[RinKyu Story] A Million Pieces

Picture1Kegiatan yang paling disukai wanita adalah saat sibuk-sibuknya mempersiapkan segala hal untuk hari terpenting dalam hidupnya. Hari pernikahan. Memilih gaun pengantin yang cantik, souvenir pernikahan, gedung, dekorasi ruangan, undangan pernikahan, seragam untuk kedua keluarga, makanan yang lezat hingga pada cincin pernikahan. Semua hal tersebut bisa menjadi bagian terpenting dalam hidupnya. Namun apakah semua hal itu sama pentingnya dengan kesiapan membuka lembaran hidup baru selanjutnya? Membangun kembali hubungan dari nol sebagai pasangan suami istri, menyatukan dua paham berbeda agar menjadi satu keyakinan yang dapat diterima bersama. Pernikahan bukanlah sebuah akhir dari kedua hubungan kekasih, melainkan tahap baru bagi dua makhluk tuhan yang dituntut agar bisa mempertahankan suatu hubungan…

***

The words I love you is wasted to my only precious person
Don
t even dare to say last word
You are the shining star from far away, I can
t do anything
I feel that road is so far today

Kyuhyun dan rin rin. Lima tahun bukan waktu yang sedikit bagi keduanya untuk bisa saling mengenal dan memahami satu sama lain. Sempat menjalani hubungan jarak jauh karena kyuhyun harus melanjutkan studi di jerman selama tiga tahun. Keduanya sudah mengalami pasang surut dalam masalah percintaan. Pertengkaran kecil sudah menjadi hal yang biasa. Saling percaya, itu yang selalu dipegang keduanya hingga bisa melewatinya sampai saat dimana kyuhyun sudah memantapkan hatinya untuk menikahi rin rin.

Pekerjaan kyuhyun sebagai accounting consultan menuntutnya untuk sering berpergian ke luar kota bahkan luar negeri. Sedangkan rin rin bekerja sebagai PR disebuah perusahaan otomotif korea. Kyuhyun menyerahkan semua urusan pernikahannnya pada rin rin. Dan menerima semua pilihan calon istrinya itu, hingga pada 2 bulan sebelum pernikahan berlangsung…

“Yeobseyo? Kau sudah sampai?” tanya rin rin lewat ponsel di tangan kiri dan tangan kanan sibuk memegang dua contoh undangan.

“Hmm, baru selesai meeting, wae?”

“Contoh undangan yang kuminta sudah datang, aku sudah kirim email, yang mana yang bagus menurutmu”

“Sampai di hotel nanti aku lihat, eo?”

“OK~ jangan lupa minum vitamin yang kubawakan” ucap rin rin sebelum memutuskan telfon.

Baru ia duduk di mejanya, telfon dari ruangan bosnya masuk “rin, bisa meeting sebentar?” ujarnya dan dengan cepat ia ambil laptop dan masuk ke ruangan.

****

Menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan bukanlah hal yang mudah. Mulai dari gedung, undangan bahkan seragam harus dengan persetujuan dari dua pihak keluarga. Itu lah salah satunya yang dialami rin rin saat ini. Pemutusan seragam keluarga mana yang akan dikenakan masih belum bisa diputuskan. Hal yang sepele sebenarnya, memilih warna. Ibu rin rin menginginkan warna pink dan ibu kyuhyun menginginkan warna kuning dan hijau. Cukup buat gadis itu lebih sensitif dan emosional, ditambah lagi kyuhyun yang sangat jarang membantunya.

Menjelang malam ia baru selesai meeting. Ia melipir sebentar ke restoran jepang. Janji bertemu dengan hyerin hampir membuatnya lupa karena pekerjaan.

“Mianh~” ujarnya dan langsung menyambar ocha milik hyerin.

“Ckckck~ biasanya kau selalu on time

“Dicegat meeting, bilangnya hanya sebentar, tapi sebentar versi bos itu tentu beda” lanjutnya lagi. Ia ambil menu dan memesan 3 jenis sushi.

“Lalu sudah sampai persiapannya?”

“Yaa masih segitu saja, belum ada keputusan mau pakai warna apa” gerutunya.

“Itu hal yang wajar dalam persiapan menikah, menyatukan pendapat antara dua keluarga besar bukan perkara mudah, untungnya saat aku mau menikah dulu, tidak serumit kau rin-ah”

“Yeah~ seandainya ibu kyuhyun dan ibuku tidak banyak permintaan ini dan itu…haaah~ kepalaku mau pecah hyerin-ah~ dan kyuhyun sama sekali tidak membantu! Sedangkan semua orang ingin hasil yang sempurna!” gusarnya gemas. Hyerin hanya bisa tertawa pelan melihat raut wajah sahabatnya ini.

Rin rin beralih pada iPadnya, email balasan dari kyuhyun pun belum juga masuk. Makin membuatnya kesal karena desain undangan sudah harus naik cetak besok sore. “Dan dia hanya kusuruh pilih undangan saja tidak dicek! Sebenarnya siapa sih mau menikah?!” ujarnya kembali kesal.

“Aigoo~ kenapa aku jadi kena omelanmu? Nanti anakku jadi takut”

“A-anak?” ucap rin rin sedikit kaget, dan hyerin hanya tersenyum lebar sambil menunjukkan foto usg didepan wajahnya, “sudah 3 minggu” jawabnya.

Emosinya langsung hilang seketika dan memeluk erat hyerin, “kyaaa! Cukhae hyerin-ah! Akhirnya donghae oppa benar-benar bisa menyentuhmu hingga kau bisa hamil!” celetuknya jahil, mengingat sahabatnya ini termasuk orang yang tidak bisa di rangkul apalagi dipeluk, bahkan dengan rin rin yang sudah mengenalnya bertahun-tahun.

“Hyaa~ kalau disentuh dengan suamiku bisa rin-ah!”

“Hehee… Aku jadi ingin cepat-cepat menyusulmuuu~” rin rin mencubit pipi hyerin gemas.

***

Sabtu pagi ini di ruang makan keluarga Park sudah terjadi perdebatan antara ibu dan anak sulungnya. Apalagi kalau bukan pemilihan desain dan warna baju.

“Rin, kalau memang mau bajunya berbeda, baiknya dibuat beda warna, mudah saja kan?”

“Tetap tidak bisa begitu eomma~ dimana-mana orang tua pakai baju yang seragam!” rin rin tidak mau kalah.

“Ya tapi masa kita juga harus ikuti mereka terus? Makanan dan gedung sudah mereka yang putuskan-“

“Makanan dan gedung itu juga sudah keputusanku sendiri eomma, atau seragam keluarga aku yang tentukan” putusnya.

“Sudahlah yeobo~ turuti keinginan anakmu” ayah rin rin menengahi.

Belum sempat Ny. Park bicara lagi, telfon masuk dari posel rin rin makin membuat moodnya turun. Kyuhyun.

“Nanti dilanjutkan lagi” putus rin rin dan masuk kamar sebelum menjawab telfon dari kyuhyun.

“Rin-“

“Masih belum buka email dariku kan?” potonganya cepat.

“Mianhae…aku baru kembali ke hotel jam 12 malam-“

“Yaa dan pastinya kau tidak ada waktu hanya untuk memilih kartu undangan yang tidak penting” rin rin mulai kesal.

“Bukan itu maksudku-“

“Hanya masalah sepele bagimu, tapi setidaknya kau ikut andil, sedikiiit saja”

“Arra…tapi aku benar-benar lupa, lagipula aku selalu setuju dengan pilihanmu”

Rin rin tertawa sinis, “meskipun begitu tidak ada salahnya kan kalau kau mau melihatnya dulu?”

“Rin-ah keumanhae… Jangan buat keadaan makin rumit, masih ada eomma dan omoni, kau bisa tanya pendapat ke mereka, atau ahra noona, jangan semuanya diserahkan padamu apalagi padaku” ucap kyuhyun mulai kesal.

Rin rin terperangah mendengar ucapan calon suaminya, “m-mwo?! Yah! Yang mau menikahiku itu siapa?! Kenapa harus diserahkan orang lain?! Aku kan cuma ingin minta pendapatmu!…sudahlah, aku tidak mau merusak mood lebih jauh lagi!” ucapnya tanpa mendengar lagi ucapan kyuhyun, ia tutup telfon dan menutup wajah dengan bantal. Bahkan kau sendiri tidak peduli dengan persiapan hari penting kita. Batin rin rin kesal.

***

Agenda hari ini adalah membeli souvenir pernikahan dan kembali ke butik untuk memilih seragam keluarga yang akirnya rin rin sendiri yang memutuskan. tadinya hyerin yang akan menemaninya, tapi karena morning sickness ibu hamil itu, terpaksa rin rin hunting sendirian.

“ini ada beberapa contohnya” ujar salah satu penjual souvenir sambil menjabarkan tiga model pouch cantik”

Ia tampak berpikir sejenak dan langsung memilih pouch ukuran sedang. “aku pilih yang ini, cetak 1000 pcs, tapi dapat potongan harga kan?”

“hahahaa itu pasti nona, proses pengerjaan 4 minggu, barang nanti akan langsung dikirim”

“ah, ini format untuk ucapan terimakasih” lanjutnya dan menyerahkan desain yang sudah siap cetak.

Hari makin siang saat mobilnya melipir didepan butik pilihannya. Ia liat ponsel, berharap pria itu menghubunginya namun hasilnya nihil. Ia juga sedikit merasa bersalah pada kyuhyun. Tidak seharusnya juga ia berkata seperti tadi. Padahal pekerjaan kyuhyun mungkin lebih penting dan rumit dibanding harus memilih desain undangan. Namun lagi-lagi hatinya berkelit, ia hanya ingin kyuhyun sedikit saja lebih perhatian dengan rencana pernikahan mereka berdua, itu harapan rin rin.

“rin-ssi?” panggil seera, pemilik butik, membuyarkan lamunannya.

“o-oh?”

Seera tersenyum dan menyodorkan dua bahan pakaian tradisional korea dengan warna berbeda. “ini pilihanmu, karena waktunya cukup mepet, jadi sebaiknya langsung mengukur”

“ah, ini contoh ukuran bajunya” ucap rin rin sambil menyerakan paperbag.

“baiklah, senin besok langsung kukerjakan, dan kapan kau bisa fitting baju lagi? Apalagi pengantin pria belum pernah fitting baju”

“uh, bisa dijadwalkan minggu depan? Saat ini dia sedang keluar kota” pintanya dan langsung disetujui seera.

Rin rin kembali membuka catatan kecilnya, didalamnya terdapat banyak coretan, mulai dari to do list pekerjaan hingga check list persiapan pernikahannya. hampir selesai semuanya batinnya sedikit lega.

***

Siang ini rin rin sudah duduk manis di salah satu cafe tak jauh dari kantornya. Dan hari ini baru sempat keduanya bertemu setelah pertengkaran tempo hari yang lalu. Sengaja ia sampai lebih dulu dan memesan makanan kesukaan kyuhyun.

“maaf telat” ujar pria memakai coat navy blue. Tak lupa ia kecup sayang kening rin rin sebelum duduk. Gadis itu tersenyum kecil dan mengangguk pelan.

Kyuhyun menatapnya beberapa detik, “wae? Ada yang salah dengan wajahku?”

“ahni, hanya…sudah lama aku tidak melihat senyumanmu” ucap kyuhyun, rin rin mendengus pelan.

“benar rin-ah, kau butuh refreshing sedikit sepertinya”

“nanti saja, setelah acara ini selesai” putusnya. Dan hanya dibalas senyuman kecil dari kyuhyun.

Makan siang kali ini berjalan tanpa ada debat ataupun pembicaraan mengenai persiapan pernikahan. hanya makan siang biasa antara sepasang kekasih. Dan hal itulah yang sedikit mengurangi beban dihati rin rin.

@ Boutique

Sekali lagi kyuhyun memandang dirinya di kaca sudah memakai tuxedo putih pilihan kekasihnya. Senyum getir terulas di wajahnya. Ia akui pilihan rin rin tidak pernah mengecewakan.

“kyu…” panggil rin rin dari belakang, yang juga sudah memakai gaun khusus dipilih ibu kyuhyun sendiri. Lagi-lagi kyuyun diam sejenak dan memandang sayang kekasihnya. Kembali membuat rin rin gugup.

Picture1

“tidak cocok ya?”

Kyuhyun tersenyum lembut dan menggeleng pelan, “pilihan eomma memang selalu tepat” ucapnya. Gadis itu tersenyum lega. Ia mendekati kyuhyun dan membenarkan letak dasinya. “Nah, sudah rapi”

“Mau sekalian difoto rin-ssi?” celetuk seera yang sudah memegang digital camera.

“Ne” jawabnya dengan senyum lebar.

***

Two weeks later…

“rin, kau sudah pesan paket perawatan pengantin?” tanya Ny. Park.

Rin rin yang tengah fokus membuat draft susunan acara diam seketika. “b-belum…”

“yaa~ perawatan untukmu sampai lupa! Cepat booking”

“arra~ itu hal yang mudah eomma, ini coba liat lagi susunan acaranya, suda persis apa yang eomma mau” ucapnya dan menyerahkan coretan tangannya.

Diletakkan kacamata minusnya dan memijat kening pelan. Empat minggu mendekati hari pentingnya, namun masih banyak hal kecil yang harus ia selesaikan sendirian. Karena kyuhyun pun makin sibuk mengejar deadline demi bisa mengambil cuti honeymoon mereka ke maldives.

“OK, menurut eomma sudah sesuai, tapi kita harus adakan meeting dengan keluarga kyuhyun juga rin-ah”

“iya, itu sudah aku pikirkan juga, nanti saja setelah kyuhyun pulang dari singapore”

“eonni~ paket undangan sudah datang” teriak rara, adik satu-satunya dari bawah.

chakkaman eomma” ujarnya dan segera turun ke bawah.

Segera dibuka paket tersebut, mengecek hasil undangan, diikuti rara. “eonni…ini-“ rara menunjukkan tanggal pernikahan. sedikit takut melihat raut wajah rin rin berubah seketika.

“coba periksa semuanya!” ujarnya dingin. Tanpa babibu, rara mengecek semua undangan yang ada dan hasilnya pun sama. Tanggal pernikahan yang seharusnya tertulis 06.02.2016 malah menjadi 02.06.2016

“eonni…semuanya salah…” ucapnya pelan.

Saking kesalnya, dibanting undangan tersebut dan mengambil ponselnya.

“kenapa lagi dia?” kini Ny. Park menyusul kebawah.

“tanggal diundangannya salah cetak eomma” jawab rara pelan. Ibunya hanya bisa menghela nafas berat. Masalah lagi datang dan pasti buat emosi anaknya naik.

Benar saja, setela mengomel orang percetakan, ia kembali dengan wajah kusut. “bawa semuanya kekamarku” perintahnya dingin.

***

Incheon Airport

Baru saja ia turun dari pesawat, dan telfon masuk dari rin rin yang menyambutnya pertama kali.

“yeobseyo?”

“kau dimana?” tanya rin rin dengan nada kesal. Dalam hati kyuhyun menerka keluhan apalagi yang akan ia dapat jika rin rin sudah mulai kesal.

“baru turun pesawat, waeyo?”

“kabar buruk…tanggal pernikahan di undangan salah cetak” ucapnya. Kyuhyun diam sejenak, ia terlalu lelah untuk memikirkan masalah yang sebenarnya sepele.

“tinggal minta dirubah kan?”

“tidak semudah itu! Waktunya tinggal 2 minggu lagi! Mana sempat cetak baru”

“tenang dulu rin-ah, pasti ada cara lain…ditimpa label baru kan bisa-“

“1000 undangan itu tidak sedikit”

“tapi bisa kita bicarakan nanti kan? Sudah malam”

“…”

“rin?”

“kau pikir aku tidak capek? Persiapkan ini semua sendirian?!” gadis itu makin emosi. Kyuhyun memijat pelipisnya pening, kesabarannya pun sudah memuncak. “RIN-AH!” bentaknya, sontak orang sekitarnya langsung mengarah padanya. Ditariknya koper dan berjalan keluar, masih dengan ponsel tersambung.

“bisa bicarakan nanti kan? Lagipula banyak orang yang mau membantu! Kontrol emosimu!” bentak kyuhyun makin kesal. Ia sudah cukup jengah mendengar omelan gadisnya belakangan ini, hanya karena masalah kecil mengenai persiapan pernikahan mereka.

“kau…”

“aku tidak boleh marah? Kau pikir aku tidak lelah? Siapa yang mau buat pesta besar-besaran? Siapa yang punya ide banyak ini dan itu? Kau sendiri kan? Dari awal sudah kubilang aku tidak bisa bantu banyak, kenapa? Karena kau ingin abis menikah, kau mau ke maldives, tapi sebagai gantinya aku harus kejar target sebelum ambil cuti nanti!” ujar kyuhyun sampai terengah-engah.

“…kau…berubah…aku tidak bisa mengerti dirimu lagi…” lirih kyuhyun. Gadis itu masih diam. Kyuhyun menyandarkan tubuhya dipintu mobil, dengan pandangan memandang langit kosong. Kedua mata indahnya sedikit berkaca-kaca. “…aku jadi berpikir…apa benar kau ingin serius menikah denganku…”

“…mwo?” suara parau rin rin terdengar.

“makin kesini…aku terus mempertanyakan hubungan ini…apa benar aku bisa menikahimu…” lirih kyuhyun. Tak ada balasan dari gadis itu. Ia memilih untuk memutuskan telfonnya. Dan kyuhyun hanya bisa memejamkan mata pasrah dan terus membisikkan kata mianhae.

***

“…aku jadi berpikir…apa benar kau ingin serius menikah denganku…”

“makin kesini…aku terus mempertanyakan hubungan ini…apa benar aku bisa menikahimu…”

Ucapan kyuhyun tadi malam terus menghantui pikirannya. Tidak pernah ia menyangka ucapan itu akan keluar dari bibirnya. Ucapan kyuhyun bukan sekedar omelan biasa. Rasanya rin rin sudah melakukan kesalahan fatal.

Ia bahkan terlalu lelah untuk meminta maaf atau memberikan pembelaan. Yang ia lakukan hanya mengurung diri di kamar. Merenungkan sikapnya yang akhir-akhir ini sangat emosional. Ia pun baru menyadari jika hal sepele seperti kemarin justru bisa membuat pertengkaran hebat diantara keduanya.

“Eonni~ ada kyuhyun oppa” ucap rara dari depan pintu.

Ia masih diam tak menjawab. Menunjukkan wajah pada pria itu pun ia belum sanggup.

“Rin? Kubuka pintunya” ucap kyuhyun. Saat ia masuk, gadis itu duduk membelakanginya, dengan dikelilingi setumpuk undangan yang sedang dilabel ulang. Kyuhyun perhalan mendekatinya. Ia tahu keputusannya kali ini pasti membuat gadis itu kecewa atau bahkan sakit hati. Tidak hanya rin rin, tapi semua keluarganya pun akan mengalami hal yang sama.

“Aku ingin meluruskan ucapanku tadi malam” ucapnya memecah keheningan. Ditarik lembut tangan rin rin keluar kamar dan menuju ruang tamu dimana kedua orang tuanya sudah ada dibawah.

“Sampai harus didengarkan eomma dan appa? Kita bisa selesaikan semua ini hanya berdua kan?” rin rin angkat bicara. Pria itu tetap diam dan menyuruhnya duduk. Kedua orang tua rin rin pun ikut bingung.

“Omoni…abeonim…keputusan ini sudah kurenungkan, aku…tidak bisa melanjutkan pernikahan ini…kurasa rin rin bukanlah jodohku” ucapnya lugas.

Bagai tersambar petir di siang hari, rin rin hanya bisa diam memandang kyuhyun tegang. Ucapan dari pria itu seakan membuat tubuhnya kaku tak berdaya.

“Lelucon apa ini kyuhyun? Kalau kalian ada masalah masih bisa dibicarakan baik-baik!” ujar ayah rin rin tegas.

“Keputusanku sudah bulat…rin-ah…mianhae-” tamparan cukup kencang mendarat mulus di pipi kyuhyun.

“Bukan aku yang berubah, tapi dirimu” ucapnya dingin lalu berlari masuk ke dalam kamar.

Bahkan dari dalam kamarnya pun masih terdengar jelas makian ayahnya pada kyuhyun mengenai pembatalan tersebut, ia juga bisa mendengar tangisan ibunya. Semua ini berjalan terlalu cepat, bagaikan hanya mimpi dan ia berharap semua ini adalah mimpi buruk.

***

Tiga hari berlalu semenjak pembatalan pernikahannya, rin rin kini lebih banyak diam dan mengurung diri di kamar. Setumpuk undangan salah cetak masih berserakan dilantai, coretan rundown acara tergeletak diatas kasur, begitu juga perhiasan pemberian ibu kyuhyun masih berada di atas meja riasnya.

Ia masih mengharapkan niatan pria itu untuk kembali padanya, bahkan jika kyuhyun meminta untuk tidak mengadakan pesta besar pun akan ia turuti. Ia masih berharap kyuhyun hanya mengerjainya, dan berakhir pada kejutan yang manis. Itu harapannya.

“Rin?” hyerin muncul dibalik pintu kamarnya, memandang sahabatnya nanar dan langsung memeluk rin rin erat. Dan saat itulah tangisnya pecah. Hatinya hancur berkeping-keping. Sekuat tenaga ia menahannya, namun tetap kenyataan pahit yang harus ia terima.

Tidak ada satupun wanita yang bisa menerima dengan lapang dada saat tinggal menghitung hari pernikahannya dibatalkan begitu saja. Ia merasa gagal menjadi wanita yang terbaik dimata pria yang begitu ia cintai. Ia gagal menjadi seorang istri idaman bagi kyuhyun.

Hyerin terus memeluknya, hanya ia tempat sahabatnya ini menumpahkan semua rasa sakit hatinya. Ia usap lembut punggung rin rin, berusaha menenangkan jiwanya. “Menangislah sepuasmu rin-ah…aku selalu disampingmu” ucap hyerin, makin membuat rin rin menangis pilu.

Even only look at you, it’s hurt
My heart is too hurt
You are precious and irreplaceable
It’s not our memories
It’s my love, the one who made me laugh is you
You becoming far as I can’t reach you
Can we go back?

(Kyuhyun – The Day we Felt Distance)

***

Disaat yang bersamaan, disebuah rumah sakit khusus jantung di seoul. Terlihat seorang wanita dengan perutnya yang sudah membesar, usia kehamilannya menginjak bulan ke lima masuk kedalam ruang perawatan. Ia memegang hasil pemeriksaan terakhir adik satu-satunya dengan wajah sendu.

“Apa hasilnya noona?” tanya pria itu. Wajah tampannya kini terlihat pucat. Bukan karena penyakitnya, melainkan kenyataan yang harus ia hadapi, melepas gadis yang amat dicintainya.

“Kau harus menjalani operasi secepatnya, aku akan minta hyunwoo oppa menyiapkan semua keperluanmu di singapura, dan mencari dokter terbaik untukmu” janji ahra.

Kyuhyun tersenyum dan menggenggam tangan ahra. “Gomawo noona”

“Kau tau? Harusnya rin rin yang ada disini, dia penyemangat hidupmu, kyuhyun-ah” ucap ahra, masih berusaha membujuk kyuhyun untuk mengatakan hal yang sebenarnya pada rin rin.

Dua bulan yang lalu baru ia mengetahui bahwa ia mengidap penyakit jantung. Alasan kyuhyun yang selalu bilang meeting ke singapura hanyalah alasan untuk rin rin, melainkan ia harus menjalani berbagai perawatan. Lama ia merenungkan pemutusan pernikahan ini, karena ia bisa pergi sewaktu-waktu, tidak ada yang bisa menjamin ia akan hidup lama.

“Aku tidak melihatnya tersenyum didepanku, tapi malah menangis dibelakangku noona…”

“…aku hanya tidak ingin jika waktuku sudah sampai, ia hanya bisa menangisi jasadku, meninggalkannya begitu saja diusianya yang masih muda…”

“Kau pasti sembuh! Dan kau harus sembuh!” ucap ahra meyakinkan.

Kyuhyun tersenyum getir, “…aku hanya ingin dia mendapatkan pria yang lebih sehat dan bisa melindunginya…”

Ahra hanya diam dan memilih keluar ruangan. Ia tahu sebesar apa rasa cinta kyuhyun pada gadis itu dan melepasnya demi kebagaian rin rin. Meski ia tahu semua ini juga berat bagi rin rin.

Forgive me for leaving you like this
Actually I’m still loving you
Like the day when I first met you, I first waited for you
Please remember the best of me only
(
Kyuhyun – Remember Me)

***

Hal terberat kedua yang harus ia hadapi adalah membereskan semua persiapan yang sudah 90% siap. Bukan perkara yang mudah. Karena setiap ia menelfon untuk membatalkan gedung, katering dan bahkan souvenir pernikahan. Semua itu juga mengingatkan ucapan pahit kyuhyun saat memutuskannya tempo hari yang lalu.

Semua keluarganya tidak pernah menyinggung atau bahkan menyebut nama kyuhyun. Rara membuang semua undangan yang ada dan segala hal yang berhubungan dengan pernikahan. Setidaknya ia desikit membantu kakaknya untuk bisa bangkit lagi.

Rin rin sendiri menyibukkan diri dengan pekerjaannya. Bahkan ia meminta jika ada peluang untuk bekerka diluar negeri akan ia ambil.

“Rin, permintaanmu yang kemarin itu, sepertinya ada” ucap atasannya

“benarkah? aku pasti tidak akan menolak bos” ujarnya berharap.

“Lusa aku baru bisa dapat kepastiannya, semoga keinginanmu terkabul”

“ne, kamsahamnida” ucapnya sambil membungkuk.

Sesaat setelah keluar ruangan bosnya, ponselnya berdering, tertera nama seera dilayar. Ia kembali menarik nafas sebelum menjawab telfonnya.

“Yeobseyo?”

“Rin-ssi? Dari kemarin aku sulit menghubungimu, hanya ingin info saja, gaun pengantin dan tuxedonya sudah kuantar ke alamatmu, mungkin siang ini sudah sampai”

“O-oh…geure, gomawo seera-ssi” ujarnya pendek. Satu hal lagi yang paling berat ia lupakan. Gaun pengantin. ‘kuatkan hatiku tuhan’ ucapnya dalam hati.

***

Hangang Park

Malam kian larut saat rin rin sampai ditaman ini. Ia duduk di salah satu bangku, memandang kosong sungai han. Ia hanya ingin mencari cara untuk bisa keluar dari rasa sakit ini. Menyibukkan diri dengan bekerja masih belum bisa menghilangkan pikirannya akan pria itu. Bahkan setiap ia ingin melupakannya, bayangan kyuhyun yang selama lima tahun belakangan ini makin terasa.

‘Ottokhae khuhyun-ah? Kenapa kau membuatku menunggu selama ini jika pada akhirnya kau meninggalkanku…’ batinnya menjerit.

Hingga perlahan rintik hujan turun kian deras, seakan mendukung suasana hatinya saat ini. Tangisan pun pecah. Hatinya hancur berkeping-keping. Kenyataan yang harus ia terima kini, impian yang sudah ia bayangkan dari jauh hari terhapus sudah dengan isak tangisnya. Tidak akan ada gaun indah yang akan dipakainya nanti. Tidak akan ada senyum haru dari sang ayah saat mengantarnya ke altar, dan memindah tangan kepada pria yang dicintainya. Tidak akan ada ciuman penuh cinta dari pria itu setelah janji suci terucap. Tidak akan ada senyuman hangat yang menyambutnya disetiap pagi…

I blank when I think of you
When suddenly the tears flowing
Whatever I did my heart can’t do anything
Clearing you who I loved
If I hit by this rain
Your memories grow inside my heart
I miss us at that time so much today too
(Kyuhyun – Because I Miss You)

***

One and a half years later..

Ketukan heels yang beradu dengan lantai kayu terdengar sedikit kencang. Kedua kaki itu melangkah terburu-buru menuju pintu besar yang sudah tertutup rapat. Ia menarik nafas dalam sebelum membuka pintu tersebut. Bersamaan dengan terdengarnya janji suci terucap. Senyum hangat menghiasi wajahnya, dan mata sedikit berair memandang adik satu-satunya berdiri didepan altar, memakai gaun pengantin yang cantik.

“Rin?” suara wanita paruh baya membuyarkan diamnya.

“Aunty…bogoshippo~” ia peluk erat chaerim, begitu pun sebaliknya.

“Kau baru datang?”

“Yeah…pesawatku tadi delay”

“Ayo masuk, ibumu dan rara tadi sudah khawatir takut kau tidak bisa pulang” ujarnya, dan hanya dibalas senyuman rin rin.

Egois jika ia tidak hadir dihari pernikahan adiknya sendiri. Ia hanya ingin membuktikan bahwa ia benar-benar mengizinkan rara untuk menikah lebih dulu. Sudah satu setengah tahun ia pindah ke bangkok, dan selama itu pula ia tidak pernah pulang. Segala cara ia lakukan untuk bisa melupakan masa pahitnya dulu. Dan melihat pernikahan adiknya sendiri cukup menjadi pukulan keras baginya, jauh dalam lubuk hatinya.

“Rin…” Ny. Park memeluknya erat dan menitihkan air mata.

“Bogoshipoyo eomma”

“Nado~ kau makin terlihat kurus, apa kerja disana lebih berat, eo?” ujar ibunya khawatir namun rin rin hanya menggeleng pelan.

Pertanyaan yang ia takutkan akan terucap tidak terjadi. Tidak ada satupun orang yang menanyakan calon pendampingnya. Mungkin ibunya sudah mewanti-wamti sebelumnya untuk tidak bertanya hal yang menjurus kesana.

Saat pesta pernikahan dimulai, rin rin memilih untuk menyingkir ke tempat yang lebih sepi. Taman pinggir sungai han terlihat sepi. Masih ingat betul saat itu ia duduk disalah satu bangku dan terus menangis ditengah hujan lebat. Rasanya baru kemarin kyuhyun memutuskan hubungan mereka. Ia benar-benar tidak tahu kabar pria itu. Apakah ia sudah menemukan wanita lain atau masih juga sendiri, seperti dirinya yang bahkan belum bisa membuka hati untuk pria lain.

“Kau disini rupanya” Ny. Park membuyarkan lamunannya.

“aku hanya cari udara segar”

Ibunya tersenyum dan menarik lembut tangannya. “Ikut eomma, ada seseorang yang ingin bertemu denganmu”

“Eh? Eomma apa sekarang kau mulai mau menjodohkanku?”

“Eyy~ kenapa kau PD sekali kalau orang itu pria, hmm?”

“Eh? ya mungkin saja kan?” elaknya. Ny. Park kembali tersenyum dan hanya diam menuntunnya ke salah satu ruangan.

“Ayo masuk” didorongnya bahu rin rin untuk masuk kedalam dan kembali menutup pintu.

“eomma~” ia mendengus kesal, benar dugaannya akan perjodohan ibunya ini.

Ia lihat sekeliling ruangan namun tidak menemukan siapa-siapa.

“Hello?” ia berjalan menuju pintu balkon yang terbuka, dan disanalah baru bisa ia melihat punggung seseorang. Makin mendekat, sosok itu makin terlihat jelas. “Nugu….seyo?”

Langkahnya terhenti saat sosok itu berbalik dan menatapnya. Pria yang berdiri didepannya bukan orang asing dalam hidupnya. Yang membuat gadis itu lebih kaget lagi, sosok yang ia kenal dulu kini terlihat lebih kurus dan pucat.

“Kyuhyun?!”

“Lama tak berjumpa, rin-ah” balasnya. Hatinya lega saat kembali bisa melihat gadis yang masih memenuhi hatinya hingga detik ini.

“Kau? Kenapa…” rin rin masih ridak percaya pria yang selama ini ingin ia lupakan kembali berdiri dihadapannya.

“Aku ingin meminta maaf padamu…atas ucapanku dulu…”ujar kyuhyun dengan mata berkaca-kaca. “…tidak pernah terbesit dalam pikiranku…untuk melepasmu…hanya karena….penyakit ini…” kyuhyun menjelaskan terbata-bata, berusaha meraih tangan rin rin namun langsung ditepisnya.

“Apa maksudmu? Penyakit?” air mata mulai membentuk sungai kecil diwajahnya.

“…sebulan sebelum tanggal pernikahan kita…dokter memvonis jantungku tidak dalam kondisi baik rin-ah…aku memikirkan dan merenungkan apa yang akan terjadi jika penyakit ini semakin parah…aku hanya…tidak ingin buatmu menderita jika pada akhirnya menikah denganku…”

“Lalu kau memutuskan rencana pernikahan begitu saja?!”

“…hanya itu yang bisa kulakukan-“

“Kau pikir aku tidak menderita setelah kejadian itu?! hal itu lebih menyakitkan dibanding aku harus tahu penyakitmu!” ujarnya naik pitam. Kepingan kenangan pahit dulu terkuak kembali. Luka lamanya seakan terkelupas kembali.

Kyuhyun merengkuh tubuh rin rin erat. Tangis gadis itu kian kencang. Ia tak membalas pelukan kyuhyun. Tangannya bahkan terlalu lemah untuk bergerak. Ia pun tak bisa mengelak bahwa kyuhyun masih menjadi pria yang dicintainya. Seburuk apapun perlakuan kyuhyun padanya tidak akan pernah bisa mengurai rasa cintanya.

***

Kyuhyun menyampirkan jas miliknya di punggung rin rin. Bahu gadis itu masih bergetar pelan, masih belum menghentikan tangisannya. Selama menjalani hubungan dengan kyuhyun tak pernah ia menangis kencang seperti tadi, karena pria itu selalu memperlakukan rin rin begitu baik.

Kyuhyun menyandarkan kepalanya di dinding, menatap bulan yang terlihat cerah malam ini. “…aku tidak ingin terlihat lemah didepanmu…aku tidak bisa melindungimu…bahkan mungkin tidak akan bisa memberikan keturunan yang sehat…” ucapnya.

Rin rin menghapus air matanya dan menatap kyuhyun nanar. Pria itu tersenyum, dengan ibu jarinya mengusap pipi rin rin. “…aku juga tidak ingin kau hanya bisa menangisiku disaat tubuhku sudah membeku…”

“Kyu-“

“Namun kusadari…aku harus berjuang untuk melanjutkan hidup dan aku tidak ingin kehilangan dirimu lagi, rin-ah…” lanjut kyuhyun.

“Maafkan aku…karena perbuatanku, kau sampai pergi dari rumah…karena diriku, yang sudah membuatmu menderita selama ini…tapi kini aku kembali rin-ah…aku ingin menjadi satu-satunya pria yang mengisi hatimu…yang melindungimu…kumohon berikan aku kesempatan yang kedua…” ucap kyuhyun yakin.

Gadis itu hanya diam, menatap kyuhyun dalam. Tak perlu ia bertanya mengenai hatinya. Yang ia inginkan hanyalah kyuhyun selalu ada disampingnya, selamanya.

Tanpa menjawab, ia mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir kyuhyun. Memeluk erat leher kyuhyun, begitu pun sebaliknya. Ciuman lembut yang rin rin berikan disambut manis olehnya. Dipeluknya erat pinggang gadis itu dan terus memojokkannya ke dinding hingga tanpa sadar kini kyuhyun berada tepat diatas tubuhnya. Dilepas tautan bibirnya dan memandang rin rin sayang.

“…aku hanya ingin menjadi istri yang sempurna untukmu…sakit, susah dan senang…harus selalu bersama kan?” ucapnya dan dibalas anggukan dari kyuhyun. Saat kyuhyun kembali ingin menciumnya, suara gaduh depan pintu terdengar kencang, hingga… Brakk!

Pintu terbuka, didepan sudah ada kedua orang tua rin rin, chaerim bahkan rara dan sungjae menatap kyuhyun dan rin rin dalam posisi yang…

“E-eomma~!” seru rin rin mendorong tubuh kyuhyun dan merapikan dressnya.

“M-mianhae, pintunya ditarik chaerim” ujar Ny. Park

“Aigooo~ apa malam ini saja kalian ucap janji suci?” celetuk chaerim. Rin rin hanya diam dan menunduk, menutupi rasa malunya. Begitu juga dengan kyuhyun

“Ah~ tapi kami senang melihat kalian bersatu kembali” Ny. Park angkat bicara, membuat keduanya tersenyum.

***

A Week Later…

Di ruang tunggu rumah sakit, rin rin menunggu dengan cemas. Pertama kalinya ia menemani kyuhyun check up, meski sebenarnya tidak ada hal yang harus dikhawatirkan, namun tetap saja ia takut. Ditambah lagi bayangannya dulu saat kyuhyun berjuang untuk pengobatannya.

“rin-ah”panggil pria itu saat keluar dari ruang periksa diikuti dokter.

“jadi ini calon istrimu?” ujar dokter Kim ramah. Rin rin membungkuk cepat dan tersenyum.

“ne, minggu depan kami akan menikah, kau harus datang dok” ujar kyuhyun, sontak rin rin mendelik kaget, karena memang belum ada pembicaraan mengenali kelanjutan acara pernikahan mereka.

“hahaha…pasti aku akan datang, cukhae untuk kalian berdua” ucapnya lalu pamit.

“hyaa~ apa maksudmu minggu depan?”

“memang harus menunggu sampai kapan lagi?”

“tapi kan…lalu bagaimana hasil pemeriksaannya?” tanyanya mengalihkan pembicaraan.

“aku masih bisa melanjutkan hidup hingga 40 tahun lagi…jadi kita menikah minggu depan?” tanya kyuhyun sekali lagi. Kini gadis itu hanya bisa tersenyum dan mengangguk, dipeluknya erat lengan kyuhyun.

Because I only love one woman. Because to me, that woman is you and you only
even if I keep begging/badgering for your love, don
’t hate me
won
’t you live as my woman for the rest of your life? Won’t you tell me that there’s no one else but me?
to make me a bit less anxious, won
’t you say it one more time?
Say I love you..

(4Men
Say I Love You)

The End

alooooha~ maapkeun udah jarang (re: gak pernah update) tapi demi bebeb kyu disempetin update (ngalah ama skripsi)! heheee… moga suka sama ff gaje ini~ hohohoooo~

2 thoughts on “[RinKyu Story] A Million Pieces

  1. Rizkia berkata:

    Waaaaah, udah lama gak update
    huhu sempat berpikiran buruk sama kyu eeh tapi ternyata dia sakit
    di tunggu cerita yg laiiiin

  2. Lama gak mampir ke blog ini eh ada banyak ff yg nunggu antrian..🙂

    end nya aku agak gak dpt feelnya tp dari awal sampai mendekati akhir ok banget.. aku agak kesel ma kyu yg cuek amat ma pernikahannya gak tau nya dia sakit

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s