure… masih ada banyak halangan didepan sana, yang kita pun belum tahu apa bisa kita lewatibersama…” lirih aeri, ditariknya punggung aeri masuk kedalam dekapan kris. “…maaf  jika semua ini membuatmu tersiksa”

“aniyo~ bukan hanya aku yang merasakan hal seperti ini kris, ada hyera dan juga yerim…kami pun merasakan hal yang sama…dan berusaha untuk bisa bersabar, demi mendukung mimpi kalian” ucap aeri berusaha membuat hati kris tenang.

Ia dekatkan wajahnya pada aeri, dengan tangan kiri menarik dagu aeri, salah satu hal yang ia rindukan jika bersama gadis ini, namun tinggal satu senti jarak diantara keduanya…

Ddddrrrttt!! *yerim calling*

“nugu?”

“yerim, chakkaman…yeobseyo?”

“EONNI~!” suara cukup kencang yerim, bahkan kris bisa mendengarnya tanpa perlu di loudspeaker.

“waeyo~?”

“ini sudah jam berapa?! Kau janji hanya sampai jam 11 bukan?! Omoni sudah telfon dari tadi, dan aku sendirian dirumah, belum makan!” adunya,

“ya~ yerim-ah…telfon saja chanyeol” celetuk kris,

“oppa~! Kenapa tidak ke rumah saja sih?! dan eonni, lewat sampai jam 12 malam jangan harap kubukakan pintu!” ancamnya.

“arra~ aku segera pulang, kubawakan jjangmyeon, eo?”

“baguslah, cepat pulang!” ujarnya sekali lagi sebelum menutup telfonnya.

“kau menginap di tempat yerim?”

“hmm, eomma dan orang tua yerim sedang wisata ke ulsan, jadi aku menginap disana, kajja”

After some time passes, after I become a bit more famous
I will reveal you to the world – I love you

Sampai depan pintu rumah yerim, kris masih menggenggam erat tangan aeri dalam saku coatnya. Lagi-lagi aeri hanya tersenyum, tahu kris tidak akan begitu saja pergi melepasnya. “haruskah aku pulang?”

“itu bukan pertanyaan kris, pulanglah…takut manager oppa dan memberdeul khawatir”

Kris menghela nafas berat, ia megang kedua pipi merona aeri, dan mengecupnya lembut, “aku pamit”

“ne, sampaikan salamku pada memberdeul”

“okay…” namun tetap ia masih diam ditempat.

Tak lama pintu dibuka…

“kalau masih ingin cium eonni, bisa didalam oppa” celetuk yerim, yang membuka pintu.

“jadi boleh?”

“ya~ cepat pulang kris”

“oppa, aku titip ini untuk chanyeol” ujarnya sambil menyerahkan bungkusan cukup besar

“ige mwoya?”

“sudah, beri saja padanya, eo? Eonni masuk! Kalau kau masih disini, kris oppa tidak akan mau pulang!” ujarnya, gemas ‘memisahkan’ pasangan ini.

“geure…hati-hati kalian berdua” ujar kris sambil mengacak poni yerim lalu melangkah pergi.

I really, really think of you a lot, I really do
waiting is painful but perhaps it can be a form of happiness too
bravely face everyday, my beloved, for I am always
every one of you, which I have always liked and unable to leave behind
(sc: Kris renren update)

The End

FF aneh, seperti biasa~ hahaa, makasih loh kandit info quote krisnya, kkkkk~

NB: aekris story ini masih berhubungan dengan yerim-chanyeol couple, disini

11 thoughts on “[AeKris Story] Something Special

  1. hankimsworld berkata:

    Saia kah yg pertama??

    Ck! Kriss saking sayang’a ma zitao smpe belom dibolehin pacaran-___-”

    Kris gga ijin ma aeri klo mo ketemu amber?? Tar kalo aeri ngamuk gimana??
    Thorr sequel dri wifey belom ada?

  2. ckck kreaseee, udah tau kmaren abis ribut, kurangin kek waktu main sm ambernya. males nih nanti kalo authornya kepikiran buat galau2an lg -_-
    hmm, kata2 baekhyun mesti banget digarisbawahi nih “Lagipula kau tega merebut kekasih dari sahabatmu sendiri?” hahahaha ga tega ngerebut skrg, makanya dr dulu dihak miliki dooooong! *gemes* disini kayanya baekyeol bertentangan gitu haha
    hohoho saya senang info dr saya bisa menginspirasi ff ini, rajin2 bikin aekris yg ada yerim-(baek)yeol nya ya ka hahahahahahahaha

      • tuh kan tuh kan, ah males nih kalau galau2 -_-

        hahaha gimana ya, hmm.. hahaha aku tetep sama yeol aja deh.. resikonya dihajar noona2 ganas sih😦

        hoho biar seru aja ada yg nyempil, jd bertigaan hahahaha xD

  3. ahh~ kriss, si tao ada2 aja mana mngkin Kris suka sma amber, itu sih tao pen punya pacar? Sma aku aja bang *cipoktao😀 . Ada beberapa typo yang bertebaran🙂

  4. yullion berkata:

    Kris wu, woaini ♡♡ *plakk #ditabokaeri
    pngen deh jdi tao yg sllu dikhawatirin kris xD
    kristao emg cocok di dunia manapun (?)
    sequel cpt2 di publish ya author🙂 keep fighting^^

  5. magnaelover berkata:

    Aekris !!!! Semoga ga ada orang ketiga ya, apalagi sampe galau-galauan hahahaha
    Member exo ntar rebutan aeri lagi buehehe semoga ngga ya😉 jangan ganggu aekri
    s ya author … Mereka lagi adem ayem nih.
    Crispy wifey kapan lanjut ???
    Terus rinkyu udah ga ada lanjutan lagi ini ???

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s