Diposkan pada One Shoot

[RinKyu Story] And We

dab3a4a8-e791-40b8-b352-d418f4cb1f87

Langkah kakiku terhenti saat buliran salju mulai turun, Salju pertama ditahun ini. Hal yang kusukai saat musim dingin tiba, menikmati pergantian dari musim gugur yang terkesan lebih hangat dari musim semi. Tidak terasa pula sudah berada dipenghujung tahun. Sepertinya baru kemarin melewati tahun baru 2016, dan kini akan bersiap meninggalkan banyak kenangan manis yang terjadi ditahun ini.

Kueratkan syal dileher dan kembali bergegas masuk ke mobil, bersamaan dengan notifikasi diponsel masuk, chat Line dari pria itu. Ia mengirim foto salju pertama yang sepertinya diambil saat ia tengah menunggu diruang rias. Belum sempat kubalas pesannya, ia langsung menelfon.

“Neo eodiga?”

“Masih di sekitar hongdae, baru mau jalan ke tempat seungmi” jawabku, sambil menyalakan bluetooth mode dimobil.

“Oh, sampaikan salamku padanya, dan permintaan maaf karena tidak bisa hadir”

“Arraseo, nanti ku sampaikan, sudah selesai pre-recordingnya?”

“Hmmm…rin-ah, bogoshippo” ucapnya pelan, membuatku terkekeh pelan,

“ya~ Ada apa denganmu? Baru dua hari yang lalu kita bertemu”

“Entahlah…melihat salju pertama turun hari ini buatku ingin ada didekatmu” ucapnya,

“Aigooo~ sejak kapan cho kyuhyun jadi melankolis seperti ini?” candaku, dan ia hanya terkekeh pelan dan sayup-sayup kudengar manager oppa memanggilnya.

“Acara mau dimulai, nanti kutelfon lagi, eo?”

“Ne, goodluck kyuhyun-ah” ucapku menyemangatinya.

Kuletakkan ponsel di dashboard dan beralih menyalakan cd player, alunan lagu dari album baru kyuhyun pun mulai diputar. Album solo ketiga kyuhyun yang kumiliki, hanya cukup mendengar suaranya sedikit mengobati rasa rinduku yang kadang sulit bertemu dengannya.

Wondering how your day was
Scoping out your voice and face
It’s so precious to me, like a natural thing
Softly open my heart
A spoon of sweet comfort
My warmth will smooth out your wrinkled heart
I want to help you forget your hardships

(Kyuhyun – When With Me)

Empat tahun menjalin hubungan dengannya seperti tidak pernah habis bagiku untuk mengaguminya. Selalu saja ada hal dari dirinya yang menambah rasa sayangku padanya. Dan menjelang tanggal anniversary, kami tengah menyiapkan liburan bersama, hitung-hitung sebelum kyuhyun masuk wajib militer nanti dan menebus keterbatasan waktu bertemu kami berdua.

Selang empat puluh menit kemudian aku sampai di gedung tempat dimana sahabatku akan melangsungkan pernikahan hari ini. Kuambil box kado pernikahan dengan ukuran cukup besar. Dan didepan pintu sudah ada joongki berdiri didepan menyambut tamu yang berdatangan. “rin-ah!” serunya kegirangan. Aigoo~ pria ini baru terlihat tampan jika pakai tuxedo.

“joongki-ya! cukhae!” ucapku dan menyerahkan kado,

“gomawo, kau datang sendiri?” ujarnya sambil mencari-cari seseorang dibelakangku,

“tentu saja, aku tidak mau buat pesta pernikahanmu ricuh karna membawanya” jelasku.

Ah ya, dua sahabatku ini akhirnya tahu hubungan rahasiaku dengan kyuhyun karena aku sendiri tidak tahan jika mereka mulai mengatur blind date dengan pria asing, alhasil kuceritakanlah semua yang kurahasiakan selama ini. Meski awalnya mereka tidak percaya, tapi perlahan mereka mulai bisa menerima.

“ah, seungmi dari tadi sudah bawel mencarimu”

“oh, aku ke dalam dulu” ucapku dan masuk ke ruangan dimana mempelai wanita duduk sebelum acara dimulai.

Seungmi dikelilingi beberapa gadis, mungkin teman sekantornya, ia terlihat begitu cantik dengan balutan gaun broken white dengan potongan backless, masih tidak percaya jika dua sahabatku saat kuliah dulu kini akan bersanding bersama didepan altar untuk mengucap janji suci.

Seungmin melambaikan tangan padaku dan langsung kupeluk erat, “rin-ah~”

“cukhae, akhirnya kalian menikah juga”candaku, bisa kulihat kedua mata indahnya berkaca-kaca.

“lalu kau kapan akan menyusul?” pertanyaan yang sudah bosan kudengar sebenarnya.

“kau sudah tahu jawabannya bukan?” balasku,

“aish~ kau ini, ah ya, tadi jinyoung datang, tapi kulihat dia datang sendirian” ucapnya mulai bergosip. Aku hanya mengiyakan dan setelah mengambil foto dengannya aku keluar bergantian dengan tamu yang lain.

Didalam ballroom, hamper semua meja dipenuhi tamu undangan dan aku memilih duduk di meja dekat pintu masuk yang masih kosong. Dan kedua mataku otomatis mencari sosok yang dibilang seungmi tadi. Sudah cukup lama aku tidak bertemu dengannya, pria yang dulu sempat dekat denganku, bahkan nyaris membut hubunganku dengan kyuhyun berakhir. Sejujurnya aku penasaran apakah ia sudah memiliki kekasih? Atau bahkan sudah menikah memikirkannya saja cukup buatku tersenyum sambil menggeleng kepala, lupakan dan kau tidak menyesal rin-ah! Batinku.

“rin?” suara pria kudengar dari samping kiri, dan kulihat pria yang tadi kupikirkan sudah berdiri disampingku, memasang senyum ramah.

“o-oh, jinyoung-ah”

“lama tak jumpa”

“ne”

“disini kosong?”

“oh, ne…silahkan” ucapku, dan ia duduk disampingku. Aku masih diam dan melihat kearah lain, sial! Kenapa jadi gugup seperti ini, padahal tadi kau mencarinya, park rin rin!

“sekarang kau bekerja dimana?” ucapnya memecah keheningan diantara kami.

“uhm, masih ditempat yang dulu, kau sendiri?”

“sedang merintis rumah produksi”

“wow, sepertinya cita-citamu akan terwujud” pujiku tulus,

“masih skala kecil, dan masih mencari project yang lebih besar” balasnya. Dan percakapan pun mengalir begitu saja. Seperti saat masih kuliah dulu, sebelum aku tahu perasaanya terhadapku.

Tak lama kemudian acara pun dimulai dengan joongki masuk terlebih dahulu, dan pintu terbuka kembali, giliran seungmi didamping sang ayah berjalan anggun menuju altar. Ada rasa terharu, bahagia dan juga iri muncul bersamaan dalam hatiku. Terbesit dalam benakku kapan aku diberi kesempatan untuk mengalami hal yang sudah banyak teman-temanku alami? Memakai gaun indah, menjadi ratu dalam sehari, tersenyum bahagia dengan pasangan yang kau pilih untuk menjadi pasangan hidupmu kelak. Berjanji akan selalu bersama dalam susah maupun senang… hal yang diidamkan semua wanita didunia ini pastinya.

Bohong jika aku tidak menginginkannya, namun aku berusaha untuk terus memahami dan menerima konsekuensi yang telah kuambil. Menjadi kekasih dari seorang idola dari jutaan gadis diseluruh dunia, adalah konsekuensi terberat dalam hidupku. Aku tidak ingin egois dengan hanya ingin memilikinya seorang, hal ini yang sering dikatakan ibu kyuhyun padaku, sabar dan percaya, itulah dua kunci utama yang juga ia selalu katakan padaku. Dan aku menyanggupinya, hingga saat ini selalu kupegang teguh. ‘Buah dari kesabaran itu manis’ hal yang juga diucapkan Ahra eonni padaku dan juga kyuhyun.

“rin?” kusadari jinyoung menepuk lenganku pelan, dan tak kurasa kedua pipiku sudah basah, “o-oh, mianhae… jadi sedikit terbawa suasana” ucapku,

Ia tersenyum kecil, “kapan giliranmu?” pertanyaan itu akhirnya terlontar juga darinya,

“hmmm, entahlah… aku berencana ingin lanjut sekolah lagi” jawabku.

“oh ya? Kau ambil beasiswa?”

“yaa, sedang melihat-lihat… kau sendiri? Atau jangan-jangan sudah menikah?” kini aku bertanya, ia hanya tertawa pelan dan menggeleng, “hidupku masih kuserahkan pada usaha yang baru kubangun” jawabnya.

“oh, semoga rencana kita masing-masing bias berjalan lancar” ucapku.

Ya, melanjutkan sekolah  memang keinginanku satu tahun yang lalu, saat sudah sampai titik jenuh bekerja. Dan rencana tersebut mulai terpikir lagi saat appa menawarkan beasiswa disalah satu universitas di Inggris. Aku belum bicarakan hal ini dengan kyuhyun dan menurutku sambil menunggunya wajib militer nanti, aku ingin habiskan waktuku sambil sekolah lagi.

***

3 weeks later…

Aku memeriksa kembali checklist barang-barang yang akan dibawa besok. Dan kondisi kamarku saat ini persis seperti kapal pecah. Masih banyak barang dan baju yang belum masuk kedalam koper.

“eonni~ ada paket dokumen” ucap rara, adikku didepan pintu.

“dokumen?”

“Oh, sepertinya ini jawaban pengajuan beasiswamu” ucapnya, langsung kutaruh checklist dan meraih dokumen dari tangan rara. Dan benar semua berisi persyaratan pengajuan beasiswa, tes interview dan juga tes masuk yang harus dijalani.

“kau benar-benar mau ambil beasiswa itu?” ucapnya, aku masih diam membaca surat tersebut.

“inggris itu jauh loh, dan kenapa harus inggris? Universitas di Negara kita juga tidak terlalu buruk” lanjutnya lagi,

“karena tawaran appa di universitas ini sayang~” jawabku sambil mencubit pipinya.

“lalu bagaimana denganku? Dan kyuhyun oppa? Kau sudah bilang padanya?” ucapnya lagi,

“belum…lagipula kalau jadi, aku pergi disaat ia wajib militer” jawabku pendek.

Sejujurnya hatiku masih bimbang, memang masih belum pasti pengajuan beasiswa ini diterima, tapi…mungkin dengan aku jauh darinya dan mencari kesibukan lain adalah cara yang tepat menunggu sampai ia selesai melaksanakan tugas negara

***

Zurich – Switzerland

Setelah menempuh perjalanan panjang dipesawat tadi akhirnya sampai juga di kota yang masuk to do list sebelum wajib militer. Kenapa zurich? Karena akan lebih leluasa bagiku jika berlibur mengajak bocah ini, tidak banyak yang mengenalku dan juga aku ingin liburan kali berjalan dengan tenang. Disampingku rin rin berjalan masih dengan wajah sembab, mungkin karena ini kali pertamanya melakukan perjalanan jauh.

“aku tidak bisa bayangkan kalau duduk di economy class, aigoo~” ucapnya, buatku terkekeh pelan.

“terimakasih padaku kalau begitu”

“hmm, gomawo” jawabnya pendek.

Cuaca masih cukup pagi dan kami putuskan untuk mampir di coffee shop sebelum menuju hotel dan mengambil mobil rental. Setelah meneguk habis satu gelas espresso, gadis ini seperti habis di charge full baterai. Kubiarkan ia melihat itinerary dan juga map yang diambil di airport tadi.

Agenda hari ini menuju Old Town Zurich, salah satu tempat wajib dikunjungi saat kesini. Memang kebanyakan bangunan disini bangunan tua peninggalan sejarah, namun tetap indah jika dilihat, dengan suasana yang tenang dan cuaca yang cukup dingin, untungnya salju belum turun hari ini.

Rin rin jalan beberapa langkah didepanku, bibirnya menganga lebar dan sesekali tersenyum melihat keindahan arsitektur bangunan. Ia pun tak henti mengambil angle yang tepat dari mirrorless miliknya, dan sesekali mengajak selca. Ah~ liburan yang sempurna, pikirku.

***

Hari kedua di Zurich, kami mengunjungi Fraumunster atau Church of Our Lady, salah satu gereja tua yang terkenal disini. Decak kagum tak henti terucap dari bibirnya, ia berjalan menuju altar dan duduk disalah satu bangku ketiga dari depan. Ia lambaikan tangan padaku agar duduk disampingnya.

“kau mau berdoa apa memohon permintaan?”

“dua-duanya, cepat katupkan tanganmu” perintahnya, aku masih diam dan melihat raut wajahnya yang sudah serius memohon, entah apa yang ia pinta. Apa ia memohon agar aku menikahinya segera? Entahlah aku oun mengikutinya dengan mengatupkan kedua tanganku dan memejamkan mata. Tuhan, aku hanya ingin terus bica mencintai gadis ini, dan berikanlah ia kebahagiaan selalu, Amin. Permintaan yang sederhana namun terkesan dalam bagiku.

“apa yang kau minta?” tanyaku sesudah keluar dari gereja.

“ra-ha-si-a” ujarnya

“ey~ kau minta banyak?”

“mwo?”

“habis tadi lama sekali” ucapku. Ia berhenti melangkah dan berbalik memandangku, hidungnya yang merah karena udara dingin, jadi terlihat menggemaskan. “kuharap permintaan kita sama, jadi mungkin Tuhan akan mengabulkannya” ucapnya.

Aku tersenyum lebar, mengatupkan kedua telapak tangan di pipinya dan mengecup lembut bibirnya, “apa kita bisa lebih cepat kembali ke hotel?” ucapku setelah menciumnya, seketika pipi putihnya merona.

“m-maksudnya? A-andwae! Ada tempat makan bagus yang harus kau lihat!” ucapnya dan melepaskan pegangan tanganku diwajahnya, aigooo~ lucunya gadis ini.

***

Dering ponsel miliknya berbunyi, tertera nama ‘Appa’ dilayar. Ragu ingin kujawab tapi anak itu masih di kamar mandi.

“Yeobseyo?”

“Oh, kyuhyun?”

“Ne, abeonim…rin rin sedang di kamar mandi”

“Oh, geure…”

“Apa kabar abeonim, semoga abeonim dan omoni sehat”

” ne, kyuhyun-ah, kebetulan kau yang angkat, ada hal penting yang ingin kukatakan” ucap ayah rin rin, sedikit buatku berat menelan ludah.

“Hal penting?”

“Mengenai rin rin…”

***

Kyuhyun masih duduk terdiam memandang gemerlap kota Zurich dimalam hari. Pikirannya masih melayang mengingat pembicaraan dengan ayah rin rin beberapa saat lalu. Rasa kesal, terkejut, dan bimbang berkecamuk menjadi satu dihatinya.

“Kau tidak jadi mandi?” ucap rin rin setelah keluar dari kamar mandi, ia duduk disamping kyuhyun sambil mengeringkan rambutnya.

“Kau ingin lanjut sekolah lagi?” ucap kyuhyun, membuat rin rin diam seketika.

Kyuhyun beralih menatap gadis disampingnya yang kini diam. Rin rin masih menunduk sambil memainkan handuk ditangannya.

“Kenapa tidak bilang padaku? Apa harus ayahmu yang jelaskan padaku? Bahkan hampir memohon padaku?” ucap kyuhyun dengan nada makin meninggi.

“Ahni…aku masih mencari waktu yang tepat untuk jelaskan padamu” jawab rin rin. Ia beralih mengambil tas dimeja rias dan mengeluarkan surat undangan dari Bristol University.

“Ini…” ucapnya seraya menyerahkan pada kyuhyun.

“Hal ini sudah pernah terpikirkan olehku dua tahun yang lalu, tapi tidak kuambil, lalu beberapa bulan yang lalu appa menawarkan beasiswa lagi…dan kupikir mungkin kali ini adalah waktu yang tepat…untukku”

Kyuhyun mengusap wajahnya gusar, pikirannya kalut, memang bukan haknya untuk melarang, tapi jauh dari rin rin, ia tidak yakin akan bisa melewatinya.

Rin rin mengalungkan tangannya pada lengan kyuhyun, “aku sudah memikirkannya ratusan kali, dan anggap saja, dengan sekolah lagi, aku menunggu sampai kau selesaikan wajib militer, kita… Kita sama-sama berjuang…” ucap rin rin, kedua mata mulai berkaca-kaca.

Kyuhyun berbalik menatapnya, mengusap pipi rin rin, “kau yakin sanggup menungguku?”

“…empat tahun lamanya aku berada disampingmu…dan dua tahun kedepan…aku yakin bisa…asalkan…asalkan kau juga jaga kepercayaanku… Setidaknya jangan tinggalkan aku begitu saja dan berikan harapan palsu” jelas rin rin, dengan air mata mulai membasahi pipinya dan tangis kian kencang saat kyuhyun merengkuh tubuhnya dalam pelukan.

Aku selalu berusaha untuk tidak memberimu harapan semu, rin-ah… Dan ini adalah keputusan terberat bagiku.

***

Jam menunjukkan pukul tujuh pagi saat rin rin tersadar dari tidurnya. Ia lihat kyuhyun sudah tidak ada disampingnya. Setelah menangis cukup lama ia tertidur dalam pelukan kyuhyun dan sepebihnya ia todak ingat lagi. “Aish~ baru kali ini aku menangis kencang didepannya…” pantulan dirinya di kaca rias terlihat jelas. Rambut kusut dan mata sembab. “Lengkap sudah kau hancurkan penampilanmu didepan kyuhyun” ucapnya kesal pada diri sendiri.

Ia lihat surat undangan ada di meja kecil samping tempat tidur kyuhyun dan kembali menghela nafas berat. “Apa dia masih marah? Lalu kabur? Haaah~ kenapa appa yang harus bilang padanya!” omelnya pada diri sendiri.

“Kau bicara dengan siapa?”

“Omo!” sontak ia terkejut, tahu-tahu kyuhyun siludah kembali ke kamar dengan membawa dua cup serta paperbag berisi roti yang masih hangat.

Refleks rin rin rapikan rambutnya dan mengintip bawaan kyuhyun. “Makanlah, kau pasti lapar setelah menangis semalaman” ujarnya dan menyerahkan roti keju.

“Gomawo..” balas gadis itu pelan.

Kyuhyun duduk disampingnya dan memperhatikan rin rin dalam diam. Semalaman merenungkan ucapan rin rin dan mengenai hubungan mereka kedepannya.

“Uh…mengenai masalah semalam-“

“Kalau kau tidak mau…aku bisa batalkan-“

“Sssh! Aku belum selesai bicara rin-dingdong” ucap kyuhyun sambil menutup bibir rin rin dengan telunjuknya.

“Mian” balasnya murung.

“Pergilah…aku mengizinkanmu” ucap kyuhyun, rin rin langsung mengangkat wajahnya dan menatap kyuhyun tak percaya.

“Jinja?”

“Egois jika aku melarangmu…dan setelah kupikir-pikir kau ada benarnya juga…melakukan tugas negara juga berat, dan mungkin akan sulit bertemu denganmu…aku pun tidak mungkin melarangmu untuk sekolah lagi”

“Gomawo Cho Kyuhyuuuuun!” ujarnya dan memeluk kyuhyun erat membuat pria itu tersipu.

“Tapi…seoul ke Inggris jauh ya” ucap kyuhyun.

Rin rin melepas pelukannya, “hanya beberapa senti kalau dilihat di peta” sahut rin rin.

kyuhyun berbalik menatap langit biru kota Zurich, “geure…meski sebenarnya akan sama saja dengan kau di Seoul ataupun di Inggirs…hubungan kita selama ini juga bisa dibilang jarak jauh bukan?” lanjut kyuhyun,

rin rin tersenyum, “mungkin kau akan sulit pegang ponsel, sebagai gantinya, aku akan kirim surat, dan jangan lupa balas suratku, minimal satu bulan sekali, balaslah suratku dan juga kirim foto dirimu, biar aku tahu bahwa kau baik-baik saja” pinta gadis itu. Kyuhyun mengalihkan pandangannya kembali pada gadis disampingnya, menatap rin rin dalam, dan perlahan ia kecup lembut bibir rin rin dan disambut hangat gadis itu dengan mengeratkan pelukannya pada pinggang kyuhyun. Hanya deru nafas yang terdengar dari kamar hotel. Kyuhyun mengusap lembut pipi rin rin dan kembali melumat bibir merahnya, mendorong tubuh rin rin pelan kembali jatuh ke kasur, dan sisanya hanya naluri lelaki berjalan dengan normal, mengisi kamar hotel hanya dengan desahan dari keduanya, yang ia tahu waktunya tidak banyak untuk bisa melepas kerinduan lebih lama lagi…

And we
Because we in this world
Because you’re with the start and end of my days
I am able to feel happiness
I’m dreaming forever with you
Right now, you’re breathing next to me
Our breathing is resembling one another

(Kyuhyun – And We)

The End

Iklan

Penulis:

an ordinary girl with a lot of imagination~ loves cho kyuhyun and also super junior oppa's

Satu tanggapan untuk “[RinKyu Story] And We

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s