Stuck

stuck(Another story from Some)
***
I completely fell for you
I can’t help but to get greedy
The more I look at you, the greedier I get
I’m curious about everything about you
(Monsta X – Stuck)

***

Dua bulan sudah hubungan kami berubah status dari sahabat menjadi sepasang kekasih. Tidak banyak yang berubah, hanya intensitas bertemu kami yang makin sering. Shownu yang sesekali mengantarku pulang dari kantor atau ia yang main ke apartemenku. Dan satu yang baru kutahu setelah aku menjadi kekasihnya, skinship diantara kami meningkat cukup pesat, seperti saat ini, ia tidak akan melepasku begitu saja setelah mengantar pulang kantor…

“Shownu-ya~” ucapku dengan menahan bibirnya dengan jari telunjukku. Sepertinya sudah lebih dari 5 menit setelah ia mengantarku ke depan pintu dan menciumku tanpa henti.

“Hanboman~” rajuknya. Aku menatapnya gemas, namun ia malah memasang puppy face. Kedua tangannya yang melingkar dipinggangku makin dipeluknya erat.

“Ya, apa kau dulu juga seperti ini dengan mantan kekasihmu?” ucapku, err mungkin bukan pertanyaan yang pas disaat seperti ini. Dan benar saja raut wajahnya langsung berubah dan melepas pelukan pinggangku.

“Haruskah kujawab?” ucapnya kesal.

Aku tersenyum, mengatup kedua pipinya dan mengecup lembut bibirnya, “hehe hanya penasaran, sudah malam, pulang sana”

“Aku seperti ini hanya denganmu” ucapnya sedikit dingin lalu pergi. Ah~ dia benar-benar kesal.

Aku pun kadang belum terbiasa memperlakukannya seperti kekasih. Beda dengannya, ia sangat bisa memperlakukanku sebagai kekasih, bukan sahabat. Mungkin memang butuh waktu untuk membiasakan lebih lembut dan perhatian padanya. Namun terkadang muncul pertanyaan seperti tadi, mungkin memang ada sedikit rasa cemburu seperti saat dulu aku masih memendam rasa padanya. Rasa cemburu bahwa semua yang telah ia lakukan padaku apa juga pernah ia lakukan pada eunseo atau mantan kekasihnya yang lain.

***

Sabtu siang ini aku memenuhi janjiku menemani yerim belanja perlengkapan rumah, karena mulai minggu depan yerim akan pindah ke apartemen milik kihyun. Ya, setelah menjalani hubungan satu tahun, mereka memutuskan untuk tinggal bersama.

“Bukankah lebih baik jika kalian tinggal bersama?” ucapnya tanpa melihatku melainkan mengambil apron couple dirak

“Terlalu cepat kalau sekarang…kau tahu aku masih butuh penyesuaian dengannya”

“Eyy~ penyesuaian apalagi? Kalian sudah kenal dari kecil dan tahu kebiasaan masing-masing”

“Tapi… Entahlah… Aku masih belum terbiasa dengan status baru kami”

“Kihyun pernah bilang padaku, shownu itu kalau sudah melihatmu langsung berubah!”

“Hee?”

“You know, he’s deeply in love with you, dia tidak akan pernah jauh darimu, contohnya seperti saat kita sedang berkumpul kemarin” ucapnya membuatku mengingat-ingat kembali. Memang saat terakhir kali kami berkumpul, aku selalu berada disampingnya, dan pastinya tangannya tidak lepas dari tanganku atau sekedar memeluk pinggangku. Dan juga ia selalu cari cara agar bisa menginap di apartemenku, meski aku selau berhasil membuatnya pulang malam itu juga.

“Yaa sesekali aku melihat saat dia cari kesempatan menciummu, kalian seperti pasangan yang baru menikah” lanjutnya lagi. “…aku jadi penasaran sudah sampai tahap mana hubungan kalian?”

“Maksudmu? Hubungan kami masih begitu-begitu saja” ucapku. Meski aku pun bertanya-tanya apa masih terlalu cepat atau memang diriku yang belum siap?

***

Jam menunjukkan pukul 10 malam saat mobil shownu memasuki pelataran parkir sehabis menemaniku ke pesta pernikahan rekan kantor. “Mau langsung pulang?” ucapku namun ia dengan sengaja langsung menguap lebar.

“Hoaaaahhmmm… Kurasa aku tidak kuat menyetir” ucapnya mulai mencari alasan.

“Ya sudah, kubuatkan kopi dulu” ucapku dan keluar dari mobil, bisa kutebak senyum lebar terpancar diwajahnya.

Sambil menunggu air mendidih kutinggalkan ia yang langsung duduk disofa dan ganti baju. Dan setelah aku kembali dengan secangkir kopi, ia sudah terlelap disana, bocah ini benar-benar kelelahan setelah seharian menemani omoni belanja. Kuambil dasi merah miliknya yang dilempar begitu saja dilantai dan tuxedo hitamnya.

“Shownu-ya~ ini kopinya” kutepuk pelan bahunya.

Masih dengan mata terpejam ia hanya bergumam tidak jelas dan makin mengeratkan pelukannya pada bantal sofa. Ckckck~ kali ini kau berhasil shownu-ya, batinku. Kuambil selimut dari kamar dan menyelimutinya, dan karena hanya ada 1 kamar disini, ia kubiarkan tidur di sofa dan kutinggalkan masuk ke kamar.

***

Minggu pagi yang dirudung hujan diluar membuat suhu kamar raemi makin dingin. Ia mengeratkan selimut dan bermaksud memeluk guling, namun bukan benda tersebut yang ia raih, malah dada bidang dan pelukan hangat yang ia terima, makin membuat tidurnya nyenyak. Hembusan nafas halus menerpa leher jenjangnya dan bisa ia rasakan ujung hidung dan bibir shownu menyusup menelusuri leher raemi.

“Ugh…” raemi mengerang pelan dan masih belum sadar sepenuhnya. Kedua matanya masih berat untuk dibuka namun dengan samar-samar ia rasakan pelukan tangan kekar shownu di perutnya. “S-shownu-ya!” ujarnya yang langsung tersadar.

“Hmmm…morning raemi” ucapnya masih dengan mata terpejam.

“Y-ya~ kapan kau jadi pindah kesini?” ujarnya masih berusaha lepas dari pelukan shownu meski percuma saja, karena tubuh shownu jauh lebih besar darinya.

Shownu membuka mata dan menatap raemi dengan tatapan kesal. “Wae? Kau tega meninggalkan pacarmu tidur diluar?”

“B-bukan itu…maksudku” raemi mengalihkan pandangan kearah lain, namun kembali ditarik dagunya oleh shownu. Ia kecup lembut bibir atas raemi dan menggigit pelan bibir bawahnya, saling memirinhkan wajah kearah berlawanan, getaran ditubuhnya meningkat seiring shownu yang yerus mengeksplor seisi rongga bibir dan mulut raemi.

Kedua pipi raemi terasa panas begitu juga suhu tubuhnya, meski cuaca dikamar dan di luar dingin. Lebih sialnya lagi, shownu kini dalam keadaan half naked, yeah, ia tahu bahwa ex-best friend-nya ini paling tidak bisa tidur memakai baju, hingga nyaris tidak menyisakan jarak tubuh keduanya.

Raemi mengalungkan kedua tangannya di leher shownu, sesekali meremas ujung rambut hitam shownu saat pria itu mulai menyusuri leher raemi dengan bibirnya. Inilah yang raemi takutkan jika shownu sudah mulai menciumnya, ia takut keduanya akan lepas kendali dan raemi tidak bisa menahannya.

Erangan halus dari bibir raemi terdengar saat shownu meninggalkan kissmark di leher raemi. Bisa ia rasakan sesuatu dibawahnya mendesak ingin keluar dari boxer yang shownu kenakan saat salah satu kaki shownu berada disela paha raemi. Baru ia ingin melanjutkan aksi lainnya, shownu berhenti tiba-tiba, “w-wae?”

“A-aku harus ke toilet” ucapnya tanpa menunggu respon raemi ia langsung loncat dari tempat tidur dan keluar kamar.

Kenapa dia… Bukannya semua pria setiap pagi itunya… Batin raemi dan terkekeh geli.

Lima belas menit kemudian shownu keluar dari kamar mandi terlihat sedikit lelah dan menyusul raemi yang tengah membuat sarapan.

“Sudah selesai kegiatannya?” canda raemi tanpa melihatnya.

Shownu memeluknya dari belakang dan menyingkirkan rambut raemi lalu mengecup pelan pipinya. “Apa bisa dilanjutkan disini?”

“Sirreo~ aku lapar” tolaknya langsung membuat shownu cemberut, kalau saja tadi perutnya tidak sakit tiba-tiba, ‘barang’ miliknya mungkin akan selamat.

Raemi mematikan kompor dan berbalik menatap shownu. “Tapi…apa benar kau begini hanya padaku saja?” tanya raemi kini dengan nada lebih serius.

“Maksudmu?”

“Kau bilang, kau begini hanya denganku, lalu saat dulu bersama eunseo…apa kalian sudah sampai ke tahap-” shownu mengatupkan bibir raemi,

“Aku tidak pernah menyentuh eunseo lebih jauh seperti yang kau bayangkan…bagaimana bisa aku berbuat seperti itu bukan pada gadis yang benar-benar kucintai?” jelas shownu langsung membuat raemi tersenyum lebar.

“Raemi-ya, kita menikah saja ya?”

“M-mwo?! Kau melamarku?”

“Hmmm, bisa dibilang begitu”

“Sirreo” ucap raemi cepat dan melepas pelukan shownu.

“Wae? Kau tidak mau menikah denganku?” ujar shownu masih kaget dengan ucapan raemi. Ia ikuti raemi yang duduk di sofa sambil memegang kopi.

“Aku mau, tapi apa harus secepat ini?”

“Kenapa tidak? Toh kita sudah kenal bertahun-tahun bahkan kita pernah mandi dan tidur bersama”

“Y-ya itu kan saat masih kecil” elak raemi dengan wajah memerah.

Shownu tersenyum lembut dan kedua tangannya beralih menggengam tangan raemi. “Aku tidak tahu sampai kapan bisa menahannya raemi…lagipula eomma juga selalu menanyakan kapan aku akan melamarmu”

“Tapi…beri aku waktu enam bulan, setelah itu kita menikah…”

“Tiga bulan”

“Yaa~ pekerjaanku sedang menumpuk dan masih banyak hal yang harus kuurus dulu sebelum menikah”

“Geure…geure… Enam bulan…tapi kalau ini, tidak harus menunggu sampai enam bulan kan?”

“E-eh?”

Tanpa beri kesempatan raemi mengelak, shownu kembali melumat bibir raemi, kini lebih panas dan menggebu-ngebu. Satu kelemahannya adalah jika mencium raemi ia tidak yakin akan berhenti begitu saja, dan raemi? Siapa yang tidak ketagihan dengan bibir seksi milik shownu?

You keep making my fly high
Your rough moves make me melt
I
ll empty my last drink
Don
t rush but lead me
(Asone – For the night)

***

Two month later..

Kedua mata raemi berkedip beberapa kali, memastikan apa benar hasil yang dilihatnya saat ini. Ia goyang-goyang testpack berharap hasil yang tadi salah namun garis 2 itu tidak juga berubah. “Haaaah!” eluhnya sambil keluar kamar mandi.

“Positif?” tanya yerim yang ada di ruang tv tepat sasaran.

“Ottokhae yerim-ah?”

“Ya kalian menikah saja, lagipula shownu sudah melamarmu”

“Tapi aku baru bisa menikah empat bulan lagi!”

“Lalu empat bulan kemudian perutmu makin besar, cepatlah resign dari kantor-like a hell-mu itu, cari kerja lagi habis kau melahirkan” ucap yerim

Tak lama shownu masuk dan langsung terpaku pada benda ditangan raemi. “Itu hasil testpack?”

“Congratz shownu-ya, kau akan jadi ayah~” ucap yerim.

” jinjayo? Jadi usahaku selama dua bulan ini berhasil?”

“Ya~ apa maksudmu? Padahal aku sudah minum pil itu teratur”

“Sudahlah raemi, memang kita harus menikah secepatnya” ujar shownu sambil mengelus perut raemi.

“Aarrgh!” gerutunya kesal antara harus senang atau ia memang harus melepas pekerjaannya.

The End

Maapin kalo skinshipnya abal-abal 😀 #lamagakbikinffnyerempetensi

shownu2

2 thoughts on “Stuck

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s