Some

99645a77-5c89-4fd3-92e5-60b6d094cba5Sometimes, I get annoyed without even knowing
But my feelings for you haven’t changed
Maybe I’m the weird one, I thought
As I struggled by myself
(Some – Soyu Ft. Junggigo)

“Kau mau pilih foto atau hanya lihat-lihat fotonya?” celetuk yerim yang tiba-tiba muncul dibelakangku, sontak aku langsung menutup layar laptop.

“Ahni~” elakku, tapi sahabatku ini malah memasang senyum jahil.

“Ckckck~ song raemi masih kena virus friendzone sampai saat ini” ujarnya jahil, ucapan yang sudah biasa kudengar dari bibirnya.

Aku hiraukan ucapan yerim dan kembali memilih foto-foto shownu. Son hyunwoo atau kami lebih sering memanggilnya shownu. Pria yang 15 tahun lalu kukenal masih seperti bocah ingusan yang bahkan tinggi tubuhnya lebih pendek dariku, tapi saat masuk SMA tubuhnya berubah drastis, menjadi pria tampan dengan segudang gadis yang menyukainya. Aku melihat perubahan disetiap hidup shownu karena kami selalu sekolah di sekolah yang sama. Tapi yang kusuka dari shownu, sifatnya yang lembut dan ramah tidak pernah berubah, apalagi terhadap diriku. Aku masih ingat saat fans shownu yang tahu aku sangat dekat dengannya sedikit membuat kehidupanku terusik, namun shownu selalu bisa melindungiku dengan caranya sendiri.

Aku tidak mengelak fakta bahwa aku menyukainya. Tidak mungkin kau memiliki sahabat pria dan kau tidak punya perasaan apapun terhadapnya. Aku tak tahu pasti sejak kapan aku menyukai shownu sebagai seorang pria, namun aku pun tidak mau merusak persahabatan yang sudah terjalin lama.

Aku selalu menyembunyikan perasaanku, demi persahabatan kami. Selain itu aku pun tidak tahu apa shownu memiliki perasaan yang sama kepadaku, karena ia selalu memiliki gadis yang ada disampingnya. Ya, gadis itu sudah menjadi kekasih shownu hampir satu tahun belakangan ini. Hubungan paling lama yang pernah shownu jalani. Kurasa mereka memang saling mencintai dan ingin memiliki hubungan ke jenjang yang lebih serius. Aku memang tidak mau membayangkan bagaimana nantinya shownu menikah dengan gadis lain? Apa aku sanggup melihatnya, dan tersenyum padanya? Mungkin hal itu masih terlalu jauh. Kuharap begitu…

Mataku kembali fokus pada foto shownu bersama keluarganya, bersamaku dan teman dekat kami. Hari ini ulang tahunnya dan seperti biasa aku selalu menyiapkan kejutan kecil untuknya, dibantu yerim, omoni, dan anak-anak monsta X lainnya.

“Ini fotonya, tinggal kau cetak, aku harus ke toko kue ambil pesanan” ucapku dan menyerahkan flashdisk pada yerim.

Mobilku berhenti di toko kue langganan kami, dua hari yang lalu aku sudah pesan cake kesukaannya. Aku hanya ingin di hari ulang tahunnya kali ini hubunganku dengannya kembali dekat seperti dulu. Karena sejak kami lulus kuliah dan memiliki pekerjaan masing-masing intensitas komunikasi kami berdua berkurang cukup banyak. Memang ada baiknya seperti ini, hanya saja semakin jarang aku melihatnya, aku semakin merindukannya.

Selesai ambil cake aku kembali ke rumah shownu, disana sudah ada yerim, kihyun, minhyuk, hyungwon, joehoon dan changkyun. Mereka sudah mendekor ruang tamu dengan foto-foto yang kupilih tadi. Aku membantu omoni yang tengah membuat makan malam dan sup rumput laut.

“Aku senang kau main kesini lagi” ucap omoni,

“Hehe..mianhae omoni, pekerjaanku sedang banyak-banyaknya”

“Aku mengerti, kalian baru memulai karir, pasti lebih banyak habiskan waktu di kantor, tapi yang buatku khawatir kau tinggal sendirian sementara orang tuamu di busan, rumah ini selalu terbuka untukmu raemi” lanjut omoni, ia sudah seperti ibu kedua bagiku. Aku pun ingin sering main kesini seperti dulu omoni, tapi aku begini juga karena anakmu. Batinku.

Mendekati jam 7 malam, hyungwon dapat telfon dari wonho bahwa shownu sudah dalam perjalanan pulang dengannya. Aku sengaja meminta wonho untuk menjemputnya di kantor, kebetulan kantor mereka berdekatan.

“Kau tau noona, kekasih shownu hyung saja tidak pernah begini” celetuk changkyun adiknya. Aku hanya tersenyum mendengarnya. “Dan aku juga lebih senang jika kau dan shownu hyung bersama” lanjutnya lagi,

“Changkyun-ah…”

“Arraseo~ kau dan dia hanya sahabat” gerutunya pelan. Aku terkekeh pelan dan mengacak rambutnya.

Tak lama suara mobil shownu terdengar memasuk pekarangan rumah. Joehoon dan minhyuk memegang terompet di samping pintu masuk, hyungwon dan kihyun siap dengan snow spray miliknya sisanya berada dibelakangku yang memegang cake, tadinya aku menolak, namun bukan yerim namanya kalau tidak memaksaku memegang cake ini.

Pintu terbuka dan serempak kami berteriak “SAENGIL CUKHAEEEEEE~!”

Keempat pria didepanku langsung mengerubungi shownu dan memberi ucapan selamat dengan gaya khas mereka masing-masing. Senyum khas dari wajahnya terpancar, kurasa sudah cukup lama aku tidak melihat senyum childishnya, saaaangat berbeda dengan ukuran tubuhnya yang sekarang.

“hyung, tiup lilinnya” celetuk changkyun, yerim mendorong tubuhku sedikit maju kedepan.

Sial! Kenapa aku jadi gugup didepannya?! Senyumnya kian lebar saat melihatku dan ia berjalan mendekatiku, “hei…” sapanya,

Aku tersenyum dan menyodorkan cake, “cepat make a wish dan tiup lilinnya” ucapku. Ia pejamkan mata sejenak lalu meniup lilin, dan seisi rumah kembali ramai dengan suara anak-anak ini.

Pesta pindah ke halaman belakang rumah, dimana sudah ada barbeque yang disiapkan omoni dan yerim. Aku memilih duduk di bangku taman tak jauh dari omoni dan yerim memanggang daging, dan anak-anak yang lain tengah seru mengobrol di depan. Sudah lama juga mereka tidak kumpul karena kesibukan masing-masing, melihat keadaan seperti ini aku pun bersyukur dihari ini kami bisa kumpul seperti saat kuliah dulu.

“jadi mana kado untukku?” ujar shownu yang menghampiriku dan duduk di sampingku.

“ini…hehehee…” ia tersenyum kecil,

“gomawo…kukira kau sudah lupa”

“tidak mungkin, son hyunwoo~ kenapa ekspresimu begitu? apa sedang ada masalah dengan pacarmu lagi?” tebak raemi,

“entahlah…aku sudah lelah”

ya wae geure? Bukankah eunseo memenuhi ideal type-mu?” ujarku. Shownu berbalik menatap wajahku, tatapan yang sulit kudeskripsikan.

“apa kabarnya seokjin?” ia malah mengalihkan pertanyaan. “ck! kau coba mengalihkan pembicaraan?”

“ahni…aku hanya penasaran dengan pacar super protektifmu itu” lanjutnya.

Aku tersenyum kecil dan menggeleng pelan, “hubungan kami sudah berakhir, yaa sekitar dua bulan yang lalu… sudah ah, aku lapar” ucapku dan langsung melarikan diri ke omoni. Aku hanya malas membahas pria itu, pria yang mungkin hanya kujadikan pelarian dari shownu.

***

Waktu menunjukkan pukul 11 malam, joehoon, minhyuk dan wonho sudah terlelap setelah menghabiskan soju. Kihyun yang tidak minun karena masih harus menyetir, susah payah ia mengangkat yerim yang sudah mabuk masuk ke mobilnya, “hati-hati kihyun-ah” ucap raemi yang juga hendaknpulang.

“Eo, kabari kami kalau sudah sampai” ujarnya.

“Ne” raemi melihat kebelakang, masih ada shownu yang mengantarnya. Pria itu hanya tersenyum dan melambaikan tangan. Raemi mengangguk pelan, dalam hatinya timbul rasa kecewa, lupakanlah raemi, dia tetap jadi sahabatmu. Batin raemi dan mulai meninggalkan rumah shownu.

Sementara itu, kihyun masih menatap datar sahabatnya ini, “hanya itu saja? Jinjayo hyung?”

“Wae?”

“Aish! Kau itu tidak peka atau memang tidak tahu?! Setidak ucapkan sepatah 2 patah kata untuk raemi, dia yang menyiapkan ini semua hanya untukmu” ujar kihyun gemas. Shownu masih diam, “dia tidak mungkin terus-terusan menunggumu, cepat kejar dia”

“Tapi…”

“Apa? Kau masih belum yakin dia menyukaimu? Kalau utu memang hanya kau yang tidak bisa melihat perhatiannya padamu” jelas kihyun.

Shownu menggaruk lehernya yang tidak gatal dan berbalik masuk kedalam rumah. Didalam sudah ada ibunya dan changkyun yang juga menatapnya gemas. “Wae? Kau juga mau bilang seperti yang kihyun bilang?”

“Ahni, eomma hanya mau raemi jadi menantuku nanti”

“Eomma~”

“Kejar dia, bawakan ini” ujar ibunya seraya menyerahkan 1 box kimchi pada shownu,

“Ini juga hyung” timpal changkyun dengan memberinya 1 box kimbab.

“Y-ya~”

“Sudah cepat sana, jangan buatnya menunggu terlalu lama” perintah sang ibu. Mau tidak mau shownu ambil kunci mobil dan menuju apartemen raemi.

Dalam perjalan ia terus memikirkan apa yang harus ia katakan pada gadis itu? Benar ia memang menyukai raemi dan alasan itulah mengapa eunseo memutuskan hubungan dengannya karena ia merasa shownu tidak benar-benar mencintainya. Ia memang menyayangi eunseo, namun kenangan bersama raemi seakan lebih mendominasi hatinya. Ia tidak pernah berani mengungkapkan isi hatinya karena ia takut kehilangan sosok sahabat disisinya. Dan mengetahu raemi sudah putus kembali ada rasa ingin memiliki gadis itu.

Shownu menekan bel sedikit ragu. Ia pun tidak ingat kapan ia mengunjungi apate raemi. Pintu terbuka dan raemi masih belum bergati baju menatap shownu kaget, “shownu? Ada apa?”

“Uh…hei…ini kimchi dari eomma” ujarnya kikuk.

“O-oh, kau mau masuk dulu?”

“Ahni…sudah malam…besok saja” ucapnya lagi, kata-kata yang sudah dirangkai tadi hilang begitu saja.

“Oh geure” balas raemi kembali kecewa dan menutup pintu.

Shownu mengepal kedua tangannya, kesal pada dirinya sendiri. Ia berbalik menuju lift namun langkah kakinya kenbali terhenti, isi hati kecilnya seakan berteriak bahwa ia benar-benar ingin mendapatkan raemi, ingin mengatakan bahwa mencintai gadis itu.

Shownu kembali berbalik dan menekan bel, “apalagi?” kini raemi mulai jengah. Shownu masih diam menatap gadis itu, dan dalam satu tarikan nafas, ia peluk erat tubuh raemi, menghirup dalam aroma tubuh raemi, hal yang sedari dulu ingin ia lakukan.

“S-shownu…”

Ia melepas pelukannya, “kalau ada yang ingin kau ceritakan, masuklah” ucap raemi.

Shownu duduk di sofa menunggu raemi yang tengah membuatkannya coklat hangat.

utr0qmobY5“Minum” ucapnya.

“Maaf atas sikapku tadi”

“Apa ini karena eunseo?”

“Bukan…jujur aku bingung harus mulai dari mana…raemi…” ucap shownu dan menatap raemi, ia raih tangan raemi dan menggenggamnya erat. “Sebelum ia memutuskan hubungan kami, ia bilang, jika aku melepasmu dan kau masih belum bisa mengatakannya, kau akan menyesal saat melihat raemi bersama lelaki lain”

“Mwo? Jadi kalian putus…”

“Aku memang bodoh…aku menghindari perasaanku karena tidak mau kehilangan sahabatku…kupikir aku bisa menyayangi eunseo, tapi gadis itu yang menyadari bahwa cintaku lebih tulus hanya padamu…”

Raemi masih diam mencerna tiap ucapan shownu. “Bukan hanya eunseo, eomma, changkyun kihyun bahkan wonho juga mengatakan hal yang sama…maaf raemi, aku benar-benar menyayangimu…tapi bukan sebagai sahabat”

Raemi masih diam namun perlahan kedua matanya basah, “ya~ wae geure? Kenapa kau malah menangis?” ujar shownu panik. Namun entah mengapa air mata gadis itu terus mengalir deras.

“Hiks…kau…kau itu sudah mengenalku 15 tahun lamanya! Tapi..hiks…tapi kenapa tidak juga sadar kalau aku menyukaimu?” ujar raemi disela isak tangisnya.

Shownu diam sesaat lalu terkekeh pelan, “ya~ Kau pikir ini lucu?”

“Aniyo…kita berdua sama saja bodohnya, aku menunggumu dan kau juga sama, kalau diantara kita tidak ada yang menyatakan kurasa sampai tua nanti pun kita tidak akan tahu perasaan masing-masing” jelas shownu.

Ia tatap sayang raemi dan mengusap air mata gadis itu dengan kedua tangannya. Ia kecup lembut bibir raemi sesaat membuat gadis itu langsung berhenti menangis. “Bukan kah akan lebih bagus jika sahabat juga merangkap pasangan hidup?” ucapnya.

Raemi tersenyum dan memeluk shownu erat, rasanya beban dihatinya seketika hilang. Ia tidak harus menyembunyikan perasaannya lagi, dan tidak perlu mencari pelarian pada lelaki lain. “Gomawo shownu-ya” lirihnya.

The End

Saengil cukhae papa bear~ 😍

3 thoughts on “Some

  1. ejieee romantis banget tumben haha edisi puasa ya xD
    selamat ulang tahun aboji, makin hot~ makin ga kaku~ haha

    btw, si yerim mabok lagi? dua ff dgn pairing yg beda tetep aja kerjanya mabok tu anak ckck

  2. Ping-balik: Stuck | Fiction

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s