Separated

Picture1@ Yerim’s Apate

Raemi menghirup nafas dalam-dalam dan mengeluarkannya perlahan. Dengan mata terpejam dan penuh konsentrasi mengikuti gerakan yoga yang sudah dihafalnya. Yerim yang kembali dari dapur dengan membawa semangkuk popcorn membuyarkan ketenangan raemi dengan menyalakan TV.

“yaa~”

“hehe, mianh…drama park haejin sudah mau mulai” ucapnya dengan senyum lebar.

Ia matikan musik di smartphone miliknya dan ikut duduk disamping yerim. “sampai kapan kalian tinggal bersama?” celetuk yerim,

“molla…aku masih belum ada uang untuk beli apate baru dan juga…apate itu belum terjual” jawabnya enteng. Yerim mendengus gemas, sahabatnya ini benar-benar seperti tidak sedang patah hati. Padahal tiga minggu yang lalu raemi bilang bahwa ia dan shownu sepakat memutuskan hubungan mereka yang sudah berjalan selama tiga tahun. Keputusan yang menurut yerim main-main, yakni ‘bosan’.

“yeah…paling juga tidak lama lagi hubungan kalian kembali seperti dulu”

“yaa~”

“kalau kau benar-benar sudah bosan dengannya, cepat keluar dari sana!”

“rumah itu kami beli bersama yerim-ah, dan pembagiannya harus adil, lagipula harusnya lelaki yang keluar duluan!”

“terserah…aku tidak menjamin kau akan tahan tinggal bersama shownu dengan status kalian sekarang” ujar yerim menyeringai, tahu betul sifat raemi dan juga tipe hubungan sahabatnya ini.

***

Selama jalan pulang, raemi terus memikirkan ucapan yerim. Meski selalu ia idahkan semua ucapan dari kekasih hyungwon itu. Setelah tiga tahun bersama, ia sampai pada tahap jenuh. Hal itu pula yang juga dirasakan shownu. Kata putus pun terucap saat mereka terakhir kali ‘berhubungan’ dan berjalan begitu saja, tanpa ada masalah, tanpa ada pembelaan dari keduanya untuk mempertahankan.

“raemi-ya” panggil pria yang berlari menyusulnya, dia pria yang baru saja ia pikirkan.

“oh, kau baru pulang?”

“hmm…” jawabnya pendek. Keduanya saling diam hingga masuk ke dalam rumah. Raemi masuk ke kamar utama dan shownu kini pindah ke ruangan kecil yang disulapnya menjadi kamar dengan kasur kecil. Tak lama kemudian ia dengar suara pintu terbuka dan tertutup kembali. Setelah di cek shownu sudah keluar lagi.

“yeah…baguslah malam ini dia tidak pulang…” gumamnya sendirian sambil menatap pintu kamar shownu yang terbuka sedikit. Dan sejak malam itu shownu tidak pernah tidur lagi di apate mereka.

***

Seminggu kemudian setelah shownu tidak pulang, hyungwon dan yerim mengadakan pesta kecil di apate mereka, hanya mengundang anak-anak monstaX dan juga raemi. Seperti biasa, joohoen dan minhyuk selalu membuat keributan saat kumpul.

“noona, kalian benar-benar sudah berpisah?” celetuk changkyun, si magnae. Raemi hanya membalasnya dengan anggukan dan senyum kecil.

“whoaaa~ kau masih ada kesempatan wonho-ya” ejek minhyuk,

“eyyy~ raemi baru kencan buta kemarin” sahut yerim dengan membawa bungkusan isi minuman kaleng.

“jinja?! Secepat itu?” kini wonho mendelik kaget.

Bersamaan dengan itu shownu yang baru saja datang, hanya diam dan duduk disamping hyungwon. Ia dengar ucapan yerim tadi dan entah mengapa ia benci mendengar hal tersebut.

Diam-diam raemi mencuri pandang menatapnya, penasaran bagaimana reaksi shownu, meski ia sudah tahu bahwa shownu pandai mengendalikan ekspresi.

Malam makin larut saat raemi, wonho dan shownu keluar dari apate yerim, sisanya sudah tertidur di ruang tamu yang disulap menjadi tempat kemah singkat. “Kuantar pulang noona” ajak wonho.

“Ada barang yang mau kuambil, baiknya kau langsung pulang” sela shownu sebelum raemi menjawab. Wonho hanya mengangguk pelan dan meninggalkan mereka berdua.

“Dari kemarin kau tinggal dimana?” tanya raemi memecah kesunyian diantara keduanya. Untungnya jarak dari apate yerim kerumah tidak terlalu jauh dan bisa ditempuh dengan berjalan kaki.

“Rumah jaebum kadang pindah ke dorm jinyoung”

“Jangan merepotkan mereka terus, aku masih tidak masalah kita tinggal bersama…” ucap raemi, shownu tampak diam sejenak,

“Selama rumah itu masih milik kita berdua, aku tidak akan seenaknya bawa pria asing” lanjut raemi seakan tahu pikiran shownu.

Diam shownu memandang raemi dari belakang. Kembali teringat ucapan raemi hampir satu bulan yang lalu…

“Aku bosan”

“Mwo?”

“Tiga tahun kita hanya begini saja…apa kau tidak merasa bosan?”

Shownu hanya diam sambil memikirkan pertanyaan gadisnya. Tiga tahun tinggal bersama membuat keduanya sudah paham kebiasaan masing-masing, namun memang akhir-akhir ini ia mulai merasa jenuh melakukan hal yang sama.

“Kau sudah tidak menyukaiku?” tanya shownu polos. Raemi tertawa pelan dan menggelengkan wajah, “entahlah…mungkin ini yang namanya jenuh?” balas gadis itu.

Dan sejak itulah mereka memutuskan untuk tidak melanjutkan hubungan mereka. Lebih tepatnya shownu yang mengikuti keinginan raemi. Ia ingin tahu sejauh mana raemi bisa tahan tanpa kehadirannya.

***

shownu mengikuti ucapan raemi, ia tetap tinggal di dorm meski kamar mereka sudah pisah. Intensitas pertemuan keduanya mulai berkurang. Saat raemi pergi, shownu baru pulang, begitu juga sebaliknya. Kadang ia hanya bertemu dimalam hari. Raemi tidak terlalu risih dengan kehadiran shownu, namun tidak untuk shownu. Mengingat hubungan mereka sudah berakhir, sulit baginya untuk menahan hasrat menyentuh raemi dengan kondisi masih tinggal 1 atap. Kadang saat melihat gadis itu tengah sibuk mendesain, sebisa mungkin ia tidak memperhatikan raemi, karena biasanya ia selalu umengganggu raemi dengan pelukan mesranya, atau ciuman di pipi raemi.

Sore hari menjelang sabtu malam, shownu menghabiskan waktunya didepan tv. Terdengar suara gaduh dari dalam kamar raemi dan tak lama kemudian gadis itu keluar sudah dengan penampilan cukup rapi plus make up, sedikit buat pria itu memandangnya lama.

“Aku pergi” ucapnya tanpa bilang mau kemana.

Chakkaman” ujar shownu padanya, ia bangun dan mengambil slayer di hanger dan menutupi leher raemi yang terbuka. “Perkiraan cuaca nanti malam akan turun hujan deras, baiknya kau bawa payung” husky voicenya menggema ditelinga raemi. Gadis itu hanya diam dan mengangguk pelan sebelum keluar pintu.

Shownu tersenyum kecil dan mulai bertekad akan membuat gadis itu kembali padanya. Cukup sudah satu bulan ia tersiksa tidak bisa memeluk bahkan mencium gadisnya.

***

Alunan musik langsung terdengar saat ia masuk apate sehabis lari pagi. Raemi pasti tengah beryoga pikirnya. Ia langsung buka kulkas dan ambil botol air dingin. Baru satu tegukan, tubuhnya diam membeku melihat raemi yang hanya memakai short pants dan sport bra, memperlihatkan lekuk tubuh raemi begitu jelas. Cobaan yang cukup berat bagi shownu pagi ini.

“Kemarin aku dapat telfon” celetuk raemi membuyarkan lamunan shownu. Pria itu duduk di sofa tepat depan raemi.

“Ada orang ingin lihat rumah ini lusa nanti” lanjut raemi.

“Ah, geure…” ucapnya pendek. Ia bangkit dan sengaja melepas kaos sebelum masuk ke kamarnya. Kini giliran raemi yang diam. Satu bulan tidak ‘melihat’ shownu, abs pria itu makin terbentuk. Aish! Apa yang kau pikirkan raemi!. Batinnya menggerutu.

Seharian penuh raemi menghabiskan waktunya untuk mengejar deadline desain pesanan klien. Shownu pun yang memang sedang tidak jadwal ikut menemani raemi, kadang membantunya beri masukan.

“Ugh~ sedikit lagi…” ujarnya menaruh laptop di meja dan merenggangkan tubuh sejenak.

Shownu duduk disamping raemi, dengan menyandar pada sebelah tangannya, ia hanya diam memandang lamat wajah raemi dari samping. Dan perlahan ia mendekatkan wajahnya dan mendaratkan kecupan lembut di pipi raemi, sontak gadis itu balik menatapnya kaget. Masih dengan jarak wajah yang cukup dekat, tangan shownu menyelipkan helaian rambut raemi kebelakang telinga. “kurasa aku tidak bisa melepasmu…”

“m-mwo?”

Kini bibirnya mengecup bibir raemi, “cukup satu bulan kita berpisah…” lanjutnya lagi dan saat hendak mencium lagi, tangan raemi menahan dada bidang shownu, “chakkaman… aku…”

“kau tidak benar-benar meminta putus dariku…” balas shownu, memasang senyum andalannya, didekapnya raemi dalam pelukannya, meski gadis itu belum membalas pelukannya. “dan membayangkan kau disentuh pria lain, kurasa aku tidak akan sanggup…” bisik shownu. Dan tanpa meminta persetujuan raemi, ia kecup lagi bibir raemi. Gadis itu sama sekali tidak menolak, ia hanya diam mengikuti apa yang shownu mau. Dibiarkannya shownu mendominasi ciumannya, dan kedua tangan mulai menyelusup dalam sweater, raemi pun tak mengelak, tubuhnya menginginkan sentuhan shownu, lebih dari ini.

Dan yang raemi sadar setelahnya, kini shownu sudah melepas sweaternya dan juga kaos shownu. Senyum kecil mengembang dari bibir raemi, “it’s gonna be a looooong night~” canda raemi sebelum kembali diserang ciuman dari shownu

In the morning

Ponsel raemi berdering kencang, kedua matanya masih cukup berat untuk dibuka, dan makin merapatkan sweater pink di tubuhnya dan mendekap hangat pada dada bidang shownu. sedangkan tangan  kanan shownu mencari ponsel disekitar meja dan…

yah song raemi, kau dimana?! suara yerim terdengar kencang,

Shownu menyeringit pelan, “yerim?”

eh? Shownu?! Kalian sedang bersama?!

“raemi masih tidur…” balas shownu, dan terdengar desahan raemi, makin membuat yerim bingung.

yah! Baiknya kalian sudah pakai baju saat aku sampai disana!” seru yerim gemas sebelum memutuskan telfonnya.

“yerim?” tanya raemi, dan dijawab anggukan dari shownu. Masih dengan posisi gadis itu diatas tubuhnya, shownu mengusap pelan punggung raemi, “so, can we make it up?” ucap shownu, raemi berbalik menatapnya, “kalau tidak, aku tidak akan mengizinkan dirimu sampai pagi tadi!” gerutunya pelan dan meringis pelan saat bangun,sepertinya hari ini ia akan sulit berjalan…

The End

PWP = Porn Without Plot. Yah gini lah jadinya~😄

One thought on “Separated

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s