Diposkan pada Continue, ^Fan Fiction^

[Part 1 of 2] ​Moment of Farewell

Did it have to be today? Did it have to be here?
I’m not even ready for this
For you, who didn’t hate me enough to break up

But didn’t care enough to love me
(Kyuhyun – Moment of Farewell)

***

Seorang ibu muda jalan tergesa-gesa menyeberangi zebra cross, ditengah rintik hujan yang mulai turun, ia harus sampai sekolah tepat waktu, tak peduli ujung skinny jeans-nya mulai basah dan merelakan tas Guess kesayangannya jadi penutup kepala, ia hanya tidak ingin rambutnya makin berantakan karena hujan.

Sampai di gedung playgroup sekaligus penitipan anak ia bergegas menuju lantai 2, tempat dimana acara berlangsung. Kedua matanya sibuk mencari seisi kelas, “gyurin eomma!” Seru salah satu guru. Rin rin melambaikan tangan dan langkah kecil gyurin yang sudah berumur 3 tahun mendekati dan memeluknya. guru gyurin mengarahkan rin rin untuk duduk dibangku yang sudah disiapkan bersamaan dengan acara perpisahan dimulai.

“appa!” Suara riang gyurin setelah keluar ruang kelas saat melihat ayahnya sudah berdiri menunggu didepan.

Pria berpenampilan necis sontak membungkuk dan mengangkat gyurin dalam pelukannya. “Maaf appa datang telat, tapi tadi gyurin bisa bernyanyi?” Tanya kyuhyun dan gadis kecilnya langsung bercerita seru, sedangkan rin rin hanya tersenyum melihat tingkah anak tunggalnya itu.

Beberapa orang mungkin melihat pemandangan keluarga kecil yang begitu harmonis. Merasa beruntungnya rin rin memiliki suami yang tampan dan sukses, anak perempuan yang cantik dan pintar, ia pun juga memiliki usaha sampingan yang ia dirikan bersama sahabatnya, sebuah wedding organizer yang sudah berjalan dua tahun dan usaha tersebut kini sudah cukup dibilang sukses. Jika melihat hasilnya sekarang mungkin akan membuat orang lain iri, menilik kembali perjuanan kyuhyun saat merintis usahanya dengan rin rin yang terus menemani dan selalu berada disampingnya disaat jatuh bangun usaha kyuhyun hingga kini keduanya bisa menikmati jeripayah yang dulu mereka lewati bersama.

***

A year later

Jam dinding menunjukkan pukul 11 malam di  pent house milik keluarga kyuhyun. Gyurin dengan wajah mengantuk namun masih bersikeras bangun menunggu ayahnya pulang dan memegang kartu ucapan buatannya sendiri. Padahal ibunya sudah menyuruhnya tidur dulu sambil menunggu kyuhyun pulang dan memberi surprise ulang tahun ayahnya, tapi watak keras kepala kyuhyun yang menurun padanya buat rin rin tak bisa memaksa lebih.

Ia cek kembali ponselnya dan kyuhyun belum juga balas pesan ataupun menghubunginya. Memang akhir-akhir ini suaminya sering pulang larut malam bahkan tak jarang ia menginap dikantor karena sedang ada proyek besar. Ia masukkan kembali cake buatannya beserta makan malam yang sudah siap sejak jam 8 tadi.

Selesai merapikan dapur. Ia kembali ke ruang tv dan gyurin sudah terlelap. Ia ambil selimut dan menjadikan paha sebagai bantal untuk gyurin. ia usap lembut rambut ikal buah hatinya, bibir, mata dan pipinya persis mirip kyuhyun. Dan kebanyakan sifat gyurin pun mirip dengan kyuhyun. Sesekali ia dengar gyurin mengigau karena seharian tadi ia bermain dengan minwoo, anak dari Cho Ahra, kakak perempuan kyuhyun.

Keesokan paginya,

Rin rin mengulat pelan dibalik selimut, ia tak ingat sampai jam berapa ia menunggu kyuhyun hingga tak sadar sudah ada dikamarnya dan kyuhyun masih terlelap disampingnya. Ia tersenyum lembut dan memberikan kecupan manis dipipi kyuhyun sebelum beranjak bangun menyiapkan sarapan.

Jam menunjukkan pukul 9 pagi saat sarapan pagi sudah terhidang di meja makan dan gyurin masih dengan muka bantal keluar dari kamarnya dan langsung meminta digendong ibunya. “Gyu, mau bangunkan appa?”

“Eo…aku mau ambil surat appa dulu” ucapnya dan turun dari gendongan rin rin, mengambil kartu ucapannya dan masuk ke dalam kamar.

tak lama kyuhyun masih dengan muka bantal sudah keluar kamar dengan menggendong gyurin. “Tadaaa~ saengil cukhae cho kyuhyun” ujar rin rin kembali mengeluarkan cake dari kulkas. Kyuhyun tersenyum kecil dan menurunkan gyurin ke kursi makan.

“Yey! Tiup lilinnya appa” serunya tak sabar.

“Ne…” kyuhyun memejamkan mata sejenak lalu meniup 3 lilin diatas cake. “Gomawo rin-ah” ucapnya.

“Hmm… kau pulang jam berapa semalam?”

“Oh? jam 2 pagi, dan habis ini harus kembali ke kantor” ucapnya sontak menghentikan gerak tangan rin rin saat memotong kue.

“Dihari sabtu?”

“yeah…krisis kali ini benar-benar besar, jadi banyak yang harus kukerjakan dan senin besok akan ada tender besar, jadi aku harus persiapan dengan sangat matan” ujar kyuhyun, gyurin yang berada disampingnya langsung memurungkan wajah.

“Mianhae gyu, besok appa janji ajak gyurin main ice skating, eo?” Janji kyuhyun dan hanya dijawab anggukan lesu dari gyurin.

***

Selesai sarapan, rin rin duduk dipinggir tempat tidur dengan menggenggam kotak kecil berisi jam tangan Fosil, kado untuk kyuhyun. Sebenarnya selain jam tangan, ia juga sudah siapkan hadiah lainnya, hadiah yang ia harapkan bisa membuat hubungannya dengan kyuhyun kembali mesra seperti dulu. Mungkin benar ucapan hyojoon, mendekati usia 6 tahun pernikahan akan bisa memunculkan rasa bosan dengan pasangan atau sedikit menjauh karena anak atau pekerjaan. Dan ia menyadari hal itu. Disaat usahanya sedang banyak klien dan juga pekerjaan kyuhyun yang tengah dilanda krisis cukup berat, membuat intensifitas kemesraan keduanya berkurang, ia bahkan tak ingat kapan terakhir kyuhyun menciumnya dengan mesra.

Tak lama kyuhyun keluar dari ruang pakaian, sudah rapi dengan kemeja berbalut sweater biru muda. Dengan sigap rin rin mengambil tas kerja kyuhyun diatas tempat tidur.

“Dimana gyurin?”

“Masih menonton pororo didepan, nanti kau pulang cepat kan?”

“Akan kuusahakan” jawab kyuhyun, “aku juga siapkan makan malam, jadi makan dirumah, eo? Ah dan ini…” rin rin mengambil kotak hadiah dan menyerahkan pada kyuhyun,

“Hadiah pertama” ucapnya, kyuhyun membuka kotak tersebut dan tersenyum, ia tarik kedua pipi rin rin dan mengecup lembut kening istrinya, “gomawo” ucapnya dan langsung memakai jam tangan tersebut.

Setelah kyuhyun pergi, dengan gerak cepat rin rin menyuruh gyurin untuk mandi, “gyu, kita ke salon!” Ujar rin rin dan bersiap, dalam hati ia bertekad rencana malam nanti harus berhasil.

***

Jam 8 malam suasana di pent house berubah lebih romantis. Lilin ditiap sudut ruangan sudah ia nyalakan, dan juga bunga-bunga segar yang ia beli tadi siang sudah terpajang cantik di meja makan. Gyurin sendiri sangat antusias membantu ibunya menyiapkan surprise untuk kyuhyun hingga anak itu kelelahan dan sudah terlelap.

Kyuhyun baru saja menghubunginya kalau akan sampai rumah 20 menit lagi, ia pun segera mengganti pakaian dengan memakai lingerie merah marun yang dibelinya tadi siang. Ia poles tipis blush on serta lipstick, merapikan rambut panjang yang sudah diblow agar lebih bervolume, “perfect!” Ucapnya pelan.

Ia hangatkan kembali makanan yang juga ia buat sendiri di microwave, selesai menghangatkan makanan bersamaan pintu rumah terbuka. Segera ia menuju pintu menyambut kyuhyun.

“Welcome home~” ujar rin rin, kyuhyun tersenyum lembut tanpa berkata-kata ia rengkuh rin rin dalam pelukannya dan memeluk erat.

Rin rin tersenyum dan membalas pelukan kyuhyun sambil sesekali menepuk pelan punggung suaminya. Kebiasaan kyuhyun jika sedang menghadapi masalah, ia hanya butuh sandaran, memeluk istrinya beberapa saat seakan bisa memberinya sedikit kekuatan tersendiri.

“Kau sudah makan?” Tanya rin rin setelah kyuhyun melepas pelukannya. “Mianhae rin-ah, aku belum lapar” jawab kyuhyun lesu.

“Gwaenchana, kubuatkan coklat hangat, Kau ganti baju dulu sana” ucap rin rin.

Mungkin makan malam romantis kali ini belum berjalan lancar, ia sedikit kecewa namun ia berusaha mengerti keadaan kyuhyun saat ini. Dan bukan pertama kali kyuhyun mengalami hal-hal sulit dalam pekerjaannya, dan selama ia bisa menyemangati kyuhyun, ia yakin suaminya itu pasti bisa melewatinya.

***

beberapa menit kemudian, rin rin masuk ke kamar dengan segelas coklat hangat, kyuhyun masih mengenakan kemeja putihnya duduk diam sambil memandangi bingkai foto keluarga kecilnya, saat gyurin masih berumur 8 bulan.

Rin rin duduk disampingnya, jemari lentiknya mengusap pipi kyuhyun, “tadi siang saat aku dan gyurin ke salon, kami bertemu dengan seungmi, aku baru tahu dia sedang hamil, dan gyurin penasaran dengan isi perut seungmi kenapa bisa besar seperti balon ” cerita rin rin, membuat kyuhyun tersenyum.

“…dia itu persis sepertimu, tidak cukup dengan 1 pertanyaan, kenapa bisa muncul bayi dalam perut? Dari mana bayi itu keluar nantinya? Dan berujung… dia jadi ingin adik” lanjut rin rin. kyuhyun pun terkekeh pelan, sedikit membuat hati rin rin lega.

“Syukurlah, aku masih bisa melihatmu tertawa” ucap rin rin. Kyuhyun kembali diam, ia pandang lekat wajah rin rin, dan baru ia sadari rin rin berdandan dan memakai lingerie, ia pun lupa kapan terakhir kali ia lihat rin rin pakai pakaian itu, mungkin sebelum istrinya hamil gyurin. “Mianhae rin-ah, aku merusak semua yang sudah kau siapkan”

“ahni…kami berusaha mengerti apa yang sedang kau perjuangkan untuk perusahaanmu, aku istrimu dan aku akan lakukan apapun semampuku untuk bisa menjadi penyemangatmu” ucap rin rin yakin.

Kyuhyun mengusap lembut pipi rin rin dan mendaratkan ciuman manis dibibirnya. Kedua matanya terpejam, membiarkan gerak bibir seduktif rin rin yang perlahan meminta lebih. Mungkin ini yang ia butuhkan, melepaskan segala rasa penat akan masalah perusahaanya dan seakan rin rin tahu kyuhyun butuh pelampiasan dalam bentuk lain.

Dan dibawah sinar lampu temaram, deru nafas rin rin terdengar jelas tepat disamping telinga kyuhyun. Belaian jemari lentik rin rin dibahu kyuhyun, terus berjalan ke leher hingga bibir kyuhyun, ia kecup lembut ibu jari rin rin. Ia sampai pada puncaknya dan berbaring disamping rin rin, mengeratkan selimut untuk istrinya dan kembali mengecup kening rin rin sebelum ia terlelap.

***

Hujan menyambut senin pagi ini, dimana cuaca yang sangat tidak mendukung untuk pergi bekerja. Termasuk pria jangkung berwajah pucat yang masih duduk malas di cafe seberang gedung kantornya. Sudah lebih dari setengah jam ia duduk disana, sengaja mengulur waktu untuk rapat pagi ini dan juga menunggu sahabatnya sekaligus rekan bisnisnya datang. Ia menyesap iced americano miliknya sambil melihat kembali laporan yang baru diemail anak buahnya, memastikan tidak ada yang salah sebelum ia presentasikan pada para investor nanti.

“Maaf telat” ucap pria yang sudah ia tunggu dari tadi.

“Ckckck~ wajahmu lebih segar dari kemarin” ujarnya. Kyuhyun hanya tersenyum kecil dan menarik laptop jaehyun.

“Jadi semua sudah siap?”

“89%! ah ya, hari ini minho juga akan ikut tender lain, skalanya lebih kecil tapi, kalau dia bisa memenangkan tender kali ini, proyek ini bisa sedikit membantu masalah kita” jelas jaehyun.

“Kuharap begitu, kita pergi sekarang?” Ucap kyuhyun dan bergegas menuju gedung diseberang cafe.

Berawal dari nol kyuhyun dan jaehyun membangun perusahaan ini, memang usahanya masih dibilang skala menengah namun berkat kecerdasan kyuhyun dan jaehyun bisa dilihat kesuksesan sekarang. Meski masih  rintangan yang harus mereka hadapi, seperti saat ini.

***

Dilain tempat, sebuah ruko kecil daerah myeondong, butik milik rin rin dan hyojoon.

“Jadi dinner romantis kalian kemarin gagal?” Ujar hyojoon. Rin rin hanya bisa tersenyum miris dan mengangguk.

“Yah sangat disayangkan”

“Sepertinya masalah dikantor kali ini lebih sulit dari sebelumnya” ucap rin rin masih khawatir.

“Kalau butuh bantuan siwon, bilang saja”

“Aku yakin kyuhyun bisa mengatasinya, lagi pula kalian memang masih berkomunikasi?” Tanya rin rin heran.

Ia tahu sahabatnya ini tengah dilanda krisis rumah tangganya, hyojoon menikah dengan pria kaya yang cukup berpengaruh didunia bisnis negara ini. Pernikahan mereka sudah memasuki umur ketujuh tahun namun belum juga dikaruniai anak, meski mereka sudah berusaha hingga ke bayi tabung namun belum juga berhasil dan hal itulah alasan hyojoon akhirnya menggugat cerai siwon. Amat disayangkan menurut rin rin, karena hyojoon dan siwon adalah pasangan paling serasi dan romantis.

“Yah bahkan ia suka masih menginap ditempatku” jawab hyojoon.

“Jinja?! Joonie-ya, apa sebaiknya kau pikirkan lagi keputusan itu?” Rayu rin rin,

“Keputusan kami sudah bulat rin-ah, aku sudah cukup lelah mendengar desakan ibu mertuaku mengenai anak, sementara jiwon sudah mau punya dua anak” jelas hyojoon murung.

“Semoga ini yang terbaik untuk kalian berdua” ucap rin rin sambil menepuk bahu sahabatnya.

***

Kyuhyun menghela nafas berat setelah rapat usai. Ia merebahkan tubuh disofa ruangannya sejenak untuk menenangkan pikiran, berharap apa yang ia presentasikan bisa mendapat kabar baik lusa nanti. Jaehyun muncul dibalik pintu bersiap keluar untuk makan siang, “Kyuhyun-ah, aku mau makan dengan hyesun, kau mau ikut?” Tanya jaehyun dan hanya dibalas gerakan tangan kyuhyun menolak pergi.

“Okay, nantu kubelikan makanan” ucapnya sebelum pergi.

Tak lama setelah jaehyun pergi, sosok wanita cantik jalan memasuki ruang kerja kyuhyun. “Kyuhyun oppa?” Panggilnya, sontak kyuhyun langsung bangun, “n-nugu?”

Gadis itu tersenyum dan langsung ambil tempat duduk disamping kyuhyun, “kau lupa padaku? Naneun So hee, Yoon So hee”

“So Hee?!” Kyuhyun menyeringit heran. Ia masih ingat nama itu, sosok yang sudah bertahun-tahun menghilang dari kehidupannya. Yoon So Hee pernah mengisi hari-hari indah kyuhyun semasa sekolah dulu, So Hee adik kelas saat SMA kyuhyun. Mereka menjalin hubungan sampai kyuhyun kuliah tingkat 2, saat so hee menghilang tiba-tiba dari kehidupan kyuhyun dan tak pernah muncul hingga detik ini.

“Kau…bagaimana bisa?” Kyuhyun masih cukup syok dengan kemunculan so hee saat ini.

Gadis itu tersenyum, ia melihat sekeliling ruang kerja kyuhyun. Beranjak ke meja kerja dan tertuju pada bingkai foto keluarga kecil kyuhyun. “Aku tak tahu harus ceritakan darimana…maafkan aku jika saat itu pergi tanpa pamit padamu…”

“Yah, masa itu sudah berlalu, dan aku sudah tidak mempunyai hak untuk menuntut penjelasan darimu” ucap kyuhyun.

So hee memperhatikan dengan seksama wajah kyuhyun, “kau banyak berubah oppa”

“Well…aku ayah beranak satu, wajar jika berubah bukan? Tapi…bagaimana kau tahu aku ada disini?” Tanya kyuhyun. So hee senyum kecil dan kembali duduk disamping kyuhyun.

“ada yang ingin kujelaskan padamu, tapi sambil makan siang saja, kajja” ujar so hee langsung menarik lengan kyuhyun.

“Y-ya, aku belum lapar”

“Oppa, ini sudah jam 1 siang, aku tahu kau pasti belum makan, ayolah, banyak yang ingin kuceritakan padamu” so hee sedikit memaksa dan kyuhyun mau tidak mau menurutinya.

Raut bahagia terpancar dari wajah so hee, ia dengan leluasa menggandeng lengan kyuhyun sampai keluar gedung, tak peduli kyuhyun yang sedikit risih dengan sikap so hee.

***

“Aku harus pergi karena appa memaksa untuk sekolah di Kanada, padahal aku sudah berusaha mengulur waktu sampai bisa diterima di Universitas yang sama denganmu…” cerita So hee, kyuhyun masih diam, ia benar-benar tidak berselera makan karena masalah kantornya ditambah lagi kemunculan gadis didepannya ini.

“…hingga aku bertekad aku bisa memenuhi keinginan appa dan kembali ke Seoul… aku tahu ini tidak mungkin, tidak pernah menghubungimu dan bodohnya berharap kau masih sendiri” 

“M-mwo?”

“Hahaa kenapa kau kaget oppa? Aku tahu tidak mungkin kau belum menikah” canda so hee,

“A-ah… lalu kau sendiri? Apa sudah menikah?”

“Yah…aku sudah menikah dengan pria pilihan appa…tapi pernikahan itu tidak berjalan lama…”

“Oh… Maaf”

“Aku sudah belajar untuk mencintainya namun tidak pernah bisa, begitupun dengan dia”

“Lalu…kau kembali kesini?”

So hee tersenyum penuh arti, aku butuh bantuanmu oppa, dan hanya kau yang kutahu bisa mengatasinya.

To be continue…

Rinkyu is back~! Setelah hibernasi dari desember kemarin ㅋㅋㅋ ini ff udah lama banget di draft, nyari waktu enak buat ngetiknya emang susah 😅 moga masih laku yak ini blog 😗

Iklan

Penulis:

an ordinary girl with a lot of imagination~ loves cho kyuhyun and also super junior oppa's

2 tanggapan untuk “[Part 1 of 2] ​Moment of Farewell

  1. finally, new ff. seneng bgt eonnie satu ini hadir dgn cerita yg baru. ff ini bisa jd obat kangen ff kyu yg berkualitas. suka bgt sm ide ceritanya, udah lama juga ga baca kyurin couple apalagi plus gyurin ☺☺☺
    over all aku suka sm ff ini, simple tp ngena. semamgat buat selalu menghadirkan ff cucok meong lg ya 💪💪
    thanks

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s