At Gwanghwamun

IMG_20150331_195525

Dia selalu duduk disana, ditempat yang sama memandang kosong bangunan bersejarah negeri ini. Bangunan bersejarah dimana banyak orang kunjungi untuk berwisata, namun tidak dengan pria itu. Tujuan ia menunggu di tempat itu hanyalah satu, bertemu dengan seseorang yang telah mengisi ruang kosong dihatinya selama dua tahun belakangan. Seseorang yang mengubah hidupnya lebih berwarna, yang begitu ia cintai.

Gwanghwamun.

Menjadi saksi bisu kisah cintanya. Tempat ia pernah melupakan cintanya yang lalu juga tempat yang menjadi ruang bertemu dirinya dengan gadis itu. Gadis asing yang diam-diam mengalihkan dunianya, memberikan kenangan-kenangan indah.

“Kyuhyun-ah” panggil pria jangkung berpenampilan rapi melambaikan tangannya kearah kyuhyun, pria yang sudah hampir 2 jam duduk disana.

Kyuhyun tersenyum dan menyuruh sahabatnya duduk disampingnya. “Kau baru pulang?” tanya kyuhyun, basa-basi.

Changmin, nama pria itu mengangguk pelan. “Yeah…beruntung hari ini aku bisa pulang cepat. Kau sudah berapa lama duduk disini?”

Kyuhyun melihat rolex ditangannya, “baru 2 jam”

“Mencari inspirasi lagu?” ledek changmin

Kyuhyun terkekeh pelan dan menggeleng. “Tapi ada tontonan menarik tadi, satu keluarga yang bertengkar karena kesasar sepertinya”

Changmin hanya tersenyum mendengarnya. Ia juga sudah biasa melihat aktifitas baru sahabatnya ini, mendatangi taman ini setiap hari, hanya berharap gadis itu kembali padanya.

Ia menepuk punggung kyuhyun, mengajaknya pulang. “Kajja, seohyun masak banyak hari ini dan kau harus makan dirumah kami” ujar changmin. Kyuhyun hanya diam mengiyakan.

***

10 month before…

Kyuhyun dorm

Alunan piano terdengar keseluruh penjuru dorm. Kyuhyun baru berhasil menyelesaikan lagu untuk project terbarunya, bersyukur ia bisa menyelesaikan tepat waktu. Dan diwaktu bersamaan tercium bau gosong dari arah dapur kecilnya. Ia hanya tersenyum dan menggeleng pelan. “Sekali lagi kau gosongkan panci itu, dapurku akan meledak, rindingdong~!” ujarnya kini menyusul ke dapur. Disana, rin rin hanya bisa memasang wajah tanpa dosa menyembunyikan panci yang berwarna hitam pekat.

“Hehehe…kurasa kurang air.. Uhmmm, kita delivery jjangmyeon, saja?”

“Makan diluar saja, kajja!” kyuhyun tarik gadisnya keluar dapur dan beberapa puluh menit kemudian mereka sudah sampai di kedai ramyeon favorit rin rin.

“Lusa aku ke jepang”

“Jinja?!”

“Eo~, ada produser musik disana yang mengajak kerjasama”

“Whoaaaa~ daebak!”

“Rencananya aku akan ada disana selama dua minggu” lanjut kyuhyun, menghentikan makan rin rin. “Apa nantinya kau akan lebih sering disana? Atau menetap?” ucap gadis itu sedikit khawatir.

Kyuhyu tersenyum dan mengusap poni rin rin pelan, “tidak~ aku tetap membuat lagu di seoul, mungkin ke jepang hanya sesekali saja, itu pun jika mereka suka laguku”

Keesokan harinya…

Rin rin menjejerkan baju kyuhyun yang ia keluarkan dari lemari. Mengingat-ingat keperluan apa lagi yang harus dibawa kyuhyun ke jepang besok. “Sudah semua?”

“Menurutmu? Hmmm, saat meeting nanti kau mau pakai kemeja warna apa? Biru? Atau putih? tapi sepertinya biru saja, dan pakai jas ini” ucap rin rin sambil mencocokan kemeja ke tubuh kyuhyun.

“Biru saja”

“Okay! Tinggal dimasukkan ke koper, obat-obatan yang kau perlukan sudah kusiapkan ditas kecil, buku catatanmu juga sudah kumasukkan di tas kerjamu” ucap rin rin panjang lebar sambil terus memasukkan baju ke koper. Melihat tingkah gadis itu ia hanya bisa tersenyum. Rin rin benar-benar bisa mengurusnya, layaknya seorang istri.

Kyuhyun hanya duduk manis sambil memperhatikan rin rin mondar-mandir di kamarnya. Ini pertama kalinya kyuhyun pergi cukup lama selama 2 tahun mereka menjalin hubungan. Ia pun merasa rin rin sedikit berat melepas kepergian kyuhyun ke jepang, meski hanya dua minggu saja.

“ah! Ada yang belum kau masukkan”

“apa? Cepat ambil, sebelum kututup kopernya”

Kyuhyun menyeringai saat menyerahkan setumpuk underwear ke tangan gadis itu. Rin rin mengerjap pelan, “o-oke” tanpa merapikan lagi, langsung ia masukkan kedalam koper dengan wajah memerah.

“hahaha~ kau lucu rin-ah~ padahal kau sudah sering lihat ‘isinya’ kan?”

“y-yaa~! Apa maksudmu?!” ia menunduk malu dan merutuki ucapannya, “apa…sekarang?” kyuhyun menarik gadisnya kedalam pelukannya dengan satu tangan, bisa jelas ia lihat rona merah di pipi rin rin.

“gyudong, jangan macam-macam!” ancamnya, meski ia tahu usahanya tidak akan berhasil. Kyuhyun menyeringai dan mencium lembut bibir rin rin.

“dua minggu waktu yang cukup lama, kan?” ucapnya. Rin rin tersenyum kecil dan mengangguk. Mengalungkan kedua tangannya di leher kyuhyun, berbalik mencium bibir pria itu dalam dan pasrah akan sentuhan tangan kyuhyun disetiap inchi tubuhnya. Dia akan benar-benar merindukan kyuhyun dua minggu kedepan.

***

Incheon Int. Airport.

“kurasa aku akan sangat sibuk disana”

“aku mengerti, jangan lupa makan dan minum vitamin, tidur yang cukup” ucap rin rin mengingati. Kyuhyun tersenyum dan mengangguk. “kau juga jangan pulang larut malam dari kantor, stok makanan di dormku masih ada, tidurlah disana jika kau mau”

“okay capt~!”

“ah, satu lagi…sabtu nanti saat aku pulang, aku tunggu di tempat biasa, eo?”

“eh? Wae~?”

“lihat saja nanti, aku tunggu di…gwanghwamun” ucap kyuhyun sebelum masuk ke dalam.

***

Saturday, 14th

Pukul empat sore kyuhyun sudah sampai ditempat pertama kali mereka bertemu dulu. Gadis itu belum datang, ia putuskan unutk duduk di bangku taman tak jauh dari sana. Senyuman tak lepas dari wajahnya, sambil menggenggam kotak hitam di saku jaketnya, ia memandang salah satu bangunan bersejarah korea. Bukan hal yang romantis memang jika memilih tempat ini sebagai tempat kencan, apalagi untuk melamar. Tapi taman itulah yang menjadi saksi sejarah hubungan mereka. Mereka bertemu tanpa kesengajaan, ia ingat betul saat itu rin rin baru datang ke seoul, setelah hidup lama di thailand.

Kyuhyun menyatakan perasaannya saat itu pun tepat didepan patung Raja Sejong. Dan kemanapun mereka berjanjian, tempat itulah yang akan menjadi tujuan mereka.

Satu jam kemudian, rin rin masih belum menunjukkan kedatangannya. Kyuhyun merapatkan jaketnya dan melihat ponsel, pesan singkat yang dikirimnya tadi tak dibalas oleh gadis itu. Seingatnya rin rin tidak ada aktifitas lain di hari sabtu.

Dan rasa cemas mulai hinggap saat pukul sudah menunjukkan jam tujuh malam, gadis itu tak kunjung datang. Sudah beberapa kali ia menelfon rin rin, namun tidak aktif. Ia putuskan untuk ke dorm rin rin tak jauh dari sana namun hasilnya pun nihil, dormnya kosong, meski ia tahu gadis itu sudah pergi, dilihat dari baju kotor yang masih ada di tempat tidurnya.

Kyuhyun kembali ke taman tadi, dan rin rin belum juga datang. Rasa khawatir kian menjadi, takut sesuatu terjadi padanya, karena yang ia tahu rin rin tidak memiliki keluarga dekat di seoul.

jebal rin-ah…jangan buatku khawatir’ batinnya berseru.

Ia kembali dengan langkah gontai, dormnya begitu sepi senyap. Hingga jam sebelas malam, rin rin tetap tidak bisa dihubungi.

Flashback End

***

Changmin’s House

“makan yang banyak oppa” seohyun menaruh semangkuk nasi dihadapan kyuhyun yang dibalas anggukan kecil dari pria itu.

Suasana hening terasa diantara ketiganya. Kyuhyun makan dalam diam, sementara changmin dan seohyun hanya bisa menatap pria itu simpati. Kyuhyun berubah saat rin rin menghilang. Ia mencari kemanapun namun tetap tida bisa ia temukan. Dorm rin rin yang hampir setiap hari ia datangi, berharap rin rin akan pulang tak juga menunjukkan tanda-tanda.

“kau boleh menginap disini, jika kau mau” ujar changmin saat kyuhyun hendak pulang. Ia menggeleng pelan, “kapan-kapan saja, aku pamit…salam untuk seohyun, masakannya selalu enak” ucap kyuhyun sebelum pamit.

Changmin menepuk bahu kyuhyun pelan, “kau bisa berhenti jika sudah lelah kyuhyun-ah…” pesan changmin, namun tidak dibalas pria itu.

Ia belum lelah menunggu rin rin kembali, ia masih yakin gadis itu akan kembali. Dan ia yakin rin rin masih mencintainya. Ia percaya Tuhan akan memberinya kesempatan untuk bertemu dengan rin rin, suatu saat nanti.

janjimu akan terus kupegang rin-ah…kau pasti akan datang ke tempat itu, lagi…’

***

Today, like a fool, I am standing at that spot
Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come

Kyuhyun menghela nafas panjang, merenggangkan tubuhnya sejenak, setelah begadang semalaman menyelesaikan project barunya. Lagu yang sebenarnya akan ia persembahkan untuk gadis itu.

Jemarinya kembali menyentuh tuts piano, memejamkan mata, membayangkan kenangan indah bersama gadis itu. Alunan lagu two person dari sung si kyung terdengar indah, salah satu lagu favorit rin rin. Gadis itu selalu memaksa kyuhyun memainkan untuknya disaat kyuhyun tengah mengarasemen lagu. Menurutnya, sung si kyung adalah cerminan dirinya dimasa lalu.

Wherever you want to go, when you can’t find the way, I’ll be with you
I will remember only you in this life
We’re still lacking but I’ll be by your side forever

Menjelang siang, ia kembali ke tempat itu. Sudah 10 bulan ia melakukan hal yang sama. Duduk menunggu dan selalu membawa kotak hitam di saku jaketnya.

Puas duduk di taman, ia beranjak pergi ke dorm rin rin yang tak jauh dari sana. Meski pemiliknya tak kunjung pulang, kyuhyun tetap sering mengunjungi tempat itu. Membersihkan seisi dorm, dan kadang hanya diam sambil memandang balkon yang menghadap langsung gerbang gwanghwamun diluar sana.

Namun ada yang berbeda kali ini, saat ia memasukkan password dorm, ada seseorang yang mengubahnya.

“Rin…”

Bersamaan dengan itu pintu terbuka. Dihadapannya kini adalah wanita paruh baya, wajahnya sedikit mirip dengan rin rin.

“M-maaf apa…anda tinggal disini? Tapi…” kyuhyun menatap bingung.

Wanita dihadapannya memandang kyuhyun dari atas hingga bawah, “apakah…kau kyuhyun?”

Kyuhyun terdiam, ia belum pernah bertemu dengan wanita ini sebelumnya dan ia tidak mengenalnya.

“Benar kau kyuhyun? Ini…fotomu bukan?” wanita itu menunjukkan foto dirinya dan rin rin saat liburan ke jeju.

“Kau tahu dimana dia berada?” harap kyuhyun. Wanita itu diam dan mengangguk kecil. Melihat jawaban dari wanita itu hati kyuhyun sedikit lega, setidaknya gadisnya ada disuatu tempat.

“Dimana dia? Apa dia baik-baik saja?” tanya kyuhyun sedikit panik.

“Aku chaerim, rin rin aunty…mungkin rin rin tidak pernah cerita padamu jika masih punya kerabat di seoul…aku pun baru tahu jika dia tinggal disini sudah cukup lama-“

“Dimana dia?! Kumohon beritahu dimana dia?!” ujar kyuhyun frustasi. Chaerim tersenyum pahit, ia menyadari pria dihadapannya ini begitu frustasi saat keponakannya menghilang dari kehidupan kyuhyun.

Dan disini kyuhyun berada, disalah satu rumah sakit besar di seoul. Ia hanya diam dan mengikuti chaerim dari belakang. Hatinya berkecamuk, mengira apa yang telah terjadi pada gadis itu.

Chaerim berhenti didepan ruang rawat VIP. “Kau…bisa menemuinya, kyuhyun-ssi” ujar chaerim seraya membukakkan pintu untuknya.

***

Kedua kakinya lemas seketika saat melihat sosok gadis yang terbaring disana. Ia mengenal gadis itu, gadis yang ia cintai, yang selama sepuluh bulan terakhir ia tunggu kedatangannya.

Ia tidur begitu tenang, wajah yang kini lebih tirus, dan lebih pucat terus tertidur selama berbulan-bulan. Tidak ada luka ditubuhnya, namun ia seakan tak pernah mau membuka matanya kembali.

“10 bulan yang lalu aku mendapat kabar ia kecelakaan…luka yang dialaminya cukup berat hingga…dokter pun hampir putus asa untuk menyelamatkannya…operasi berjalan lancar namun…hingga saat ini ia terus tertidur…” chaerim menjelaskan dengan terbata-bata.

Diraihnya jemari rin rin dalam genggamannya, ia bersyukur masih dapat menggam tangan gadisnya, ia bersyukur bisa melihat wajah rin rin lagi. Tuhan masih memberinya kesempatan untuk bertemu dengan rin rin.

Chaerim meninggalkan kyuhyun didalam, dari luar ia lihat punggung kyuhyun bergetar, drengkuhnya tangan rin rin dan mencium punggung tangan gadis itu. Menyebut namanya, terus menerus.

***

“Chaerim” pria berumur 50 tahun datang menghampiri chaerim. Wajah lelah dan kerutan kini terlihat jelas. Tn. Park sudah cukup lelah melihat apa yang terjadi demgan putri satu-satunya. Berawal dari rin rin kabur dari rumah karena menolak untuk dinikahkan hingga beruking pada kabar kecelakaan yang menyebabkan putrinya tertidur cukup lama.

“Oppa…aku menemukannya….pria itu ada di dalam” ujar chaerim, adik Tn. Park.

Tn. Park memandang kyuhyun dari luar. Kyuhyun mulai bisa menguasai dirinya setelah menangis cukup lama. Tangan rin rin tak lepas dari genggamannya dan terus memandang wajah rin rin.

“Kau istrirahatlah, biar aku yang menjaganya disini” ujar Tn. Park.

Selang setengah jam kemudian kyuhyun keluar, bermaksud mencari chaerim, namun yang temuinya ayah dari rin rin.

Keduanya duduk dalam diam, bingung harus memulai pembicaraan dari mana. Selama ia mengenal rin rin, ia hanya tahu rin rin punya hubungan tidak baik dengan ayahnya hingga ia memutuskan untuk keluar dari rumah dan kembali ke seoul. Dan ia paling tidak suka jika kyuhyun mulai menyinggung masalah dengan ayahnya dulu.

“…aku membesarkannya sendirian, dia gadis yang periang, hanya dialah cahaya dalam hidupku…aku sangat menyayanginya, dan akan melakukan apapun demi kebahagiannya, tapi…kupikir dengan memilihkan calon suami yang tepat untuknya menjadi kesalahan yang fatal bagiku…”

“…ia kabur dari rumah tanpa meninggalkan pesan…dan setelah dua tahun ia pergi, kabar buruk inilah yang kudapat…”

“…aku sudah membuat kesalahan…aku hanya ingin meminta maaf padanya, dan bilang ‘kau boleh memilih calon suamimu sendiri rin-ah’…karena hanya ia yang dapat menetukan kebahagiaannya…dan juga ditanganmu lah, ia akan hidup bahagia…” jelas Tn. Park penuh harap.

Kyuhyun diam tak menjawab. Sepuluh bulan yang lalu pun ia sudah merencanakan menikahi gadis itu. Membayangkan banyak hal yang akan mereka lalui beruda, namun berujung pada hilangnya rin rin yang membuatnya terus menunggu gadis itu hingga detik ini. Pikiran dan hatinya masih kacau setelah tahu apa yang menimpa rin rin. Tidak ada yang tahu kapan rin rin akan bangun dari tidur panjangnya, ia pun hanya bisa berharap…

***

Just one day, if I can hold your hands
Just one day, if I can be with you

Two weeks later…

Kyuhyun masuk ke dalam kamar rawat dengan memasang senyum terbaiknya. Ia ganti bunga lily kemarin dengan bunga baru yang lebih segar. Kegiatan baru yang setiap hari ia lakukan. Menemani rin rin seharian atau Tn. Park. Ia bersyukur Tn. Park bisa lebih terhibur dengan ditemaninya. Sedikit banyaknya ia mengerti apa yang dirasakan ayah rin rin, ia kesepian dan butuh teman untuk bercerita.

“pagi, rin-ah~” sapanya dan mencium kening rin rin. Tak banyak perubahan dari gadis itu, ia tetap terlelap tanpa memperlihatkan kemajuan berarti.

Kyuhyun duduk disamping dan mengeluarkan headphone miliknya dipasangkan dikedua telinga rin rin. “selama kau pergi kemarin, aku menciptakan lagu, khusus untukmu…semoga kau suka” ucapnya dan mulai memutar lagu di iPod…

How was your day? There’s still a little bit of summer left
For some reason, I had a tiring day
When the leaves changed color on the side of the road of Gwanghwamun
That was when I finally lifted my head

We used to shine so bright together
But now we are strangers
In your arms, the world was mine
Goodbye to those childish days

Today, like a fool, I am standing at that spot
Getting wet in the rain
Waiting for you, who won’t come
I was happy
At the memories of holding hands and walking together, I look back
In case you are standing there

I don’t know if living in this world
Is just about always looking for another person
As I came to this street, filled with the aroma of coffee
That was when I finally smiled

It was the first time that someone made me that nervous
You were the only one
You were more lovable than anyone else
But why did you leave me?

Kyuhyun menggigit bibir bawahnya, menahan diri untuk tidak lagi menangis. Digenggamnya tangan rin rin dan menciumnya. “buka matamu rin-ah…jadikan aku orang pertama yang kau lihat…jebal…” lirihnya pilu. Kesabarannya kian luntur setiap melihat rin rin hanya bisa terbaring lemah tanpa ada kemajuan.

“aku akan selalu menunggumu kembali…ditempat yang sama, pertama kali kita bertemu…pertama kali kita menjalani hubungan…sungguh…aku membutuhkanmu, disisiku…” kyuhyun menyematkan cincin yang selama ini sudah ia siapkan dan menyematkan dijemari rin rin.

Dan tanpa ia sadari, air mata mengalir dari kedua mata yang tertutup rapat itu. Mendengar alunan lagu serta suara indah kyuhyun, dengan tulus dinyanyikan untuknya…

***

A few month later

“kyuhyun, kenapa kau kesini?” chaerim menghadangnya untuk masuk kedalam.

“hanya 5 menit saja”

“eyy~ nanti kau juga akan melihatnya”

“jebal aunty…5 menit okay, call!” ujarnya memaksa dan langsung masuk ke dalam ruangan tersebut.

Di dalam kyuhyun tidak bisa menyembunyikan senyum bahagianya. Gadis itu berdiri memunggunginya, masih sibuk memasang kalung. “aunty, bisa bantu pakaikan ini?” pinta gadis itu dan menoleh, sedikit kaget, ia pikir chaerim yang akan masuk.

“ya~ neo!kenapa ada disini?”

Kyuhyun tersenyum dan mendekatinya, memasangkan kalung dileher jenjang rin rin dan membalik punggungnya. Dipandangnya lekat wajah rin rin. Gadis itu sudah jauh lebih baik setelah proses penyembuhan beberapa bulan yang lalu. Lagi-lagi ia bersyukur Tuhan memberinya kesempatan baginya untuk bertemu dengan rin rin kembali.

“wae? Ada yang salah dengan make up ku?”

Kyuhyun menggeleng pelan, dan merengkuh rin rin dalam pelukannya, “janji tidak akan meninggalkanku lagi? Apapun yang terjadi” ucapnya. Mendengar hal tersebut rin rin tersenyum lembut, membalas pelukan kyuhyun erat. “aku janji, cho kyuhyun…”

Ia lepas pelukannya dan menggenggam kedua tangan rin rin, “kutunggu di Altar” ucapnya tak lupa memberikan ciuman lembut di bibir rin rin namun setelah itu…

“huehmpp!”

“rin?”

Ia tidak menjawab melainkan masuk ke toilet, dengan susah payah mengangkat gaun pengantinnya. Perutnya terasa mual setelah dicium kyuhyun tadi.

“gwaenchana? Apa kau masuk angin?”

“ya~ kau lupa huh?” ujar rin rin kesal dan ingin menjitak kepala kekasihnya.

“eh? kupikir tidak akan terjadi apa-apa kalau hanya kucium”

“di Altar nanti jangan menciumku”

“m-mwo?! Bagaimana bisa?”

“pilih mana, tidak menciumku atau semua orang tahu, hmm?” rin rin keluar ruangan menemui chaerim dan ayahnya siap ke altar, meninggalkan kyuhyun masih menganga tidak percaya dengan keanehan baru rin rin yang muncul sejak hamil sebulan yang lalu.

The End

RinKyu back againnnnn~ sumfeh ini author sendiri takjub ff ini bisa selesai dalam 2 malem! Rekor banget setelah udah lama gak nulis, hehehe… moga sukaaa~ ^^

3 thoughts on “At Gwanghwamun

  1. hankims_ais berkata:

    Kyaaaa keeyyeeenn…

    Ya ampun akhir yg saia damba,, walau awal sedih nyayat atii..

    Lagii eon ff rinkyu nya donkk😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s